BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Pengumpulan Data/ Prosedur Penelitian
Teknik pengumpulan data untuk mengetahui data yang sesuai dengan tujuan penelitian, penulis menggunakan metode observasi dan metode kuesioner atau angket:
1. Kuesioner atau angket
Kuesioner atau angket adalah suatu tehnik pengumpulan data yang yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden untuk dijawabanya.
Berbagai macam metode, namun dalam penelitian ini menunggunakan kuensioner atau angket tertetup.38
Dalam penelitian ini penulis menbuat kuensioner atau angket tertutup, angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (√) pada kolom atau tempat yang sesuai,dengan jawaban.
Jenis skala yang di gunakan dalam penelitian ini adalah skala likert yaitu alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur perilaku, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Hasil pengukuranya berkaitan dengan yang ada pada ynag diminta persepsi atau sikap, bukan berada pada fenomena yang dipersepsi diberi pendapat atau sikap. Dalam skala likert ini indikator yang dijadikan titik tolak untuk menyususun item-item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2000).
38 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D(Bandung: Alfabeta 2016).hal. 142
34
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert memiliki gradasi (nilai) dari “sangat” positif „sangat” negatif.39 Dalam penelitian ini ada dua skala yang diukur yaitu skala pengaruh keluarga broken home dan sekala perilaku keagamaan remaja
Sekor jawaban pernyataan Favorable dan Unfavoriable.
Tabel 3.4
Indiktaor Penilaian Penilaian Angket Alternative Jawaban Favoriable Unfavoriable
Sering (SR) 4 1
Selalu (SL) 3 2
Kadang-Kadang(KK) 2 3
Tidak Pernah (TP) 1 4
2. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai tehnik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan setudi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah responden.
Dalam penelitian ini mengunakan wawancara tidak struktur, wawancara tidak struktur yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.40
3. Observasi
Menurut Suharsimi Arikunto observasi merupakan perose pengamatan langsung suatu obyek yang ada di lingkungan, baik sedang berlansung ataupun masih dalam tahapan, dengan
39 Muslich Anshori, Sri Iswati, Metodologi Penelitian Kuantitatif, 2017, Surabaya: Airlanga University Press, hlm. 76.
40 Sugiyono,metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D, (Bandung: CV Al- Fabeta 2016), hlm. 140
35
mengunakan penginderaan.41 Oleh karena itu, observasi yaitu kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatanya melaui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya. Pendapat lain mengatakan bahwa observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Tehnik ini banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku ataupun proses terjadinya suatu kegiatan dalam situasi yang sebenarnya atau pun buatan.
H. Tekni Analisis Data
Teknik analisis data adalah salah satu tahap paling penting dalam proses penelitian. Analisis data merupakan tahap yang tidak bisa dilupakan dalam proses penelitian. Tahap ini mengharuskan data yang dikumpulkan dengan menggunakan berbagai tek nik pengumpulan data, kemudian diolah dan disajikan untuk membantu menjawab permasalahan penelitian yang di teliti.
a. Uji Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Jadi suatu tes atau instrumen pengukuran dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila menghasilkan data yang relevan dengan tujuan pengukuran dan harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.42 Instrument yang valid bearti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner untuk yang diberikan kepada responden, kemudian dilakukan pengujian terhadap kuesioner untuk mengukur tingkat kebaikan kuesioner, maka dilakukan analisis validitas dan rehabilitas.
Suatu instrument yang valid adalah instrument yang mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrument yang kurang
41 https://www.kompas.com/skola/red/2021/08/03/164904169/observasi- pengertian-para-ahli-tujuan-ciri-ciri-dan-sejenisnya(diakses 5 januaru, 2022).
42 Azwarahmad, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta:Rineka Cipta, 2008), Hlm.5.
36
valid bearti memiliki validitas yang rendah. Pengujian validitas penelitian ini, peneliti menggunakan program SPSS 16 for windows.
Jumlah responden dalam uji coba instrument terdiri dari 30 orang, untuk melakukan uji coba valliditas peneliti melakukan penyebaran angket kepada 30 responden, untuk memastikan apakah terdapat item pernyataan yang valid atau tidak valid. Uji validitas pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara rhitung dengan rtabel.43 Suatu instrument dikatakan valid jika: 1. Nilai rhitung > nilai rtabel maka dinyatakan valid. 2. Nilai rhitung < nilai rtabel maka dinyatakan tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya dan dapat memberikan hasil yang relatif tidak berbeda apabila dilakukan kembali kepada subyek yang sama.44 Pada penelitian ini digunakan teknik perhitungan reliabilitas koefisien Alpha Cronbach, dengan alasan komputasi dengan teknik ini akan memberikan harga yang lebih kecil atau sama besar dengan reliabilitas yang sebenarnya.45 Jadi dengan menggunakan teknik ini akan memberikan hasil yang lebih cermat karena dapat mendeteksi hasil yang sebenarnya. Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16 for windows.
c. Tahap Pengujian Prasayarat 1) Uji Normalitas
Pengujian normalitas adalah tentang kenormalan distribusi data, penggunaan uji normalitas karena pada analisis statistic parametrid, asumsi yang harus oleh data adalah bahwa data tersebut terdistribusi secara normal (Suharyadi dan Purwanto, 2009: 231-232). Sedangkan
43 Sofyan Siregar, Statistik Deskriptif untuk penelitian, (Jakarta PT Raja Grafindo Persada, 2010), hlm, 162.
44 Azwarahmad, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Praktik…, Hlm.74
45 Ibid, Hlm. 75
37
menurut (Sulhan, 2009: 24) dan uji normalitas adalah pengujian data untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak (Imam Ghazali, 2011:29).
46Adapun rumus yang digunakan untuk menguji kenormalitasan adalah sebagai berikut.47
Rumus:
∑ ( )
Selaian uji mengunakan manual dalam penelitian ini, untuk mengetahui kenormalan distribusi data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test melalui program SPSS 16 for windows. Metode yang digunakan untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov >
0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi. Kriteria pengambilan keputusan, pada tingkat signifikasi 0,05(5%):
Jika sig(signifikansi) atau nilai probalitas <0,05, bearti ada perbedaan signifikansi antara normalitas estimasi dan normalitas data empiris yang dikumpulkan, bearti pula bahwa data empiris tersebut tidak normal.
Jika sig(signifikansi) atau nilai probalitas >0,05 bearti tidak ada tidak ada perbedaan antara normalitas data empiris yang dikumpulkan, bearti pula bahwa data empiris tersebut normal.
2) Uji Linieritas
Uji linieritas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak.
Apakah fungsi yang digunakan dalam suatu studi empiris sebaiknya berbentuk linear, kuadrat, atau kubik. Data yang baik seharusnya memiliki hubungan linier antara variabel
46 Ari Apriyono, Jurnal Nomina, Vol. 2,No,2 2013,hlm.82.
47Riduwan, Metode& Teknik Menyusun Tesis, (Bandung: Alfabeta 2006), hlm. 182
38
dependen dan variabel independen.48 Dalm uji lineritas ini peneliti menggunakan program SPSS versi 16 for windows a) Jika nilai probabilitas > 0,05, maka hubungan antara
variabel bebas keluarga broken home (X) dengan variabel terikat perilaku keagamaan (Y) adalah linear.
b) Jika nilai probabilitas < 0,05, maka hubungan antara variabel bebas keluarga broken home (X) dengan variabel terikat perilaku keagamaan (Y) adalah tidak linear
d. Uji Hipotesis
Setelah pengujian prasyaratan maka langkah selanjutnya dilakukan analisis data. Dalam penelitian ini tehnik statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Regresi linier sederhana digunakan hanya untuk satu variabel bebas (independent) dan satu Variabel terikat (dependent).49 Dengan mengunakan program SPSS versi 16 for windows.
Keterangan:
Variabel terikat Variabel bebas
Angka konstan koefisien regresi
Koefisien regresi, yang menujukan angka peningkatan.
e. Koefesien Determinasi
Koefisien determinasi adalah ukuran (besaran) yang mnyatakan tingkat kekuatan hubungan dalambentuk persen (%).
Selain itu koefisien determinasi merupakan besaran untuk menunjukkan seberapa besar persentase keragaman variabel terikat (Y) yang dapat dijelaskan oleh keragaman variabel (X) atau dengan kata lain, seberapa X dapat memberikan kontribusi
48 Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8), Cetakan ke VIII, (Semarang : Badan PenerbitUniversitas Diponegoro, 2016), hlm. 203.
49 Agus Irianto , Stastik Konsep Dasar Dan Aplikasinya, (Jakarta:
Kencana, 2007), Hlm. 158
39
terhadap Y.50 Nilai koefisien determinasi dapat ditentukan dengan rumus:
KP:r2x100%
Keterangan:
KP : Koefisien determinasi r : Koefisien Korelasi51
I. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian a. Prosedur penelitian
1. Tahap persiapan penelitian
a) Peneliti mepelajari dan mahami isi dari proposal b) Pembuatan atau penyususunan blue print penelitian c) Pada tahap awal, kegiatan yang dilakukan yaitu:
i. Menyusun angket keluarga broken home dan perilaku keagamaan remaja
ii. Uji coba (try out) angket
2. Tahap pelaksanaan penelitian, yaitu meliputi pelaksanaan penyebaran instrument penelitian.
3. Terakhir penelitian menganalisis data serta menyimpulkan hasil penelitian.
50 Andi Supangat, Statistika, (Jakarta: Pranada Media Grup, 2007), hlm.
349-350
51 Ibid, h.228
40 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Desekripsi lokasi penelitian
IDENTITAS SEKOLAH
1) Nama Lembaga : SMK Anak Bangsa
2) Alamat Lembaga : Jalan H.L.Hasyim, No. 10, Jontlak, Kec. Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, Kode Pos 83513
3) Tanggal Berdiri : 02 Mei 2015 4) No. Telpon : 0818 – 0579-8508
5) Home Page : www.anakbangsafoundation.org 6) Email :[email protected]
[email protected] 7) Organisasi Induk : Yayasan Anak Bangsa
Indonesia NTB
8) Pembina : Jill Elena Jurgens 9) Ketua Yayasan : Marsekan Fatawi 10) Nama Pengurus : -
a. Kepala Sekolah : Sahrizal Fahlawi, M.Pd.I b. Sekretaris : Muhammad Nuri, S.E.I c. Bendahara : Moh. Suba‟i, S.Pd.I
11) Akta Notaris : L. Daud Nurjadi, SH., M.Kn 12) No./Tanggal : 30 / 26 Oktober 2016
13) Pengesahan Kemenkumham: AHU-0041308.AH.01.04 Tahun 2016
14) Surat Ijin Operasional No: 372 Tanggal 15 September Tahun 2015
15) Status Lembaga : Terdaftar di Dikpora Kab.
Lombok TengahTanggal 15 September Tahun 2015 16) Jenis Kegiatan : Pendidikan
17) Waktu Pelaksanaan : Pagi (Jam 07.00-13.00) 18) Waktu Pelaksanaan : Sore (-)
19) Jumlah Jam Pelajaran : 48 Jam Pelajaran
41
20) Jumlah guru : 34 Orang a. Laki-laki : 20 Orang b. Perempuan : 14 Orang c. Status : Swasta 21) Keadaan Gedung : Permanen
a. Luas Tanah : 2500 m2
b. Status Tanah : Milik Yayasan Anak Bangsa Indonesia
Luas Tanah : 2500 m2
Status Tanah : Milik Yayasan Anak Bangsa Indonesia
Jumlah Lokal : 16 Ruang
Ruang yayasan: 1 Ruang
Ruang guru : 1 Ruang
Ruang Belajar : 10 Ruang
MCK : 4 Ruang
RPS (Hotel) : 1 Ruang
RPS (Tata Boga): 1 Ruang
22) NPWP : 72.841.336.0-915.000 23) No. Rek. SMK :BRICab. Praya Nomor :
0191-01- 007688-53-7 a. Sejarah Smk Anak Bangsa
Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa adalah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Anak Bangsa Indonesia Nusa Tenggara Barat, yaitu salah satu lembaga swadaya masyarakat yang concern terhadap permasalahan-permasalahan sosial anak, seperti anak kurang mampu, anak terlantar, anak jalanan, dan anak yang memiliki kebutuhan khusus, anak berhadapan dengan hokum, dan anak dengan kecacatan. Anak-anak dengan kategori tersebut di atas menjadi fokus utama Yayasan Anak Bangsa Indonesia karena tidak jarang mereka dianggap sebelah mata oleh masyarakat dimana mereka tinggal. Hal itu sangat wajar karena memang mereka tidak ada yang menempuh pendidikan sehingga tidak memiliki sarana untuk mengekspresikan diri sebagaimana anak-anak pada umumnya yang seusia dengan mereka.
42
Melihat fakta tersebut menjadi kegelisahan tersendiri bagi pendiri dan segenap pengurus Yayasan Anak Bangsa Indonesia. Oleh karena itu pada tahun 2008, anak-anak dengan kategori di atas yang ada di sekitar kota praya dikumpulkan untuk diberikan pendidikan secara cuma-cuma (gratis) di Yayasan Anak Bangsa Indonesia. Kota praya menjadi focus utama karena anak dengan kategori di atas lebih banyak dijumpai di daerah perkotaan. Mereka diberikan pendidikan dalam bentuk life skill, seperti komputer, bahasa inggris, menjahit, olahraga, perkusi, sablon, handicraft, dan keterampilan lain yang dibutuhkan anak-anak. Dengan penguasaan keterampilan-keterampilan tersebut, mereka diharapkan dapat mengekspresikan diri dengan hal-hal positif sehingga mampu berkarya dan mampu memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Namun dengan memberikan pendidikan sebagaimana tersebut di atas, permasalahan tidak berhenti sampai di sana karena seiring perjalanan waktu, setelah selesai belajar di Yayasan mereka membutuhkan pekerjaan yang dapat menopang hidup mereka dan keluarga mereka. Dan untuk mendapatkan pekerjaan mereka harus memiliki ijazah formal yang legalitasnya diakui oleh pemerintah. Sementara untuk mendapatkan ijazah formal mereka harus menempuh pendidikan formal, minimal SMA/SMK yang biayanya sangat mahal. Permasalahan semacam ini harus segera dicarikan solusi agar anak-anak selain mendapat pengakuan dari masyarakat, mereka juga mendapat pengakuan dari pemerintah sehingga mereka bebas bekerja sesuai dengan keinginan dan harapan mereka.
Oleh karena itu, Pembina Yayasan Anak Bangsa Nusa Tenggara Barat (Bapak Khalid Isnulwadi dan Ibu Jill Elena Jurgens) dan segenap pengurus Yayasan Anak Bangsa Indonesia, yang dipimpin Bapak Marsekan Fatawi memutuskan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal sebagai wadah bagi anak-anak untuk mewujudkan keinginan, impian, dan harapan mereka untuk mengenyam
43
pendidikan menengah ke atas yang berkwalitas. Lembaga pendidikan formal yang dimaksud bernama “Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa” yang berdiri sejak tanggal 02 Mei 2015, bertepatan dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional. Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa berlokasi di Jl. H. L. Hasyim, No. 10 Lingkungan Jontlak, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa mendapat respon positif dari masyarakat, Hal ini terbukti dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyerahkan anak-anak mereka belajar di Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa. Ini tidak terlepas dari hasil sosialisasi yang baik antara pihak Yayasan Anak Bangsa Indonesia dengan masyarakat sekitar. Potret semacam ini sebenarnya membuktikan bahwa masyarakat sesungguhnya sangat rindu dengan lembaga pendidikan yang bisa dijangkau oleh semua kalangan yang tidak hanya membatasi diri bagi mereka yang kaya saja.
Pada awal didirikan Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa hanya membuka satu program keahlian saja, yaitu program keahlian Akomodasi Perhotelan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, karena semakin tingginya minat masyarakat untuk menyerahkan putra-putrinya belajar di Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa maka pada tahun 2016 diputuskan untuk menambah program keahlian, yaitu program keahlian Perbankan dan Usaha Perjalanan Wisata.
Pembukaan program keahlian baru ini dimaksudkan untuk memngakomodir aspirasi orangtua yang menginginkan putra- putrinya untuk mengambil program keahlian selain Akomodasi Perhotelan. Namun pada tahun 2018 jurusan Perbankan ditutup seiring dengan kebijakan pemerintah yang menutup jurusan Perbankan bagi semua sekolah kejuruan dengan pertimbangan bahwa jurusan tersebut tidak dibutuhkan di dunia industri. Adapun jumlah siswa Sekolah
44
Menengah Kejuruan Anak Bangsa pada tahun 2019 mencapai 329 siswa yang terbagi menjadi 12 rombongan belajar.
Pada awal berdirinya manajemen Yayasan Anak Bangsa Indonesia menunjuk Sahrizal Fahlawi, M.Pd.I untuk memimpin Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa.
Sahrizal Fahlawi menamatkan pendidikan S1 di Institut Agama Islam Negeri Mataram pada tahun 2011 atau yang saat ini telah berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri Mataram. Sedangkan S2 ditamatkan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2014. Setelah menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Sahrizal Fahlawi sempat mengabdikan diri sebagai asisten dosen di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Mataram selama beberapa waktu namun karena ingin lebih memfokuskan diri untuk mengurus dan mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa maka ia memutuskan untuk berhenti pada tahun yang sama (2015). Semoga Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa ke depan mampu menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan pendidikan bangsa ini khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.
a) Dasar-Dasar Pendirian
SMK Anak Bangsa didirikan atas dasar-dasar berikut ini:
1) Undang-undang Dasar Tahun 1945
2) PP. Nomor 39 Tahun 1991 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan
3) Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003
4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2010
tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan 5) AD/ART Yayasan Anak Bangsa Indonesia.
b) Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
45
Dalam menggunakan jasa pendidik, Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa memanfaatkan tenaga pendidik lokal di mana Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa Anak Bangsa merupakan alumni dari perguruan tinggi ternama yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Jawa, seperti IAIN Mataram atau saat ini dikenal dengan nama Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas Mataram, Institu Keguruan Ilmu Pendidikan Mataram, Akademi Pariwisata Mataram, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta dan perguruan tinggi ternama lainnya yang ada di Pulau Jawa. Pendidik dan tenaga kependidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa merupakan putra-putri terbaik di daerah ini. Tidak semua orang bisa mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa sebelum mengikuti beberapa tahapan seperti tes wawancara dan tes praktek mengingat tingginya animo masyarakat. Berikut nama-nama pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Menengah Kejuruan Anak Bangsa Anak Bangsa.
c) Sarana Dan Prasarana
Tabel 4.1
Daftar Sarana dan Prasarana SMK Anak Bangsa
No NAMA BARANG
VOLUM E
KONDISI BAIK RU
SA K
1 Ruang yayasan 1 ⱴ
2 Ruang guru 1 ⱴ
3 Ruang kelas 10 ⱴ
4 Ruang perpustakaan 1 ⱴ
5 Laboratorium computer 1 ⱴ
46 6 Ruang praktek
perhotelan 1 ⱴ
7 Kantin 1 ⱴ
8 Gudang 1 ⱴ
9 Kamar mandi yayasan 1 ⱴ
10 Kamar mandi guru 1 ⱴ
11 Kamar mandi siswa 2 ⱴ
12 Berugak 4 ⱴ
13 Bangku siswa 353 ⱴ
14 Meja siswa 352 ⱴ
15 Komputer 2 ⱴ
16 Laptop 22 ⱴ
17 Meja panjang 1 ⱴ
18 Kipas angina 4 ⱴ
19 Air conditioner (AC) 3 ⱴ
20 Area parker 1 ⱴ
21 Closed Circuit
Television (CCTV) 14 ⱴ
22 Locker guru 1 ⱴ
23 Ruang belajar yayasan 1 ⱴ
24 Lemari buku 4 ⱴ
25 Sofa yayasan 1 ⱴ
26 Sofa guru 1 ⱴ
47
27 Meja kepala sekola 1 ⱴ 29 Kursi kepala sekolah 1 ⱴ 30 Meja guru Bimbingan
dan Konseling 3 ⱴ
31 Meja operator 1 ⱴ
32 Kursi operator 1 ⱴ
33 Lemari kepala sekolah 1 ⱴ 34 Lemari administrasi
umum 3 ⱴ
35 Printer 2 ⱴ
36 Scanner 2 ⱴ
37 Jam dinding 2 ⱴ
38 Madding 1 ⱴ
39 Papan siswa 10 ⱴ
40 Gerbang 1 ⱴ
Sumber: Profil SMK Anak Bangsa Indonesia NTB b. Program
Dalam mendukung tercapainya visi dan misi di atas maka SMK Anak Bangsa mengaktifkan program-program yang harus diikuti oleh segenap warga sekolah yang ada di lingkungan SMK Anak Bangsa. Adapun program-program yang dimaksud adalah :
1) Program wajib, seperti:
a) Imtaq
b) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) c) Jumat bersih
d) Jalan sehat e) Senam sabtu
f) Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS)
48 2) Program unggulan
a) Memberikan reward bagi civitas yang berprestasi baik akademik maupun non akademik dan punishment bagi civitas yang melanggar aturan sekolah dan kode etik sekolah yang sekiranya dapat merusak nama baik sekolah di mata public.
b) Menyalurkan siswa berprestasi untuk ikut seleksi penerimaan karyawan baru di hotel atau home stay yang telah menjadi relasi Yayasan Anak Bangsa sejak berdiri sampai saat ini.
c) Memberikan kelas bahasa inggris wajib di luar jam belajar reguler (ekstrakurikuler)
d) Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
c. Strategi Pengembangan Sekolah
1) Memanfaatkan donatur yang berasal dari luar negeri untuk memberikan dukungan secara moral dan materi dalam rangka mendukung program sekolah.
2) Menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar agar memudahkan siswa dalam memenuhi tuntutan dunia kerja.
3) Melakukan studi banding ke sekolah-sekolah yang memiliki kualitas lebih baik yang ada di dalam maupun luar daerah.
4) Memberikan pelatihan kepada staff pendidik agar menjadi profesional.
5) Secara rutin memantau kualitas pendidik.
2. Deskripsi Responden
Deskripsi responden pada penelitian ini meliputi jenis kelamin, dan usi, penjelasanya dapat dirincikan sebagai berkut:
49
Tabel 4.2
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan table diatas diketahui responden terbanyak berjenis kelamin prempuan yaitu sebanyak 23 orang dengan perentase 57,5% sedangkan laki-laki sebanyak 17 orang dengan persentase 42,5% .
Tabel 4.3
Responden Berdasarkan Umur
No Umur Jumlah
1 16 tahun 6
2 17 tahun 23
3 18 tahun 11
Total 40
Berdasarkan table diatas diketahui responden berdasarkan umur yang terbanyak yaitu 17 tahun yaitu 23 orang dengan persentase 57,5 % sedangkan paling sedikit berumur 16 tahun dengan persentase 15%, dan responden yang berumur 18 tahun sebanyak 11 orang dengan persentase 27,5%.
3. Deskripsi Variabel
a. Variabel keluarga broken home
Variabel keluarga broken home diukur melaui dua aspek yaitu: aspek orang tua bercerai atau meningal, danorang tua tidak bercerai akan tetapi strukturnya tidak utuh lagi karena ayah dan ibu sering tidak dirumah.
No Jenis kelamin Jumlah 1 Laki-laki 17
2 Prempuan 23
Total 40
50
Gambar 4.1
sekor responden pada setiap aspek keluarga broken home Berdasarkan diagram diatas dapat dijabarkan masing- masing aspek variabel keluarga broken home dapat dijelaskan sebagai berikut: pada aspek orang tua bercerai atau meningal dunia dengan sekor tertinggi 127 pada tiga item pernyataan yaitu nomer item 4 (Saya sering bertengkar dengan ibu sambung saya), nomer item 8 (Saya tinggal berdua dengan salah satu kedua orang tua saya) dan pada nomer item 15 (Sebelum orang tua saya berpisah mereka sering bertengkar gara-garah hal yang sepele). Sedangkan pada aspek orang tua tidak bercarai akan tetapi strukturnya tidak utuh lagi dengan sekor tertinggi yaitu pada nomer item pernyataan 11 (orang tua saya sering adu mulut gara-gara hal sepele). Artinya berdasarkan nilai tertinggi pada setiap askpek ini sangat berpengaruh pada perilaku keagamaan remaja.
b. Variabel perilaku keagamaan remaja (y)
Variabel perilaku keagaaman remaja pada penelitian ini diukur menggunakaan dimensi yaitu dimensi pribadatan atau ibadah, dan dimensi pengalaman atau akhlak.
127 129
orang tua bercerai atau meninggal dunia
orang tua tidak bercerai akan tetapi strukturnya tidak utuh lagi karena ayah dan ibu sering tidak dirumah
51 Gambar 4.2
Sekor Responden Pada Setiap Dimensi
Berdasarkan diagram diatas dapat dijabarkan masing-masing dimensi pada variabel perilaku keagamaan , pada dimensi peribadatan atau ibadah dengan sekor tertinggi 138 yaitu pada pernyataan nomer item 22 (Jika ada waktu luang saya lebih memilih bermain game dari pada membaca al-qur‟a) artinya sebagian besar responden pada demensi peribadataan atau ibadah lebih melilih bermain game dari pada menggunakan waktunya untuk membaca al- qur‟an, sedangkan pada dimensi pengalaman atau akhlak dengan sekor tertinggi 129 yaitu item pernyataan nomer 5 (saya tidak mudah memaafkan orang lain) yang artinya sebagian besar responden tidak mudah memaafkan orang lain.
4. Validitas Dan Reabilitas Instrument Penelitian a. Validitas instrument
Sebelum angket disebarkan terlebuh dahulu peneliti melakukan uji validitas terhadap item-item pernyataan yang akan digunakan, untung mengetahui apakah angket yang akan digunakan layak atau tidak untuk diberikan kepada responden dalam melaksanakan penelitian. Berdasarkan uji coba yang dilaksanakan oleh peneliti kepada 30 responden yang sesuai dengan keriteria sampel penelitian.
138 129
Dimensi peribadatan atau ibadah Dimensi pengalaman atau akhlak