BAB III METODOLOGI PENELITIAN
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui bahwa soal dapat digunakan berulang. Reliabel soal dapat diukur dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach55 dengan menggunakan aplikasi SPSS:
πππ =ππ β 1
(1 ββ ππ
ππ‘ )
55Ibid., hlm. 81.
Keterangan:
rii= releabilitas instrument
n = jumlah item dalam instrument Si = jumlah varians soal
b. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Sebelum menganalisa data dengan uji t akan dilakukan uji normalitas yang diambil dari data atau nilai hasil perolehan angket pre test dan post test. Uji normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada suatu kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak. Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berdistribusi secara normal atau tidak.
Adapun pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat (π₯2), yaitu:56
π₯2 = β(π0β πβ)2 πβ π
π=1
Keterangan:
π₯2 = Harga Chi-kudrat yang dicari
f0 = Frekuensi yang ada (frekuensi observasi atau frekuensi sesuai keadaan)
56 Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014) hlm. 107.
fh= Frekuensi yang diharapkan, sesuai dengan teori.
Dengan kriteria pengujian normalitas, yaitu jika π₯2βππ‘π’ππ <
π₯2π‘ππππ, maka data tersebut terdistribusi normal. Dan sebaliknya, jika π₯2βππ‘π’ππ β₯ π₯2π‘ππππ, maka data tersebut tidak normal.
2) Uji Linieritas
Uji linieritas adalah untuk mengetahui apakah antara variabel tak bebas (Y) dan varaibel bebas (X) mempunyai hubungan linier. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam penerapan metode regresi linier. Suatu uji atau analisis yang dilakukan dalam penelitian harus berpedoman pada dasar pengambilan keputusan yang jelas. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linieritas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:57 a) Membandingkan nilai signifikan (Sig) dengan 0,05.
Jika nilai Deviation from Linearity Sig > 0,05 maka ada hubungan yang linier secara signifikan. Sebaliknya, Jika nilai Deviation from Linierity Sig < 0,05 maka tidak ada hubungan yang linier secara signifikan antara variabel.
b) Memandingkan Nilai F hitung dengan F tabel
Jika nilai F hitung < F Tabel maka, ada hubungan yang linier secara signifikan antara variabel.Sebaliknya, jika nilai F hitung
57Syofian Siregar,Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2017),hlm.178.
> F tabel, maka tidak ada hubungan yang linier secara signifikan antara variabel.
c. Regresi Linier Sederhana
Persamaan regresi dapat digunakan untuk melakukan prediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dimanipulasi (dirubah-rubah). Persamaan regresi sederhana dirumuskan sebagai berikut:58
π = π + π π Keterangan:
π = Nilai variabel dependen (Keputusan Pembelian) a = Konstanta atau bila harga X = 0
b = Koefisien regresi
X = Nilai variabel independen (kualitas Produk).
d. Uji Hipotesis
Secara statistik hipotesis diartikan sebagai pernyataan mengenai keadaan populasi (parameter) yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian (statistik).59 Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak, dengan syarat bahwa sampel harus berdistribusi normal. Uji ini dilakukan untuk menguji hipotesis sampel dengan langkah sebagai berikut:
58Ibid., hlm. 188.
59 Ibid., hlm. 160.
1. Menentukan uji-t dengan rumus t product moment dengan menggunakan aplikasi SPSS, rumusnya sebagai berikut:60
Keterangan:
t = t hitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan t table.
n = jumlah anggota sampel.
2. Penarikan Kesimpulan
a. Apabila thitung ttabel, maka Ho diterima Ha ditolak sehingga tidak ada pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian handphone xioami pada mahasiswa UIN Mataram angkatan 2017.
b. Apabila thitung > ttabel, maka Ha diterima Ho ditolak sehingga ada pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian handphone xiomi pada mahasiswa UIN Mataram angkatan 2017.
3. Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada intinya merupakan analisis untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen atau variabel pengaruh dapat mempengaruhi variabel dependen. Besarnya pengaruh atau sumbangan yang diberikan variabel independen ditentukan dalam bentuk persen (%), yang artinya prosentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Besarnya pengaruh
60Ibid., hlm. 184.
tersebut dapat ditentukan dengan rumus perhitungan determinasi sebagai berikut:
R2
=
β(π¦πβΘ³)Β²β(Γ½βΓ)Β²Keterangan:
Yi = observasi respon ke-i αΏ© = Rata-rata
Γ = Ramalan responden ke-i
45 A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Mahasiswa Ekonomi Syariah Angkatan 2017 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) merupakan salah satu fakultas yang ada di UIN Mataram yang saat ini memiliki 2508 mahasiswa aktif yang tersebar pada tiga program studi yakni program studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, dan Pariwisata Syariah. Program studi Ekonomi Syariah merupakan salah satu program studi yang memiliki visi Unggul dalam tata kelola kajian philantrophy dan pembangunan tahun 2022, dan juga memiliki misi yaitu: Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran ekonomi berbasis pada kajian philantrophy dan pembangunan;
Mengembangkan penelitian dalam bidang philantrophy dan pembangunan; Menyelenggarakan pengabdian masyarakat dalam bidang phylantrophy dan pembangunan; dan Membangun network dengan berbagai pihak dalam pengembangan sosial-ekonomi masyarakat.61
Adapun jumlah mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah khususnya angkatan 2017 sebanyak 336 mahasiswa yang tersebar ke dalam 8 kelas yaitu kelas A sampai dengan kelas H yang masing-masing kelas berjumlah 42 mahasiswa dari berbagai daerah baik di wilayah Nusa Tengga barat maupun wilayah lain.
61 http://febi.uinmataram.ac.id/ Diakses pada tanggal 1 juli 2021 pukul 16.00 Wita.
2. Karaktristik Responden
Responden pada penelitian ini akan memberikan gambaran banyak proporsi konsumen dilihat dari jenis kelamin dan sisi umur (usia) yang terdapat pada Mahasiswa UIN Mataram jurusan ekonomi syariah angkatan 2017, di bawah iniakan dijelaskan lebih lanjut pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 berikut.
1) Jenis Kelamin
Tabel 4.1 Proporsi Responden Dalam Sampel Menurut Jenis Kelamin
NO. Jenis Kelamin
Jumlah Responden Proporsi (%)
1 Laki-laki 35 45%
2 Perempuan 43 55%
Jumlah 78 100%
Sumber: Data Hasil Kuesioner, 2020
Berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini, seperti yang tercantum pada tabel 4.1 di atas, bahwa mahasiswa yang memutuskan untuk menjadi konsumen atau pengguna Handphone Xiaomi yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 35 orang dan konsumen berjenis kelamin perempuan berjumlah 43 orang, atau persentase pada tabel di atas persentasenya adalah laki-laki sebesar 45% dan persentase perempuan 55%. Maka jumlah pengguna Handphone Xiaomi paling banyak dari jenis kelamin perempuan.
2) Umur (Usia)
Tabel 4.2 Proporsi Responden Dalam Sampel Menurut Umur
NO. Umur
(Tahun)
Jumlah Responden Proporsi (%)
1 <20 6 7,8%
2 20 β 25 72 92,2%
Jumlah 78 100%
Sumber: Data Hasil Kuesioner, 2020
Dari hasil responden penilitian ini, berdasarkan umur mahasiswa yang menggunakan produk telekomonikasi handphone Xiaomi di UIN Mataram jurusan ekonomi syariah ankatan 2017, dapat kita lihat dari tabel 4.2 di atas yang menunjukkan bahwa pengguna yang berumur <
20 tahun berjumlah 6 orang dan pengguna yang berumur 20-25 tahun berjumlah 72 orang atau persentase dari responden masing-masing yaitu yang berumu r < 20 tahun sebesar 7,8% dan pengguna yang berumur 20-25 tahun sebesar 92,%. Dari data tersebut terlihat rata- rata pengguna produk hanphone Xiaomi berada pada rentang usia 20- 25 tahun.
3. Hasil Analisis Data a) Uji Instrumen
1) Uji Validitas
Uji validitas kuesioner pada penelitian ini dianalisis menggunakan apalikasi uji statistik IBM SPSS 22 guna untuk mempermudah melihat apakah kuesioner tersebut valid atau tidak.
Validitas kuesioner khususnya kualitas produk dan keputusan pembelian dilakukan dengan mengujikannya pada 78 konsumen atau pengguna Hanphone Xiaomi dengan jumlah butir pernyataan sebanyak 31 butir pernyataan. Setelah diuji validitas diperoleh hasil r hitung masing-masing item pernyataan lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai rtabel
sebesar 0,223. Oleh karena itu setiap butir instrumen yang memiliki nilai rhitung
β₯ rtabel, yaitu melebihi dari 0,223. Oleh karena itu data disimpulkan bahwa semua butir item pernyataan kuesioner tersebut valid dan layak digunakan.
Hasil analisis validitas kuesioner kualitas produk dan keputusan pembelian dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3 Hasil Analisis Validitas Kuesioner Kulaitas Produk dan Keputusan Pembelian
Korelasi Kategori
Butir Item Kuesioner
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Korelasi 0,452 0,637 0,441 0,537 0,492 0,595 0,536 0,510 0,545 0,686 0,751 Kategori Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid
12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
Korelasi 0,577 0,643 0,732 0,661 0,783 0,702 0,678 0,640 0,666 0,547 0,710 Kategori Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid
23 24 25 26 27 28 29 30 31
Korelasi 0,724 0,406 0,580 0,552 0,502 0,808 0,707 0,655 0,681 Kategori Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid
Hasil analisis uji validitas kuesioner kualitas produk dan keputusan pembelian seperti yang terlihat pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa semua butir item pernyataan instrumen kuesioner terbut valid atau dapat disimpulkan bahwa kuesioner tersebut dapat digunakan.
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan dengan internal consistency. Hasil uji ini akan mencerminkan dapat atau tidaknya dipercaya suatu instrumen penelitian, berdasarkan pada tingkat ketepatan dan kemantapan suatu alat ukur. Adapun tingkat reliabilitas dengan Alpha Cronbach diukur dari skala 0 sampai 1, sebagaimana tercantum pada tabel 4.4 berikut ini:
Tabel 4.4 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha Nilai Alpha Kategori
0,00 s.d 0,20
Sangat rendah
> 0,20 s.d 0,40
Rendah
> 0,40 s.d 0,60
Cukup tinggi
> 0,60 s.d 0,80
Tinggi
> 0,80 s.d 1,00
Sangat tinggi (Sumber: Arikunto, 2011: 100).
Hail analisis reliabilitas instumen (kuesoner) kualitas produk dan keputusan pembelian handphone Xiaomi didapatkan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,952 yang menunjukkan bahwa instrument kuesioner tersebut reliable dengan kategori sangat tinggi karena r alpha > 0,80 (0,952 > 0,80) sehingga instrumen kuesioner tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dan perhiungan selengkapnya.
b) Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah kuesioner yang digunakan terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan bantuan IBM SPSS 23. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran data penelitian yang dilihat dari nilai signifikansi yang diperoleh.
Normal atau tidaknya sebaran data penelitian dilihat dari nilai signifikansi yang diperoleh. Jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05, maka data kuesioner berdistribusi normal.
Uji normalitas dilakukan pada data kuesioner kualitas produk dan keputusan pembelian. Hasil uji normalitas mengacu pada tabel Kolmogorov-Smirnov pada output IBM SPSS 23. Hasil uji normalitas kuesioner kualitas produk dan keputusan pembelian tersebut dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.5 Hasi Uji Normalitas Kuesioner Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian
Variabel
Kolmogorov-Smirnov
K-SHitung Df Sig.
X 0,89 78 0,199
Y 0,95 78 0,80
Hasil analisis uji normalitas pada tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa, untuk nilai probabilitas (p) kualitas produk (variabel X) dan keputusan pembelian (Variabel Y) mempunyai nilai p signifikansi (sig) masing-masing sebesar 0,199 dan 0,80 dengan responden sebanyak 78.
Nilai signifikansi 0,199 > 0,05, artinya variable kualitas produk terdistribusi secara normal, begitu juga dengan nilai signifikansi 0,80 > 0,05, artinya variabel data keputusan pembelian juga terdistribusi secara normal.
Nilai 0,199 menunjukkan bahwa data kuesioner pengaruh kualitas produk handphone Xiaomi terhadap keputusan pembelian berdistribusi normal, yang artinya sebanyak 78 responden memberikan jawaban yang bervariasi yang ditunjukkan oleh hasil tabel Kolmogorov-Smirnov yang didapatkan dari pengolahan data menggunakan aplikasi statististik IBM SPSS 23 sebagaimana yang terlihat pada tabel 4.5 di atas.
Nilai 0,80 menunjukkan bahwa data kuesioner keputusan pembelian handphone Xiaomi juga berdistribusi normal, yang artinya sebanyak 78 responden memberikan jawaban yang bervariasi sebagaimana juga yang terlihat pada tabel 4.5 di atas.
2) Uji Linieritas
Uji linieritas adalah untuk mengetahui apakah antara variabel terikat (Y) dan varaibel bebas (X) mempunyai hubungan yang linier atau tidak.
Hasil analisis uji linearitas variabel kualtas produk (X) dan variabel keputusan pembelian (Y) diakukan dengan membandingkan nilai signifikansi (sig) probabilitas (p) standard deviasi linearitas dan membandingkan nilai FHitung dengan FTabel menggunakan aplikasi statististik IBM SPSS 23.
Hasil analisis uji lineartias variabel kualitas produk (X) dan variabel keputusan pembelian (Y) dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6 Hasi Uji Linearitas Kuesioner Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian
Variabel FHitung P (Sig) Keterangan
Y dengan X 1,247 0,252 Linear
Hasil analisis uji linearitas kuesioner kualitas produk dan keputusan pembelian sebagaimana yang terlihat pada tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa:
a) Berdasarkan Nilai Signifikan (Sig)
Dilihat dari tabel diatas, diperolehnya nilai Deviation from Linearity Sig adalah 0,252 lebih besar dari 0,05 atau signifikansi (0,252 > 0,05), dari nilai signifikansi probabilitas tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel kualitas produk (X) dengan variabel keputusan pembelian (Y) handphone Xiaomi di kalangan mahasiswa yang menjadi sampel dari penelitian ini.
b) Berdasarkan Nilai F
Dilihat dari tabel 4.6 sebelumnya, diperolehnya nilai F hitung adalah 1,247 < F tabel. Dimana nilai F pada drajat kebebasan (df1
=1, df2 =76) pada taraf signifikansi 5% (0,05) didapatkan F tabel sebesar 3,967 (1,247 < 3,967). Dari perbandingan antara nilai F hitung dan F tabel tersebut, maka disimpulkan bahwa ada hubungan yang linier secara signifikan antara variabel kualitas produk (X) dengan variabel keputusan pembelian (Y).
3) Uji Regresi Linier Sederhana
Uji regresi linear sederhana digunakan untuk melakukan diagnosa atau prediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen (Y) atau variabel keputusan pembelian bila nilai variabel independen (X) atau variabel kualitas produk handphone Xiaomi dimanipulasi (dirubah-rubah).
Hasil analisis uji regresi linear sederhana terhadap hubungan antara variabel dependen (Y) dan variabel indpenden (X) dapat dilihat sebagaimana yang tertera pada tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7 Hasi Uji Regresi Linear Sederhana Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 5.991 5.133 1.167 .247
X 1.093 .087 .821 12.522 .000
a. Dependent Variable: Y
Dari variabel independent yaitu pengaruh kualitas produk handphone Xiaomi mempunyai hubungan positif dengan keputusan pembelian produk tersebut. Nilai konstanta dari keputusan pembelian produk hanphone Xiaomi tersebut sebesar sebesar 5,991 yang menunjukkan bahwa semakin meningkatnya pengaruh kualitas produk, sehingga berpengaruh terhadap keputusan pembelian hanphone Xiaomi di kalangan mahasiswa jurusan ekonomi syariah di UIN Mataram. Setiap peningkatan variabel pengaruh kualitas produk sebesar 1%, maka keputusan pembelian hanphone Xiaomi meningkat sebesar 1,093 dengan asumsi lainnya konstan
serta standar error sebesar 5,133 yang artinya seluruh variabel yang dihitung dalam uji SPSS memiliki tingkat variabel pengganggu sebesar 5,133.
c) Uji Hipotesis 1) Uji-t
Kegunaan Uji t untuk mengetahui pengaruh kualitas produk (X) terhadap tingkat keputusan pembelian (Y) pada produk handphone Xiaomi.
Apakah suatu korelasi memiliki perbedaan secara signifikan dari nol (tidak ada hubungan atau korelasi sama sekali). Berikut untuk uji t memiliki dua cara yaitu yang pertama, membandingkan nilai signifikan. Jika nilai sig <
probabilitas 0,05 maka ada pengaruh antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) atau hipotesis diterima. Sebaliknya, jika nilai Sig >
probabilitas 0,05 maka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis ditolak.
Kemudian cara kedua, berdasarkan nilai thitung dengan ttabel. Jika nilai thitung > ttabel maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis diterima. Begitu juga sebaliknya, jika nilai thitung < ttabel
maka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis ditolak. Kedua cara tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Berdasarkan Nilai Signifikansi Probabilitas (sig.)
Berdasarkan hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan, maka didapatkan nilai signifikansi probabilitas (sig.) menggunakan aplikasi SPSS 23 sebagaimana tercantum pada tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian Berdasarkan Signifikansi Probabilitas
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 5.991 5.133 1.167 .247
X 1.093 .087 .821 12.522 .000
Hasil analisis uji hipotesis sebagaimana yang terlihat pada table 4.8 di atas menunjukkan bahwa hasil analisis uji hipotesis uji t tersebut menunjukkan bahwa probabilitas antara variabel kualitas produk (X) dan variabel keputusan pembelian (Y) menunjukkan nilai signifikansi probabilitasnya (sig.) sebesar 0,00 dimana nilai probabilitas tersebut <
0,05 yang artinya adanya pengaruh kualitas produk yang signifikan terhadap keputusan pembelian yang dalam hal ini adalah kualitas produk handphone Xiaomi pada mahasiswa ekonomi syariah angkatan 2017 Universitas Islam Negeri Mataram.
b. Berdasarkan Perbedaan Nilai Thitung dan Ttabel
Hasil analisis uji hipotesis kualitas produk hanphone Xiaomi yang merupakan variabel (X) terlihat juga dari nilai Thitung yang didapatkan dari uji regresinya sebagaimana yang tercantum pada tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9 Hasil Uji Hipotesis Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian Berdasarkan Nilai Thitung
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 5.991 5.133 1.167 .247
X 1.093 .087 .821 12.522 .000
Hasil analisis sebagaimna yang terlihat pada tabel 4.9 di atas menunjukkan dimana nilai Thitung yang didapatkan sebesar 12,522 >
1,665 pada taraf kepercayaan 95% (0,05) atau Thitung > Ttabel. 2) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen (X) atau variabel pengaruh dapat mempengaruhi variabel dependen (Y) atau variabel keputusan pembelian produk hanphone Xiaomi pada mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah di UIN Mataram. Hasil uji Koefisien determinasi (R2) menunjukkan hasil sebagaimana yang tercantum pada tabel 4.10 berikut:
Tabel 4.10 Hasil Uji Koefisien Uji Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 .821a .674 .669 5.56760 1.661
a. Predictors: (Constant), X b. Dependent Variable: Y
Sumber: Data yang Diolah Penulis 2019
Dari Tabel 4.10 hasil uji R2 disimpulkan bahwa output model summary dari analisis regresi linier sederhana tepatnya pada kolom R Square sebesar 0,674 atau sebesar 67,4% yang artinya pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian hanphone Xiaomi sebesar 67,4%
dengan standar deviasi estimate sebesar 5,567.
B. PEMBAHASAN
Uraian pembahasan pada penelitian ini yaitu menguraikan tujuan mendasar dari penelitian yang sudah dilakukan yaitu untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian dari produk handphone Xiaomi pada mahasiswa jurusan ekonomi syariah angkatan 2017 di UIN Mataram. Dari hasil observasi di lapangan, peneliti mendapatkan populasi 78 pengguna handphone Xiaomi dan peneliti menjadikan semua populasi menjadi bagian dari sampel (sampel jenuh). Penentuan jumlah sampel sebanyak 78 tersebut, sebagaimana teori Arikunto yang mengatakan jika jumlah populasinya kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan, tetapi jika jumlah sampelnya lebih dari 100 orang, maka bisa diambil 10-15% atau 20-25% dari jumlah populasinya
Peneliti menyebarkan angket kepada kepada 78 pengguna handphone Xiaomi dan mengumpulkannya kembali. Setelah dilakukannya analisis uji terhadap intrumen kuesioner kualitas produk dan keputusan pembelian dan didapatkan hasil uji sebagaimna yang diperlihatkan pada bagian hasil uji dan analisis terhadap variabel kualitas produk (X) dan variabel keputusan pembelian (Y).
Berdasarkan analisis hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan berupa uji t, sebagaimana pada teorinya menyatakan bahwa jika nilai signifikasi probabilitas
< 0,05 (sig. p < 0,05) dan jika t hitung > t tabel maka variabel independent X berpengaruh terhadap variabel dependent Y yang dalam penelitian ini didapatkan niliai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 dengan t hitung sebesar 12,522 sedangkan t tabel sebesar 1,671 dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Hasil tersebut menggambarkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara kualitas terhadap keputusan pembelian suatu produk yang dalam hal ini adalah produk hanphone Xiaomi yang menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan (Ha) dapat diterima, serta terjawabnya rumusan masalah penelitian.
Hasil analisis uji hipotesis penelitian ini juga senada dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Bagas Rizki Wicaksono dengan judul βPengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Layanan Internet yang dimediasi oleh Minat Beliβ (Studi Kasus), penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan teknis analisis jalur.
Analisis penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli layanan internet Tri.
Hasil tersbut terlihat dari nilai t hitung sebesar 3,007 dengan tingkat signifikansi 0,000 (signifikan), penelitian tersebut juga menunjukkan adanya pengaruh mediasi antara variabel kualitas produk dengan variabel keputusan pembelian yang nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 (signifikan) dan besarnya pengaruh kualitas produk tersebut sebesar 5,9%.
Adanya pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian sebagaimana hasil analisis uji hipotesis yang sudah dilakukan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya diantaranya yang menjadi indikator kualitas produk seperti: porforma, keistimewaan, keandalan, konformasi, daya tahan, kemampuan pelayanan dan estetika. Indikator-indikator kualitas produk tersebut sangat signifikan mempengaruhi suatu keputusan yang dalam hal ini yaitu keputusan pembelian produk hanphone Xiaomi pada mahasiswa jurusan ekonomi syariah angkatan 2017 di UIN Mataram.
Adapun prosentase dari setiap indikator kualitas produk tersebut, sebagaimana hasil jawaban responden atas pernyataan-pernyataan yang diberikan pada instrument kuesioner adalah sebagai berikut:
1) Porforma
Hasil jawaban dari seluruh responden terkait porforma dari hanphone xiaomi menunjukkan bahwa 57,7% responden (pengguna) menyatakan setuju bahwa hanphone xiaomi memiliki performa yang lebih kencang karena menggunakan system oprasi yang mutakhir, 9% sangat setuju, 25,6% ragu- ragu, dan sisanyanya 7,7% menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju, hal tersbut sebagaimana terlihat pada hasil koesioner butir pertama. Pengaruh tersebut berkaitan juga dengan teori Lupiyoadi yang mengatakan bahwa penampilan produk berkaitan dengan berbagai hal seperti wujud atau bentuk produk, warna, dan bahan pembuatnya. Bentuk produk yang menarik akan meningkatkan daya beli konsumen untuk menggunakan produknya.
Penampilan bagi konsumen merupakan kesan yang ditimbulkan oleh produk.
Semakin bagus penampilan produk, konsumen akan menjadikan pertimbangan tersendiri untuk membelinya.62
2) Keistimewaan
Indikator keistimewaan menunjukkan bahwa sebanyak 46,2% dari keseluruhan responden menyatakan setuju bahwa hanphone xiomi memiliki keistimewaan dikarenakan oleh beberapa hal diantaranya baik dari pemberian layanan, kenyamanan pengguna, dan bahan dasar pembuatan yang terbebas dari unsur najasah, 12,8% menyatakan sangat setuju dan 33,3% menyatakan ragu-ragu serta sisanya menyatakan antara tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hasil tersebut sesuai dengan pendapat Fandy Tjiptono yang mengatakan bahwa fitur (keistimewaan) adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Fitur (keistimewaan) produk dapat mempengaruhi proses keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, karena fitur melekat erat pada suatu produk dan seringkali digunakan oleh konsumen sebgai dasar dan pertimbangan untuk memutuskan membeli atau tidak suatu barang atau jasa yang ditawarkan.63 Selanjutnya Menurut Dewi dan Jatra, fitur merupakan karakteristik tambahan yang dirancang untuk menambah
62 Lupiyoadi, & Hamdani, Manajemen Pemasaran Jasa, (Salemba, 2008), hlm.84.
63Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta : CV. Andi Offset, 2008)