• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebagai donatur, kami memiliki tanggung jawab untuk menjadi arsitek bagi perubahan dalam kehidupan anak-anak. Melalui setiap kontribusi, kita meletakkan pondasi bagi impian mereka untuk melambung tinggi. Bersama-sama, mari kita terus memupuk potensi mereka dan membentuk dunia dimana masa depan setiap anak dipenuhi dengan harapan dan peluang.

Johan Buntoro

Donor Individu UNICEF Indonesia

38 Indonesia

Laporan Tahunan 2023

Saya merasa senang dapat menolong anak- anak Indonesia yang bahkan tidak bisa

saya jangkau sendirian. Saya senang ketika mendapat pemberitahuan dari UNICEF dan melihat foto anak-anak yang dilampirkan. Ternyata, betapa berartinya apa yang saya lakukan ini.

Sebagai manusia kita tidak luput dari stres dan merasa down, tapi ketika kabar perkembangan anak dari UNICEF datang, entah bagaimana membuat saya kuat kembali. Saya merasa hidup saya masih berarti.

Terima kasih kepada staf

UNICEF Indonesia dan semua yang terlibat baik yang di kantor dan di lapangan. Semangat adik-adik semua, Tuhan memberkati kalian semua.

Hanna Tanujaya,

Pendekar Anak since 2008

Saya merasa senang dan bahagia menjadi bagian dari UNICEF dalam membantu

anak-anak yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang ada di daerah terpencil dan sulit untuk di jangkau oleh kami Pendekar Anak. Semangat terus UNICEF dan jangan lelah dalam berbagi.

Jackie,

Pendekar Anak since 2009

Sungguh suatu kesempatan yang saya syukuri karena bisa berbagi dengan lebih banyak orang yang membutuhkan.

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang punya potensi besar, maka sudah menjadi panggilan istimewa bagi saya untuk berpartisipasi dalam hidup mereka walaupun mungkin tidak banyak. Terima kasih UNICEF telah mengenalkan saya pada kesempatan ini.

Melisa Yolivia,

Pendekar Anak since 2022

Anak-anak Indonesia adalah generasi penerus kita di masa yang akan datang, maka dari itu, menurut saya sangatlah penting untuk kita mendukung kesejahteraan mereka. Donasi rutin sebagai Pendekar Anak menjadi salah satu upaya saya untuk membantu anak-anak Indonesia yang membutuhkan di pelosok Indonesia. Saya berharap dengan dukungan kita semua mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik.

Neny Kardiana,

Pendekar Anak since 2019 Saya rasa

menjadi Pendekar Anak, merupakan salah satu bentuk untuk

memenuhi tanggung jawab kita sebagai manusia yang dikenal sebagai makhluk sosial serta menjalankan kewajiban moral dalam menyokong generasi mendatang. Generasi mendatang merupakan penerus kita yang akan mempengaruhi arah masa depan. Penting bagi kita untuk memberikan mereka nilai-nilai yang positif agar memiliki kesempatan untuk berkembang dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Harry Nuryanto

Pendekar Anak since 2022

Pendekar Anak

Marto, 3, sedang diukur lingkar lengan atasnya dengan pita LiLA oleh ibunya.

© UNICEF/Alexandra

Indonesia 39 Laporan Tahunan 2023

Memberdayakan Figur

Publik Berpengaruh untuk menciptakan Dampak Sosial

Sebanyak 35 figur publik terkemuka, mulai dari selebriti dan pembuat konten hingga aktivis sosial dan pakar, dengan antusias turut bersuara untuk mendukung beragam inisiatif UNICEF sepanjang tahun.

Mereka mengamplifikasikan pesan-pesan UNICEF melalui platform mereka baik secara daring maupun langsung, dan berhasil menjangkau jutaan orang dengan berbagai informasi edukatif dan seruan aksi bersama. UNICEF memaksimalkan dampak dari upaya tersebut dengan menayangkan iklan layanan masyarakat yang

menampilkan para figur publik ini di media luar ruang, televisi nasional, dan stasiun radio. Semua ini dilakukan berkat kemitraan dengan perusahaan media yang bermurah hati mendukung kampanye komunikasi dan advokasi UNICEF sejak tahun 2020.

Selain dukungan pada acara-acara kunci seperti peringatan Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Nasional, para influencer juga mendukung isu-isu penting seperti keamanan anak di dunia maya, imunisasi susulan, dan menangkal misinformasi serta kabar bohong seputar vaksin.

Mereka mengadvokasikan pencegahan obesitas dan pentingnya gizi sehat pada Hari Obesitas Sedunia, mendorong pelaku usaha untuk mendukung ibu bekerja memberikan ASI eksklusif pada Pekan Menyusui Sedunia, dan menyuarakan pesan-pesan tentang kesehatan mental pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.

Secara keseluruhan, advokasi mereka berhasil menjangkau lebih dari 33 juta orang melalui platform mereka sendiri dan platform UNICEF.

Informasi terkini tentang dampak advokasi UNICEF yang melibatkan influencer tersedia pada nawala The Influencer yang dapat diakses di https://bit.ly/

UNICEFInfluencerNewsletter.

Aurelie Moeremans

Endah n Rhesa

Dr. Tan Shot Yen

Ferry Salim

Wahyu Trianingrum

Jessica Iskandar

40 Indonesia

Laporan Tahunan 2023

dalam acara bergengsi, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (Conference of the Parties/COP) 28 tentang perubahan iklim di Dubai dan menjadi ujung tombak dalam advokasi yang diinisiasi oleh anak muda.

Di tingkat daerah, UNICEF memfasilitasi partisipasi lebih dari 26.000 remaja (termasuk hampir 14.000 remaja perempuan) dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk di forum musyawarah desa. Dalam upaya menjaga akuntabilitas dan memastikan kebutuhan mereka diutamakan, UNICEF melakukan uji coba Sistem Informasi Pemantauan untuk mencatat perspektif anak muda dalam pengambilan keputusan di tingkat masyarakat.

UNICEF juga bekerja dengan Forum Anak, organisasi yang berbasis anak, untuk melaksanakan kampanye keamanan di ranah daring bertajuk #JagaBareng di 10 provinsi, dan menghimpun pandangan dari lebih 2.000 anak melalui jajak pendapat U-Report tentang hak-hak remaja perempuan.

Sorotan tahunan yang menampilkan kegiatan keterlibatan anak muda oleh UNICEF tersedia pada tautan berikut: https://bit.ly/infoureport.

Mengangkat Suara dan Sudut Pandang Remaja dan Pemuda

Mengamplifikasikan suara para remaja dan pemuda, dan menciptakan peluang agar mereka dapat terlibat dan berpartisipasi secara bermakna dalam pengambilan keputusan sangat penting bagi komitmen UNICEF Indonesia untuk memenuhi hak-hak anak.

UNICEF mengumpulkan gagasan dari anak muda di seluruh Indonesia melalui U-Report, sebuah platform digital global yang diikuti oleh lebih dari 1 juta

“U-Reporters” (berusia 15-24 tahun) di Indonesia. Pada tahun 2023, survei yang dilakukan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat pandangan dari lebih 40.000 pelajar yang menceritakan pengalamannya tentang kekerasan dan perundungan di sekolah. Hasil survei ini telah memberikan masukan dalam penyusunan Rencana Peraturan Menteri untuk mengatasi kekerasan di sekolah.

Mitra Muda, jejaring remaja yang didukung oleh UNICEF dan dibentuk pada 2021, memberdayakan anggotanya untuk berkontribusi dalam program-program UNICEF dan melakukan advokasi untuk isu-isu anak muda.

Pada 2023, Mitra Muda turut berperan dalam Tinjauan Strategis Tengah Tahun Program UNICEF serta beragam program lain yang didukung UNICEF. Mereka juga terlibat

Anggota Mitra Muda berbincang dengan perwakilan pemerintah daerah pada sesi pelatihan advokasi anak muda di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

© UNICEF/Ijazah

Peserta pada rapat perencanaan yang dipimpin Mitra Muda dengan UNICEF di Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

© UNICEF/Al Asad

Indonesia 41 Laporan Tahunan 2023

Pada 2021, sebuah studi tahap awal (baseline) telah mengkaji dampak COVID-19 terhadap anak- anak melalui program Kembali ke Sekolah dengan Aman UNICEF.

Pada 2022, sebuah studi tahap

Sebuah kajian tentang program gizi ibu di Indonesia yang mengidentifikasi hambatan untuk efektivitas pelaksanaan pelayanan antenatal dan gizi untuk perempuan menstruasi

Modul ini disusun untuk mendukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mengatasi masalah kesehatan mental pada anak usia 10-17 tahun. Modul ini bertujuan membangun kapasitas staf Pusat Pembelajaran Keluarga

Kajian ini membahas peran penyandang disabilitas di sektor air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) dan hambatan yang mereka hadapi. Rekomendasi dari kajian ini digunakan untuk meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas yang menjadikan sektor WASH Indonesia lebih inklusif.

Laporan analitis pertama tentang anak-anak dengan disabilitas di Indonesia menyoroti tantangan yang dihadapi oleh populasi yang paling rentan ini.

Rekomendasi dari laporan

Laporan ini mengeksplorasi peluang dan hambatan yang dimiliki pemerintah daerah untuk memanfaatkan obligasi daerah sebagai sumber pembiayaan yang inovatif.

Catatan Taklimat: Kembali

Dalam dokumen Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2023 (Halaman 37-41)

Dokumen terkait