47 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Adapun metode penelitian kualitatif menurut Moleong (2012: 4) memiliki sejumlah karakteristik tertentu yaitu mengenai ciri-ciri penelitian kualitatif antara lain sebagai berikut:
1. Latar Alamiah
2. Manusia sebagai alat (instrumen) 3. Metode kualitatif
4. Analisis data secara induktif 5. Teori dari dasar (grounded theory) 6. Deskriptif
7. Lebih mementingkan proses daripada hasil 8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus 9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data 10. Desain yang bersifat sementara
11. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama
Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor dalam (Moleong, 2012:4) mengemukakan bahwa : "Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati
Oleh karena itu dari beberapa penjalasan diatas maka dapat disimpulkan melalui penelitian ini, peneliti ingin memberikan gambaran mengenai Efektifitas Program Pelatihan Kerja oleh BLK sehingga peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menyajikan
gambaran yang lengkap mengenai setting sosial dan hubungan hubungan yang terdapat dalam penelitian.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif, peneliti menginginkan untuk dapat memberikan gambaran secara rinci mengenai pelaksanaan pengawasan melekat yang dijalankan, hambatannya, hingga upaya- upaya untuk mengatasi hambatan dalam Efektifitas Program Pelatihan Kerja oleh BLK sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Peneliti akan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang mencakup observasi, wawancara, dan studi dokumentasi setelah data berhasil dikumpulkan, peneliti akan melakukan pengolahan data. Dengan demikian, penggunaan metode kualitatif dalam suatu penelitian dapat diperoleh data yang lebih tuntas, serta memiliki kredibilitas yang tinggi sehingga tujuan penelitian dapat tercapai.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat digambarkan Desain Penelitian di bawah ini yaitu sebagai berikut:
Gambar 3.1 Desain Penelitian B. Penentuan Sasaran dan Informan Penelitian 1. Penentuan Sasaran Penelitian
Sasaran dalam penelitian ini difkuskan pada pelaksanaan pelatihan kerja karena di dalam suatu organisasi, baik organisasi swasta maupun organisasi pemerintah salah satu fokus yang harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan oleh suatu organisasi adalah pembinaan kepada pegawainya.
Sebuah intansi pada hakekatnya dalah sebuah kelompok manusia yang saling bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari pengertian tersebut jelaslahterlihat bahwa tercapainya organisasi tidak dapat dilepaskan dari aktifitas orang-orang menjadi
Mengindentikasi Fokus Permasalahan Membuat Tinjauan Pustaka
Mengonsep Kisi-kisi Pertanyaan Penelitian
Membuat Instrumen
Pedoman Observasi
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Hasil Penelitian
Pedoman Wawancara Pedoman
anggotanya.mereka dapat bekerja dengan baik jika dilandasi dengan pembinaan yang baik antara satu sama lain.
Dalam penelitian kualitatif tidak menggunkan istilah populasi, namun oleh Spradley yang dikutip Sugiyono (2013:215) dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen, yaitu: tempat (place), pelaku (actors), dan aktifitas (acivity) yang berinteraksi secara sinergis. Objek dan informasi penelitian kualitatif menjelaskan objek penelitian yang menjadi fokus dan lokus penelitian ini adalah Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Social Situation dalam penelitian ini adalah Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang sebanyak 50 orang.
Tabel 2. 1 Susunan Pegawai
No Unit kerja Jumlah Pegawai
1 Kepala Dinas 1
2 Sekretariat 13
3 Bidang Pembinaan Kelembagaan Pelatihan 5 4 Bidang Penempatan dan Perluasan Ketenagakerjaan 7
5 Bidang Hubungan Industrial 7
6 Bidang Transmigrasi 2
7 UPTD BPK 15
TOTAL 50
2. Penentuan Informan
Informan penelitian adalah orang-orang yang memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian ini disebut juga dengan informan kunci (key informan). Informasi kunci adalah mereka yang mengetahui
dan memiliki berbagai informasi pokok yang di perlukan dalam penelitianatau informan yang mengetahui secara mendalam permasalahan yang sedang diteliti.
Untuk menentukan informan kunci, terdapat empat kriteria menurut Martha dan Kresno (2016) sebagai berikut:
1) Harus menjadi peserta aktif dalam kelompok, organisasi atau budaya yang diteliti, atau telah melalui tahap enkulturasi.
2) Harus terlibat dalam budaya yang diteliti “saat ini”. Penekanan “saat ini”
sangat penting, karena jangan sampai informan kunci lupa dengan masalah yang akan diteliti.
3) Harus memiliki waktu yang memadai. Informan kunci tidak cukup hanya memiliki kemauan, namun dapat memberikan informasi kapanpun saat dibutuhkan.
4) Harus menyampaikan informasi dengan bahasa sendiri (natural). Sebaiknya informan yang menyampaikan informasi dengan “bahasa analitik” dihindari karena informasi yang dihasilkan sudah tidak natural.
Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, karena peneliti merasa sampel yang diambil paling mengetahui tentang masalah yang akan diteliti oleh peneliti. Penggunaan purposive sampling dalam penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang
.
Tabel 3.2 Informan Penelitian
No Unsur Jumlah (Orang)
1. Kepala UPTD BLK 1
2. Kasubag TU 1
3. Bendahara barang 1
4. Instruktur 1
Jumlah 4
3. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian untuk menyusun skripsi ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden, yang dituangkan dalam pernyataan terstruktur.
Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari dokumen-dokumen yang menunjang pembahasan hasil dari penelitian ini dengan cara melakukan studi kepustakaan, dan studi lapangan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Studi Kepustakaan
Suatu upaya untuk memperleh keterangan ilmiah dari sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, seperti buku-buku referensi, karya ilmiah, dokumen-dokumen, dan literatur lainnya yang berkaitan dengan fungsi pengawasan melekat terhadap pegawai.
2) Studi Lapangan a. Observasi
Suatu teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data yang relevan dengan penelitian, yaitu data tentang efektivitas pelatihan kerja. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi berpartisipasi, yaitu peneliti terlihat dalam kegiatan sehari-hari dengan pihak-pihak yang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini.
b. Wawancara
Suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan informan yang ditentukan dalam penelitian ini. Adapun jenis wawancara yang peneliti lakukan adalah wawancara terstruktur, dimana peneliti telah menyiapkan pedoman wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis.
c. Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data dengan memperhatikan dokumen-dokumen, seperti: tulisan, literatur, teori-teori, gambar, peraturan-peraturan, kebijakan-kebijakan, dan lain-lain.
d. Triangulasi
Yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
4. Prosedur Pengolahan Data
Untuk mengolah data hasil wawancara dan observasi, peneliti melakukan pengolahan data yang ditempuh dengan mengacu kepada teknik analisis data Model Miles dan Huberman (2014: 12-14)
Adapun prosedur pengolahan data hasil penelitian sesuai dengan teknik analisis data Model Miles dan Huberman adalah sebagai berikut:
1) Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, serta mencari tempat da polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yan diteliti dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
2) Data Display
Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori dan yang sejenisnya. Penyajian data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
3) Conclusion Drawing/Verification
Yaitu penarikan kesimpulan atau verifikasi sebagai temuan baru yang berupa deskripsi atau gambaran dari obyek yang sebelumnya masih samar-samar atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan atau verifikasi tersebut dapat berupa hubungan kaualitas atau interaktif, hipotesis, dan teori.
Gambar 3.2
Komponen dalam Analisis Data Sumber: Sugiyono (2014:92)