BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca, Kecamatan Ma‟rang, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan September Tahun 2020. Adapun sampel yang akan diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas V-A yang bertindak sebagai kelas kontrol yang akan diajar dengan metode konvensional dan siswa kelas V-B sebagai kelas eksperimen yang akan diberikan treatment berupa ice breaking atau hanya metode konvensional.
materi pelajaran Matematika yang akan diajarkan pada penelitian ini adalah tentang bilangan berpangkat dan akar berpangkat sebanyak dua kali pertemuan. Sebelum siswa diberikan treatment berupa ice breaking kedua kelompok kelas ini diberikan soal pretest. Sebelum soal diujikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, soal pretest diujikan kepada siswa kelas V di sekolah yang berbeda. Adapun tata cara pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti untuk kelas eksperimen yang peneliti berikan adalah treatment berupa ice breaking, peneliti memilih kelas V-B dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa.
Sebelum kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda, peneliti memberikan pretest kepada siswa berupa soal pilihan ganda, kemudian hasil pretest tersebut akan dihitung oleh peneliti.
33
1. Data hasil observasi
Pada pertemuan pertama, peneliti melakukan observasi dengan melakukan pengenalan siswa dengan cara berinterakasi kepada siswa mengenai mata pelajaran yang kurang diminati dan apa yang menjadi penyebabnya. Dari hasil observasi peneliti menemukan temuan yaitu siswa terlihat tidak aktif bertanya pada guru mengenai materi yang belum dipahami, hal ini disebabkan peserta didik kurang percaya diri dalam proses pembelajaran siswa terlihat jenuh karena didalam kegiatan pembelajaran suasana kurang menarik, guru kurang menguasai manajemen kelas sehingga siswa terlihat kaku saat pembelajaran sedang berlangsung. Dihari selanjutnya setelah mengamati proses belajar mengajar, peneliti membagi kelompok menjadi dua kelompok yang selanjutnya disebut kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol mendapat giliran pertama, peneliti memberikan materi mengenai bilangan berpangkat dan bilangan akar lalu memberikan soal pre test untuk dikerjakan, setelah peserta didik mengerjakan soal dihari selanjutnya peneliti mengajar dikelas kontrol dan memberikan soal post test.
Pada pertemuan selanjutnya, kelas eksperimen diberikan soal pre test untuk dikerjakan seperti yang telah dilakukan oleh kelas kontrol, setelah mengerjakan soal, peserta didik diberikan materi mengenai bilangan berpangkat dan bilangan akar, peneliti memberikan treatment berupa ice breaking (gobidermen) kepada peserta didik, dengan diterapkannya ice breaking (godibermen) siswa merasa menikmati dalam belajar matematika karena teknik yang digunakan menarik, siswa terlihat aktif memperhatikan penjelasan guru, siswa semakin rajin belajar, suasana belajar menjadi
semakin menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan siswa lebih aktif bertanya ketika materi belum dipahami. Setelah menerapkan ice breaking (godibermen) peneliti memberikan soal post test kepada kelas eksperimen. Pada hari selanjutnya peneliti melakukan pemeriksaan hasil kerja soal pre test dan post test.
2. Data Hasil Belajar
Berdasarkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, diperoleh nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol di Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca. Pada kelas control siswa yang mendapatkan nilai pretest pada interval 10- 50 sebanyak 22 siswa, pada interval 51-80 terdapat 9 siswa, dan hanya 1 siswa yang mendapat nilai lebih dari 80. Pada kelas eksperimen siswa yang mendapatkan nilai pada interval 10-50 sebanyak 27 siswa, 5 siswa lainnya mendapat nilai diatas 50.
Pada hasil posttest nilai yang diperoleh pada kelas control pada interval 10-50 hanya 1 siswa, pada interval 51-80 terdapat 30 siswa dan 1 siswa memperoleh nilai diatas 80. Sedangkan pada kelas eksperimen siswa yang mendapat nilai 51-80 sebanyak 24 siswa, dan 8 siswa lainnya memperoleh nilai diatas 80, 5 dari 8 siswa yang memperoleh nilai 80 memperoleh nilai sempurna atau 100.
a. Deskripsi data pretest kelas Eksperimen dan kelas kontrol
Pada pretest baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol tidak diberi treatment pada saat pembelajaran atau dapat dikatakan hanya menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisis data pretest kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat dari table berikut:
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Nilai pretest kelas Eksperimen dan kelas kontrol Skor Statistik Kelas eksperimen Kelas kontrol
Jumlah siswa 32 32
Skor tertinggi 75 87
Skor terendah 12 12
Skor rata-rata 36,86 43,09
Sumber: Data Primer, 2020
Dari tabel diatas menunjukkan hasil pretest kedua kelas penelitian. Pretest kelas eksperimen memperoleh nilai tertinggi 75 dan nilai terendah 12 Pada pretest kelas kontrol juga memperoleh nilai tertinggi 87 dan nilai terendah 12. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen mencapai angka 36,86 dan nilai rata-rata pretest kelas kontrol mencapai angka 43,09.
b. Deskripsi data posttest kelas Eksperimen dan kelas kontrol
Pada posttest kelas eksperimen adalah kelas yang diberi treatment berupa ice breaking pada saat pembelajaran, sedangkan kelas kontrol tidak diberi treatment pada saat pembelajaran atau dapat dikatakan hanya menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisis data posttest kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Nilai posttest kelas Eksperimen dan kelas kontrol Skor Statistik Kelas eksperimen Kelas kontrol
Jumlah siswa 32 32
Skor tertinggi 100 88
Skor terendah 55 44
Skor rata-rata 77,84 63,59
Sumber: Data Primer, 2020
Dari tabel diatas menunjukkan hasil posttest kedua kelas penelitian. Posttest kelas eksperimen memperoleh nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 55 Pada posttest kelas kontrol juga memperoleh nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 44. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai angka 77,84 dan nilai rata-rata posttestt kelas kontrol mencapai angka 63,59.
3. Hasil Uji Kualitas Data a. Uji Validitas Pretest
Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Pretest
No. item r-hitung r-tabel keterangan
1 0,229 0,361 Tidak valid
2 0,089 0,361 Tidak valid
3 0,377 0,361 Valid
4 0,705 0,361 Valid
5 0,745 0,361 Valid
6 0,421 0,361 Valid
7 0,838 0,361 Valid
8 0,648 0,361 Valid
9 0,700 0,361 Valid
10 0,661 0,361 Valid
Sumber: Data primer, 2020
Tabel diatas menunjukkan hasil uji validitas pada soal pretest dengan menggunakan aplikasi SPSS 23, 8 item memiliki rhitung lebih besar dari nilai rtabel sebesar 0,361 (taraf signifikan 5% dengan n=30) sehingga dinyatakan valid,
sedangkan 2 item lainnya memiliki rhitung lebih kecil disbanding rtabel sehingga dinyatakan tidak valid.
b. Posttest
Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Posttest
No. item r-hitung r-tabel keterangan
1 0,495 0,361 Valid
2 0,713 0,361 Valid
3 0,781 0,361 Valid
4 0,185 0,361 Tidak Valid
5 0,617 0,361 Valid
6 0,680 0,361 Valid
7 0,717 0,361 Valid
8 0,731 0,361 Valid
9 0,700 0,361 Valid
10 0,549 0,361 Valid
Sumber: Data Primer, 2020
Tabel diatas menunjukkan hasil uji validitas pada soal pretest dengan menggunakan aplikasi SPSS 23, 9 item memiliki rhitung lebih besar dari nilai rtabel sebesar 0,361 (taraf signifikan 5% dengan n=30) sehingga dinyatakan valid, sedangkan 1 item lainnya memiliki rhitung lebih kecil disbanding rtabel sehingga dinyatakan tidak valid.
b. Uji Reliabilitas pretest dan posttest
Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas
Nama Cronbach‟s Alpha Keterangan
pretest 0,780 Reliabel
posttest 0,691 Reliabel
Sumber: Data primer, 2020
Tabel 4.5 menunjukkan hasil uji reliabilitas instrumen yang menyatakan seluruh instrumen dinyatakan reliabel dikarenakan cronbach‟s alpha lebih besar dari 0,60.
4. Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas
Tests of Normality
Kelas
Kolmogorov-Smirnova
Statistic df Sig.
hasil pre test kelas eksperimen .211 32 .200
post test kelas eksperimen .278 32 .200
pre test kelas kontrol .149 32 .200
post test kelas kontrol .222 32 .343
Sumber: Data primer, 2020
Berdasarkan tabel diatas, diperoleh bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
5. Pengujian Hipotesis (Uji t)
Pengujian hipotesis dengan menggunakan program SPSS 23 bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa ice breaking.
Hasil uji hipotesis menggunakan uji t dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4.7
Hasil Uji hipotesis (uji-t)
Paired Samples Test Paired Differences
t df
Sig. (2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper
Pair 1
PRETEST - POSTTEST
- 38.6250 0
21.02341 3.71645 -46.20475 -31.04525 - 10.393
32 .000
Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.7 uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t, nilai t-hitung sebesar 10,393 > 1,697 niali t-tabel dan signifikansi sebesar 0,000 <
0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara hasil pretest dan posttest sehingga dapat dikatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan dalam penelitian ini terdapat pengaruh ice breaking terhadap hasil belajar pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca.