BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Hasil uji hipotesis menggunakan uji t dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4.7
Hasil Uji hipotesis (uji-t)
Paired Samples Test Paired Differences
t df
Sig. (2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper
Pair 1
PRETEST - POSTTEST
- 38.6250 0
21.02341 3.71645 -46.20475 -31.04525 - 10.393
32 .000
Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.7 uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t, nilai t-hitung sebesar 10,393 > 1,697 niali t-tabel dan signifikansi sebesar 0,000 <
0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara hasil pretest dan posttest sehingga dapat dikatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan dalam penelitian ini terdapat pengaruh ice breaking terhadap hasil belajar pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca.
diberikan treatment berupa ice breaking yaitu kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata 77,84 dari sebelumnya yang hanya mendapat rata-rata 36,86 dan kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata 63,59 yang sebelumnya mendapat rata-rata 43,09.
Perbedaan hasil belajar kedua kelas tersebut yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol disebabkan adanya faktor perbedaan treatment yang diberikan dan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Pada kelas eksperimen diberikan ice breaking sedangkan dikelas kontrol hanya menggunakan metode pembelajaran konvensional.
Setelah dilakukan pretest kedua kelas penelitian tersebut diberikan perlakuan yang berbeda, dimana kelas eksperimen mendapatkan treatment berupa ice breaking (godibermen), peneliti memberi materi dengan cara mengajak peserta didik untuk bernyanyi sambil belajar. sedangkan kelas kontrol tetap menggunakan metode pembelajaran konvensional. Setelah pemberian treatment kepada kelas eksperimen, kedua kelas penelitian kembali diberikan soal posttest dalam hal ini nilai rata-rata yang diperoleh oleh kedua kelas berbeda. Kelas eksperimen memperoleh skor posttest tertinggi 100 skor terendah posttest 55 rata-rata posttest 77,84. Kelas kontrol memperoleh skor tertinggi posttes 88, skor terendah posttest 44 rata-rata posttest 63,59.
Hal tersebut juga ditunjukan oleh uji-t skor posttest hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. uji-t skor posttest dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh atau tidak dalam proses pembelajaran antara sebelum dan sesudah diberikan treatment. Dari perhitungan uji-t dapat dilihat bahwa jika nilai t-hitung sebesar
10,393 > 1,697 nilai t-tabel dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H1 diterima.
Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak karena 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V setelah diberikan treatment berupa ice breaking.
Data yang telah diinterprestasikan diatas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan belajar awal dan kemampuan akhir dikelas eksperimen dalam hasil belajar Matematika, sedangkan pada kelas kontrol terdapat sedikit perbedaan antara kemampuan awal dan kemampuan akhir dalam tes hasil belajar Matematika. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan perlakuan pada kedua kelas penelitian tersebut. Dalam pembelajaran materi bilangan berpangkat dan akar berpangkat, kelas eksperimen diberikan treatment berupa ice breaking yang dilakukan dengan cara meenyiapkan pertanyaan dimasing-masing kursi yang telah disiapkan, kemudian peserta didik diminta untuk bernyanyi sampai lagu berhenti kemudian peserta didik mengambil kertas yang berisi pertanyaan sesuai kursi yang ditempati diam pada saat lagu berhenti, kegiatan tersebut berlangsung sampai materi pembelajaran mengenai bilangan berpangkat dan bilangan akar selesai. sedangkan kelas kontrol hanya menggunakan pembelajaran yang konvensional.
Hasil observasi menunjukkan bahwa dalam proses belajar mengajar siswa lebih bersemangat menerima materi ketika menggunakan metode ice breaking yang menyebabkan motivasi belajar siswa meningkat.
Berdasarkan pembahasan diatas, terlihat bahwa penelitian ini seperti dengan teori yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara siswa yang diberikan
treatment berupa ice breaking dengan siswa yang diajarkan menggunakan metode konvensional. Hal ini dikarenakan siswa yang diberikan treatment berupa ice breaking membuat siswa bersemangat dan menghilangkan rasa jenuh siswa pada mata pelajaran Matematika sehingga siswa dapat lebih memahami materi yang diberikan dibandingkan hanya menggunakan metode pembelajaran konvensional.
Senada dengan peneliti sebelumnya yang dilakukan (Anggraini, 2017) menyimpulkan bahwa metode ice breaking mempengaruhi motivasi belajar siswa.
Penelitian ini juga didukung dengan penelitian Mu‟azarotul Husna pada tahun 2018 yang menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan ice breaking dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Alaena Saroya (2014) yang menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan ice breaking dapat mempengaruhi hasil belajar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data mengenai pengaruh ice breaking terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca Kecamatan Ma‟rang Kabupaten Pangkep, peneliti menarik keseimpulan bahwa nilai hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan hasil yaitu pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretest 36,86 dan 77,84 pada posttest, sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata pretes 43,09, dan 63,59 pada posttest.
Dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pada kedua kelas, namun yang membedakan pada kedua kelas penelitian tersebut adalah pada kelas yang diberikan treatment berupa ice breaking (godibermen) memiliki peningkatan nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelas yang hanya menggunakan metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t-test, dapat dilihat bahwa nilai t-hitung 10,393 > 1,697 nilai t-tabel dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dalam penelitian ini H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran menggunakan ice breaking berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca.
44
B. Saran
Setelah penulis menarik kesimpulan dari hasil analisis data mengenai pengaruh ice breaking maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Siswa
Dalam pembelajaran, siswa diharapkan tidak hanya terpaku kepada guru dan buku saja, siswa dapat berdiskusi dengan teman sekelas yang akan memudahkan dalam memahami materi pembelajaran. Siswa belum pernah mendapat treatment berupa ice breaking sebelumnya, sehingga siswa butuh waktu untuk menyesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan pada awal pertemuan.
2. Guru
Guru diharapkan dapat memahami situasi kelas sehingga ketika siswa jenuh saat proses belajar mengajar dapat diberikan penyegaran berupa ice breaking yang berguna untuk mengembalikan semangat siswa terutama dalam mata pelajaran Matematika.
3. Peneliti selanjutnya
Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mengkaji pengaruh ice breaking pada pokok bahasan lain, pendekatan penelitian yang lain, mengukur aspek yang lain, lokasi penelitian yang berbeda maupun jenjang pendidikan yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Soenarno. 2010. Ice Breaking Permainan Attraktif-Edukatif Untuk Pelatihan Manajemen. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Anggraini, Reni. 2017. Pengaruh Teknik Pembelajaran Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran Ipa Kelas III MII Masyariqul Anwar 4 Suka Bumi Bandar Lampung. Tidak diterbitkan. Universitas Islam Negeri Bandar Lampung.
Barkah, Ari. 2012. Pengembangan Program Bimbingan Belajar Berdasarkan Motivasi Belajar Peserta Didik SMA. Cimalaka: Cimalaka.
Beyond, K. 2015. Kurikulum dan Perkembangan Kurikulum Matematika di Indonesia.(Online)https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/a mp/wennimtsm/kurikulum-dan-perkembangan-kurikulum-matematika- sekolah-di-indonesia-556c455f4d7a61e6038b4569. Diakses pada tanggal 17 Juni 2015.
Defantri.2013.PembelajaranMatematika.(Online)https://www.defantri.com/2013/05/b bm-pembelajaran-matematika-sd-1.html?m=1. Diakses pada tanggal 05 Mei 2013.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineke Cipta Hamalik, Oemar. 2010. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.
Jakarta: Bumi Aksara.
Husna. 2018. Pengaruh Ice Breaking Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik MI Al-Ishlah Tiudan Gondang Tulungagung.
Kasbiyati, Tri. 2014. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Index Card Match Pada Kelas 1 A MI Muhammadiyah Tanjung Inten Kecamatan Probolinggo Kabupaten Lampung Timur. Disertasi, tidak diterbitkan. Institut Raden Intan Lampung.
Misbahuddin & Hasan, Iqbal. 2013. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik Edisi Ke-2. Jakarta: Bumi Aksara.
Mudjiono, Dimyati. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Renika Cipta.
Muhsetyo, Gatot. 2009. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: UT.
Nana, 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nida. 2017. Varian Ice Breaking: Segarkan Aktivitas Pembelajaran (Online) http://komunikasi.um.ac.id/?p=2432. Di akses pada tanggal 01 April 2017.
Novia, Shelly. 2014. Pengaruh Penggunaan Teknik Ice Breaker Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPS Studi Eksperimen Kuasi.
Disertasi. Tidak diterbitkan. Bandung: Universitas Islam Bandung.
Said, M. 2010. 80+ Ice Breaking Games-Kumpulan Permainan Penggugah Semangat. Yogyakarta: Andi Offset.
Sangadji, Mamang Etta & Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset.
Sedarmayanti & Hidayat Syarifudin. 2011. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju.
Sudaryono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sugihartono, dkk, 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Pers.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sumardani. 2016. Pengaruh Penerapan Teknik Ice Breaker Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar Negeri 20 Pontianak Selatan.
Disertasi, tidak diterbitkan. Universitas Tanjung Pura.
Sumardani, Lia, dkk. 2012. Pengaruh Penggunaan Media Poster Dalam Menulis Karangan Narasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Meheri 04 Jember Kidul Kaliwates Jember. Disertasi, tidak diterbitkan. UIN Jember.
Suryati. 2014. Pengaruh Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Kimia Siswa Kelas X Semester II di SMA Negeri 10 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014.
Disertasi, tidak diterbitkan. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Uno, B Hamzah. 2010. Teori Motivasi Dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Winarni, Iin. 2013. Penggunaan Jurnal Belajar Dalam Pembelajaran Biologi Model Rancangan Alat Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Kebakkramat. Disertasi, tidak diterbitkan. Karang Anyar.
Lampiran. 1 Daftar Nama Siswa Kelas V-A Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca DAFTAR NAMA SISWA KELAS V-A SEKOLAH DASAR NEGERI 26
KECAMATAN MA’RANG, KABUPATEN PANGKEP
No. Nama Siswa Jenis Kelamin
1 Pilwa P
2 Asnur L
3 Gina Azila Umar P
4 Heni P
5 Sapira P
6 Rahmat Andika L
7 Yusuf L
8 Risma P
9 Ica P
10 Husna P
11 Rehan L
12 M. Rahmat L
13 Rahmi P
14 Ida P
15 Afdal Ade Pratama L
16 Nur Alifah P
17 Nurwanita P
18 Fitrah Ramadani P
19 Salsabila P
20 Asmawati P
21 Fandi L
22 Ridwan L
23 Anugrah L
24 Firman L
25 M. madi L
26 Hafidz L
27 Ridu L
28 M. Alwi L
29 Fauzan L
30 Ahmad L
31 Faisal L
32 Fajar L
Lampiran. 2 Daftar Nama Siswa Kelas V-B Sekolah Dasar Negeri 26 Mangkaca DAFTAR NAMA SISWA KELAS V-B SEKOLAH DASAR NEGERI 26
KECAMATAN MA’RANG, KABUPATEN PANGKEP
No. Nama Siswa Jenis Kelamin
1 Nuraisyah P
2 Aqil L
3 Nursalsabila P
4 Ammar L
5 Firah Ratu Ihram L
6 Askia P
7 Atiqa P
8 Dini Mariani P
9 Muhammad Al L
10 Iksan L
11 Riski Aditia L
12 Tata Risma P
13 Suriana P
14 Pisah P
15 M. Ismail L
16 Ikram L
17 Najwa Azira P
18 Asma Alfian P
19 Ananda P
20 Sarah Intan P
21 Dian Eka P P
22 Ical L
23 Andi Ikhsan L
24 Gusnur L
25 Lukman L
26 Akmal L
27 Riskianur L
28 Revi L
29 Dewa L
30 Karlina P
31 Tuti P
32 Retno L
Lampiran. 3 Daftar Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Nama pretest posttest Nama pretest Posttest
1 Nuraisyah 50 66 Pilwa 62 55
2 Aqil 25 88 Asnur 62 66
3 Nursalsabila 75 77 Gina Azila Umar 37 66
4 Ammar 12 77 Heni 75 66
5 Firah Ratu Ihram 37 88 Sapira 50 77
6 Askia 12 77 Rahmat Andika 75 66
7 Atiqa 50 77 Yusuf 12 66
8 Dini Mariani 62 77 Risma 62 66
9 Muhammad Al 25 100 Ica 62 77
10 Iksan 37 77 Husna 37 66
11 Riski Aditia 37 77 Rehan 12 88
12 Tata Risma 37 77 M. Rahmat 25 66
13 Suriana 37 77 Rahmi 25 66
14 Pisah 75 66 Ida 62 66
15 M. Ismail 25 66 Afdal Ade Pratama 25 44
16 Ikram 25 77 Nur Alifah 37 66
17 Najwa Azira 37 100 Nurwanita 50 55
18 Asma Alfian 25 55 Fitrah Ramadani 12 55
19 Ananda 50 88 Salsabila 87 55
20 Sarah Intan 25 100 Asmawati 37 55
21 Dian Eka P 50 100 Fandi 75 77
22 Ical 50 77 Ridwan 50 55
23 Andi Ikhsan 37 66 Anugrah 62 66
24 Gusnur 62 66 Firman 50 55
25 Lukman 25 66 M. madi 25 55
26 Akmal 25 66 Hafidz 25 55
27 Riskianur 25 66 Ridu 50 55
28 Revi 37 100 M. Alwi 12 77
29 Dewa 37 77 Fauzan 37 77
30 Karlina 50 66 Ahmad 25 55
31 Tuti 62 77 Faisal 25 66
32 Retno 37 77 Fajar 37 55
Jumlah 1069 2491 Jumlah 1379 2035
Rata-Rata 36,86 77,84 Rata-Rata 43,09 63,59
Lampiran. 4 Hasil Uji Validitas Pretest
Correlations
soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 soal8 soal9 soal10 hasil
soal1 Pearson Correlation 1 -.089 .117 .169 .117 .141 .169 -.055 .055 .018 .229
Sig. (2-tailed) .640 .539 .373 .539 .457 .373 .775 .775 .925 .224
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal2 Pearson Correlation -.089 1 -.218 -.184 -.218 .050 -.184 -.181 -.045 -.089 -.089
Sig. (2-tailed) .640 .247 .331 .247 .792 .331 .337 .812 .640 .640
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal3 Pearson Correlation .117 -.218 1 .327 .365* -.230 .327 .238 -.089 .117 .377*
Sig. (2-tailed) .539 .247 .078 .047 .221 .078 .206 .640 .539 .040
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal4 Pearson Correlation .169 -.184 .327 1 .671** .202 .814** .290 .354 .116 .705**
Sig. (2-tailed) .373 .331 .078 .000 .284 .000 .121 .055 .542 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal5 Pearson Correlation .117 -.218 .365* .671** 1 .099 .843** .386* .356 .262 .745**
Sig. (2-tailed) .539 .247 .047 .000 .604 .000 .035 .053 .161 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal6 Pearson Correlation .141 .050 -.230 .202 .099 1 .202 .031 .431* .342 .421*
Sig. (2-tailed) .457 .792 .221 .284 .604 .284 .872 .017 .064 .020
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal7 Pearson Correlation .169 -.184 .327 .814** .843** .202 1 .450* .515** .274 .838**
Sig. (2-tailed) .373 .331 .078 .000 .000 .284 .012 .004 .143 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal8 Pearson Correlation -.055 -.181 .238 .290 .386* .031 .450* 1 .389* .627** .648**
Sig. (2-tailed) .775 .337 .206 .121 .035 .872 .012 .034 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal9 Pearson Correlation .055 -.045 -.089 .354 .356 .431* .515** .389* 1 .600** .700**
Sig. (2-tailed) .775 .812 .640 .055 .053 .017 .004 .034 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal10 Pearson Correlation .018 -.089 .117 .116 .262 .342 .274 .627** .600** 1 .661**
Sig. (2-tailed) .925 .640 .539 .542 .161 .064 .143 .000 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
hasil Pearson Correlation .229 -.089 .377* .705** .745** .421* .838** .648** .700** .661** 1
Sig. (2-tailed) .224 .640 .040 .000 .000 .020 .000 .000 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lampiran. 5 Hasil Uji Validitas Posttest
Correlations
soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 soal8 soal9 soal10 hasil
soal1 Pearson Correlation 1 .293 .408* .024 .263 .683** .000 .106 .059 .218 .495**
Sig. (2-tailed) .116 .025 .899 .160 .000 1.000 .578 .755 .247 .005
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal2 Pearson Correlation .293 1 .402* .149 .539** .293 .632** .402* .548** .224 .713**
Sig. (2-tailed) .116 .028 .432 .002 .116 .000 .028 .002 .235 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal3 Pearson Correlation .408* .402* 1 -.023 .323 .558** .342 .713** .367* .657** .781**
Sig. (2-tailed) .025 .028 .904 .081 .001 .064 .000 .046 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal4 Pearson Correlation .024 .149 -.023 1 .050 .024 .236 -.023 .181 -.167 .185
Sig. (2-tailed) .899 .432 .904 .792 .899 .210 .904 .337 .379 .328
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal5 Pearson Correlation .263 .539** .323 .050 1 .592** .373* .167 .431* .075 .617**
Sig. (2-tailed) .160 .002 .081 .792 .001 .042 .378 .017 .692 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal6 Pearson Correlation .683** .293 .558** .024 .592** 1 .154 .257 .208 .400* .680**
Sig. (2-tailed) .000 .116 .001 .899 .001 .416 .171 .270 .028 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal7 Pearson Correlation .000 .632** .342 .236 .373* .154 1 .636** .866** .177 .717**
Sig. (2-tailed) 1.000 .000 .064 .210 .042 .416 .000 .000 .350 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal8 Pearson Correlation .106 .402* .713** -.023 .167 .257 .636** 1 .508** .657** .731**
Sig. (2-tailed) .578 .028 .000 .904 .378 .171 .000 .004 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal9 Pearson Correlation .059 .548** .367* .181 .431* .208 .866** .508** 1 .102 .700**
Sig. (2-tailed) .755 .002 .046 .337 .017 .270 .000 .004 .591 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
soal10 Pearson Correlation .218 .224 .657** -.167 .075 .400* .177 .657** .102 1 .549**
Sig. (2-tailed) .247 .235 .000 .379 .692 .028 .350 .000 .591 .002
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
hasil Pearson Correlation .495** .713** .781** .185 .617** .680** .717** .731** .700** .549** 1
Sig. (2-tailed) .005 .000 .000 .328 .000 .000 .000 .000 .000 .002
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lampiran. 6 Hasil Uji Reliabilitas Pretest
Reliability Statistics Pretest
Cronbach's Alpha Part 1 Value .589 N of Items 4a Part 2 Value .731 N of Items 4b Total N of Items 8
Correlation Between Forms .648
Spearman-Brown Coefficient Equal Length .787 Unequal Length .787
Guttman Split-Half Coefficient .780
a. The items are: soal3, soal5, soal6, soal7.
b. The items are: soal8, soal9, soal10, soal4.
Lampiran.7 Hasil Uji Reliabilitas Posttest
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Part 1 Value .794
N of Items 5a
Part 2 Value .802
N of Items 4b
Total N of Items 9
Correlation Between Forms .531
Spearman-Brown Coefficient Equal Length .694
Unequal Length .696
Guttman Split-Half Coefficient .691
a. The items are: soal1, soal2, soal3, soal5, soal6.
b. The items are: soal7, soal8, soal9, soal10.
Lampiran 8. Hasil Uji Normalitas
Tests of Normality
kelas
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
hasil pre test kelas eksperimen .211 32 .200 .921 32 .202
post test kelas eksperimen .278 32 .200 .861 32 .101
pre test kelas kontrol .149 32 .200 .939 32 .202
post test kelas kontrol .222 32 .343 .878 32 .337
Lampiran. 9 r-tabel
Lampiran. 10 Dokumentasi
Lampiran. 11 Hasil uji t
Paired Samples Test Paired Differences
t df
Sig. (2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Pair 1
PRETEST - POSTTEST
- 38.6250 0
21.02341 3.71645 -46.20475 -31.04525 - 10.39 3
31 .000
Lampiran. 12 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Metode ice breaking
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATEMATIKA
Satuan Pendidikan : SD Negeri 26 Mangkaca Pangkep Kelas / Semester : 5 /1
Pelajaran : Bilangan Berpangkat dan Akar Pangkat Sub Pelajaran : Bilangan Berpangkat
Pertemuan 1
Alokasi waktu : 90 menit
A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Muatan: Matematika
Kompetensi Dasar Indikator
3.1. Menjelaskan dan melakukan pemangkatan (pangkat dua dan tiga)
3.1.1. Memahami arti dan cara mengopersikan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan
dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah
penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah
4.1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah
4.1.1. Mengidentifikasi masalah dan latihan soal yang berkaitan dengan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah
C. TUJUAN
1. Siswa mampu memahami arti dari bilangan berpangkat 2. Siswa mampu menjelaskan dari bilangan berpangkat
3. Siswa mampu memahami operasi bilangan berpangkat dua dan tiga.
4. Siswa mampu mengidentifikasi masalah tentang bilangan berpangkat 5. Siswa mampu menyelesaikan masalah tentang bilangan berpangkat D. MATERI
1. Bilangan berpangkat E. PENDEKATAN & METODE
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning Teknik : Ice Breaking
Metode : Penugasan dan Tanya Jawab
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu Kegiatan
Pendahuluan
1. Guru memberikan salam dan mengajak berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing,
2. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa.
3. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak dan lagu yang relevan
4. Guru memberi motivasi dan kegiatan untuk menambah konsentrasi siswa
5. Guru menyiapkan fisik dan psikis anak dalam mengawali kegiatan pembelajaran serta menyapa anak.
6. Guru mengulas kembali materi yang disampaikan sebelumnya 7. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini
10 menit
Kegiatan Inti
A. Mengamati
1. Siswa mengamati dan guru menjelaskan tentang bilangan berpangkat dua dan tiga
2. Menjelaskan pengertian bilangan berpangkat
3. Guru memberikan treatmen menggunakan Ice Breaking
65 menit
Guru mengatur kursi dan meja dengan bentuk melingkar atau sesuai dengan keinginan guru.
Guru menyiapkan soal tentang Materi Bilangan Berpangkat dan Akar Berpangkat, soal tersebut diletakkan di meja masing-masing peserta didik
Guru memberikan intruksi kepada peserta didik untuk menempati kursi yang telah disediakan. Dan guru memberikan arahan alur permainan ice breaking.
Guru akan menyanyikan lagu anak-anak seusia peserta didik dan peserta didik akan diam seketika apabila guru berhenti menyanyikan lagu tersebut.
Apabila ada peserta didik melakukan gerakan tambahan maka peserta didik tersebut harus siap menjawab soal yang guru telah siapkan.
Permainan akan berhentik dilakukan ketika peserta didik benar-benar mengerti
B. Menanya
1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang disampaikan
2. Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di pahami tentang bilangan berpangkat
3. Guru menjelasakan pertanyaan siswa C. Mencoba
1. Guru memberikan beberapa soal latihan kepada siswa tentang bilangan berpangkat.
62= ….
33= ….
2. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal latihan tersebut secara individu
3. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menuliskan hasil pekerjaanya didepan kelas secara bergantian
Hasilnya;
6 x 6 = 36
3 x 3 x 3 = 27 D. Mengkomunikasikan
1. Siswa mempresentasikan secara lisan kepada teman- temanya tentang bilangan berpangkat
2. Siswa menyampaikan manfaat belajar bilangan berpangkat yang dilakauan secara lisan di depan teman dan guru.
Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan penguatan materi dan kesimpulan dari bilangan berpangkat
2. Guru mengapresiasi hasil kerja siswa dan memberikan motivasi
3. Guru menyampaikan pesan moral hari ini dengan bijak 4. Salam dan do’a penutup.
15 menit
G. SUMBER DAN MEDIA
1. Buku Pedoman Guru Kelas 5 dan Buku Siswa Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016).
2. BSE KTSP
3. Software Pengajaran kelas 5 SD/MI dari JGC H. PENILAIAN
Penilaian ranah kognitif dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk tes pilihan ganda (tes pretest posttest)Butir soal;
1. 232 = ….
2. 453 = ….
3. 152 = ….
4. 123 = ….
5. 52 = ….
Catatan Guru
1. Masalah :
2. Ide Baru : 3. Momen Spesial :
Mengetahui, Kepala Sekolah,
Mariam., S. Pd
NIP. ………
Pangkep, 11 Agustus 2020 Peneliti,
Siti Rahmaniah Amir NIM 4516103037
Lampiran. 13 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Metode Ceramah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATEMATIKA
Satuan Pendidikan : SD Negeri 26 Mangkaca Pangkep Kelas / Semester : 5 /1
Pelajaran : Bilangan Berpangkat dan Akar Pangkat Sub Pelajaran : Bilangan Berpangkat
Pertemuan 1
Alokasi waktu : 90 menit
F. KOMPETENSI INTI
5. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
6. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
7. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
8. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
G. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Muatan: Matematika
Kompetensi Dasar Indikator
3.1. Menjelaskan dan melakukan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat
3.1.1. Memahami arti dan cara mengopersikan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga)
dua dan tiga) bilangan cacah bilangan cacah
4.1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah
4.1.1. Mengidentifikasi masalah dan latihan soal yang berkaitan dengan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah
H. TUJUAN
6. Siswa mampu memahami arti dari bilangan berpangkat 7. Siswa mampu menjelaskan dari bilangan berpangkat
8. Siswa mampu memahami operasi bilangan berpangkat dua dan tiga.
9. Siswa mampu mengidentifikasi masalah tentang bilangan berpangkat 10. Siswa mampu menyelesaikan masalah tentang bilangan berpangkat I. MATERI
2. Bilangan berpangkat J. PENDEKATAN & METODE
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Ceramah
Metode : Penugasan dan Tanya Jawab I. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan
8. Guru memberikan salam dan mengajak berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing,
9. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa.
10. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak dan lagu yang relevan
11. Guru memberi motivasi dan kegiatan untuk menambah konsentrasi siswa
12. Guru menyiapkan fisik dan psikis anak dalam mengawali kegiatan pembelajaran serta menyapa anak.
13. Guru mengulas kembali materi yang disampaikan sebelumnya 14. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini
10 menit
Kegiatan Inti
E. Mengamati
4. Siswa mengamati dan guru menjelaskan tentang bilangan berpangkat dua dan tiga
5. Menjelaskan pengertian bilangan berpangkat
F. Menanya
4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang disampaikan
5. Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di pahami tentang bilangan berpangkat
6. Guru menjelasakan pertanyaan siswa G. Mencoba
65 menit
1. Guru memberikan beberapa soal latihan kepada siswa tentang bilangan berpangkat.
62= ….
33= ….
2. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal latihan tersebut secara individu
3. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menuliskan hasil pekerjaanya didepan kelas secara bergantian
Hasilnya;
6 x 6 = 36
3 x 3 x 3 = 27 H. Mengkomunikasikan
3. Siswa mempresentasikan secara lisan kepada teman- temanya tentang bilangan berpangkat
4. Siswa menyampaikan manfaat belajar bilangan berpangkat yang dilakauan secara lisan di depan teman dan guru.
Kegiatan Penutup
5. Guru memberikan penguatan materi dan kesimpulan dari bilangan berpangkat
6. Guru mengapresiasi hasil kerja siswa dan memberikan motivasi
7. Guru menyampaikan pesan moral hari ini dengan bijak 8. Salam dan do’a penutup.
15 menit
J. SUMBER DAN MEDIA
4. Buku Pedoman Guru Kelas 5 dan Buku Siswa Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016).
5. BSE KTSP
6. Software Pengajaran kelas 5 SD/MI dari JGC K. PENILAIAN
Penilaian ranah kognitif dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk tes pilihan ganda (tes pretest posttest)Butir soal;
6. 232 = ….
7. 453 = ….
8. 152 = ….
9. 123 = ….