BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Setting Penelitian
Nama Sekolah : SDN Sisik Timur
NIS : 101 230 206 008
NISS : 00068170020809
NPSN : 50201920
Status : Negeri
Terakreditasi : C Luas Tanah : 2178 m2 Jumlah Ruang Belajar : 6 Ruang Alamat Sekolah : Sisik Timur
Desa : Sisik
Kecamatan : Pringgarata
Kabupaten : Lombok Tengah
Provinsi : Nusa Tenggara Barat Tahun didirikan : 1 Januari 1961
Kepala Sekolah : H. Muhammad Jalaludin, S.Pd.
NIP : 196012311979111034
Hp. : 087 865 586 425
Kepemilikan tanah : Milik Pemda Lombok Tengah
26 2. Visi dan Misi
Adapun Visi SDN Sisik Timur adalah “ Menjadi sekolah terpercaya di masyarakat untuk mencerdaskan bangsa dalam rangka mensukseskan wajib belajar berdasarkan iman dan taqwa”. Sedangkan Misinya adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi di bidang imtaq dan iptek
2. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif sesuai dengan perkembangan zaman
3. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat 3. Data Siswa 3 Tahun Terakhir
a. Data Siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2014/2015
Adapun data siswa tiga tahu terakhir SDN Sisik Timur tahun pelajaran 2014/2015 dapat dilihat pada table 2 berikut ini.
Table 2
Data Siswa SDN Sisik timur tahun pelajaran 2014/2015 No Kelas Jumlah Siswa (Orang)
Jumlah Rombel
Lk Pr Jumlah
1 I 9 3 12 1
2 II 12 8 20 1
3 III 14 14 28 1
4 IV 7 18 25 1
5 V 12 9 21 1
6 VI 3 4 7 1
Jumlah 57 56 113 6
27
b. Data Siswa SDN Sisik Timur TahunPelajaran 2015/2016
Adapun data siswa tiga tahun terakhir SDN Sisik Timur tahun pelajaran 2015/2016 dapat dilihat pada table 3 berikut ini.
Table 3
Data Siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2015/2016
No Kelas Jumlah Siswa (Orang)
Jumlah Rombel
Lk Pr Jumlah
1 I 6 5 11 1
2 II 9 3 12 1
3 III 12 8 20 1
4 IV 14 14 28 1
5 V 7 18 25 1
6 VI 12 9 21 1
Jumlah 60 57 117 6
c. Data Siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
Adapun data siswa SDN Sisik Timur tahun pelajaran 2016/2017 dapat dilihat pada table 4 berikut ini.
Table 4
Data Siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
No Kelas Jumlah Siswa (Orang)
Jumlah Rombel
Lk Pr Jumlah
1 I 14 11 25 1
2 II 6 5 11 1
3 III 9 3 12 1
4 IV 12 8 20 1
5 V 8 12 20 1
6 VI 7 18 25 1
Jumlah 54 57 113 6
4. Kondisi umum SDN Sisik Timur
Nomor Rekening Sekolah : 003.22.36078.01-4
Listrik : 1350 kwh
Sanitasi : Sumur
28
Ruang Guru : 1
Ruang Kepsek : 1
Toilet Guru : 1
Ruang belajar : 6 ruang
5. Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017.
Jenjang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan SDN Sisik Timur Dapat dilihat Pada table 5 berikut ini.
Tabel 5
Jenjang Pendidikan Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
No Personal Kualifikasi Pendidikan
Jumlah
SPG D2 S1
1 Kepsek - - 1 1
2 Guru Kelas 1 - 1 - 1
3 Guru Kelas 2 - - 1 1
4 Guru Kelas 3 - - 1 1
5 Guru Kelas 4 - - 1 1
6 Guru Kelas 5 - - 1 1
7 Guru Kelas 6 - 1 - 1
8 Guru PAI - - 1 1
9 Guru PJOK - - 1 1
10 Guru Mulok 1 - - 1
Jumlah 1 2 7 10
29
6. Fasilitas Pendukung SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
Adapun Failitas Pendukung Dalam Proses Belajar Mengajar di SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat dilihat pada table 6 dibawah ini.
Tabel 6
Fasilitas Pendukung SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 A. Meubeler
No Jumlah Keadaan
Kekurangan Keterangan Baik Rusak Ringan Rusak Berat
1 Meja Siswa 65 - - 10
2 Banku siswa 65 - - 10
3 Meja guru 6 - - 2
4 Kursi guru 6 - - 2
5 Kursi tamu 1 - - -
6 Papan tulis 6 - - -
7 Lemari 6 - - 1
8 Bak 6 - - 2
9 Papan Data 2 - - 1
10 Papan Nama 1 - - -
Jumlah 164
B. Perlengkapan lainnya
No Jumlah Keadaan
Kekurangan Keterangan Baik Rusak Ringan Rusak Berat
1 Komputer 1 - - 1 -
2 Mesin ketik 1 - 1 1 -
3 Kalkulator 1 - - 4 -
4 TV - - - 1 -
5 Tape Rec. 1 - 1 1 -
6 Wireless - - - 1 -
7 Jam Dinding 1 - - 6 -
8 Mesin air 1 - - - -
9 Listrik 1 - - - -
10 Mesin - - - - -
Laptop 2 - 1 - -
Pianika 12 - - - -
LCD 1 - - - -
Jumlah 22 - 3 15 -
30 7. Struktur Organisasi SDN Sisik Timur
Sebagai suatu lembaga, maka struktur organisasi harus ada sebagai gambaran terorganisasinya pembagian tugas dalam lembaga atau organisasi tersebut, demikian pula dalam lembaga pendidikan sebab pengorganisasian dan pengkoordinasian mutlak dibutuhkan demi efektifitas dan efisiensi kerja untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang ditetapkan, untuk lebih jelasnya struktur organisasi SDN Sisik Timur dapat dilihat pada table 7 dibawah ini adalah sebagai berkut.
Table 7 Struktur Organisasi
Sekolah Dasar Negeri Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
NO. NAMA JABATAN TUGAS TAMBAHAN
1 H.M.JALALUDIN, S.Pd. KEPALA
SEKOLAH Guru Matematik
2 H.AHMAD SAUFI KOMITE
2 LALU SUDIMAN, S.Pd. GURU KELAS III
Absensi
Absen Umum
Lpor Bulanan
Buku Induk
Buku Klaver 3 HJ. SATERA
SURYANI,S.Pd.I GURU PAI Humas
4 NURRAHMI,S.Pd. GURU KELAS I Bendahara
Tabungan 5 AHMAD BURHANI,S.Pd. GURU KELAS II Arsip
6 M.SANUSI,S.Pd. GURU KELAS
VI
Kesiswaan
7 MAHYUDIN,S.Pd. GURU KELAS
IV
8 MUHAMAD AMIN,S.Pd. GURU KELAS V 9 SAMSUL HUDA,S.Pd. GURU PJOK
Penataan
Inventaris Barang
Operator Dapodik
Tata Usaha
10 IMBARMAN PENJAGA
31 B. Data Hasil Penelitian
Sehubungan dengan penelitian yang berjudul penerapan metode Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017. Sesuai urutan tindakan yang dilakukan dalam aturan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dilakukan untuk mengetahui penerapan metode Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017.
Penerapan metode Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yakni siklus pertama secara garis besar terdapat beberapa tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), (4) evaluasi, dan (5) refleksi.
Siklus pertama dimulai dari tanggal 10 s/d 12 April 2017, dan siklus kedua dimulai tanggal 24 s/d 26 April 2017. Adapun data-data yang diperoleh dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat berasal dari data hasil evaluasi dan data hasil observasi pada setiap siklus yang telah direncanakan. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi yakni berupa data kuantitatif dan data yang diperoleh dari hasil observasi berupa data kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi ini berupa skor/nilai akhir yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar menggunakan Metode Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 yang diukur dengan ketuntasan belajar siswa secara individu dan klasikal.
32
Sedangkan data kualitatif ini diperoleh dari hasil observasi yang memberikan gambaran tentang kegiatan siswa dan guru pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung dengan Penerapan Metode Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017. Data lengkap tentang aktivitas siswa pada siklus I dan II dapat dilihat pada lembaran terlampir sedangkan data lengkap tentang aktivitas guru pada siklus I dan II dapat dilihat juga pada lembaran terlampir
1. Data Siklus I a. Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan beberapa perencanaan yang dipersiapkan peneliti sebagai guru yang mengajar dengan guru bidang studi PKn sebagai observer (pengamat) meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Lampiran 1) 2) Soal-soal Evaluasi (Lampiran 2 )
3) Lembar Observasi Aktivitas Siswa (Lampiran 3 ) 4) Lembar Observasi Aktivitas Guru (Lampiran 4)
5) Menyiapkan Metode Role Playing sebagai Metode Pembelajaran b. Pelaksanaan Tindakan
Proses pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan yakni pada hari Senin, Selasa dan Rabu yang terdiri dari tanggal 10, 11 dan 12 April 2017. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 10 April 2017 dengan keutamaan para Rasul Allah yang diajarkan, dengan menggunakan Penerapan Metode Role
33
Playing yang sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru (peneliti) sebagai guru yang mengajar. Meminta beberapa orang siswa mendeskripsikan materi yang diajarkan tersebut dengan menerapkan metode Role Playing sebagai metode pembelajaran, dan semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk maju ke depan kelas, yang berlangsung selama 2 x 45 menit.
Pada pertemuan pertama ini dilakukan observasi mengenai kegiatan siswa dan kegiatan guru selama proses pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer. Semua hasil pengamatan yang telah dilakukan observer (pengamat) tentang kekurangan- kekurangan tindakan yang ada pada pertemuan pertama akan dilakukan perbaikan pada pertemuan yang kedua pada siklus I.
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 April 2017, dengan melanjutkan materi Keutamaan Rasul Allah , dengan menerapkan metode Role Playing yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan pada hari sebelumnya, yang berlangsung selama 2 x 45 menit. Pelaksanaan tindakannya sama seperti pada pertemuan pertama namun, ada hal-hal pokok yang harus diperbaiki yakni mengenai kekurangan-kekurangan yang ada pada pertemuan pertama, seperti yang disarankan oleh observer (pengamat).
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 April 2017 dengan mengadakan ulangan (evaluasi) dan membahas soal-soal ulangan yang telah dijawab dan dikumpulkan oleh siswa selama 2 x 40
34
menit. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan sebelumnya. Segala kekurangan yang terjadi pada siklus I harus sudah direvisi dan direfleksi kembali untuk melanjutkan tindakan pada siklus berikutnya, jika pada siklus I ketuntasan belajar belum tercapai.
c. Observasi
1) Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Hasil Observasi di diperoleh dari pengamatan langsung di dalam kelas yang dilakukan oleh guru bidang studi sebagai observer (pengamat), dengan mengisi lembar observasi aktivitas siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti sebagai guru yang mengajar bersama observer.
Tujuannya untuk menilai kelangsungan dari proses belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa. Observasi terhadap aktivitas siswa ini dilakukan dengan mengamati perilaku siswa pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung, yang menghasilkan jumlah skor untuk indikator/deskriptor untuk semua siswa yang muncul sebesar 20 dibagi dengan jumlah indikator yang sudah ditetapkan yakni 6 indikator, sehingga menghasilkan skor rata-rata 3,17 dengan kategori cukup baik. Segala aktivitas yang nampak pada diri siswa ditandai dengan tanda rumput dalam lembar observasi aktivitas siswa sesuai dengan indikator/deskriptor yang muncul dapat dilihat pada table 8 dibawah ini.
35 Tabel 8
Data Observasi Aktivitas Siswa Siklus I SDN sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
Sekolah : SDN Sisik Timur Mata pelajaran : PAI
Kelas/semester : V
Tahun Pelajaran : 2016/2017 V Waktu ; 2x 40 menit
Skor
No Kegiatan Siklus I
1 2 3
1 Kemampuan memperhatikan penjelasan guru
√
2 Mendengarkan penjelasan guru √
3 Kemampuan beradaptasi dalam kelompok √
4 Kemampuan memahami bimbingan guru √
5 Kemampuan menjawab pertanyaan kelompok lain
√ 6 Kemampuan menaggapi pertanyaan teman √ 7 Kemampuan mengatasi kesulitan
kerjasama kelompok
√ 8 Kemampuan memotivasi diri sendiri dalam
kelompok
√ 9 Kemampuan menumbuhkan minat belajar
anggota kelompok
√ 10 Kemampuan mengharagi kelompok lain √ 11 Kemampuan menghargai teman dalam
kelompok
√ 12 Kemampuan memberi komentar dalam
kelompok
√
Jumlah 8 10
.
36
Hasil observasi aktivitas siswa secara rinci di atas terdapat beberapa kekurangan-kekurangan yang muncul pada aktivitas belajar siswa pada siklus I ini yakni:
a) Masih banyak siswa yang tidak mencatat penjelasan guru, ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak membawa buku tulis mata pelajaran PAI.
b) Masih banyak siswa yang tidak serius dalam mengikuti proses pembelajaran seperti banyaknya siswa yang malu bertanya kepada teman maupun gurunya, malu menjawab dan malu untuk mendiskripsikan materi Para Rossul Allah SWT.
c) Banyaknya siswa yang tidak memiliki buku paket PAI menyebabkan siswa kurang cepat memahami materi yang disampaikan guru.
d) Sebagian siswa ada yang tidak memperhatikan guru ketika menjelaskan materi yang disampaikan, ini terlihat dari masih adanya siswa yang mengajak temannya mengobrol, bercanda, dan bermain-main.26
2) Hasil Observasi Aktivitas Guru
Hasil observasi diperoleh dari pengamatan yang dilakukan oleh guru pendamping yakni guru bidang studi sebagai observer (pengamat), yang dipilih oleh peneliti untuk mengamati peneliti dengan mengisi lembar observasi aktivitas guru yang telah dipersiapkan oleh peneliti dengan tujuan melihat jalannya proses pembelajaran di dalam kelas. Observasi
26 Siswa kelas V tahun Pelajaran 2016/2017, observasi, Sisik
37
terhadap aktivitas guru dilakukan dengan mengamati prilaku guru (peneliti) pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
Pembelajaran dengan menggunakan Metode Role Playing sebagai metode pembelajaran pada pokok bahasan Para Rasul Allah SWT menekankan kepada pemakaian metode pembelajaran berupa Metode Role Playing yang digunakan sebagai perantara/pengantar pesan (message) dari pengirim yakni guru yang mengajar kepada penerima pesan yakni siswa, yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam proses pembelajaran ini guru (peneliti) meminta beberapa orang siswa untuk melakukan bermain peran sesuai dengan materi, setelah terlebih dahulu guru yang menjelaskan materi tersebut. Dan siswa diminta untuk melakukan bermain peran setiap selesai pembelajaran serta menjawab soal-soal evaluasi pada pertemuan berikutnya setelah materi tentang Para Rasul Allah SWT selesai diajarkan.
Pada pembelajaran dengan menggunakan Metode Role Playing ini, guru membimbing siswanya dengan penuh perhatian, baik kepada siswa yang memiliki kemampuan yang lamban maupun kepada siswa yang memiliki kemampuan yang cepat. Segala aktivitas guru yang nampak diberi tanda rumput dalam lembar observasi sesuai dengan indikator yang tersedia. Adapun kekurangan-kekurangan yang muncul pada siklus I untuk aktivitas guru diantaranya sebagai berikut:
38 Tabel 9
Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
Sekolah : SDN Sisik Timur Mata pelajaran : PAI
Kelas/semester : V
Tahun Pelajaran : 2016/2017 Waktu ; 2x 40 menit
Skor
No Kegiatan Siklus I
1 2 3
1 Guru menyusun atau menyiapkan scenario yang akan ditampilkan
√ 2 Menunjuk beberapa siswa untuk
mempelajari scenario dalam waktu beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran
√
3 Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
√ 4 Memberikan penjelasan tentang
kompetensi yang ingin dicapai
√ 5 Guru memangggil para siswa yang sudah
ditunjuk untuk melakonkan scenario yang sudah dipersiapkan
√
6 Siswa mempelajari scenario yang diberikan oleh guru
√ 7 Masing-masing siswa yang sudah ditunjuk
oleh guru maju didepan kelas untuk melakonkan peran
√
8 Masing-masing siswa berada dikelompoknya sambil mengamati scenario yang sedang diperankan
√
9 Setelah selesai ditampilkan masing-masing siswa diberikan lembar penilaian atas penampilan kelompok masins-masing
√
10 Masing masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
√ 11 Guru memberikan kesimpulan secara
umum
√ 12 Memberikan penilaian hasil kerja siswa
yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut
√
Jumlah 4 16
39
Hasil observasi aktivitas guru secara rinci di atas terdapat beberapa kekurangan-kekurangan yang muncul pada aktivitas guru pada siklus I ini yakni:
a) Guru tidak menyiapkan materi secara matang, ini terlihat dari guru tidak menyiapkan ringkasan materi yang diajarkan sehingga materinya belum selesai dibahas, waktunya sudah kehabisan.
b) Guru kurang optimal dalam menyampaikan tujuan pembelajaran ini terlihat dari tidak fokusnya tujuan yang disampaikan.
c) Guru kurang menguasai kelas, ini terlihat dari adanya sebagian siswa yang masih mengobrol, bercanda dan bermain dengan temannya.
d) Penggunaan metode pembelajaran masih belum maksimal, ini terlihat dari masih adanya siswa yang malu untuk mendiskripsikan materi yang telah disediakan guru ke depan kelas.
e) Interaksi belajar mengajar masih monoton dan satu arah.27
d. Evaluasi
Setelah melakukan proses belajar mengajar sebanyak dua kali pertemuan pada siklus I, maka pada pertemuan ketiga dari siklus I guru memberikan soal- soal evaluasi/ulangan kepada siswa. Kemudian guru membahas ulang soal-soal tersebut secara bersama-sama, setelah soal-soal tersebut dijawab dan dikumpulkan oleh siswa. Evaluasi berlangsung selama 2 x 45 menit (2 jam pelajaran). Bentuk soal evaluasinya berupa soal objektif dengan jumlah soal sebanyak 20 butir soal dengan tingkat kesukaran soal yang berbeda-beda yakni
27 Observasi, Sisik,
40
mulai dari soal yang mudah, sedang dan sulit. Penentuan jumlah skor masing- masing soal berbeda-beda disesuaikan dengan tingkat kesulitannya. Jawaban siswa kemudian diperiksa dengan skor tertinggi 100 jika semua jawaban siswa benar dan terendah 0 jika siswa tidak menjawab sama sekali. Melalui analisis evaluasi belajar nilai rata-rata siswa dan ketuntasan belajar siswa, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 10
Data Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I
Siswa Kelas V SDN Sisik TimurTahun Pelajaran 2016/2017.28
No Nama Nilai Tuntas
Ya Tidak
1 Ahmad denial 70
2 Ahmad Helmi 90
3 Darwin 60
4 Efi Susanti 55
5 Fahrul Azmi 70
6 Harniwati 65
7 Jamiludin 45
8 Lalu Muh Iwan Saputra 75
9 Lina Satriani 60
10 Mahyani 70
11 Maryam 75
12 Muh. Kamiludin 60
13 Muh. Nasib Arobi 65
14 Muhammad zaenudin 70
15 Muksim Makbul 90
16 Murtani 85
17 Mustamin Arifin 50
18 Nurhalifah Irjayanti 55
19 Rohmatul Watoni 80
20 Ahmad denial 70
Jumlah 1225
Nilai Rata-rata 61.25
28 Data Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I Siswa Kelas V SDN Sisik Timur. Hasil Analisis Tes, Sisik,13 April 2017
41
Hasil Analisis Ketuntasan Belajar Siswa Kelas V SDN Sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 Sebagai berikut:
1) Nilai Rata-rata Kelas :61,25
2) Jumlah Siswa :20
3) Jumlah Siswa yang Tuntas :16
4) Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas :4 5) Jumlah Siswa yang Tidak Ikut Evaluasi :0 6) Persentase Ketuntasan Klasikal :62%
Adapun persentase ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa pada evaluasi I dari siklus I sebesar 80% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 61.25 dari 20 siswa yang mengikuti tes dengan perhitungan sebagai berikut:
a) Ketuntasan Klasikal kk = x/z x 100%
kk = 16/20 x 100%
= 80%
b) Nilai Rata-rata Kelas R = ∑X/N
R = 1225/20 = 61,25
42 e. Refleksi
Refleksi dilakukan pada setiap siklus, pada tahap ini peneliti bersama- sama guru mengkaji pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I, yakni ketika peneliti sebagai guru yang mengajar sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan guru bidang studi sebagai observer. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki dan menyempurnakan proses belajar mengajar pada siklus berikutnya.
Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 80%, ini menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar yang diperoleh siswa belum mencapai hasil yang diharapkan, karena persentase ketuntasan belajar secara klasikal dikatakan berhasil apabila target pencapaian ≥ 85% dari jumlah siswa dalam kelas yang sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar individu. Berdasarkan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan pada siklus I, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I, adapun perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan antara lain:
1) Guru harus menguasai secara matang materi yang akan dipelajari, agar materi tersebut selesai dibahas sebelum jam pelajaran berakhir.
2) Guru harus lebih optimal dalam menyampaikan tujuan pembelajaran agar, tujuan yang disampaikan guru menjadi lebih fokus.
43
3) Guru harus memberikan motivasi kepada siswa yang kurang aktif untuk berani maju bermain peran di depan kelas dengan memberikan penilaian atau penghargaan, sehingga siswa menjadi lebih aktif.29
4) Guru harus lebih menguasai kelas sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai semaksimal mungkin.
5) Siswa harus lebih serius dalam mengikuti pelajaran sehingga dalam hal ini guru harus bisa memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih serius belajar dan lebih menguasai siswa dengan baik dengan tidak diam pada satu tempat akan tetapi secara menyeluruh.
6) Meminta siswa mempelajari materi yang akan dipelajari dengan cara meberikan pinjaman buku paket kepada siswa sehingga siswa menjadi lebih paham terhadap materi yang akan disampaikan.30
Dari hasil observasi maupun evaluasi, kekurangan-kekurangan yang didapat pada siklus I dapat dilakukan analisis perbaikan pada siklus II.
2. Data Siklus II a. Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan beberapa persiapan sebelum siklus penelitian tindakan kelas dilaksanakan. Persiapan ini meliputi:
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (terlampir) 2) Soal-soal Evaluasi
3) Lembar Observasi Aktivitas Siswa 4) Lembar Observasi Aktivitas Guru
29 Siswa Kelas V tahun Pelajaran 2011/2012, Observasi. Sisik, 13 April 2017.
30 Observasi, Sisik, 13 April 2017
44
5) Menyiapkan metode Role Playing sebagai Metode Pembelajaran b. Pelaksanaan
Proses belajar mengajar pada siklus II dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan yakni pada hari Selasa, Rabo, Kamis yang terdiri dari tanggal 24, 25 dan 26 April 2017.Pertemuan pertama dilaksanakan hari Senin tanggal 24 April 2017, adapun materi yang diajarkan yakni tentang Para Rasul Allah SWT yang berlangsung selama 2 x 45 menit atau 2 jam pelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat pada tahap perencanaan oleh peneliti sebagai guru yang mengajar. Pada pertemuan pertama juga dilakukan observasi terhadap aktivitas siswa dan guru pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung yang dilakukan oleh observer (pengamat) yakni guru bidang studi yang dipilih oleh peneliti.
Semua hasil pengamatan tentang kekurangan-kekurangan tindakan pada pertemuan kedua siklus II dicatat oleh pengamat. Dan kegiatan pada siklus kedua ini dapat berupa kegiatan sebagaimana yang telah dilakukan pada siklus pertama, tetapi sudah dilakukan perbaikan-perbaikan atau tambahan-tambahan berdasarkan hambatan atau kegagalan yang dijumpai pada siklus pertama. Pada siklus I siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 4 orang akan diberikan bimbingan khusus pada saat proses pembelajaran pada siklus II.
Pertemuan kedua dilakukan pada hari Selasa tanggal 25 April 2017, adapun materi yang akan dibahas pada pertemuan kedua yakni melanjutkan materi tentang Para Rasul Allah SWT serta menyelesaikan tugas yang telah
45
dibuat guru, yang berlangsung selama 2 x 45 menit. Pada pertemuan kedua ini juga dilakukan observasi aktivitas siswa dan guru.
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 April 2017, dengan memberikan tes ulangan/soal-soal evaluasi kepada siswa secara individu yang berkaitan dengan materi yang telah dibahas pada minggu sebelumnya. Dan pada pertemuan ketiga ini, guru bersama dengan siswa membahas ulang soal-soal evaluasi yang telah dijawab dan dikumpulkan oleh siswa, yang berlangsung selama 2 x 45 menit.
c. Observasi
1) Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Hasil observasi diperoleh dari pengamatan yang dilakukan guru bidang studi sebagai observer dengan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti yang bertujuan untuk melihat jalannya proses belajar mengajar yang berlangsung di dalam kelas.
Observasi terhadap aktivitas siswa ini dilakukan dengan mengamati perilaku siswa pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung, yang menghasilkan jumlah skor untuk indikator/deskriptor untuk semua siswa yang muncul sebesar 46 dibagi dengan jumlah indikator yang sudah ditetapkan yakni 6 indikator, sehingga menghasilkan skor rata-rata 7,5 dengan kategori baik. Segala aktivitas yang nampak pada siklus II ini diberi tanda rumput pada lembar observasi aktivitas siswa sesuai dengan indikator/deskriptor yang muncul.
46
Hasil analisis tentang aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada Tabel berikut ini.
Tabel 11
Data Observasi Aktivitas Siswa Siklus II SDN sisik Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
Sekolah : SDN Sisik Timur Mata pelajaran : PAI
Kelas/semester : V
Tahun Pelajaran : 2016/2017 V Waktu ; 2x 40 menit
Skor
No Kegiatan Siklus II
1 2 3
1 Kemampuan memperhatikan penjelasan guru √
2 Mendengarkan penjelasan guru √
3 Kemampuan beradaptasi dalam kelompok √
4 Kemampuan memahami bimbingan guru √
5 Kemampuan menjawab pertanyaan kelompok lain √
6 Kemampuan menaggapi pertanyaan teman √
7 Kemampuan mengatasi kesulitan kerjasama dalam tugas
8 Kemampuan memotivasi diri sendiri dalam belajar mengajar
√
9 Kemampuan menumbuhkan minat belajar √
10 Kemampuan mengharagi teman lain √
11 Kemampuan menghargai teman dalam kelompok √ 12 Kemampuan memberi komentar dalam diskusi √
Jumlah 6 32
Hasil observasi aktivitas siswa secara rinci di atas terdapat beberapa kekurangan-kekurangan yang muncul pada aktivitas belajar siswa pada siklus I ini yakni:
a) Sedikit siswa yang tidak mencatat penjelasan guru, ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak membawa buku tulis mata pelajaran PAI.