• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEK-EFEK YANG DITERBITKAN MARKETABLE SECURITIES ISSUED

Dalam dokumen PT BANK CIMB NIAGA Tbk (Halaman 150-156)

Informasi mengenai tingkat suku bunga dan jatuh tempo

diungkapkan pada Catatan 54 dan 56. Information in respect to interest rate and maturity is disclosed in Notes 54 and 56.

2019 2018 2017

Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds I of Bank CIMB

Tahap II Tahun 2013 dengan Tingkat Niaga Phase II Year 2013 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1c) Interest Rate (see Note 1c)

Seri C - - 850,000 Series C

-

- 850,000

Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds II of Bank CIMB

Tahap I Tahun 2016 dengan Tingkat Niaga Phase I Year 2016 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1c) Interest Rate (see Note 1c)

Seri B - 386,000 386,000 Series B

Seri C 182,000 182,000 182,000 Series C

182,000

568,000 568,000

Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds II of Bank CIMB

Tahap II Tahun 2017 dengan Tingkat Niaga Phase II Year 2017 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1c) Interest Rate (see Note 1c)

Seri A - - 802,000 Series A

Seri B 376,000 376,000 376,000 Series B

Seri C 822,000 822,000 822,000 Series C

1,198,000

1,198,000 2,000,000

Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds II of Bank CIMB

Tahap III Tahun 2017 dengan Tingkat Niaga Phase III Year 2017 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1c) Interest Rate (see Note 1c)

Seri A - - 500,000 Series A

Seri B 657,000 657,000 657,000 Series B

Seri C 843,000 843,000 843,000 Series C

1,500,000

1,500,000 2,000,000

Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds II of Bank CIMB

Tahap IV Tahun 2018 dengan Tingkat Niaga Phase IV Year 2018 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1c) Interest Rate (see Note 1c)

Seri A - 766,000 - Series A

Seri B 137,000 137,000 - Series B

Seri C 118,000 118,000 - Series C

255,000

1,021,000 -

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga The Continuous Sukuk Mudharabah I

Tahap I Tahun 2018 (lihat Catatan 1c) of Bank CIMB Niaga Phase I Year 2018 (see Note 1c)

Seri A - 441,000 - Series A

Seri B 559,000 559,000 - Series B

559,000

1,000,000 -

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga The Continuous Sukuk Mudharabah I

Tahap II Tahun 2019 (lihat Catatan 1c) of Bank CIMB Niaga Phase II Year 2019 (see Note 1c)

Seri A 635,000 - - Series A

Seri B 936,000 - - Series B

Seri C 429,000 - - Series C

2,000,000

- -

Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga The Continuous Bonds III of Bank CIMB

Tahap I Tahun 2019 dengan Tingkat Niaga Phase I Year 2019 with Fixed

Suku Bunga Tetap (lihat Catatan 1c) Interest Rate (see Note 1c)

Seri A 276,000 - - Series A

Seri B 1,066,000 - - Series B

Seri C 481,000 - - Series C

1,823,000

- -

Jumlah 7,517,000 5,287,000 5,418,000 Total

Dikurangi : Less:

Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi (13,888) (17,243) (14,387) Unamortised bond issuance costs

Jumlah - bersih 7,503,112 5,269,757 5,403,613 Total - net

29. EFEK-EFEK YANG DITERBITKAN (lanjutan) 29. MARKETABLE SECURITIES ISSUED (continued)

Transaksi lindung nilai Hedge transactions

Pada tanggal 24 Juni 2014, Bank CIMB Niaga melakukan lindung nilai atas nilai wajar pada sebagian Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012 Seri B sebesar Rp 1.400.000 dengan kontrak swap tingkat suku bunga, dengan nilai nosional sebesar Rp 250.000 (lihat Catatan 11).

On 24 June 2014, Bank CIMB Niaga performed fair value hedged of a proportion of Continuous Bonds I Phase I Year 2012 Series B of Rp 1,400,000 using interest rate swap contracts with notional amount of Rp 250,000 (refer to Note 11).

Selama tahun 2017, Bank CIMB Niaga telah melakukan evaluasi terhadap lindung nilai tersebut dengan menggunakan metode regresi dan hasilnya sangat efektif.

Tidak terdapat transaksi lindung nilai per 31 Desember 2019 dan 2018. Keuntungan bersih dari transaksi lindung nilai pada tanggal 31 Desember 2017 adalah masing- masing sebesar Rp 26.

During 2017, Bank CIMB Niaga has performed the hedging evaluation of bond fair value by using regression method and the result is highly effective.

There was no hedging transaction as of 31 December 2019 and 2018. The net gains from hedging transactions as at 31 December 2017 are Rp 26, respectively.

30. PINJAMAN YANG DITERIMA 30. BORROWINGS

Informasi mengenai tingkat suku bunga dan saat jatuh tempo diungkapkan pada Catatan 54 dan 56.

Information in respect to interest rates and maturities is disclosed in Notes 54 and 56.

2019 2018 2017

Rupiah Rupiah

Bank lain 1,288,224 370,877 2,551,854 Other banks

1,288,224

370,877 2,551,854

Dolar Amerika Serikat United States Dollar

Bank lain 1,358,789 1,825,039 3,257,869 Other Banks

1,358,789

1,825,039 3,257,869 2,647,013

2,195,916 5,809,723

30. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 30. BORROWINGS (continued)

Mata uang Rupiah Pihak ketiga Rupiah currency Third parties Pinjaman lainnya sebagian besar merupakan pinjaman

yang diterima Entitas Anak dalam menjalankan bisnisnya.

Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada berbagai tahun antara 2020 - 2022. Tingkat suku bunga per tahun untuk fasilitas tersebut untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 berkisar antara 6,30% - 9,50% (2018: 8,50% - 9,50;

2017: 7,15% - 11,00%).

Other borrowings mostly represent borrowings received by Subsidiary to finance their business. The borrowing will be mature in the years between 2020 - 2022. The annual interest rates for the year period ended 31 December 2019 ranged between 6.30% - 9.50% (2018: 8.50% - 9.50%;

2017: 7.15% - 11.00%).

Seluruh pinjaman di atas digunakan untuk pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat, baik dalam kondisi baru atau bekas dan pembiayaan sewa guna usaha.

All the borrowings above are used for finance of two wheelers and four wheelers, either new or used and for finance lease business.

2019 2018 2017

Rupiah - Pihak ketiga Rupiah - Third parties

PT BPD Jabar dan Banten 350,000 - - PT BPD Jabar dan Banten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 319,978 19,957 275,718 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk 306,099 195,411 528,118 PT Bank Pan Indonesia Tbk

PT Bank BCA Syariah 128,989 21,349 43,461 PT Bank BCA Syariah

PT Bank OCBC NISP Tbk 79,885 - 103,517 PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank HSBC Indonesia 79,885 - - PT Bank HSBC Indonesia PT Bank DKI Syariah 23,388 34,160 - PT Bank DKI Syariah Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah - 100,000 - Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah PT BPD Aceh Syariah - - 500,000 PT BPD Aceh Syariah PT Bank Permata Tbk - - 460,000 PT Bank Permata Tbk PT Bank Central Asia Tbk - - 281,386 PT Bank Central Asia Tbk PT BPD Jatim Syariah - - 200,000 PT BPD Jatim Syariah PT Bank Jabar Banten Syariah - - 125,000 PT Bank Jabar Banten Syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk - - 34,654 PT Bank Danamon Indonesia Tbk

1,288,224

370,877 2,551,854

Dolar Amerika Serikat United States Dollar

Pihak berelasi Related parties

CIMB Bank Berhad - 191,722 542,947 CIMB Bank Berhad -

191,722 542,947

Pihak ketiga Third parties

Standard Chartered Bank 652,478 - 474,862 Standard Chartered Bank

Bank of America 555,300 143,799 - Bank of America

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 111,060 - - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wells Fargo Bank NA, New York 8,588 598,076 1,188,356 Wells Fargo Bank NA, New York Bank of New York, NY 31,363 587,727 574,485 Bank of New York, NY

Citibank New York - 303,715 477,219 Citibank New York

1,358,789

1,633,317 2,714,922 1,358,789

1,825,039 3,257,869 2,647,013

2,195,916 5,809,723

Bank Mandiri (Persero) Tbk

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, entitas anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nominal sebesar Rp 24.560 (2018: Rp 299.266; 2017: Rp 1.605.873).

Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 24 September 2022.

Bank Mandiri (Persero) Tbk

During the year period ended 31 December 2019, subsidiary has paid the principle to Bank Mandiri (Persero) Tbk amounting to Rp 24,560 (2018:

Rp 299,266; 2017: Rp 1,605,873). This borrowing will be matured on 24 September 2022.

30. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 30. BORROWINGS (continued)

Mata uang Rupiah Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah currency Third parties (continued) Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali;

- Selama pinjaman yang diterima berlangsung, Entitas Anak harus memberitahukan secara tertulis kepada Bank Mandiri atas:

• Perubahan anggaran dasar Entitas Anak termasuk di dalamnya pemegang saham mayoritas (lebih dari 50% jumlan kepemilikan saham), pengurus perusahaan, permodalan dan nilai saham;

• Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka mendukung kegiatan usaha Entitas Anak yang normal dan transaksi wajar;

• Mengikatkan diri sebagi penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan untuk pihak lain, kecuali dalam rangka pendanaan untuk mendukung kegiatan usaha Entitas Anak;

• Melunasi hutang Entitas Anak kepada pemilik/

pemegang saham mayoritas; dan

• Melakukan peleburan usaha/akuisisi.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times; and - During the borrowings outstanding, the Subsidiary

must notify Bank Mandiri in written for:

Amendment to the articles of association of the Subsidiary including majority shareholders (more than 50% of the total share ownership), management, capital and share value;

Obtaining credit facilities or loan from other parties except in the context of supporting the business activities of normal business and fair transaction of the Subsidiary;

Binding themselves as a guarantor of debt or pledging assets for other parties, except in the context of funding to support the business activities of the Subsidiary;

Paying off the loan of the Subsidiary to the owner/majority shareholders; and

Conducting merger/acquisition Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

Bank Pan Indonesia Tbk

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, entitas anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk dengan nominal sebesar Rp 239.293 (2018: Rp 333.333; 2017: Rp 868.056).

Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 22 Desember 2022.

Bank Pan Indonesia Tbk

During the year period ended 31 December 2019, subsidiary has paid the principle to PT Bank Pan Indonesia Tbk amounting to Rp 239,293 (2018: Rp 333,333; 2017: Rp 868,056). This borrowing will be matured on 22 December 2022.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga rasio hutang terhadap ekuitas sebesar 8:1;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 90 hari maksimal sebanyak 3% dari total piutang pembiayaan; dan - Bank CIMB Niaga sebagai Entitas Induk wajib

menjaga kepemilikannya di Entitas Anak baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 50% dari total modal disetor Entitas Anak.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the debt to equity ratio of 8:1;

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days of more than 90 days by maximum of 3% from total financing receivable; and - Bank CIMB Niaga as Parent Entity must keep their

ownership in the Subsidiary either directly or indirectly of 50% ownership from total paid in capital of the Subsidiary.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

30. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 30. BORROWINGS (continued)

Mata uang Rupiah Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah currency Third parties (continued) Bank BCA Syariah

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, entitas anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada Bank BCA Syariah dengan nominal sebesar Rp 42.186 (2018: Rp 22.964; 2017: Rp 17.924). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2022.

Bank BCA Syariah

During the year period ended 31 December 2019, subsidiary has paid the principle to Bank BCA Syariah amounting to Rp 42,186 (2018: Rp 22,964; 2017:

Rp 17,924). This borrowing will be matured on 26 August 2022.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali; dan - Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang

memiliki tunggakan lebih dari 30 hari maksimal sebanyak 5% dari total piutang pembiayaan.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times; and - Maintain the non performaning financing receivable

which has outstanding days of more than 30 days by maximum of 5% from total financing receivable.

Bank OCBC NISP

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, entitas anak belum melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada Bank OCBC NISP (2018: Rp 103.517). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 6 Januari 2020.

Bank OCBC NISP

During the year period ended 31 December 2019, subsidiary has not paid any of the principle to Bank OCBC NISP (2018: Rp 103,517). This borrowing will be matured on 6 January 2020.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 8 kali;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah yang memiliki tunggakan lebih dari 60 hari maksimal sebanyak 3% dari total piutang pembiayaan atau sesuai ketentuan otoritas;

- Menjaga saldo current account saving account (CASA) minimal sebesar Rp 5.000; dan

- Bank CIMB Niaga sebagai entitas induk wajib menjaga kepemilikannya di entitas anak minimum sebesar 51%.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 8 times;

- Maintain the non performing financing receivable which has outstanding days off more than 60 days by a maximum of 3% from total financing receivable or as required by the authority;

- Maintain minimum balance of current account saving account (CASA) of Rp 5,000; and

Bank CIMB Niaga as parent entity must keep their ownership in the subsidiary with minimum of 51%.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

Bank HSBC Indonesia

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, entitas anak belum melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada Bank HSBC Indonesia. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 2 Januari 2020.

Bank HSBC Indonesia

During the year period ended 31 December 2019, subsidiary has not paid any of the principle to Bank HSBC Indonesia. This borrowing will be matured on 2 January 2020.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Menjaga gearing ratio maksimal sebesar 10 kali;

- Menjaga jumlah piutang pembiayaan bermasalah maksimal sebanyak 5% dari total piutang pembiayaan atau sesuai ketentuan otoritas;

- Menjaga total piutang pembiayaan terhadap total aset minimal sebesar 50%; dan

Piutang pembiayaan yang dijadikan jaminan kepada Bank DKI Syariah maksimal memiliki hari tunggakan sebanyak 20 hari.

This loan requires the Subsidiary including:

- Maintain the gearing ratio maximum of 10 times;

- Maintain the non performing financing receivable maximum of 5% from total financing receivable or as required by the authority;

- Maintain total financing receivable to total asset minimum of 50%; and

Financing receivable which pledged as collateral to Bank DKI Syariah has outstanding days of at the maximum 20 days.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

30. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 30. BORROWINGS (continued)

Mata uang Rupiah Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah currency Third parties (continued) Bank DKI Syariah

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, entitas anak telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada Bank DKI Syariah dengan nominal sebesar Rp 23.807 (2018: Rp 764). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 November 2020.

Bank DKI Syariah

During the year period ended 31 December 2019, subsidiary has paid the principle to Bank DKI Syariah amounting to Rp 23,807 (2018: Rp 764). This borrowing will be matured on 19 November 2020.

Pinjaman ini mensyaratkan Entitas Anak diantaranya untuk:

- Bank CIMB Niaga sebagai entitas induk wajib menjaga kepemilikannya di entitas anak minimum sebesar 51%.

- Piutang pembiayaan yang dijadikan jaminan kepada Bank HSBC Indonesia maksimal memiliki hari tunggakan sebanyak 30 hari.

This loan requires the Subsidiary including:

- Bank CIMB Niaga as parent entity must keep their ownership in the subsidiary with minimum of 51%.

- Financing receivable which pledged as collateral to Bank HSBC Indonesia has outstanding days of at the maximum 30 days.

Entitas Anak telah memenuhi pembatasan-pembatasan

yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima. The Subsidiary has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

Mata uang Asing Pihak berelasi Foreign currency Rekated parties

CIMB Bank Berhad CIMB Bank Berhad

Pinjaman yang diterima Bank CIMB Niaga dari CIMB Bank Berhad mempunyai plafon sebesar USD 200 juta. Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo pinjaman adalah nihil (2018: USD 13.33 juta; 2017: USD 40 Juta). Pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2019. Tingkat suku bunga per tahun untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah 3,34% (2018: 3,34%; 2017:

2,25%).

Borrowing obtained by Bank CIMB Niaga from CIMB Bank Berhad has plafond of USD 200 million. As at 31 December 2019, the borrowing balance amounted to Nil (2018: USD13,33 million; 2017: USD 40 million). This borrowing matured on 29 March 2019. The annual interest rate for the year ended 31 December 2019 was 3.34%

(2018: 3.34%; 2017: 2.25%).

Pinjaman ini adalah untuk diberikan kepada nasabah yang membutuhkan pembiayaan proyek. Pinjaman ini mensyaratkan Bank CIMB Niaga untuk tidak menjual aset yang bernilai material. Bank CIMB Niaga telah memenuhi pembatasan-pembatasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima.

The borrowings are to be provided to borrowers who need project financing. The borrowing requires Bank CIMB Niaga not to sell or dispose the asset which material. Bank CIMB Niaga has fulfilled the debt covenants requirement outlined in borrowing agreements.

Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2019, Bank CIMB Niaga telah melakukan pembayaran pokok pinjaman kepada CIMB Bank Berhad dengan nominal sebesar Rp 191.722 (2018: Rp 383.467; 2017: Rp 355.209).

During the year period ended 31 December 2019, Bank CIMB Niaga has paid the principle to CIMB Bank Berhad amounting to Rp 191,722 (2018: Rp 383,467; 2017:

Rp 355,209).

Dalam dokumen PT BANK CIMB NIAGA Tbk (Halaman 150-156)