• Tidak ada hasil yang ditemukan

Macam-macam Bentuk Kenakalan

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO (Halaman 33-38)

BAB II LANDASAN TEORI

B. Kenakalan Siswa

3. Macam-macam Bentuk Kenakalan

Masalah kenakalan siswa adalah yang menjadi perhatian umum dimana saja, baik masyarakat yang telah menjadi maju maupun dalam masyarakat yang primitive sekalipun, karena kenakalan berakibat menggangu ketentraman orang lain. Belakangan ini banyak guru-guru, orang tua, dan orang-orang yang sekitar mengeluh. Anak-anak terutama remaja atau siswa banyak yang nakal, keras kepala, berbuat keonaran, dan bnyak lagi ketentraman umum, gejala-gelaja itulah yang terdapat pada siswa.

Adapun bentuk-bentuk kenakalan siswa yaitu:

1) Tidak patuh pada guru yakni tidak segan-segan menentang gurunya, apabila tidak sesuai dengan alur pikirannya.

2) Membolos sekolah lalu bergelandangan sepanjang jalan, atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil sambil melakukan eksperimen bermacam-macam kedurjanaan dan tidak asusila.

3) Cara berpakaian yang tidak sopan atau tidak sesuai dengan peraturan yang ada pada sekolah.

4) Kebut-kebutan di jalan yang menganggu keamanan lalu lintas, dan membahayakan diri sendiri dan orang lain

5) Kecanduan dan ketagihan narkoba dan minuman keras yang erat bergandengan dengan tindak kejahatan

6) Perjudian dan bentuk permainan lain dengan taruhan, sehingga mengakibatkan kriminalitas.21

21Kartini Kartono, Psikologi Sosial 2 Kenakalan Remaja, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006) h.22

Perilaku menyimpang oleh siswa sering kali merupakan gambaran dari gangguan tingkah laku siswa yang menurut Dadang Hawari yang di kutip oleh Aat Syafaat, ditandai dengan tiga atau lebih kriteria dari gejala- gejala berikut ini:

1) Sering membolos.

2) Dikeluarkan atau di skors dari sekolah karena berkelakuan buruk.

3) Sering kali lari dari rumah atau minggat dan bermalam di luar rumahnya.

4) Selalu berbohong.

5) Berulang-ulang melakukan hubungan seks walaupun hubungannya belum akrab.

6) Seringkali mabuk atau menyalahgunakan narkotika dan zat adiktif lainnya.

7) Sering kali mencuri.

8) Sering kali merusak barang milik orang lain

9) Prestasi di sekolah yang jauh di bawah taraf kemampuan kecerdasan (IQ) sehingga berakibat tidak naik kelas.

10) Sering kali melawan otoritas yang lebih tinggi, seperti melawan guru atau orang tua, melawan aturan-aturan di rumah atau di sekolah, serta tidak disiplin.

11) Sering kali memulai perkelahian.22

Beraneka ragam tingakah laku atau perbuatan siswa yang sering menimbulkan kegelisahan dan permasalahan terhadap orang lain. Sering di kemukakan bahwa siswa itu nakal, kenakalan itu sedemikian rupa mengesalkan, melelahkan, maupun merugikan orang lain.

Menurut didik hermawan dalam buku yang berjudul aku sudah gede, disebutkan bahwa bentuk kenakalan remaja/peserta didik dapat di bagi menjadi empat macam, yaitu:

22 Aat Syafaat, Sohari Sahrani, Muslih, Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Kenakalan Remaja, h. 82-83

1) Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain.

2) Kenakalan yang menimbulkan korban materi dipihak lain.

3) Kenakalan yang menimbulkan korban dipihak lain, seperti pelacuran, penyalahgunaan obat, dan lain-lain.

4) Kenakalan yang melawan status, misalnya membolos sekolah.23

Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa macam- macam bentuk kenakalan ini masih ada beberapa bentuk kenakalan yang bersifat umum. Adapun bentuk kenakalan siswa yang bersifat khusus antara lain yaitu menetang guru, membolos, berpakaian yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah, taruhan dan perkelahian atau tawuran. Dari beberapa bentuk kenakalan diatas semuanya menimbulkan dampak negatif yang tidak baik bagi dirinya sendiri dan orang lain, serta lingkungan sekitarnya. Adapun aspek-aspeknya yaitu terdiri dari aspek perilaku yang melanggar aturan dan status, perilakuyang membahayakan diri sendiri dan orang lain, perilaku yang menimbulkan korban materi dan perilaku yang mengakibatkan korban fisik.

Bentuk-bentuk kenakalan yang dilakukan diatas biasanya di lakukan oleh siswa ketika mereka sengan adalah masalah berat atau frustasi.

Frustasi adalah “ suatu proses yang menyebabkan orang merasa akan adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan-kebutuhannya, atau menyangka akan terjadi suatu hal yang menghalangi keinginannya orang yang sehat mentalnya akan dapat menunda untuk sementara pemuasan kebutuhannya itu atau ia akan menerima frustasi itu sementara waktu saja,

23 Enung Fatimah, Psikologi Perkembangan, (Bandung : Pustaka Setia,2006), h. 98

sambil menunggu kesempatan yang memungkinkan untuk mencapai keinginannya”.

Kemudian konflik batin yang merupakan adanya pertentangan antara dua macam dorongan atau lebih yang saling berlawanan, dan tidak mungkin terpenuhi dalam waktu yang bersamaan. Konflik itu pun dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana jika seseorang mampu mengunakan akal sehatnya dan suasana batin yang tentram, terutama dalam menentukan sikap dan langkah hidupnya.

Kesehatan mental yang terjadi pada siswa sangan beragam bentuknya. Didalam hidup seorang siswa sebagai manusia yang memiliki sikap sosial, tentu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus terpenuhi, jika kebutuhannya tidak dapat dipenuhinya maka akan menjadi gelisah dan merasa tekanan batin. Sedangkan kegelisahan dan tekanan batin ini akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang kadang akan menyimpang dari hal yang wajar. Bagi orang yang sehat mentalnya, maka segala usaha yang ia akan lakukan akan selalu wajar dan dapat mencapai tujuan dengan mudah. Kebutuhan-kebutuhan tersebut antara lain rasa kasih sayang, rasa aman, rasa harga diri, rasa bebas, rasa mengenal dan rasa sukses.

Di bawah ini akan di jelaskan beberapa kenakalan siswa yang sering dilakukan siswa diantaranya adalah sebagai berikut:

Tabel 1

Indikator Kenakalan Siswa yang Melanggar Tata Tertib Aspek kedisiplinan - Alpa/ Absen

- Terlambat

- Makan dan minum dikantin saat jam pelajaran

- Meninggalkan kelas saat jam pelajaran - Mengaktifkan hp atau mainan hp saat

pelajaran berlangsung

Aspek kerapihan - Tidak memakai topi/kopiah dilingkungan sekolah

- Tidak memakai atribut sekolah secara lengkap

- Potongan rambut tidak rapi/rambut panjang bagi anak laki-laki

- Dilarang memakai sepatu warna-warni - Dilarang memakai celana/rok danbaju

ketat

Aspek perilaku - Ribut di kelas

- Main-main dikelas dan tidak memperhatikan guru

- Kurang serius dalam proses pembelajaran - Mengganggu teman

- Mencuri - Berkelahi

- Membolos

- Membuang sampah sembarangan terlibat dalam menyalahgunaan narkoba

- Tidur dikelas

KETERANGAN

a. Siswa yang melanggar poin tersebut maka langsung dilakukan penanganan berupa peneguran, peringatan dan pembinaan.

b. Siswa yang melakukan pelangaran maksimal tiga kali maka dilakukan penanganan lebih lanjut.24

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO (Halaman 33-38)

Dokumen terkait