BAB IV PEMBAHASAN
B. Efektivitas Pelayanan Publik Dinas Perumahan Permukiman dan
54
B. Efektivitas Pelayanan Publik Dinas Perumahan, Permukiman dan
55
dimaksudkan bahwa masyarakat mengerti akan setiap tahapan yang mereka penuhi untuk mendapatkan pelayanan yang diinginkan. Prosedur pelayanan yang diharuskan sederhana dan tidak berbelit-belit.
Untuk memberikan pelayanan yang efektif serta kejelasan prosedur pelayanan, maka Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba merupakan makenisme pelayanan mulai dari prosedur atau alur eksternal pelayanan sampai siklus proses pelayanan Di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba tempat pemebrian Izin mendirikan bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung.
Proses atau alur eksternal pelayanan dimulai dari pemohon membawa surat pengantar dari kecematan setelah mendapat keterangan dari desa sebagai tempat domisili, kemudian dilanjutakan ke Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan untuk diproses oleh tim teknis dan selanjutnya tim teknis yang terkait menerima permohonan jasa yang telah memenuhi syarat teknis dan memproses berkas pemohon pada saat itu juga, kemudian kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan mendatangani dokumen tersebut dan selajutnya diserahkan kepada pemohon.
Salah satu hal yang menjadi serotan oleh para penerima layanan pada umumnya adalah prosedur pelayanan yang melalui proses yang panjang. Untuk mengetahui bagaimana prosedur pelayanan Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa pegawai dan masyarakat yang sedang mengurus pemberian Izin Mendirikan Bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung di kantor ini.
56
Seorang informan yang selaku sekretaris di Dinas Permumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba mengatakan bahwa:
“Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, prosedurnya pelayanan sudah sesuai dengan mekanisme pelayanan yang ada dan sesuai dengan SOP yang berlaku di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba.” (Wawancara, AM, tanggal 24 juni 2019).
Pendapat yang sama dari selaku subag program dan pelaporan mengatakan bahwa:
“Prosedur pelayanan yang ada Di Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba sudah sesuai dengan mekanisme yang ada.
Karena kami sesuaikan dengan SOP dan peraturan perundang-undangan kabupaten bulukumba, dimana prosedur pelayanan dibuat sesuai kententuan pemerintah.” (Wawancara, AH, tanggal 25 juni 2019).
Berdasarakan hasil wawancara dari beberapa penuturan informan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prosedur pelayanan yang di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba sudah jelas, sesuai dengan mekanisme pelayanan yang ditentukan oleh para pergawai di kantor tersebut.
Pelayanan yang cenderung dicitrakan sebagai pelayanan yang berbelit-belit, serta tidak ada kepastian waktu dan biaya pelayanan yang dibutuhkan. Untuk mengetahui apakah prosedur pelayanan di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba berbelit-belit berikut peneturan informan sebagai pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Prosedur pelayanannya cukup berbelit-belit, karena saya harus kesana kemari untuk memenuhi kelengkapan berkas yang sedang saya urus.” (Wawancara, K, senin, tanggal 24 juni 2019).
Pendapat berbeda dari pengguna jasa mengatakan:
57
“Menurut saya prosedur pelayananya tidak berbelit-belit dan mudah, jadi saya rasa tidak begitu sulit untuk mengurus berkas saya.” (Wawancara, MS, tanggal 27 juni 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa penuturan informan diatas, maka dapat disimpulkan prosedur pelayanannya belum sepunuhnya efektif, karena masih ada masyarakat yang mengeluh tentang prosedur pelayanannya yang masih bebelit- belit.
Prosedur pelayanan pada umumnya membutuhkan kelengkapan persyaratan administrasi agar data yang diberikan kepada penyedia pelayanan bersifat akurat dan akuntabel. Untuk mengetahui tentang persyaratan administrasi dalam pelayanan pemberian Izin Mendirikan Bangunan di kantor ini, maka peneliti menanyakan kepada beberapa informan tentang hal tersebut.
Pendapat menurut selaku pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Persyaratannya cukup jelas dan mudah saja, menurut saya tidak begitu memberatkan dalam pengurusan berkas yang di urus.” (Wawancara, SI, tanggal 9 juli 2019).
Pendapat yang sama dari pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Menurut saya persyaratan dalam mengurus di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, begitu memberatkan karena seperti yang saya ketahui memang seperti itulah prosedurnya. Jadi saya hanya mengikuti prosedur tersebut.” (Wawancara, AF, tanggal 1 juli 2019).
Pendapat berbeda dari pengguna jasa bahwa:
“Persyaratan administrasi untuk memproleh pelayanan disini sudah cukup jelas tetapi persyaratan administrasinya cukup banyak jadi terkadang kami repot untuk mengurus persyaratannya.’ (Wawancara, AN, tanggal 15 Juli 2019).
58
Berdasarkan hasil wawancara dari penuturan beberapa informan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prosedur pelayanan di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, secara umum sudah efektif dan berjalan sesuai dengan prosedur pelayanan yang ada. Persyaratan administrasi yang diinformasikan dengan jelas kepada masyarakat pengguna layanan dalam prosedur pelayanan dilakukan berdasarkan tata urutan dan hanya melibatkan personal yang ditetapkan.
Tetapi tidak menutuk kemungkinan masih ada keluhan dari beberapa masyarakaat tentang prosedur pelayanan yang berbelit-belit. Hal ini terbukti adanya keluhan tentang persyaratan administrasi yang banyak.
2. Waktu Penyelesaian
Untuk menciptakan pelayanan yang efektif dapat dilihat dari kepastian waktu pelayanan dalam penyelesaian pengurusan pemberian izin mendirikan bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung. Pegawai memeriksa kelengkapan persyaratan berkas permohonan.
Salah satu hal yang menjadi serotan oleh para penerima layanan pada umumnya adalah waktu penyelesaian. Berkenaan dengan waktu pelayanan dalam penyelesaian pemberian izin mendirikan bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan gedung di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba berikut penuturan dari selaku sekretaris bahwa :
“Dalam memberikan pelayanan kami usahakan cepat, tepat dalam memuaskan bagi masyarakat dalam penyelelesaiannya, karena kami memiliki komitmen pelayanan “apabila kami tidak tepat waktu, kami siap mengantar ke alamat anda keselahan yang kami lakukan, kami siap memperbaiki dan mengganti dokumen anda”, tetapi terlepas dari itu, tergantun dari situasi maupun kondisi.
59
Kami akan menyelesaikan dengan ketepatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan (Wawancara, AM, tanggal 24 juni 2019).
Menurut pengguna jas mengatakan bahwa:
“Berdasarkan pengalaman saya, dalam pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan, saya rasa waktunya sesuai dengan pengurusan apa saya urus, waktu penyelesaiannya saya rasa tidak lama. Jadi saya pikir sudat tepat dan cepat”. (Wawancara, K, tanggal 24 juni 2019).
Pendapat tidak senada di sampaikan oleh pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Pelayanan yang saya terima, kecepatan dan ketepatan waktu pelayanan kurang tepat, menurut saya cukup lama”. (Wawancara, MS, tanggal 27 juni 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dari penuturan beberapa informan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan dan ketepatan waktu pelayanan sudah cukup baik, cepat dan tepat, karena kantor ini memeiliki komitmen pelayanan yang cukup wajib dijalankan sehingga menciptakan pelayanan yang efektif, meskipun ada masyarakat yang mengeluh tentang kecepatan dan ketepatan pelayanan yang masih dikatakan lama.
Untuk menciptakan pelayanan efektif dan tidak berbelit-belit, maka dibutuhkan keterbukaan informasi tentang standar waktu penyelesaian pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan agar masyarakat yang mengurus pemberian Izin Mendirikan Bangunan dapat mengetahui waktu penyelesaian pemberian Izin Mendirikan Bangunan yang sedang diurus. Berikut penuturan beberapa informan tentang kepastian waktu penyelesaian pelayanan telah diinformasikan oleh pegawai.
Penuturan dari seksi pendataan, perencanaan dan evaluasi prasarana umum dan pemerintahan mengatakan bahwa:
60
“Waktu penyelesaian pelayanan kami informasikan dengan jelas kepada masyarakat, tetapi kadang molor karena ketidaklengkapan persyaratan yang dibutuhkan, tetapi juga biasa pegawai yang bersangkutan keluar kota kalau persyaratannya kurang dan pengawai yang bersangkutan, ya…. Kami tidak dapat memproses langsung, harus menunggu sampai lengkap. Nah, akibatnya pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung harus melengkapi persyaratan yang ada. Tetapi pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung yang persyaratan sudah lengkap kami bisa langsung proses dan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.” (Wawancara, AYO, tanggal 1 juli 2019).
Tanggapan menurut pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Waktu penyelesaian pelayanan diinformasikan dengan jelas, tetapi waktu saya mengurus pemberian izin mendirikan bangunan waktunya cukup lama dan tidak sesuai dengan yang diinformasikan. (Wawancara, AF, tanggal 1 juli 2019).
Pendapat yang berbeda dari pengguna jasa mengatakan:
“Mengenai kepastian waktu penyelesain pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan saya pikir informan yang saya terima cukup jelas”.
(Wawancara, SI, tanggal 9 juli 2019).
Hal senada yang di sampaikan oleh pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Pelayanan tentang ketepatan waktunya sudah tepat dan jelas, informasinya juga sudah jelas. Jadi saya pikir pelayanan waktunya sudah baik.”
(Wawancara, AN 15 juli 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan waktu penyelesaian pelayanan dapat disimpulkan bahwa sudah efektif karena terdapatnya usaha dari penyedia pelayanan yang mengusahakan penyelesaian pekerjaan dengan lebih cepat dan memuaskan masyarakat. Meski ada beberapa masyarakat mengatankan cukup lama atau tidak tepat waktu. Tetapi pegawai sebagai penyedia layanan sudah berusaha menginformasikan dengan jelas tentang standar waktu penyelesaian pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan.
61 3. Biaya Pelayanan
Biaya pelayanan adalah tarif pelayanan termasuk rincinnya yang ditetapkan dalam proses pemberian pelayanan atau segala biaya sebagai imbalan jasa yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesaui ketentuan yang berlaku. Terkait dengan masalah biaya dalam pelayanan di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, berikut penuturan menurut Sekretaris mengatakan bahwa:
“Kami memberikan biaya pelayanan sesuai dengan peraturan yang ada di kantor ini, dan kami tidak diperbolehkan meminta biaya tambahan, selain itu kami juga larang penerima jasa memberi tip kepada pegawai. Kami juga menyediakan loket untuk membayar administrasinya sehingga tidak ada pungli.” (Wawancara, AM, tanggal 24 juni 2019).
Pendapat menurut pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Yang saya rasakan, biaya pelayanan disini tidak begitu memberatkan karena saya hanya bayar yang sudah di tentukan oleh pihak disini.” (Wawancara, AN, tanggal 15 juli 2019).
Pendapat yang sama juga yang dikemukakan oleh pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Kalau mengenai biaya yang dikenakan, saya rasa tidak begitu memberatkan karena sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku jadi saya hanya mengikuti.” (Wawancara, K, tanggal 24 juni 2019).
Pendapat senada dengan pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Menurut saya, biaya pelayanan disini sudah baik karena sudah sesuai dengan rician yang saya bayar di administrasi.” (Wawancara, MS, tanggal 27 juni 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa penuturan informan diatas menunjukkan bahwa biaya pelayanan yang diberikan oleh Dinas Perumahan,
62
Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba yang dirasakan masyarakat sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Selain itu, masyarakat merasa tidak terbebani oleh biaya pelayanan. Sehingga penulis dapat menarik kesimpulan bahwa biaya dalam pelayanan pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan di kantor ini sudah efektif dan efisien.
Dalam hal penyedian pelayanan, terkadang kita temukan adanya pengutan liar (pungli) atau biaya diluar ketentuan yang harus di bayar oleh masyarakat, sehingga menimbulkan adanya praktek korupsi. Untuk mengetahui apakah di dinas perumahana, permukiman dan pertanahan kabupaten bulukumba terjadi hal tersebut.
Berikut hasil wawancara yang di lakukan oleh penelitian dengan beberapa informan.
Pernyataan dari selaku Subag Keuanganyaitu:
“Kalau masalah biaya tambahan kami tidak di perbolehkan meminta biaya diluar administrasi. Selain itu, yang mengurus juga dilarang memberikan tip kepada petugas pelayanan.” (Wawancara, IS, tanggal 3 juli 2019).
Pendapat dari pengguna jasa mengatakan bahwa :
“Kami tidak pernah diminta biaya tambahan diluar biaya administrasi. Karena kami diperintahkan untuk membayar biaya pengurusan langsung ke loket yang ada di dalam kantor.” (Wawancara, SI, tanggal 9 juli 2019).
Pendapat yang sama dari pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Menurut pengalaman saya tidak pernah diminta biaya diluar biaya administrasi, lagi pula untuk membayar biaya pelayanan sudah tersedia di loket yang mempermudah dalam pembayaran.” (Wawancara, AF, tanggal 1 juli 2019).
Berdasrkan hasil wawancara dari beberapa informan dapat disimpulkan bahwa di Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba tentang biaya pelayanan dalam pengurusan pemberian Izin Mendirikan Bangunan
63
sudah cukup terjangkau bagi masyarakat dan merasakan puas terhadap pelayanan diterima. Selain itu tidak ditemukan adanya pengutan liar (pungli) yang dapat merusak citra birokrat sebagai penyedia layanan kepada masyarakat.
4. Sarana dan Prasarana
Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan didalam pelayanan public, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana.
Sarana dan prasarana adalah merupakan seperangakat alat yang digunakan dalam suatu proses kegiatan baik alat tersebut adalah merupakan peralatan pembantu maupun peralatan umum, yang keduanya berfungsi untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.
Salah satu hal yang dapat menciptakan pelayanan yang efektif adalah mengenai sarana dan prasarana yang ada di sebuah organisasi, menyangkut pada pemberian pelayanan kepada masyarakat. Karena sebagai penyedia pelayanan, harus selalu memperhatikan sarana dan prasarana untuk suatu kegiatan pelayana kepada masyarakat pengguna jasa. Karena ketersedian sarana dan prasaranan yang baik, akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan.
Untuk mengetahui bagaimana kondisi dan ketersedian sarana dan prasarana yang membantu efektivitas pelayanan public di dinas perumahan, permukiman dan pertanahan kabupaten bulukumba, penulis melakukan pengamatan langsung di
64
lapangan dan melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat dan pegawai di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba.
Ditinjau dari kondisi kantor ini, penulis melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat yang sedang ada keperluan di kantor ini. Berikut penuturan beberapa narasumber.
Pendapat dari pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Menurut saya kondisi ruang pelayanan di kantor ini sudah cukup baik, selain kondisi ruangan yang bersih, tempat ini juga terasa nyaman, dan terkesan aman.” (Wawancara, SI, tanggal 9 juli 2019).
Pendapat yang sama dari pengguna jasa yang mengatakan adalah :
“Ya, kondisi ruangan di sini sudah nyaman dan aman. Ada ruang tunggu, ada tv, berac, bahkan disediakan air mineral gelas yang dapat dinikmati secara gratis. Kalau pas menunggu kita nyaman dan tidak cepat bosan.” (Wawancara, K, tanggal 24 juni 2019).
Berikut wawancara dari beberapa informan tentang keadaan fasilitas pendukung di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, yaitu:
Menurut pengguna jasa mengatakan bahwa :
“Tentang fasilitas yang ada di kantor ini suadah baik dan lengkap, ada TV, AC, Mushollah, tempat parkir juga cukup luas.” (Wawancara, MS, tanggal 27 juni 2019).
Pendapat yang sama dari pengguna jasa mengatakan bahwa:
“Fasilitas lengkap, ruang tunggunya nyaman. Ada TV, AC, terdapat pula mushallah dan tempat parkirnya luas.” (Wawancara, AF, tanggal 1 juli 2019).
Hal senada yang dikatakan oleh pengguna jasa yaitu:
65
“Kalau tentang fasilitas di kantor ini sudah lengkap karena sudah ada ruang tunggu., TV, AC, dan tempatnya parkiran yang sudah lengkap.” (Wawancara, AN, tanggal 15 juli 2019).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dari beberapa informan pengguna jasa dapat disimpulkan bahwa kondisi ruang kantor ini sudah baik dan lengkap. Kondisi kantor ini bersih, nyaman dan memberikan kesan yang aman. Sedangkan ketersedian fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, TV, AC, tempat ibadah dan tempat parkir sudah ada dan memedai.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikas (tik) sangat berperan dalam mendukung program pelayanan pada masyarakat yang lebih luas dan transparan.
Melalui pengembangan ini, kami harapkan masyarakat kabupatan bulukumba dapat memproleh informasi yang cepat dan tepat serta transparan mengenai pelayanan pemberian Izin Mendirikan Bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung harus.
Penyediaan berbagai informasi tentang syarat dan mekanisme di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba. Selain itu, menyediakan data mengenai masyarakat atau badan usaha dan perusahaan yang mengurus pemberian Izin Mendirikan Bangunan dan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung harus. Diharapakan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba dapat memberikan yang terbaik buat peningkatan potensi dan informasi data pada masyarakat luas. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Di Dinas Perumahan,
66
Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, berikut penuturan sekertaris, mengatakan bahwa :
“Kita selalu ngikuti perkembangan teknologi setiap tahun, kita selalu meng- update peralatan yang kita punya, seperti computer yang kita gunakan memberikan pelayanan, semua kegiatan sudah menggunakan computer, sehinggah dalam memberikan pelayanan juga cepat. Ini sangat bagus karena apa yang kita butuhkan juga dapat diperoleh dengan cepat, tidak perlu repot- repot cari di lemari file.” (Wawancara, AM, tanggal 11 juli 2019).
Salah satu upaya untuk memeberikan pelayanan yang efektif yaitu proses pelayanan melalui system komputerisasi dan system data base agar menjamin keakuratan data dan kecepatan pelayanan, transaksi tercatat secara otomatis dalam data base dan dalam bentuk print out, dan data tersimpan secara baik dan dapat dicari dengan mudah.
Berdasarkan informasi dari narasumber tersebut, penulis menyimpulkan bahwa peranan sarana dan prasaranan dalam hal ini teknologi komunikasi dan komputerisasi telah memberikan sumbangsih dalam membantu upaya untuk mengefektifkan pelayanan di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba.
5. Kompetensi Pegawai
Kompetensi pegawai yaitu kemapuan untuk mengenal kebutuhan masyarakat, menyusun agenda dan proritas pelayanan, serta membangankan program-program sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mayarakat. Konsep kompetensi merupakan pertanggung jawaban dari sisi yang menerima pelayanan atau masyarkat. Seberapa jauh mereka meliahat administrator negara atau birokrasi public bersikap tanggap
67
yang tinggi terhadap apa yang menjadi permasalahan, kebutuhan, keluhan dan aspirasi mereka.
Kompetensi juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyediakan apa yang menjadi tuntutan seluruh rakyat di suatu negara. Dalam hal ini kempotensi merupakan cara efisiensi dalam menagani atau mengatur urusan baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah atau local dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena baik pemerintah pusat maupun daerah dikatakan petensi terhadap kebutuhan masyarakat apabila kebutuhan masyarakat tadi di identifikasi oleh para pembuat kebijakan dengan menggunakan pengetahuan yang dimiliki, secara tepat dan cepat memjawab apa yang menjadi kepentingan public.
Dengan demikian birokrasi public dapat dikatakan bertanggujawab jika mereka dinilai mempunyai kompetensi atau daya tanggap yang tinggi terhadap apa yang menjadi permasalahan, kebutuhan, keluahan dan aspirasi masyarakat.
Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba adalah salah satu organisasi pelayanan publik yang selalu berusaha memberikan palayanan terbaik berupa pelayanan prima agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Untuk itu dituntut Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba sesalu tanggap terhadap kebutuhan masyarakat serta terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat.
Konsep kompetensi mengarah pada pertanggungjawaban organisasi public dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Petensi pegawai yang diharapkan pengguna pelayanan dari Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanhan Kabupatem
68
Bulukumba adalah daya tanggap pegawai Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba dalam melayani dan memenuhi kebutuhan masayarakat dengan cepat dan tanpa prosedur yang berbelit-belit serta tepat waktu sehingga menciptakan pelayanan yang efektif.
Sikap kompetensi pegawai di Dinas Perumahan, Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba dapat dilihat dari informan yang selaku Sekretaris Dinas Permuhan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba mengatakan bahwa:
“Kita adalah Lembaga pelayanan publik yang selalu berusaha untuk memberikan pelayana terbaik, sehingga diharapakan pelayanan yang kami berikan cepat dan tepat sesuai dengan harapan masyarakat.” (Wawancara, AM, tanggal 24 juni 2019).
Pendapat menurut pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Menurut saya pegawai di sini cukup tanggap dengan kebutuhan masyarakat dalam memberikan pelayanan.” (Wawancara, K, tanggal 24 juni 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa penuturan informan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pegawai Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba sudah cukup tanggap terhadapap kebutuhan masyarakat dalam memberikan pelayanan hal ini dapat menciptakan keefektifan pelayanan.
Untuk memberikan pelayan yang baik dan berkesan di mata masyaraka, para administrator dituntut untuk bertindak sopan dan ramah ketika memberikan pelayanan kepada msyarakat. Dalam memberikan pelayanan, administrator yang berinteraksi langsung dengan masyarakat harus dapat memberikan sentuhan pribadi yang menyenangkan. Sentuhan pribadi yang menyenangkan tersebut tercermin
69
melalui penampilan, bahasa tubuh dan tutur bahasa yang sopan, ramah, lincah dan gesit.
Untuk mengetahui bagaimana kesopanan dan keramahan para administrator dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, penulis mewawancarai beberapa orang masyarakat yang sedang mendapatkan pelayanan di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba. Berikut penuturan para informasi:
Pendapat menurut pengguna jasa yang mengatakan bahwa:
“Kalau berbicara mengenai kesopanan dan keramahan pegawai dalam memberikan pelayanan, mereka sudah cukup ramah dan sopan ketika berhadapan dengan masyarakat.” (Wawancara, MS, tanggal 27 juni 2019).
Hal senada yang dikatakan oleh pengguna jasa bahwa:
“Secara umum semua pegawai berhadapan langsung dengan masyarakat disini sudah cukup ramah dan sopan. Saya pikir masalah pelayanan memang dibutuhkan pegawai yang ramah dan murah senyum.” (Wawancara, AN, tanggal 15 juli 2019).
Pendapat menurut selaku subag umum dan kepegawaian mengatakan bahwa:
“Untuk memberikan pelayanan yang baik, kami sebagai pegawai yang melayani masyarakat diharapkan dapat memberikan kesan yang baik dengan bersikap ramah dan bertutur kata yang sopan dan mudah dipahami oleh masyarakat sebagai penerima layanan.” (Wawancara, NA, tanggal 3 juli 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa penuturan informan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa aspek kesopanan dan keramahan para administrator pada saat memebrikan pelayanan kepada masyarakat di kantor ini tersebut sudah cukup baik.