BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Daya Rembes Mortar
batu bara (fly ash) terjadi penurunan nilai kuat tekan pada mortar hal ini disebabkan limbah abu ampas tebu (blotong) dan abu terbang batu bara (fly ash) yang digunakan mengurangi ikatan antar agregat dengan semen, karena abu ampas tebu (blotong) dan abu terbang batu bara (fly ash) tidak mampu mengganti penuh sifat semen yang berfungsi utama sebagai material pengikat pada mortar.
Benda uji 1 = 235,90 g
Benda uji 2 = 240,88 g
Benda uji 3 = 234,78 g Berat benda uji pada waktu (T) 24 jam.
Benda uji 1 = 237,62 g
Benda uji 2 = 242,63 g
Benda uji 3 = 237,20 g Daya rembes benda uji
Benda uji 1
=
=
= 6,88 g/
Benda uji 2
=
=
= 7,00 g/
Benda uji 3
=
=
= 7,52 g/
Daya rembes rata-rata
=
=
= 7,13 g/
Selanjutnya untuk perhitungan daya rembes rata-rata, dilakukan dengan cara sama, untuk benda uji mortar normal waktu 1, 4 dan 24 jam. Sementara untuk mortar dengan subtitusi blotong dan fly ash, juga dilakukan perhitungan daya rembes rata-rata dengan cara yang sama, baik untuk waktu ¼, 1, 4 dan 24 jam.
Selanjutnya untuk data hasil perhitungan beban dan kuat tekan untuk semua sampel uji disajikan dalam Tabel 12 dibawah ini.
Berikut tabel dan grafik hasil pengujian daya rembes mortar normal.
Tabel. 12 Hasil Pengujian Daya Rembes Mortar Normal
P L
1 50 50 235.90 236.38 1.92
2 50 50 240.88 241.61 2.92
3 50 50 235.32 235.33 0.04
1 50 50 235.90 236.50 2.40
2 50 50 240.88 241.81 3.72
3 50 50 235.32 235.45 0.52
1 50 50 235.90 236.95 4.20
2 50 50 240.88 242.02 4.56
3 50 50 235.32 236.03 2.84
1 50 50 235.90 237.62 6.88
2 50 50 240.88 242.63 7.00
3 50 50 235.32 237.20 7.52
Hari
pada waktu
(T)
Benda uji
Dimensi (mm) Berat awal (g)
Berat basah (g)
Penyerapan (g/mm2)
Rata-rata penyerapan
(g/mm2)
28
1 jam
4 jam
24 jam 7.13
1.63
2.21
3.87 0,15
jam
Hasil pengujian daya rembes pada tabel di atas memberikan nilai resapan mortar normal pada waktu ¼ jam, berturut-turut sebesar 1,92 , 2,92 , 0.04 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu ¼ jam sebesar 1,63 . Pada waktu 1 jam, berturut-turut sebesar 2.40 , 3,72 , 0,52 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 1 jam sebesar 2,21 . Pada waktu 4 jam, berturut-turut
sebesar 4,20 , 4,56 , 2,84 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 4 jam sebesar 3,87 . Pada waktu 24 jam, berturut-turut sebesar 6,88 , 7,00 , 7,52 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu ¼ jam sebesar 7,13 .
Berdasarkan grafik hasil penelitian di atas diperoleh nilai daya rembes rata- rata mortar normal pada waktu ¼ jam, 1 jam, 4 jam, 24 jam berurut-turut di
Gambar. 10 Grafik Hasil Uji Daya Rembes Mortar Normal
dapatkan nilai daya rembes sebesar 1,63 g/ , 2,21 g/ , 3,87 g/ , dan 7,13 g/ . Sehingga rata-rata nilai maksimum daya rembes mortar normal diperoleh pada waktu 24 jam, dan untuk nilai rata-rata nilai minimum daya rembes mortar normal diperoleh pada waktu ¼ jam.
2. Mortar Subtitusi blotong 25% dan fly ash 25 % (MA) Berikut tabel dan grafik pengujian daya rembes MA Tabel. 13 Hasil Pengujian Daya Rembes Mortar MA
Hasil pengujian daya rembes pada tabel di atas memberikan nilai resapan mortar subtitusi (MA) pada waktu ¼ jam, berturut-turut sebesar 2,32 , 3,56 , 3,84 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu ¼ jam sebesar 3,24 . Pada waktu 1 jam, berturut-turut sebesar 4.68 , 5,16 , 8,08 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai
P L
1 50 50 210,26 210,84 2,32
2 50 50 212,79 213,68 3,56
3 50 50 208,85 209,81 3,84
1 50 50 210,26 211,43 4,68
2 50 50 212,79 214,08 5,16
3 50 50 208,85 210,87 8,08
1 50 50 210,26 212,00 6,96
2 50 50 212,79 214,66 7,48
3 50 50 208,85 211,64 11,16
1 50 50 210,26 212,66 9,60
2 50 50 212,79 215,25 9,84
3 50 50 208,85 212,23 13,52
28
24 jam pada waktu
(T)
Benda uji
Dimensi (mm) Berat awal (g)
4 jam 1 jam
Berat basah (g)
Penyerapan (g/mm2)
Rata-rata penyerapan
(g/mm2)
8,53 1/4 3,24
jam
5,97
10,99 Hari
penyerapan rata-rata pada waktu 1 jam sebesar 5,97 . Pada waktu 4 jam, berturut-turut sebesar 6,96 , 7,48 , 11,16 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 4 jam sebesar 8,53 . Pada waktu 24 jam, berturut-turut sebesar 9,60 , 9,84 , 13,52 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu jam diberikan sebesar 10,99 .
Berdasarkan grafik hasil penelitian di atas diperoleh nilai daya rembes rata- rata mortar subtitusi MA pada waktu ¼ jam, 1 jam, 4 jam, 24 jam berurut-turut di dapatkan nilai daya rembes sebesar 3,24 g/ , 5,97 g/ , 8,53 g/ , dan 10,99 g/ . Sehingga rata-rata nilai maksimum daya rembes mortar subtitusi MA diperoleh pada waktu 24 jam, dan untuk nilai rata-rata nilai minimum daya
Gambar. 11 Grafik Hasil Uji Daya Rembes Mortar MA
rembes mortar subtitusi MA diperoleh pada waktu ¼ jam.
Dari hasil penelitian pada sampel mortar normal (MN) dan mortar subtitusi (MA) terdapat nilai perbedaan daya rembes yang signitifikan. Pada sampel mortar normal pada usia 28 hari diperoleh daya rembes sebesar 7,13 g/ dan pada mortar subtitusi (MA) pada usia 28 hari diperoleh nilai daya rembes sebesar 10,99 g/ .
3. Mortar Subtitusi blotong 35% dan fly ash 35% (MB) Berikut tabel dan grafik pengujian daya rembes MB Tabel. 14 Hasil Pengujian Daya Rembes Mortar MB
Hasil pengujian daya rembes pada tabel di atas memberikan nilai resapan mortar normal pada waktu ¼ jam, berturut-turut sebesar 23,24 , 32,40 , 25,88 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu ¼ jam sebesar 27,17 . Pada waktu 1 jam, berturut-turut sebesar
P L
1 50 50 192,78 198,59 23,24
2 50 50 188,25 196,35 32,40
3 50 50 194,23 200,70 25,88
1 50 50 192,78 202,02 36,96
2 50 50 188,25 200,58 49,32
3 50 50 194,23 203,31 36,32
1 50 50 192,78 205,34 50,24
2 50 50 188,25 204,74 65,96
3 50 50 194,23 205,74 46,04
1 50 50 192,78 207,88 60,40
2 50 50 188,25 207,22 75,88
3 50 50 194,23 208,41 56,72
64,33
Hari Berat
basah (g)
Penyerapan (g/mm2)
Rata-rata penyerapan
(g/mm2)
54,08 27,17 1/4
jam
40,87
24 jam pada waktu
(T)
Benda uji
Dimensi (mm) Berat awal (g)
4 jam 1 jam 28
36,96 , 49,32 , 36,32 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai
penyerapan rata-rata pada waktu 1 jam sebesar 40,87 . Pada waktu 4 jam, berturut-turut sebesar 50,24 , 65,96 , 46,04 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 4 jam sebesar 54,08 . Pada waktu 24 jam, berturut-turut sebesar 60,40 , 75,88 , 56,72 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 24 jam sebesar 64,33 .
Berdasarkan grafik hasil penelitian di atas diperoleh nilai daya rembes rata- rata mortar subtitusi MB pada waktu ¼ jam, 1 jam, 4 jam, 24 jam berurut-turut di dapatkan nilai daya rembes sebesar 27,17 g/ , 40,87 g/ , 54,08 g/ , dan 64,33 g/ . Sehingga rata-rata nilai maksimum daya rembes mortar subtitusi MB diperoleh pada waktu 24 jam, dan untuk nilai rata-rata nilai minimum daya rembes mortar subtitusi MB diperoleh pada waktu ¼ jam.
Dari hasil penelitian pada sampel mortar normal (MN) dan mortar subtitusi (MB) terdapat nilai perbedaan daya rembes yang signitifikan. Pada sampel mortar
Gambar. 12 Grafik Hasil Uji Daya Rembes Mortar MB
normal pada usia 28 hari diperoleh daya rembes sebesar 7,13 g/ dan pada mortar subtitusi (MB) pada usia 28 hari diperoleh nilai daya rembes sebesar 64,33 g/ .
4. Mortar Subtitusi blotong 40% dan fly ash 40% (MC)
Berikut tabel dan grafik pengujian daya rembes mortar subtitusi blotong 40
%dan fly ash 40%
Tabel. 15 Hasil Pengujian Daya Rembes Mortar MC
Hasil pengujian daya rembes pada tabel di atas memberikan nilai resapan mortar normal pada waktu ¼ jam, berturut-turut sebesar 28,80 , 29,36
P L
1 50 50 182,80 190,00 28,80
2 50 50 188,82 196,16 29,36
3 50 50 184,63 191,35 26,88
1 50 50 182,80 192,87 40,28
2 50 50 188,82 200,08 45,04
3 50 50 184,63 194,95 41,28
1 50 50 182,80 198,41 62,44
2 50 50 188,82 205,89 68,28
3 50 50 184,63 198,88 57,00
1 50 50 182,80 201,98 76,72
2 50 50 188,82 209,44 82,48
3 50 50 184,63 202,67 72,16
77,12
Hari Berat
basah (g)
Penyerapan (g/mm2)
Rata-rata penyerapan
(g/mm2)
62,57 28,35 1/4
jam
42,20
24 jam pada waktu
(T)
Benda uji
Dimensi (mm) Berat awal (g)
4 jam 1 jam 28
, 26,88 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada
waktu ¼ jam sebesar 28,35 . Pada waktu 1 jam, berturut-turut sebesar 40,28 , 45,04 , 41,28 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 1 jam sebesar 42,20 . Pada waktu 4 jam, berturut-turut sebesar 62,44 , 68,28 , 57,00 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 4 jam sebesar 63,57 . Pada waktu 24 jam, berturut-turut sebesar 76,72 , 82,48 , 72,16 , untuk sampel 1, 2 dan 3 nilai penyerapan rata-rata pada waktu 24 jam diberikan sebesar 77,12 .
Berdasarkan grafik hasil penelitian di atas diperoleh nilai daya rembes rata- rata mortar subtitusi MC pada waktu ¼ jam, 1 jam, 4 jam, 24 jam berurut-turut di dapatkan nilai daya rembes sebesar 28,35 g/ , 42,20 g/ , 62,57 g/ ,
Gambar. 12 Grafik Hasil Uji Daya Rembes Mortar MC
dan 77,12 g/ . Sehingga rata-rata nilai maksimum daya rembes mortar subtitusi MC diperoleh pada waktu 24 jam, dan untuk nilai rata-rata nilai minimum daya rembes mortar subtitusi MC diperoleh pada waktu ¼ jam.
Dari hasil penelitian pada sampel mortar normal (MN) dan mortar subtitusi (MB) terdapat nilai perbedaan daya rembes yang signitifikan. Pada sampel mortar normal pada usia 28 hari diperoleh daya rembes sebesar 7,13 g/ dan pada mortar subtitusi (MC) pada usia 28 hari diperoleh nilai daya rembes sebesar 77,12 g/ .
Berikut adalah tabel dan grafik hasil pengujian daya rembes air semua subtitusi Tabel. 16 Hasil Pengujian Daya Rembes Mortar Semua Subtitusi
Dari hasil penelitian pada Tabel 16 diatas terlihat bahwa nilai daya rembes untuk mortal normal (MN) waktu ¼ jam, sebesar 1,63 , sementara untuk mortar MA, MB dan MC diberikan secara berturut-turut sebesar 3,24 , 27,17 dan 28,35 . Pada waktu ¼ jam ini daya rembes mortar
1/4 jam 1 jam 4 jam 24 jam
28 2500 MN0% 1,63 2,21 3,87 7,13
28 2500 MA25% 3,24 5,97 8,53 10,99
28 2500 MB35% 27,17 40,87 54,08 64,33
28 2500 MC40% 28,35 42,20 62,57 77,12
Penyerapan rata-rata (g/mm2) Umur Dimensi Benda uji
(mm2)
subtitusi terbesar diberikan pada sampel mortar MC dan yang terkecil diberikan pada sampel mortar MA.
Untuk sampel uji mortar (MC) waktu 1 jam, nilai daya rembes yang diberikan masih memberikan nilai daya rembes terbesar dibandingkan dengan daya rembes mortar subtitusi baik mortar MN, MA dan MB. Daya rembes yang diberikan sebesar 42,20 , sementara untuk sampel mortar subtitusi MN, MA dan MB diberikan nilai daya rembes secara urut sebesar 2,21 , 5,97 dan 40.87 . Pada waktu 1 jam ini daya rembes mortar subtitusi terbesar diberikan pada sampel mortar MC dan yang terkecil diberikan pada sampel mortar MA.
Untuk sampel uji mortar (MC) waktu 4 jam, nilai daya rembes yang diberikan masih memberikan nilai daya rembes terbesar dibandingkan dengan kuat tekan mortar subtitusi baik mortar MN, MA dan MB. Daya rembes yang diberikan sebesar 62,87 , sementara untuk sampel mortar subtitusi MN, MA dan MB diberikan nilai daya rembes secara urut sebesar 3,87 , 8,53 dan 54,08 . Pada waktu 4 jam ini daya rembes mortar subtitusi terbesar diberikan pada sampel mortar MC dan yang terkecil diberikan pada sampel mortar MA.
Untuk sampel uji mortar (MC) waktu 24 jam, nilai daya rembes yang diberikan masih memberikan nilai daya rembes terbesar dibandingkan dengan kuat tekan mortar subtitusi baik mortar MN, MA dan MB. Daya rembes yang diberikan sebesar 77,12 , sementara untuk sampel mortar subtitusi MN, MA dan MB diberikan nilai daya rembes secara urut sebesar 7,13 , 10,99
dan 64,33 . Pada waktu 24 jam ini daya rembes mortar subtitusi terbesar diberikan pada sampel mortar MC dan yang terkecil diberikan pada sampel mortar MA.
Berdasarkan tabel dan grafik diatas menunjukan bahwa hasil nilai daya rembes mortar MA, MB dan MC lebih tinggi dari mortar MN. Nilai daya rembes maksimum terdapat pada mortar subtitusi MC pada wajtu 24 jam dengan nilai daya rembes yaitu 77,12 . Berdasarkan hasil pengujian tersebut, penggunaan limbah abu ampas tebu (blotong) dan abu terbang batu bara (fly ash) terjadi peningkatan nilai daya rembes pada mortar.
Gambar. 13 Grafik Hasil Uji Daya Rembes Mortar Semua
60
BAB V PENUTUP
A.
KESIMPULANBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Semakin besar nilai subtitusi blotong dan fly ash pada mortar, maka mutu betonnya akan semakin kecil.
2. Semakin besar nilai subtitusi blotong dan fly ash pada mortar, maka daya rembes airnya akan semakin besar.
B. SARAN
1. Perlu dilaksanakan penelitian lanjutan untuk subtitusi blotong dan fly ash dibawah 25% untuk mengetahui apakah subtitusi blotong dan fly ash dapat digunakan pada subtitusi mortar.
2. Perlu penelitian lanjutan untuk waktu (T) uji daya rembes lebih lama sehingga di dapatlan daya rembes yang mempunyai titik jenuh.
3. Hasil penelitian yang diperoleh untuk kuat tekan mortar subtitusi, mempunyai uji tekan yang rendah maka hanya digunakan untuk mortar type O, untuk kontruksi dinding yang tidak menahan beban.
Daftar Pustaka
ASTM C-191 – 04, (2003).Standard Test Methor For Rete Of Water Absorption Of Masonry Mortars
ASTM C-114, (2006). Standard Test Methods for Chemical Analysis of Hydraulic Cement
ASTM C 618, ASTM International 1 (2014). https://doi.org/10.1520/C0618 ASTM C191 - 08, ASTM International 1 (2008). https://doi.org/10.1520/C0191-
08.2
Standard Practice for Mechanical Mixing of Hydraulic Cement Pastes and Mortars of Plastic Consistency, ASTM lnternational 1 (2011).
ASTM C 33 : Concrete Aggregates 1, (2010).
Fatony, M. H. A., Haryati, T., & Mintadi, M. (2015). Ekstraksi Silika Dari Fly Ash Batubara. Prosiding Seminar Nasional Kimia, 54–59.
Kabir, D., Imran, I., & Sultan, M. A. (2018). Penggunaan Fly Ash Sebagai Bahan Tambah Pada Proses Pembuatan Mortar dengan Bahan Dasar Pasir Apung.
Techno: Jurnal Penelitian, 7(2), 157. https://doi.org/10.33387/tk.v7i2.725 Kusumah, A., Gunarti, A. S., & Nuryati, S. (2016). Perbandingan Kuat Tekan
Mortar Menggunakan Air Saluran Tarum Barat dan Air Bersih. Jurnal BENTANG, 4(2), 30–37.
Oktarina, D., & Pebri, R. (2012). Kuat Tekan Pada Moetar.
Pandaleke, R. (2014). Kajian Exspremental Sifat Karakteristik Mortar Yang Menggunakan Ampas Tebu Sebagai Subtitusi Parsial Semen. Techno: Jurnal Penelitian Kno Sipil, 12, 57–63.
Rompas, G. P., Pangouw, J. D., Pandaleke, R., & Mangare, J. B. (2013). Pengaruh Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Sebagai Substitusi Parsial Semen Dalam Campuran Beton Ditinjau Terhadap Kuat Tarik Lentur Dan Modulus Elastisitas. Jurnal Sipil Statik, 1(2), 82–89.
Sati, R. A., Supriani, F., & Afrizal, Y. (2019). Pengaruh Variasi Penggunaan Abu Ampas Tebu (Aat) Dan Abu Batu (Ab) Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar. Inersia, Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 13–
18. https://doi.org/10.33369/ijts.11.1.13-18
SNI 03-6820, 2002 Satandar Spesifikasi Agregat Halu Untuk Pekerjaan Adukan Dan Plasteran Dengan Bhan Dasar Semen .
SNI 03-6825-2002, Standar Nasional Indonesia Metode Pengujian Kekuatan Tekan Mortar Semen Portland Untuk Pekerjaan Sipil (2002).
. SNI 03-6882-2002 Spesifikasi Mortar Untuk Pekerjaan Pasangan. Badan Standardisasi Nasional (BSN) 1 (2002).
www.tekmira.esdm.go.id/kp/informasiPertam
SNI 15-2049: Semen Portland, Badan Standar Nasional Indonesia (2004).
SNI 6882-2014, Spesifikasi Mortar Untuk Pekerjaan Unit Pasangan 2014).
Syarif, M. (2019). Analisis Sifat Fisik Semen Organik Terbuat dari Bahan Limbah Daur Ulang. 2(01).
Syarif, M., Sampebulu, V., Tjaronge, M. W., & Junus, N. (2018). Subtitusi Sampah Organik Dan Tanah Mediteran Menjadi Semen Alternatif Selain Semen Portland. 6131, 119–127. https://doi.org/10.22146/teknosains.33708 Takim, Naibaho, A., & Ningrum, D. (2016). Terhadap Kuat Tekan Dan
Penyerapan Air. 1(2), 91–100.
Wenno, R., Wallah, S. E., & Pandaleke, R. (2014). Kuat Tekan Mortar Dengan Menggunakan fly ash. 2(5), 252–259.
Wiyono, A., Karjanto, A., & Galih Damar Pandulu. (2017). Pengganti Sebagian Semen Dengan Abu Ampas Tebu Terhadap Kualitas Mortar Berdasarkan Kuat Tekan Dan Penyerapan Air. EUREKA: Jurnal Penelitian ….
Lampiran
A. Persiapan bahan
B. A
l a t
C. P
emb
Proses pengeringan pasir Penggilngan blotong menjadi serbuk halus
Pengambilan fly ash di PLTU Jeneponto
Persiapan pasir
Persiapan bahan yang akan digunakan dalam membuat benda uji
mixer Gelas ukur
spatula oven
Timbangan 0,1 gr Cetakan mortar
Penimbangan bahan capuran
Tahap mix desain campuran mortar uatan benda uji
Proses mencetak mortar
Mortar disimpan selama 24 jam sebelum dibuka pada cetakanya D. Benda Uji
Mortar normal
Mortar MA (blotong 25%dan fly ash 25%)
Mortar MB (blotong 35%dan fly ash 35%)
Mortar MC (blotong 40%dan fly ash 40%) F. Uji Kuat Tekan