BAB IV HASI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Data Kualitas Laba
Kualitas laba merupakan kemampuan laba dalam laporan keuangan untuk menjelaskan kondisi laba perusahaan yang sesungguhnya sekaligus digunakan dalam memprediksi laba di masa depan. Laba
60
yang berkualitas menunjukkan keoptimisan yang dapat memprediksi laba selanjutnya.
Kualitas laba dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : ππ’ππππ‘ππ ππππ = Laba operasi
Rataβrata kas %
Berdasarkkan rumus kualitas laba tersebut maka dapat diketahui nilai kualitas laba pada tahun 2018 sampai dengan 2021 sebagai berikut :
TABEL 4.2
DESKRIPTIF KUALITAS LABA TAHUN PERIODE 2018-2021
No TAHUN
1 2 3
Laba Kas
Awal
Kas Akh4ir
1
Bank BSI Syariah
2018 107.114 231.268 4,63%
2019 67.870 262.418 2,59%
2020 255.242 1.126.358 2,27%
2021 3.217.796 4.119.903 7,81%
2 Laba Kas
Awal
Kas Akhir
2018 Bank Panin Dubai Indonesia
489 19.059 0,26%
2019 12.863 18.763 6.85%
2020 128 18.196 0,07%
2021 818.112 16.620 4,92%
3. Laba Kas awal Kas akhir
2018 Bank BTPN Syariah
965.311 415.583 2,322%
2019 1.399.636 711.333 1,967%
2020 854.614 1.109.97
4
0,769%
2021 - - -
https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa kualitas laba pada perusahaan perbankan syariah cenderung meningkat namun belum dikatakan maksimal karena masih banyak perusahaan perbankan syariah yang setiap tahunya mengalami penurunan laba dan bahkan ada yang mengalami kerugian yang signifikan. Dari data diatas diketahui kualitas laba dalam perusahaan perbankan syariah sebagai berikut :
1. Pada tahun tahun 2018 hingga 2021 kualitas laba Bank BSI terus meningkat, pada tahun 2018 laba perusahaan sebesar 107.114 dan rata-rata kas sebesar 231.268 dan kualitas laba sebesar 4,63%. Pada tahun 2019 laba perusahaan sebesar 262.418 dan rata-rata kas sebesar 262.418 dan menghasilkan kualitas laba 2,59%. Dan pada tahun 2020 laba perusahaan sebesar 255.242 dan rata-rata kas 4.119.903 dan menghasilkan kualitas laba yang meningkat sebesar 7,81%.
Kesimpulanya pada tahun 2018 hingga 2021 laba setiap perusahaan menghasilkan kualitas laba yang meningkat.
2. Bank panin syariah pada tahun 2018 laba perusahaan sebesar 489 dan memiliki rata-rata kas sebesar 19.059 dan menghasilkan kualitas laba
62
sebesar 0,26%. Tahun 2019 laba perusahaan sebesar 12.863 dan memiliki rata-rata kas sebesar 18.763 dan menghasilkan kualitas laba sebesar 0,07%. Dan tahun 2020 laba perusahaan sebesar 128 dan memiliki rata rata kas sebesar 18.196 dan menghasilkan kualitas laba sebesar 0,07%. Dan ditahun 2021 laba perusahaan sebesar 818.112 dan menghasilkan rata rata kas sebesar 16.620 dan menghasilkan kualitas laba sebesar 49,2%.
3. Bank BTPN syariah pada tahun 2018 laba perusahaan sebesar 965.311 dan memiliki rata-rata kas sebesar 415.583 dan menghasilkan kualitas laba sebesar 2,322%. Dan pada tahun 2019 laba perusahaan sebesar 1.399.636 dan menghasilkan rata-rata kas sebesar 711.333 dan menghasilkan kualitas laba sebesar 1,967%. Tahun 2020 laba perusahaan sebesar 854.614 dan rata-rata kas sebesar 1.109.974 dan menghasilkan kualitas laba sebesar 0,769%.kesimpulanya kualitas laba Bank BTPN syariah setiap tahunnya mengalami peningkatan dan kualitas laba bank BTPN syariah baik .
63 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, penulis membuat kesimpulan sebagai berikut: 1. Perusahaan perbankan syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti seperti Bank Syariah Indonesia, Bank Panin Syariah, Bank BTPN Syariah mampu meningkatkan labanya secara maksimal. 2. Peningkatan kualitas laba diikuti dengan peningkatan kas pada perusahaan perbankan syariah. 3. Pada tahun 2020 perusahaan Bank BTPN Syariah mengalami penurunan laba yang signifikan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, penulis membuat kesimpulan sebagai berikut: 1.Pada tahun 2021 Bank Syariah Indonesia mengalami peningkatan kualitas laba yang signifikan sebesar 7,81% dibandingkan tahun 2021 sebesar 2,27% . 2. Pada tahun 2021 kualitas laba pada bank panin dubai syariah mengalami penurunan kualitas laba sebesar 0,07% di banding tahun 2019 yang memiliki kualitas laba yang maksimal 3. Pada tahun 2020 laba Bank BTPN Syariah mengalami penurunan sebesar 0,769% di bandingkan tahun 2018 kualitas laba sebesar 2,322%.
B. Saran
1. Perusahaan perbankan syariah sebaiknya lebih meningkatkan kualitas labanya, agar pihak investor lebih banyak berinvestasi.
2. Perusahaan perbankan syariah harus selalu memperhatikan labanya dan mempergunakan kas secara produktif dalam menghasilkan penjualan agar kualitas laba dapat lebih baik lagi.
64
3. Perusahaan perbankan syariah harus menjaga tingkat kualitas laba agar menarik minat para investor untuk berinvestasi lebih banyak.
65
DAFTAR PUSTAKA
Alfiyatur Rohmaniyah, &. K. (2018). Analisis Manajemen Laba Pada Laporan Keuangan Perbankan Syariah. Akses: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 13 No.1.
Ardianti, R. (2018). Pengaruh Alokasi Pajak Antar Periode, Persistensi Laba, Profitabilitas, Dan Likuiditas Terhadap Kualitas Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2012-2016). Jurnal Akuntansi, Vol. 6 No. 1.
Baridwan. (2000). Sistem Informasi akuntansi. Yogyakarta: BPFE.
Dahlia, E. D. (2018). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen Dan Komite Audit Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kualitas Laba Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
MENARA Ilmu, Vol. XII. No.7.
Fatma Ariani, &. R. (2021). Pengaruh Permodalan, Likuditas Dan Efisiensi Operasional Terhadap Profitabilitas Pada Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di BEI. Journal Of Applied Manajerial Accounting,, Vol. {5}, No.
{1}, {23-31}.
Harahap SS. (2009). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan Edisi Ke Satu.
Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Harahap, S. S. (2008). Analisis krisis atas laporan keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
J.wild, S. (2010). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat, Penerjemah: Dewi Yanti .
Knechel, W. d. (2007). Resiko, Assurance . Canada: Thomsom South-Westren.
M. Hanafi, M. M. (2010). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Rahmawati, A. S. (2019). Pengaruh Kecakapan Manajerial, Good Corporate Governance Dan Book Tax Differences Terhadap Kualitas Laba Perbankan Di Indonesia . Jurnal Mutiara Madani, Volume 07 No.2.p.161- 179.
Santoso, V. (2018). Analisis Perbandingan Manajemen Laba Pada Perbankan Syariah Dan Perbankan Konvensional Di Indonesia. Parsimonia, Vol . 4 No. 3. p.363-375.
66
Setiawan, R. M. (2020). Faktor Internal dan Eksternal Perbankan Syariah yang Mempengaruhi Tindakan Perataan Laba . Journal of Applied Islamic Economics and Finance , Vol. 1, No. 1, pp. 109 β 119 .
Sugiono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.CV.
Suwardjono. (2008). Teori akuntansi : Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Jakarta: BPFE.
Syahrul, Muhammad Afdi Nizar. (2000). Akuntansi, Kamus Istilah-Istilalah.
Jakarta: Buku Dua, Edisi Kedua Belas, Selemba Empat.
Titi Purbo Sari, S. M. (2019). Pengaruh Auditor Spesialisasi Industri Dan Redflags Terhadap Kualitas Laba Pada Perusahaan Publik Di Bidang Keuangan. Majalah Ilmiah Solusi, Vol. 17, No. 1.
Tiwi Herninta, &. R. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laba.
Esensi: Jurnal Manajemen Bisnis, Vol. 23 No. 2.
Tutut Murniati, I. I. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI 2012-2016. Jurnal Krisna: Kumpulan Riset Akuntansi, Vol. 10, No. 1.