BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Hasil Penelitian
Adapun data yang diuraikan adalah hasil penelitian mengenai peningkatan keterampilan menulis narasi murid kelas V SD Muhammadiyah Perumnas melalui pelaksanaan tindakan. Tindakan penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus dengan berbantuan media gambar seri.
39
A). Siklus I
1. Perencanaan Tindakan Siklus I
Tahap kedua dari penelitian tindakan kelas adalah pelaksanaan
“tindakan” yang merupakan implementasi dari rencana pelaksanaan
pembelajaran (rpp). Berikut uraian pelaksanaan tindakan dalam siklus pertama.
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
Sebelum melakukan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi dikelas V SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar, perencanaan awal dalam siklus I ini mencakup hal-hal berikut:
1. Peneliti mengajukan permohonan izin terhadap kepala sekolah setempat beserta guru kelas V serta pihak-pihak terkait untuk membantu dan mengarahkan dalam proses penelitian.
2. Peneliti mengemukakan suatu ide dalam memecahkan masalah rendahnya keterampilan menulis narasi murid dengan berbantuan media gambar seri.
3. Peneliti dan guru kelas V menentukan materi yang akan disampaikan, serta hal-hal yang mencakup aspek gagasan, organisasi isi, tata bahasa, diksi, dan tanda baca yang tepat.
4. Peneliti menyusun langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan dalam mengajar dengan dibantu dan diarahkan oleh guru kelas.
2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1). Pertemuan pertama
Pertemuan pertama siklus I dilaksanakan pada hari sabtu, 20 Juli 2019 berlangsung selama 70 menit. Kegiatan inti pertemuan pertama adalah sebagai berikut:
a. Sebelum memulai pembelajaran, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam dan berdoa terlebih dahulu serta mengecek kehadiran murid.
b. Sebelum masuk pada materi pelajaran, guru bertanya pada murid,
“siapa yang pernah menulis cerita?, cerita apa saja yang biasa
anak-anak tulis?” sebagai apersepsi.
c. Guru mempersiapkan gambar seri dan ditempelkan dipapan tulis.
Setelah itu guru bertanya pada murid “kira-kira gambar apa yang diceritakan pada gambar ini?”.
d. Murid mendengarkan penjelasan guru mengenai defenisi karangan narasi dengan memperhatikan ejaan dan tanda baca yang tepat digunakan dalam menulis cerita.
e. Salah satu murid diminta ke depan untuk menceritakan urutan gambar yang ditampilkan oleh guru.
f. Guru menanyakan pendapat murid lainnya mengenai cerita yang
dikemukakan oleh temannya.
g. Murid mendengarkan kembali penjelasan guru mengenai cara menulis narasi dengan tepat sesuai dengan gambar yang ditampilkan.
h. Murid diminta untuk menulis karangan narasi sesuai dengan soal yang telah dibagikan oleh guru.
i. Setelah menulis narasi, murid diminta untuk membacakan hasil narasi yang telah dibuat.
j. Hasil tulisan narasi murid dikumpulkan untuk diperiksa dan dinilai oleh peneliti.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan pertama siklus I dilaksanakan pada hari sabtu, 20 Juli 2019 berlangsung selama 70 menit. Kegiatan inti pertemuan pertama adalah sebagai berikut:
a. Guru menunjukkan gambar seri yang telah diberi nomor dipapan tulis dan mengajukan pertanyaan pada murid “kegiatan apa yang dilakukan pada gambar nomor 3?”. Ini bertujuan untuk mengasah kemampuan murid dalam menganalisis gambar yang tertera dipapan tulis.
b. Guru bertanya tentang pembelajaran sebelumnya mengenai menulis karangan narasi.
c. Murid menyimak penjelasan guru mengenai EYD dan langkah-
langkah dalam membuat cerita narasi.
d. Murid diminta untuk menulis karangan narasi sesuai dengan soal yang telah dibagikan oleh guru.
e. setelah selesai menulis narasi, murid diminta untuk membacakan hasil narasi yang telah ditulisnya.
f. Hasil karangan narasi dikumpulkan untuk diperiksa dan dinilai oleh peneliti dan guru.
Gambar 4.1 Hasil Karangan Narasi Murid Kelas V pada Siklus I Berdasarkan hasil tulisan narasi yang disusun oleh salah satu murid, gagasan yang ditulis sudah cukup memberi kesan bagi pembaca. Isi karangannya juga sudah menggambarkan objek sesuai dengan gambar dalam soal. Namun, penggunaan huruf kapital diawal kalimat maupun pada nama objek belum dapat digunakan dengan tepat, murid tersebut selalu menggunakan huruf kecil disetiap awal kalimat maupun pada nama objek. Namun secara keseluruhan, murid tersebut sudah mampu menggambarkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh
objek sesuai gambar pada soal yang diberikan. Kekurangan yang terjadi pada tindakan siklus I, maka akan dilakukan perbaikan pada siklus II yang meliputi penjelasan mengenai penempatan huruf kapital dan huruf kecil.
Tabel 4.1 Aspek Penilaian Karangan Narasi
No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimal
1. Isi gagasan yang dikemukakan 25
2. Organisasi isi narasi 25
3. Struktur tata bahasa 20
4. Gaya pilihan struktur diksi 15
5. Ejaan tanda baca 15
Jumlah 100
3. Observasi Siklus I
Peneliti melakukan observasi dari awal pertemuan sampai pada akhir pembelajaran pada siklus I. Observasi ini dilakukan untuk mengamati peningkatan yang berkembang pada murid dalam menulis narasi. Berdasarkan hasil observasi yang telah diamati, hasil tulisan narasi murid masih tergolong sedang dan belum menampakkan keberhasilan yang tinggi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, sebagian murid sudah dapat menggunakan imajinasinya dalam membuat suatu cerita narasi yang berbantuan media gambar seri.
1). Kegiatan Guru
Pada pelaksanaan tindakan kelas pada siklus I pertemuan pertama, yaitu materi menulis narasi, media yang digunakan guru masih terbilang kurang menarik karena media yang ditampilkan terlihat kecil, terkhusus untuk murid yang duduk dibangku paling belakang. Murid sering
mengeluh karena media gambar yang ditampilkan tidak terlalu jelas dilihat oleh mereka. Ketika guru menjelaskan materi didepan, murid kebanyakan lebih asik sendiri dan lebih memilih mengobrol dengan teman sebangku dibanding menyimak penjelasan gurunya, adapula yang keluar masuk kelas dengan alasan beberapa kali ingin buang air kecil.
Pada pertemuan kedua, guru menyampaikan materi dengan menggunakan media gambar seri yang bentuknya lebih besar dari sebelumnya, sehingga murid lebih mudah melihat gambar yang ditampilkan. Pertemuan kedua ini, murid lebih lumayan aktif dibanding pertemuan sebelumnya.
2). Kegiatan Murid
Kegiatan murid pada pembelajaran Bahasa Indonesia ialah fokus pada penulisan karangan narasi menggunakan media gambar seri.
Sebagian murid terlihat antusias dikarenakan sudah cukup mengerti mengenai materi menulis narasi yang telah dijelaskan oleh guru.
Dengan melihat gambar, imajinasi murid dipacu untuk dituangkan dalam tulisan. Namun, masih terdapat siswa yang kurang memahami bagaimana menulis cerita narasi. Sehingga pada saat yang bersamaan, guru kembali menjelaskan pada murid tentang menulis narasi dengan
melihat gambar yang ditampilkan.
4) Refleksi Tindakan Siklus I
Pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri membuat murid menulis dengan cukup baik. Adapun kesalahan- kesalahan penulisan sudah sedikit berkurang dari sebelumnya. Misalnya:
a. Kesulitan menuliskan huruf kapital diawal kalimat, dan nama orang seperti: “Beberapa bulan kemudian” ditulis “beberapa bulan kemudian”, “Dina dan Doni” ditulis dengan “dina dan doni”.
b. Penulisan huruf kapital ditengah-tengah kalimat, misalnya kalimat
“Dina dan Doni sedang menanam pohon” ditulis menjadi “Dina
dan Doni Sedang menanam pohon”.
c. Sebagian murid ada pula yang melakukan kesalahan dengan menambah huruf, misalnya kata “pohon”, ditambah menjadi
“pohong”.
d. Kesalahan pada akhir kata yang tidak ditambahkan dengan tanda baca titik (.), serta adapula murid yang tidak menyertakan tanda baca
koma (,) pada bagian kata ataupun kalimat yang harusnya terdapat suatu jeda dalam tulisan tersebut.
Tabel 4.2 Klasifikasi Nilai Keterampilan Menulis Narasi Siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)
88-100 Sangat Tinggi 0 0
75-87 Tinggi 15 79%
62-74 Sedang 3 16%
49-61 Rendah 1 5%
0-48 Sangat Rendah 0 0%
Jumlah 19 100
(Sumber: Analisis Data Murid)
Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat dikemukakan bahwa dari 19 murid kelas V SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar, tidak ada murid yang mendapat nilai sangat tinggi 0%, kategori tinggi yaitu 79%, sedangkan yang mendapat nilai sedang hanya sebanyak 3 orang atau 16%, yang mendapat nilai rendah yaitu 5%, sedangkan 0 murid tidak ada yang mendapat nilai sangat rendah 0%. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I keterampilan menulis narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Muhammadiyah Perumnas masih tergolong sedang. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan pada siklus selanjutnya.
B). Siklus II
1. Perencanaan Tindakan Siklus II
Pada awal kegiatan peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi untuk mengamati kegiatan murid dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran dan guru dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. Peneliti mempersiapkan materi yang akan diajarkan kepada murid berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Peneliti juga mempersiapkan lembar kerja murid untuk menguji keterampilan menulis narasi pada saat kegiatan mengarang.
2. Pelaksanaan Tindakan Siklus II a. Pertemuan Pertama
Kegiatan pada pertemuan pertama siklus II adalah perencanaan.
Dilaksanakan pada hari selasa, 23 Juli 2019. Sebelum proses
pembelajaran dilaksanakan guru bersama peneliti menyusun rencana perbaikan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Adapun rencana perbaikan tersebut antara lain:
• Penjelasan mengenai tata cara penulisan narasi yang baik dan benar.
• Penjelasan ulang mengenai penulisan huruf kapital setiap awal kalimat
maupun di setiap nama objek.
• Penulisan ulang dalam menggunakan tanda baca pada setiap akhir
kalimat maupun jeda ditengah kata.
• Pada siklus II ini peneliti mempersiapkan gambar seri yang sama dengan
siklus sebelumnya.
b. Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua siklus II dilakukan pada hari rabu, 24 Juli 2019 yang berlangsung selama 70 menit. Implementasi tindakan dari siklus II merupakan perbaikan dari kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. Adapun kegiatan inti dari pertemuan ini adalah:
• Guru menjelaskan materi menulis narasi berdasarkan gambar seri yang
ditampilkan.
• Guru menjelaskan cara menulis narasi berdasarkan gambar seri yang
tertera dilembar soal murid.
• Murid diminta untuk membuat narasi dengan beberapa paragraf
menggunakan tanda baca maupun bahasanya sendiri yang mudah dipahami.
• Murid diminta membacakan hasil karangan narasinya didepan kelas.
• Guru memberikan penilaian terhadap hasil karangan narasi murid.
Berikut ini merupakan hasil menulis narasi murid kelas V SD Muhammadiyah perumnas Makassar :
Gambar 4.2 Hasil Karangan Narasi Murid Kelas V pada Siklus II Berdasarkan hasil karangan narasi murid kelas V SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar, dapat dilihat bahwa pelaksanaan tindakan siklus II mengalami peningkatan pada aspek yang dinilai pada karangan narasi, antara lain:
aspek diksi sudah bisa dikatakan menarik, karena dapat memberikan kesan pada pembaca seakan-akan sedang melihat dengan nyata kegiatan pada gambar yang ditampilkan. Murid tersebut sudah mampu mengembangkan beberapa paragraf dengan cukup baik. Selain itu, murid tersebut sudah mampu mengurutkan narasi gambar yang telah diacak. Walau demikian, tetap saja masih terdapat penggunaan huruf kapital yang salah pada bagian nama objek, juga terdapat kesalahan pada pemotongan kata yang tidak dicukupi oleh baris pada kotak lembar soal.
Tabel 4.3 Aspek Penilaian Menulis Narasi
No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimal
1. Isi gagasan yang dikemukakan 25
2. Organisasi isi narasi 25
3. Struktur tata bahasa 20
4. Gaya pilihan struktur diksi 15
5. Ejaan tanda baca 15
Jumlah 100
3. Observasi
Pada tahap observasi ini dilakukan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan oleh guru maupun murid pada saat kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dalam kelas.
1) Kegiatan Guru
Observasi penelitian tindakan kelas pada siklus II materi menulis narasi menggunakan media gambar seri secara umum sudah baik.
Kekurangan guru yang terjadi pada siklus I sudah diperbaiki pada siklus II.
Dalam proses pembelajaran, guru menyampaikan materi dengan jelas, tidak terburu-buru dan menyelipkan kegiatan ice breaking sebagai penyemangat murid dalam mengikuti pembelajaran. Guru selalu membantu dan membimbing murid yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan karangan narasi.
2) Kegiatan Murid
Pada siklus kedua ini, sebagian besar murid sudah lebih memahami cara penggunaan maupun penempatan huruf kapital yang benar, tata bahasa sudah sesuai dengan EYD, serta mampu menyusun narasi gambar walau sudah diacak. Murid yang awalnya kurang memperhatikan penjelasan guru,
kini sudah lebih bisa tenang. Rasa percaya diri untuk menulis maupun membaca kembali narasi didepan kelas sudah sangat bagus, bahkan mereka sangat antusias. Meskipun demikian, masih ada pula beberapa murid yang perlu dibimbing kembali, namun secara keseluruhan sudah menunjukkan peningkatan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai materi menulis narasi dengan berbantuan media gambar seri.
4. Refleksi
Tahap terakhir dalam penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk merefleksi ataupun mengevaluasi kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus yang sudah berlalu, mengungkapkan kelebihan dan kekurangan tindakan, serta mencari solusi untuk tindakan selanjutnya. Dalam tahap refleksi, guru menilai hasil menulis narasi murid. Dalam tahap pembelajaran siklus II, murid merasa lebih mudah mengerjakan karangan narasi dikarenakan sudah sering diulangi pada setiap pertemuan, ejaan yang digunakan sudah cukup benar dan tepat pada saat menulis. Selain itu, pilihan kata dan isi gagasan yang digunakan sudah sesuai dengan gambar seri.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan murid semakin berkurang dibanding dengan sebelumnya. Meskipun dalam penulisan masih ditemukan murid yang mengalami kesulitan, misalnya :
a). Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, misalnya kalimat “Dina menyapu halaman”, ditulis menjadi “Dina Menyapu halaman”.
b) Tidak menggunakan tanda titik (.) pada akhir kalimat, misalnya :
“Menurut Dina dan Doni, mangganya manis”. ditulis “Menurut Dina
dan Doni, mangganya manis”
c) Kesalahan dalam penulisan kata, misal kata “menyapu”, ditulis
“meyapu”.
Namun, secara keseluruhan dengan melihat hasil menulis narasi murid kelas V SD Muhammadiyah Perumnas Kota Makassar pada siklus II sudah dirasa cukup baik dan mengalami peningkatan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Adapun nilai murid yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4 Nilai Rata-rata Keterampilan Menulis Narasi pada Siklus I dan Siklus II
Kelas Nilai Rata-Rata
V Siklus I Siklus II
76,84 % 85,31 %
(Sumber: Analisis Tes Hasil Belajar Murid)
85,31%
76,84%
Siklus I siklus II
Gambar 4.3 Diagram Nilai Rata-rata Murid Kelas V pada Siklus I dan Siklus II
• Diagram tersebut menggambarkan tentang jumlah nilai rata-rata menulis narasi murid mulai pada siklus I dan siklus II.
• Bagian diagram yang berwarna biru menunjukkan nilai rata-rata murid saat diberikan tes pada siklus I.
• Bagian diagram yang berwarna merah menunjukkan nilai rata-rata murid pada siklus II.
• Pada diagram tersebut, dapat dilihat bahwa nilai tertinggi yang dicapai murid adalah pada siklus II.
Data pada tabel dan diagram tersebut menunjukan peningkatan nilai rata- rata keterampilan menulis narasi murid. Peningkatan yang terjadi adalah pada penggunaan tanda baca koma, tanda titik serta penulisan huruf kapital dan penggunaan kata serta kalimat. Dalam siklus II ini, ada 18 murid yang mengalami peningkatan dalam terampil menulis narasi.
Dari keseluruhan siswa yang berjumlah 19 murid, terdapat 18 murid yang tuntas atau sebanyak 94,73%. Sedangkan 1 murid dari 19 orang 5,26%
masih belum tuntas dalam menulis karangan narasi. Nilai rata-rata pada sisklus II meningkat dari 76,84% pada siklus I menjadi 85,31% pada siklus II.
Berikut ini disajikan tabel perolehan nilai murid pada saat peneliti melakukan penelitian mulai dari pratindakan, siklus I, dan siklus II yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.5 Perolehan Nilai Murid Kelas V SD Muhammadiyah Perumnas pada Siklus I dan Siklus II
No. Inisial Nilai Rata-Rata Kriteria
Siklus I Siklus II Tuntas Tidak Tuntas
1 INA 80 80 √
2 MFA 60 70 √
3 MGF 70 75 √
4 ANA 80 80 √
5 MSP 75 80 √
6 MSR 80 90 √
7 ATM 75 85 √
8 MRAP 70 80 √
9 MAK 85 95 √
10 IRS 80 90 √
11 NM 70 80 √
12 RAN 85 85 √
13 DNA 75 93 √
14 SAK 75 92 √
15 NIA 75 80 √
16 SNZ 75 92 √
17 MA 80 90 √
18 MD 85 90 √
19 NB 85 94 √
Jumlah Nilai 1460 1621
Rata-Rata 76,84% 85,31%
Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata murid pada siklus I sebesar 76,84.
Pada siklus II nilai rata-rata murid sebesar 85,31. Dengan demikian nilai rata-rata siswa meningkat sebesar 8,47% dari siklus I ke siklus II.