• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa

Dalam dokumen RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2019 (Halaman 83-99)

PEMERATAAN PEMBANGUNAN UNTUK PERTUMBUHAN BERKUALITAS

BAB 7 PENUTUP

2.4 Pendanaan Pembangunan

2.4.2 Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa

Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa dibagi 4 (empat) komponen, yaitu: (1) Dana Perimbangan yang terbagi menjadi Dana Transfer Umum (DTU) yang terdiri atas: Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Transfer Khusus yang terdiri atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non-Fisik; (2) Dana Insentif Daerah; (3) Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan D.I Yogyakarta; dan (4) Dana Desa. Struktur Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa dapat dilihat pada Gambar 2.25.

Gambar 2.25

Struktur Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019

Sumber: KemenPPN/Bappenas (diolah), 2018

Dana Perimbangan

Pertama, Dana Transfer Umum (DTU). DTU merupakan transfer ke daerah yang bersifat block grant, yaitu penggunaannya sepenuhnya menjadi kewenangan daerah. Pemda memiliki diskresi untuk menggunakan DTU sesuai dengan kebutuhan dan prioritas daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mempercepat pembangunan dan difokuskan untuk meningkatkan sarana/prasarana dan kualitas layanan publik.

Namun, DTU diarahkan penggunaannya untuk perbaikan infrastruktur, yaitu sekurang- kurangnya 25 persen untuk belanja infrastruktur daerah yang langsung terkait dengan percepatan pembangunan fasilitas pelayanan publik dan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan penyediaan layanan publik antardaerah.

1. Dana Bagi Hasil (DBH)

Dana Bagi Hasil merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah dengan angka persentase tertentu, untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. DBH dibagi menjadi dua jenis, yaitu DBH Pajak dan SDA. DBH dialokasikan untuk mengurangi ketimpangan fiskal vertikal antara Pemerintah Pusat dan Daerah, berdasarkan prinsip by origin, yaitu daerah penghasil mendapatkan bagian yang lebih besar; dan daerah lain dalam satu provinsi mendapatkan bagian berdasarkan pemerataan. DBH disalurkan berdasarkan realisasi penerimaan negara pajak dan bukan pajak tahun berjalan, dengan arah kebijakan:

Dana Perimbangan

Dana Otonomi Khusus dan

Dana Keistimewaan D.I.Yogyakarta

Dana Transfer

Umum

Dana Transfer

Khusus

Pajak

SDA

DAK Non- Fisik DAK Fisik Dana

Insentif Daerah

DAK Reguler

DAK Penugasan Transfer

ke Daerah

dan Dana Desa

Dana Desa

DAK Afirmasi Dana Bagi

Hasil

Dana Alokasi Umum

a. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan DBH;

b. menetapkan alokasi DBH tepat waktu dan tepat jumlah sesuai dengan rencana penerimaan pajak dan SDA yang dibagihasilkan dan potensi daerah penghasil;

c. menyempurnakan sistem penganggaran dan pelaksanaan atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dibagihasilkan ke daerah;

d. memperbaiki pola penyaluran dengan mempertimbangkan kondisi kas negara dan kas daerah;

e. memperkuat sistem pengendalian, monitoring, dan evaluasi atas penggunaan DBH yang penggunaannya sudah ditentukan;

f. mempercepat penyelesaian kurang bayar DBH dalam hal masih terdapat kurang bayar;

g. membagi penerimaan PBB bagian pusat sebesar 10 persen secara merata kepada seluruh kabupaten/kota;

h. menambah cakupan DBH PBB, selain PBB sektor pertambangan, perkebunan, dan perhutanan, juga termasuk sektor lainnya, yaitu PBB perikanan dan PBB atas kabel bawah laut;

i. penggunaan DBH Cukai Hasil Tembakau (CHT) berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai untuk mendanai lima program, yaitu: (a) Peningkatan kualitas bahan baku; (b) Pembinaan industri; (c) Pembinaan lingkungan sosial; (d) Sosialisasi ketentuan di bidang cukai; dan/atau (e) Pemberantasan barang kena cukai ilegal, dengan prioritas Bidang Kesehatan untuk mendukung Program JKN sebesar minimal 50 persen;

j. mengalokasikan DBH SDA Kehutanan yang berasal dari Dana Reboisasi dari semula ke kabupaten/kota penghasil menjadi ke provinsi penghasil untuk membiayai kegiatan reboisasi dan rehabilitasi hutan di wilayah provinsi tersebut, sejalan dengan pengalihan kewenangan di bidang kehutanan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

k. meningkatkan optimalisasi dan efektivitas penggunaan DBH SDA Kehutanan-Dana Reboisasi yang menjadi kewenangan provinsi dan sisa DBH SDA Dana Reboisasi yang masih ada di kas daerah sampai dengan tahun 2016 yang menjadi kewenangan kabupaten/kota dengan menyempurnakan peraturan pelaksanaannya;

l. menegaskan sifat DBH SDA sebagai dana block grant dengan menghilangkan earmarked 0,5 persen dari DBH SDA Minyak dan Gas Bumi untuk bidang pendidikan;

dan

m. mempertegas penggunaan biaya pemungutan PBB sebesar 9 persen yang merupakan bagian daerah untuk mendanai kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas daerah (block grant).

2. Dana Alokasi Umum (DAU)

Dana Alokasi Umum merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan meningkatkan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah (sebagai equalization grant) yang ditunjukkan oleh Index Williamson yang paling optimal dengan mengevaluasi bobot Alokasi Dasar dan/atau variabel kebutuhan fiskal dan kapasitas fiskal dengan arah mengurangi ketimpangan fiskal antardaerah.

Adapun kebijakan DAU Tahun Anggaran 2019 adalah sebagai berikut.

a. menyempurnakan formulasi DAU dengan mengevaluasi bobot Alokasi Dasar (gaji PNSD) dan Celah Fiskal, sehingga semakin fokus pada tujuan pemerataan kemampuan fiskal antardaerah dalam rangka penyelenggaraan pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat di daerah;

b. mempertahankan afirmasi kepada daerah kepulauan dengan tetap memberikan bobot luas wilayah laut dalam variabel luas wilayah menjadi 100 persen;

c. pagu DAU nasional dalam APBN tidak bersifat final atau dapat berubah sesuai perubahan PDN Neto; dan

d. mengarahkan minimal 25 persen dari DTU (DAU dan DBH) untuk belanja infrastruktur daerah yang langsung terkait dengan percepatan pembangunan fasilitas pelayanan publik dan ekonomi.

Kedua, Dana Transfer Khusus. Dana Transfer Khusus merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah (sesuai dengan pembagian urusan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah) dan sesuai dengan PN (bersifat specific grant). Dana Transfer Khusus dibagi menjadi dua, yaitu DAK Fisik dan Non-Fisik.

1. Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik

Dana Alokasi Khusus Fisik adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan PN. Untuk tahun 2019, DAK Fisik dibagi menjadi tiga jenis, yaitu DAK Reguler terdiri atas 10 bidang, DAK Afirmasi terdiri atas 6 bidang, dan DAK Penugasan terdiri dari 9 bidang dengan detail rincian bidang dan menu kegiatan terlampir dalam Tabel 2.12.

Tabel 2.12

Bidang, Subbidang, dan Menu Kegiatan DAK Fisik Tahun 2019 No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan DAK REGULER

DAK Reguler diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan pelayanan dasar dan pemerataan ekonomi.

1 Pendidikan

Memberikan bantuan kepada pemerintah daerah untuk

menyediakan sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka pemenuhan secara bertahap standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan

Meningkatkan

ketersediaan/keterjaminan akses, dan mutu layanan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam rangka pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan 12 Tahun yang berkualitas.

Subbidang Sekolah Dasar (SD)

1. Pembangunan Prasarana Belajar SD 2. Rehabilitasi Prasarana Belajar SD 3. Pengadaan Sarana Belajar SD

Subbidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1. Pembangunan Prasarana Belajar SMP 2. Rehabilitasi Prasarana Belajar SMP 3. Pengadaan Sarana Belajar SMP

Subbidang Sekolah Menengah Atas (SMA) 1. Pembangunan Prasarana Belajar SMA 2. Rehabilitasi Prasarana Belajar SMA 3. Pengadaan Sarana Belajar SMA

Subbidang Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 1. Pembangunan Prasarana Belajar SKB 2. Rehabilitasi Prasarana Belajar SKB 3. Pengadaan Sarana Belajar SKB 4. Sarana dan Prasarana PAUD Subbidang Sekolah Luar Biasa (SLB) 1. Pembangunan Prasarana Belajar SLB 2. Rehabilitasi Prasarana Belajar SLB 3. Pengadaan Sarana Belajar SLB Subbidang Olahraga

1. Pembangunan Prasarana Gedung Olahraga.

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan Subbidang Perpustakaan

1. Pengembangan Gedung Layanan Perpustakaan 2. Rehabilitasi Gedung Layanan Perpustakaan 3. Pengembangan Koleksi Perpustakaan 2 Kesehatan dan KB

Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, keluarga

berencana dan kesehatan reproduksi di daerah untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan, mendukung daerah dalam pencapaian SPM kesehatan serta mendukung dalam pencapaian akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.

Subbidang Pelayanan Kesehatan Dasar:

1. Penyediaan Sarana Puskesmas Non-Afirmasi 2. Penyediaan Prasarana Puskesmas Non-Afirmasi 3. Penyediaan Alat Kesehatan Puskesmas Non-

Afirmasi

4. Penyediaan Alat, Mesin dan Bahan serta Sistem Informasi Kesehatan (SIK) untuk Pengendalian Penyakit, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Non-Afirmasi Subbidang Pelayanan Kesehatan Rujukan

1. Pembangunan dan Rehabilitasi RS Kab/Kota dan Provinsi

2. Penyediaan Alat Kesehatan di RS Kab/Kota dan Provinsi

3. Penyediaan Prasarana RS Kab/Kota dan Provinsi Subbidang Pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan

1. Penyediaan Obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Kab/Kota

2. Pembangunan Baru/Rehabilitasi dan/atau Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota

3. Pembangunan Baru/Rehabilitasi dan atau Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Provinsi

Subbidang Keluarga Berencana

1. Penyediaan Sarana Prasarana Klinik Pelayanan KB 2. Pembangunan/Alih Fungsi/Pengembangan

Gudang Alat dan Obat Kontrasepsi 3. Pengadaan Mobil Unit Penerangan KB

4. Pengadaan Sarana Transportasi Pelayanan KB 5. Pengadaan Sarana Petugas Lapangan KB 6. Pengadaan Sarana Pendataan

7. Pembangunan/Alih Fungsi/Pengembangan Balai Penyuluhan KB

8. Pengadaan Sarana KIE Kit dan Media Lini Lapangan

3 Air Minum

Mewujudkan akses universal air minum di tahun 2019 dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) serta mendukung program PN, melalui : (a) Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM); (b) Pembangunan SPAM melalui pembangunan baru bagi daerah

Air Minum Perkotaan:

1. Perluasan SPAM Perpipaan melalui Pemanfaatan Idle Capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terbangun

2. Pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan yang belum memiliki layanan air minum;

(c) Peningkatan SPAM melalui

penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM

terbangun.

3. Peningkatan SPAM melalui Penambahan Kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun

Air Minum Perdesaan:

1. Perluasan SPAM perpipaan melalui Pemanfaatan Idle Capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terbangun

2. Pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

3. Peningkatan SPAM melalui Penambahan Kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun

4 Sanitasi

Mewujudkan akses universal sanitasi di tahun 2019 dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui dukungan pemda dalam peningkatan cakupan pelayanan sarana pengelolaan air limbah, yaitu berupa: (1)

pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman dan/atau Perkotaan;

(2) pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di daerah perkotaan dan/atau perdesaan.

Pembangunan sanitasi dilakukan dengan berdasarkan pada lokasi prioritas dan rencana pengembangan sistem sanitasi dalam Strategi Sanitasi Kota/Kabupaten (SSK).

1. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman dan/atau Perkotaan

2. Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di daerah perkotaan dan/atau perdesaan

5 Perumahan dan Permukiman Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan

perumahan dan permukiman yang layak di kawasan permukiman kumuh.

1. Bantuan Stimulan Pembangunan Baru, dengan membangun rumah layak huni secara swadaya sebagai pengganti rumah rusak total atau di atas kavling tanah matang untuk memenuhi

persyaratan keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan minimum luas bangunan

2. Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas, dengan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni untuk memenuhi persyaratan

keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan minimum luas bangunan

6 Jalan

Membantu daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan transportasi melalui peningkatan kondisi mantap jalan provinsi, dan jalan

kabupaten/kota yang menunjang konektivitas sistem jaringan transportasi dan mobilitas ke fasilitas-fasilitas pelayanan dasar publik serta pusat- pusat pertumbuhan/perekonomian daerah. Tujuannya adalah mendukung

1. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan/Jembatan

2. Peningkatan (Struktur/ Kapasitas) Jalan/Jembatan

3. Pembangunan Jalan/Jembatan Baru

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan peningkatan kondisi mantap jalan

daerah (jalan provinsi, jalan

kabupaten/kota) sesuai dengan target RPJMN 2015-2019.

7 Pertanian

Mendukung pembangunan/perbaikan sarana dan prasarana fisik dasar pembangunan pertanian guna mendukung pencapaian sasaran pemantapan ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah ekonomi komoditi pertanian

Subbidang Provinsi

1. Pembangunan/Perbaikan UPTD/Balai

Perbenihan/Balai Proteksi/Perbibitan, Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan serta Penyediaan Sarana Pendukungnya

2. Pembangunan/Perbaikan Balai Mekanisasi Pertanian/Unit Bengkel Alat dan Mesin Pertanian dan Penyediaan Sarana Pendukungnya

3. Pembangunan/Perbaikan UPTD/Laboratorium Kesehatan Hewan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Laboratorium Pakan dan Penyediaan Sarana Pendukungnya

Subbidang Kabupaten/Kota

1. Pembangunan/Perbaikan Sumber-Sumber Air meliputi: irigasi air tanah

(dangkal/sedang/dalam), Embung, Dam Parit, Long Storage, Pintu Air

2. Pembangunan/Perbaikan Jalan Pertanian: Jalan Usaha Tani dan Jalan Produksi

3. Pembangunan/Perbaikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan dan Penyediaan Sarana Pendukungnya

4. Pembangunan/Perbaikan Balai/Instalasi Perbibitan dan Hijauan Pakan Ternak, Pusat Kesehatan Hewan, Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Penyediaan Sarana Pendukungnya

5. Pembangunan/Perbaikan Lumbung Pangan Masyarakat dan Penyediaan Sarana

Pendukungnya 8 Kelautan dan Perikanan

Mendukung sasaran PN melalui: (a) Peningkatan sarana dan prasarana produksi perikanan, garam, dan pengolah hasil perikanan, (b) Pengelolaan kawasan konservasi dan pulau-pulau kecil, (c) Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, serta (d) Pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan.

Subbidang Kelautan dan Perikanan Provinsi 1. Pembangunan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana

Fasilitas Pokok dan Fasilitas Fungsional Pelabuhan Perikanan (UPTD Provinsi) 2. Pembangunan/Rehabilitasi Unit Perbenihan

(UPTD-Provinsi) dan Percontohan Budidaya Laut 3. Pembangunan/Rehabilitasi Prasarana Kawasan

Konservasi Perairan atau Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, dan Prasarana di Pulau-Pulau Kecil

4. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

5. Pengadaan Sarana dan Prasarana Tambak Garam 6. Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pengolahan

Hasil Perikanan

Subbidang Perikanan Kabupaten/Kota

1. Pembangunan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pokok Unit Perbenihan (UPTD Kabupaten/Kota)

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan

2. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Usaha Skala Kecil Masyarakat Kelautan dan Perikanan (Nelayan dan Pembudidaya Ikan) 9 Industri Kecil dan Menengah

Membangun sarana industri sebagai salah satu kebutuhan dasar dalam mencapai angka pertumbuhan perekonomian yang ditargetkan dalam RPJMN 2015-2019.

1. Pembangunan Sentra IKM 2. Revitalisasi Sentra IKM

10 Pariwisata

Membangun sarana dan prasarana dalam upaya mendukung pembangunan fasilitas penunjang pariwisata melalui pengembangan daya tarik wisata dan peningkatan amenitas pariwisata di 88 KSPN dan 222 KPPN (tidak termasuk 10 Destinasi Prioritas dan KSPN Toraja)

1. Penataan Daya Tarik Wisata 2. Peningkatan Amenitas Pariwisata

DAK AFIRMASI

DAK Afirmasi diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar pada lokasi prioritas yang termasuk kategori daerah perbatasan, kepulauan, tertinggal, dan transmigrasi (Area/Spatial Based)

1 Pendidikan

Memberikan bantuan kepada pemerintah daerah untuk pemenuhan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dalam rangka mendorong pemerataan

pelayanan pendidikan berkualitas antarkelompok masyarakat dan antarwilayah.

Subbidang Sekolah Dasar (SD) Pembangunan Rumah Dinas Guru SD

Subbidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pembangunan Rumah Dinas Guru SMP Subbidang Sekolah Menengah Atas (SMA) 1. Pembangunan Rumah Dinas Guru SMA 2. Pembangunan Asrama Siswa beserta perabotnya

2 Kesehatan

Memperkuat akses dan mutu pelayanan kesehatan di daerah tertinggal dan perbatasan.

Sub Bidang Penguatan Puskesmas DTPK 1. Penyediaan Sarana Puskesmas DTPK 2. Penyediaan Prasarana Puskesmas DTPK 3. Penyediaan Alat Kesehatan Puskesmas DTPK Sub Bidang Penguatan/Pembangunan RS Pratama 1. Pembangunan RS Pratama

2. Penyediaan Alat Kesehatan RS Pratama

3.

3 Perumahan dan Permukiman Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan perumahan dan permukiman layak di daerah tertinggal, perbatasan, pulau- pulau kecil dan terluar, termasuk Papua dan Papua Barat.

Subbidang Penyediaan Rumah Swadaya

1. Bantuan Stimulan Pembangunan Baru, dengan membangun rumah layak huni secara swadaya sebagai pengganti rumah rusak total atau di atas kavling tanah matang untuk memenuhi

persyaratan keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan minimum luas bangunan

2. Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas, dengan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni untuk memenuhi persyaratan

keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan minimum luas bangunan

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan

3. Bantuan Stimulan Pembangunan Jalan Lingkungan bagi Kab/Kota yang Telah Melaksanakan Pembangunan Baru Rumah Swadaya Secara Berkelompok melalui DAK pada Tahun Sebelumnya (2018)

Subbidang Penyediaan Rumah Khusus

Pembangunan rumah khusus untuk rumah tangga di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Papua dan Papua Barat

4 Air Minum

Mewujudkan akses universal air minum di tahun 2019 dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) serta mendukung program PN di daerah afirmasi (daerah tertinggal, perbatasan, dan transmigrasi), dan Provinsi Papua dan Papua Barat, melalui : (i) Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM);

(ii) Pembangunan SPAM melalui pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum; (iii) Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun.

Air Minum Perkotaan

1. Perluasan SPAM perpipaan melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terbangun Khusus Kota pada Papua dan Papua Barat

2. Pembangunan SPAM melalui penambahan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

3. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun Khusus Kota pada Papua dan Papua Barat

Air Minum Perdesaan (kawasan khusus):

1. Perluasan SPAM perpipaan melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terbangun

2. Pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

3. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun

5 Sanitasi

Mewujudkan akses universal sanitasi di tahun 2019 serta percepatan

pembangunan sanitasi di daerah tertinggal, kawasan perbatasan, pulau- pulau kecil terluar, transmigrasi, Papua dan Papua Barat melalui dukungan pemda dalam peningkatan cakupan pelayanan sarana pengelolaan air limbah, yaitu berupa: (i) Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman;

(ii) Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di daerah perdesaan.

Pembangunan sanitasi dilakukan dengan berdasarkan pada lokasi prioritas dan rencana pengembangan sistem sanitasi dalam Strategi Sanitasi Kota/Kabupaten (SSK).

1. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman 2. Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah

Domestik Setempat (SPALD-S) di daerah perdesaan

6 Transportasi

Mendukung pengurangan kesenjangan wilayah sesuai Agenda Nawacita ke 3,

1. Pengadaan Moda transportasi darat 2. Pengadaan Moda transportasi perairan

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan yaitu Membangun Indonesia dari

pinggiran dengan memperkuat daerah- daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, melalui pemenuhan pelayanan dasar dan peningkatan aksesibilitas pelayanan dasar di daerah tertinggal, kawasan perbatasan negara, kawasan transmigrasi, dan pulau-pulau terluar berpenduduk.

3. Pembangunan dan peningkatan Jalan non-status penghubung antar desa

4. Pembangunan Dermaga Rakyat 5. Pembangunan Tambatan Perah 6. Renovasi Jembatan Gantung

DAK PENUGASAN

DAK Penugasan diarahkan untuk mendukung pencapaian PN Tahun 2019 yang menjadi kewenangan daerah dengan lingkup kegiatan spesifik dan lokasi prioritas tertentu.

1 Pendidikan

Meningkatkan kualitas pembelajaran sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui pembangunan dan

pengembangan Prasarana pendidikan, untuk mampu menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas dan berkeahlian dalam mendukung pembangunan PN terutama di bidang pariwisata, ketahanan pangan, ketahanan energi, kemaritiman, industri, dan industri kreatif, serta mendorong pemerataan kualitas layanan SMK antarwilayah.

Subbidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1. Pembangunan Prasarana dan Pengadaan Sarana

SMK Sektor Unggulan - Kelautan dan Perikanan 2. Pembangunan Prasarana dan Pengadaan Sarana

SMK Sektor Unggulan - Sektor Industri

3. Pembangunan Prasarana dan Pengadaan Sarana SMK Sektor Unggulan - Ketahanan Pangan 4. Pembangunan Prasarana dan Pengadaan Sarana

SMK Sektor Unggulan – Pariwisata

5. Pembangunan Prasarana dan Pengadaan Sarana SMK Sektor Unggulan - Industri Kreatif

6. Pembangunan Prasarana dan Pengadaan Sarana SMK Sektor Unggulan - Ketahanan Energi

7. Pembangunan dan pengembangan Prasarana SMK dalam rangka pemerataan kualitas layanan SMK antarwilayah.

2 Kesehatan

Mempercepat penurunan stunting

Meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular.

Memperkuat pelayanan kesehatan rujukan di daerah pariwisata dan RS Pemerintah yang menjadi rujukan nasional, provinsi, dan regional.

Sub Bidang Penurunan Stunting

1. Pengadaan PMT Bumil Kurang Energi Kronis 2. Penyediaan Obat Gizi

3. Penyediaan Peralatan Antropometri 4. Penyediaan Sarana Prasarana Kesehatan

Lingkungan

5. Pengadaan Bina Keluarga Balita (BKB) kit Sub Bidang Pengendalian Penyakit

1. Penyediaan Posbindu kit, CO Analyzer, cryoterapi, dan vaccine carrier

2. Penyediaan Bahan Habis Pakai Lab schistosomiasis

3. Pengadaan Larvasida Malaria; Pengadaan Insectisida Malaria; Pengadaan Bahan Lab Kit Malaria; dan Pengadaan Kelambu Pengendalian Malaria

4. Pengadaan Bahan Habis Pakai Pemeriksaan HIV, CD4, Viraload

Sub Bidang Pelayanan Rujukan

1. Pembangunan dan Rehabilitasi Sarana RS Rujukan Nasional, Provinsi dan Regional yang Belum Memenuhi Standar Kelas serta RS Daerah Prioritas Pariwisata

No Bidang DAK dan Arah Kebijakan Menu Kegiatan

2. Penyediaan Alat Kesehatan RS Rujukan Nasional, Provinsi dan Regional yang Belum Memenuhi Standar Kelas serta RS Daerah Prioritas Pariwisata 3. Penyediaan Prasarana RS Rujukan Nasional,

Provinsi dan Regional yang Belum Memenuhi Standar Kelas serta RS Daerah Prioritas Pariwisata Sub Bidang Bapelkes

Pembangunan Baru/Rehabilitasi/Penyediaan Sarana Prasarana di Balai Pelatihan Kesehatan Daerah 3 Air Minum

Mewujudkan akses universal air minum di tahun 2019 dan pemenuhan SPM serta mendukung program PN di Kota Prioritas Penanganan Kumuh, Kab/Kota dengan pelayanan mendekati 100 persen, dan kabupaten/kota yang memiliki SPAM Regional dan kabupaten/kota yang telah

melaksanakan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), melalui: (i) Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM);

(ii) Pembangunan SPAM melalui pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum; (iii) Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun.

Air Minum Perkotaan (untuk kawasan kumuh dan SPAM regional):

1. Perluasan SPAM perpipaan melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terbangun

2. Pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum

3. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun

Air Minum Perdesaan (untuk perluasan PAMSIMAS):

1. Perluasan SPAM perpipaan melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terbangun khusus untuk Desa yang sudah melaksanakan PAMSIMAS

2. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari sarana dan prasarana SPAM terbangun khusus untuk Desa yang sudah

melaksanakan PAMSIMAS

4 Sanitasi

Mewujudkan akses universal sanitasi di tahun 2019 melalui: peningkatan akses pengelolaan air limbah, sampah, dan drainase lingkungan di kabupaten/kota prioritas penanganan kumuh;

peningkatan akses air limbah di lokasi penanganan prioritas stunting,

Pamsimas, dan kabupaten/kota prioritas pengelolaan lumpur tinja; serta

pengelolaan sampah pada lokasi DAS PN, dengan kegiatan berupa: (i) Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman dan/atau Perkotaan;

(ii) Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di daerah perkotaan dan/atau perdesaan;

(iii) Penyediaan sarana dan prasarana pengumpul sampah;

(iv) Pembangunan drainase lingkungan.

Pembangunan sanitasi dilakukan dengan berdasarkan pada lokasi prioritas dan rencana pengembangan sistem sanitasi

Subbidang Air Limbah

1. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman dan/atau Perkotaan

2. Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Daerah Perkotaan dan/atau Perdesaan

Subbidang Persampahan:

Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Sampah.

Subbidang Drainase

Pembangunan Infrastuktur Drainase Lingkungan.

Dalam dokumen RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2019 (Halaman 83-99)