• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Usaha Barang Bekas Di Desa Pengadang

Dalam dokumen UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM (Halaman 70-76)

Sebelum usaha barang bekas ini ada, pendapatan masyarakat sangatlah minim dan banyak pengangguran. Namun setelah adanya usaha barang bekas ini, masyarakat dapat meningkatkan ekonominya. terlebih lagi menjadi seorang petani. Menjadi usaha tani dengan tingkat pendapatan yang minim, rata rata Rp. 250.00-600.000/bulan. Dengan tingkat pendapatan yang minim kecendrungan kaum laki laki yang sudah dewasa hanya mengandalkan

penghasilan pertanian musiman, itupun jika dihitung dengan kebutuhan dirasakan masih belum cukup.

Menjadi seorang pengumpul barang bekas mendapatkan keuntungan yang cukup besar karena dalam membeli barang di lapangan mereka mengumpulkan menjadi satu. Sebagaimana yang diungkap kan oleh sahibin:

“Jadi untuk mendapatkan keuntungan yang banyak, ketika saya membeli barang dilapangan, semua barang di kumpulkan menjadi satu kemudian dalam perkilo saya membayarnya dengan harga Rp. 1.500 kemudian dimasukkan dalam karung seperti almunium, besi, plastik, dan barang lainnya, sehingga sampai di gudang disutir kembali dan biasanya harga barang di gudang berbeda beda”16.

Usaha barang bekas sangat mempunyai damfak yang sangat besar bagi masyarakat Pengadang. Usaha barang bekas dianggap sebagai pekerjaan yang paling mudah bagi masyarakat setempat. Dahulu mata pencharian masyarakat Pengadang mayoritas tani, tetapi dengan adanya usaha barng bekas ini, maka masyarakat setempat beralih pekerjaan untuk mencari barang rongsokan. Sebagaimana yang diungkapkkan oleh pak Samsul Rijal:

“Usaha barang bekas ini sangat mudah menurut saya, karena cukup berani bertanya di lapangan itu sudah cukup menjadi modal dalam mengumpulkan barang bekas di lapangan”.17

Karena dalam mengpulkkan barang, intinya jangan pernah malu untuk bertanya ada atau tidaknya barang yang akan dibeli.

Menurut pak Gnas pun mempunyai pernyataan yang berbeda tentang dampak usaha barang bekas, menurutnya:

16 Sahibin Wawancara Dusun Borok 21 Juli 2018.

17 Samsul Rijal, Wawancara Dusun Lingkok Tedun Tgl 8 Juli 2018.

“Dengan adanya usaha barang bekas ini, setidaknya pengangguran lebih sedikit, karena saya sudah terlalu sering merantau kemalasia”18.

Dan Alhamdulillah dengan ada nya usaha ini, saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya.

Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh ibu Hus:

“sekalipun saya sebagai penyutir plastik, namun pendapatan saya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, bahkan saya mampu memberikan uang jajan yang ;ebih bagi anak saya”.”19.

Usaha barang bekas memang sanagat begitu besar pengaruhnya bagi masyarakat Desa Pengadang, tidak heran dengan adanya usaha tersebut masyarakat setempat sangat antusias dalam menjalankan profesinya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Halil bahwa:

“Barang bekas ini merupakan hal yang sangat mudah, kita berangkat kerjapun tidak ditetapkan”20.

Karena ini merupakan pekerjaan dibidang non pemerintah. Maka dari itu pekerjaan ini sangat mudah dan tidak ditetapkan jam kerjanya. Pulangnya pun tidak ditetapkan pemilik gudang, yang penting ada barang yang dibawa kegudang. Hal senada juga diungkapkan oleh Idi berikut pernyataannya:

“Dampak usaha barang bekas ini sangat besar, terbukti sampai sekarang saya dapat membangun rumah dari hasil usaha ini”21.

pernyataan yang hamper sama pun diungkapkan oleh pak Sahran berikut pernyataannya:

“ Dengan usaha barang bekas ini, saya mampu menyekolah anak saya hingga SMA, dan Alhamdulillah saya menginginkan anak saya untuk tetap sekolah hingga perguruan tinggi”22.

18 Gnas, Wawancara Dusun Lingkok Tedun Tgl 8 Juli 2018.

19 Ibu Hus, Wawancara Dusun Bikan Pait Tgl 10 Juli 2018.

20 Halil, Wawancara Dusun Lingkok Tedun Tgl 11 Juli 2018.

21 Idi Wawancara Dusun Lingkok Tedun Tgl 10 Juli 2018.

22 Sahran Wawancara Dusun Montong Tinggang 10 Juli 2018.

Dari beberapa paparan diatas, maka peneliti menyimpulkan damfak secara internal dan damfak secara eksternal.

1. Damfak secara internal

a. Terpenuhinya kebutuhan primer dan sekunder

Kebutuhan yang sangat mendasar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, karena dalam usaha barang bekas ini sangat berpengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi masyrakat desa Pengadang.

b. Tingkat pendidikan yang tinggi

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk mengubah pola pikirnya anak. Dan dari hasil usaha barang bekas ini rata-rata para orang tua mampu mensekolahkan anaknya hingga tamat SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh H.

Fathurrahman selaku pengusaha barang bekas:

“Dari hasil usaha barang bekas ini, saya dapat menyekolahkan anak saya, bahkan saya ingin sampai lepas perguruan tinggi”23

c. Mengurangi pengangguran

Pengangguran merupakan masalah yang serius dalam setiap kehidupan bermasyarakat, namun dengan keberadaan usaha barang bekas ini, pengguran sedikit berkurang, karena di tingkat orang dewasa sampai orang tua mampu untuk di pekerjakan.

23 Fathurrahman Wawancara Dusun Lingkok Tedun 23 Juli 2018.

d. Mengurangi masyarakat yang sering merantau.

Merantau merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian remaja di desa Pengadang, akan tetapi dengan keberadaan usaha barang bekas ini, justru mereka lebih tertarik untuk tetap menekuni usaha ini. sebagaimana yang di ungkapkan oleh Roni:

“Dulunya memang saya sering pergi kemalasia, akan tetapi sekarang justru usaha ini lebih mudah dan banyak keuntungan, itulah sebabnya usaha ini saya lakukan sampai sekarang”24

e. Lingkungan menjadi bersih

Menjadi pengumpul barang bekas tidak terlepas dari kotor dan menjijikan. Namun tanpa disadari, samapah sampah yang tidak di pakai tersebut sangat bernilai ekonomis. Seperti bekas minuman, kardus, buku dan lain lain. Seperti hal nya di desa pengadang, keberadaan pengusaha barang bekas ini bukan hanya mampu bernilai ekonomis, namun juga membawadamfak lingkungan yang bersih.

f. Pendapatan masyarakat menjadi lebih tinggi.

Keberadaan usaha ini mampu membuat masyarakat menjadi lebih maju dan mampu memenuhi kebutuhannya. Karena dalam usaha ini memerlukan modal yang sedikit dan keuntungan yang besar.

Sebagaimana yang di ungkapkan oleh Herman:

“Dalam mejalani usaha ini, butuh sedikit kesabaran namun keuntungannya cukup banyak, karena terkadang saya membeli barang di kumpulkan jadi satu dikarung, seperti besi, almunium, tembaga kuningan dan saya membeli harga barang tersebut dengan harga Rp. 2000/kg”25.

24 Wawancara Roni Dusun Lingkok Tedun 23 Juli 2018.

25 Wawancara Herman Dusun Bikan Pait 23 Juli 2018.

2. Dampak Secara Eksternal

Melihat keberhasilan yang TERJADI diantara pengusaha barang bekas dan pengumpul barang bekas, justru masyarakat yang diluar seperti Desa Beraim ada yang tertarik untuk menjadi pengusaha barang bekas. Sehingga tidak menutup kemungkinan usaha ini menjadi salah satu cara memberdayakan masyarakat.

Usaha ini juga mengajarkan masyarakat untuk tidak teralalu bergantung kepada bantuan ulur tangan dari pemerintah. Jadi masyarakat tidak bergantung kepada pemerintah. Karena yang memberikan modal adalah pengusaha barang bekas.

Sebagaimana yang diungkapkan zainal abiding :

“saya melihat masyarakat yang mempunyai mental yang kuat untuk saya ajak menjadi pengempul barang bekas, dan saya memberikannya modal untuk membeli barang di lapangan”.

Pada usaha ini masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah karena pengusaha barang bekas menjadi agen of change dalam lingkungan masyakat.

64

Dalam bab II secara berturut-turut telah dipaparkan data dan temuan data penelitian di desa Pengadang. Pada bab III ini data dan temuan, temuan penelitian pada latar penelitian dibahas lebih lanjut untuk menemukan makna yang mendasari temuan-temuan atau pernyataan yang ditemukan, juga dilakukan analisis teoritik yang mengacu pada teori-teori yang telah ada dan berkembang.

Adapun hal-hal yang akan menjadi bahan kajian analisis dari peneliti pada bab ini adalah:

1. Peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui barang bekas.

2. Dampak usaha dari barang bekas di desa Pengadang.

A. Karakteristik Pengusaha Barang Bekas dan Pengumpul Barang Bekas

Dalam dokumen UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM (Halaman 70-76)

Dokumen terkait