• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Wawancara Terstruktur

4.2 Subyek Penelitian

Tidak sekedar memperlihatkan keadaan kalangan bawah dengan fotonya.

Foto human interest juga bisa dijadikan promosi atau memperkenalkan budaya dan adat yang ada di negera kita karena keberagaman budaya dan adat. Dalam membuat foto human interest ada beberapa tehnik atau point-point yang harus diperhatikan, yang pertama adalah moment, seseorang fotografer harus mampu dan jeli terhadap suatu moment yang mungkin tidak bisa terulang kembali. yang kedua komposisi, dalam membuat foto komposisi harus diperhatikan agar hasil foto memiliki komposisi yang tepat.

Selanjutnya yang ketiga yang harus diperhatikan adalah konsep, konsep foto harus diperhatikan dalam membuat foto ini agar foto bisa lebih bermakna dan lebih mempunyai cerita. Ke empat gunakanlah cahaya alami, agar bisa mendapat cahaya alami, sebisa mungkin mengambil foto di saat terang cahaya matahari.

Yang kelima dalam foto human interest sebisa mungkin mendapatkan ekspresi seseorang yang ingin dijadikan objek foto, ekspresi terebut haruslah alami apa yang ia rasakan tidak dibuat buat dengan settingan. Memfoto objek tersebut gunakanlah pedekatan dengan objeknya terlebih dahulu agar kita bisa mendapatkan ikatan emosional dari si objeknya dan bisa membuat nyaman objek

tersebut yang ingin kita ambil.

(https://sites.google.com/a/upi.edu/photography/home/6-keahlian-khsus/human- interest)

Dayat Sutisno adalah seorang fotografer dari jawa barat,ia merupakan anggota dalam komunitas Instanusantara people,dan geonusantara. Geonusantara merupakan sebuah komunitas fotografi yang bermula di Instagram dan beranggotakan warga negara Indonesia yang mempunyai kecintaan yang kuat terhadap Indonesia. Member Geonusantara disebut sebagai Keluarga Geonusantara untuk menjalin persatuan antar anggota, intimasi dan rasa memiliki, serta untuk membina solidaritas sesama penggemar fotografi.

` Geonusantara mempunyai makna dari arti katanya tersebut, Geonusantara secara harfiah berasal dari kata geo dan nusantara. Kata geo yang berarti Bumi, dan Nusantara yang berarti nama lain dari Indonesia. Nusantara-pun secara etimologis berasal dari bahasa Sansekerta nusa (pulau) dan antara (ruang), sehingga berarti gugusan/kumpulan pulau-pulau untuk menjadi negara yang besar.

Geonusantara didirikan pada tanggal 1 September 2015 oleh Aditya Agus Setyawan dengan bentuk sebagai akun fitur. Seiring berjalannya akun fitur geonusantara sangat banyak pihak yang menginginkan agar Geonusantara diubah menjadi komunitas. Selain itu, timbul rasa keinginan oleh founder dalam mengumpulkan rekan-rekan sehobi dan menjadikan Geonusantara pemersatu banyak anggota dari berbagai daerah serta memperbanyak relasi dan silaturahmi.

Menjawab keinginan tersebut, dimulai dengan merekrut 20 anggota sebagai trial dalam menciptakan komunikasi dalam grup LINE dan sebagai parameter kesiapan Geonusantara menjadi komunitas. Pada tanggal 8 Oktober 2015, Geonusantara secara mantap membuka pendaftaran member untuk umum

pertama kalinya dan secara resmi Geonusantara bertransformasi sebagai komunitas. Dari beberapa terminologi tersebut, dapat diartikan bahwa Geonusantara adalah segala sesuatu yang terdapat di Bumi Indonesia (Nusantara).

Visi dan Misi dari geonusantara ialah, visi Sebagai referensi pariwisata dan melestarikan kearifan lokal serta menjadi komunitas fotografi terbesar dan terbaik di indonesia. dan misi dari geonusantara

1. Melakukan inovasi melalui dunia fotografi.

2. Membangun solidaritas dan kekompakan ke seluruh member Geonusantara serta menciptakan suasana kekeluargaan.

3. Menjalin keakraban dan hubungan baik dengan organisasi/perkumpulan lain yang bergerak di bidang fotografi, kemanusiaan, dan nasionalisme.

4. Memberi maanfaat dalam lingkungan dan sosial.

(https://www.geonusantara.org/)

Geonusantara tidak hanya sekedar komunitas fotografi, lebih dari itu merupakan keluarga, tempat belajar, dan sebuah wadah pemersatu penggemar fotografi di seluruh Nusantara. Geonusantara merupakan sebuah komunitas fotografi besar yang berbasis kompetensi, dan menjadikan komunitas untuk sharing dan pengalaman didalam fotografi, para member atau angogota dari komunitas geonusantara menggangap semua anggotanya adalah keluarga yang ditanamkan setiap para member yang berarti sama rata dan sama rasa, geonusantara menghilangkan sekat antara fotografer. Rasa segan berubah jadi kekeluargaan jadi para member merasa dirinya sama-sama saling belajar dalam

dunia fotografi tidak ada kata profesional dalam kepribadian setiap member baik yang sudah jago dalam dunia fotografi maupun amatir, dan rasa iri berubah menjadi motivasi. Karena adanya rasa keluargaan yang dibangun oleh komunitas tersebut

Dayat Sutisno juga bergabung dalam komunitas instanusantara Indonesia.

Instanusantara Indonesia memiliki sejarah perjalanan yang panjang dalam komunitasnya tersebut, di perkembangan dunia fotografi di sosial media. Para anggota komuitas tersebut berasal dari Indonesia di bermacam daerah yang ada di Indonesia, dan fokus komunitas tersebut adalah untuk menyatukan seluruh budaya, suku, dan ras melalui fotografi. Kami telah eksis di dunia social media, kurang lebih hampir 8 Tahun, dan komunitas tersebut terus menerus melakukan inovasi.

Komunitas tersebut memiliki sebuah harapan. Harapan dari komunitas tersebut mempunyai harapan, platform instanusantara menjadi sebuah portal konten ilmu pengetahuan yang luas dan tidak terbatas. Menjadi sebuah tempat untuk saling bertanya dan menjawab sebuah masalah. Berbekal dari pengalaman berkomunitas di instagram, instanusantara ingin berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Instanusantara memiliki beberapa fitur, dari komunitas tersebut memiliki empat (4) fitur yang meliputi:

1. Membuat dan membagikan sebuah konten.– Instanusantara membatasi konten yang banyaknya konten yang dibagikan

berdasarkan aturan untuk mengantisipasi spaming konten.- Konten yang dibagikan harus menimbulkan sebuah manfaat bagi pembaca.

Misalnya : Pandangan pribadi terhadap sesuatu, tutorial yang bermanfaat, ataupun cerita sebuah perjalanan, artikel budaya, suku, dan lain lain.- Instanusantara berhak mengnonaktifkan konten yang dianggap tidak sesuai kategori

2. Voting konten setiap member dapat memberi vote up atau vote down (1 poin) terhadap konten. Voting akan mempengaruhi jumlah tayang konten itu sendiri berdasarkan algoritma Instanusantara.

3. Lencana member-member akan mendapatkan lencana membership sesuai dengan poin yang didapat. Poin didapatkan melalui interaksi di platform. Contoh : membuat konten, melakukan voting, membuat komentar, bahkan membaca artikel. Semakin banyak interaksi member terhadap Instanusantara semakin banyak poin yang didapatkan.

4. Kategori dan Hashtag– Kategori bisa dipilih ketika membuat konten, pilih konten sesuai dengan kategori yang sudah disediakan.- Hashtag juga dapat dipilih ketika user membuat konten, gunakan hashtah tanpa menggunakan tanda pagar (#).

(https://instanusantara.com/2020/01/20/selamat-datang/)

Dokumen terkait