• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN OBJEK PENELITIAN

B. Penyajian Data danAnalisis

Keabsahan data merupakan konsep yang menunjukkan kesahihan dan keadaan data dalam suatu penelitian. Menguji keabsahan data yang diperoleh, peneliti menggunakan trianggulasi. Trianggulasi adalah teknik yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.24 Teknik trianggulasi yang digunakan dalam penelitian adalah trianggulasi sumber dan metode. berdasarkan jenis penelitiannya yaitu penelitian kualitatif.

Langkah yang akan dilakukan dengan triangulasi sumber adalah peneliti membandingkan atau mengecek baik informasi yang telah diperoleh dengan sumber lainnya. Sedangkan triangulasi metode, yang akan dilakukan peneliti adalah dengan cara mengecek data pada sumber yang sama dengan metode yang berbeda.

24Sugiyono, Kuantitatif & Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2013), 241.

G. Tahapan-Tahapan Penelitian

Tahap-tahap penelitian ini merupakan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pebdahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan laporan.25

a. Tahap pra penelitian lapangan.

Tahap penelitian lapangan terdapat enam tahapan. Tahapan tersebut juga dilalui oleh peneliti sendiri, adapun enam tahapan penelitian tersebut ialah:26

1) Penyusunan rancangan penelitian

Pada tahapan ini peneliti membuat rancangan penelitian terlebih dahulu, dimulai dari pengajuan judul, penyusunan matrik, penelitian yang selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan dilanjutkan penyusunan proposal penelitian hingga presentasi.

2) Memilih lapangan penelitian

Sebelum melakukan penelitian seorang peneliti harus terlebih dahulu memilih lapangan penelitian. Lapangan penelitian yang dipilih peneliti adalah Sekolah SMP Al-Furqon Jember.

3) Mengurus perizinan

Sebelum mengadakan penelitian, peneliti mengurus perizinan terlebih dahulu yakni meminta surat permohonan

25Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Jember 48.

26Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2014), 127.

penelitian kepada pihak kampus. Setelah meminta surat perizinan, peneliti menyerahkan kepada Kepala Sekolah SMP Al-Furqon Jemberuntuk mengetahui apakah diizinkan mengadakan penelitian atau tidak.

4) Menjajaki dan menilai lapangan

Setelah diizinkan meneliti, peneliti mulai melakukan penjajakan dan menilai lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang objek penelitian. Hal ini dilakukan agar memudahkan peneliti dalam menggali data.

5) Memilih dan memanfaatkan informan

Pada tahap ini peneliti mulai memilih informan untuk mendapatkan informasi. Informan yang dipilih dalam hal ini ialah Kepala Sekolah SMP Al-Furqon Jember, Guru, Koordinator al- Quran, Siswa.

6) Menyiapkan perlengkapan penelitian

Setelah semua selesai mulai dari rancangan penelitian hingga memilih informan maka peneliti menyiapkan perlengkapan penelitian sebelum terjun ke lapangan.

b. Tahap Pengerjaan lapangan

Pada tahap ini peneliti mulai mengadakan kunjungan langsung ke lokasi penelitian dan mulai mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

c. Tahap analisis data

Tahap ini merupakan tahap terakhir dari proses penelitian.

Pada tahap ini pula peneliti mulai menyusun laporan hasil penelitian dengan menganalisis data yang telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing karena mungkin ada revisi untuk mencapai hasil penelitian maksimal. Laporan yang sudah selesai dan siap dipertanggung jawabkan di depan penguji yang kemudian digandakan untuk diserahkan kepada pihak terkait.

Gambaran objek penelitian disini adalah latar belakang keterangan tentang kondisi lokasi yang menjadi objek penelitian, lokasi yang menjadi objek penelitian disini adalah SMP Al-Furqon Jember. Agar dapat memahami keadaan lokasi penelitian dan mendapat gambaran lengkap tentang objek penelitian, maka dapat dikemukan secara sistematis gambaran objek penelitian sebagai berikut:

1. Sejarah Berdirinya SMP Al-Furqon Jember

Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di indonesia ini tidak tidak terlepas pengaruh global, perkembangan ilmu dan teknologi seta seni budaya.

Hal ini termasuk terjadi pada lembaga pendidikan yang pernah menafaskan islam, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP Al-Furoqn) Jember. SMP Al-Furqon Jember ini adalah unit pelaksana teknis dibidang pendidikan dalam lingkungan Yayasan Al-Fuqon Jember.

SMP Al-Furqon ini berdiri berdsarkan surat keputusan menteri pendidikan RI Nomor 16 Tahun 2007. Dengan terbitnya keputusan tersbeut maka secara yuridis formal, SMP ini pertama kali yang berdiri di sepanjang Jl. Tronojoyo sampai sekarang dengan segala perubahan dan perkembangan yang telah dicapai.

35

Dalam perjalanan waktu seiring dengan prestasi yang dicapai, ada peningkatan yang baik scara kuantitas dan kualitas, semua profesional dan kariawan yang mencukupi.

Sekolah Menengah Pertama (SMP al-Furqon) dari tahun ketahun menagalami peningkatan baik dibidang pendidikan maupun dalam tingkat kepemimpinan kepala SMP.

Dari tahun ketahun SMP Al-Furqon Jember telah meluluskan beberapa angkatan, dan lulusannya sudah menyebar di SMAN 1 Jember, SMAN 2 Jember , SMAN 3 Jember, SMAN Arjasa, MAN 1 Jember, SMKN 2 Jember, SMKN Sukorambi, dan pondok pesantren pilihan mereka

2. Visi dan Misi SMP A-Furqon Jember.

a. Visi :

Terwujudnya peserta didik yang berkarakter, bermutu dan berdaya saing.

b. Misi :

1) Mengembangkan kurikulum SMP sesuai regulasi diknas dan kurikulum SMP Al-Furqon yang sesuai kebutuhan peserta didik.

2) Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan konseling yang berkualitas, komprehensif, kompetitif untuk mengembangkan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial.

3) Mengembangkan potensi peserta didik baik akademik dan non akademik.

4) Mengembangkan sarana prasarana sekolah sesuai standart nasional pendidikan.

5) Mengembangkan manajemen sekolah yang transparan dan akuntabel

6) Melaksakan pembiayaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan rencana kerja sekolah mengembangkan sistem penilaian yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

3. Struktur Lembaga SMP Al-Furqon Jember

STRUKTUR ORGANISASI SMP AL-FURQON Tahun Ajaran 2018/2019

Kepala Sekolah : Dra.Gumul Isnaningsih

Waka I : Ir.Muzannifah, MP

(Kurikulum, Humas & Sarpras , Sumber Belajar)

Waka II : Sugiono , S.Pd.

(Keagamaan, Kesiswaan /BK,CS dan Satpam)

Kepala Administrasi : Mimi Harumi, S.Pt

a. Admin 1 : Fajar Mulyadi

b. Admin 2 : Fifi Indah Lestari

c. Bendahara : Badi’atul Munawaroh, A md Urbid Kurikulum : Indriastutie Setia, S Si. M.Si Urbid Kesiswaan : 1. Tri Nurma Sndi, S.Pd

2. yunus, S.Pd Urbid Keagamaan : Agus Salim N, SE

: Dwi jane, S.Pd

Urbid Humas/Sarpras : Dwi Wahyuningtias, S.Pd

BP : 1. Drs. IG. Bagus Sudianto

: Suyanto Purnomo,S.Pd Lab komputer & Perpustakaan : Tri Nurma Shandi, S.Pd

Lab Mipa : Nurul Isrok Aini, S.Pd

UKS : Rika Sandi Atrianto, S.Pd

Cleanig Servis : 1. Arsono

b. Lidio Adi

c. Andrean Faturrohman

Security : Suryono

Penjaga malam : Basuki & Har

Sumber Data : Dokumentasi dari Kantor smo al-Furqon Jember 26 Juli 2019.

Data Guru Turjuan Al-Qur’an SMP Al-Furqon Jember Tabel : 4.1

DATA TENAGA PENGAJAR TURJUMAN AL-QUR’AN SMP AL-FURQON

No Nama Jabatan Kelas

1. Ustadz As’ad Daroini Guru turjuman al-Qur’an 8,9 2. Ustadz Dedi kurniawan Guru turjuman al-Qur’an 7,8,9 3. Ustadz Syarif Hidayat Guru turjuman al-Qur’an 8,9 4. Ustadz Achmad Taufik Guru turjuman al-Qur’an 7,8,9 5. Ustadzah Dwi Jane Guru turjuman al-Qur’an 7,8,9 6. Ustdzah Qomariyah Guru turjuman al-Qur’an 7,8,9 7. Ustadz Wildan Ramadhoni Guru turjuman al-Qur’an 9 Sumber Data : Dokumentasi dari Kantor SMP al-Furqon Jember 26 Juli 2019.

4. Alokasi Waktu Pengajaran SMP Al-Furqon Jember Tabel: 4.2

Jadwal Pelajaran Semester 1 Tahun 2019/2020

Sumber Data : Dokumentasi dari Kantor SMP al-Furqon Jember 26 Juli 2019.

5. Struktur Organisasi SMP Al-Furqon Jember

Agar kegiatan suatu lembaga berjalan dengan baik dan sesuai dengan jabatan masing-masing, maka dibuat struktur organisasi kepemimpinan struktur organisasi di SMP Al-Furqon terdiri dari kepala sekolah,waka kurikulum, waka humas, waka sarana prasarana dan lingkungan, BK atau wali kelas, kopsis, perpustakaan, wali kelas guru, dan siswa masing-masing sub berada dalam garis intruksi dan koordinasi satu dengan yang lainnya serta diwilayah kewenangan setiap wakil kepala SMP (waka). Berikut ini adalah susunan struktur organisasi di SMP Al-Furqon ini kepusat kota kurang lebih 2 menit atau setengah kilo dari sekolah kepusat kota Jember.

B. Penyajian Data Dan Analisis

Setelah melalui proses pengumpulan data di lapangan yaitu di sekolah Menengah Pertama Al-Furqon Jember menurut peneliti dianggap referensatif dan tujuan yang diinginkan serta dapat menjawab beberapa permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini. Pengumpulan data tersebut dihentikan untuk sementara waktu. besar kemungkinan sewaktu-waktu data yang ada saat ini perlu ditambah, karena sangat perlu kesesuaian dalam konteks zaman yang terus maju dan berkembang.

Data-data yang sudah diperoleh dari lapangan disajikan oleh berikut:

1. Pelaksanaan Metode Turjuman Dalam Pemahaman makna Ayat-Ayat Al-Qur’an Di SMP Al-Furqon Jember

Pelaksanaan metode turjuman al-Qur’an dalam pemahaman makna ayat-ayat al-Qur’an di SMP Al-Furqon Jember berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan bersama Ibnu Abbas selaku koordinator metode turjuman al-Qur’an wilayah Jember, beliau menjelaskan bahwa metode turjuman al-Qur’an terinspirasi dari salah satu sahabat nabi Muhammad SAW, yaitu Abdullah Ibnu Abbas yang diberi gelar turjumanul Qur’an. 27

Pelaksanaannya meliputi :

a. Alokasi Waktu Penerapan metode Turjuman Al-Qur’an

Alokasi waktu pembelajaran Turjuman Al-Qur’an di SMP Al- Furqon Jember adalah sebagai berikut. Pelaksanaan Turjuman al-

27 Ibnu Abbas, Wawancara, Jember, 13 Juli 2019.

Qur’an dilaksanakan dua kali pertemuan dalam sepekan yaitu hari selasa dan hari kamis dengan alokasi masing-masing 4 jam pelajaran dengan setiap pertemuannya 2 jam pelajaran.

As’ad Daroini28 menjelaskan, Terdapat perbedaan durasi waktu pada semester satu dan semester dua. Pada semester satu, alokasi jam pelajaran sebanyak 35 menit, sehingga dibutuhkan waktu 35 x 2 = 70 menit per harinya, dan 140 menit dalam sepekan pembelajaran.

Adapun di semester dua, alokasi jam pelajaran menjadi 40 menit, sehingga untuk setiap harinya adalah 40 x 2 = 80 menit. Jadi, dalam satu pekan pembelajaran Turjuman Al-Qur’an adalah sebanyak 80 x 2 = 160 menit pembelajaran.29

b. Pembagian Kelompok

Pembagian kelompok turjuman al-Qur’an di SMP Al-Furqon dibagi berdasarkan kelas masing-masing. Pada setiap kelas, terdapat 6 kelompok:

1) Kelas 7 sebanyak 6 kelompok, 2) Kelas 8 sebanyak 6 kelompok, dan 3) Kelas 9 sebanyak 6 kelompok.

Untuk setiap kelompok dibimbing oleh ustadz maupun ustadzah.

Berikut nama-nama para pengajar turjuman al-Qur’an:

Pertama, Ustadz As’ad Daroini,

28 As’ad Daroini adalah guru al-Qur’an dan metode turjuman di SMP al-Furqon Jember, usianya kurang lebih 28 tahunan, dia tumbuh besar dilingkungan pesantren tahfidz al-Qur’an dan sudah menyelasikan hafalan Qur’annya 30 juz dan menyelesaikan studi S1 dan S2 nya di IAIN Jember.

29 As’ad Daroini , Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

Kedua, Ustadz Dedi Kurniawan, Ketiga, Ustadzah Dwi Jane,

Keempat, Ustadz Syarif Hidayat, Kelima, Ustadzah Qomariyah, Keenam, Ustadz Achmad Taufik.

Pada setiap kelompok dengan jumlah murid adalah berkisar 15 - 20 orang. Kemudian setiap kelompok menempati tempat yang berbeda- beda sesuai dengan kesepakan antara guru turjuman al-Qur’an di awal semester sebelum memulai pembelajaran turjuman al-Qur’an.

Pembelajaran dapat dilakukan di kelas maupun masjid yang sesuai dengan kapasitas tempat dan pemindahan tempat bersifat kondisional, sehingga dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kesepakatan ustadz maupun ustadzah. 30

c. Tatap Muka 1 Dalam pembelajaran turjuman al-Qur’an 1) Tahapan Tatap Muka 1

a) Doa pembuka

Peserta didik diminta untuk memulai kegiatan dengan membaca doa sebagaimana yang dijelaskan oleh oleh Agus Salim31 “Sebagai persiapan ruh untuk memperoleh kemudahan dari Allah dan juga sebagai penanda dimulainnya pembelajaran Turjuman Al-Qur’an.”32

30 As’ad Daroini , Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

31 Agus salim adalah koordinator guru al-Qur’an SMP al-Furqon Jember sekaligus pengajar dan tarainer metode ummi dan metode Turjuman al-Qur’an wilayah Jember.

32 Agus Salim, Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

Itulah sebabnya doa pembuka merupakan kesuksesan didalam pelajaran metode turjuman, karena hanya berharap kepada Yang Maha Memberikan Ilmu, yakni Allah.

b) Murajaah dua materi terakhir turjuman dengan cara langsung (Perkalimat). Agus Salim33 menambahkan bahwa:

“Muroja’ah atau mengulang pelajaran dilakukan oleh siswa dengan melafadzkan kembali materi yang telah dihafal.

Ustadz atau guru mendampingi dan memperhatikan hafalan dan pengucapan siswa, apabila ada yang kurang dalam hafalan siswa, maka akan diingatkan, namun apabila siswa telah lancar dalam murojaah, maka pelajaran akan semakin kuat dan tidak mudah untuk hilang.”34

Muroja’ah ini ustadz dapat melihat kemampuan hafalan dan pemahaman siswa akan sangat terlihat maksimal apabila muroja’ah ini dilakukan antara 2-4 siswa. Karena ustadz akan melihat langsung lisan siswa yang melafalkan materi.

c) Penanaman konsep (materi baru) dengan tutup buku

Sebelum siswa ditanamkan konsep, maka siswa diharapkan memahami skill-skill yang diperlukan untuk memahami materi turjuman. Diantara kemampuan yang harus dimiliki tersebut antara lain:

33 Agus Salim, Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

34 Agus Salim, Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

(1) Hafal materi dengan tartil, (2) Menghafal terjemah perkata, dan (3) Menghafal terjemah perkalimat

Peserta didik memahami kemampuan yang harus dimiliki, dapat dilanjutkan dengan penanaman konsep, yang meliputi:

(1) Penanaman konsep dengan membaca secara utuh materi yang akan dipelajari.

Siswa diminta untuk membaca keseluruhan dari materi, ustadz akan memberikan waktu dan akan membagi waktu untuk beberapa tahapan pembelajaran. Pada poin membaca ini, siswa sangat ditekankan untuk berkonsentrasi untuk mempermudah siswa dalam menghafal. Sebagai contoh siswa membaca niat sholat, maka siswa membaca lafadz bahasa arab dan arti dalam bahasa Indonesia sekaligus.

(2) Menghafalkan materi per kata dan per kalimat.

Siswa diminta untuk menghafal materi yang telah dibaca, sebagai contoh siswa menghafal niat sholat, maka siswa secara perlahan menghafal niat sholat tersebut baik lafadz bahasa arab dan arti dalam Bahasa Indonesia.

(3) Menghafalkan tulisan

Siswa juga secara tidak langsung belajar untuk menghafal materi secara tulisan, dan akan dievaluasi diakhir pelajaran.

d) Drill (mencoba satu-satu) dengan durasi 3 menit

Siswa maju menghadap ustadz, minimal 2 anak, dan maksimal 4 anak untuk menyetorkan hafalan. Ustadz memperhatikan lisan siswa dan pengucapan siswa, apabila ada kekurangan maka akan diperbaiki oleh ustadz dan apabila lancar akan diperkenankan untuk melanjutkan materi yang selanjutnya.

a. Evaluasi dengan mengerjakan latihan dibuku turjuman dan kemudian di nilai oleh guru.

Siswa akan dibagi dalam beberapa kelompok dan akan ditanya berkaitan dengan materi yang sudah dihafal, baik secara tulisan dan lisan.

b. Doa

Doa diakhir pelajaran adalah bentuk syukur setelah dimudahkan dalam menghafal dan memahami materi metode turjuman sekaligus berharap keberkahan setelah mengikuti kelas turjuman.

2) Tahapan Tatap Muka 2 a) Doa pembuka

Siswa diminta untuk memulai kegiatan dengan membaca doa, sebagai persiapan ruh untuk memperoleh kemudahan dari Allah dan juga sebagai penanda dimulainnya pembelajaran Turjuman Al-Qur’an.

b) Murojaah materi turjuman yang dipelajari minimal 2 materi hafalan sebelumnya.

Muroja’ah atau mengulang pelajaran dilakukan oleh siswa dengan melafadzkan kembali materi yang telah dihafal. Ustadz atau guru mendampingi dan memperhatikan hafalan dan pengucapan siswa, apabila ada yang kurang dalam hafalan siswa, maka akan diingatkan, namun apabila siswa telah lancar dalam murojaah, maka pelajaran akan semakin kuat dan tidak mudah untuk hilang.

c) Penanaman konsep intisari materi tatap muka 1 dengan tutup buku.

Konsep intisari adalah penekanan pada maksud diberikannya materi. Intisari ini dapat berupa poin-poin penting yang terdapat dari materi yang diberikan pada metode turjuman.

Selain itu, intisari ini adalah hal yang penting yang harus diketahui oleh siswa dalam memahami materi turjuman. Ada 3 hal intisari turjuman, yakni:

(1) Dasar intisari

Hal yang mendasari materi yang diberikan. Dasar intisari ini dapat berupa Al-Qur’an dan hadits. Dasar intisari ini juga menjelaskan periwayat hadits dari materi turjuman.

(2) Keutamaan

Keutamaan amaliah yang terdapat pada materi yang diberikan.

Keutamaan tersebut untuk mendorong semangat siswa dalam mempelajari metode turjuman dan mengamalkan materi tersebut. Selain itu juga, dapat berupa kandungan yang terdapat di dalam materi. Sebagai contoh di dalam sholat, maka keutamaan sholat akan diberikan secara ringkas juga untuk menyemangati siswa untuk melakukan amal tersebut.

(3) Tata cara

Tata cara merupakan praktek amaliah yang berhubungan dengan materi yang diberikan. Tata cara ini diberikan secara ringkas dengan harapan siswa memahami hal yang berkaitan dengan materi hingga pada praktek amaliahnya. Sebagai contoh pada sholat, maka siswa diajarkan praktek sholat dari mulai membaca niat hingga pada gerakan yang benar pada sholat.

Pada tahap-tahap selanjutnya, apabila telah mencapai materi juz 30 dan juz 1, maka materi intisari berisikan penjelasan ringkas tafsir yang berhubungan dengan ayat dan sedikit pula

diajarkan tadabbur ayat tersebut, dengan harapan mempermudah para siswa untuk mendapatkan pesan yang terkandung pada ayat yang dipelajarinya.

d) Setoran materi pada ustadz minimal 2 anak, dan maksimal 4 anak.

Yakni para siswa diminta untuk menyetor hafalan dan pemahaman yang telah dihafal dari materi yang diberikan.

e) Evaluasi

Evaluasi dapat berupa latihan imla’ (menulis arab) satu persatu maju kedepan dan evaluasi konsep. Yakni dengan melihat perkembangan siswa, apakah siswa memahami dari materi yang diberikan. Evaluasi juga dapat berupa ujian tulis yang diberikan dan dijawab oleh siswa.

f) Doa

Doa diakhir pelajaran adalah bentuk syukur setelah dimudahkan dalam menghafal dan memahami materi metode turjuman sekaligus berharap keberkahan setelah mengikuti kelas turjuman.

d. Materi turjuman yang sudah dicetak adalah al-Qur’an (juz 30 dan1 dan makna doa ibadah harian).

1) Perbedaan Tatap Muka I (TM I) dan Tatap Muka II (TM II)

Tahapan demi tahapan pada metode turjuman ini sangat unik dan menarik. Keunikan metode ini dapat membuat siswa tidak bosan

untuk mempelajari materinya. Adapun letak perbedaan Tatap Muka I dan Tatap Muka II adalah terletak pada:

a) Pada TM I, masih berupa materi sederhana, yakni siswa diminta untuk menghafal materi do’a dan ayat beserta artinya secara perkata. Menghafal materi per kata membuat siswa terbiasa dalam mengenal kosa kata (mufrodat). Sedangkan pada TM II siswa sudah diperkenalkan materi intisari, yakni pendalaman materi dari materi sebelumnya dan menghafal materi secara perkalimat.

b) Pada TM II lebih ditekankan muroja’ah daripada TM I, ini dapat terlihat dari evaluasi materi yang didapatkan. Apabila dinilai siswa belum mencapai level yang diharapkan, maka siswa diminta untuk mengulang lagi materi yang sudah dihafal.

2) Pentingnya evaluasi pada akhir pelajaran dan pada akhir setiap jilid Agus Salim35 menjelaskan, Evaluasi pelajaran dilakukan untuk mengetahui hasil dari materi pelajaran metode turjuman. Ada beberapa macam evaluasi yang dilakukan, diantaranya adalah:

a) Evaluasi pada akhir pelajaran

Para siswa akan dievaluasi pada akhir pelajaran, kegiatan ini merupakan poin penting pada metode ini. Yakni mengetahui perkembangan siswa dalam menerima materi turjuman. Siswa yang baik dalam evaluasi akan diminta terus menambah hafalan,

35 Agus Salim, Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

sedangkan siswa yang menemui kesulitan dalam evaluasi, diminta untuk memperbanyak muroja’ah.

b) Evaluasi pada kenaikan jilid

Para siswa akan dievaluasi setiap kenaikan jilid. Siswa yang sudah selesai akan diminta mengulang beberapa pelajaran yang dijadikan evaluasi. Para ustadz berhak menaikkan ke jilid berikutnya apabila siswa dinilai kurang baik dalam memahami materi turjuman. Setelah itu, para ustadz mengarahkan kepada koordinator untuk menguji kenaikan jilid siswa. Koordinator adalah yang ditunjuk secara resmi oleh Yayasan Ummi dan senantiasa membina para ustadz yang berada dibawah koordinasinya36.

3) Materi metode Turjuman al-Qur’an

Materi turjuman al-Qur’an merupakan bahan bacaan yang menjadi pedoman pembelajaran makna al-Qur’an di SMP al-Furqon Jember. kata turjuman al-Qur’an sendiri terinspirasi dari salah satu sahabat nabi Muhammad SAW. yaitu Abdullah Ibnu Abbas yang diberi gelar turjumanul Qur’an.

Turjuman al-Qur’an Adalah mempelajari makna al-Quran dan doa-doa ibadah harian dengan cara menghafalkan arti perkata, perkalimat dan intisari dari hadits yang berkaitan, dengan tahapan dan metode tertentu berpedoman pada metode ummi dalam modul

36 Agus Salim, Wawancara, SMP al-Furqon Jember, 26 Juli 2019

turjuman yang diterbitkan oleh Yayasan Ummi Foundation Surabaya. Selain doa-doa harian, pada jilid-jilid berikutnya diajarkan pula materi turjuman juz 30 dan juz 1. Penggunaan juz 1 dalam metode turjuman adalah karena juz tersebut hampir mencakup seluruh kosa kata yang ada pada Al-Qur’an. Pemberian materi juga dapat berupa gambar-gambar atau video yang mendukung pembelajaran. Sebagai contoh, doa sholat, maka akan ditampilkan pula gerakan dan bacaan di dalam sholat.

Tabel 4.3

Materi Turjuman al-Qur’an

JILID JUDUL MATERI KETERANGAN

I Doa Setelah

Adzan

ِة َلََّصلاَو ،ِةَّماَّتلا ِةَوْعَّدلا ِهِذَه َّبَر َّمُهَّللا ،َةَلْ يِضَفْلاَو َةَلْ يِسَوْلا اًدَّمَُمُ ِتآ ،ِةَمِئاَقْلا َلَ َكَّنِإ ,ُهَتْدَعَو يِذَّلا اًدْوُمَْمُ اًماَقَم ُهْثَعْ باَو َداَعْ يِمْلا ُفِلُْتُ

Pada jilid I menjelaskan tentang bacaan adzan dan sholat berikut makna perkata dan perkalimatnya, pada setiap bacaan dilengkapi dengan landasan riwayat, intisari, ketutamaan dan kisah jika ada.

I Niat Sholat

/ِرْصَعْلا /ِرْهُّظلا /ِحْبُّصلا( َضْرَ ف يِّلَصُأ )ِءاَشِعْلا / ِبِرْغَمْلا َعَبْرَأ /َثَلََث /ِْيَْ تَعْكَر(

َلاَعَ ت ِهَّلِل اًماَمِإ /اًمْوُمْأَم ,)ٍتاَعَكَر

Pada jilid I menjelaskan tentang bacaan adzan dan sholat berikut makna perkata dan perkalimatnya, pada setiap bacaan dilengkapi dengan landasan riwayat, intisari, ketutamaan dan kisah jika ada.

I Doa Iftitah 1

Doa Iftitah 2

,اًرْ يِثَك ِهَّلِل ُدْم َْلاَو ,اًرْ يِبَك ُرَ بْكَأ ُللها ُتْهَّجَو , ًلَْيِصَأَو ًةَرْكُب ِللها َناَحْبُسَو َيِهْجَو ,َضْرَلَاَو ِتاَومَّسلا َرَطَف ْيِذَّلِل َّنِإ ,َْيِْكِرْشُمْلا َنِم اَنَأ اَمَو ,اًمِلْسُم اًفْ يِنَح

ِّبَر ِهَّلِل ,ْ ِتِاََمََو َياَيَْمَُو ْيِكُسُنَو ْ ِتَِلََص ِمَلاَعْلا ُهَل َكْيِرَش َلَ ,َْيْ

اَنَأَو ,ُتْرِمُأ َكِلَذِبَو

Pada jilid I menjelaskan tentang bacaan adzan dan sholat berikut makna perkata dan perkalimatnya, pada setiap bacaan dilengkapi dengan landasan riwayat, intisari, ketutamaan dan kisah jika ada.

Dokumen terkait