BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pengujian Hipotesis
pengujian hipotesis berisi tentang kebenaran berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian. Teknik statistik untuk mengetahui efektivitas pengelolaan kelas (X) terhadap minat belajar peserta didik (Y).
Adapun hasil analisis data untuk menguji hipotesis pertama dan kedua yang dirumuskan peneliti sebagai berikut:
1. Pengelolaan Kelas Hipotesis Statistik 76 76
Tabel 4.42 Hasil One-Sample Test
One-Sample Test
Test Value = 0
t df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pengelolaan
Kelas 149.144 70 .000 65.000 64.13 65.87
Sumber Data : IBM SPSS Statistics Versi 21.0
Hasil Uji diatas menunjukkan bahwa thitung variabel X =149.144, df = 70, sig 5% = 1, 669 karena nilai sig.. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak artinya pengelolaan kelas paling rendah 76% dari yang diharapkan
Skor total variabel pengelolaan kelas yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 4615, skor teoritik variabel ini pada setiap responden adalah 17 x 5 = 85, karena jumlah responden adalah 71 orang, maka skor kriterium adalah 85 x 71
=6.035, sehingga pengelolaan kelas 4615 : 6.035= 0,764 dibulatkan menjadi 0,764 atau 76% seseuai kriteria yang ditetapkan.
90%-100%
80%-89%
70%-79%
60%-69%
0%-59%
Kategori sangat tinggi Kategori tinggi
Kategori sedang Kategori rendah
Kategori sangat rendah59
59 Suharsimi Arikunto, Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bima Aksara, 1986), h. 54
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas termaksud kategori sedang.
2. Minat Belajar Hipotesis Statistik
Tabel 4.43 Hasil One- Sample Test
One-Sample Test
Test Value = 0
t df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Minat
Belajar 147.318 70 .000 65.366 64.48 66.25
Hasil Uji diatas menunjukkan bahwa thitung variabel X =147,318, df = 70, sig 5% = 1, 669 karena nilai sig.. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak artinya pengelolaan kelas paling rendah 81% dari yang diharapkan
Skor total variabel pengelolaan kelas yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 4641, skor teoritik variabel ini pada setiap responden adalah 16x 5 = 80, karena jumlah responden adalah 71 orang, maka skor kriterium adalah 80 x 71
=5,680, sehingga pengelolaan kelas 4641 : 5,680 = 0,817 dibulatkan menjadi 0,817 atau 81% seseuai kriteria yang ditetapkan.
90%-100%
80%-89%
70%-79%
60%-69%
0%-59%
Kategori sangat tinggi Kategori tinggi
Kategori sedang Kategori rendah
Kategori sangat rendah
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas termaksud kategori tinggi.60 Selanjutnya untung menjawab hipotesis ke III dilakukan dengan koefesien determinasi untuk mengetahui konstribusi yang diberikan variabel X terhadap variabel Y ,sebagai berikut:
3. Pengaruh Pengelolaan Kelas terhadap Minat Belajar peserta didik Tabel 4.44.Anova
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 165.281 1 165.281 14.024 .000b
Residual 813.198 69 11.785
Total 978.479 70
a. Dependent Variable: Minat Belajar b. Predictors: (Constant), Pengelolaan Kelas
Uji Signifikam persamaan regresi diperoleh dari Regression kolom ke-5 yaitu Fhitung (b/a)= 14.024 dan p-value = 0,000 < 0,05 atau H0 ditolak. Dengan demikian, pengaruh pengelolaan kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah signifikan. Artinya terdapat pengaruh pengelolaan kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik.
Tabel 4.45 Coefficients
Selanjutnya diperoleh persamaan Regresi Y = a + Bx yaitu Y =38.168 + 0,418 X diketahui bahwa nilai koefesien X sebesar 0,418. Hal ini berarti pengelolaan kelas
60 Suharsimi Arikunto, Evaluasi Pendidikan, h. 54 Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 38.168 7.274 5.247 .000
Pengelolaan Kelas .418 .112 .411 3.745 .000
a. Dependent Variable: Minat Belajar
(X) meningkat 1 point, maka akan menyebabkan meningkatnya minat belajar peserta idik (Y) sebesar 38,586. Nilai konstanta persamaan regresi adalah 38.168, hal ini berarti jika nilai pengelolaan kelas (X) adalah 0, maka nilai minat belajar peserta didik (Y) sebesar 38,168.
Sumber Data : IBM SPSS Statistics Versi 21.0
Besarnya pengaruh X terhadap Y dapat diketahui dengan berpedoman pada nilai R Square r2 yang terdapat pada output SPSS bagian Model Summary. Dari output diatas diketahui nilai R Square sebesar 0.169. Sehingga persamaan koefisien determinasinya adalah sebagai berikut.
Kd = r2 × 100%
Kd =( 0.411)2 × 100%
Kd = 41,1%
Nilai koefisien determinasinya sebesar 41,1% maka dapat disimpulkan hubungan pengelolaan kelas (X) terhadap peningkatan minat belajar peserta didik (Y) sebasar 41,1%. sedangkan sisanya yaitu sebesar 58.9% di dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diketahui oleh peneliti.
Tabel 4.46 Model Summary pada Uji Regresi Linear Sederhana
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .411a .169 .157 3.433
a. Predictors: (Constant), Pengelolaan Kelas b. Dependent Variable: Minat Belajar
Tabel 4.47 Pedoman Untuk Memberi Interpretasi Terhadap Koefisen Korelasi61 Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0.00 - 0.199 Sangat Rendah
0.20 - 0.399 Rendah
0.40 - 0.599 Sedang
0.60 - 0.799 Kuat
0.80 - 1.000 Sangat Kuat
Berdasarkan tabel pedoman interprestasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas memiliki pengaruh yang sedang terhadap minat belajar pendidikan agama islam peserta didik pada kelas XI SMA Negeri 7 Pinrang Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang.
A. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Efektifitas Pengelolaan Kelas
Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian efektivitas pengelolaan kelas di kelas XI di SMA Negeri 7 Pinrang data pengelolaan kelas lebih cenderung berada pada kategori sedang, hal ini dilihat berdasarkan nilai mean sebesar 65,00 berada pada kategori 55 dan 73, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas yang terjadi pada proses pembelajaran berada pada kategori sedang sebesar 76%. Hasil disesuaikan dengan
61Sugiyono. Metode Penelitian Pendidik an Pendek atan Kuantitatif, Kualitatif R & D (Cet. X, Bandung: Alfabeta, 2010), h. 257.
kajian teori penelitian yang dikemukakan beberapa Kriteria efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran baik
Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang akan diamati adalah kemapuan pendidik dalam Menata fasilitas kelas, Penyediaan alat-alat pembelajaran, Menjalin komunikasi di dalam kelas, Memotivasi siswa Bersikap hangat, pengertian dan terbuka, Menegakkan disiplin dalam mengelola pembelajaran.
b. Aktivitas siswa dalam pembelajaran baik
Aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Banyak aktifitas-aktifitas yang dilakukan anak-anak disekolah, tidak hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang lazim disekolah tradisional.
c. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar dapat dilihat dari hasil belajar yang telah mencapai ketuntasan individu, yakni peserta didik telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan.
d. Respon peserta didik terhadap pembelajaran yang positif (Angket)
Respon peserta didik adalah tanggapan peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam. Pengelolaan kelas dalam pembelajaran pendidikan agama islam baik dapat memberikan respon yang positif bagi peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
Hasil Penelitian tentang Pendidik mengatur tempat duduk siswa jika terlihat berantakan lebih dominan yang menjawab sering. artinya pendidik selalu mengatur tempat duduk siswa jika terlihatat berantakan. Berdasarkan fakta di lapangan pedidik memang lebih sering mengatur tempat duduk peserta didik saat ingin memulai pembelajaran mulai dari jarak tempat duduk peserta didik satu sama lain agar tdk terlalu berimpitan.
Hasil Penelitian tentang Pendidik memperhatikan kebersihan kelas sebelum memulai pelajaran lebih dominan yang menjawab selalu, artinya pendidik selalu membersihkan kelas. Berdasarkan dengan fakta di lapangan pendidik selalu memerintahkan peserta didik yang bertugas membersihkan pada hari itu untuk menyapu tempat tersebut sebelum memulai pelajaran.
Hasil Penelitian tentang pendidik memperhatikan keberhasilan papan tulis lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan pada fakta dilapangan pendidik selalu mempersilahkan peserta didik untuk menghapus papan tulis setiap memulai pelajaran.
Hasil Penelitian tentang Pendidik mengarahkan peserta didik untuk mengatur tata letak meja dan bunga pada meja pendidik sebelum memulai pembelajaran lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan pendidik hanya sesekali mengatur meja dan pot bunga karna pendidik lebih banyak mengajar di mushollah sekolah dari pada di ruagan kelas.
Hasil Penelitian tentang pendidik mempersiapkan alat peraga untuk membantu proses pembelajaran lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan pendidik menyiapkan alat peraga saat waktu yang di perlukan.
Hasil Penelitian tentang pendidik menyesuaikan media pembelajaran yang ia gunakan dengan materi yang ia ajarkan lebih dominan yang menjawab sering,.
Berdasrkan fakta di lapangan pendidik selalu menyesuaikan materi yang ada dengan media pelajaran yang ada.
Hasil Penelitian tentang pendidik memberikan contoh agar bertindak ramah terhadap sesama lebih dominan yang menjawab sering, artinya pendidik selalu mengatur tempat duduk peserta didik jika terlihatat berantakan. Berdasarkan fakta dilapangan pendidik menegur peseta didik yang ribut degan temannya untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain.
Hasil Penelitian tentang pendidik mengajar menggunakan komunikasi yang baik didalam kelas lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan Fakta di lapangan pendidik selalu menggunakan bahasa yang baik dalam menyampaikan materi, nasihat ataupun melakukan kritik terhadap peserta didik
Hasil Penelitian tentang pendidik membuat siswa antusias terhadap pelajaran pendidikan agama islam sehingga proses pembelajaran berjalan lancar dan iklim sosio-emosional tercipta baik lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta di lapangan peserta didik melakukan segala upaya agar peserta didik tdk jenuh dalam pelajaran termaksud mengajar dengan gaya humoris.
Hasil Penelitian tentang pendidik memberikan reward kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta di lapangan pendidik memberikan reward berupa nonverbal seperti mempersilahkan peserta didik untuk bertapuk tangan untuk peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan-pertayaan saat sesi Tanya jawab.
Hasil Penelitian tentang pendidik dalam proses pembelajaran pendidik bersikaf baik kepada peserta didik lebih dominan yang menjawab sering, artinya pendidik
selalu mengatur tempat duduk siswa jika terlihatat berantakan. Berdasarkan fakta di lapangan selalu bersikaf ramah dan lemah lembut baik menegur siswa ataupun tidak.
Hasil Penelitian tentang pendidik tidak memaksakan siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan pendidik tidak memaksakan peserta didik untuk menjawab hanya mengalihkan ke peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan diajukan.
Hasil Penelitian tentang pendidik membebaskan peserta didik untuk mengeluarkan pendapat lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta di lapangan memberikan sikaf leluasa kepada peserta didik yang menjawab pertanyaan sesuai dengan kemampuannya dalam menjawab pertanyaan.
Hasil Penelitian tentang pendidik menegakkan disiplin didalam kelas lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik menegur peserta didik yang kadang tidak berpakaian yang sesuai peraturan dalam aturan sekolah terutama pada saat pelajaran berlangsung karna ada sebagian peserta didik yang bajunya keluar, memakei topi, tidak minta izin saat ingi keluar.
Hasil Penelitian tentang saat pendidik menciptakan tata tertib, pendidik juga menaati peraturan tersebut lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan ada yang sebagian menaati tata teertip ada sebgian peserta didik yang tidak menaati tata tertib, sedangkan pendidik selalu menaati peraturan yang ada.
Hasil Penelitian tentang pendidik mengatur siswa saat terjadi kegaduhan di kelas yang dapat mengganggu proses pembelajaran lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan pendidik selalu menegur siswa yang kadang ribut di kelas.
Hasil Penelitian tentang pendidik menegur siswa yang melanggar aturan kelas ganggu proses pembelajaran lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan pendidik selalu menegur siswa yang melanggar aturan termaksut cara berpakaian dan lain-lain yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah.
2. Minat Belajar
Berdasarkan hasil analisis deskriptif disimpulkan bahwa hasil penelitian minat belajar pada peserta didik di SMA Negeri 7 Pinrang minat belajar berada pada kategori tinggi hal ini dilihat berdasarkan nilai mean sebesar 65, 37 yang berada pada kategori 52-74, sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa berada pada kategori tinggi, sebesar 81%. Hasil disesuaikan dengan kajian teori penelitian yang dmengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar adalah Intelegensi merupakan suatu kemampuan dasar yang bersifat umum utuk memperoleh suatu kecakapan yang mengandung berbagai komponen, Bakat Merupakan potensi atau kemampuan yang jika dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata, Minat dan perhatian dalam belajar sangat berhubungan erat. seseorang yang menaruh minat pada mata pelajaran tertentu, biasanya cenderung untuk selalu memperhatikan mata pelajaran yang diminatinya, Faktor stimulasi belajar, mencakup panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berat bahan pelajaran, berat ringannya tugas, dan suasan lingkungan eksternal, Faktor metode belajar, mencakup kegiatan berlatih, resistensi dalam belajar, pengenalan tentang hasil-hasil belajar, bimbingan dalam belajar, dan kondisi- kondisi intensif, Faktor individual, mencakup usia krologis, perbedaan jenis kelamin, pengalaman sebelumnya, kapasitas mental, kondisi kesehatan jasmani, kondisi kesehatan rohani, dan motivasi.
Hasil Penelitian tentang peserta didik merasa tertarik saat belajar pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat antusias dalam kegiatan belajar mengajar.
Hasil Penelitian tentang pendidik selalu ingin mengikuti pelajaran pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik selalu mengikuti pelajaran pendidikan agama islam.
Hasil Penelitian tentang peserta didik memiliki perasaan senang ketika jam pelajaran pendidikan agama islam akan dimulai lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat ada yang sebagian yang bermalas-malasan tapi jumlahnya sedikit sedangkan lebih banyak peserta didik terlihat bersemangat mengikuti pelajaran.
Hasil Penelitian tentang peserta didik antusias apabila pendidik pada mata pelajaran ahgama islam mengadakan tambahan di luar jam sekolah lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat antusias dalam kegiatan belajar mengajar hanya sebagian yang antusias dan sebagian yang kurang antusias
Hasil Penelitian tentang peserta didik merasa nyaman mengikuti pelajaran pendidikan agama islam di kelas lebih dominan yang menjawab sering, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat merasa nyaman pada saat mengikuti pelajaran.
Hasil Penelitian tentang peserta didik merasa tidak nyaman mngikuti pembelajaran pendidikan agama islam di kelas lebih dominan yang menjawab kadang-kadang, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat nyaman mengikuti pelajaran
Hasil Penelitian tentang peserta didik senang jika mendapat tugas rumah setiap akhir pelajaran lebih dominan yang menjawab kadang-kadang, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat
Hasil Penelitian tentang peserta didik selalu hadir pada saat pembelajaran pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat lebih banyak yang hadir setiap pelajaran dan tidak ada yang alfa karna bolos saat mata pembelajaran
Hasil Penelitian tentang peserta didik memahami materi yang disampaikan pendidik lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat memahami materi yang disampaikan karna pendidik selalu mengulang- ulang materi yang disebutkan secara detail dan selalu memberikan contoh materi yang di ajarkan.
Hasil Penelitian tentang peserta didik mendengarkan pendidik dalam pembelajaran lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat mendengarkan pendidik.
Hasil Penelitian tentang peserta didik sadar bahwa mempelajari pendidikan agama islam merupakan hal yang penting untuk menumbuhkan akhlak kepribadian seseorang lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat mendengarkan arahan-arahan pendidik dalam proses belajar mengajar karna dalam materi yang akan di ajarkan lebih banyak mengarah ke pembentukan karakter peserta didik
Hasil Penelitian tentang peserta didik memperhatikan saat pendidik sedang menjelaskan suatu materi pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab
selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat memperhatikan jika pendidik menjelaskan materi.
Hasil Penelitian tentang peserta didik senang saat mengikuti ulangan pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik senang saat mengikuti ulangan harian.
Hasil Penelitian tentang Peserta didik tidak menangapi teman anda saat anda diajak bercerita saat proses pembelajaran peserta didik tekun mengejar tugas yang diberikan pendidik pada mata pelajaran pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab selalu, Berdasarkan fakta dilapangan peserta didik terlihat sesekali menanggapi temannya saat bercerita.
Hasil Penelitian peserta didik tekun mengerjakan tugas yang diberikan guru pendidikan agama islam lebih dominan yang menjawab sering, Sedangkan fakta dilapangan peserta didik terlihat rajin mengerjakan tugas yang di berikan walaupun masih ada sebagian yang tidak mengerjakan tugas yng diberikan.
Hasil Penelitian tentang peserta didik menjawab semua soal didalam tugas yang diberikan pendidik lebih dominan yang menjawab selalu, Sedangkan fakta dilapangan peserta didik terlihat menjawab setiap tugas yang di berikan.
114 BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan analisis yang telah diuraikan dalam penelitian ini yang membahas mengenai efektivitas pengelolaan kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam di kelas XI di SMA Negeri 7 Pinrang Kecamatan Mattiro bulu Kabupaten Pinrang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Pengelolaan kelas SMA Negeri 7 Pinrang dapat diketahui angket yang tersebar ke 71 peserta didik yaitu pengelolaan kelas (variabel X) adalah kelas 4615 : 6.035= 0,764 dibulatkan menjadi 0,764 atau 76% seseuai kriterium yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas termasuk dalam kategori Sedang.
Minat Belajar SMA Negeri7 Pinrang termasuk dapat diketahui angket yang tersebar ke 71 peserta didik yaitu minat belajar (variabel Y) adalah pengelolaan kelas 4641 : 5,680 = 0,817 dibulatkan menjadi 0,817 atau 81% seseuai kriterium yang diharapkan .Jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar termasuk dalam kategori tinggi
Pengelolaan kelas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar peserta didik di SMA Negeri 7 Pinrang , hal itu di peroleh melalui uji pengaruh yang telah dilakukan dalam penelitian ini yang menghasilkan persamaan regressi Y=
38,168+ 0.418 X dan nilai determinasi sebesar 041,1% sedangkan sisanya sebesar 58.9% di dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diketahui oleh peneliti.
Berdasarkan Temuan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengelolaan kelas
meberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar peserta didik, artinya minat belajar dalam mata pelajaran pendidikan agama islam dapat ditingkatkan
melalui kemampuan pendidik dalam mengelola kelas, dengan kata lain untuk dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar , guru harus mampu mengelola kelas dengan baik dan optimal.
B. Saran
Agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efesien serta menyenangkan maka seorang pendidik harus memberikan yang terbaik untuk peserta didik. Seorang pendidik harus memiliki keterampilan dalam keadaan apapun.
Pendidik juga harus mampu mengkondisikan lingkungan pembelajaran agar tetap terkontrol dengan baik, juga peserta didik merasa senang dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, berdasarkan kesimpulan diatas peneliti memberikan beberapa saran antara lain sebagai berikut:
1. Bagi Sekolah
Sekolah hendaknya dapat mendukung bagi teciptanya pengelolaan yang baik, seperti menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan belajar siswa agar siswa merasa nyaman berada di dalam lingkungan sekolah. Dengan kondisi lingkungan yang baik akan melahirkan kekuatan tersendiri bagi peserta didik untuk aktif dalam mencapai pengetahuan yang baru melalui berbagai media yang di sediakan oleh sekolah. oleh karena itu, kelengkapan pada sekolah adalah penunjang tersendiri bagi kelangsungan pendidikan di sekolah tersebut. Selain itu yang harus dilakukan oleh sekolah adalah memberikan pengawasan kepada setiap tenaga pendidik agar senantiasa mengerjakan tugasnya masing-masing dengan penuh tanggung jawab serta profesional dalam melaksanakan profesinya sebagai pendidik.
2. Bagi Guru
Guru hendaknya dapat menciptakan suasan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, serta dapat mengembalikan kondisi kelas menjadi kondusif kembali apabila terjadi kegaduhan di dalam proses pembelajaran.
3. Bagi Siswa
Dalam mengikuti pembelajaran hendaknya setiap siswa lebih memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru dan tidak membuat kegaduhan saat proses belajar mengajar. Selain itu diharapkan agar siswa lebih meningkatkan minat mereka dalam belajar, agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.
118
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2001. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif . Jakarta: Cv Rajawali.
Arikunto, Suharsimi. 1986. Evaluasi Pendidikan Jakarta: Bima Aksara.
______. 2000. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: Rajawali Pers.
Best, W John. 1981. Research in Education. New Jarvey: United States of America.
Burhan, Bungin. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Cet. I; Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Departemen Agama RI. 1999. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: CV. Asy Syifa.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Cet.
IX; Jakarta:Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet.III;
Jakarta: Balai Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar.Cet II;
Jakarta: PT Rineka Cipta.
______. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
______. 2002. Strategi Belajar. Mengajar Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta.
Kartono, Kartini.2000. Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan Tinggi. Jakarta:
CV. Rajawali.
Kesumawati, Nila, Dkk, 2018. .Pengantar Statistik Penelitian, Depok: PT. Raja Grafindo.
Margono. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Cet. VII; Jakarta: PT Rineka Cipta.
Maryo dan Kasihadi dkk. 1985. Dasar-Dasar Pendidikan. Semarang: Efharoffset.
Minarti, Sri.2013. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Amzah.
Muhaimin. 2004. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa E. 2008. Menjadi Guru Profesiona. Bandung: Remaja Rosda karya.
Nasution S. 2004. Didaktif Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Ningsih, Multiyati Endang. 2011. Efektiftivitas pembelajaran. Jakarta: Ciputat Press.
Noor, Julianya. 2011. Metologi Penelitian. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nugraha Ali. Rita Martana dan Yeni Rachmawati. 2010. Pengelolaan Lingkungan Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nurdianti. 2019. Pengaruh Penerapan Metode Hafalan dalam Pembelajaran Al- Quran dan Hadis Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas XI Pada Man Wajo. Skripsi Sarjana; Jurusan Tarbiyah.
Nuriyani. 2018. Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Peserta Didik Kelas IX MTs YMPI Rappang Kabupaten Sidrap. Skripsi Sarjana; Jurusan Tarbiyah.
Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah. 2001. Metode Penelitian Kuantitatif.
Cet.IX; Jakarta: Rajawali Pers.
Roqib, Moh. 2009. Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan Integratif di sekolah, Keluarga, Dan Masyarakat. Yogyakarta: Lkis Yogyakarta.
Purwanto M. Ngalim. 1985. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remajda Karya.
Ramayulis. 2001. Metodologi Pengajara Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Saleh, Abdul Rahman. 2005. Pendidikan Agama dan Pembangunan Watak Bangsa Cet. I; Jakarta Raja Grafindo.
Siregar, Sofian. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif di Lengkapi dengan Perbandingan perhitungan manual & SPSS. Jakarta: PT Renika Cipta.
______. 2010. Statistika Deskriptif untuk Penelitian Dilengkapi Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta: Raja Grapindo Persada.
______. 2015. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif di Lengkapi dengan Perbandingan perhitungan manual & SPSS Versi 17. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kuantitatif, R dan D Cet. XX; Bandung: Alpabeta.
______. 2002. Statistik untuk Penelitian. Cet. IX; Bandung: CV Alvabeta.
Sukardi. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Cet. VII;Jakarta: Bumi.