• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Penelitian .1 Paradigma Penelitian .1 Paradigma Penelitian

Pada umumnya paradigma merupakan sudut pandang biasa yang dipahami oleh seseorang peneliti dalam melihat atau memandang gejala yang ada dan muncul dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Paradigma adalah pedoman yang sering menjadi dasar bagi peneliti didalam mencari fakta-fakta melalui kegiatan penelitian yang dilakukan.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berakar pada paradigma konstruktivisme yang menggali makna perilaku yang ada dibalik tindakan manusia. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme.

Karena metodologi dalam penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana peneliti akan mengumpulkan serta menganalisis data yang ada.

Paradigma ini memandang bahwa kenyataan ini hasil konstruksi atau bentukan

dari hasil manusia itu sendiri. Kenyataan itu bersifat ganda, dapat dibentuk, dan merupakan satu keutuhan.

Kenyataan ada sebagai hasil bentukan dari kemampuan berpikir seseorang.

Pengetahuan hasil bentukan manusia itu tidak bersifat tetap, tetapi berkembang terus. Penelitian kualitatif berdasarkan paradigma konstruktivisme yang berpandangan bahwa pengetahuan itu bukan hanya berupa hasil pengamatan terhadap fakta, tetapi juga merupakan hasil konstruksi pemikiran seubjek yang diteliti. Pengenalan manusia terhadap realitas sosial berpusat pada subjek bukan pada objek, hal ini berarti bahwa ilmu pengetahuan bukan hasil pengalaman semata, tetapi merupakan juga hasil konstruksi oleh pemikiran.

Menurut Soewadji (2012: 46) konstruktivisme atau naturalise lebih menempatkan orientasi metodologinya dengan mengkaji kehidupan sosial dalam settingnya yang alami, mengalami, mengobservasi, mendeskripsi, memahami dan menganalisis bagian kehidupan social dalam situasi sebenarnya, serta bebas dari manipulasi saintifik.

Menurut Glaserfeld (Yunus, 2009: 70) mengemukakan bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan itu adalah konstruksi (bentukan) diri sendiri. Pernyataan ini menegaskan bahwa pengetahuan bukanlah suatu turunan dari kenyataan tetapiakibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan sesorang.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme.

Konstruktivisme merupakan sebagai suatu pandangan yang lain terhadap dunia.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Thomas Khun bahwa semesta secara

epostimologi merupakan hasil konstruksi social. Pengetahuan atau pandangan manusia dibentuk oleh kemampuan tubuh indrawi dan intelektual asumsi-asumsi kebudayaan dan Bahasa yang tanpa kita sadari. Bahasa dan ilmu pengetahuan bukanlah cerminan semesta, melainkan Bahasa membentuk semesta, bahwa setiap Bahasa mengkonstruksi aspek-aspek tertentu dari semesta dengan caranya sendiri.

(Bungin:2001)

Dari penelitian diatas, penulis menyimpulkan bahwa kajian paradigma konstruktivisme ini menempatkan posisi peneliti setara atau sama dan bias mungkin masuk dengan subjeknya, serta berusaha memahami dan mengkonstruksikan sesuatu yang menjadi pemahaman si subjek yang akan diteliti 3.2.2 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian ini adalah Kualitatif pada proses penelitian akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis yang diamati. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan kemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti.

Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut dikumpulkan menggunakan beragam sarana. Sarana itu meliputi pengamatan dan wawancara, namun bias juga mencakup dokumen, buku, kaset, video, dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain misalnya data sensus. Nasir (2009:57).

Penelitian kelas sosial pada foto anak-anak dalam karya Dayat Sutisno harus ditemukan sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujua, dan manfaat penelitian, maka dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

Pendekatan kualitatif adalah suatu pedekatan dalam melakukan penelitian yang beroriantasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah karena orientasinya demikian, maka sifatnya naturalistik dan mendasar harus terjun di lapangan.

Oleh sebab itu, peneliti semacam ini disebut dengan field study. (Nawawi, 1994:159-176)

Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan penelitian data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan tentang orang- orang, perilaku yang dapat diamati sehingga menemukan kebenaran yang dapat diterima oleh akal sehat manusia .

Digunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif ini berdasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu :

1. Menyesuaikan metode kualitatif lebih muda apabila berhadapan dengan kenyataan ganda.

2. Metode ini secara langsung menghubungan antara peneliti dengan responden.

3. Metode ini lebih pada menyesuaikan diri dengan penajaman bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Pendekatan Kualitatif. (Nawawi, 1994:

159 - 176)

Sehubungan dengan masalah penelitian ini, maka peneliti mempunyai rencana kerja atau pedoman pelaksanaan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, di mana yang dikumpulkan berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep-konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam

mengungkapkan masalah.Penelitian kualitatif adalah rangkaian kegiatan atau proses penyaringan data atau informasi yang bersifat sewajarnya mengenai suatu masalah dalam kondisi, aspek atau bidang tertentu dalam kehidupan objeknya.

3.2.3 Metode Penelitian Interpretasi Teks

Dalam dunia yang sudah dipenuhi image atau gambar-gambar, dan tulisan- tulisan yang ada dikoran, televisi, film, video, iklan, novel, dan lain sebagainya, cara kita menetukan diri kita atau mendefinisikan indentitas kita dan lingkungan sekitar kita ternyata bervariasi dan berbeda satu sama lainnya.

Di era yang disebutnya sebagai “media satured world” saat kehidupan manusia telah dimediasi oleh media massa. Apa yang ada disekitar kita, menentukan cara kita bertindak dan berperilaku terhadapnya, karena apa yang kita lihat, tonton, baca, dengarkan dan nikmati dari media massa seolah

“mengajarkan” kita untuk melakukan seperti itu. Pada kenyataannya, budaya kita sebenarnya juga dibentuk oleh media massa yang kita nikmati tiap harinya.

Ida, (2014: 3).

3.2.4 Sifat Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti berpendapat, bahwa penelitian ini memiliki sifat deskriptif. Bahwa di dalam penelitian kualitatif terdapat ciri-ciri yang bersifat deskriptif, dimana pada penelitian kualitatif data yang dikumpulkan umumnya berbentuk kata-kata, gambar, dan kebanyakan bukan angka-angka. Dengan

demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut.

Pendekatan deskriptif bermaksud memberikan gambaran sosial suatu gejala tertentu, sudah ada informasi gejala sosial seperti yang sudah di maksudkan dalam suatu permasalahan penelitian namun belum memadai. Penelitian deskriptif menjawab pertanyaan apa dengan penjelasaan yang lebih terperinci mengenai gejala sosial yang di maksudkan kedalam suatu permasalahan penelitian yang bersangkutan (Moleong, 2011:11)

Alasan mengapa penulis menggunakan penelitian deskriptif adalah karena penulis ingin mendeskripsikan pesan-pesan dan makna yang terkandung di dalam karya foto Dayat Sutisno dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce.

Dokumen terkait