• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

D. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian

1. Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2012:38) “variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Variabel bebas (Independent variable) adalah Pembelajaran Online sebagai variabel 𝑋1.

b. Variabel terikat (Dependent variable) adalah Motivasi Belajar Peserta Didik sebagai variabel 𝑌1.

c. Variabel terikat (Dependent variable) adalah Hasil Belajar IPS Peserta Didik sebagai variabel 𝑌2.

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang variabel-variabel yang akan diteliti, maka variabel yang diteliti perlu didefinisikan dalam bentuk rumusan yang lebih operasional, sehingga dapat dihindari interpretasi lain dari yang dimaksudkan. Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Pembelajaran Online (X) adalah proses belajar mengajar yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp dalam penyampaian materinya.

b. Motivasi Belajar (𝑌1) adalah kondisi psikologis yang mendorong peserta didik untuk belajar guna mencapai suatu tujuan.

c. Hasil Belajar IPS (𝑌2) adalah kompotensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar IPS.

2. Pengukuran Variabel

Menurut Sugiyono (2012:92) bahwa “dalam sebuah instrumen digunakan suatu skala pengukuran untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif”.

Adapun pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pembelajaran Online

Variabel pembelajaran online diukur dengan cara memberikan skor terhadap indikator menggunakan skala Guttman. Menurut Sugiyono (2012)

“skala Guttman digunakan untuk mendapatkan jawaban tegas dari responden, yaitu hanya terdapat dua interval”. Dengan menggunakan skala Guttman, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan.

b. Motivasi Belajar

Variabel Motivasi belajar diukur dengan cara memberikan skor terhadap indikator menggunakan skala Guttman. Menurut Sugiyono (2012)

“skala Guttman digunakan untuk mendapatkan jawaban tegas dari responden, yaitu hanya terdapat dua interval”. Dengan menggunakan skala Guttman, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan.

Skala yang digunakan untuk mengukur variabel pembelajaran online dan motivasi belajar peserta didik adalah skala Guttman yang hanya

terdapat dua interval pilihan jawaban. Skor setiap alternatif jawaban atas pernyataan positif dan negatif dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Skor Alternatif Jawaban

Alternatif Jawaban Skor Positif Skor Negatif

Ya 1 0

Tidak 0 1

Sumber: Sugiyono (2012)

Adapun variabel pembelajaran online dan motivasi belajar dapat disajikan dalam analisis deskriptif persentase berupa distribusi frekuensi dan perolehan skor. Untuk menetapkan peringkat dalam setiap variabel penelitian dapat dilihat pada rumus sebagai berikut:

% 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 =𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐴𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐼𝑑𝑒𝑎𝑙 x 100%

Di mana:

“Skor aktual adalah skor jawaban yang diperoleh dari seluruh responden. Sedangkan Skor ideal adalah skor maksimum atau skor tertinggi yang mungkin diperoleh dari seluruh responden.”

(Narimawati, 2007:84)

Berikut kriteria interpretasi skor dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3.4 Kriteria Interpretasi Skor Responden

No Jumlah Skor Kriteria

1) 20.00%-36.00% Tidak Baik

2) 36.01%-52.00% Kurang Baik

3) 52.01%-68.00% Cukup Baik

4) 68.01%-84.00% Baik

5) 84.01%-100% Sangat Baik

Sumber: Narimawati (2007:85) c. Hasil Belajar

Variabel hasil belajar diukur dengan menggunakan tes yang diberikan oleh guru mata pelajaran IPS yang bersangkutan kepada Peserta

Didik untuk mengetahui tingkat hasil belajar peserta didik yang telah dicapai pada mata pelajaran IPS (nilai raport) semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Adapun penilaian kurikulum pada mata pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II sebagai berikut:

Tabel 3.5 Interval Penilaian

Interval Nilai Kriteria

90 – 100 Sangat Baik

80 – 89 Baik

70 – 79 Cukup

60 - 69 Kurang

≤ 59 Kurang Sekali

Sumber: Panduan Penilaian Oleh Pendidik E. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yang akan dilakukan yaitu dengan menggunakan metode kuesioner (angket) dan metode dokumentasi.

1. Kuesioner (Angket)

Menurut Sugiyono (2012:142) “kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.

Di mana teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner (angket) pada penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data tentang

pembelajaran online dan motivasi belajar peserta didik di SD Negeri No.

227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

2. Dokumentasi

Menurut Sugiyono (2012:240) “dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang”.

Pada penelitian ini metode dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data berupa nilai hasil belajar di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

F. Teknik Analisis Data

1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Tujuan dilakukannya uji normalitas terhadap serangkaian data adalah untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Setelah didapatkan perhitungan uji normalitas ini selanjutnya diinterpretasikan dengan tingkat signifikan 0,05. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. Bila data berdistribusi normal, maka dapat digunakan uji statistik berjenis parametrik. Sedangkan jika data tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji statistik nonparametrik.

b. Uji Linearitas

Tujuan dilakukannya uji linearitas adalah untuk mengetahui apakah antara variabel tak bebas (Y) dan variabel bebas (X) mempunyai hubungan linear. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam penerapan metode regresi linear. Untuk mengadakan pengujian linearitas dalam penelitian ini digunakan uji F pada taraf signifikan 5%.

Selanjutnya harga F yang diperoleh dikonsultasikan dengan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih kecil atau sama dengan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, berarti hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah hubungan linear. Jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, berarti variabel bebas dengan variabel terikat adalah hubungan non linear.

c. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolonieritas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan yang liner diantara variabel independent dalam model regresi. Syarat berlakunya model regresi ganda adalah antar variabel bebasnya (variable independent) tidak memiliki hubungan sempurna atau mengandung multikolinearitas. Deteksi terhadap adanya multikolinearitas dalam penelitian ini adalah dengan melihat besaran Variance Inflation Factor (VIF) pada model regresi. Apabila VIF > 5, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel lainnya.

Sedangkan apabila model regresi diperoleh VIF < 10, maka dalam model tersebut tidak terjadi multikolinearitas.

2. Uji Hipotesis

Analisis jalur (pat analysis) merupakan suatu teknik analisis statistika yang dikembangkan dari analisis regresi berganda. Analisis jalur ini digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh hubungan kausal yang dilakukan dari hasil pengumpulan data dan dianalisi menggunakan SPPS 24 for windows.

Adapun hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:

a. Pengaruh X terhadap 𝒀𝟏

𝐻0 Tidak terdapat pengaruh Pembelajaran Online terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

𝐻1 Terdapat pengaruh Pembelajaran Online terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

b. Pengaruh X terhadap 𝒀𝟐

𝐻0 Tidak terdapat pengaruh Pembelajaran Online terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

𝐻1 Terdapat pengaruh Pembelajaran Online terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

49

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II

SDN No. No.227 Inpres Takalar II berlokasi di Jl. Kesehatan Cilallang Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, yang dibangun di atas lahan seluas 900 m2. SDN No.227 Inpres Takalar II dengan NPSN 40301731, status negeri, nilai akreditasi B. Status kepegawaian pendidik dan tenaga kependidikan terdiri dari 9 orang PNS dan 5 orang sebagai Non PNS. Kualifikasi pendidikan S- 1 13 orang, dan SMA 1 orang. Sedangkan Jumlah peserta didik dalam Tahun Ajaran 2020 - 2021, berjumlah 112 peserta didik.

2. Standar Sarana dan Prasarana

SDN No. 227 Inpres Takalar II yang dibangun di atas lahan seluas 900 m2 memiliki 6 kelas. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board sebagai papan tulis, satu meja dan kursi guru, satu lemari, masing-masing satu kursi untuk setiap siswa dan satu bangku untuk satu siswa, memiliki prasarana lainnya seperti sapu, pengepel, tempat sampah, jam dinding dan sebagainya untuk kelengkapan ruang kelas.

Ruang perpustakaan terdiri dari satu unit bangunan, tempat duduk secara resehan dilantai yang diberi karpet, 2 pasang meja kursi untuk

petugas perpustakaan, 1 rak buku untuk meletakan buku-buku bacaan, judul buku lebih dari 100 judul.

Ruang kepala sekolah masih bergabung dengan ruang kantor dan ruang guru yang terdapat 2 lemari buku, 1 lemari pajangan piala, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 unit televisi, 2 buah kipas angin dan 1 set kursi tamu. Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah jamban (WC) guru dan siswa.

B. Hasil Penelitian

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif yang akan disajikan dari hasil penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai Pembelajaran Online, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Adapun deskripsi masing-masing variabel yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada responden yang berjumlah 51 peserta didik disajikan sebagai berikut:

a. Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar

Data yang disajikan dalam deskripsi ini untuk melihat gambaran mengenai Motivasi dalam pembelajaran online pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Data yang disajikan adalah berupa data frekuensi yang disusun perindikator beserta persentase dan perolehan skor. Adapun data

yang diperoleh dari hasil angket 18 item pernyataan dengan jumlah responden sebanyak 51 peserta didik, disajikan sebagai berikut:

1) Hasrat dan keinginan berhasil

Indikator hasrat dan keinginan berhasil peserta didik terdiri atas empat item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap indikator hasrat dan keinginan berhasil peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Tanggapan Responden terhadap Hasrat dan Keinginan Berhasil

No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

1 Menurut saya belajar

IPS itu penting. 41 10 41 51 80,4

2 Saya akan puas jika nilai ulangan IPS lebih baik dari sebelumnya.

50 1 50 51 98

3 Mencapai nilai IPS yang tinggi adalah keinginan saya.

38 13 38 51 74,5

4 Saya ingin menjadi

peringkat satu dikelas. 50 1 50 51 98

Jumlah 179 27 179 204

87,7 Persentase 87,7% 12,3% 87,7%

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator hasrat dan keinginan berhasil yang terdiri atas empat item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 87,7% yang tergolong dalam kategori sangat baik.

Meskipun demikian, terdapat item pernyataan yang di bawah persentase skor aktual yakni “menurut saya belajar IPS itu penting”

dengan persentase skor 80,4% dan item “mencapai nilai IPS yang

tinggi adalah keinginan saya” dengan persentase skor 74,5%. Hal ini disebabkan karena peserta didik menganggap bahwa belajar IPS dan mencapai nilai tinggi itu tidak terlalu penting.

2) Dorongan dan kebutuhan dalam belajar

Indikator dorongan dan kebutuhan dalam belajar peserta didik terdiri atas empat item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap indikator dorongan dan kebutuhan dalam belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Tanggapan Responden terhadap Dorongan dan Kebutuhan dalam Belajar

No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

5 Tanpa disuruh orang tua, saya sudah memulai belajar.

40 11 40 51 78,4

6 Saya lebih senang belajar daripada bermain.

38 13 38 51 74,5

7 Sebelum memulai pembelajaran saya sarapan dahulu, supaya saya bisa konsentrasi dalam belajar.

38 13 38 51 74,5

8 Saya rajin belajar IPS untuk memperluas

wawasan ilmu

pengetahuan.

39 12 39 51 76,5

Jumlah 155 49 155 204

Persentase 76% 24% 76% 76 Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator dorongan dan kebutuhan dalam belajar yang terdiri atas empat item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 76% yang tergolong dalam

kategori baik. Meskipun demikian, terdapat item pernyataan yang di bawah persentase skor aktual yakni “saya lebih senang belajar daripada bermain” dengan persentase skor 74,5% dan item

“sebelum memulai pembelajaran saya sarapan dahulu, supaya saya bisa konsentrasi dalam belajar” dengan persentase skor 74,5%. Hal ini disebabkan karena waktu bermain peserta didik yang digunakan lebih banyak dibanding waktu untuk belajar, serta peserta didik tidak sarapan terlebih dahulu sebelum memulai belajar sehingga tidak dapat berkonsentrasi dengan baik saat belajar.

3) Harapan dan cita-cita masa depan

Indikator harapan dan cita-cita masa depan peserta didik terdiri atas empat item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap indikator harapan dan cita-cita masa depan peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Tanggapan Responden terhadap Harapan dan Cita-cita Masa Depan

No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

9 Saya memiliki cita-cita untuk memotivasi saya belajar IPS.

38 13 38 51 74,5

10 Dengan giat belajar IPS saya merasa optimis bahwa cita-cita saya akan tercapai.

38 13 38 51 74,5

11 Cita-cita saya akan tercapai jika saya belajar dengan sunguh- sungguh.

50 1 50 51 98

12 Bagi saya meraih cita- cita adalah hal yang sangat penting.

51 0 51 51 100

Jumlah 177 27 177 204

86,8 Persentase 86,8% 13,2% 86,8%

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator harapan dan cita-cita masa depan yang terdiri atas empat item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 86,8% yang tergolong dalam kategori sangat baik. Meskipun demikian, terdapat item pernyataan yang di bawah persentase skor aktual yakni “saya memiliki cita-cita untuk memotivasi saya belajar IPS” dengan persentase skor 74,5% dan item “dengan giat belajar IPS saya merasa optimis bahwa cita-cita saya akan tercapai” dengan persentase skor 74,5%. Hal ini disebabkan karena peserta didik tidak memiliki cita-cita yang berkaitan dengan pelajaran IPS sehingga peserta didik tidak memiliki dorongan yang kuat untuk belajar.

4) Penghargaan dalam belajar

Indikator penghargaan dalam belajar peserta didik terdiri atas dua item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap indikator penghargaan dalam belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Tanggapan Responden terhadap Penghargaan dalam Belajar

No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

13 Guru selalu memuji kami, sehingga kami menjadi siswa yang percaya diri.

50 1 50 51 98

14 Guru selalu menghargai hasil pekerjaan kami, sehingga kami tidak merasa rendah diri jika pekerjaan kami belum sempurna.

48 3 48 51 94,1

Jumlah 98 4 98 102

96,1 Persentase 96,1% 3,9% 96,1%

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator penghargaan dalam belajar yang terdiri atas dua item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 96,1% yang tergolong dalam kategori sangat baik.

Meskipun demikian, terdapat item pernyataan yang di bawah persentase skor aktual yakni “guru selalu menghargai hasil pekerjaan kami, sehingga kami tidak merasa rendah diri jika pekerjaan kami belum sempurna” dengan persentase skor 94,1%.

Hal ini disebabkan karena peserta didik merasa bahwa hasil pekerjaannya tidak dihargai ketika jelek sehingga peserta didik tidak memiliki semangat untuk belajar.

5) Kegiatan menarik dalam belajar

Indikator kegiatan menarik dalam belajar peserta didik terdiri atas dua item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap indikator kegiatan menarik dalam belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5 Tanggapan Responden terhadap Kegiatan Menarik dalam Belajar

No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

15 Bila dalam

pembelajaran IPS kami

merasa bosan,

sebaiknya guru membangkitkan

semangat kami dengan melakukan games.

42 9 42 51 82,4

16 Guru selalu dapat meyakinkan kami bahwa belajar IPS itu menyenangkan

47 4 47 51 92,2

Jumlah 89 13 89 102

87,3 Persentase 87,3% 12,7% 87,3%

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator kegiatan menarik dalam belajar yang terdiri atas dua item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 87,3% yang tergolong dalam kategori sangat baik.

Meskipun demikian, terdapat item pernyataan yang di bawah persentase skor aktual yakni “bila dalam pembelajaran IPS kami merasa bosan, sebaiknya guru membangkitkan semangat kami dengan melakukan games” dengan persentase skor 82,4%. Hal ini disebabkan karena guru tidak menyelingi pembelajaran dengan games sehingga siswa merasa jenuh dalam belajar.

6) Lingkungan belajar yang kondusif

Indikator lingkungan belajar yang kondusif peserta didik terdiri atas dua item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap

indikator lingkungan belajar yang kondusif peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6 Tanggapan Responden terhadap Lingkungan Belajar yang Kondusif

No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

17 Keadaan rumah saya

bersih. 47 4 47 51 92,1

18 Saya merasa betah di dalam rumah karena sejuk.

44 7 44 51 86,3

Jumlah 91 11 91 102

89,2 Persentase 89,2% 10,8% 89,2%

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator lingkungan belajar yang kondusif yang terdiri atas dua item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 89,2% yang tergolong dalam kategori sangat baik.

Meskipun demikian, terdapat item pernyataan yang di bawah persentase skor aktual yakni “saya merasa betah di dalam rumah karena sejuk” dengan persentase skor 86,3%. Hal ini disebabkan karena peserta didik merasa kepanasan di dalam rumah saat belajar karena tidak memiliki pendingin ruangan.

Dengan demikian adapun tanggapan responden terhadap variabel motivasi belajar IPS peserta didik kelas tinggi SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II digambarkan persentase jumlah skor seluruh jawaban responden yang diperoleh dari enam indikator motivasi belajar yaitu: 1) Hasrat dan keinginan berhasil, 2) Dorongan dan kebutuhan dalam belajar, 3) Harapan dan cita-cita masa depan, 4) Penghargaan dalam belajar, 5)

Kegiatan menarik dalam belajar, dan 6) Lingkungan belajar yang kondusif dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.7 Gambaran Hasil Jawaban Responden terhadap Variabel Motivasi Belajar

No. Indikator Skor

Aktual

Skor

Ideal % Skor Aktual 1) Hasrat dan keinginan berhasil 179 204 87,7 2) Dorongan dan kebutuhan dalam

belajar 155 204 76

3) Harapan dan cita-cita masa depan 177 204 86,8

4) Penghargaan dalam belajar 98 102 96,1

5) Kegiatan menarik dalam belajar 89 102 87,3 6) Lingkungan belajar yang kondusif 91 102 89,2

Jumlah 789 918 85,9

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa dari hasil olah data angket diperoleh nilai rata-rata untuk variabel motivasi belajar sebesar 85,9% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Adapun penghargaan dalam belajar merupakan indikator motivasi belajar yang paling tinggi dengan tingkat persentase sebesar 96,1%, sedangkan dorongan dan kebutuhan dalam belajar merupakan indikator motivasi belajar yang paling rendah dengan tingkat persentase sebesar 76%.

b. Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar

Data yang disajikan dalam deskripsi ini untuk melihat gambaran mengenai Hasil Belajar dalam pembelajaran online pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Hasil belajar peserta didik merupakan nilai yang telah dicapai setelah melakukan suatu aktivitas belajar. Data yang disajikan diperoleh dari nilai akhir semester (nilai rapor) peserta didik yang

bersangkutan pada mata pelajaran IPS Kelas Tinggi SD Negeri 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Adapun interval skor dan persentase nilai hasil belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.8 Gambaran Hasil Belajar Responden

No. Interval Skor Kriteria Frekuensi Persentase (%)

1 90 – 100 Sangat Baik 0 0

2 80 – 89 Baik 47 92,16

3 70 – 79 Cukup Baik 4 7,84

4 60 – 69 Kurang 0 0

5 0 - 59 Sangat Kurang 0 0

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS kelas tinggi SDN No. 227 Inpres Takalar II yang berjumlah 51 peserta didik memenuhi standar Ketuntasan Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70. Adapun hasil belajar yang diperoleh peserta didik dengan frekuensi terbanyak berada pada interval 80 - 89 dengan jumlah persentase 92,16% atau 47 orang peserta didik yang tergolong dalam kriteria baik.

c. Pembelajaran Online pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No. 227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar

Data yang disajikan dalam deskripsi ini untuk melihat gambaran mengenai Pembelajaran Online pada Mata Pelajaran IPS di SD Negeri No.

227 Inpres Takalar II Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

Data yang disajikan adalah berupa data frekuensi yang disusun perindikator beserta persentase dan perolehan skor. Adapun data yang

diperoleh dari hasil angket 20 item pernyataan dengan jumlah responden sebanyak 51 peserta didik, disajikan sebagai berikut:

1) Penguasaan android peserta didik

Indikator penguasaan android peserta didik terdiri atas lima item pernyataan. Adapun tanggapan responden terhadap indikator penguasaan android peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9 Tanggapan Responden terhadap Penguasaan Android No.

Item Pernyataan Skor Skor

Aktual

Skor Ideal

% Skor Aktual Ya Tidak

1 Saya bisa

menggunakan HP Android

37 14 37 51 72,5

2 Saya menggunakan HP

Android untuk

berkomunikasi dengan guru dan teman

42 9 42 51 82,4

3 Saya menggunakan aplikasi online untuk belajar IPS seperti WhatsApp, zoom dan lain-lain

32 19 32 51 62,7

4 Saya menggunakan internet dalam mencari bahan belajar untuk mengerjakan tugas IPS dari guruku

18 33 18 51 35,3

5 Saya menonton video pembelajaran IPS di YouTube

13 38 13 51 25,5

Jumlah 142 113 142 255

55,7 Persentase 55,7% 44,3% 55,7%

Sumber: Hasil Olah Data Angket

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap indikator penguasaan android yang terdiri atas lima item pernyataan, diperoleh persentase skor aktual rata-rata sebesar 55,7% yang tergolong dalam kategori cukup baik. Meskipun

Dokumen terkait