BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA KONSEPTUAL, DAN
2.3 Asuhan Keperawatan
2.3.5 Evaluasi
2.3.5.1 Ketidakmampuan koping keluarga berhubungan dengan kurangnya pemahaman tentang informasi tentang proses penyakit dan pengobatan Evaluasi :
(1) Keluarga menyatakan penerimaan terhadap situasi.
(2) Keluarga menunjukkan kemauannya dalam pembuatan keputusan terhadap tindakan perawatan.
(3) Keluarga mau ikutserta dalam proses manajemen pengobatan.
(4) Keluarga menyatakan butuh bantuan untuk pengelolaan perawatan.
(5) Keluarga menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan semua anggota keluarga.
(6) Keluarga mau berbagi tanggung jawab untuk tugas-tugas keluarga.
2.3.5.2 Kurang pengetahuan keluarga tentang penyakit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Evaluasi :
1) Keluarga dapat mengatakan penyebab, tanda dan gejala, dan pencegahan penyakit asam urat
2) Keluarga dapat mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
3) Keluarga mau mendorong sikap emosi yang sehat dalam mengatasi masalah keluarga
4) Keluarga mau menjelaskan tentang keuntungan mengenal masalah kesehatan
2.3.5.3 Ketidakpatuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menggunakan sumber daya di masyarakat guna memelihara kesehatan Evaluasi :
(1) Keluarga/ penderita asam urat mampu untuk melakukan rejimen pengobatan seperti yang disarankan oleh tenaga kesehatan.
(2) Keluarga/ penderita asam urat melakukan aktivitas keseharian yang telah ditetapkan bersama dengan tenaga kesehatan.
2.3.5.4 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, strategi koping tidak efektif
Evaluasi :
(1) Keluarga kooperatif
(2) Meningkatkan kepatuhan dalam pemeliharaan kesehatan.
(3) Rutin melakukan pemantauan kesehatannya.
(4) Melakukan aktivitas yang disarankan untuk meningkatkan kesehatannya.
Adanya rasa penerimaan
kurang Ketidakmam
puan koping keluarga Keluarga sering mengingatkan untuk
minum obat dan pantangan Belum pernah mendapatkan
informasi tentang masalah kesehatan anggota keluarga Sudah mendapatkan
informasi tentang masalah kesehatan
anggota keluarga
Ketidakefektifan pemeliharaan
kesehatan
Klien yang sakit tidak mau mematuhi/
mengikuti pantangan/ pengobatan yang harus diikuti
Makanan tidak dipisahkan
Kurangnya pengetahuan tentang penyakit Faktor Genentik, Lingkungan (diet tinggi purin, alkohol, obesitas), penyakit ginjal
Gangguan metabolisme
Kemampuan eksresi asam urat terganggu/menurun Asam urat dalam serum meningkat (hiperuresemia)
Terapi : obat, pengaturan diet, latian fisik
Memelihara, modifikasi lingkungan rumah yang
sehat
Kurang informasi
Menggunakan fasilitas/
pelayanan kesehatan dimasyarakat Merawat
anggota keluarga yang sakit Mengambil
keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat Mengetahui
masalah kesehatanan
anggota keluarganya
Tugas keluarga pada kesehatan
Ketidakpatuhan Melakukan Pengobatan 2.2.6 Kerangka Masalah
(NURARIF & KUSUMA,2015)
BAB III TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian
Data diambil pada tanggal 05 Maret 2021 pukul 16.00 WIB dirumah Tn.F di desa kalitengah tanggulangin Sidoarjo
3.1.1 Data Umum Keluarga
1. Nama Kepala Keluarga : Tn.F 2. Usia : 53 Tahun
3. Agama : Islam 4. Pendidikan : SMA
5. Pekerjaan : Pegawai PT Pos Indonesia 6. Suku/ Bangsa : Indonesia
7. Alamat : Perumahan Tanggulangin Asri Blok YY.14 Sidoarjo 8. Komposisi Keluarga :
Tabel 3.1 Komposisi Keluarga No Nama Usia Jenis
Kelamin
Tanggal Lahir
Pendidik an
Pekerjaan Keterangan 1. Tn.F 53
th
LK 11 Okober 1967
SMA Pegawai Ayah
Ny.Z 52 th
PR 26 Juni 1968
SMA Ibu Rumah Tangga
Ibu
3. An.F 26 th
PR 08
Oktober 1994
S1 Admin Anak 1
4. An.J 23 th
LK 13 Maret 1997
S1 Freelance Anak 2
9. Tipe Keluarga : keluarga termasuk tipe keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, anak
10. Genogram
Gambar 3.1 Genogram
: Laki-Laki : Perempuan
: Meninggal : Satu Rumah : Klien
11. Sifat Keluarga
1) Pengambilan keputusan : keluarga mengatakan yang mengambil keputusan adalah Tn.F
2) Kebiasaan sehari-hari
(1) Kebiasaan tidur/istirahat : keluarga mengatakan semua anggota keluarganya tidur 8 jam sehari, kecuali anaknya yang selalu main hp hingga larut malam
(2) Kebiasaan rekreasi : keluarga mengatakan tidak pernah/ jarang berekreasi
(3) Kebiasaan makan keluarga : keluarga mengatakan sehari makan 3x dengan porsi yang secukupnya
12. Status Sosial Ekonomi Keluarga
1) Total pendapatan keluarga perbulan : keluarga mengatakan pendapatan bias diatas 2000.000 perbulan
2) Apakah penghasilan keluarga mencukupi untuk biaya sehari-hari : keluarga mengatakan iya cukup
3) Apakah keluarga mempunyai tabungan : keluarga mengatakan iya punya tabungan
4) Apakah ada anggota keluarga yang membantu keuangan dalam keluarga : keluarga mengatakan yang membantu adalah suami dan anaknya
5) Siapa yang mengolah keuangan dalam keluarga? : keluarga mengatakan yang mengolah keuangan adalah Tn.F
6) Adakah dana yang disiapkan keluarga untuk masalah kesehatan anggota keluarga? :keluarga mengatakan ada
7) Untuk penanganan masalah kesehatan anggota keluarga, dana diperoleh dari mana? : keluarga mengatakan BPJS dan juga Pribadi 13. Kebiasaan Keluarga Terkait dengan Kesehatan (Baik Secara Kesukuan/
Kebudayaan/Agama) : keluarga mengatkan kalau ada anggota keluarga yang sakit tidak langsung di bawa ke fasilitas kesehatan, tetapi di biarkan di rumah dulu
14. Aktivitas Rekreasi
1) Kebiasaan rekreasi keluarga : keluarga mengatakan tidak tentu
2) Penggunaan waktu senggang : keluarga mengatakan menonton tv dan untuk anaknya biasanya bermain hp
3.1.2 Riwayat dan Tahap Perkembangan keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini : keluarga Tn.F saat ini berada pada tahapan perkembangan usia dewasa
2. Tugas perkembangan keluarga : keluarga mengatakan dapat di jalankan 3. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi : keluarga
mengatakan tahap perkembangan keluarganya sudah cukup terpenuhi 4. Riwayat keluarga inti : keluarga mengatakan yang mempunyai riwayat
penyakit asam urat sejak lama adalah Tn.F
5. Riwayat keluarga sebelumnya (pihak suami dan istri) : keluarga mengatakan jika orangtuanya memiliki riwayat penyakit kolestrol dan hipertensi
3.1.3 Lingkungan 1. Perumahan
1) Jenis rumah permanen 2) Luas bangunan 98 M 3) Status rumah milik pribadi 4) Atap rumah seng/sbes
5) Ventilasi rumah ada luasnya >10% luas lantai 6) Tinggi langit-langit rumah 4 M dari lantai 7) Cahaya dapat masuk rumah pada siang hari 8) Penerangan berupa listrik
9) Lantai keramik
10) Kondisi kebersihan rumah secara keseluruhan bersih 2. Denah rumah
Kamar 1
Kamar 2 Kamar
Dapur
Ruang Tamu
Kamar Mandi
3. Pengolahan sampah
1) Keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah
2) Pengolahan sampah rumah tangga dengan cara diambil petugas setiap hari
4. Sumber air
1) Sumber air yang digunakan keluarga yaitu sumur gali
2) Sumber air minum yang digunakan oleh keluarga berupa air isi ulang 5. Jamban keluarga
1) Keluarga mempunyai WC sendiri yang berjenis leher angsa 2) Jarak antara sumber air dengan penampungan tinja <10 Meter
6. Pembuangan air limbah : keluarga tidak mempunyai saluran pembuangan air limbah (air kotor) biasanya dibuang di selokan
7. Fasilitas sosial dan fasilitas kesehatan
1) Ada perkumpulan sosial dalam kegiatan di masyarakat setempat yaitu PKK RT, Rapat RW, Pos Ronda, Posyandu
2) Ada fasilitas kesehatan dimasyarakat setempat berupa bidan desa, Puskesmas,Posyandu. Tetapi keluarga masih belum memanfaatkan dengan baik fasilitas kesehatan tersebut
8. Sarana komunikasi dan transportasi : keluarga mengatakan kalau komunikasi dalam keluarga menggunakan HP anaknya, sedangkan kalau transportasimenggunakan sepeda motor
9. Fasilitas hiburan (TV, radio, dll) : keluarga mengatakan kalau fasilitas hiburannya yaitu menonton TV dan bermain HP
10. Fasilitas pelayanan kesehatan : keluarga mengatakan kalau di dekat rumahnya ada beberapa bidan desa, puskesmas, posyandu
3.1.4 Sosial
1. Karakteristik tetangga dan komunitas : keluarga mengatakan tetangganya ramah, rukun, dan sering gotong royong
2. Mobilitas geografis keluarga : keluarga mengatakan selama ini tinggal di rumah miliknya sendiri
3. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : keluarga mengatakan sering berkumpul di teras tengah dengan keluarga, dan juga sering bersosialisasi dengan masyarakat sekitar
4. Sistem pendukung keluarga : keluarga Tn.F mengatakan keluarganya adalah pendukung yang baik
3.1.5 Sruktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga : keluarga Tn.F komunikasinya baik
2. Struktur kekuatan keluarga : keluarga Tn.F mengatakan sudah cukup kuat
3. Struktur peran : tidak ada masalah, semua sudah menjalankan tugasnya sesuai peran masing-masing
4. Nilai dan norma keluarga : tidak ada konflik nilai 3.1.6 Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif : keluarga mengatakan berfungsi
2. Fungsi sosialisasi : keluarga mengatakan sosialisasinya berfungsi 3. Fungsi perawatan kesehatan :
1) Mengenal masalah kesehatan : tidak baik, keluarga Tn.F mengatakan keluarga Tn.F mengatakan tidak tau pengertian asam urat, penyebab, cara pencegahan, tanda gejala dan juga penatalaksanaanya, keluarga juga tampak kebingungan saat ditanya tentang penyakitnya, keluarga Tn.F juga masih bertanya-tanya tentang penyakitnya
2) Memutuskan untuk merawat : Tidak baik, keluarga Tn.F mengatakan jika ada anggota keluarganya yang sakit hanya di beri obat yang di beli di apotek dan istirahat di rumah, jika penyakitnya parah baru pergi ke fasilitas kesehatan terdekat, terlihat pembengkakan pada punggung kaki, skala nyeri 5, nyeri timbul pada saat malam hari dan bangun tidur
3) Mampu merawat : Tidak mampu, keluarga Tn.F mengatakan belum mampu merawat dengan baik
4) Modifikasi lingkungan : keluarga Tn.F mengatakan keadaan rumah sudah cukup sehat dan tidak mempengaruhi factor kesehatan
5) Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada : tidak baik, keluarga Tn.F ke fasilitas kesehatan hanya jika penyakitnya dirasa parah saja
4. Fungsi reproduksi : baik, keluarga Tn.f mengatakan mempunyai dua anak yang tumbuh dengan baik
5. Fungsi ekonomi : Baik, tetapi terkadang masih kurang 3.1.7 Stress dan Koping Keluarga
1. Pola koping : efektif
2. Stressor jangka pendek dan jangka panjang : keluarga Tn.F mengatakan terkadang ia merasa sedih dan berbeda pendapat karena masalah ekonomi
3. Keadaan emosi saat ini : baik, tidak marah, tidak sedih, tidak sedang ketakutan, tidak sedang putus asa, tidak sedang stress 4. Kurang interaksi dengan orang lain : keluarga Tn.F mengatakan
tidak
5. Menarik di dengan lingkungan sekitar : keluarga Tn.F mengatakan tidak
6. Konflik dengan keluarga : keluarga Tn.F mengatakan tidak ada konfik
7. Penurunan harga diri : keluarga Tn.F mengatakan tidak ada penurunan harga diri
8. Gangguan gambaran diri : keluarga Tn.F mengatakan tidak ada gangguan gambaran
9. Strategi koping yang digunakan : Keluarga Tn.F mengatakan terkadang ada pertengkaran kecil soal biaya kehidupan, mereka menganggap pendapatan masih belum tercukupi, dan jika ada masalah mereka jarang menyelesaikan secara baik, tetapi selalu dengan cara menghindar
10. Strategi adaptasi disfungsional : keluarga Tn.F mengatakan kalau setiap ada masalah jarang di selesaikan dengan baik. Keluarga Tn.F memilih untuk menghindar dari masalah dan melupakannya
3.1.8 Spiritual
1. Taat beribadah : ya, keluarga Tn.F mengatakan kalau beliau dan suaminya selalu taat beribadah tetapi tidak dengan anaknya masih sering lalai
2. Kepercayaan yang berlawanan dengan kesehatan : tidak 3. Distress spiritual : tidak
3.1.9 Riwayat kesehatan keluarga
1. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga 1) Ayah : Tn.F mempunyai riwayat penyakit asam urat
2) Ibu : Ny.Z mengatakan beliau hanya memiliki riwayat penyakit maag 3) Anak : An.F dan An.J mengatakan kalau dirinya tidak memiliki riwayat
penyakit apapun
2. Keluarga berencana : Ny.Z mengatakan kalau dirinya dulu pernah KB berupa Pil
3. Imunisasi : keluarga Tn.F mengatakan kalau anaknya sudah di imunisasi 4. Tumbuh kembang : keluarga Ny.F mengatakan kalau anaknya bertumbuh
kembang dengan baik tetapi Tn.F dan Ny.Z masih belum mengetahui tentang apa saja tumbuh kembang anak itu mereka kira tumbuh kembang itu hanyatumbuh dari bayi menjadi besar
3.1.10 Pola Aktifitas keluarga Sehari-hari
1. Pola makan : keluarga Tn.F mengataakan kalau semua anggota keluarganya makan dengan baik yaitu 3x
2. Pola minum : keluarga Tn.F mengatakan kalau minum dengan baik yaitu 2 liter sehari
3. Istirahat/tidur keluarga Tn.F mengatakan kalau pola tidur keluarganya biasanya 8 jam sehari
4. Pola BAK : keluarga Tn.F mengatakan setiap hari dan lancar 5. Pola BAB : keluarga Tn.F mengatakan pola BAB baik, 1x sehari
6. Pola kebersihan diri : keluarga Tn.F mengatakan semua anggota keluarga bisa menjaga kebersihan diri masing-masing
7. Olah raga : keluarga Tn.F mengatakan jarang berolahraga 3.1.11 Faktor Resiko Masalah Kesehatan
1. Tidak pernah/ jarang periksa kesehatan : keluarga Tn.F mengatakan jarang periksa kesehatan karena terkadang biayanya tidak cukup 2. Sosial ekonomi kurang : keluarga Tn.F mengatakan iya
3. Rumah/ lingkungan tidak sehat : keluarga Tn.F mengatakan keadaan lingkungannya selalu bersih
4. Hubungan keluarga tidak harmonis : keluarga Tn.F mengatakan kalau keluarganya harmonis
5. Mengkonsumsi alkohol/ obat dan zat adiktif : keluarga Tn.F mengatakan kalau dalam keluarganya tidak ada yang mengkonsumsi alkohol/ obat dan zat adiktif
6. Obesitas : keluarga Tn.F mengatakan tidak
7. Status gizi kurang : keluarga Tn.F mengatakan kalau dalam keluarganya tidak ada yang kekurangan gizi
8. Merokok : keluarga Tn.F mengatakan yang merokok adalah Tn.F saja 9. Minum kopi : keluarga Tn.F mengatakan Tn.F dan An.J meminum kopi 10. Mengkonsumsi garam berlebih : keluarga Tn.F mengatakan tidak 11. Mengkonsumsi gula berlebih : keluarga Tn.F mengatakan tidak 3.1.12 Pemeriksaan Fisik Keluarga
1. Pemeriksaan fisik bapak 1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : composmentis 3) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 130/80 Mmhg (2) Nadi : 82 x/menit
(3) Pernafasan : 22 x/menit (4) Suhu : 36,8
4) Kepala
(1) Rambut : Beruban, bersih tidak ada lesi, rontok
(2) Mata : simetris kanan kiri, tidak ada benjolan, pupil isokor, penglihatan kabur tetapi tidak memakai alat bantu penglihatan, tidak anemis, sklera tidak ikterus
C
(3) Hidung : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada gangguan penciuman
(4) Telinga : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, pendengaran baik
(5) Mulut : tidak sumbing, bibir simetris, tidak ada gangguan menelan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, mukosa bibir kering
5) Dada/thorax
(1) Inspeksi : bentuk dada normal dan simetris, tidak ada retraksi otot bantu nafas, tidak ada luka, tidak sianosis, tidak ada nyeri dada
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, vokal fremitus sama antara kanan dan kiri, tidak ada peningkatan JVP
(3) Perkusi : resonan untuk paru-oaru, pekak untuk jantung
(4) Auskultasi : vesikuler seluruh lapang paru, S1-S2 tunggal untuk jantung, tidak adabunyi nafas tambahan seperti wheezing dan ronky untuk paru-paru, dan tidak ada bunyi jantung tambahan seperti mur-mur dan galop
6) Perut/ abdomen
(1) Inspeksi : tidak ada distensi abdomen
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak kembung (3) Perkusi : timpany
(4) Auskultasi : bising usus 13 x/menit
7) Genetalia/anus : tidak ada masalah pada genetalia/anus
8) Ekstermitas :
(1) Inspeksi : kulit tidak ikterus, terdapat nyeri di lutut kaki kanan dan kiri, nyeri seperti di tusuk-tusuk, dengan skala 5, nyeri biasanya terjadi pada saat malam hari, terdapat edema pada lutut, tidak ada luka, tidak ada kelumpuhan
(2) Palpasi : akral hangat, tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi, keluatan otot 5
2. Pemeriksaan fisik ibu 1) Kadaan umum : baik
2) Kesadaran : composmentis 3) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 120/60 Mmhg (2) Nadi : 85 x/menit
(3) Pernafasan : 22 x/menit (4) Suhu : 36,5
4) Kepala
(1) Rambut : persebaran rambut merata, tidak ada ada kebotakan, warna rambut hitam dan sedikit ada uban, rambut bersih
(2) Mata : simetris, tidak ada benjolan, pupil isokor, penglihatan kabur tetapi tidak memakai alat bantu penglihatan, tidak anemis, sklera tidak ikterus
(3) Hidung : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan,tidak ada gangguan penciuman
C
(4) Telinga : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada gangguan pendengaran
(5) Mulut : tidak sumbing, bibir simetris, tidak ada gangguan menelan, gigi caries, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid 5) Dada/thorax
(1) Inspeksi : bentuk dada normal dan simetris, tidak ada retraksi otot bantu nafas, tidak ada luka, tidak sianosis, tidak ada nyeri dada
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, vokal fremitus sama antara kanan dan kiri, tidak ada peningkatan JVP
(3) Perkusi : resonan untuk paru-oaru, pekak untuk jantung
(4) Auskultasi : vesikuler seluruh lapang paru, S1-S2 tunggal untuk jantung, tidak ada bunyi nafas tambahan seperti wheezing dan ronky untuk paru-paru, dan tidak ada bunyi jantung tambahan seperti mur-mur dan galop
6) Perut/ abdomen
(1) Inspeksi : tidak ada distensi abdomen
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak kembung (3) Perkusi : timpany
(4) Auskultasi : bising usus 16 x/menit
7) Genetalia/anus : tidak ada masalah pada genetalia/anus 8) Ekstermitas
(1) Inspeksi : kulit tidak ikterus, tidak ada nyeri, tidak ada edema, tidak ada lesi
(2) Palpasi : akral hangat, tidak ada nyeri tekan, keluatan otot 5 3. Pemeriksaan fisik anak 1
1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : composmentis 3) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 120/60 Mmhg
(2) Nadi : 85 x/menit
(3) Pernafasan : 20 x/menit (4) Suhu : 36,5
4) Kepala
(1) Rambut : persebaran rambut merata, tidak ada kebotakan, warna rambut hitam
(2) Mata : simetris, tidak ada benjolan, pupil isokor, penglihatan normal, tidak memakai alat bantu penglihatan, tidak anemis, sklera tidak ikterus
(3) Hidung : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan,tidak ada gangguan penciuman
(4) Telinga : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan,tidak ada gangguan pendnegaran
(5) Mulut : tidak sumbing, bibir simetris, tidak ada gangguan menelan, gigi tidak caries, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
C
5) Dada/thorax
(1) Inspeksi : bentuk dada normal dan simetris, tidak ada retraksi otot bantu nafas, tidak ada luka, tidak sianosis, tidak ada nyeri dada
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, vokal fremitus sama antara kanan dan kiri, tidak ada peningkatan JVP
(3) Perkusi : resonan untuk paru-oaru, pekak untuk jantung
(4) Auskultasi : vesikuler seluruh lapang paru, S1-S2 tunggal untuk jantung, tidak ada bunyi nafas tambahan seperti wheezing dan ronky untuk paru-paru, dan tidak ada bunyi jantung tambahan seperti mur-mur dan galop
6) Perut/ abdomen
(1) Inspeksi : tidak ada distensi abdomen
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak kembung (3) Perkusi : timpany
(4) Auskultasi : bising usus 12 x/menit
9) Genetalia/anus : tidak ada masalah pada genetalia/anus 4. Pemeriksaan fisik anak 2
1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : composmentis 3) Tanda-tanda vital
(1) Tekanan darah : 120/60 Mmhg (2) Nadi : 85 x/menit
(3) Pernafasan : 20 x/menit
(4) Suhu : 36,5 4) Kepala
(1) Rambut : persebaran rambut merata, tidak ada kebotakan, warna rambut hitam
(2) Mata : simetris, tidak ada benjolan, pupil isokor, penglihatan normal, tidak memakai alat bantu penglihatan, tidak anemis, sklera tidak ikterus
(3) Hidung : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan tidak ada gangguan penciuman
(4) Telinga : simetris, tidak keluar cairan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan,tidak ada gangguan pendnegaran
(5) Mulut : tidak sumbing, bibir simetris, tidak ada gangguan menelan, gigi tidak caries, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
5) Dada/thorax
(1) Inspeksi : bentuk dada normal dan simetris, tidak ada retraksi otot bantu nafas,tidak ada luka, tidak sianosis, tidak ada nyeri dada
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, vokal fremitus sama antara kanan dan kiri, tidak ada peningkatan JVP
(3) Perkusi : resonan untuk paru-oaru, pekak untuk jantung
(4) Auskultasi : vesikuler seluruh lapang paru, S1-S2 tunggal untuk jantung, tidak ada bunyi nafas tambahan seperti wheezing dan
C
ronky untuk paru-paru, dan tidak ada bunyi jantung tambahan seperti mur-mur dan galop
6) Perut/ abdomen
(1) Inspeksi : tidak ada distensi abdomen
(2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak kembung (3) Perkusi : timpany
(4) Auskultasi : bising usus 12 x/menit
9) Genetalia/anus : tidak ada masalah pada genetalia/anus 7) Ekstermitas
(1) Inspeksi : kulit tidak ikterus, tidak ada nyeri, tidak ada edema, tidak ada luka, tidak pincang, tidak ada kelumpuhan
(2) Palpasi : akral hangat, tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi, keluatan otot 5
3.1.13 Tingkat Kemandirian Keluarga Termasuk KM III :
1. Menerima petugas perawatan kesehatan kom
2. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan
3. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar 4. Melakukan perawatan sederhana sesuai dengan yang dianjurkan 5. Memanfaatkan fasilitas yankes secara aktif
6. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif
3.1.14 Harapan Keluarga : keluarga Tn.F mengatakan harapan keluarganya yaitu menjadi keluarga yang harmonis, terhindar dari segala macam penyakit, dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan
3.2 Analisa Data
Tabel 3.2 Analisa Data pada Tn.F dengan masalah kesehatan Gout Arthritis di desa Kalitengah Utara Tanggulangin Sidoarjo
No Pengelompokan Data Kemungkinan Penyebab
Masalah Keperawatan 1. Ds : keluarga Tn.F
mengatakan tidak tau pengertian asam urat, penyebab, cara pencegahan, tanda gejala dan juga penatalaksanaanya
Ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah kesehatan
Kurang pengetahuan tentang penyakit
Do :
- Keluarga Tn.F tampak kebingungan saat ditanya tentang penyakitnya
- Keluarga Tn.F tampak bertanya-tanya tentang penyakitnya
2. Ds : keluarga px
mengatakan tidak mampu merawat Tn.F dikarenakan jika ada anggota
keluarganya yang sakit hanya di beri obat yang di beli di Apotek dan istirahat di rumah, jika penyakitnya parah baru pergi ke fasilitas kesehatan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Do :
- Pembengkakan pada daerah punggung kaki - Nyeri sering timbul
pada saat malam hari dan saat bangun tidur
- Skala nyeri 5
3.3 Diagnosa Keperawatan
1. Kurang pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menganal masalah kesehatan
2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit
SKORING (PENENTUAN PRIORITAS MASALAH) Diagnosa Keperawatan : kurang pengetahuan berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga menganal masalah kesehatan Tabel 3.3 skoring (penentuan prioritas masalah)
No. Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran 1. Sifat masalah
Aktual Resiko tinggi Potensial
3 2 1
1 3/3 x 1 = 1
Pengetahuan keluarga yang kurang tentang penyakit yang di derita anggota keluarganya dapat mengancam kondisi kesehatan klien
2. Kemungkinan masalah untuk diubah : Tinggi Sedang Rendah
2 1 0
2 2/2 x 2 = 2
Keluarga cukup aktif dan
kooperatif dengan petugas kesehatan
3. Potensial masalah untuk dicegah : Tinggi Cukup Rendah
3 2 1
1 3/3 x 1 = 1
Masalah yang sudah terjadi dapat dicegah kembali sangat cukup, karena keluarga sangat aktif dan banyak bertanya tentang penyakit Gout
4. Menonjolnya masalah : Masalah berat,
harus segera 2 1 2/2 x 1 =
Tn.F mengatakan penyakitnya merupakan masalah yang
ditangani Ada masalah, tetapi tidak perlu ditangani Masalah tidak dirasakan
1
0
1 cukup berat, selama ini keluarga tidak tahu
penyebab, tanda gejala, serta penatalaksanaan penyakit Gout
Jumlah Skor 4 2/3
SKORING (PENENTUAN PRIORITAS MASALAH)
Diagnosa Keperawatan : . Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit
Tabel 3.3 skoring (penentuan prioritas masalah)
No. Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran
1. Sifat masalah Keluarga Tn.F
Aktual Resiko tinggi
3 2
1 3/3 x 1 = 1
masih sering membeli obat di warung
Potensial 1
2. Kemungkinan masalah untuk
diubah : Keluarga cukup
aktif dan
Tinggi kooperatif dengan
Sedang Rendah
2 1
2 2/2 x 2 = 2
petugas kesehatan
0
3. Potensial Masalah untuk
masalah untuk dicegah tinggi
dicegah : karena keinginan
Tinggi Cukup
3 2
1 3/3 x 1 = 1
keluarga Tn.F agar tidak
terbiasa membeli obat di warung
Rendah 1
4. Menonjolnya masalah :
Tn.F menyadari Masalah berat,
harus segera ditangani
2 1 2/2 x 1 =
1
masalah dan ingin segera menangani agar tidak terjadi Ada masalah,
tetapi tidak
komplikasi lebih lanjut