• Tidak ada hasil yang ditemukan

Denah Lokasi MTs Nurul Haq

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO (Halaman 59-62)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Teknik Analisis Data

5. Denah Lokasi MTs Nurul Haq

Gambar 2 : Denah Lokasi MTs Nurul Haq Binakarya Putra

Jl.Komplek Masjid Jami’atul Muslimin Binakarya Putra Rumbia

1)

MASJID

Kantor MA

MA Kls III IPA

MA Kls II IPA

MA Kls I IPS

Kantor MTs

PON-PES

DARUL

MTs Kelas III

MTs Kelas III

MTs Kelas I

MTs Kelas I

MTs Kelas II

MTs Kelas II LAB

KMPTER

Baitun

6. Visi dan Misi dan Tujuan MTs Nurul Haq a) Visi Madrasah

Membentuk siswa yang berkualitas dalam IMTAQ dan IMTEQ teladan dalam bergaul dan unggul dalam prestasi “ Visi tersebut diatas mencerminkan cita-cita Madrasah yang beroreintasi kedepan memperhatikan potensi keagamaan sebagai pedoman hidup dan keyakinan sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Untuk mewujudkannya, Madrasah menentukan langkah-langkah stretegis yang dinyatakan dalam misi berikut;

b) Misi Madrasah

1) Membina generasai shaleh dan shalehah yang cerdas dan terampil serta berwawasan global

2) Menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efesien 3) Meningkatkan prestasi Madrasah dan belajar siswa

4) Menciptakan suasana yang harmonis Islami antar warga Madrasah dan Lingkungan

5) Menciptakan tamatan atau lulusan yang dapat diterima dilembaga pendidikan favorit dan masyarkat lingkungannya

c) Tujuan Madrasah

1) Tujuan Umum Madrasah Tsanawiyah Nurul Haq a) Dapat memenuhi standar isi dan proses

b) Mengembangkan PAIKEM/CTL 100 % untuk semua mata pelajaran

c) Memiliki tim bola volly juara I tingkat Kabupaten

d) Mengembangkan berbagai wadah/program penghayatan dan pengamalan agama islam

2) Tujuan Khusus Madrasah Tsanawiyah Nurul Haq

Untuk tujuan khusus ini yang ingin dicapai oleh Madrasah untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam Iman dan Taqwa yang Berilmu Pengetahuan dan Teknologi dan mampu bersaing dalam masyarakat adalah :

a) Memiliki guru dan tenaga administrasi yang berbuadaya kerja dan amaliah islami

b) Meningkatkan Sarana dan Prasarana pembelajaran di segala bidang

c) Mewujudkan kegiatan-kegiatan keagamaan di Madrasah

d) Mengirimkan duta-duta dalam berbagai perlombaan keagamaan dan akademik tingkat pelajaran

e) Menggerakkan siswa dalam kegiatan keagamaan dalam masyarakat

f) Siswa fasih membaca Al Quran dan mampu menuliskannya g) Siswa taat dan patuh kepada kedua orang tua, guru dan setia

kawan

h) Meningkatkan kedisiplinan

i) Meningkatkan pencapaian nilai Ujian Nasional dan Kelulusan Madrasah.

B. Analisis Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Rumbia

Guru aqidah akhlak memiliki peran penting, yaitu sebagai pengajar dan sekaligus merupakan pendidik dalam bidang Agama Islam. Guru diharapkan selalu memperhatikan sikap keteladanan siswanya, sehingga dituntut untuk mampu mengamalkan ajaran agama. Namun fenomena yang terjadi di MTs Nurul Haq Bina Karya Putra kec. Rumbia terdapat siswa/siswi yang melakukan kenakalan dan pelanggaran di sekolah, sehingga guru aqidah akhlak mempunyai strategi khusus dan diharapkan mampu melakukan upaya- upaya pencegahan, menangani dan menanggulangi siswa-siswa yang bermasalah. strategi guru pun terlihat cukup baik dengan memberikan hukuman-hukuman kepada siswa tersebut, agar mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan serta sekaligus membuat mereka jera dan takut untuk mengulangginya lagi.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dapat dijelaskan bahwa Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam menangani kenakalan siswa MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia adalah sebagai berikut:

1. Guru Aqidah Akhlak melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan baik, yaitu mampu melakukan pengajaran dan mentransfer ilmu pengetahuan agama, serta dapat menjadi tauladan bagi siswa/siswi nya di sekolah.

Dari hasil wawancara, Guru Aqidah Akhlak MTs Nurul Haq mengungkapkan bahwa:

“Saya selalu memberikan motivasi-motivasi kepada siswa dan selalu mengingatkan bahwa jika melakukan kenakalan itu tidak menguntungkan malah memberikan dampak negatif”. (W/G/F.1/.14-11- 2018)

Selain itu, berdasarkan hasil observasi yang telah penulis lakukan, terlihat bahwa:

“Guru Aqidah Akhlak mempunyai strategi khusus dan diharapkan mampu melakukan upaya-upaya pencegahan, menangani dan menanggulangi siswa-siswa yang bermasalah. strategi Guru Aqidah Akhlak pun terlihat cukup baik dengan memberikan hukuman-hukuman kepada siswa tersebut, agar mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan serta sekaligus membuat mereka jera dan takut untuk mengulangginya lagi”. (O/G/F.1/14-11-2018)

Hal tersebut sesuai dengan pendapat seorang siswa yang mengungkapkan bahwa:

“Guru sering memberikan hukuman yang bersifat mendidik mbak seperti hafalan dan menasehati ruginya melakukan kenakalan”.

(W/S.4/F.1/14-11-2018)

Berdasarkan data yang telah penulis peroleh di atas dapat dijelaskan bahwa Strategi Guru Aqidah Akhlak cukup baik, guru memberikan peringatan dan hukuman yang sifatnya mendidik sehingga siswa pun mau tidak mau harus mematuhi dan bahkan bisa membuat siswa tidak mau mengulangginya lagi.

2. Guru Aqidah akhlak mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa, dan mengetahui perannya sebagai pendidik agama islam untuk menanamkan ajaran-ajaran islam.

“Faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Internal yaitu dari siswa itu sendiri dan eksternal lingkungan dan orangtua. (W/G/F.1/14-11-2018)

Hal serupa dikemukakan oleh seorang siswa MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia yang mengatakan bahwa:

“Saya kurang perhatian mbak, orangtua saya tidak terlalu perduli dengan sekolah saya, mereka terlalu sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing”. (W/S.1/F.1/14-11-2018).

Berdasarkan data yang telah diperoleh di atas, penulis menjelaskan bahwa salah satu faktor-faktor penyebab siswa melakukan kenakalan yaitu faktor internal dari siswa itu sendiri dan eksternal dari lingkungan dan keluarga. Kurangnya perhatian terutama dari orangtua, kurangnya wadah aktifitas yang mendidik, ingin mencoba hal-hal baru yang ternyata negatif sedang dalam proses mencari pengenalan jati diri, pengaruh dari lingkungan terutama remaja lebih senior, ingin menunjukan eksistensinya sebagai seorang remaja, untuk memuaskan kebutuhan akan aktualisasi berupa pengakuan diri teman sebaya supaya dikatakan hebat, cenderung pembawaan yang tiru-tiru.

3. Guru Aqidah Akhlak mengetahui tentang pentingnya strategi dalam menangani kenakalan siswa sebagai acuan untuk meminimalisir kenakalan yang sering dilakukan siswa tersebut.

Selain mendidik siswa Guru Aqidah Akhlak juga mengetahui pentingnya strategi guru dalam menangani kenakalan siswanya. Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Guru Aqidah Akhlak bahwa:

“Saya memberikan pendekatan personal dalam arti guru memetakan permasalahan-permasalahan yang ada dalam siswa, dan memberikan buku point apabila siswa sudah melanggar beberapa point yang sudah ditentukan maka siswa dipanggil diberi wawasan untuk bisa menyelesaikan masalah mereka, orangtua dipangil diberi surat teguran dan yang utama saya membuat grup wa didalam grup wa setiap

harinnya siswa wajib mengunggah kegiatan apabila siswa tersebut tidak masuk sekolah/perlikakunya di sekolah disitulah saya dapat memantau dari jauh perilaku siswa-siswa dan apabila ada yang melakukan kenakalan siswa tersebut harus menghafalkan surat dan hadits yang ditentukan guru”. (W/G/F.1/14-11-2018)

Seorang siswa juga mengatakan bahwa:

“Guru memberikan buku point mbak dan guru juga membuat grup mbak jadi mau tidak mau kita harus masuk ke grup itu dan apabila ada yang melakukan kenakalan maka besoknya disekolah kita dapat hukuman atau sanksi”. (W/S.1/F.1/14-11-2018)

Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat dijelaskan bahwa salah satu strategi Guru Aqidah Akhlak cukup baik tetapi belum secara maksimal menerapkan strategi dalam menangani kenakalan siswa, hal ini terbukti dengan tindakan guru dalam menangani kenakalan siswa hanya menerapkan tindakan strategi refresif, dan hukuman saja, dan tidak memperhatikan strategi-strategi lainnya, seperti strategi tindakan prefentif, tindakan kuratif, dan tindakan rehebilitasi. Sebagai upaya untuk pencegahan, pemecahan masalah, dan penanggulangan terhadap siswa yang melakukan kenakalan atau pelangaran disekolah.

C. Analisis Faktor Pendukung Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Rumbia

Pemaksimalan Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Rumbia tidak terlepas dari faktor pendukung. Faktor-faktor pendukung tersebut antara lain:

1. Faktor internal

a) Dukungan dari pihak sekolah untuk terus memperbaiki akhlak siswa Kenakalan siswa merupakan salah satu pengaruh terjadinya dampak negatif di sekolah. sekolah adalah suatu lingkungan pendidikan yang secara garis besar masih bersifat formal. Anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah pada umumnya mereka menghabiskan waktu mereka di sekolah setiap hari, jadi lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan moral anak.

Hal tersebut menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada di sekolah juga merupakan tanggung jawab pihak sekolah. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Guru Aqidah Akhlak bahwa:

“Penangangan kenakalan siswa yang saya lakukan ini tidak dapat berjalan dengan sendirinya tanpa ada dukungan baik secara moril maupun materil dari sekolah. Selama ini pihak sekolah telah mengupayakan semaksimal mungkin dukungannya dalam mengatasi siswa-siswa yang bermasalah, namun terkadang kekurangan cara yang tepat dalam mengatasi siswa yang bermasalah menjadi salah satu faktor penghambat. Meskipun begitu, saya selaku guru aqidah akhlak tidak menyerah begitu saja selagi mendapat dukungan dari sekolah saya akan terus memberikan yang terbaik pula bagi sekolah ini.”(W/G/F.2/14-11- 2018)

Berdasarkan wawancara di atas, dapat dijelaskan bahwa pihak sekolah terus mendukung Guru Aqidah Akhlak dalam menangani kenakalan siswa-siswanya yang bermasalah di sekolah, Guru Aqidah Akhlak pun selalu menyiapkan strategi-strategi baru dan terbaik untuk memaksimalkan penyelesaian masalah-masalah siswanya dan siswa

pun takut untuk mengulangi perbuatan yang telah dilakukan selama ini.

b) Adanya kerjasama antar guru di sekolah

Sekolah MTs Nurul Haq sangat menjunjung tinggi kerjasama, antar guru dengan guru, guru dengan staf, dan guru dengan kepala sekolah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi siswa.

Seperti yang di kemukakan Guru Aqidah Akhlak bahwa :

“Disini kami selalu melakukan kerjasama antar guru-guru yang lain, apalagi dalam menyelesaikan pemasalahan- permasalahan yang sedang di alami siswa. Kemudian ada salah satu guru yang tidak masuk mengajar maka kepala sekolah atau guru yang lain mengisi kelas yang tidak ada gurunya, sehingga tidak ada waktu luang untuk siswa bersantai-santai di jam pelajaran bahkan membolos saat jam pelajaran berlangsung”.

(W/G/F.2/14-11-2018).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa adanya kerjasama antar guru disekolah juga sangat berpengaruh dalam menyelesaikan permasalahan kenakalan-kenakalan yang dilakukan siswa tersebut.

Salah satunya Dengan tidak memberikan waktu luang di saat jam kosong maka siswa tidak diberi kesempatan untuk menyepelekan jam kosong tersebut.

2. Faktor Eksternal

a) Dukungan orangtua/Wali

Dukungan orangtua/wali juga sangat berperan penting untuk siswa, apabila orangtua selalu memperhatikan pendidikan anaknya maka anak tersebut juga bisa berpengaruh di sekolah. Hal ini terbukti siswa yang mendapatkan dukungan lebih dari orangtuanya akan

berbeda jauh dengan siswa yang orangtuanya kurang perduli maka anak akan berbuat semaunya sendiri.Dukungan orangtua sangat dibutuhkan, seperti yang dijelaskan oleh guru Aqidah Akhlak bahwa :

“Dukungan orangtua sangat kami butuhkan karena tanpa dari dukungan dari mereka, strategi-strategi yang kami lakukan disekolah tidak akan kami laksanakan tanpa persetujuan dari mereka, biasanya kami mengirimkan surat kepada orangtua siswa untuk ditandatangani dan mengizinkan anaknya di berikan hukuman apabila telah melakukan kenakalan yang telah di langgar di sekolah, jadi jika suatu saat siswa tersebut melanggar peraturan sekolah maka sekolah berhak menghukum atau memberi teguran sesuai apa yang telah dilakukan siswa tersebut”.

(W/G/F.2/14-11-2018)

Dari uaraian diatas dapat dijelaskan bahwa siswa yang selalu mendapatkan perhatian atau pengawasan dari orangtua akan berbeda jauh dengan siswa yang orangtuanya tidak terlalu perduli dengan pendidikannya di sekolah.

Berdasarkan dari hasil observasi strategi guru akidah akhlak dan wawancara yang penulis lakukan, maka penulis melihat faktor pendukung sangat membantu guru aqidah akhlak dalam menangani kenakalan siswa-siswanya, karena dilihat dari segi faktor pendukungnya yaitu yang terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internal yaitu adanya Dukungan dari pihak sekolah untuk terus memperbaiki akhlak siswa dan Adanya kerjasama antar guru di sekolah. Dan faktor eksternalnya yaitu dukungan dari orangtua/ wali.

D. Analisis Faktor Penghambat Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Rumbia

Guru Aqidah Akhlak dalam melakukan tugas dan perannya dalam menangani kenakalan siswa tentu tidak terlepas dari kendala-kendala yang ditemukan dalam menangani kenakalan siswa tersebut. Penulis dalam hal ini menganalisis faktor penghambat Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Rumbia, berdasarkan hasil wawancara teridentifikasi bahwa faktor-faktor penghambat tersebut antara lain:

1. Faktor internal

Faktor internal yang menjadi hambatan guru aqidah akhlak dalam menangani kenakalan siswa adalah:

a) Keamanan sekolah

Dalam wawancara penulis dengan guru Aqidah Akhlak di MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia, beliau mengatakan bahwa :

“Disini lingkungan sekolah karena luas, luas dalam arti pagarnya tidak maksimal, kalau didepan sudah aman karena ada petugas yang mengontrol, tapi kalau di belakang tidak, karena di belakang banyak tempat pelariannya siswa-siswa, bahkan dengan membawa motornya mereka bisa kabur, karena lingkungan sekolah berdekatan dengan rumah warga dan kebun warga.

Karena kondisi pagar yang tidak maksimal maka siswa memanfaatkan untuk kabur dan bolos sekolah”. (W/G/F.3/14-11- 2018)

Dari uraian diatas dapat di jelaskan bahwa masalah keamanan disekolah MTs Nurul Haq Bina Karya Puta Rumbia sebenarnya terbilang amanakan tetapi karna tidak maksimalan pagar dan petugas

gerbang dalam menjaga maka siswa memanfaatkan kondisi yang ada pada lingkungan tersebut, sehingga siswa memberanikan diri untuk bolos sekolah.

2. Faktor eksternal

a) Kerjasama dengan orangtua siswa

Dalam wawancara penulis dengan guru Aqidah Akhlak di MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia, beliau mengatakan bahwa :

“Saya dengan orangtua siswa kurang berkomunikasi karena orangtua siswa selalu berkomunikasi dengan wali kelasnya atau langsung ke pihak sekolah jika anaknya bermasalah”.

(W/G/F.3/14-11-2018)

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kerjasama antara orangtua siswa dengan Guru Aqidah Akhlak masih kurang terjalin dengan baik, karena guru aqidah akhlak jarang berkomunikasi dengan orangtua siswa mengalami permasalahan yang dialami siswa.

b) Teman sebaya

Dalam wawancara penulis dengan guru Aqidah Akhlak di MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia, beliau mengatakan bahwa :

“Teman itu sangat berpengaruh bagi teman yang lain, karena teman yang baik akan menghasilkan teman yang baik pula begitupun sebaliknya, karena mereka setiap hari bergaul dengan teman sebayanya karena siswa yang biasanya temannya baik maka dia akan ikut baik, tapi kalau temannya bolos pasti ikut-ikut aja, walaupun dia siswa pintar, karena mereka kadang tidak enak dengan temannya sendiri”. (W/G/F.3/14-11-2018)

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teman sebaya dapat mempengaruhi kenakalan siswa, baik teman sebaya dari ruang lingkup sekolah maupun diluar sekolah atau di lingkungan masyarakat.

c) Lingkungan masyarakat

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa juga dapat mempengaruhi proses belajar siswa, seperti yang penulis sudah paparkan sebelumnya, bahwa lingkungan masyarakat yang berdekatan dengan sekolah dan biasanya orang-orang luar bebas keluar masuk sekolah, dan kadang mempengaruhi siswa untuk bolos sekolah. Jadi bolosnya siswa di sekolah menimbulkan efek yang tidak baik seperti tidak mengikuti pelajaran, memungkinkan siswa tersebut mendapatkan hukuman dari sekolah.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan penulis dengan judul

“Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia Lampung Tengah Tahun Ajaran 2018/2019”. Dari berbagai data yang telah penulis peroleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Guru Aqidah Akhlak di MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia Lampung Tengah mengetahui pentingnya menangani kenakalan siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa.

2. Guru Aqidah Akhlak menerapkan strategi tindakan prefentif dan tindakan hukuman saja, dan mengabaikan tindakan-tindakan yang lainnya, seperti tindakan refresif, kuratif dan rehabilitasi. Hal ini terlihat dari sikap guru dalam menangani kenakalan siswa dengan memberi hukuman dan sangsi kepada siswa yang melakukan pelanggaran atau kenakalan. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa guru Aqidah Akhlak belum secara maksimal menerapkan strategi dalam menangani kenakalan siswa di MTs Nurul Haq.

3. Faktor pendukung Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia antara lain:

a) Faktor internal yaitu Dukungan dari pihak sekolah untuk terus memperbaiki akhlak siswa, Adanya kerjasama antar Kepala sekolah dan guru di sekolah.

b) Faktor Eksternal yaitu Dukungan orangtua/Wali.

c) Faktor penghambat Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam Menangani Kenakalan Siswa MTs Nurul Haq Bina Karya Putra Rumbia antara lain:

1) Faktor internal yaitu Keamanan sekolah

2) Faktor eksternal yaitu Kerjasama dengan orangtua siswa, teman sebaya dan lingkungan masyarakat.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kenyataan yang ada di lapangan, maka penulis dapat memberikan saran atau masukan yang mungkin berguna bagi pihak sekolah dan guru serta siswa. Sehingga dapat dijadikan sebuah acuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan Strategi Guru Aqidah Akhlak dalam menangani kenakalan siswa. Terkait dengan hal tersebut, maka beberapa saran yang direkomendasikan penulis antara lain:

1. Bagi Pihak Sekolah

Pihak sekolah hendaknya lebih serius dalam menangani kenakalan siswa, diharapkan peraturan sekolah diterapkan secara maksimal berikut dengan sangsi pelanggaran yang dilakukan.

2. Bagi Guru Aqidah Akhlak

Guru Aqidah Akhlak hendaknya mampu menerapkan strategi pemecahan masalah kenakalan siswa secara maksimal yaitu dengan melakukan tindakan prefentif, refresif, kuratif, hukuman, dan rehabilitasi. Sebagai upaya pencegahan, penanganan, penanggulangan terhadap siswa yang melakukan kenakalan.

3. Bagi Siswa

Siswa diharapkan mawasdiri dalam bermain, bergaul, menonton televisi dan media elektronik agar terhindar dari pengaruh perilaku-perilaku yang tidak baik yang akan merusak moral dan akhlak sehingga dapat di harapkan menjadi generasi penerus bangsa dan negara.

4. Kepada Orangtua/Wali

Orangtua/Wali diharapkan untuk lebih mengawasi, memperhatikan, dan mengontrol terhadap tingkah laku kehidupan anak sehari-hari, sebab muara anak diluar sekolah lebih banyak daripada di sekolah. Oleh karena itu, dukungan dan peran orangtua sangat di harapkankan demi masa depan dan kesuksesan bersama.

LAMPIRAN

DOKUMENTASI PENELITIAN

Wawancara dengan Guru Akidah Akhlak

Wawancara dengan siswa

Wawancara dengan siswa

Gedung MTs Nuurul Haq

Gedung MTs Nuurul Haq

Sis

Suasana belajar siswa MTs Nurul Haq

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO (Halaman 59-62)

Dokumen terkait