BAB II TINJAUAN PUSTAKA
G. Deskripsi Fokus
Efisiensi adalah suatu ukuran keberhasilan suatu kegiatan yang dapat dilihat dari besarnya sumber daya yang digunakan dalam mencapai hasil yang telah direncanakan. efisiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar. Dalam bahasa yang lebih sederhana efisiensi itu menunjukkan kemampuan organisasi dalam menggunakan sumber daya dengan benar dan tidak ada pemborosan.
a. Tidak membuang-buang waktu, adalah proses perencanaan dan pengendalian secara sadar terhadap waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tertentu, terutama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas.
b. Tenaga, Tenaga adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna dalam menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun masyarakat dalam melakukan pelayanan yang baik.
c. Biaya, adalah nilai pengorbanan terhadap proses produksi suatu produk yang dinyataka dalam bentuk satuan atau berlakunya harga pasar dengan tujuan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berkualitas tinggi.
2. Membedakan Milik Pribadi Dengan Milik Kantor
Birokrasi publik yang baik adalah birokrasi publik yang dapat membedakan mana milik kantor dan mana milik pribadi. Artinya mereka tidak akan menggunakan milik kantor untuk kepentingan pribadi. Mereka menggunakan barang publik (milik kantor) hanya betul-betul untuk kepentingan kantor.
Kendaraan dinas hanya digunakan untuk kepentingan menjalankan dinas, dan bukan untuk mengantar anaknya ke sekolah dan istrinya ke pasar.
a. Milik Pribadi, Milik pribadi adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut.
b. Milik kantor, adalah semua barang yang hak pihak perusahaan di larang untuk dibawah pulang atau digunakan pada diri sendiri karena barang yang milik kantor digunakan lingkungan kantor supaya karyawan bisa mematuhi peraturan yang ditentukan oleh pihak kantor.
3. Impersonal
Impersonal, maksudnya dalam melaksanakan hubungan kerjasama antara orang yang satu dengan lainnya secara kolektif diwadahi oleh organisasi, dilakukan secara formal, tujuan hubungan impersonal perlu ditegakkan adalah untuk menghindari urusan perasaan daripada unsur rasio dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang ada dalam organisasi. Siapa yang salah harus diberi sanksi dan yang berprestasi selayaknya mendapatkan penghargaan.
a. Hubungan kerjasama formal, adalah terjadi apabila seluruh kegiatan yang hendak di kerjakan bersama diatur dengan peraturan tertulis atau peraturan hukum sehingga jelas batas kompetensinya.
b.
Hubungan kerjasama antar organisasi, adalah kerja sama yang melibatkan organisasi lain dalam menyelesaikan satu pekerjaan penting yang membutuhkan organisasi lain untuk menjalin hubungan kerjasama dalam menyelesaikan tugas yang begitu berat dan penting untuk diselesaikan. 4. Merytal systemMerytal system nilai ini berkaitan dengan rekrutmen dan promosi pegawai, artinya dalam penerimaan pegawai atau promosi pegawai tidak didasarkan atas kekerabatan, patrimonial (keponakan, keluarga, alumni, daerah, golongan, dan lain sebagainya), akan tetapi didasarkan pada pengetahuan, ketrampilan, kemampuan serta pengalaman yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan..
Merytal system ini akan menjadikan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan usaha kerjasama tadi menjadi cakap dan profesional (professional and capable) dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
a. Skill, adalah istilah yang mencakup pengetahuan, kompetensi dan kemampuan untuk melakukan tugas operasioanl, skill dapat dikembangkan melalui kehidupan dan pengalaman kerja dalam mempelajari semua tugas yang penting.
b. Pengetahuan (Knowledge), adalah berguna dalam meningkatkan efisiensi perusahaan dan juga menyimpan pengetahuan yang terdapat didalam perusahaan itu sendiri.
c. Kemampuan (Capable), adalah potensi yang ada dalam diri seseorang untuk berbuat sehingga memungkinkan seseorang untuk dapat melakukan pekerjaan ataupun tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut.
d. Pengalaman (Experience), adalah suatu kemampuan, pengetahuan dan keterampilan seseorangg yang diperoleh melalui rentang waktu atau masa kerja yang telah ditempuh untuk pekerjaan tertentu melalui tindakan, reaksi, kecekatan dan berbagai percobaan yang telah dilakukan.
5. Responsible
Nilai ini adalah berkaitan dengan pertanggungjawaban birokrasi publik dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Birokrasi publik yang baik adalah birokrasi yang responsibel. Birokrasi publik yang responsibel diharapkan akan mampu memberikan layanan publik yang baik dan profesional.
a. Keahlian, adalah kemahiran seseorang dalam mengoperasikan sesuatu yang didalami dari dulu hingga sampai sekarang maka seseorang berhak mengembangkan keahlian tersebut untuk lebih dalam dan lebih dikuasai lagi di bidang tersebut.
b. Keterampilan, adalah seseorang yang memiliki bakat atau keterampilan di bidang tersebut agar terus melanjutkan keterampilan lebih jauh dan berkembang di suatu bidang tertentu.
31 A. Waktu Dan Lokasi Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam waktu dua bulan, terhitung mulai dari tanggal 06 September 2021 sampai dengan tanggal 06 November 2021.
2. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar Jl. Agrek Raya No.2 Paropo Kecamatan Panakukang Kota Makassar.
B. Jenis Dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Penelitian ini mengguakan jenis kualitatif yang memaparkan serta menganalisis data yang ada. Penelitian deskriptif adalah studi kasus yang mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret dan kondisi tentang apa sebenarnya yang terjadi di lapangan. Selain itu peneliti juga dibantu dengan studi pustaka untuk memperkuat pengetahuan yang di jumpai di lapangan dengan pendekatan teori yang ada.
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Adapun alasan peneliti menggunakan tipe tesebut yaitu karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena atau
pristiwa yang terjadi di lapangan kemudian menyajikan data secara akurat dan tersistemasi mengenai fenomena-fenomena yang ditemui di lapangan.
C. Informan Penelitian
Informan penelitian yaitu seseorang yang dapat memberikan informasi mengenai situasi atau kondisi objek penelitian tersebut. Adapun yang termasuk dalam informan penelitian yaitu:
Table 3.1: informan penelitian
No Nama informan
1 Kepala sub bagian umum 2 Kepala sub bagian kepegawaian
3 Staf bagian umum
4 Staf bagian kepegawaian
5 Guru
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti ada empat, yaitu:
1. Wawancara
Teknik wawancara adalah kegiatan tanya jawab secara lisan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Wawancara dilakukan guna memperoleh data primer tentang penerapan etika administrasi dalam rangka pengemabangan pegawai negri sipil di Kantor Dinas Kota Makassar.
2. Observasi
Teknik observasi yaitu melakukan pengamatan lansung di lokasi penelitian secara berulang terhadap suatu objek pengamatan pada tempat yang sama atau berbeda. Observasi ini difokuskan pada Kantor Dinas Pendidikan Di Kota Makassar.
3. Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data melalui peninggalan arsip-arsip, serta buku-buku, pendapat dan juga teori yang berkaitan dengan penelitian. Melalui dokumentasi, informasi bias didapatkan dalam bentuk rekaman suara, catatan harian, arsip foto, jurnal kegian dan lain-lain pada Kantor Dinas Pendidikan Di Kota Makassar.
E. Teknik Analisis Data
Data yang dikumpulkan dan diperoleh dari hasil penelitian ini baik data primer maupun data sekunder, merupakan data yang bersifat kualitatif. Sehingga dalam proses penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.
Analisis data merupakan proses mencari serta menyususn secara terstruktur data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi serta petunjuk lainnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdapat tiga komponen menurut Miles dan Hubrmen dalam Sugiono (2014):
1. Reduksi Data
Data-data yang didapatkan dari lapangan cukup banyak jumlahnya, oleh karena itu perlu adanya tahap reduksi data. Reduksi data merupakan
proses memilih, mengolah, memusatkan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data-data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.
2. Penyajian data
Penyajian data yaitu menyajikan informasi umtuk memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Penyajian data tersebut dilakukan dengan uraan singkat, dalam bentuk bagan dan antar kategori yang mudah dicapai.
3. Kesimpulan atau verifikasi
Kesimpulan atau verifikasi merupakan langkah terakhir dalam menganalisis data kualitatif. Penarikan ini dapat dilakukan dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang akan diinterpretasi dalam narasi kualitatif untuk kemudian melakukan penarikan kesimpulan terhadap makna-makna yang muncul dari data tersebut.
Untuk lebih jelasnya teknik analisis data menurut Miles dan Huberman dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1. Prosedur Analisis Data Kualitatif Miles dan Huberman (2014)
F. Teknik Pengabsahan Data
Pemeriksaan terhadap pengabsahan data pada dasarnya merupakan jaminan bahwa semua yang telah diamati dan diteliti merupakan data yang relavan dan benar-benar sesuai dengan keadaan di lapngan. Pengabsahan data atau validasi data berguna sebagai bukti bahwa apa yang telah diteliti sesuai dengan apa yang terjadi di lokasi tersebut.
Cara yang dilakukan oleh peneliti dalam menguji keakredibilitas suatu data yaitu dengan cara triangulasi. Triangulasi merupakan menurut Sugiyono (2012) adalah pemeriksaan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara serta berbagai waktu. Sugiyono membagi tiga jenis triangulasi, yaitu:
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber merupakan teknik yang dilakukan dengan cara mengece data yang telah diperoleh melalui beberpa sumber. Dengan kata lain peneliti melakukan pengumpulan serta pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil wawancara, pengamatan atau observasi dan dokemen-dokumen yang ada, selanjutnya peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan dukumen yang ada.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik ini dilakukan dengan memeriksa data dari sumber yang sama dengan teknik berbeda. Dalam hal ini data yang didapatkan dari hasil wawancara kemudian dicek dengan observasi dan dukumentasi. Apabila hasil dari pengujian ketiga teknik tersebut menghasilkan data yang
berbeda, maka peneliti harus melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang lain atau yang bersangkutan. Hal ini bertujuan untuk memastikan data mana yang benar atau mungkin semuanya benar hanya saja sudut pandang yang berbeda.
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kredibilitasi data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari merupakan data yang valid sehingga lebih kredibel. Hal ini disebabkan narasumber masih dalam keadaan segar-segarnya dimana belum banyak masalah yang dihadapi. Untuk itu dalam rangka menguji kredibilitasi data dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan observasi, wawancara, atau teknik lain dalam waktu dan situasi yang berbeda.
Apabila hasil uji data menunjukan hasil yang berbeda-beda maka perlu dilakukan secara berulang-ulang agar dapat menumukan kepastian datanya.
41 A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Profil Dinas Pendidikan Kota Makassar
Gambar 4.1 Peta Dinas Pendidikan Kota Makassar
Dinas Pendidikan Kota Makassar terletak di jalan Anggrek Raya No.
2, Paropo, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Profil Pendidikan Kota Makassar merupakan kumpulan data pendidikan dan non pendidikan sebagai gambaran kondisi pendidikan di Kota Makassar. Profil Pendidikan yang lengkap menjadi referensi dan bahan dalam menyusun Perencanaan Pembangunan Pendidikan yang realistis karena berbasis data.
Penyusunan perencanaan pembangunan bidang pendidikan membutuhkan data
dan informasi yang lengkap, tidak hanya data di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar melainkan juga di luar Dinas Pendidikan. Data yang terintegrasi, lengkap dan terkini mengenai keadaan pendidikan perlu dikaitkan dengan data dan informasi di luar Dinas Pendidikan Kota Makassar seperti Administrasi Pemerintah Daerah, Demografi, Geografi, Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama, Transportasi dan Komunikasi, serta data lainnya yang relevan. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan pembangunan di bidang pendidikan.
Tujuan umum dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar ialah untuk menghasilkan data yang terintegrasi antara data nonpendidikan dengan data pendidikan yang dapat digunakan untuk semua pihak yang berkepentingan dengan pembangunan pendidikan. Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui: 1) Kondisi Pendidikan Khususnya PAUD serta Pendidikan Dasar di Kota Makassar, 2) Kinerja Pendidikan Dasar di Kota Makassar, serta 3) Masalah yang dihadapi sebagai Bahan Perencanaan Pembangunan Pendidikan Khususnya pada Aspek Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan; Peningkatan Mutu, Relevansi, Daya Saing Pendidikan; Tata Kelola, Akuntabilitas dan Citra Publik Pendidikan.
2. Visi Dan Misi Dinas Pendidikan Kota Makassar
Penyusunan serta penetapan Visi Dan Misi Dinas Peendidikan Kota Makassar didasarkan pada isu-isu strategis, tuga pokok dan fungsi Dinas Pendidikan serta Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 8 Tahun 2018
tentang Pembetukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Makassar yang bertanggungjawab dalam melaksanakan pendidkan di Kota Makassar.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatakan bahwa “Negara Wajib Menyediakan Pelayanan Pendidikan Yang Bermutu Bagi Setiap Warga Negara”. Maka dari itu, pemerintah pusat dan daerah wajib menyelenggarakan pelayanan pendidikan yang bermutu dan berhak mengarahakna, membimbing, membantu serta mengawasi pelaksanaan pendidikan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dengan merujuk pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berkeadilan dan demokratis, serta tidak deskriminatif dan menjunjung tinggi nilai keagamaan, HAM, nilai kultural dan kemajuan bangsa;
2. Merupakan satu kesatuan yang sistemik dengan sitem yang terbuka dan multimakna, diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat;
3. Memberikan keteladanan, membangun kemauan serta mengembangkan kreativitas didik dalam proses pelaksanaan pembelajaran;
4. Mengembangkan budaya menulis, membaca dan berhitung bagi segenap warga masyarakat;
5. Pendidkna diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan serta pengendalian mutu layanan pendidikan.
Kewajiban menyelenggarakan pendidikan dijelaskan dari KEMENDIKBUD dan vis kota Makassar yang mengatakan “Makassar kota dunia yang nyaman untuk semua” dan menetapkan delapan jalan masa depan menuju masyarakat yang sejahtera strandar dunia. Dalam konteks pendidkan yang tetapkan pada jalan ke-4 yaitu pelayanan pendidikan gratis yang diterjemahkan: Gratis seluruh pendidikan, Gratis perlengkapan sekolah, Gratis transportasi bagi murid tidaak mampu.
Secara umum, scenario Visi dan Misi Pendidikan Kota Makassar berlandaskan pada Empaat Pilar Pendidkan Nasional, yaitu ketersediaan akses dan layanaan, kualitas dan relevansi, serta pelestarian budaya dan tata kelola.
Berdasarkan uraian tersebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar menetapkan Visi dan Misi yaitu “Mewujudkan Pendidikan yang Berwawasan Global, Inovatif, Berkaraakter dan Religius”.
3. Kedudukan Dan Susunan Organisasi
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pendidikan berdasarkan Peraturan Walikota Makassar Nomor 82 Tahun 2016 tentang Kedudukan, adalah sebagai berikut:
a. Kedudukan
Berdasarkan Peraturan Walikota Makassar Nomor 82 Tahun 2016 pada pasal 2 ayat 1 dan 2 yang menyatakan : (1) Dinas Pendidikan merupakan unsur yang bertugas dalam pelaksana Urusan Pemerintahan di bidang pendidikan yang menjadi kewenangan Daerah; (2) Dinas Pendidikan
dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
b. Susunan Organisasi
Sesuai Peraturan Walikota Makassar Nomor 82 Tahun 2016 pada pasal 3 menyatakan bahwa Susunan Organisasi Dinas Pendidikan, terdiri atas:
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat terdiri dari:
1. Subbagian Perencanaan dan Pelaporan 2. Subbagian Keuangan
3. Subbagian Umum dan Kepegawaian
c. Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, terdiri atas:
1. Seksi Pembelajaran
2. Seksi Kelembagaan dan Kemitraan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
3. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik d. Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar, terdiri atas:
1. Seksi Pembelajaran
2. Seksi Kelembagaan dan Kemitraan Pendidikan Dasar 3. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik
e. Bidang Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan, terdiri atas:
1. Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
2. Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar
3. Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama.
f. Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan, terdiri atas:
1. Seksi Perencanaan dan Pengawasan;
2. Seksi Pembangunan Sarana;
3. Seksi Pengadaan Prasarana.
g. Kelompok Jabatan Fungsional
h. Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada dibawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Makassar terdiri atas 14 UPTD sebagai berikut:
1. UPTD Pendidikan Kecamatan Bontoala 2. UPTD Pendidikan Kecamatan Biringkanaya 3. UPTD Pendidikan Kecamatan Makassar 4. UPTD Pendidikan Kecamatan Mamajang 5. UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala 6. UPTD Pendidikan Kecamatan Mariso 7. UPTD Pendidikan Kecamatan Panakkukang 8. UPTD Pendidikan Kecamatan Rappocini 9. UPTD Pendidikan Kecamatan Ujung Pandang 10. UPTD Pendidikan Kecamatan Ujung Tanah 11. UPTD Pendidikan Kecamatan Tamalate 12. UPTD Pendidikan Kecamatan Tamalanrea 13. UPTD Pendidikan Kecamatan Tallo 14. UPTD Pendidikan Kecamatan Wajo
15. Kecamatan Sangkarrang belum memiliki UPTD masih bergabung dengan UPTD Kecamatan Ujung Tanah
c. Tugas, Fungsi dan Uraian Tugas
Berdasarkan Peraturan Walikota Makassar Nomor 82 Tahun 2016 pada pasal 4, Susunan organisasi Dinas Pendidikan Kota Makassar memiliki tugas, fungsi dan uraian tugas sebagai berikut:
1. Kepala Dinas a. Tugas
Adapun tugas seorang kepela dinas adalah sebagai berikut:
1. Menyusun serta melaksanakan kebijakan di bidang pendidikan;
2. Menyusun serta melaksanakan visi dan misi;
3. menyusun dan mengendalikan pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat dan Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Bidang Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan;
4. merumuskan Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Kerja (RENJA), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/RKPA, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)/DPPA dan Perjanjian Kinerja (PK) dinas;
5. mengoordinasikan dan mermuskan bahan penyiapan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)/ Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota dan segala bentuk pelaporan lainnya sesuai bidang tugasnya;
6. merumuskan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)/Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dinas;
7. merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan (SP) dinas;
8. mengoordinasikan pembinaan dan pengembangan kapasitas organisasi dan tata laksana;
9. merumuskan kebijakan pengelolaan dan pengembangan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat dan pendidikan dasar;
10. merumuskan kebijakan penyelenggaraan manajemen guru dan tenaga kependidikan serta pembangunan sarana dan pengadaan prasarana pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat dan pendidikan dasar;
11. melaksanakan dan mengoordinasikan pengelolaan dan pengembangan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat dan pendidikan dasar;
12. melaksanakan dan mengoordinasikan penyelenggaraan manajemen guru dan tenaga kependidikan serta pembangunan sarana dan pengadaan prasarana pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat dan pendidikan dasar;
13. melaksanakan perencanaan dan pengendalian teknis operasional pengelolaan keuangan, kepegawaian dan pengurusan barang milik Daerah yang berada dalam penguasaannya;
14. melaksanaan tugas pembantuan dari pemerintah Provinsi ke pemerintah Kota sesuai dengan bidang tugasnya;
15. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan di lingkup tugasnya serta mencari alternatif pemecahannya;
16. mempelajari, memahami dan melaksanakan peraturan perundang- undangan yang berkaitan dengan lingkup tugasnya sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas;
17. memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada pimpinan;
18. melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait lainnya sesuai dengan lingkup tugasnya;
19. membina, membagi tugas, memberi petunjuk, menilai dan mengevaluasi hasil kerja bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
20. melaksanakan pembinaan jabatan fungsional;
21. melaksanakan pembinaan unit pelaksana teknis dan satuan pendidikan;
22. menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada walikota melalui sekretaris Daerah;
23. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh walikota.
b. Fungsi
Kepala Dinas Pendidikan menyelenggarakan fungsi:
1. perumusan kebijakan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan bidang pendidikan;
2. pelaksanaan kebijakan Urusan Pemerintahan bidang pendidikan;
3. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Urusan Pemerintahan bidang pendidikan;
4. pelaksanaan administrasi dinas Urusan Pemerintahan bidang pendidikan;
5. pembinaan, pengoordinasian, pengelolaan, pengendalian, dan pengawasan program dan kegiatan bidang pendidikan; dan
6. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.
2. Sekertariat a. Tugas
Adapun tugas sekertariat dinas pendidikan terdiri atas:
1. merencanakan, menyusun dan melaksanakan program dan kegiatan Sekretariat;
2. melaksanakan penyusunan kebijakan teknis urusan perencanaan dan pelaporan, keuangan, umum dan kepegawaian;
3. mengoordinasikan pelaksanaan tugas Subbagian Perencanaan dan Pelaporan, Subbagian Keuangan dan Subbagian Umum dan Kepegawaian;
4. menghimpun dan menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/RKPA, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)/DPPA Sekretariat;
5. mengoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)/DPPA Sekretariat;
6. mengoordinasikan setiap bidang dalam penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Kerja (RENJA), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/RKPA, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)/DPPA dan Perjanjian Kinerja (PK), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)/Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dinas;
7. mengoordinasikan setiap bidang dalam penyusunan laporan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan;
8. mengoordinasikan setiap bidang dalam penyiapan bahan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)/Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP) kota dan segala bentuk pelaporan lainnya sesuai bidang tugasnya;
9. mengoordinasikan setiap bidang dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan (SP) dinas;
10. mengoordinasikan setiap bidang dalam pembinaan dan pengembangan kapasitas organisasi dan tata laksana;
11. mengoordinasikan penyelenggaraan urusan ketatausahaan, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan dan aset serta urusan kehumasan, dokumentasi dan protokoler dinas;
12. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan di lingkup tugasnya serta mencari alternatif pemecahannya;
13. mempelajari, memahami dan melaksanakan peraturan perundang- undangan yang berkaitan dengan lingkup tugasnya sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas;
14. memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan;
15. melaksanakan pembinaan disiplin aparatur sipil negara di lingkup dinas;
16. membagi tugas, memberi petunjuk, menilai dan mengevaluasi hasil kerja bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
17. menyampaikan laporan pelaksanaan tugas/ kegiatan kepada atasan;
18. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.