Untuk mengetahui isi foto Dayat Sutisno yang mengandung simbol kelas sosial dan kemanusiaan. Helen Olivia, S.Ikom, M.Ikom selaku pembimbing pertama dalam penyusunan skripsi ini sangat bermanfaat bagi penulis.
Latar Belakang Masalah
Objek foto Dayat Sutisno sebagian besar berkisah tentang anak-anak yang berkonsep humanistik dan bergenre Human Interest. Foto ini menyampaikan pesan sosial bahwa terdapat stratifikasi sosial pada karya fotografer Dayat Sutisno.
Pertanyaan Penelitian
Anak-anak sering kali menjadi subjek fotografi karena ciri-ciri, ekspresi, struktur tubuh, dan lain-lain. masih tergolong natural dalam reaksi stilistikanya untuk menjadi objek foto. “Representasi Kelas Sosial dalam Foto Anak (Semiotika Makna dalam Karya Foto Anak Dayat Sutisna).”
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Manfaat Praktis
Landasan Teoritis .1 Semiotika .1 Semiotika
Semiotika Charles S. Pierce
Konsep tanda sering dijadikan acuan dalam penafsiran seluruh tanda yang ada di dunia ini. Sesuatu yang lain yang oleh Pierce disebut sebagai interpretant disebut dengan interpretant tanda pertama, yang pada gilirannya akan merujuk pada objek tertentu.
Tradisi Semiotika
Cabang ini mempunyai pengaruh paling penting terhadap teori komunikasi karena tanda dan sistem tanda dipandang sebagai sarana komunikasi manusia. Hal ini mencakup studi tentang tanda dan proses tanda, penanda penamaan, simile, analogi, metafora, simbolisme, makna dan komunikasi.
Teori Representasi
Politik identitas merupakan bagian dari politik representasi, namun politik representasi belum tentu merupakan bagian dari politik identitas. Dengan kata lain, fokus utama politik identitas adalah politik kekuasaan, sedangkan politik representasi adalah kebudayaan.
Landasan Konseptual .1 Media Massa .1 Media Massa
- Bahasa Dan Visual
- Tanda Dan Penanda
- Makna
- Fotografi (photography)
- Anak-Anak (chilldern)
Pada dasarnya kajian media massa menyangkut pencarian pesan dan makna dalam materi, karena sebenarnya semiotika komunikasi yang seolah menjadi landasan ilmu komunikasi adalah suatu proses komunikasi yang inti dan hakikatnya adalah makna. Berkomunikasi di media massa merupakan topik dari banyak ilmu sosial, hanya sebagian dari bidang penelitian komunikasi manusia. Penyampaian media massa dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber kepada khalayak (penerima pesan) dengan menggunakan alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, iklan, radio, dan televisi.
Media massa merupakan faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses klasik pengenalan, atau proses peniruan pembelajaran sosial. Menurut Arthur Asa Berger, seseorang harus mempelajari apakah kata-kata mempunyai makna dan apakah tanda-tanda mempunyai makna. Peirce menunjukkan bahwa tanda-tanda diasosiasikan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya mempunyai hubungan sebab-akibat dengan tanda-tanda tersebut atau karena adanya hubungan konvensional dengan tanda-tanda tersebut.
Deskripsi terbaik mengenai kamera diberikan oleh Giovani Battista della Porta pada tahun 1558, yaitu penggunaan kamera obscura sebagai alat bantu menggambar. Perkembangan fotografi di Indonesia dimulai pada tahun 1841, dipelopori oleh Dr. Juririan Mutnich dan dua fotografer asal Inggris, Walter B.
Krangka Pemikiran
Tempat dan Waktu Penelitian
Desain Penelitian .1 Paradigma Penelitian .1 Paradigma Penelitian
Metode Penelitian Interpretasi Teks
Di dunia yang penuh dengan gambar dan tulisan di surat kabar, televisi, film, video, iklan, novel, dan lain-lain, cara kita menentukan atau mendefinisikan jati diri dan lingkungan sekitar kita ternyata beragam dan berbeda-beda. lain. Dalam apa yang disebutnya sebagai “dunia yang jenuh media”, kehidupan manusia dimediasi oleh media massa. Apa yang ada di sekitar kita menentukan cara kita bertindak dan berperilaku terhadapnya karena apa yang kita lihat, tonton, baca, dengar dan nikmati di media massa.
Kenyataannya, budaya kita juga dibentuk oleh media massa yang kita nikmati sehari-hari.
Sifat Penelitian
Tujuan pendekatan deskriptif adalah untuk memberikan gambaran sosial terhadap suatu fenomena tertentu.Informasi tentang fenomena sosial sebagaimana tergambar dalam permasalahan penelitian sudah ada, namun belum cukup. Penelitian deskriptif menjawab beberapa pertanyaan dengan penjelasan yang lebih rinci mengenai fenomena sosial yang menjadi acuan masalah penelitian yang dimaksud (Moleong, 2011: 11). Alasan penulis menggunakan penelitian deskriptif adalah karena penulis ingin menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce untuk mendeskripsikan pesan dan makna yang terkandung dalam karya fotografi Dayat Sutisna.
Subjek Dan Objek Penelitian
Instrumen Pengumpulan Data 1. Observasi Non Partisipant
Wawancara Terstruktur
Tehnik Analisis Data
Objek dapat berupa representasi mental (di dalam pikiran), dapat pula berupa sesuatu yang nyata di luar tanda. Model triadik Peirce sering juga disebut dengan “segitiga issemiotik makna” atau dikenal dengan segitiga makna, yang penjelasannya secara sederhana: tanda adalah sesuatu yang dikaitkan pada seseorang dengan cara atau kapasitas tertentu terhadap sesuatu. Suatu tanda menunjuk pada seseorang, artinya ia menciptakan dalam benak orang itu tanda yang setara, atau tanda yang lebih berkembang, tanda yang diciptakannya disebut penafsiran yang pertama.
Metode deskriptif dapat digunakan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian saat ini berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya.
Gagasan Umum Stratifikasi Sosial .1 Stratifikasi Sosisal .1 Stratifikasi Sosisal
- Status Sosisal Dan Gaya Hidup
Orang yang mempunyai status tertentu seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, yang merupakan istilah komprehensif untuk gaya hidup. Gaya hidup adalah istilah komprehensif yang mencakup selera seseorang terhadap fashion, mobil, hiburan dan rekreasi, membaca dan lain-lain. Tidak hanya itu, literatur mengenai gaya hidup lebih didominasi oleh penelitian empiris dibandingkan upaya merumuskan teori secara komprehensif.
Menurut Nas dan v.d Sande, gaya hidup lebih luas dibandingkan konsep subkultur, karena uraiannya juga mencakup pemilik budaya dominan, dan lebih dinamis dibandingkan konsep subkultur, karena digambarkan dari sudut pandang individu. Dalam pengertian Nas dan V.D Sande, gaya hidup mengacu pada kerangka acuan yang digunakan seseorang dalam berperilaku. Individu dari kelas sosial, usia, jenis kelamin, dan etnis yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda.
Dimensi yang menunjukkan aspek lahirnya gaya hidup ini menggunakan simbol-simbol dan memberikan nilai simbolis pada benda-benda disekitarnya. Pada dasarnya pakaian merupakan indikator akurat mengenai kepribadian dan gaya hidup seseorang yang mengenakan pakaian tertentu.
Subyek Penelitian
Ada beberapa teknik atau hal yang perlu diperhatikan dalam membuat foto human interest, yang pertama adalah momen, fotografer harus bisa dan memperhatikan momen yang tidak boleh terulang kembali. yang kedua adalah komposisi, ketika anda membuat sebuah foto anda harus memperhatikan komposisinya agar foto yang dihasilkan memiliki komposisi yang tepat. Kelima, pada foto yang menarik bagi seseorang, sebisa mungkin mendapatkan ekspresi orang yang ingin dijadikan objek foto. Ekspresinya harus natural, apa yang dia rasakan, bukan dibuat-buat di lingkungannya. Saat kita memotret suatu objek, pertama-tama kita gunakan jarak dekat dengan objek tersebut agar kita dapat memperoleh hubungan emosional dari objek tersebut dan membuat objek tersebut nyaman. kami ingin mengambil itu. https://sites.google.com/a/upi.edu/photography/home/6-keahlian-khsus/human-interest).
Instantusantara Indonesia mempunyai sejarah panjang dalam komunitasnya, dalam mengembangkan dunia fotografi media sosial. Anggota komunitasnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan fokus komunitasnya adalah menyatukan semua budaya, suku, dan ras melalui fotografi. Kami sudah berkecimpung di dunia media sosial selama hampir 8 tahun dan komunitasnya terus berinovasi.
Harapan komunitas ini adalah platform Instantusantara menjadi portal konten pengetahuan yang besar dan tidak terbatas. Misalnya: pendapat pribadi tentang sesuatu, tutorial atau cerita perjalanan yang bermanfaat, artikel tentang budaya, suku, dll. - Instanusantara berhak menonaktifkan konten yang dianggap tidak sesuai kategori.
Hasil Penelitian
- Dua Anak Kecil Yang Berada Di Gerobak
- Anak-Anak Kecil Sedang Mengejar Hewan Unggas Tabel Foto
Foto Dayat Sutisno mempunyai pesan tentang kehidupan di pedesaan, banyak keluarga kecil yang kurang mampu secara ekonomi di pedesaan, yang terpuruk, sehingga banyak anak kecil yang tidak bisa merasakan indahnya bersekolah dan bisa merasakan pendidikan. , namun anak-anak ini mempunyai cita-cita, harapan atau impian yang sangat tinggi. Kedua anak tersebut memiliki jenis kelamin yang berbeda, yang satu laki-laki dan yang lainnya perempuan. Anak-anak ini sangat bersemangat mencari ilmu agar mereka bisa meraih masa depannya dan kelak bisa mengangkat derajat orang tuanya.
Di Indonesia, banyak anak kecil yang tidak bersekolah, terutama mereka yang berada di pedesaan yang kurang memperhatikan pendidikannya. Balon dirancang untuk mengajarkan anak kecil tentang hal ini.” Simbol balon mencoba menahan sesuatu, namun bisa juga menunjukkan kesediaan untuk melepaskannya. Sepak bola merupakan salah satu permainan dan olah raga yang paling digemari oleh semua orang mulai dari anak kecil, remaja hingga orang dewasa.
Foto konsep tersebut menampilkan ekspresi kegembiraan anak-anak kecil berburu binatang dengan latar belakang danau kecil di dekat desa dan pemukiman mereka. Pasalnya, anak-anak muda pada tahun sembilan puluhan ke bawah masih memainkan permainan tradisional seperti dump, petak umpet dan permainan tradisional lainnya.
Pembahasan
Berbagai hal dikaji dalam fotografi, namun penelitian ini menitikberatkan pada unsur semiotik yang terkandung dalam foto anak kecil dan pesan bermakna yang tercipta dalam fotografi objek anak kecil tersebut. Gadget kini membuat anak kecil bisa melupakan aktivitas dan aktivitas sosialnya di luar rumah. Unsur-unsur dalam foto anak kecil sama pentingnya dengan objek fotografi dan warna yang digunakan dalam montase, dilihat dari sudut pandang visual dan semiotik.
Properti atau benda bekas anak kecil yang dijadikan objek fotografi menyampaikan makna atau ceritanya. Dimana gambar tersebut mewakili dan memberikan pesan dengan strukturnya dari sebuah konsep bahwa banyak terdapat anak-anak di masyarakat pedesaan atau masyarakat kelas bawah yang dimana banyak anak-anak muda yang tidak berstatus terpelajar namun memiliki cita-cita yang sangat tinggi. Pesan tersebut menyampaikan makna pesan bahwa anak-anak usia dini ini mempunyai semangat juang dalam belajar dengan simbol sebagai penanda suatu benda kepemilikan berupa kendaraan angkut sepeda.
Foto 4.3.4 menunjukkan perbedaan strata sosial antara dua anak kecil yang berbeda jenis kelamin. Dari foto tersebut, anak-anak memberikan sebuah balon yang bermakna harapan persahabatan keduanya.
Kesimpulan
Saran
Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai contoh praktis riset media, humas, periklanan, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran.