BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Tehnik Pengumpulan Data/Prosedur Penelitian
Tehnik pengumpulan data merupakan prosedur yang digunakan dalam memperoleh data penelitian.67 Dalam penelitian ini tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Kuesioner
Kuesioner adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.68 Kuesioner dapat berbentuk cetak (offline) atau dalam bentuk online (google form).69
Kuesioner dapat berupa pernyataan tertutup atau terbuka, dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner tertutup dimana peneliti memberikan pertanyaan dan jawaban agar responden tidak diberi keleluasan atau kesempatan untuk mengeluarkan pendapat. Dalam hal ini, peneliti menyebar kuesioner di lapangan yang dibantu oleh pegawai Bank Dinar Ashri Mataram, karena masih dalam keadaan Covid-19.
Peneliti menggunakan skala Likert untuk mengukur pengaruh Islamic branding image dan pengetahuan bagi hasil terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah. Skala Likert, digunakan untuk mengukur sikap,
67 Ibid., hlm. 308
68 Ibid., hlm. 199
69 Nikolaus Duli, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar Untuk Penulisan Skripsi dan Analisis Data dengan SPSS, (Yogyakarta: Deepublish, 2019), hlm. 4
pendapat, dan persepsi seseorang, atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.70
Berikut ini pemberian skor menggunakan skala Likert pada alternatif jawaban dari kuesioner, dengan kategori penilaian dari skala 1 sampai 4:71
Tabel 3.2 Skor Variabel
Alternatif Jawaban Simbol Skor
Sangat Tidak Setuju STS 1
Tidak Setuju TS 2
Setuju S 3
Sangat Setuju SS 4
Kuesioner dalam penelitian ini diadaptasi dari beberapa kuesioner dari penelitian terdahulu, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Najwa Fithrati dengan judul Pengaruh Islamic Service Quality dan Islamic Branding Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Muamalat Indonesia), dan penelitian yang dilakukan oleh Khaeruddin yang berjudul Pengaruh Pengetahuan Nasabah Mengenai Akad Bagi Hasil Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada PT. Bank Sulselbar UUS Makassar.
70 Ibid.,hlm. 134
71 Ibid
., hlm.135
2. Observasi
Observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.72 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi terstruktur dimana observasi terstruktur adalah observasi yang dirancang secara sistematis, tentang apa yang diamati, kapan dan dimana tempatnya.73
Adapun observasi yang dilakukan peneliti adalah dengan turun mengamati langsung nasabah di tempat penelitian yaitu PT. BPRS Dinar Ashri mataram.
3. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental seseorang.74 Dokumentasi dalam penelitian ini adalah dari arsip atau foto pada saat penelitian berlangsung.
Data yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data tersebut merupakan data primer. Selain data primer, peneliti juga menggunakan data sekunder. Data skunder adalah sumber data yang diperoleh dari berbagai sumber yang telah ada, seperti buku, laporan, jurnal dan lain-lain.75
72 Ismail Nurdin dan Sri Hartati, Metodologi Penelitian Sosial, (Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019), hlm. 173
73 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 203
74 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 329
75 Sandu Siyato, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta; Literasi Media Publishing, 2015), Cet. 1, hlm. 67
H. Teknik Analisis Data
1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk menguji /mengukur valid atau tidaknya sebuah data. Suatu data dikatakan valid apabila data tersebut menunjukkan ketepatan antara data yang terdapat dilapangan dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu valliditas konstruk. Validitas konstruk adalah sutau karangka dalam konsep, untuk itu perlu dijabarkan konsep yang akan diteliti atau variabel yang diteliti di dalam tolak ukur operasional. Pada penelitian kuantitatif yang diuji validitasnya adalah instrument penelitian (kuesioner) yang sudah diberikan skor.76
Dalam penelitian ini, pengujian validitas dilakukan dengan menguji signifikasi koefisien pada taraf signifikasi 5% (0,05). Artinya, insstrumen dinyatakan valid apabila rhitung > rtabel dengan taraf signifikasi 5% dan tidak valid apabila rhitung < rtabel dengan taraf signifikasi 5%.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu indikator cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagat alat pengumpul data. Reliabilitas artinya dapat dipercaya atau diandalkan.77 Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua
76 Dorothy Rouly Haratua Pandjaitan dan Aripin Ahmad, Buku AjarMetode..., hlm.54
77 Ibid., hlm. 57
peneliti atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti yang sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama.78
Dalam pengujian reliabilitas ini peneliti menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Artinya, sebuah variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,06 .
2. Uji Asumsi Klasik
Adapun uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data merupakan uji distribusi untuk melihat bahwa data penelitian terdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan pendekatan Kolmogrov-Smirnov (K-S). Jika nilai Asymp.sig.(2-tailed) diatas 5% artinya terdistribusi dengan normal.
Selain itu cara untuk menentukan apakah suatu model berdistribusi normal atau tidak, biasanya hanya melihat pada bentuk histogram residual yang bentuknya seperti lonceng atau tidak.79
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Uji ini perlu dilakukan
78 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Untuk penelitian bersifat:eksploratif entrerpretif, interaktif dan konstruktif, Ed.3, (Bandung: Alfabeta, 2020), hlm. 182
79 Dorothy Rouly H.Panjaitan dan Arifin Ahmad, Buku Ajar Metode…, hlm. 91
jika jumlah variabel independen lebih dari satu, cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas yaitu dengan melihat nilai VIF (variace- inflating factor). Jika VIF ˂ 10, tingkat kolinearitas dapat ditoleransi.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedasitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu mengamatan kepengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas.80
d. Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah model regresi dapat didekati dengan persamaan linear. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila signitifikan < 0,05. Dengan kata lain, uji linearitas dalam pengujian asumsi regresi dapat terpenuhi, yaitu variabel Y merupakan fungsi linear dari gabungan variabel-variabel X.81
3. Uji Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda merupakan analisis statistik yang menghubungkan antara dua variabel independen (X) atau lebih dengan variabel dependen(Y).Tujuan analisis regresi linear berganda adalah untuk mengukur hubungan antara dua variabel atau lebih dan membuat perkiraan
80 Ibid., hlm 92
81 Ibid., hlm. 94
atas nilai Y atas X. Persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:82
Y = a + b1X1 + b2X2 + e Dimana :
Y = Keputusan Menabung X1 = Islamic Branding Image X2 = Pengetahuan Bagi Hasil b1, 2= Koefisien regresi
a = Konstanta e = eror 4. Uji Hipotesis
a. Uji t (Parsial)
Uji Parsial digunakan untuk menguji apakah sebuah variabel bebas benar memberikan pengaruh terhadap vatiabel terikat. Pengambilan keputusan dalam uji ini, berdasarkan pada :
1) Perbandingan t hitung dengan t tabel
Jika t hitung > statistik tabel, maka Ho ditolak, Jika statistic hitung <
statistic tabel, maka Ho diterima.
82 Ibid., 103
2) Berdasarkan nilai probabilitas
Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima Jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak.
b. Uji Simultan (Uji F)
Uji Statistik F merupakan uji simultan (keseluruhan, bersama- sama). Uji simultan bertujuan untuk menguji apakah antara variabel X1, X2
dan seterusnya.83
Dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikan (α = 5%) Artinya bila sig.F < 0,05 atau Fhitung > dari Ftabel , maka Hipotesis nol (H0) ditolak, artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent.
5. Uji Koefisien Determinasi
Uji Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dimana kontribusi variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen dan sisanya dapat dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.84
83 Resiska Vikaliana dan Irwansyah, Pengolahan Data dengan SPSS, (Serang: CV. AA Rizky, 2017), hlm. 41
84 Reni Farida,” Pengaruh Islamic Branding…, hlm. 39
BAB VI
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Peneltian
a. Sejarah PT. BPRS Dinar Ashri Mataram
PT. BPRS Dinar Ashri didirikan dengan Akte Pendirian yang dibuat di hadapan Notaris Fikry Said, SH No. 26 tanggal 15 April 2006, dengan modal dasar saat ini sebesar Rp. 25.000.000.000,- (Dua Puluh Lima Milyar Rupiah) dan telah disetor sebesar Rp. 14.750.000.000,- (Empat Belas Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Mulai beroperasi tanggal 27 Juli 2006, sejak di didirikan hingga saat ini Kantor Pusat berkedudukan di Jl.Sriwijaya No., 394 Blok X - XI Mataram, Nusa Tenggara Barat.
PT. BPRS Dinar Ashri Mataram mulai beroperasi melayani kebutuhan masyarakat akan produk perbankan syariah, seperti: tabungan, deposito dan pembiayaan, dan jasa perbankan lainnya. Sejak saat itu perusahaan tumbuh dan berkembang dengan baik dan saat ini merupakan BPRS terbesar di Nusa Tenggara Barat. Saat ini PT. BPRS Dinar Ashri Mataram memiliki 5 Kantor Cabang di Pulau Lombok dan Sumbawa, yatiu : Kantor Cabang Aikmel, Kantor Cabang Keruak, Kantor Terara, Kantor Cabang Sumbawa, Kantor Cabang Bima. Dan juga memiliki 5
51
Layanan Kantor Kas yaitu : Kantor Kas Kebon Roek, Kantor Kas Tanjung, Kantor Kas Labuhan Lombok, Kantor Kas Gunungsari, Kantor Kas Kotaraja.85
b. Visi dan Misi PT. BPRS Dinar Ashri Mataram
Adapun visi dan misi PT. BPRS Dinar Ashri Mataram adalah sebagai berikut:
1) Visi
Menjadi Bank Syariah Lokal yang Terpercaya, Sehat dan Unggul secara Nasional.
2) Misi
a) Membangun sumber daya insani yang berintegritas tinggi, unggul, inovatif dan loyal.
b) Memperkuat permodalan secara berkesinambungan untuk menopang pertumbuhan perusahaan sehingga tetap sehat dan kuat.
c) Meingingkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur secara terencana dan terprogram dengan baik.
d) Menyediakan produk, jasa keuangan, dan layanan yang berkualitas, tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
e) Meningkatkan tanggung jawab sosial dan berperan aktif dalam membantu pemerintah mengatasi masalah sosial.
85 Dokumentasi, PT. BPRS Dinar Ashri Mataram, Mataram.
c. Letak Geografis PT. BPRS Dinar Ashri Mataram
Letak geografis PT. BPRS Dinar Ashri Mataram berada di samping kiri Niaga Supermarket Mataram di pinggir jalan raya. Letak geografis kantor ini sangat strategis karena terletak di pinggir jalan sriwijaya yang merupakan pusat perbelanjaan, sehingga bisa menarik minat masyarakat untuk melakukan simpan pinjam di PT. BPRS Dinar Ashri Mataran. Dengan adanya PT. BPRS Dinar Ashri Mataran, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi simpan pinjam maupun pembiayaan lainnya.
Adapun batas-batas wilayah kantor adalah sebagai berikut:
1) Sebelah Selatan: Pertokoan
2) Sebelah Barat: Kantor Konsultan dan Notaris 3) Sebelah Timur: Niaga Supermarket
d. Struktur Organisasi
2. Deskripsi Data Responden
Berdasarkan penyebaran kuesioner yang telah dilakukan yaitu sebanyak 100 angket, selanjutnya dari data tersebut diperoleh informasi mengenai karakteristik atau identitas responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah nasabah yang menabung di PT. BPRS Dinar Ashri Mataram yang meliputi beberapa hal sebagai berikut :
a. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis_Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Wanita 54 54.0 54.0 54.0
Laki-Laki 46 46.0 46.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.1, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 54 responden atau 54% adalah berjenis kelamin Wanita, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 46 responden atau 46% adalah berjenis kelamin Laki-laki.
b. Data Responden Berdasarkan Usia
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 18 - <25thn 36 36.0 36.0 36.0
25 - 30thn 39 39.0 39.0 75.0
<30thn 25 25.0 25.0 100.0
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 18 - <25thn 36 36.0 36.0 36.0
25 - 30thn 39 39.0 39.0 75.0
<30thn 25 25.0 25.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021 Berdasarkan tabel 4.2, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 36 responden atau 36% adalah beusia 18 sampai dengan 24tahun, 39 responden atau 39% adalah berusia 25 sampai 30 tahun, dan sebanyak 25 responden atau 25% berusia lebih dari 30 tahun.
c. Data Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SD/SMP/SMA 18 18.0 18.0 18.0
Akademi (D1/D2/D3) 13 13.0 13.0 31.0
S1 69 69.0 69.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.3, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 18 responden atau 18% memiliki pendidikan terakhir SD /SMP/SMA, sebanyak 13 responden atau 13% memiliki pendidikan terakhir D1/D2/D3 dan sebanyak 69 responden atau 69% memiliki pendidikan terakhir S1.
d. Data Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pelajar/Mahasiswa 20 20.0 20.0 20.0
PNS/TNI-POLRI 15 15.0 15.0 35.0
Wiraswata 17 17.0 17.0 52.0
Lainnya 48 48.0 48.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.4, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 20 responden atau 20% bekerja sebagai Pelajar/Mahasisa, sebanyak 15 responden atau 15% bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI, sebanyak 17 responden atau 17% bekerja sebagai Wiraswasta, dan yang bekerja lainnya sebanyak 48 responden atau 48%.
e. Data Responden Berdasarkan penghasilan Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan
Penghasilan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Rp.500.000 - Rp. 1.000.000 15 15.0 15.0 15.0
Rp.1.100.000 - RP. 2.000.000 9 9.0 9.0 24.0
Rp.2.100.000 - Rp. 3.000.000 22 22.0 22.0 46.0
> Rp. 3.000.000 54 54.0 54.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui bahwa responden/ nasabah PT. BPRS Dinar Ashri Mataram berdasarkan tingkat penghasilannya adalah; responden yang berpenghasilan Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 sebanyak 15 orang dengan persentase 15%, responden yang berpenghasilan Rp.1.100.000 – Rp. 2.000.000 sebanyak 9 orang dengan persentase 9%, responden yang berpenghasilan Rp. 2.100.000 – Rp.
3.000.000 sebanyak 22 orang dengan persentase 22%, dan responden yang berpenghasilan > Rp. 3.000.000 sebanyak 54 orang dengan persentase 54%.
3. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Instrumen a. Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk menguji /mengukur valid atau tidaknya sebuah data. Jika r hitung > r tabel maka variabel dinyatakan valid.
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Kuesioner
Variabel Item rhitung rtabel (5%) Keterangan
Islamic Branding Image (X1)
X1_1 0,492 0,197 Valid
X1_2 0,612 0,197 Valid
X1_3 0,728 0,197 Valid
X1_4 0,655 0,197 Valid
X1_5 0,682 0,197 Valid
X1_6 0,544 0,197 Valid
X1_7 0,642 0,197 Valid
X1_8 0,448 0,197 Valid
Pengetahuan Bagi Hasil (X2)
X2_1 0,587 0,197 Valid
X2_2 0,731 0,197 Valid
X2_3 0,745 0,197 Valid
X2_4 0,564 0,197 Valid
X2_5 0,762 0,197 Valid
X2_6 0,716 0,197 Valid
X2_7 0,822 0,197 Valid
X2_8 0,479 0,197 Valid
Keputusan Menabung (Y)
Y_1 0,504 0,197 Valid
Y_2 0,486 0,197 Valid
Y_3 0,551 0,197 Valid
Y_4 0,652 0,197 Valid
Y_5 0,658 0,197 Valid
Y_6 0,595 0,197 Valid
Y_7 0,456 0,197 Valid
Y_8 0,458 0,197 Valid
Sumber: Data Primer yang telah diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan hasil uji validitas yang di sajikan pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa semua nilai rhitung > rtabel (0.197), artinya tiap pertanyaan berkorelasi dengan skor totalnya dan data yang dikumpulkan dinyatakan valid dan siap untuk dianalisis.
b. Uji Realibilitas
Uji reliabilitas digunakan sebagat alat pengumpul data. Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua peneliti atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama.86
Metode pengukuran reliabilitas yang digunakan adalah metode alpha cronbrach (α). Koefisien alpha cronbrach akan diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16. Reabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai cronbrach alpha > 0.60.87
Berikut ini merupakan hasil uji reliabilitas kuesioner yang telah diisi oleh responden PT. BPRS Dinar Ashri Mataram.
Tabel 4.7
Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner
Variabel Reliability
Coefficient
Cronbach’s
Alpha Keterangan Islamic Branding Image (X1) 8 Item 0,697 Reliabel Pengetahuan Bagi Hasil (X2) 8 Item 0,822 Reliabel
Keputusan Menabung (Y) 8 Item 0,643 Reliabel
Sumber : Data primer yang telah diolah menggukan SPSS, Juni 2021
86 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Untuk penelitian bersifat:eksploratif entrerpretif, interaktif dan konstruktif, Ed.3, (Bandung: Alfabeta, 2020), hlm. 182
87Bhuono Agung Nugroho, Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian Dengan SPSS, (Yogyakarta: Andi Offset, 2005), hlm. 72.
Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa cronbach alpha untuk variabel Islamic Branding Image sebesar 0,697, variabel Pengetahuan Bagi Hasil sebesar 0,822 dan variabel Keputusan menabung di bank Syariah sebesar 0,643. Menunjukkan bahwa semua indikator dalam kuesioner dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach’s Alpha dari ketiga hasil uji reliabilitas lebih besar dari 0,06.
4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas data merupakan uji distribusi untuk melihat bahwa data penelitian terdistribusi normal atau tidak. Berikut ini, merupakan hasil uji normalitas kuesioner yang telah diisi responden PT. BPRS Dinar Ashri Mataram.
Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.90787470
Most Extreme Differences Absolute .108
Positive .094
Negative -.108
Kolmogorov-Smirnov Z 1.080
Asymp. Sig. (2-tailed) .193
a. Test distribution is Normal.
Sumber : Data Primer yang telah diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.8, dapat diketahui bahwa hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov-smirnov didapatkan hasil signifikansi 0,193 dimana hasil tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa uji test normalitas pada penelitian ini berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas yaitu dengan melihat nilai VIF (variace-inflating factor). Jika VIF ˂ 10, tingkat kolinearitas dapat ditoleransi.
Tabel 4.9
Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa
Model
Unstandardiz ed Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics B
Std.
Error Beta Tolerance VIF
1(Constant) 9.659 2.230 4.331 .000
islamic_branding_image .097 .092 .105 1.048 .297 .672 1.489 pengetahuan_bagi_hasil .479 .092 .521 5.198 .000 .672 1.489 a. Dependent Variable: keputusan_menabung
Sumber: Data Primer yang telah diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan Tabel 4.9, dapat diketahui bahwa hasil perhitungan nilai menunjukkan tidak ada variabel yang memiliki nilai tolerance < 0,10 dan dari hasil perhitungan nilai VIF juga tidak terdapat nilai tolence >10.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas.
Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas peneliti menggunakan dua metode yaitu dengan melihat pola gambar pada scatterplots dan menggunakan metode spearman’s rho.
1) Hasil Uji Heteroskedastisitas menggunakan scatterplot Gambar 4.1
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data Primer yang diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Dasar pengambilan keputusan untuk melihat adanya gejala heteroskedastisitas adalah sebagai berikut :
a) Titik-titik menyebar di atas dan di bawah atau sekitar angka 0.
b) Titik-titik tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja.
c) Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.
Berdasarkan dasar pengambilan keputusan tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil uji heteroskedastisitas pada Gambar. 4.1 menunjukkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, sehingga model regresi yang baik dapat dipenuhi.
2) Uji Heteroskedastisitas menggunakan Spearman’s Rho.
Pengujian heteroskedastisitas menggunakan teknok uji koefisien korelasi spearman’s rho yaitu mengkorelasikan variabel independen dengan residualnya. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual didapat signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.88
88 Rochmat Aldy Purnomo, Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis Dengan SPSS, (Ponorogo: CV WADE GROUP, 2016), hlm. 125.
Tabel 4.10
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Correlations
islamic_bran ding_image
pengetahu an_bagi_h
asil
Unstand ardized Residual Spearman's rho islamic_branding_
image
Correlation
Coefficient 1.000 .526** -.021
Sig. (2-tailed) . .000 .835
N 100 100 100
pengetahuan_bagi _hasil
Correlation
Coefficient .526** 1.000 -.067
Sig. (2-tailed) .000 . .509
N 100 100 100
Unstandardized Residual
Correlation
Coefficient -.021 -.067 1.000
Sig. (2-tailed) .835 .509 .
N 100 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber : Data yang telah diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Dari hasil tabel 4.10 menunjukkan bahwa variabel yang diuji tidak mengandung heteroskedastisitas karena signitifikansi hasil korelasi lebih besar dari 0,05 (5%).
d. Uji Linearitas
Uji linearitas merupakan uji yang digunakan untuk melihat apakah model regresi dapat didekati dengan persamaan linear. Dalam penelitian ini mengguakan motede uji test for linearity dengan peneliti menggunakan dua metode untuk menguji linearitas, yaitu dengan analisis melalui anova table dan grafik scatter plot, dengan pengolahan data menggunakan SPSS versi 16.
1) Analisis linearitas menggunakan anova tabel
Dalam penelitian ini menggunakan metode uji test for linearity dengan taraf signifikansi kurang dari 0,05, atau memiliki hubungan linear jika Sig.Linearity < 0,05.
Tabel 4.11
Hasil Uji Linearitas Islamic branding image
ANOVA Table Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
keputusan_me nabung * islamic_brandi ng_image
Between Groups
(Combined) 214.310 11 19.483 5.101 .000 Linearity 89.711 1 89.711 23.487 .000 Deviation
from Linearity 124.599 10 12.460 3.262 .001
Within Groups 336.130 88 3.820
Total 550.440 99
Sumber : Data primer yang diolah menggunakan SPSS, Juni 2021 Tabel 4.12
Hasil Uji Linearitas Pengetahuan bagi hasil
ANOVA Table Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
keputusan_me nabung * pengetahuan_b agi_hasil
Between Groups
(Combined) 260.748 10 26.075 8.011 .000 Linearity 186.003 1 186.003 57.144 .000 Deviation
from Linearity
74.746 9 8.305 2.552 .012
Within Groups 289.692 89 3.255
Total 550.440 99
Sumber : Data Primer yang menggunakan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.10 dan tabel 4.12, dapat disimpulkan bahwa data yang dipergunakan dapat dijelaskan oleh regresi linear dengan cukup baik karena nilai Sig.Linearity data diatas lebih kecil dari 0,05.
2) Uji Linearitas Grafik Scater-plot
Untuk mendeteksi linearitas dapat menggunakan scatter Plot Graph. Jika sebaran data mengikuti garis lurus dari kiri bawah ke kanan atas maka terdapat hubungan linear antara variabel independen dan dependen.89
Gambar 4.2
Hasil uji linearitas Islamic branding image
Sumber : Data primer yang diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
89Febry Yani Zamzam Limesta dan Dedi Wibowo, “Pengaruh Return On Asset dan Debt Equity Ratio terhadap Nilai Perusahaan Bank Syariah Sebelum Marger (Studi pada PT. Bank BRI Syariah, Tbk Pada Bulan Januari – November 2020), Jurnal Ilmiah M-Progress, Volume. 11, Nomor.
2, Juni 2021, hlm. 159.
Gambar 4.3
Hasil uji linearitas Pengetahuan bagi hasil
Sumber : Data primer yang diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan output grafik scatter-plot pada gambar 4.2 dan 4.3 dapat diketahui bahwa titik-titik plot data membentuk pola garis lurus dari kiri bawah naik ke kanan atas. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang linear dan positif antara variabel Islamic branding image (X1), Pengetahuan bagi hasil (X2) dengan variabel Keputusan menabung (Y).
5. Analisis Hipotesis
a. Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda merupakan analisis yang menghubungkan antara dua variabel independen atau lebih dengan variabel dependen. Tujuan analisis regresi linear berganda adalah untuk