• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arahan Konsep Strategi Penanganan Banjir Kawasan

Dalam dokumen KAWASAN TERDAMPAK BANJIR DI PERKOTAAN SINJAI (Halaman 68-186)

BAB V Analisis Dan Pembahasan

F. Konsep Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pada

1. Arahan Konsep Strategi Penanganan Banjir Kawasan

ruang berbasis mitigasi bencana banjir di kota bima kecamatan rasanae timur.

(IRWAN 2018)

 Mengidentifikasi kawasan rawan banjir di kota bima

kecamatan rasanae timur?

 Bagaimana arahan pemanfaatan ruang berbasis mitigasi bencana banjir di kota bima kecamatan rasanae timur?

 Untuk

mengidentifikasi kawasan rawan banjir di kota bima pada kecamatan rasanae timur.

 Mengetahui arahan pemnfaatan ruang berbasis mitigasi bencana banjir di kota bima pada kecamatan rasanae timur.

 Kemiringan Lereng

 Topografi

 Curah Hujan

 Tekstur Tanah

Land use

 Mitigasi struktural

 Mitigasi nonstruktural

 Analisis Superimpose

 Analisis Deskriptif Kualitatif

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, Tingkat kerentanan banjir di kawasan Rasanae Timur diklarifikasikan menjadi dua yaitu kawasan rawan sedang (rawan) dan kawasan rawan rendah (tidak rawan).

c. Wilayah kawasan rawan rendah seluas 4483.49 Ha (70.05 % ) yang terdapat di seluruh kelurahan di Kec. Rasanae Timur d. Sedangkan kawasan rawan sedang seluas

1916.58 Ha (29.95%)yang terdapat di seluruh kelurahan di Kec. Rasanae Timur.

Bangunan pengendalian banjir

Penanganan kawasan rawan banjir di wilayah penelitian dapat dilakukan dengan membangun bangunan pengendali banjir berupa pembuatan polder.

Variabel : Terdapat kesamaan pada variabel yaitu ; Land

use,kemiringan lereng,Curah hujan,Topografi,T ekstur tanah

Analisis : Sama-sama menggunakan Analisis

Superimpose dan analisis deskriptif kualitatif.

 Variabel : Penelitian ini menambahkan variabel penelitian berupa : Mitigasi struktural dan Mitigasi nonstruktural.

Sedangkan peneliti : -Pemanfaatan Lahan dan

Kemampuan Lahan.

 Analisis Peneliti terkait hanya menggunakan Analisis Overlay sedangkan penelitian yang penelti lakukan menambahkan analisis SWOT untuk mengeluarkan konsep.

kawasan rawan bencana tsunami di Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara (REVEL VICTO ROMPAS 2019) (Rompas et al., 2019)

 Bagaiana luasan area kawasan rawan bencana tsunami berdasarkan ketinggian daratan di Kec. Kema?

Bagaimana arahan pemanfaatan ruang di kawasan rawan bencana trunami Kecamatan Kema?

 Mengetahui luasan area kawasan rawan bencana tsunami berdasarkan ketinggian daratan di Kec.

Kema.

Mengidentifikasi dan menganalisis pemanfaatan ruang di kawasan rawan bencana tsunami Kecamatan Kema?

 Pusat kegiatan lingkungan

 Sistem jaringan prasarana utama

 Prasarana pendidikan

 Prasarana peribadatan

 Jalur dan evakuasi bencana.

 Kawasan sempadan pantai

 Kawasan pertanian dan perkebunan

Analisis struktur dan pola ruang

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan.

Kawasan rawan bencana tsunami pada penelitian ini berdasarkan klasifikasi ketinggian tempat dengan luasan cakupan gelombang sunami jika terjadi. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan aplikasi ArcGIS maka didapat zona 1 atau zona merah pada lokasi penelitian mencapai luasan ± 315 Ha, zona 2 atau zona kuning mencapai luasan ± 375 Ha dan zona 3 atau zona hijau seluas ± 381 Ha.

Luas zona 3 telah mencakup luas zona 2 dan zona 1.

Berdasarkan hasil analis struktur dan pola ruang hampir seluruh aspek struktur dan pola ruang sudah sesuai dengan RTRW Kab. Minahasa Utara. Tetapi ada beberapa aspek yang belum sesuai yaitu pusat pelayanan lingkungan terancam di desa Lilang, kawasan sempadan pantai dan kawasan permukiman di desa Kema 2 dan desa Kema 3 (hanya pada zona 1/zona merah). Perlu adanya evaluasi terhadap rencana tata ruang terkait kondisi

Tidak ada kesamaan dalam pemilihan variabel dan analisis karena penelitian terkait lebih spesifik berbicara tentang Tsunami

Perbedaan dari penelitian ini dan penelitian

sebelumnya adalah, penelitian dari Revel berbicara tentang pemanfaatan ruang pada kawasan rawan banjir.

ruang di dalam kawasan risiko bencana banjir Kec. Jatiasih Kota Bekasi.

(GILBERT JOSEPTIAN.2 018)

(Zefri et al., 2018)

Mengidentifikasi kawasan risiko bencana banjir di Kec.

Jatiasih Kota Bekasi?

Bagaimana arahan Pengendalian bencana banjir di Kec.

Jatiasih Kota Bekasi ?

Guna mengetahui kawasan risiko bencana banji di Kec. Jatiasih Kota Bogor.

Guna mengetahui arahan pengendalian bencana banjir di Kec. Jatiasih Kota Bogor.

Penggunaan lahan

Curah Hujan

Ketinggian Sempadan sungai

Analisis risiko bencana Analisis superipose/Ove rlay

Menurut hasil overlay risiko bencana banjir terdapat sebesar 7,13 Km² dengan tingkat risiko bencana tinggi, 11,17 Km² dengan tingkat risiko bencana banjir sedang dan 5,23 km² dengan tingkat risiko bencana banjir rendah. Kelurahan yang termasuk kedalam klasifikasi wilayah dengan tingkat risiko bencana banjir tinggi adalah Kelurahan Jatiasih, Jatirasa, Jatimekar dan Jatikramat.

Kaitan Antara Pemanfaatan Ruang Dengan Kawasan Risiko Bencana Banjir Kajian risiko bencana berguna dalam hal menentukan pemanfaatan lahan suatu wilayah. Kawasan budidaya berupa permukiman, Perdagangan, industri, pertambangan, dan pariwisata hanya boleh dibangun pada kawasan risiko sedang dan risiko rendah. Selain itu pada kawasan risiko tinggi secara garis besar hanya boleh

dimanfaatkan sebagai daerah resapan air ataupun ruang terbuka hijau

Variabel

-Penggunaan Lahan -Curah Hujan Analisis

superipose/Overlay

 Variabell : . peneliti : -

Pemanfaatan Lahan dan Kemampuan Lahan.

 Analisis Peneliti terkait hanya menggunakan Analisis Overlay sedangkan penelitian yang penelti lakukan menambahkan analisis SWOT untuk mengeluarkan konsep

5.Risiko bencana banjir terhadap pemanfaatan ruang di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor (LIDA MAULIDAH AFIAH.2017) (Afiah et al., n.d.)

Bagaimana tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana banjir di Kec. Tanah Sareal ?

Bagaimana kapasitas wilayah terhadap bencana banjir di Kec. Tanah Sareal ?

Mengidentifikasi tingkat

kerentanan wilayah terhadap bencana banjir di Kec. Tanah Sareal.

Mengidentifikasi kapasitas wilayah terhadap bencana banjir di Kec.

Tanah Sareal ?

Curah Hujan

Kemiringan Lereng

Penggunaan lahan

Tekstur tanah - - - s c a

Analisis Kerentanan

Analisis Kapasitas

Analisis Risiko

Analisis penggunaan lahan

Kecamatan tanah sareal memiliki tingkat kerentanan banjir didominasi oleh kerentanan sedang dengan luas 1.177 Ha atau 37,53 %.

Sementara itu, tingkat kapasitas bencana banjr yang sedang menckup seluru kelurahan dengan luas 1.884 Ha.

Analisis risiko bencana banjir dihasilkan dari kapasitas, dan kerentanan. Risiko didominsi oleh risiko sedang dengan luas 857.94 Ha, selanjutnya risiko tinggi 809,06 Ha dan risiko rendah 217 Ha. Setelah itu, dilakukan analisa penggunaan lahan terhadap risiko yang sebagian besar didominasi oleh Kawasan terbangun yaitu mencapai 1.085 Ha atau 57,59

% dan jumlah penggunaan lahan Kecamatan Tanah Sareal.

Variabel -Curah Hujan -Kemiringan Lereng -Penggunaan lahan -Tekstur tanah

Analisis Tidak ada kesamaan dalam pemilihan analisis

Analisis -Analisis kerentanan -Analisis Kapasitas -Analisis Risiko -Analisis

Penggunaan Lahan

50

6.Analisis pemanfaatan ruang pada kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut Kecamatan Paal Dua Kota Manado (ERLANDO EVERAND ROLAND RESUBUN.20 15)

(Resubun et al., n.d.)

Bagaimana sebaran daerah resapan air di Kelurahan Ranomuut Kecamatan Paal II Kota Manado?

Mengidentifikasi pesebaran kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut Kecamatan paal II Kota Manado ?

-penggunaan lahan -Curah Hujan -Kemiringan Lereng -tekstur tanah

Analisis Superimpose/

Overlay

Berdasarkan hasil analisis yang telah di lakukan.

Distribusi kelas kesesuaian kawasan resapan air di Kel. Ranomuut terdiri atas kurang sesuai,cukup sesuai, dan tidak sesuai. Luas wilayah dengan kelas kurang sesuai adalah 75,30 Ha, luas wilayah dengan kelas cukup sesuai adalah 17,68 Ha, dan luas wilayah dengan kelas tidak sesuai adalah 18,36 Ha.

Dalam hal pemanfaatan ruang, ditemui adanya perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2000-2014 di Kelurahan Ranomuut.

Perubahan yang terjadi adalah peningkatan luasan permukiman sebesar 80,69 % dan pengurangan luasan ladang kebun 37,24 %

Variabel penggunaan lahan -Curah Hujan -Kemiringan Lereng

Analisis

Superimpose/Ove rlay

Variabel Penelitian ini menambahkan variabel penelitian berupa : Mitigasi struktural dan Mitigasi nonstruktural.

Sedangkan peneliti : -Pemanfaatan Lahan dan

Kemampuan Lahan.

7.Analisa perubahan penggunaan lahan terhadap potensi banjir di Kecamatam Medan Denai.

(WIRAWAN MASYHURI 2018) (Cahyadi et al., 2012)

Bagaimana pola perubahan

penggunaan lahan di Kec. Medan Denai pada tahun 2008- 2013.

Bagaimana pola perubahan

penggunaan lahan di Kec. Medan Denai yang berpotensi banjir

?

Mengidentifikasi pola perubahan penggunaan lahan di Kec.

Medan Denai pada tahun 2008- 2013

Mengetahui pola perubahan penggunaan lahan di Kec.

Medan Denai yang menunjukan potensi banjir.

Daerah Genangan

Perubahan Penggunaan Lahan

Penggunaan Lahan

Lahan

Lahan Terbuka

Permukiman

Lahan Jasa

 Lahan pertanian

Analisis Deskriptif Kualitatif

Penggunaan lahan yang paling banyak mengalami penambahan luas dalam kurun waktu 5 tahun terakhir adalah

permukiman/lahan terbangun sebesar 50,41 ha atau 96,55%.

Banjir di Kecamatan Medan Denai yang terjadi akibat perubahan penggunaan lahan yang signifikan yang muncul akibat dominasi lahan permukiman/ lahan terbangun

Kelurahan Tegal Sari Mandala 3 merupakan yang rentan terkena banjir karena lahan permukiman/ lahan terbangun yang padat cukup mendominasi.

Variabel -Penggunaan Lahan

Variabel

Penelitian terkait menambahkan :- Daerah Genangan -Lahan

-Lahan Terbuka -Permukiman -Lahan Jasa -Lahan pertanian

51

8.Arahan pemanfaatan lahan berdasarkan tingkat kerawanan banjir. Studi Kasus : DAS Batang Kuranji (RAHMI MARDIAN.20 17)

(Mardian et al., n.d.)

Mengidentifikasi tingkat kerawanan banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji?

Untuk mengetahui daerah-daerah yang rawan banjir dan

mengantisipasi dampak terburunya di masa yang akan datang.

Curah Hujan

Morfologi

Kemiringan Lereng

Penggunaan Lahan

Jenis Tanah

Ketinggian

Analisis Penggunaan lahan berdasarkan tingkat kerawanan banjir Curah Hujan

Berdasarkan tingkat kerawanan banjir kawasan DAS Batang Kuranji dalam 4 kategori Tingkat Kerawanan Banjir yaitu :

Tingkat kerawanan rendah : dengan luas sebesar 3.336 Ha pada kawasan DAS Batang Kuranji yang mana dengan luas keseluruhan DAS Batang Kuranji adalah sebesar 19.832 Ha.

Tingkat Kerawanan Agak Rendah : dengan luas sebesar 9.084,16 Ha pada kawasan DAS Batang Kuranji yang mana dengan luas keseluruhan DAS Batang Kuranji adalah sebesar 19.832 Ha.

Tingkat Kerawanan Sedang : dengan luas sebesar 3.259,64 Ha pada kawasan DAS Batang Kuranji yang mana dengan luas keseluruhan DAS Batang Kuranji adalah sebesar 19.832 Ha.

Variabel -Curah Hujan -Kemiringan Lereng -Penggunaan Lahan -Jenis Tanah

Variabel

-Pemanfaatan Lahan -Kemampuam Lahan -

Kekuatan,Kelemahan, Peluang,Ancaman (Analisi SWOT)

9. Identifikasi penggunaan lahan pada daerah rawan bencana banjir bandang Kota Manado (CHRISTIAN SETIANATA CIE.2014) (Cie et al., n.d.)

Bagaimana sebaran daerah rawan bencana banjir bandang Kota Manado?

Apa saja penggunaan lahan yang berada pada daerah rawan bencana banjir bandang di Kota Manado?

Untuk mengetahui sebaran daerah rawan bencana banjir bandang Kota Manado?

Untuk mengetahui penggunaan lahan yang berada pada daerah rawan bencana banjir bandang di Kota Manado.

Penggunaan lahan

Kemirinsn llereng

Curah hujan

Analisis superimpose/

Overlay peta

Daerah rawan banjir bandang tersebar pada 10 Kecamatan di Kota Manado dengan luas sebesar 1177 h atau sektar 8,4% dari luas keseluruhan kota.

Keseluruhan penggunaan lahan pada daerah rawan banjir bandang di Kota Manado didominasi oleh lahan permukiman yang tersebar di tiap kecamatan yang dengan luas lahan paling tinggi sebesar 676,29 H atau sekitar 57,45% dari luas rawan bencaa bandang , sedangkan lahan perkebunan atau lahan yang bervegetasi hanya memiliki luas sebesar 308,47 H atau sekitar 26,20% dari luas daerah rawan banjir bandang.

Variabel Penggunaan lahan

Kemirinsn llereng Curah hujan

Analisis Sama-sama menggunakan analisis

superimpose/over lay pet

Perbedaan dari penelitian sebelumnya lebih fokus mengenai penggunaan lahan sedangkan dengan penelitian yang peneliti lakukan tentang

pemanfaatan ruang.

52 BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini di laksanakan di kawasan perkotaan Sinjai yang akan terfokus pada kawasan rawan bencana banjir di beberapa Kelurahan yang ada di kawasan perkotaan Sinjai yaitu Kelurahan Biringere, Kelurahan Lappa, Kelurahan Balangnipa, dan Kelurahan Samataring disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat daya tampung drainase tidak kuat menahan aliran air dan luapan air dari Sungai Tangka dan Sungai Mangottong, pada musim hujan setiap tahun akan terjadi banjir di wilayah tersebut maupun di wilayah lain yang mempunyai kontur yang rendah di kawasan perkotaan, hal ini mengakibatkan kerugian harta benda, kerusakan bangunan kawasan berdampak banjir dan terganggunya aktifitas masyarakat mengingat kawasan perkotaan Sinjai merupakan pusat segala kegiatan dalam lingkup Kabupaten Sinjai sehingga menjadi alasan utama peneliti untuk pemilihan lokasi tersebut dan kemudian nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat berdampak banjir dan sebagai informasi untuk meminimalisir dampak dari bencana banjir di kemudian hari.

Lokasi studi ini merupakan kawasan perkotaan Sinjai yang terdiri atas dua kecamatan yaitu, Kecamatan Sinjai Utara dan sebagian wilayah Kecamatan Sinjai Timur dengan total luas deliniasi ± 40.31 Km2

53 .Untuk lebih jelasnya terkait dengan deliniasi kawasan perkotaan Sinjai yang terdapat pada dua kecamatan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Kecamatan Sinjai Utara:

 Kelurahan Lappa

 Kelurahan Balangnipa

 Kelurahan Biringere

 Kelurahan Alewanuae

 Kelurahan Bongki

 Kelurahan Lamatti Rillau b. Kecamatan Sinjai Timur:

 Kelurahan Samataring

 Desa Saukang

B. Waktu Penelitian

Adapun waktu dari dilakukannya proses penyusunan tugas akhir dengan judul Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Terdampak Banjir Di Perkotaan Sinjai ini adalah mulai pada tanggal 02 Maret 2020 sampai dengan 24 Desember 2020.

Waktu penelitian ini membahas tentang jadwal penelitian yang dimulai dengan asistensi Road Map atau alur dalam penyelesaian proposal dari bab 1 sampai bab 3. Kemudian dilanjutkan melakukan pengumpulan data untuk disusun menjadi bab 4 dan bab 5.

54 C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Satuan- satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orangorang, institusi-institusi, benda-benda dan lain sebagainya (Diawranto,1994:420) dalam (JOURNAL OF BUSINESS STUDIES, 2016). Dalam penelitian ini, populasi yang menjadi fokus penelitian adalah penduduk yang bermukim di kawasan perkotaan Sinjai sebesar 54.181 jiwa, yang mengalami dampak dari bencana banjir.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah karakterristik yang dimiliki oleh populasi yang diteliti. cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.

Sampel yang baik adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi secara menyeluruh terkait dengan judul penelitian dalam penyusunan tugas akhir ini. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability dengan teknik purposive sampling, Teknik purposive sampling adalah teknik untuk menentukan

55 sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Alasan menggunakan teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, penulis memilih teknik purposive sampling yang menetapkan pertimbangan- pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh sampel-sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu masyarakat yang tinggal menetap dan secara administrasi tercatat sebagai penduduk di daerah penelitian yang mengalami dampak dari bencana banjir.

Adapun banyaknya jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini akan ditentukan dengan menggunakan rumus slovin.

Berikut merupakan formulasi dari rumus slovin yang akan digunakan dalam penarikan sampel pada penelitian ini:

Dimana:

n: jumlah sampel N: jumlah populasi

e: batas toleransi kesalahan (error tolerance) 1%, 10% dan 15%

Dalam penelitian ini untuk tingkat kesalahan dalam penarikan

56 sampel akan digunakan persentase sebesar 10%, dan untuk lebih jelasnya mengenai jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

n = N / (1 +( N.e2))

n = 54.181 / (1 + (54.181 X 0,12)) n = 54.181 / 542,81

n = 99,8 (dibulatkan menjadi 100 sampel)

Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini sebagai perwakilan dari keseluruhan populasi adalah sebanyak 100 jiwa penduduk. 100 jiwa penduduk inilah yang kelak akan dijadikan sebagai responden pada saat penelitian dilakukan.

D. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Dalam penulisan tugas akhir ini tentunya membutuhkan data, dan data yang dibutuhkan terdiri atas dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang bisa diselidiki secara langsung dan bisa dihitung dengan menggunakan cara yang mudah, dan penyajianya berupa angka-angka, seperti data jumlah penduduk dan perkembangan jumlah penduduk data ini dibutuhkan untuk melihat seberapa besar kepadatan penduduk yang terjadi di kawasan perkotaan Sinjai dalam tiga tahun terakhir, data luas wilayah,

57 penggunaan lahan/eksisting untuk mengetahui seberapa besar perubahaan penggunaan lahan yang terjadi saat ini di kawasan perkotaan sinjai dan lain sebagainya. Sedangkan data kualitatif adalah data yang berbentuk bukan angka atau menjelaskan secara deskripsi tentang kondisi lokasi penelitian secara umum.

2. Sumber Data

Data-data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan langsung ke lapangan atau lokasi penelitian, data primer yang dibutuhkan antara lain data penggunaan lahan/eksisting,data kawasan rawan banjir di perkotaan Sinjai dan lain sebagainya. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen resmi menyangkut penelitian ini yang didapatkan dari berbagai instansi terkait seperti data jumlah penduduk, data aspek fisik dasar meliputi; topografi,kemiringan lereng,penggunaan lahan ,jenis tanah, curah hujan dan lain sebagainya yang di dapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai dan dokumen RTRW Kabupaten Sinjai, dokumen RDTR kawasan perkotaan Sinjai dan Peta-peta yang mendukung penelitian ini seperti peta eksisting penggunaan lahan dan lain-lain yang di dapat dari BAPEDA/PU Kabupaten Sinjai. namun yang menjadi kendala dalam penelitian ini iyalah, penelitian dilakukan di saat masa

Teknik pegumpulan data merupakan salah satu bagian kegiatan yang sangat penting dalam suatu kegiatan penelitian. Jika teknik dalam pengumpulan data menggunakan cara yang kurang tepat maka data yang di peroleh pun akan kurang akurat dan kemudian akan berpengaruh pada proses analisis dan hasil penelitian. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek-objek tertentu yang berhubungan dengan permasalahan yang akan di bahas kemudian di lakukan pencatatan serta dokumentasi untuk kebutuhan data. Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek kemudian hasil pengamatan tersebut dituangkan dalam sebuah catatan, Adapun objek-objek yang akan diobservasi dilapangan

59 adalah semua objek yang berkaitan dengan variabel yang diangkat dalam penelitian ini yaitu tentang curah hujan,topografi,jenis tanah,kemiringan lereng dan penggunaan lahan, semua variabel yang ada dalam penelitian ini juga harus di observasi guna bisa secara langsung diamati terkait dengan bagaimana hubungan/pengaruh setiap indikator terhadap permasalahan banjir yang terjadi di kawasan perkotaan Sinjai.

2. Wawancara

Wawancara juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data dari penelitian ini. Interview yang sering disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (suharsimi Arikunto, 1989 :121) dalam (JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, n.d.). Ciri utama wawancara adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dan sumber informasi. Melalui wawancara inilah peneliti menggali data dan informasi dari subyek penelitian. Teknik wawancara yang dilakukan adalah wawancara bebas terpimpin, artinya pertanyaan yang dilontarkan tidak terpaku pada pedoman wawancara dan dapat diperdalam maupun dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan.Wawancara dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan berdampak banjir di kota sinjai

60 dan para staf instansi-instansi terkait seperti di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Sinjai dan lain sebagainya.

3. Kajian Kepustakaan

Kajian kepustakaan merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri dan menelaah teori-teori yang terdapat di perpustakaan yang berkaitan dengan judul penelitian yang diangkat dalam penelitian ini. Disisi lain pula, kajian kepustakaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji dokumen-dokumen perencanaan terkait yang didalamnya memuat data-data tentang penelitian ini.

Tabel 3.1. Jenis Data, Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data dan Tempat Perolehan Data Dalam Penelitian

No Jenis Data Sumber

Data

Teknik Pengumpulan

Data

Tempat Perolehan Data 1 Data distribusi dan

luas wilayah

Kabupaten Sinjai dan kawasan kerkotaan Sinjai

Data Primer

Survey Wawancara dan Obsevasi

Lapangan

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai

2 Data kependudukan Kabupaten Sinjai dan kawasan perkotaan Sinjai

Data Sekunder

Survey Data Sekunder

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai

3 Data jenis dan luas penggunaan lahan kawasan perkotaan Sinjai

Data Primer dan

Sekunder

Observasi Lapangan dan Interprestasi Peta

Citra Satelit

Data Lapangan, Citra Satelit SASPlanet, dan

Citra Satelit Google Earth Tahun 2019 4 Data bencana banjir

kawasan perkotaan Sinjai

Data Primer dan

Sekunder

Observasi Lapangan dan Interprestasi Peta

Citra Satelit

Badan Penanggulangan Bencana Alam 5 Dokumen RTRW

Kabupaten Sinjai beserta database shepfile

Data Sekunder

Survey Data Sekunder

BAPEDA Kabupaten Sinjai

61

No Jenis Data Sumber

Data

Teknik Pengumpulan

Data

Tempat Perolehan Data 6 Dokumen RDTR

kawasan perkotaan Sinjai

Data Sekunder

Survey Data Sekunder

BAPEDA Kabupaten Sinjai

7 Peta-peta yang mendukung penelitian ini

Data Sekunder

Survey Data Sekunder

BAPEDA Kabupaten Sinjai, Citra Satelit SASPlanet, dan Citra

Satelit Google Earth Tahun 2019 8 Data Kondisi Fisik

Lahan kawasan perkotaan Sinjai

Data Sekunder

Survey Data Sekunder

BAPEDA/PU Kabupaten Sinjai

Sumber: Hasil Pengelolaan, Tahun 2020

62 Tabel 3.2. Variabel Penelitian

No Rumusan Masalah Analisis Variabel Keluaran 1 Bagaimana

Karakteristik Kawasan Terdampak Banjir di perkotaan Sinjai

Analisis Skoring

 Curah Hujan

 Kemiringan Lereng

 Jenis Tanah

 Topografi

 Penggunaan Lahan

 Deliniasi Karakteristik Kawasan Terdampak Banjir di perkotaan Sinjai

2 Bagaimana Kesesuaian Lahan dan

Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Terdampak Banjir di perkotaan Sinjai

Analisis GIS Dengan Metode Overlay/

Superimpose

 Eksisting Penggunaan Lahan

 Rencana Detail Tatat Ruang Kawasan Perkotaan Sinjai

 Peta Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Terhadap Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sinjai

 Peta Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Terdampak Banjir di Perkotaan Sinjai

3 Bagaimana Konsep Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Terdampak Banjir di perkotaan Sinjai

Analisis Deskriptif

Kualitatif

 Mitigasi Struktural

 Mitigasi Non- Struktural

Konsep Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Terdampak Banjir di perkotaan Sinjai

Analisis Amplop Ruang

Peraturan Zonasi dan Usulan Perizinan

Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang pada kawasan terdampak banjir di perkotaan Sinjai

Sumber: Pengolahan Data Tahun 2020

G. Metode Analisis

1. Analisis GIS Dengan Metode Scoring Untuk Penentuan Kawasan Rawan Bencana Banjir

Analisis Scoring ini digunakan untuk menentukan daerah rawan banjir dengan menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, topografi, jenis tanah dan penggunaan lahan. Dari semua parameter ini nantinya akan di scoring dengan pemberian

Dalam dokumen KAWASAN TERDAMPAK BANJIR DI PERKOTAAN SINJAI (Halaman 68-186)

Dokumen terkait