• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. PENUTUP

3.6 Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (independent variable) adalah atmosphere (AP), convenience (CV), facilities (FL), institutional (IT), merchandise (MD), promotion (PM), sales personnel (SP), service (SV).

Variabel yang menjadi variabel terikat (dependent variable) adalah store loyalty (SL). Skala pengukuran variabel yang digunakan adalah skala likert dengan 7 (tujuh) poin. Seluruh variabel diukur dengan skala likert 1 sampai 7, dengan angka 1 menunjukkan sangat tidak setuju dan angka 7 menunjukkan sangat setuju.

Berikut adalah tabel definisi operasional variabel yang akan menjelaskan definisi setiap variabel sesuai dengan teori serta indikator yang akan menjadi instrumen pengukuran dalam penelitian ini. Variabel ini akan dicari pengaruhnya terhadap variabel SL yang akan dijelaskan secara detail dalam tabel 3.1 sebagai berikut :

Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala

Store Image

Store image adalah persepsi konsumen dari sebuah toko yang didasarkan pada

seperangkat atribut yang menonjol (Bloemer & De Ruyter, 1998;

Faircloth, Capella &

1. Atmosphere 1) Decor ( Baker et al, 2002; Miranda et al , 2005 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Dekorasi 2. Kerapihan 2) Store Atmosphere (

Koo, 2003; Thang &

Tan, 2003 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Suasana Toko

Likert 1-7

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala Alford, 2001;

James, Durand

& Dreves, 1976;

Jin & Kim, 2003; Osman, 1993 dalam Du Preez,Elizabeth

& Hester, 2008).

2. Convenience 1) Travel (Ibrahim, 2003, Jin & Kim, 2003 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. lokasi mudah

dijangkau 2) Transportation

(Ibrahim, 2002,Jin &

Kim, 2003 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008)

1. Sarana transportasi 3) Location ( Miranda et

al, 2005 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Didalam Mall

Likert 1-7

2. Facilities 1) Fitting Room (Kerfoot et al, 2003; Paulins &

Geistfeld, 2003 dalam Du Preez,Elizabeth &

Likert 1-7

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala 1. Kamar pas/ganti

1) Store appearance ( Richardson et al, 1996. Siu & Cheung, 2001 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Bersih

2) Store layout ( groeppel- Klein & Bartman, 2007, Semeijn et al, 2003; Miranda et al, 2005 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Lapang/luas 4. Institutional 1) Store reputation

(Alessandri, 2001;

Harris & De Chernatony, 2001 dalam Du

Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Reputasi 2) Overall Impression

(Ailawadi & Keller, 2004 ; Alessandri, 2001 dalam Du

Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Kesan secara

keseluruhan 3) Store association

( Ailawadi & Keller, 2004; Harris & De Chematony, 2001 dalam Du

Preez,Elizabeth &

Hester, 2008

Likert 1-7

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala 1. Citra diri

5. Merchandise 1) Merchandise assortment

( Koo, 2003; Thang &

Tan, 2003 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Merek

2) Merchandise Style ( Taylor & Cosenza, 2002 dalam dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Fashionble 3) Merchandise price

( Moore & Carpenter, 2006; Sullivan et al, 2002 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Harga

4) Merchandise quality ( babakus et al, 2004,Verma & Gupta, 2004 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Kualitas barang

Likert 1-7

6. Promotion 1) Display ( Sen et al, 2002 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008)

1. Display/Tampilan luar

2) Sales incentives ( Dawes, 2004; Alvarez

& Casiellen, 2005

Likert 1-7

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Diskon 2. Special event 7. Sales

Personnel

1) Sales personnel

interaction (Baker et al, 2002; Grace & O’Cass, 2005; Hu & Jasper, 2006 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Tenaga penjual

yang profesional 2. Tenaga penjual

yang bersahabat 3. Tenaga penjual

yang memiliki pengetahuan tentang produk 2) Sales personal

apperance (De Klerk et al, 1993 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008)

1. Penampilan tenaga penjual.

Likert 1-7

8. Service 1) After-sales service (Maxham &

Netemeyer, 2003;

Stauss, 2002 dalam Du Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Penanganan

complaint (pengaduan) 2. Kebijakan

Pengembalian

Likert 1-7

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala ( Huddleston et al,

1990; Park Burns, 2005 dalam Du

Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Kartu Bank 3) In-store service

(Thang & Tan, 2003;

Teller et al, 2005 dalam Du

Preez,Elizabeth &

Hester, 2008) 1. Packaging

(Shopping bag) Store

Loyalty

Store loyalty adalah persentase pembelian kategori produk tertentu pada toko yang telah dipilih (East et al, 1995, dalam Blomer & Ko, 1997)

Brakus, Schmitt, & Lia (2009)

1. Repurchase

2. Merekomendasikan kepada orang lain 3. Kecil kemungkinan

untuk mecari alternatif produk lain.

Likert 1-7

Sumber : Dikembangkan oleh peneliti 3.7 Teknik Pengujian Hipotesis

Dalam penelitian kali ini penulis menggunakan aplisasi SPSS untuk mempermudah pengolahan data. Berikut adalah metode-metode yang digunakan : 3.7.1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika instrument pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut

(Ghozali, 2006). Uji ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item.

Item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukan item- item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkapkan apa yang ingin diungkap.

Uji validitas ini bisa dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r t Menurut (Hair et al, 2006) pengukuran validitas dilakukan dengan menganalisis faktor kepada hasil pre-test untuk melihat nilai Kaiser- Meyer-Olkin measure of sampling adequacy, Bartlett’s test of sphericity, Anti image matrices, total variance explained, dan factor loading of component matrix. Penjelasan tentang pengukuran nilai tersebut, akan dijelaskan pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.2 Tabel Validitas

No Ukuran Validitas Nilai Diisyaratkan 1 Kaiser-Meyer-Olkin Measure of

SamplingAdequacy. KMO MSA adalah statistik yangmengindikasikan

proporsi variasi dalamvariabel yang merupakan variasi umum(common

variance), yakni variansi dalam penelitian.

Nilai KMO di atas 0.5 menunjukkan bahwa

faktor analisis dapat digunakan

2 Bartlett’s Test of Sphericity Bartlett’s Test of Sphericity

mengindikasikan bahwa matriks korelasi adalah

Nilai signifikansi adalah hasil uji.

Nilai yang kurang dari 0.05

No Ukuran Validitas Nilai Diisyaratkan matriks indentitas, yang

mengindikasikan bahwa variabel-variabel dalam faktor bersifat related atau unrelated

menunjukkan hubungan yang signifikan antar variabel, merupakan nilai yang diharapkan

3 Anti-image Matrices Setiap nilai pada kolom diagonal

matriks korelasi anti-image menunjukkan Measure ofSampling

Adequacy dari masing-masing indikator

Nilai diagonal anti- image correlation matrix

diatas 0.5 menunjukkan variabel

cocok atau sesuai dengan struktur

variabel lainnya di dalam faktor tersebut

4 Total Variance Explained Nilai pada kolom “Cummulative %

menunjukkan prosentase variansi yang disebabkan oleh keseluruhan

factor

Nilai ‘Cummulative %

harus lebih besar dari 60%

5 Component Matrix

Nilai Factor Loading dari variabel- variabel komponen faktor

Nilai Factor Loading lebih besar atau sama

dengan 0.5

Sumber : Variances explained dan Factor Loading of Component Matrix (Hair et al, 2006)

Uji validitas pada penelitian ini hanya melihat pada nilai Kaiser-Meyer- Olkin measure of sampling adequacy, Antiimage matrices dan Factor Loading.

3.7.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang (Prayitno, 2008). Uji yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan metode Alpha (Cronbach’s). Metode Alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala atau skor rentangan.

Menurut Malhotra nilai reabilitas yang baik untuk indikator penelitian adalah 0.60 (Malhotra, 2007).

3.7.3. Uji Asumsi Klasik 3.7.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak (Dwi Priyatno, 2008). Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, atau pun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi, yaitu data berasal dari distribusi yang normal. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov dan taraf signifikansi 0,05.

Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi > 0,05.

3.7.3.2 Uji Multikolonieritas

Multikolinieritas adalah situasi yang mengakibatkan variabel independen saling berkorelasi yang terjadi ketika standar errors sangat tinggi atau nilai t rasio sangat rendah. Efek dari multikolinieritas adalah menyulitkan interpretasi

model regresi. Untuk itu, uji mulitikolonieritas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linier antar variabel independen dalam model regresi (Prayitno, 2008).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model regresi.

Hasil variance inflation factor (VIF) yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya gejala multikolinearitas, sedangkan nilai VIF yang lebih kecil dari 10 menunjukkan tidak adanya gejala multikolinearitas. (Gurajati, 2003).

3.7.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian untuk semua pengamatan pada model regresi (Prayitno, 2008). Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas.

Untuk mengetahui apakah terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi ini, dibuktikan dengan grafik plot. Grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Jika ada pola yang tidak jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heterokedastisitas, dan sebaliknya. (Ghozali, 2006).

3.7.4. Analisis Regresi Linier Berganda

Priyatno (2008) mengemukakan bahwa analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1,

X2, ... Xn) dengan variabel dependen (Y) yang menunjukkan hubungan antara variabel store image dengan variabel store loyalty bersifat linier (garis lurus) dalam range variabel independen tertentu. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y’ = a + b1X1 + b2X2 + ... + bnXn

Keterangan :

Y’ = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X1 dan X2 = Variabel independen

a = Konstanta (nilai Y’ apabila X1, X2 .... Xn = 0) b = Koefisien regresi (nilai peningkatan / penurunan)

3.7.5 Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1, X2,….Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) (Ghozali, 2006). Prosedur yang dilakukan untuk melakukan uji ini adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Hipotesis

H1: Ada pengaruh antara atmosphere terhadap store loyalty konsumen ZARA.

H2: Ada pengaruh antara convenience terhadap store loyalty konsumen ZARA.

H3: Ada pengaruh antara facilities terhadap store loyalty konsumen ZARA.

H4: Ada pengaruh antara institutional terhadap store loyalty konsumen ZARA.

H5: Ada pengaruh antara merchandise terhadap store loyalty konsumen ZARA H6: Ada pengaruh antara promotion terhadap store loyalty konsumen ZARA.

H7: Ada pengaruh antara sales personnel terhadap store loyalty konsumen ZARA.

Ha8: Ada pengaruh antara service terhadap minat store loyalty konsumen ZARA.

2. Menentukan tingkat signifikansi

    Tingkat signifikansi menggunakan α = 5%

3. Menentukan t hitung 4. Menentukan t tabel

Tabel distribusi t dapat dicari pada α = 5% : 2 = 2,5 % (uji 2 sisi) dengan df = n – k – 1

Keterangan : n = jumlah kasus k = jumlah variabel independen 5. Kriteria Pengujian

Ho diterima jika t tabel < t hitung, sedangkan Ho ditolak jika t tabel > t hitung. (Ghozali, 2006)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Objek Penelitian

Dokumen terkait