• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN OBJEK PENELITIAN

C. Diskusi dan Interpretasi

Pembahasan diskusi dan interpretasi merupakan gagasan peneliti dalam menguraikan hasil temuan data yang diperoleh dari lapangan yang telah disajikan dalam bentuk penyajian data. Data-data tersebut berikutnya dibahas secara mendalam dan dikaitkan dengan teori sesuai rumusan masalah yang ada dalam penelitian. Adapun diskusi dan interpretasi ini, peneliti menemukan ada beberapa kesesuaian antara metode turjuman Al-Qur’an di SMP Al-Furqon dengan metode pengajaran di masa Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in, dan di dunia pesantren. Diantaranya adalah:

1. Pemahaman yang dihasilkan dari proses talaqqi

Pemahaman metode turjuman ini sangat menekankan pada metode pembelajaran Rasulullah SAW, sebagaimana dalam Al-Qur’an:

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imron: 164)

Pemahaman makna ayat-ayat al-Qur’an dengan metode turjuman mengikuti cara pemahaman makna Al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang memberitahukan kapan ayat-ayat al-Qur’an banyak diturunkan, karena pernah terjadi ayat-ayat al-Qur’an turun berturut-turut sebelum Rasulullah wafat. Mereka juga mengetahui ayat- ayat yang diturunkan pada siang malam hari, dan mengetahui ayat-ayat yang diuturunkan pada musim panas dan musim dingin. Ummu salamah mengatakan, “ Malaikat Jibril mendiktekan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad. Artinya, malaikat jibril membacakan huruf-huruf dengan cara perlahan seperti orang yang mendiktekan. Sebagaimana juga Rasulullah men-talaqqi dari jibril dari huruf demi huruf, begitu juga para

sahabat, mereka men-talaqqi al-Qur’an dari Rasulullah.40Setelah ayat atau surah al-Qur’an turun dan sudah dihafalnya, Rasulullah SAW menyampaikannya kepada manusia, membacakannya kepada para sahabat yang menguasai hal tersebut, serta menyuruh mereka agar menghafalnya dan memahami makna-maknanya. Hal ini diungkapkan oleh ahli hadits yang kitab-kitab mereka menjadi rujukan kaum muslimin.41

2. Penjelasan intisari dari materi yang dihafal

Penjelasan intisari metode turjuman Al-Qur’an disampaikan sebagai bagian dari metode memahami makna al-Qur’an dan ada kesesuaian dengan metode yang digunakan para sahabat dan tabi’in dalam memahami makna Al-Qur’an, diatantaranya dengan cara mengahafal, mamahami artinya kemudian memahami intisari dari ayat- ayat yang dihafal.

Bagi para sahabat Rsulullah Saw. tidaklah sulit dalam memahami makna dan intisari al-Quran, mereka menerima al-Qur’an dan mengetahui tafsirnya secara langsung dari Rasulullah Saw. kemudian mereka menyaksikan secara langsung turunnya dan sebab turunnya ayat al-Quran. al-Qur’an diturunkan dengan bahasa mereka yaitu bahasa Arab.Namun tidaklah semua ayat dapat dipahami oleh para sahabat, karena tidak semua ayat telah ditafsirkan oleh Rasulullah Saw. hingga beliau wafat. Dan tidak semua bahasa arab yang digunakan al-Qur’an

40Abdussalam Muqbil Al-Majidi, Bagaimana Rasulullah Mengajarkan Al-Qur’an Kepada Para Sahabat, (Jakarta: PT. Darul Falah, 2008), hlm. 84.

41Abu Abdullah Az-Zanjani, Tarikh Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1993), hlm.53.

diketahui oleh para sahabat. Maka para sahabat berupaya memahami makna atau menafsirkan al-Qur’an baik menafsirkan al-Qur’a'n dengan al-Qur’an menafsirkan al-Qur’an dengan hadits atau menafsirkan al- Qur’an dengan pendapat sahabat sendiri atau menafsirkan al-Qur’an dengan keterangan dari ahlu kitab sehingga mereka bisa memahami makna dan mengambil intisari dari ayat tersebut.

3. Proses pemahaman makna al-Qur’an dan evaluasi pada kenaikan jilid.

Penerapan metode turjuman Al-Qur’an menekankan pada kualitas pemahaman peserta didik dan hal ini bisa ketahui dari indikator-indikator keberhasilan dan tahapan-tahapan serta evaluasi dalam pemahaman metode turjuman sebagaimana yang telah dijelaskan pada TM (tatap muka) 1 dan TM (tatap muka) 2. kemudian ada evaluasi secara menyeluruh sebagai acuan dalam kenaikan jilid. Dari penjelasan diatas Peneliti menemukan ada kesesuaian dengan cara memahami makna ayat- ayat al-Qur’an yang ada di lembaga-lembaga pendidikan formal yang berbasis Agama.

Berdasarkan pada penjelasan sebelumnya bahwasannya metode turjuman sangat efektif dalam mempermudah siswa-siswi SMP Al-Furqon untuk memahami Al-Qur’an. Siswa sangat mudah dan cepat dalam memahami kosa kata di dalam Al-Qur’an karena metode ini menggunakan irama yang mudah diikuti oleh santri atau siswa. Maka dari semua uraian pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Implementasi Metode Turjuman Dalam Pemahaman Makna Ayat-Ayat Al-Qur’an Di SMP Al-Furqon Jember meliputi:

a. Alokasi waktu kelas turjuman al-Qur’an yang dilaksanakan dua kali pertemuan dalam sepekan yaitu hari selasa dan hari kamis dengan alokasi masing-masing 4 jam pelajaran dengan setiap pertemuannya 2 jam pelajaran dan ada perbebadaan durasi pada semester satu dan semester dua.

b. Pembagian kelompok turjuman al-Qur’an di SMP Al-Furqon dibagi berdasarkan kelas masing-masing. Pada setiap kelas, terdapat 6 kelompok.

c. Tatap Muka Dalam metode turjuman al-Qur’an yaitu:

1) Tata Muka 1 meliputi: Doa pembuka, Murajaah dua materi terakhir turjuman dengan cara langsung (Perkalimat), Penanaman konsep (materi baru) dengan tutup buku dengan membaca secara

utuh, menghafalkan materi per kata dan per kalimat serta menghafalkan tulisan kemudian Drill (mencoba satu-satu) dengan durasi 3 menit. Evaluasi dengan mengerjakan latihan dibuku turjuman dan dinilai oleh guru, terakhir doa penutup.

2) Tatap Muka 2 Dalam pembelajaran turjuman al-Qur’an yaitu, Doa pembuka, Murajaah turjuman yang dipelajari minimal 2 materi hafalan sebelumnya. Penanaman konsep intisari materi tatap muka 1 dengan tutup buku kemudian setoran materi, evaluasi dan doa penutup.

d. Pengaruh Metode Turjuman dalam Kekhusyu’an Ibadah Sholat Berikut beberapa indikator yang terlihat pada metode turjuman yang dipelajari oleh siswa. Pertama, Mereka mengerti makna atau arti dari apa yang dibaca. Kedua, akan memberikan motivasi dalam beribadah karena dalam turjuman dilengkapi dengan intisari: a) yaitu dasar bacaan sehingga mereka tidak ragu dan meyakini apa yang mereka baca. b) yaitu keutamaan untuk menjaga dan meningkatkan semangat dalam beribadah.

e. Indikator yang mempengaruhi kekhusyu’an dalam ibadah:

Berikut beberapa indikator yang terlihat dari hasil pemhaman terhadap metode turjuman yang dipelajari oleh siswa. Pertama, Mereka mengerti dibaca, sehingga menjadi lebih khusuk dalam beribadah. Kedua, akan memberikan motivasi dalam beribadah karen dilengkapi dengan intisari: a) yaitu dasar bacaan. b) yaitu keutamaan

sehingga dengan keutamaan itu mereka lebih bersemangat dalam beribadah dan khusyuk dalam ibadah.

f. Indikator Keberhasilan metode turjuman terhadap hafalan Al- Qur’an. Beberapa indikator keberhasilan metode turjuman pada hafalan Al-Qur’an siswa. Pertama, memudahkan dalam menghafal Al-Qur’an. Kedua, dengan pemahaman terhadap makna, meminimalisir kesalahan hafalan. Ketiga, mudah dalam memahami asbabun nuzul. Keempat, keutamaan ayat pun menjadi lebih jelas dengan menggunakan metode ini. Kelima, menumbuhkan semangat menghafal.

2. Kelebihan dan Kekurangan Metode Turjuman Al-Qur’an.

a. Kelebihan Metode Turjuman yaitu pertama, metode ini disusun secara sistematis, bertahap dengan memperhatikan urutan serta memiliki sistem yang baik dalam pengelolaannya. Kedua, Memulai dari mufrodat yang sering ditemui pada Al-Qur’an. Ketiga, Irama yang memudahkan untuk dihafal. Keempat, Senantiasa melakukan inovasi.

b. Kekurangan metode Turjuman al-Qur’an yaitu pertama, Tidak ada dasar bahasa arab yang disajikan. Kedua, Efektivitas pembelajaran.

Ketiga, Kurangnya melibatkan siswa dalam mengambil intisari.

Keempat, Bukan untuk menafsirkan Al-Qur’an.

B. Saran-saran

Berdesarkan kesimpulan diatas, maka saran peneliti yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Kepala Sekolah

Dapat memberi pengarahan yang optimal untuk menerapkan p Metode Turjuman al-Qur’an dalam pemahaman makna ayat-ayat al- Qur’an sehingga kerja sama antara orang tua dan guru dapat mendukung dan bekerja sama dalam proses pemahaman al-Qur’an melalui metode turjuman al-Qur’an.

2. Bagi guru

Dapat memberikan pengajaran sesuai dengan waktu yang di tentukan serta melibatkan peran aktif siswa dalam diskusi agar lebih bekembang dan dalam pemahamannya terhadap makna dan intisari.

3. Bagi Peserta Didik

Peseta didik harus lebih giat lagi dan mengetahui bahwa penguasaan terhadap makna al-Qur’an adalah sesuatu yang sangat penting sebagai dasar dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

4. Bagi Lembaga

Lembaga atau sekolah dapat memberikan fasilitas yang mendukung proses pemahaman al-Qur’an melalui turjuman al-Qur’an bisa berupa buku referensi tambahan , modul pendamping dan kamus kosa kata al-Qur’an dan ini juga bisa menjadi bahan atau gambaran

bagi peneliti selanjutnya. kemudian memberikan alokasi waktu pembelajaran lebih banyak agar lebih efektif dan hasilnya maksimal.

Al-Qaţţān, Mannā’ Khalīl. 1973. Mabāhith Fī ‘Ulūm Al-Qur’an. Surabaya: Al- Hidayah.

Amrullah, Fahmi. 2008. Ilmu Al Quran untuk Pemula. Jakarta: CV Artha Rivera.

Asosiasi Ulama. 1425 H. Būhūth Nadwah Athar Al-Qur’an Al-Karīm Fī Tahqīq Al-Wasţiah Wa Daf’i Al-Ghalwi, jilid 2. Arab Saudi: Wizāroh aSyu’ūn al- Islamiyah wa al-Awqāf wa al-Da’wah wa al-Irsyād.

Asy-Syairbashi Ahmad. 1985. Sejarah Tafsir Qur’an , cet-1. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Az-Zanjani , Abu Abdullah. 1993 Tarikh Al-Qur’an. Bandung: Mizan.

Delsajoesafira, 2015, definisi-pembelajaran melalui :

http://delsajoesafira.blogspot.co/id/2010/2015definisi-pembelajaran.

html?m=1

Dhofier , Zamahsyari. 1994. Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta LP3ES.

Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

M.Naidudin, 2014. Turjuman al-Qur’an. Surabaya:Lembaga Ummi Foundation.

Moenawar. 1993. Kembali Kepada Al-Quran Dan As-Sunnah, cet. Ke-9. Jakarta:

PT Bulan Bintang.

Moleong , Lexi J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad Ibn Ibrāhīm ibn Ahmad al-Hamd. al-Ţarīq ilā al-Islam, cet. ke-3 T.tp : Dār ibn Khuzaimah.

Salim, Abd Muin. 1999. Metodologi Tafsir Sebuah Rekonstruksi Epistimologis Memantapkan Keberadaan Tafsir Sebagai Disiplin Ilmu (Orasi Pengukuhan Guru Besar, Ujung Pandang; IAIN Alauddin.

Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif . Bandung: Alfabeta, 2014.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suryobroto, B. 2002. Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Penyusun. 2015. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Jember (Jember:

IAIN Jember Press.

Tukiran Taniredja dan hidayat Mustafidah. 2011. Penelitian Kuantitatif: Sebuah Pengantar. Bandung: Afabeta.

Judul Variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Fokus Masalah METODE

TURJUMAN AL-QURAN DALAM

PEMAHAMAN MAKNA AYAT-AYAT AL-QUR’AN DI SMP AL- FURQON JEMBER

Penggunaan metode turjuman al- Qur’an dalam pemahaman makna ayat- ayat al- Qur’an

1. Penerapan metode turjuman al- Qur’an dalam pemahamanan makna ayat- ayat al-Qur’an 2. Kelebihan dan

kekurangan metode turjuman al- Qur’an

1. Alokasi waktu 2. Pembegian kelompok

turjuman

3. Tatap muka 1 Menghafal arti perkata, dan Tatap muka 2 mengahafal arti per kalimat dan intisari 4. Metode disusun secara

sistemtis

5. Pengaruh metode turjuman terhadap kekhusyu’an shalat 6. Pengaruh metode

turjuman terhadap kecepatan menghafal al- Qur’

7. Mufrodat banyak ditemui dalam al-Qur’an

8. Didukung dengan irama menghafal

9. Tidak ada kamus pendamping

10. Efektivitas pelaksanaan 11. Kurangnya partisipasi

siswa dalam mengambil intisari

1. Informan:

a. Kepala Sekolah SMP Al-Furqon b. Koordinator

al-Quran c. Murid SMP

Al-Furqon d. Guru-guru al-

Quran e. Peserta didik 2. Dokumentasi

1. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif 2. Jenis penelitian

studi kasus 3. Metode

penentuan sampel:

purposive sampling 4. Metode

pengumpulan data:

a. Observasi b. Interview c. Dokumentasi 5. Analisisdata:

reduksi data penyajian data verification 6. Validitas data:

triangulasi sumber

1. Bagaimana implementasi Metode Turjuman Al-Qur’an dalam pemahaman makna ayat-ayat al-Qur’an di SMP Al-Furqon Jember?

2. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode turjuman al-Qur’an

Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Al-Furqon Jember

Wawancara dengan Ibnu Abbas

Wawancara dengan Ustadz Agus Salim

Pembinaan Guru Al-Qur’an

Buku metode turjuman ai-qur’an

Dokumen terkait