• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Istilah

Dalam dokumen TEKNIK EVALUASI PERENCANAAN (Halaman 73-76)

2. Sub Satuan Wilayah Pembangunan (SSWP) II sebagai Pusat Utama Pengembangan di Kecamatan Pemulutan. SSWP II terdiri dari Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat

4.1 Arahan Peraturan Zonasi

4.1.1 Definisi Istilah

Indikasi arahan peraturan zonasi pada Kawasan Perkotaan Palembang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan ketentuan umum peraturan zonasi pada sistem kabupaten/kota yang berada dalam Kawasan Perkotaan Palembang bersangkutan. Indikasi arahan peraturan zonasi pada Kawasan Perkotaan Palembang berupa narasi seperti halnya indikasi arahan peraturan zonasi nasional yang ada di dalam RTRWN.

4) Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia.

5) Kawasan Palembang, Banyuasin, Ogan Iring, Ogan Komering Ilir yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Perkotaan Palembang, adalah kawasan strategis nasional.

6) Rencana Kota adalah rencana yang disusun dalam rangka pemanfaatan ruang kota.

7) Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan tata tuang.

8) Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.

9) Zona adalah kawasan atau area yang memiliki fungsi dan karakteristik spesifik.

10) Kawasan adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya dan batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek fungsional serta memiliki cirri tertentu.

11) Zoning adalah pembagian kawasan ke dalam beberapa zona sesuai dengan fungsi dan karakteristik semula atau diarahkan bagi pengembangan fungsi-fungsi lain.

12) Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.

13) Kawasan Budi Daya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.

14) Konservasi Sumber Daya Alam adalah pengelolaan sumber daya tak terbarui untuk menjamin pemanfaatan secara bijaksana dan sumber daya alam yang terbarui untuk menjamin kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannya.

15) Cagar Budaya adalah bangunan atau kawasan yang mempunyai nilai arsitektural yang penting atau latar belakang sejarah yang oleh pemerintah dilindungi dan dipelihara untuk mencegah dari kerusakan atau kemusnahan.

16) Daerah Konservasi atau daerah lindung adalah wilayah yang dilindungi untuk mencegah kerusakan berat atau kemusnahan, seperti dari bencana alam.

17) Kawasan Permukiman adalah kawasan yang diarahkan dan diperuntukkan bagi pengembangan permukiman atau tempat tinggal atau hunian beserta sarana dan prasarana lingkungan yang terstruktur dengan koefisien dasar bangunan lebih besar atau sama dengan 20%.

18) Kawasan Pusat Kota adalah kawasan yang diarahkan dan diperuntukkan bagi pengembangan perkantoran, perdagangan, jasa dan rekreasi, hotel, pemerintahan dan fasilitas umum/sosial beserta penunjangnya dengan koefisien dasar bangunan lebih besar dari 20%.

19) Kawasan Industri adalah kawasan yang diarahkan dan diperuntukkan bagi pengembangan industri dan atau pergudangan beserta fasilitas penunjangnya dengan koefisien dasar bangunan maksimal 50%.

20) Ruang terbuka Hijau selanjutnya disebut RTH adalah kawasan atau areal permukaan tanah yang didominasi oleh tanaman yang dibina untuk perlindungan habitat tertentu, dan atau sarana kota/lingkungan, dan atau pengaman jaringan prasarana, dan atau budidaya pertanian.

21) Perbaikan lingkungan adalah pengembangan kawasan dengan tujuan untuk memperbaiki struktur lingkungan yang telah ada, dan dimungkinkan melakukan pembongkaran terbatas guna penyempurnaan pola fisik prasarana yang telah ada.

22) Pemeliharaan Lingkungan adalah pola pengembangan kawasan dengan tujuan mempertahankan kualitas lingkungan yang sudah baik agar tidak mengalami penurunan.

23) Pemugaran Lingkungan adalah pola pengembangan kawasan yang ditujukan untuk melestarikan, memelihara, serta mengamankan lingkungan dan atau bangunan yang mempunyai nilai sejarah budaya dan atau estetika.

24) Peremajaan Lingkungan adalah pola pengembangan kawasan pada areal tanah yang masih kosong dan atau belum pernah dilakukan pembangunan fisik.

25) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang selanjutnya disebut Amdal adalah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.

26) Intensitas Ruang adalah besaran ruang untuk fungsi tertentu yang ditentukan berdasarkan pengaturan koefisien lantai bangunan, koefisien dasar bangunan dan ketinggian bangunan tiap bagian kawasan kota sesuai dengan kedudukan dan fungsinya dalam pembangunan kota.

27) Koefisien Wilayah Terbangun yang selanjutnya disebut KWT adalah

28) Koefisien Dasar Bangunan yang selanjutnya disebut KDB adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan jumlah luas lantai dasar bangunan terhadap luas tanah perpetakan/persil yang dikuasai sesuai rencana kota.

29) Koefisien Lantai Bangunan yang selanjutany disebut KLB adalah besaran ruang yang dihitung dari angka perbandingan jumlah luas lantai dasar bangunan terhadap luas tanah perpetakan/persil yang dikuasai sesuai rencana kota.

30) Koefiisian Dasar Hijau yang selanjutnya disebut KDH adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan jumlah lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas tanah/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang.

31) Ketinggian Bangunan adalah jumlah lantai penuh suatu bangunan dihitung mulai dari lantai dasar sampai lantai tertinggi.

32) Lantai Dasar adalah lantai bangunan pada permukaan tanah.

33) Bangunan adalah suatu perwujudan arsitektur yang digunakan sebagai wadah kegiatan manusia

34) Jarak Bebas adalah jarak minimum yang diperkenankan dari bidang terluar bangunan sampai batas samping dan belakang yang sesuai dengan rencana kota.

35) Fasilitas Lingkungan atau disebut juga Sarana Lingkungan adalah sarana penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, budaya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

36) Prasarana Lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

37) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) adalah saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat penghantar di udara bertegangan di atas 35kV sampai dengan 245 kV sesuai dengan standar ketenagalistrikan.

38) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) adalah saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat penghantar di udara bertegangan di atas 245 kV sesuai dengan standar ketenagalistrikan.

39) Daerah Manfaat Jalan selanjutnya disebut Damaja adalah bagian jalan yang meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.

40) Daerah Milik Jalan selanjutnya disebut Damija adalah Damaja dan sejalur tanah tertentu diluar daeah manfaat jalan.

41) Daerah Manfaat Jalan selanjutnya disebut Dawasja adalah sejalur tanah tertentu yang ada di bawah pengawasan pembina jalan.

42) Garis Sempadan Bangunan yang selanjutnya disebut GSB adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah GSJ yang ditetapkan dalam rencana kota.

43) Garis Sempadan Jalan yang selanjutnya disebut GSJ adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota.

Dalam dokumen TEKNIK EVALUASI PERENCANAAN (Halaman 73-76)