• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diskusi Refleksi Akhir PPL I

Dalam dokumen Mata Kuliah Praktik Pengalaman Lapangan I (Halaman 45-48)

BAB III PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN I

E. Diskusi Refleksi Akhir PPL I

Pada minggu terakhir PPL I, mahasiswa PPG bersama GP dan DPL melakukan diskusi untuk merefleksikan seluruh tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan. GP dan DPL memberikan pertanyaan yang membantu mahasiswa untuk merefleksikan aspek-aspek yang mencakup kompetensi guru profesional yang telah dipelajari selama kegiatan PPL I.

25

BAB IV

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II

Mata kuliah PPL II merupakan lanjutan mata kuliah PPL I. Mata kuliah ini merupakan forum bagi mahasiswa PPG menguatkan kemampuan untuk mengembangkan pembelajaran berbasis data (data-driven learning) dengan landasan utuh dari pengembangan akademik, sosial emosional, dan profesionalnya sebagai calon guru pemula. Pengembangan kompetensi ini bersifat organik, integratif, berkelanjutan, dan kolaboratif. Seperti dijelaskan pada bab I bahwa secara umum kompetensi yang akan dicapai pada PPL II adalah mahasiswa secara mandiri terampil melakukan pembelajaran yang mendidik, terampil melakukan refleksi dan merumuskan RTL, serta mampu melaksanakan tugas-tugas guru di sekolah di luar kegiatan mengajar. Berikut dijelaskan kegiatan yang harus dilakukan selama mengikuti PPL II.

A. Orientasi

Kegiatan orientasi pada PPL II dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa PPG tentang bentuk kegiatan PPL II, tagihan, dan sistem evaluasinya. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pembekalan PPL II yang dilakukan oleh pengelola PPG di LPTK. Selain itu, kegiatan orientasi juga mengenalkan mahasiswa PPG tentang manajemen sekolah, program dan kegiatan sekolah, kebijakan dan jadwal pembelajaran pada semester berjalan, serta berbagai informasi tentang kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan non akademik lainnya yang diterapkan di sekolah mitra PPL II. Informasi tentang sekolah mitra disampaikan setelah kegiatan pembekalan PPL II, dan informasi ini diberikan oleh kepala sekolah atau koordinator PPL II di sekolah.

Jika lokasi sekolah tempat PPL II sama dengan tempat PPL I, maka kegiatan orientasi lebih ditekankan pada penguatan pemahaman tentang karakteristik PPL II serta lingkungan akademik dan nonakademik di sekolah.

26

B. Observasi

Kegiatan observasi dilakukan untuk mencapai CPMK 2. Ruang lingkup observasi adalah lingkungan sekolah dan kelas. Tujuan observasi mencakup tiga fokus, yaitu:

1. keterampilan melakukan observasi,

2. keterampilan untuk memahami, mengidentifikasi karakteristik lingkungan sekolah dan kelas, dan

3. keterampilan menginterpretasikan fenomena kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik, sebagai bahan untuk mengembangkan rencana pembelajaran beserta perangkatnya.

Kegiatan observasi pada mata kuliah PPL II terhubung dengan mata kuliah PPA II dan SEL. Sasaran, materi, serta laporan observasi mata kuliah PPA II dan SEL mengikuti tagihan yang ditetapkan oleh mata kuliah tersebut.

Sedangkan sasaran observasi PPL II beserta tagihan atau luaran yang harus dibuat oleh mahasiswa adalah tabel 4.1.

Tabel 4.1 Tabel Sasaran Observasi PPL II

No Sasaran

Observasi Keterangan Luaran

1 Karakteristik Peserta Didik

Kegiatan ini dilakukan pada setiap awal melakukan siklus pembelajaran, sebagai bahan untuk menyusun rencana pembelajaran

Materi observasi minimal mencakup:

karakteristik peserta didik di kelas yang akan diajar dari sisi etnik, budaya, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik peserta didik

Laporan Hasil Observasi

27

No Sasaran

Observasi Keterangan Luaran

LK 2b: format lembar observasi karakteristik peserta didik (FLO-KPD) pada lampiran 1

2 Pelaksanaan Pembelajaran

Observasi dilakukan terhadap pembelajaran teman sejawat. Setiap mahasiswa wajib berperan sebagai observer pada 3 kali pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh teman sejawat, yakni pada aktivitas do & see.

Kegiatan observasi ini juga terhubung dengan mata kuliah PPA II dan SEL.

Materi observasi minimal mencakup:

analisis keterlaksanaan rancangan pembelajaran, aktivitas belajar peserta didik, faktor pendukung dan kendala proses pembelajaran, serta saran untuk tindak lanjut.

LK 4: format lembar observasi pelaksanaan pembelajaran (FLO-PP) pada lampiran 3

Laporan Hasil Observasi

3 Observasi

Kegiatan ekstra kurikuler di sekolah

Observasi dilakukan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Fokus observasi adalah bentuk kegiatan, pelaksanaan kegiatan, peserta didik yang terlibat, faktor pendukung dan kendalanya.

Laporan Kegiatan Ekstrakurikul er

C. Praktik Pembelajaran Terbimbing

Setelah kegiatan orientasi, mahasiswa melakukan observasi terbatas pada kelas yang akan digunakan untuk mengajar. Mahasiswa mengobservasi

28

karakteristik peserta didik serta lingkungan belajarnya. Hasil observasi digunakan untuk membuat rancangan pembelajaran di bawah bimbingan GP dan DPL. Setiap mahasiswa wajib melaksanakan 1 siklus praktik pembelajaran terbimbing, dengan minimal 2 kali melakukan praktik mengajar. Praktik pembelajaran terbimbing dilakukan dengan menggunakan format lesson study dengan siklus plan, do, and see serta refleksi dan tindak lanjut. Hasil pelaksanan siklus pembelajaran terbimbing ini (yang tergambarkan dari hasil refleksi dan RTL) wajib digunakan mahasiswa sebagai bahan untuk mengembangkan siklus pembelajaran pada praktik pembelajaran mandiri.

D. Praktik Pembelajaran Mandiri

Pada tahap praktik pembelajaran mandiri, mahasiswa diberi kesempatan mengajar secara mandiri minimal sebanyak 4 siklus pembelajaran, di mana pada setiap siklus minimal dilaksanakan 3 kali praktik mengajar. Dalam hal ini GP dan DPL berperan mengecek kesiapan dan ketepatan seluruh perangkat pembelajaran yang akan digunakan untuk mengajar oleh mahasiswa.

Sewaktu-waktu GP dan DPL masuk kelas untuk melihat praktik pembelajaran mandiri yang dilakukan mahasiswa. Diharapkan, setiap praktik pembelajaran mandiri dapat dilaksanakan dalam kerangka lesson study. Setiap open class diamati oleh teman sejawat, yaitu guru lain yang mengajar di sekolah tempat PPL dari bidang studi yang sama dan atau serumpun, dilanjutkan dilakukan diskusi refleksi hingga ditemukan lesson learned bagi peserta. GP dan DPL diharapkan dapat mendampingi pelaksanaan lesson study setiap peserta.

E. Melaksanakan Kegiatan Nonmengajar

Selama melakukan praktik pembelajaran mandiri, mahasiswa juga wajib melaksanakan kegiatan nonmengajar seperti: terlibat dalam manajemen pendidikan sekolah, mengikuti rapat guru, piket sekolah, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler (seperti pramuka, kesenian, olah raga), dan penanganan kesulitan belajar peserta didik. Alokasi waktu untuk melaksanakan kegiatan ini seperti disajikan pada tabel 2.2, yakni 2,5 jam per

29

minggu. Bukti pelaksanaan semua kegiatan tersebut didokumentasikan di dalam jurnal harian PPL PPG Prajabatan (lampiran 9).

F. Diskusi Refleksi Akhir PPL II

Seperti pada PPL I, setiap mahasiswa wajib melakukan kegiatan evaluasi atas pelaksanaan praktik mengajar mandiri. Evaluasi dilakukan melalui kegiatan refleksi untuk menguatkan 4 kompetensi (pedagogik, bidang studi, sosial, dan kepribadian) bagi calon guru pemula. Pembelajaran reflektif ini memiliki tiga tujuan utama yaitu:

1. membangun ‘sense’ profesional mahasiswa, bahwa suatu tugas tidak didasari hanya pada penyelesaian tetapi juga pada perkembangan tugas tersebut sebagai bagian keterampilan yang dibangun dalam profesi pendidik,

2. membangun pembelajaran berbasis bukti (evidence-based), dan

3. membangun keterampilan mahasiswa untuk merajut proses pembelajaran sebagai suatu proses berkelanjutan.

30

BAB V PENGELOLAAN

Untuk melaksanakan PPL PPG Prajabatan sesuai standar yang ditetapkan, diperlukan adanya sistem pengelolaan yang kredibel, akuntabel, dan transparan.

Pihak-pihak terkait perlu memahami kriteria, tugas dan tanggung jawabnya, serta memahami sistem manajemen PPL secara utuh. Pihak yang terlibat pada kegiatan PPL ini adalah LPTK/program studi penyelenggara PPG dan unit terkait, mahasiswa PPG, GP, DPL, dan sekolah mitra LPTK tempat pelaksanaan PPL PPG Prajabatan. Berikut ini disajikan mekanisme pengelolaan, persyaratan, serta tugas dan tanggung jawab pihak terkait PPL.

A. Mekanisme PPL PPG

Mekanisme pelaksanaan PPL PPG Prajabatan adalah sebagai berikut:

1. LPTK mengidentifikasi jenis program studi dan jumlah mahasiswa setiap program studi untuk menentukan jenis sekolah (SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dsb), jumlah sekolah, jumlah GP, dan jumlah DPL dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Jumlah mahasiswa yang ditempatkan di sekolah menyesuaikan jumlah rombongan belajar di sekolah tersebut dan sesuai dengan kesepakatan dengan LPTK.

b. Rasio GP dengan mahasiswa adalah 1 GP per 4-6 mahasiswa.

c. Rasio DPL dengan mahasiswa adalah 1 DPL per 4-6 mahasiswa.

2. LPTK melakukan kerjasama dan koordinasi dengan kepala sekolah dan ketua program studi yang terlibat PPL untuk mendapatkan pemahaman yang sama tentang pelaksanaan PPL serta penentuan GP dan DPL.

3. LPTK melakukan pembekalan PPL kepada mahasiswa, GP, dan DPL.

4. Satuan penjamin mutu di LPTK melakukan monitoring pelaksanaan PPL di sekolah.

5. LPTK mengkaji hasil monitoring dalam forum rapat tinjauan manajemen untuk menganalisis keberhasilan/ketidakberhasilan program/kegiatan,

31

menemukan akar masalah, serta menemukan rencana perbaikan dan tindak lanjutnya.

B. Persyaratan

1. Sekolah Mitra PPL PPG Prajabatan

Kriteria sekolah yang dapat dijadikan tempat PPL adalah sebagai berikut.

a. Sekolah mitra minimal terakreditasi B dan di bawah lingkup kerjasama LPTK dengan dinas pendidikan setempat.

b. Sekolah mitra mengelola mata pelajaran yang sesuai dengan program studi PPG.

c. Jumlah rombongan belajar sesuai dengan target CPMK PPL mahasiswa. Artinya, rasio jumlah mahasiswa praktikan dengan jam pelajaran dan jumlah rombel memungkinkan mahasiswa melakukan 4 siklus praktik pembelajaran (pada PPL I) dan 5 siklus praktik pembelajaran (pada PPL II).

d. Guru mata pelajaran tersebut telah bersertifikat pendidik dalam bidang sesuai bidang studi PPG.

e. Memiliki nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan LPTK penyelenggara atau terikat dalam MoU dinas pendidikan kota/kabupaten dengan LPTK penyelenggara PPG.

2. Dosen Pembimbing Lapangan

Kriteria tenaga dosen yang dipersyaratkan untuk menjadi DPL PPL PPG Prajabatan adalah sebagai berikut

a. Berkualifikasi akademik paling rendah magister atau yang setara;

b. Berlatar belakang di bidang pendidikan, khususnya pendidikan guru dan sesuai bidang keilmuan dan/atau keahlian yang diampu;

c. Memiliki jabatan fungsional akademik paling rendah lektor;

d. Diutamakan memiliki sertifikat pendidik dan/atau sertifikat keahlian sesuai dengan bidang keilmuan dan/atau keahlian yang diampu;

e. Berpengalaman kerja paling sedikit 2 tahun dan diutamakan mempunyai pengalaman mengajar di satuan pendidikan;

32

f. Menguasai teknologi informasi dan komunikasi; dan

g. Telah mengikuti seluruh tahapan kegiatan pembekalan Program PPG Prajabatan.

3. Guru Pamong

Guru Pamong (GP) adalah guru di sekolah tempat PPL yang diberikan tugas melakukan pembimbingan kepada mahasiswa selama melaksanakan kegiatan PPL di sekolah. Untuk menjadi GP, persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.

a. Memiliki kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya sarjana atau sarjana terapan, yang sama atau serumpun dengan bidang studi;

b. Bertugas pada satuan pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau sekolah luar biasa;

c. Memiliki sertifikat pendidik sesuai dengan bidang yang diampu;

d. Memiliki pengalaman mengajar paling sedikit 5 tahun;

e. Diutamakan memiliki sertifikat Guru Penggerak dan/atau Guru Pamong;

f. Menguasai teknologi informasi dan komunikasi; dan

g. Telah mengikuti kegiatan pembekalan Program PPG Prajabatan.

C. Tugas dan Tanggung Jawab 1. Guru Pamong

Guru Pamong memiliki tugas dan tanggungjawab sebagai berikut.

a. Menyediakan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan observasi, membuat perencanaan, dan melaksanakan pembelajaran bersama (co planning-co teaching) dan mandiri dengan format lesson study;

b. Membantu memecahkan masalah akademik dan nonakademik yang dihadapi mahasiswa terkait pelaksanaan PPL di sekolah;

c. Bersama dengan DPL dan mahasiswa mendiskusikan hasil observasi kegiatan akademik dan nonakademik, serta membantu

33

mahasiswa menemukan permasalahan yang akan berpengaruh pada pembelajaran di kelas, serta membimbing mahasiswa menemukan solusinya;

d. Bersama dengan DPL dan teman sejawat (jika dimungkinkan) mendampingi mahasiswa membuat perencanaan pembelajaran, melakukan praktik pembelajaran di kelas, serta membantu mahasiswa melakukan refleksi dan tindak lanjut untuk mengembangkan rencana pembelajaran berikutnya;

e. Bersama dengan DPL melakukan supervisi klinis dan mentoring;

f. Menjadi teladan dalam melaksanakan tugas keguruan serta teladan dalam bersikap dan berperilaku sebagai guru profesional;

g. Melakukan penilaian PPL mahasiswa;

h. Berpartisipasi dalam pertemuan guru mentor.

2. Dosen Pembimbing Lapangan

DPL memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut.

a. Menyediakan waktu untuk mahasiswa melakukan diskusi dan konsultasi untuk melaksanakan semua rangkaian kegiatan PPL I dan PPL II;

b. Membangun komunikasi yang positif dengan GP dan kepala sekolah;

c. Memberikan penguatan kompetensi mahasiswa dalam melakukan observasi (bagaimana teknik observasi, proses observasi, dan instrumen observasi yang efektif, serta bagaimana menganalisis fenomena hasil observasi untuk digunakan sebagai bahan menyusun rencana dan pelaksanaan pembelajaran);

d. Membantu memecahkan masalah akademik dan nonakademik yang dihadapi mahasiswa terkait pelaksanaan PPL di sekolah;

e. Bersama dengan GP dan mahasiswa mendiskusikan hasil observasi kegiatan akademik dan nonakademik, serta membantu mahasiswa menemukan permasalahan yang akan berpengaruh pada pembelajaran di kelas, serta membimbing mahasiswa menemukan solusinya;

f. Bersama dengan GP, mahasiswa, dan teman sejawat mahasiswa, mendampingi mahasiswa membuat perencanaan pembelajaran,

34

melakukan praktik pembelajaran di kelas, serta membantu mahasiswa melakukan refleksi dan tindak lanjut untuk mengembangkan rencana pembelajaran berikutnya;

g. Bersama dengan GP melakukan supervisi klinis dan mentoring;

h. Menjadi teladan dalam menjalankan tugas serta teladan dalam bersikap dan berperilaku sebagai dosen profesional;

i. Melakukan penilaian PPL PPG.

3. Kepala Sekolah Mitra

Secara umum, Kepala Sekolah Mitra PPL PPG bertanggung jawab terhadap keberlangsungan PPL bagi seluruh peserta PPG yang melakukan praktik pembelajaran di sekolahnya. Tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah Mitra PPL PPG disampaikan sebagai berikut.

a. Mengoordinasikan kegiatan orientasi sekolah yang meliputi:

1) mempersiapkan program kegiatan orientasi sekolah untuk menginformasikan tentang manajemen pendidikan di sekolah, serta berbagai kegiatan akademik dan nonakademik lainnya, 2) memberi kesempatan kepada mahasiswa PPG untuk

berkenalan dengan seluruh personil di sekolah (GP, guru-guru di sekolah, tenaga kependidikan, dan peserta didik), dan

3) memberi kesempatan kepada mahasiswa PPG untuk melakukan observasi di sekolah;

b. Mengkoordinasikan tugas pembimbingan GP untuk PPL PPG Prajabatan;

c. Memfasilitasi untuk kelancaran kegiatan pembimbingan PPL PPG Prajabatan;

d. Mengkoordinasikan penilaian PPL PPG dan menyerahkan hasilnya kepada PT/LPTK penyelenggaran program PPL PPG Prajabatan.

35

BIODATA PENYUSUN

Endang Sri Andayani adalah seorang dosen di Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM). Memiliki pengalaman mengajar lebih dari 35 tahun pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, serta secara khusus pernah mengelola Program Pengalaman Lapangan (PPL) untuk seluruh mahasiswa S1 dan mahasiswa PPG UM selama 4 tahun. Pengalaman mengelola PPL ini menguatkan kemampuannya dalam menentukan strategi yang paling efektif dan efisien dalam pengelolaan PPL di sekolah.

Susilowaty adalah seorang dosen pendidikan Bahasa Inggris pada Universitas Sampoerna yang memiliki passion pada bidang pendidikan guru dan literasi.

Pengalamannya sebagai koordinator School Partnership dan Teacher Education Program fasilitator menjadikannya terampil dalam mengembangan panduan praktik mengajar program S1 dan PPG; dan mengoordinasi pelaksanaan program praktik mengajar yang dilakukan setiap semester.

36

LAMPIRAN

Lampiran 1. LK-1: Contoh Format Laporan Hasil Orientasi PPL 1 dan Observasi Manajemen Sekolah

LAPORAN HASIL ORIENTASI PPL I DAN OBSERVASI MANAJEMEN SEKOLAH

Nama Mahasiswa : ___________________________

NIM : ___________________________

Prodi/Bidang Studi : ___________________________

Sekolah PPL : ___________________________

Tanggal Sasaran Observasi*) Hasil Orientasi/Observasi Interpretasi Hasil Observasi ……. Orientasi PPL 1 Contoh:

Informasi yang diperoleh dari mengikuti orientasi di kampus yang disampaikan oleh pengelola PPG adalah:

………

………

Selanjutnya, hasil orientasi dari kepala sekolah diperoleh beberapa informasi:

………

dst

Contoh:

Dari informasi yang diperoleh dari kegiatan orientasi tersebut beberapa poin yang menjadi catatan penting bagi saya adalah:

1. ………

2. ………

Bisa disajikan potensi kendala/kesulitan yang dihadapi, usaha yang akan dilakukan untuk menghadapi kesulitan tersebut, dan sebagainya.

…….. Manajemen Kesiswaan Hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan diperoleh informasi:

……….. dan seterusnya

…….. Manajemen Kurikulum

37

Tanggal Sasaran Observasi*) Hasil Orientasi/Observasi Interpretasi Hasil Observasi

…….. Manajemen Sumber Daya Manusia

…….. Manajemen Sarana dan Prasarana

…….. Manajemen Anggaran

…….. Manajemen Sistem Informasi

…….. Manajemen Ketatalaksanaan Kesimpulan:

………

…..………..………

………..

Menyetujui Dosen Pembimbing Lapangan Guru Pamong

Tanggal ……… ………

Tanda Tangan dan Nama Lengkap

__________________________

Nama:

_____________________

___

Nama:

*) Di tiap sasaran observasi (bidang-bidang manajemen di sekolah tersebut) digali informasi tentang kebijakan dan program kegiatan yang dirancang, pelaksanaan kebijakan dan program, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan tindak lanjut.

Dikaji juga faktor lingkungan yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kebijakan atau program.

38

Lampiran 2. LK 2a: Contoh Format Lembar Observasi Lingkungan Belajar di Sekolah

LEMBAR OBSERVASI LINGKUNGAN BELAJAR

Nama Mahasiswa : ………..

NIM : ………..

Prodi/Bidang Studi : ………..

Tanggal Sasaran

Observasi*)

Hasil Observasi Interpretasi Hasil Observasi

Contoh Contoh

5 Sept 2023 Lingkungan fisik Untuk mendukung pembelajaran praktikum komputer akuntansi, sekolah belum menyediakan secara khusus laboratorium komputer karena ruang kelas sangat terbatas (hanya tersedia 4 ruang kelas untuk kelas X sampai kelas XII. Pembelajaran praktikum dilakukan di kelas tatap muka, dengan menggunakan 8 laptop.

Dengan jumlah peserta didik sebanyak 25 orang maka 1 laptop digunakan oleh 3 peserta didik……dan seterusnya.

Keterbatasan fasilitas computer disebabkan oleh

……dst.

……..

……..

……..

39

Tanggal Sasaran

Observasi*)

Hasil Observasi Interpretasi Hasil Observasi

……..

……..

Kesimpulan:

………

………..……….

.………..

Menyetujui Dosen Pembimbing

Lapangan

Guru Pamong

Tanggal

Tanda Tangan dan Nama Lengkap

__________________

_ Nama:

________________________

_ Nama:

40

Lampiran 3. LK 2b: Contoh Format Lembar Observasi Karakteristik Peserta Didik

FORMAT LEMBAR OBSERVASI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Nama Mahasiswa PPG : ……….

Kelas Sasaran Observasi : ……….

Untuk Siklus Pembelajaran : ( ) Terbimbing

( ) Mandiri, siklus ke ……….

Tanggal Materi Observasi*) Hasil Observasi Interpretasi Hasil Observasi

Budaya kelas

Status sosial peserta didik

Minat belajar

Kemampuan awal

Gaya belajar

Motivasi belajar

Perkembangan emosi

Perkembangan sosial

Perkembangan moral dan

spiritual

Perkembangan motorik

peserta didik

Kesimpulan:

41

………

………..………..

………

Menyetujui Dosen Pembimbing Lapangan

Guru Pamong Catatan

Tanggal : ……… ………

Tanda Tangan

dan Nama

Lengkap

______________________ __________________

Nama: Nama:

*) Jenis disesuaikan dengan saat pelaksanaan observasi

42

Lampiran 4. LK 3: Contoh Format Lembar Observasi Rancangan Pembelajaran

LEMBAR OBSERVASI RANCANGAN PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa : ___________________________

NIM : ___________________________

Prodi/ Bidang Studi : ___________________________

Penyusun Rancangan Pembelajaran*) : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Kelas : ………..

KD/CP :

……..………

……..………

………..

………

No Aspek yang Diobservasi Analisis Kritis

1 Kejelasan tujuan pembelajaran memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time) atau tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengandung perilaku hasil belajar

2 Pemilihan materi ajar (kesesuaian tujuan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik)

3 Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, sistematika materi dan kesesuaian dengan alokasi waktu)

4 Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik)

5 Kejelasan skenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan pembelajaran: awal, inti, penutup)

43

No Aspek yang Diobservasi Analisis Kritis

6 Kerincian skenario pembelajaran (pada setiap langkah tercermin strategi/metode dan alokasi waktu pada setiap tahap)

7 Kesesuaian teknik dengan tujuan pembelajaran

8 Kelengkapan instrumen (soal, kunci, pedoman penskoran)

Kesimpulan/saran/lesson learned:

……….

……….

……….

……….

Menyetujui Dosen Pembimbing Lapangan Guru Pamong Tanggal

TandaTangan

& Nama Lengkap

__________________________

Nama:

__________________

Nama:

*) Rancangan pembelajaran yang disusun oleh guru pamong

44

Lampiran 5. LK 4: Format Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran untuk Observer

LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (untuk mahasiswa, DPL, DP sebagai Observer)

Mata Pelajaran/Topik / Sekolah/Kelas / Nama Guru Model

Kompetensi Dasar/Capaian Pembelajaran

A. Apakah semua peserta didik benar-benar telah belajar tentang topik pembelajaran hari ini? Bagaimana proses mereka belajar? (tuliskan fakta kongkrit dan alasannya)

B. Siswa mana yang tidak dapat mengikut kegiatan pembelajaran pada hari ini?

(tuliskan fakta konkret yang diamati dengan disertai nama peserta didik)

C. Mengapa peserta didik tersebut tidak dapat belajar dengan baik? Menurut Anda apa penyebabnya dan bagaimana alternatif solusinya?

(tuliskan alasan, analisis yang mendalam, dan jika mungkin dasar rujukan yang sesuai)

D. Bagaimana usaha guru model dalam mendorong peserta didik yang tidak aktif untuk belajar? Apakah usaha tersebut berhasil (tuliskan fakta konkrit upaya guru dan hasilnya)

E. Pelajaran berharga apa yang dapat Anda petik dari pengamatan pembelajaran hari ini?

45

F. Lain-lain: Apakah rancangan pembelajaran telah dapat dilaksanakan dengan hasil yang efektif? (berikan bukti keterlaksanaan/ketidakterlaksanaan rancangan pembelajaran)

Catatan: Aspek-aspek lain yang dapat dicermati oleh observer antara lain difokuskan pada interaksi antarpeserta didik dalam satu kelompok, interaksi peserta didik antarkelompok, interaksi peserta didik-guru, interaksi peserta didik- media/sumber belajar, serta interaksi peserta didik-lingkungan.

Hari/Tanggal : ______________________

Nama Observer : _____________________

Jabatan : GP/DPL/Mahasiswa/Guru Sejawat*)

*) coret yang tidak sesuai

46

Lampiran 6. LK-5: Contoh Jurnal Refleksi Pembelajaran

JURNAL REFLEKSI PEMBELAJARAN

Nama Mahasiswa : ……….

NIM Mahasiswa : ……….

Sekolah/Kelas / Mata Pelajaran/Topik / Kompetensi

Dasar/Capaian Pembelajaran

Tanggal Pelaksanaan Pembelajaran

Materi Refleksi Pertanyaan Refleksi

Reviu pengalaman belajar

Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan:

1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?

2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang menarik?

3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang berguna?

4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak berguna?

Refleksi

pengalaman belajar

1. Apa yang telah terjadi selama persiapan, pelaksanaan, akhir pembelajaran?

2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

47

Materi Refleksi Pertanyaan Refleksi

Rumusan hasil refleksi berupa pembelajaran bermakna

Apabila saya mengajar atau membahas topik ini atau topik yang serupa dengan topik ini, dengan mempertimbangkan prinsip pembelajaran bermakna yang berpusat kepada peserta didik, perubahan apa yang akan saya lakukan?

Menyetujui DPL Guru Pamong Catatan

Tanggal : ……… ………

Tanda Tangan dan Nama

Lengkap ………

……

………

48

Lampiran 7. LK 6: Contoh Format Laporan Hasil Refleksi PPL I

LAPORAN HASIL REFLEKSI PPL I Nama dan NIM Mahasiswa

PPG

/

Nama Sekolah / Tanggal Pelaksanaan

Pembelajaran

Tanggal ….. sampai tanggal ………..

Materi Refleksi Pertanyaan Refleksi

Reviu Pengalaman Belajar pada Kegiatan Orientasi

Refleksi Kegiatan Orientasi PPL I

1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?

2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang menarik?

3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang berguna?

4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak berguna?

Refleksi Pengalaman Belajar

1. Apa yang telah terjadi selama kegiatan orientasi?

2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Review

Pengalaman Belajar pada Kegiatan Observasi

Refleksi Kegiatan Observasi

1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?

2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang menarik?

3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang berguna?

4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak berguna?

Dalam dokumen Mata Kuliah Praktik Pengalaman Lapangan I (Halaman 45-48)

Dokumen terkait