• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Mahasiswa tentang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di IAIN Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi Mahasiswa tentang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di IAIN Jember"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril. Dahulu, memahami maksud ayat-ayat al-Quran dilaksanakan di madrasah dan surau. Memahami maksud ayat-ayat tersebut lebih kepada mempelajari ilmu-ilmu asas bahasa Arab supaya lebih mudah memahami maksud al-Quran atau hadis.

Selain mempelajari bahasa Arab dasar, memahami makna ayat Alquran kuno juga mengajarkan hafalan Alquran. Hal ini menjadi permasalahan mengingat syarat memahami Al-Qur'an memerlukan sedikitnya 150 cabang ilmu.

Fokus Penelitian

Dengan penjelasan latar belakang tersebut saya sebagai peneliti merasa sangat tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh tentang metode turman Al-Qur'an dan cara penerapannya di SMP Al-Furqon Jember, karena di Jember hanya SMP Al-Furqon yang menggunakan metode turman dengan judul skripsi “Metode Turjuman Al-Qur'an dalam Memahami Makna Ayat-ayat Al-Qur'an di SMP Al-Furqon Jember”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini merupakan salah satu bahan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman mengenai penelitian dan penulisan karya ilmiah hasil penelitian khususnya yang berkaitan dengan skripsi tentang pemahaman makna ayat-ayat Al-Quran dengan metode Al-Quran türman. . Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan bagi lembaga SMP Al-Furqon Jember dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an melalui metode Turjuman bagi lembaga SMP Al-Furqon Jember di masa yang akan datang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai inovasi ilmiah dan referensi yang dapat menyumbang pada kumpulan khazanah keilmuan fungsional dalam meningkatkan kualitas pemahaman makna ayat-ayat yang lebih baik.

Definisi Istilah

Implementasi Metode Turjuman Untuk Memahami Makna Ayat Al-Quran di SMP Al-Furqon Jember. Alokasi waktu pembelajaran Al-Qur'an Turjuman di SMP Al-Furqon Jember adalah sebagai berikut. Materi turman yang dicetak adalah Al-Quran (juz 30 dan 1 serta makna salat sehari-hari).

Sistematika Penelitian

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

SD Muhammadiyah memberikan kemudahan bagi siswanya dalam menghafal teks Al-Qur'an kemudian memahami lafadz dalam bacaan sholat. Metode pemahaman terjemahan Al-Qur'an di kedua lembaga ini adalah dengan menerjemahkan Al-Qur'an dalam lafdziyah dan PP. 1 “Implementasi Model Pemahaman Terjemah Al-Qur'an (Studi Multi Situs di SD Muhammadiyah Nganjuk dan MI dalam Program Pelatihan Terjemah Al-Qur'an di Ponpes Safinda Surabaya).

2 “Metode Penerjemahan Al-Qu’an Dalam Kitab Nurhidayah Saritilawawah Al-Qur’an Sunda Winangun Pupuh Karya Hr. Hidayat Suryalaga”. Menggunakan metode tarjim al-Qur'an sebagai upaya menerjemahkan Al-Qur'an agar dapat dipahami maknanya.

Kajian Teori

  • Teori Pembelajaran
  • Teori Pemahaman Tafsir Atau Makna Al-Qur’an
  • Teori Tentang Turjuman Al-Qur’an

Bagian kelompok belajar Al-Quran di SMP Al-Furqon dibagi berdasarkan kelas masing-masing. Bagian kelompok belajar Al-Quran di SMP Al-Furqon dibagi berdasarkan kelas masing-masing.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa perkataan tertulis atau lisan orang dan perilaku yang dapat diamati. 16 Pendekatan penelitian ini digunakan karena peneliti ingin mengetahui permasalahan yang kompleks dari objek yang diteliti, mengetahui apa yang terjadi secara mendalam dengan cara menguraikannya secara sistematis dan berdasarkan fakta yang ada di lapangan serta menyajikannya dalam bentuk deskripsi. 17 Sesuai dengan penelitian deskriptif, langkah awal penelitian ini adalah mendeskripsikan secara obyektif program dan metode pemahaman makna ayat-ayat Al-Qur'an, makna Al-Qur'an dengan metode Al-Qur'an türman di SMP Al-Furqon Jember.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Menurut Esterberg dalam Sugiyona, wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna suatu topik tertentu.21 Oleh karena itu wawancara merupakan suatu upaya untuk mencari informasi secara lisan secara langsung. interaksi dengan dua orang atau lebih.

Analisis Data

Kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan berubah kecuali ditemukan pada tahap awal, didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten, ketika peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang disajikan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Keabsahan Data

Ustadz Wildan Ramadhoni Guru Turjuman al-Qur'an 9 Sumber data : Dokumentasi dari Kantor SMA Al-Furqon Jember 26 Juli 2019 Kekurangan metode Turjuman al-Qur'an adalah pertama, tidak ada bahasa dasar bahasa arab yang disajikan. Bagaimana penerapan Metode Al-Qur'an Turjuman dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an di SMA Al-Furqon Jember.

Tahap – Tahap Penelitian

GAMBARAN OBJEK PENELITIAN

Gambaran Obyek Penelitian Data

Penyajian Data danAnalisis

Kemudian masing-masing kelompok mengambil tempat lain sesuai kesepakatan antar guru Al-Qur'an türman pada awal semester sebelum memulai pembelajaran Al-Qur'an türman. Kami mengajak para santri mengawali kegiatan dengan membaca doa seperti yang dijelaskan oleh Agus Salim31 “Sebagai persiapan semangat untuk mendapatkan kemudahan dari Allah dan juga sebagai tanda untuk memulai belajar Turjuman Al-Qur'an.”32. 31 Agus Salim adalah koordinator guru al-Qur'an di SMA Al-Furqon Jember dan guru serta pelatih metode Ummi dan metode Turjuman Al-Qur'an di wilayah Jember.

Siswa diminta mengawali kegiatan dengan membaca doa, sebagai persiapan semangat untuk memperoleh kenyamanan dari Allah dan juga sebagai penanda dimulainya pembelajaran Al-Quran Turjuman. Koordinatornya ditunjuk secara resmi oleh yayasan Ummi dan selalu membina ustadz yang berada di bawah koordinasinya36. 3) Materi metode Turjuman al-Qur'an. Materi turjuman Al-Quran merupakan bahan bacaan yang berfungsi sebagai pedoman dalam mempelajari makna Al-Quran di SMP Al-Furqon Jember.

Penggunaan juz 1 pada metode turman dikarenakan juz ini hampir mencakup seluruh kosakata Al-Quran. Disiplin merupakan kunci penting dalam proses pembelajaran sains dan menentukan kualitas pemahaman dalam hal ini metode Al-Qur'an türman. Kedisiplinan sangat dibutuhkan oleh siswa. Metode Turjuman merupakan metode yang secara bertahap memuat penjelasan tentang makna atau makna bacaan salat dan doa sehari-hari serta ayat-ayat Al-Qur'an.

Pembagian bagian dalam metode turjuman menitik beratkan pada materi berbeda yang menunjang pemahaman siswa terhadap makna ayat Alquran dan ibadah sehari-hari. Khusus mengenai kekhusyukan dalam beribadah, berikut beberapa indikator yang terlihat pada metode turjuman yang dipelajari siswa. Indikator keberhasilan metode turjuman dalam menghafal Al-Quran. Selain ibadah yang menonjol pada penggunaan metode turjuman, hal serupa juga terjadi pada hafalan Al-Quran. Ada beberapa indikator metode turjuman. keberhasilan metode turjuman dalam hafalan Al-Qur'an siswa.

Metode turman bertujuan untuk memudahkan siswa dalam menghafal Al-Quran, dan metode ini diawali dengan membaca doa sehari-hari, karena akan erat kaitannya dengan ayat-ayat dalam Al-Qur'an. “Selain itu, materi ayat dan maknanya pada juz 1 merupakan 80% dari kosa kata yang terdapat dalam Al-Qur’an.”39.

Diskusi dan Interpretasi

Memahami maksud ayat-ayat al-Quran dengan kaedah penterjemah mengikut cara memahami maksud al-Quran yang diajarkan oleh Rasulullah saw. ayat-ayat al-Quran diturunkan berturut-turut sebelum Rasulullah wafat. Intipati kaedah menterjemah al-Quran dikemukakan sebagai sebahagian daripada kaedah memahami makna al-Quran dan bersesuaian dengan kaedah yang digunakan oleh para sahabat dan tabi'in dalam memahami maksud al-Quran. an, disampaikan melalui hafalan, memahami makna kemudian memahami intipati ayat-ayat yang dihafal. 40 Abdussalam Muqbil Al-Majidi, Bagaimana Rasulullah Mengajarkan Al-Quran kepada Sahabatnya, (Jakarta: PT. Darul Falah, 2008), hlm.

Jadi teman-teman mencoba memahami makna atau menafsirkan Al-Quran, baik menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran, menafsirkan Al-Quran dengan hadis atau menafsirkan Al-Quran dengan pendapat teman-teman sendiri, atau menafsirkan Al-Quran. sebuah. -Quran dengan informasi dari ahli kitab sehingga mereka dapat memahami makna dan memahami esensi ayat tersebut. Penerapan metode turjuman Alquran menekankan pada kualitas pemahaman siswa hal ini terlihat dari indikator keberhasilan dan tahapan serta evaluasi dalam memahami metode turjuman seperti yang dijelaskan pada TM (tatap muka) 1 dan TM (tatap muka) ). menghadapi) ) 2. Kemudian dilakukan evaluasi secara komprehensif sebagai acuan peningkatan volume. Dari penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan adanya kesepakatan mengenai cara pemahaman makna ayat-ayat Al-Quran di lembaga pendidikan formal berbasis agama.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, metode turman sangat efektif dalam memudahkan siswa SMP Al-Furqon dalam memahami Al-Quran. Sangat mudah dan cepat bagi siswa untuk memahami kosakata dalam Al-Quran karena metode ini menggunakan ritme yang mudah diikuti oleh siswa. Alokasi waktu kelas juru bahasa Al-Qur'an dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari selasa dan kamis, dengan alokasi 4 jam pelajaran masing-masing dengan 2 jam pelajaran setiap pertemuannya dan terdapat perbedaan durasi pada semester satu dan semester dua. B.

Dampak Metode Turjuman Terhadap Ketekunan Beribadah Berikut beberapa indikator yang dapat dilihat dari metode Turjuman yang dipelajari oleh para santri. Dapat memberikan pedoman yang optimal dalam penggunaan metode Turjuman Al-Qur'an dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga kerjasama antara orang tua dan guru dapat mendukung dan berpartisipasi dalam proses pemahaman Al-Qur'an. melalui metode Turjuman Al-Qur'an. Siswa perlu lebih giat dan mengetahui bahwa penguasaan makna Al-Qur’an merupakan sesuatu yang sangat penting sebagai landasan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Lembaga atau sekolah dapat memberikan fasilitas yang mendukung proses pemahaman Al-Quran melalui turjuman Al-Quran, yang dapat berupa buku referensi tambahan, modul pendamping dan kamus kosakata Al-Quran. juga dapat digunakan sebagai bahan atau ilustrasi. Būhūth Nadwah Athar Al-Qur'an Al-Karīm Fī Tahqīq Al-Wasţiah Wa Daf'i Al-Ghalwi, bagian ke-2.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran-saran

Gambar

Tabel 2.1  Persamaan dan Perbedaan ........................................................

Referensi

Dokumen terkait

Dalam teori vernakularisasi menerjemahkan al-Qur’an ke dalam bahasa local bertujuan untuk memahami keseluruhan arti dan makna al-Qur’an dengan diartikan ke dalam

Mereka berpendapat tafsir „ilmi ini dilarang dalam pentafsiran al-Quran kerana beberapa alasan dan hujah.Antaranya, dakwah al-Quran supaya melihat kepada alam dan

\ Dalam menafsirkan Al-Qur‟an dan memahaminya dengan sempurna, bahkan untuk menterjemahkannya diperlukan ilmu-ilmu Al- Qur‟an karena dengan ilmu-ilmu Al-Qur‟an

Penelitian tentang cara baca al-Qur‟an mulai muncul pada akhir abad ke dua Hijriah, ketika fenomena munculnya ragam bacaan al- Qur‟an di tengah masyarakat semakin

Metodologi penafsiran Ahsin Sakho Muhammad dalam buku Oase al- Qur’an Metodologi yang digunakan Ahsin Sakho Muhammd dalam Oase al-Qur’an Adalah metodologi Ijmâlî, karena Oase al-Qur’an

skripsi ini lebih menekankan pada aspek morfologi dan anatomi buah dalam Al-Qur‟an serta kontekstualitasinya menurut ilmu sains botani.15 Kesamaan dengan penulis adalah tentang

Di samping mengkaji faktor yang memotivasi para lansia ini untuk kembali menghafalkan al-Qur`an, hal menarik lainnya yang patut diungkap adalah bagaimana pelaksanaan tahfizh al-Qur`an

Pembahasan Istilah Wasathiyyah dan Penggunaannya dalam Al-Qur`an Secara bahasa, kata wasath dipadankan dengan makna tengah-tengah tawassuth, adil, berimbang tawazun.7 Kata wasath