BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. Motivasi Belajar
Terdapat beberapa teori motivasi menurut Robbin dalam Kompri (2019) yang diantaranya:
1) Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan).
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (a) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;
(b) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (c) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (d) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (e) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
2) Teori McClelland (Teori Motivasi Berprestasi). Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda- beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.
Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan: “Melaksanakan sesuatu
tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi, mencapai performa puncak untuk diri sendiri, mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain.
Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.
3) Teori Herzberg (Teori Dua Faktor). Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain
status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.
Menurut Abdullah (2013:49) bahwa “motivasi merupakan suatu energi dalam diri manusia yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu. Motivasi belajar adalah sesuatu yang dapat memotivasi peserta didik atau individu untuk belajar”. Selanjutnya Mc. Donalds dalam Sardiman (2014:73) mengemukakan bahwa “motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”.
Sedangkan menurut Sardiman (2014:75) mengemukakan “dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuannya dapat tercapai”.
Dengan demikian berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan belajar demi terciptanya suatu tujuan dalam belajar.
b. Jenis Motivasi
Dalam membicarakan jenis-jenis motivasi, dalam hal ini akan dilihat dari dua sudut pandang yaitu: "motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik".
“1) Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang tanpa rangsangan dari luar; 2) Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul karena adanya rangsangan dari luar.” (Wahab, 2015:129)
Sedangkan berbicara tentang macam atau jenis motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, diantaranya dari dasar pembentukannya yaitu:
“1) Motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari. Sebagai contoh misalnya: dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan untuk bekerja, untuk beristirahat, serta dorongan seksual. Motif-motif ini seringkali disebut motif-motif yang diisyaratkan secara biologis; 2) Motif-motif yang dipelajari, maksudnya motif-motif yang timbul karena dipelajari. Sebagai contoh: dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di dalam masyarakat. Motif-motif ini seringkali disebut dengan motif-motif yang diisyaratkan secara sosial.” (Sardiman, 2014:86)
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis- jenis motivasi belajar dapat dilihat dari sudut pandang diantaranya motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, sedangkan jika dilihat dari dasar pembentukannya motivasi terdiri dari motif bawaan dan motif yang dipelajari.
c. Fungsi Motivasi dalam Belajar
Pada dasarnya motivasi berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Berikut ini fungsi motivasi dalam belajar sebagai berikut:
“1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan; 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.” (Sardiman, 2014:85)
Adapun fungsi motivasi belajar menurut Wahab (2015:131) yaitu sebagai berikut: 1) Motivasi sebagai pendorong perbuatan, 2) Motivasi sebagai penggerak perbuatan dan 3) Motivasi sebagai pengarah perbuatan.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi belajar sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi.
Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.
d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Menurut Yusuf dalam Rahmawati (2016), motivasi belajar dapat timbul karena dua faktor yaitu “faktor internal dan faktor eksternal”.
Adapun faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1) Faktor Internal
Adapun faktor internal motivasi belajar terdiri dari:
a) Faktor Fisik
Faktor fisik merupakan faktor yang mempengaruhi dari tubuh dan penampilan individu. Faktor fisik meliputi nutrisi (gizi), kesehatan, dan fungsi-fungsi fisik terutama panca indera.
b) Faktor Psikologis
Faktor psikologis merupakan faktor intrinsik yang berhubungan dengan aspek-aspek yang mendorong atau menghambat aktivitas belajar pada siswa. Faktor ini menyangkut kondisi rohani siswa.
2) Faktor Eksternal
Adapun faktor eksternal motivasi belajar terdiri dari:
a) Faktor Sosial
Merupakan faktor yang berasal dari manusia di sekitar lingkungan siswa. Faktor sosial meliputi guru, konselor, teman sebaya, orang tua, tetangga, dan lain-lain.
b) Faktor Non sosial
Faktor non sosial merupakan faktor yang berasal dari keadaan atau kondisi fisik di sekitar siswa. Faktor non-sosial Meliputi keadaan udara (cuaca panas atau dingin), waktu (pagi, siang atau malam), tempat (sepi, bising, atau kualitas sekolah tempat belajar, dan fasilitas belajar (sarana dan prasarana).
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu fakor internal yang terdiri dari
faktor fisik serta fakor psikologis sedangkan faktor eksternal terdiri atas faktor sosial dan faktor non-sosial.
e. Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran
Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar menurut Uno (2008:27) yaitu:
1) Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar
Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya.
2) Peran Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar
Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak.
3) Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar
Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Sebaliknya,
apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar.
Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan motivasi dalam belajar yaitu dapat menentukan hal-hal yang dapat dijadikan penguatan dalam belajar, dapat memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, serta dapat menentukan ketekunan dalam belajar.
f. Indikator Motivasi dalam Belajar
Menurut Uno (2008:23) indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil.
2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan.
4) Adanya penghargaan dalam belajar.
5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif.
Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa indikator motivasi belajar terdiri atas adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan., adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar serta adanya lingkungan belajar yang kondusif.