BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data
2. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan untuk mendapat hal-hal yang berupa catatan, transkip, surat kabar, majalah, notulen rapat dan peraturan- peraturan. Berdasarkan pendapat diatas, dapat dipahami bahwa dokumentasi yaitu metode pengukur data yang digunakan dalam suatu penelitian dengan cara mencatat beberapa masalah yang sudah
didokumentasikan oleh kepala sekolah, guru, tata usaha, dan personal sekolah lainnya. Pengunaan dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya, keadaan tutor dan mahasisiwa BBTQ IAIN Metro yang diambil dari buku arsip.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat ukur mengukur informasi atau melakukan pengumpulan. Jadi, instrumen penelitian adalah suatu metode alat bantu yang digunakan dalam proses pengumpulan data untuk mempermudah peneliti dalam mengolah data agar lengkap dan mudah diolah. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan berupa Instrument Tes. Dan Instrumen Tes ini digunakan untuk mengetahui data variabel terikat (y).
Instrumen tersebut menggunakan Tes yang memiliki bobot penilaian (SB) Sangat Baik, (B) Baik, (C) Cukup, (K) Kurang. Nilai yang digunakan adalah bentuk angka.
Tabel 3.1 Keterangan Nilai
KETERANGAN
TES NILAI
Sangat Baik 80 – 100
Baik 70 – 79
Cukup 60 – 69
Kurang <59
Tabel 3.2
Kisi Kisi Instrumen Kemampuan Membaca Al Qur‟an
No Indikator Sub Indikator
Nomor Soal 1. Kefasihan dalam
melafalkan ayat-ayat Al Qur‟an
1. Jelas dalam pelafalan atau pengucapan lisan ketika membaca al qur‟an
2. Kemampuan melafalkan huruf hijaiyah dengan baik dan benar sesuai dengan makhraj.
1. Menyebutkan huruf alif hingga ya
1
3. Kemampuan membaca ayat-ayat Al Qur‟an sesuai dengan hukum – hukum tajwid.
1. Ghunnah
2. Hukum Nun mati dan Tanwin
3. Hukum Mim Mati 4. Idghom
5. Qalqalah
6. Hukum Lam Ta‟rif 7. Hukum Lam Jalalah 8. Hukum Ra‟
9. Mad
2 3
4 5 6 7 8 9 10
Jumlah 10
G. Teknik Analisis Data
Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, setelah data hasil penelitian terkumpul, selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan rumus statistik. Rumus yang digunakan yaitu menguji dengan rumus Uji Perbedaan / Uji-t (dengan jumlah sampel berbeda (n berbeda)) sebagai berikut46:
dimana, ̅ ̅
√
√( ) ( ) t = t-test hasil analisis
X1 = Rata rata sampel 1 X2 = rata-rata sampel 2
S12= simpangan baku sampel 1
S
22=simpangan baku sampel 2 n1 = jumlah sampel X1
n2= jumlah sampel X2
Selanjutnya untuk menguji hipotesis yang telah ada. Untuk mengujinya adalah membandingkan t0 (t-score dari hasil pengolahan data) dengan tt (t-score dari t tabel). Jika hasi t0 lebih kecil dari tt, maka hasilnya
46 Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah (Makalah-Skripsi-Tesis Disertasi),(Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2005), 150
non signifikan (rumusan hipotesis ditolak) dalam artian tidak ada perbedaan yang signifikan kemampuan membaca Al Quran antara mahasiswa lulusan MA dengan mahasiswa lulusan pondok pesantren pada program BBTQ IAIN Metro. Akan tetapi, jika t0 lebih besar dari tt , berarti hasilnya signifikan (rumusan hipotesis diterima) dan ada perbedaan yang signifikan kemampuan membaca Al Qur‟an mahasiswa lulusan MA dan mahasiswa lulusan pondok pesantren pada program BBTQ IAIN Metro .
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Singkat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro a) Sejarah Singkat Berdirinya Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Metro
Cikal bakal berdirinya IAIN Metro tidak terlepas dan berdirinya IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Ini lain karena berdirinya IAIN Raden Intan Bandar Lampung itu sendiri merupakan hasil upaya dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Kesejahteraan Isam Lampung (YKIL) yang berdiri pada tahun 1961 diketuai oleh Muhammad Sayid.
Dari hasil musyawarah tersebut diputuskan untuk mendirikan dua fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syari'ah yang kedudukannya di Tanjung Karang berada di bawah santunan Yayasan tersebut.
Pada tahun 1964 tepatnya tanggal 13 Oktober 1964 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 86/1964 mengubah status Fakultas Tarbiyah YKIL dari swasta menjadi negeri, tetapi tidak berdiri sendiri melainkan cabang Fakultas Tabiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Pada tahun 1967 atas
permintaan mesyarakat Metro kepada YKIL agar dibuka Fakultas Tabiyah dan Fakultas Syari'ah di Metro atas persetujuan Dekan Fakultas Tabiyah IAIN Raden Fatah Palembang.
Sebelum pada tahun 1965 didirikan Fakultas Ushuludin yang berkedudukan di Tanjung Karang dengan memperhatikan Keputusan Presiden RI Nomor 27 Tahun 1963 kerena untuk ketentuan untuk mensirikan sebuah Perguruan Tinggi yang berdiri sendiri (al-jami'ah) harus memiliki tiga fakultas sebagai persiapan berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lampung.
Selain YKIL pada tahun 1965 juga didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Lampung (Yaperti) yang dipimpin oleh KH. Zakaria Nawawi. Walau yayasan ini mulai berjalan sejak 27 agustus 1966, yayasan ini berusaha keras menyantuni fakultas- fakultas yang ada dan berusaha untuk mengubah status fakultas tersebut dari swasta menjadi negeri.
Setelah IAIN Raden Intan Lampung resmi dibuka, maka Fakultas Tarbiyah yang semula menginduk ke IAIN Raden Fatah Palembang ditetapkan menjadi fakultas Fakultas yang berdiri sendiri, sebagai Fakultas Tabiyah IAIN Raden Intan Lampung Metro berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 188 Tahun 1966.
Tak lama setelah perubahan nama IAIN Raden Intan Tanjung Karang manjadi Raden Intan Bandar Lampung mengikuti
perubahan nama ibu kota Lampung menjadi Bandar Lampung terbitlah Surat Edaran Bimas Islam No.
E.III.OT/OO/AZ/1804/1996, Tanggal 23 Agustus 1996 tentang Penataan Kelembagaan Fakultas IAIN di luar Induk menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.
Sebagai kelanjutan, maka pada tanggal 23-25 April 1997 diadakan rapat kerja para rektor dan dekan fakultas di luar induk.
Pada kesempatan ini ditetapkan pula perubahan dan pengesahan fakultas di luar induk manjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) berdasarkan SK Presiden No.11 tahun 1997 tertanggal 21 Maret 1997 Masehi bertepatan dengan tanggal 12 Dzulqaidah 1417 Hijriyah, yang selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Milad STAIN Jurai Siwo Metro.
Sejalan dengan perubahan status tersebut Drs. Zakaria Zakir yang saat menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah mengajukan lima nama STAIN Metro yaitu, STAIN Raden Imba Kusuma, STAIN Lampung, STAIN Jurai Siwo, STAIN A. Yasin, dan STAIN Sosrodarmo. Berdasarkan saran Bupati (saat itu Drs.
Herman Sanusi) maka ditetapkan nama STAIN Metro adalah STAIN Jurai Siwo Metro mengingat STAIN ini berada di Lampung Tengah yang memiliki tradisi dan budaya "Sembilan Marga Penyibang".
Sebagai tindak lanjut dari Keppres 1997 di atas, maka pada tanggal 30 juni 1997 secara serentak diresmikan 33 STAIN dan ketuanya dijabat oleh Dekan masing-masing sebagai Pejabat Sementara Ketua.
Kemudian tahun 2016 adalah tahun peralihan STAIN menjadi IAIN. Peradaban status ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 71 tanggal 1 Agustus 2016. Menurut Prepes tersebut, pendirian IAIN Metro merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Aama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro.
Terkait dengan perubahan itu, maka semua kekayaan, pegawai, hak dan kewajiban dan masing-masing STAIN dialihkan menjadi kekayaan, pegawai, hak dan kewajiban IAIN masing- masing. Demikian pula, mahasiswa STAIN perguruan tinggi tersebut menjadi mahasiswa IAIN.
Perubahan status menjadi IAIN mendorong pembentukan fakultas – fakultas baru yang akan lahir sesuai kebutuhan masyarakat akan pendidikan, serta pembangunan sarana dan prasarana yang lebih memadai guna menajdikan IAIN Metro menjadi lebih baik.
b) Visi Misi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
IAIN Metro memiliki visi “Menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam yang inovatif dalam sinergi socio-ecotechno- preneurship berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan”.
Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan tersebut diatas, maka misi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
2) Membangun budaya akademik yang produktif dan inovatif dalam pengelolaan sumber daya melalui kajian keilmuan, model pembelajaran, dan penelitian.
3) Menumbuhkan socio-eco-techno-preneurship civitas akademika dalam pelaksaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
4) Melaksanakan sistem tat kelola manajemen kelembagaan yang profesional dan berkeadaban yang berbasis teknologi informasi.
c) Sarana dan Prasarana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Tabel 4.1 Ruang Kuliah
No Nama Luas (m2) Jumlah Ruang Ket
1. Gedung O 1161 15
2. Gedung M 702 8
3. Gedung N 625 8
4. Gedung I 540 6
5. Gedung C 608 6
6. E6 900 8
7. E7 720 8
8 E8 1350 12
Total 6606 71 Tabel 4.2
Laboratorium
No Nama Luas (m2) Jumlah Ket
1. Lab Kom 1 52,2 1 Ukuran 7,5 x 7
2. Lab Kom 2 28 1 Ukuran 4 x 7
3. Lab Kom 3 78,75 1 Ukuran 7,5 x 10,5
4. Lab PGMI 72 1 Ukuran 9 x 8
5. Lab Bank Mini 72 1 Ukuran 9 x 8
6. Lab Micro Teaching 72 1 Ukuran 9 x 8
7. Lab Bahasa 72 1 Ukuran 9 x 8
8. Lab Sidang Semu 64 1 Ukuran 9 x 8
Total 511,25 8
Tabel 4.3 Sarana Pendukung 1
No Nama Luas (m2) Jumlah Ket
1. Lap Tenis 650 1
2. Lap Basket/Futsal 420 1
3. Wall Climbing 92 1
4. GSG 600 1
5. Gedung UKM 360 8
6 Masjid 361 1
Total 2483 13
Tabel 4.4 Sarana Pendukung 2
No Nama Luas (m2) Jumlah Ket
1. Ruang Dosen Fakultas FEBI 90 1
2. Ruang Dosen Fakultas FTIK 256 11
3. Ruang Dosen Fakultas Syariah 64 264
4. Ruang Dosen Fakultas FUAD 16 1
Total 426 14 Tabel 4.5
Perpustakaan
No Nama Luas
(m2) Jumlah Ket 1. Ruang Sirkulasi Lantai 2 64 1
2. Ruang Sirkulasi Lantai 3 64 1
3. Ruang Baca Lantai 2 96 1
4. Ruang Koleksi Buku 96 1
5. Ruang Pengelolaan Buku Lantai 3 64 1 6. Ruamg Regenerasi Lantai 3 64 1
7. Ruang Skripsi 128 1
d) Fakultas dan Jurusan di Lingkungan IAIN Metro
Fakultas adalah unsur pelaksana akademik pada institut yang dipimpin oleh seorang dekan, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Rektor. Fakultas mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan akademik dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan.
Fakultas pada IAIN Metro terdiri dari 4 fakultas sebagai berikut:
1) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan itu memiliki 8 Jurusan, yakni:
a) Pendidikan Agama Islam (PAI) b) Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
c) Pendidikan Guru Madrasah Ibtida‟iah (PGMI) d) Tadris Bahasa Inggris (TBI)
e) Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) f) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial g) Tadris Biologi
h) Tadris Matematika 2) Fakultas Syariah
Fakultas Syariah ini memiliki 3 Jurusan, yakni a) Hukum Keluarga (Ahwalussyahsiah) b) Hukum Ekonomi Syariah (HESy) c) Hukum Tata Negara Islam (HTNI) 3) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki 3 jurusan, yakni a) Ekonomi Syariah (ESy)
b) Perbankan Syariah (S1 PBS) c) Akuntansi Syariah (AKS)
d) Manajemen Haji dan Umroh (MHU)
4) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD)
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah memiliki 3 jurusan, yakni a) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
b) Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
c) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
e). Denah lokasi iain metro
f). Profil Bimbingan Baca Tulis Al Qur’an
Bimbingan Baca Tulis Al Qur‟an (BBTQ) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dan dikoordinir oleh Unit Pembinaan Ke-Islaman (UPI) IAIN Metro. Program ini dilaksanakan di semester I dan II setiap hari sabtu, dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa IAIN Metro yang berada di semester tersebut.
a. Visi
Menjadi kegiatan untuk mencetak mahasiswa yang sadar akan penting dan perlunya berinteraksi dengan Al Qur‟an sehingga menghasilkan kader-kader yang islami, berakhlaq mulia dan berwawasan luas.
b. Misi
1) Mencetak generasi mahasiswa/alumni IAIN Metro yang Qur‟ani
2) Mempersiapkan generasi mahasiswa yang mampu menguasai baca tulis al-Qur‟an.
3) Serta menciptakan para kader alumni melalui Tutor baca tulis al-Qur‟an yang handal di lingkungan IAIN Metro
c. Tujuan
Bimbingan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :
1) Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya baca tulis al-Qur‟an dikalangan mahasiswa IAIN Metro pada khususnya
2) Mempersiapkan generasi / Alumni IAIN yang mahir didalam baca tulis Al Qur‟an.
3) Membekali lulusan sarjana IAIN Metro dalam bidang baca tulis Al Qur‟an sehingga dapat berkontribusi dilingkungan masyarakat khususnya umat Islam disekitarnya.
d. Manfaat
1) Mengajarkan mahsiswa yang belum bisa membaca Al Qur‟an 2) Meningkatkan kemampuan mahasiswa yang sudah bisa
membaca Al Qur‟an bagi mahasiswa yang belum bisa
3) Meningkatkan kemampuan surat-surat pendek yang terdapat dalam Al Qur‟an
4) Mengajarkan menulis surat-surat pendek yang terdapat dalam Al Qur‟an bagi mahasiswa yang belum bisa
5) Membekali mahasiswa dengan minimal 1 Juz Al Qur‟an, yaitu Juz 30
Tabel 4.6
Daftar Tutor Kegiatan Intensifikasi Bimbingan Baca Tulis Al Qur‟an (BBTQ) IAIN Metro
No Nama NPM Prodi
1. Drs. Kuryani ., M.Pd DOSEN FTIK
2. Drs. Haiatin Chasanatin, MA DOSEN FTIK 3. Dr.Siti Nurjannah, M.Ag DOSEN Syari‟ah
4. Dra. Khotijah, M.Pd DOSEN FTIK
5. Wahyu Setiawan, M.Ag DOSEN Syari‟ah
6. Walfajri, M.Pd DOSEN FTIK
7. Dr. Edi Susilo, M.H.I DOSEN Syari‟ah
8. Taufik Hidayat Nazar Lc, MH DOSEN Syari‟ah 9. Muhammad Nashrudin., M.H DOSEN Syari‟ah 10. Sabki Ati Murtafiah., M.Pd DOSEN FTIK
11. Sudirman, M.Sy DOSEN Syari‟ah
12. Zumaroh, M.Sy DOSEN Syari‟ah
13. Dewi Aimatul Husna, M.Pd ALUMNI
14. Faisal Abdau, S.Pd ALUMNI
15. Iin Agus, M.Pd ALUMNI
16. Imam Tohari, M.Pd ALUMNI
17. Muchlis Kurniawan, S.Pd ALUMNI 18. Muhammad Zainudin Nur, S.Pd ALUMNI
19. Niswatul Khoiroh, S.E ALUMNI
20. Slamet Wahyud, S.Pd.I ALUMNI
21. Suhadi, S.Pd ALUMNI
22. Syarif Ahmadi, S.Pd ALUMNI
23. Afrizal 1801021003 PBA
24. Agung Ferizki 1602030015 AHS
25. Ahmad Mulyanto 1801011099 PAI
26. Almas Laitani 1601010006 PAI
27. Ana Berliana 1702030004 AS
28. Aprilita Widiyanti 1701070070 TBI
29. Bustomi 1501070032 TBI
30. Devi Anis Jumila 1702010036 HTNI
31. Dian Muhika Rahmi 1701010205 PAI
32. Dwita Ratna Sari 1601010240 PAI
33. Edi Purnomo 1603060003 KPI
34. Fahmy Ali 1801011046 PAI
35. Halimah Sa‟diyah 1701060016 TPB
36. Halimatus Sa‟diyah 1601010130 PAI
37. Hernawati 1801022003 PBA
38. Imam Nur Kholis 1501010179 PAI
39. Imroatun Chanifah 1701020005 PBA
40. Indah Kurnia Wati 1601030037 PIAUD
41. Indah Surya Ningrum 1701010040 PAI
42. Irma Wijayanti 1701070024 TBI
43. Lilatus Sakdiyah 1701070027 TBI
44. Lia Nur Safitri 1701020030 PBA
45. Luluk Muzayamah 1701070070 TBI
46. M. Danu Ali Misbahi 1703010020 BSA
47. M. Hidayatun Naim 1701040119 TPM
48. M. Munif Jazuli 1702010031 HTNI
49. Miftahul Fauzizh 1802030018 AS
50. Muhajirin 1701010229 PAI
51. Muhammad Andi Saputra 1501010276 PAI
52. Muhammad Naufal 1701050026 PGMI
53. Muhammad Syamsudin 1501010203 PAI
54. Nuri Safitri 1502090087 HESy
55. Nurul Hasanah 1701020036 PBA
56. Pita Rosaina 1601010181 PAI
57. Puri Wasilatul Hmaidah 1701010239 PAI 58. Rahma Mustika Hanaffi 1701050031 PGMI 59. Ria Mustika Agustika 1801011120 PAI
60. Ria Anwar Sanusi 1602100057 PBS
61. Risa Azizatul Muannah 1701030031 PIAUD
62. Rofiqotul Azizah 1804101084 PBS
63. Sahda Widya Kirana 1501010214 PAI
64. Septi Apriiliani 1701020056 PBA
65. Silvania 1703060075 KPI
66. Siti Mubayyanah 1603060028 KPI
67. Siti Nur Hayati 1501010218 PAI
68. Siti Umayyah 1601010201 PAI
69. Sofa iklamawati 1602030068 AS
70 Tanzili 1502090045 HESy
71. Tri Nurbaiti 1701010253 PBS
72. Trisa Ayu Ferianti 1602100250 PAI
73. Yuli Fitria 1802032021 AS
74. Yuliana Lestari 1603060015 KPI
75. Yuni Artika 1701010089 PAI
2. Deskripsi Data Hasil Penelitian
a. Data Kemampuan Membaca Al Qur’an pada program BBTQ IAIN Metro
Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh data berupa kemampuan membaca Al Qur‟an siswa lulusan MA dan pondok pesantren pada program BBTQ IAIN Metro. Data tersebut diperoleh dari hasil tes yang telah diberikan kepada mahasiswa PAI semester satu lulusaan MA yang berjumlah 180 mahasiswa dengan jumlaah lulusan 120 mahasiswa lulusan MA dan 60 mahasiswa lulusan pondok pesantren.
Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti meggunakan alat ukur berupa tes kemampuan membaca. Tes yang diberikan kepada mahasiswa berupa tes lisan, mahasiswa membaca ayat Al Qur‟an yang telah disiapkan oleh peneliti sesuai indikator. Adapun penelitian yang telah peneliti lakukan pada 28 July – 15 September di program BBTQ IAIN Metro, maka diperoleh data kemampuan membaca Al Qur‟an sebagai berikut :
Tabel 4.7
Nilai Kemampuan Membaca Al Qur‟an mahasiswa lulusan MA pada program BBTQ IAIN Metro
No Nama Nilai
1 Nanik Suprihatin 81
2 Fikri Ahmad Nazi 80
3 Fella Triyaningsih 90
4 Nur Azizah 86
5 Septiana Arum Dewi 85
6 Haqi Muhammad 86
7 Muzayin 84
8 Annisa Ayu Ningtyas 94
9 Miftakhul Fauziyah 82
10 Lela Tri Setiawati 78
11 Ahmad Yudi Guntoro 79
12 Rindi Purnamasari 80
13 Nadia Oktasari 82
14 Ayu Nabila Azzahra 77
15 Istiqomah 78
16 Muhammad Fauzan Luthfi 80
17 Muhammad Nur Amin 75
18 Agung Kurniawan 80
19 Muhammad Iqbal Baihaqi Romadhon 82
20 Yessi Setia Anggraini 83
21 Na'imatul Fajriyah 75
22 Nurul Ikhsanti 85
23 Vini Ayu Sugesti 87
24 Almas Laitani 88
25 Yuniati 85
26 Shinta Wulan Tika 91
27 Anifa Yunita Sari 86
28 Bigas Yunandha 86
29 Carissa Joya Eka Putri 88
30 Dina Intan Afifah 86
31 Findi Ariani 87
32 Nana Fitriana 95
33 Sonia Effendi 84
34 Vika Anggraeni 91
35 Dwi Cici Cahyani 88
36 Linda Sari 83
Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan deskriptif hasil penelitian kemampuan membaca al qur‟an menggunakan tes lisan dengan empat kategori nilai kemampuan dalam membaca al qur‟an diketahui bahwa untuk mahasiswa lulusan MA 75% dalam kategori sangat baik (istimewa), 25% dalam kategori baik.
Tabel 4.8
Nilai Kemampuan Membaca Al Qur‟an mahasiswa lulusan Pondok Pesantren pada program BBTQ IAIN Metro
No Nama Nilai
1 Aulia Eka Wardhayanti 94
2 Nurul Hasanah 91
3 Wiwin Lusiani 85
4 Syamsun Kawakibu Fuqoha 86
5 Riska Dwi Cahyani 83
6 Catur Rahayu 85
7 Nurul Afifah 89
8 Mega Ayu Leniawati 84
9 Ikhwa Nurul Huda 87
10 Shinta Wulantika 88
11 Mega Ainun Afiyah 82
12 Arda Ulul Azmi 83
13 Mariana Ulfa 88
14 Siti Zulaikha 87
15 Luzatur Rohani 95
16 Annisa Dwi Putri 88
17 Ali Setiawan 81
18 Nila Hasanatul Fikriyah 93
Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan deskriptif hasil penelitian kemampuan membaca al qur‟an menggunakan tes lisan dengan empat kategori nilai kemampuan dalam membaca al qur‟an diketahui bahwa untuk mahasiswa lulusan pondok pesantren 90% dalam kategori sangat baik (istimewa), 10% dalam kategori baik.
B. Pembahasan
1. Studi komparasi kemampuan membaca Al Qur’an mahasiswa lulusan MA dan Pondok Pesantren pada program BBTQ IAIN Metro
Bimbingan Baca Tulis Al Qur‟an (BBTQ) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dan dikoordinir oleh Unit Pembinaan Ke- Islaman (UPI) IAIN Metro. Program ini dilaksanakan di semester I dan II setiap hari sabtu, dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa IAIN Metro yang berada di semester tersebut.
Untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca Al Qur‟an antara mahasiswa lulusan MA dengan mahasiswa lulusan pondok pesantren pada program BBTQ IAIN Metro, dengan hipotesis pertama yang diajukan adalah bahwa “ada perbedaan kemampuan membaca Al- Qur‟an antara mahasiswa lulusan MA dan pondok pesantren pada program BBTQ IAIN Metro”. Pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik Uji Perbedaan / Uji-t (separaed varian) SPSS dengan dasar pengambilan Keputusan sebagai berikut:
a) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka artinya Ho ditolak dan Ha diterima, atau terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca Al-Qur‟an antara mahasiswa lulusan MA dengan mahasiswa lulusan pondok pesantren.
b) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka artinya Ho diterima dan Ha ditolak, atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara
kemampuan membaca Al-Qur‟an antara mahasiswa lulusan MA dengan mahasiswa lulusan pondok pesantren.
Selanjutnya hasil pengujian hipotesis ini terangkum pada tabel berikut:
Tabel 4.9
Output 1 Ringkasan Proses Pengolahan Data
Group Statistics
Lulusan Jumlah Rata-Rata Standar Deviasi Kesalahan Standar Rata- Rata
Kemampuan Membaca Al quran
MA 36 80,0556 6,07075 1,01179
PP 18 87,1667 4,07647 ,96083
Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan deskriptif hasil penelitian kemampuan membaca Al Qur‟an menggnakan software SPSS.
Berdasarkan output di atas diketahui bahwa terdapat dua kelas dengan kategori lulusan MA dan lulusan Pondok Pesantren. Jumlah sampel lulusan MA 36 mahasiswa sedangkan lulusan pondok pesantren 18 mahasiswa. Dengan nilai rata-rata lulusan MA 80,05 dan nilai rata-rata lulusan pondok pesantren 87,16. Sekilas terlihat nilai rata-rata lulusan pondok pesantren lebih tinggi dari nilai rata-rata lulusan MA, untuk menguji apakah perbedaan tersebut signifikasi atau tidak dapat dilihat pada table Uji sampel Independen.
Tabel 4.10
Output 2 Independent Sample Test
Independent Samples Test Uji
Homogenitas untuk persamaan
varian
Uji t untuk persaamaan rata rata
F Sig. T Df Sig.
(2- taile
d)
Rata- Rata Perbe daan
Perbeda an stndaar kesaala
han
95% Interval kepercayaan dari
perbedaan Lower Upper
Kema mpuan Memb aca Al quran
Varian yang sama diasumsika an
2,328 ,133 -4,480 52 ,000 - 7,1111 1
1,58740
- 10,2964 7
- 3,9257 5
Varian yang sama tidak diasumsik an
-5,096 47,3 35 ,000
- 7,1111 1
1,39532 -9,91761 - 4,3046 1
Berdasarkan hasil pengujian Uji sampel Independen pada kolom Uji homogenitas untuk persamaan varian diperoleh nilai sig = 0,133 > 0,05 jadi nilai kemampuan membaca Al Qur‟an lulusan MA dan lulusan pondok pesantren memiliki varian angka yang sama. Dengan demikian untuk menguji perbedaan dua rata-rata yang dilihat adalah pada bagian varian yang sama diasumsikan. untuk menguji kesamaan dua rata-rata dapat dilihat pada kolom uji t untuk persamaan rata-rata, pada kolom uji t untuk persamaan rata-rata diperoleh nilai t hitung -4,480 > t tabel 1,674
dengan sig. 0.000 < 0,05 sehingga Ha diterima. Maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat diartikan bahwa “Ada perbedaan kemampuan membaca Al Qur‟an antara mahasiswa lulusan pondok pesantren dan mahasiswa lulusan pondok pesantren pada program BBTQ IAIN Metro”
Pencapaian hasil belajar yang baik, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri, yaitu meliputi minat, intelegensi, kesehatan, motivasi, dan cara belajar.
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri, yaitu meliputi keluaarga, sekolah, masyarakat.
Faktor internal dan faktor eksternal ini sangat berpengaruh kemampuan membaca Al Qur‟an. Karena semuanya berkaitan untuk mendapatkan hasil yang baik maka semua komponen tersebut harus saling berkaitan dan saling kerja sama. Jadi, dapat disimpulkan bahwasannya mahasiswa yang lulusan pondok pesantren lebih unggul dari pada yang lulusan MA karena faktor lingkungan, mahasisiwa yang di pondok pesantren ada belajar tambahan ketika malam hari, sedangkan mahasiswa yang tinggal di rumah (non pondok pesantren) hanya belajar ketika sekolah dan ada tugas dari guru. Akan tetapi mahasiswa yang lulusan MA bisa bersaing dengan mahasiswa yang lulusan pondok pesantren jika mereka saama-sama bersungguh-sungguh dalam belajar, baik ketika di sekolah maupun di rumah. Kemudian faktor yang mempengaruhi yaitu
karena bersungguh-sungguhnya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, selalu giat belajar, dan untuk maju, adanya motivasi dari keluarga untuk selalu belajar, adanya kecerdasan yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut karena kecerdasan itu berbeda-beda.