BAB II TINJAUAN PUSTAKA
10. Efesiensi Biaya
Kuswandi, (2005:25) mendefinisikan bahwa “Biaya/beban adalah semua pengeluaran unstuk mendapatkan barang atau jasa dari pihak ketiga, baik yang berkaitan dengan usaha pokok perusahaan maupun tidak”.
Selanjutnya dalam Ensiklopedi bahasa Indonesia, biaya didefinisikan sebagai biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
Menurut Mulyadi (2009:8) “Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, atau yang kemungkinan akan
terjadi untuk tujuan tertentu”. Dari definisi biaya tersebut ada 4 unsur pokok yaitu:
1) Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, 2) Diukur dalam satuan uang,
3) Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, 4) Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.
Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi atau sumber daya berupa barang dan jasa yang diukur dalam satuan uang dengan tujuan untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.
Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit.
Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang.
Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.
b. Klasifikasi biaya
Dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam cara.
Umumnya penggolongan biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut.
Menurut Mulyadi (2009:13-16) dalam akuntansi biaya, biaya dapat digolongkan menjadi 5 golongan yaitu :
1) Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran
Dalam penggolongan ini nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar.
a) Biaya bahan baku
Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan baku yang dipakai dalam pengolahan produk
b) Biaya tenaga kerja
Biaya yang dikeluarkan karena penggunan tenaga kerja yang jasanya dapat diperhitungkan langsung dalam pembuatan produk.
c) Biaya overhead pabrik
Biaya yang keluarkan selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja yang digunakan.
2) Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi & umum. Oleh karena itu biaya dalam perusahaan manufaktur dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu:
a) Biaya produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap unntuk di jual.
b) Biaya pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melakukan kegiatan pemasaran produk
c) Biaya administrasi dan umum
Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.
3) Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai a) Biaya langsung
Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.
b) Biaya tidak langsung
Biaya yang terjadi tidak hanya karena ada sesuatu yang dibiayai
4) Penggolongan biaya menurut perilakunnya dalam hubungannya dengan perubahan volume aktivitas
a) Biaya variabel
Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
b) Biaya semivariabel
Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel.
c) Biaya semifixed
Biaya yanng tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yaang konstan pada volume produksi tertentu.
d) Biaya tetap
Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volumme kegiatan tertentu.
5) Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya a) Pengeluaran modal
Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akunntasi . pengeluaran ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai kos aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi, diamortisasi, atau dideplesi.
b) Pengeluaran pendapatan
Biaya yang hanya mempunyai manffat dalam periode akuntnsi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.
c. Efisiensi
Kata efisiensi atau efisien sering kita dengarkan. Pengertian umum efisiensi adalah menekan biaya serendah mungkin untuk meningkatkan keuntungan. Secara luas pengertian efisiensi adalah perbandingan terbaik antara masukan dan hasil, antara keuntungan dan sumber-sumber yang dipergunakan, serta hasil maksimal yang dicapai dengan menggunakan sumber yang terbatas.(Merbun, 2010:101).
Penekana biaya sering dijadikan alasan untuk melakukan efisiensi.
Tidak sedikit perusahaan memangkas fasilitas yang diberikan kepada pekerja, atau menunda kenaikan gaji pekerja dengan alasan yang sama.
Munurut Umar, (2000:73) efisiensi adalah suatu kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, yakni menyangkut konsep “input-output”.
Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan (wordpress.com, 2009).
Pengertian efisiensi menurut Mulyamah (1987:3) yaitu “efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yanng direalisasikan atau perkataan lain penggunaan yang sebenarnya (wordpress.com, 2009)
Masih dalam worpress.com efisiensi didefinisikan oleh Hasibuan (1984:233-4) yang mengutip pernyataan Emerson sebagai berikut.
1) Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan.
2) Efisiensi dalam pengertian sesungguhnya bukanlah pemangkasan biaya.
Peningkatan efisiensi biaya menyangkut perhitungan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus dengan memperhitungkan tingkat kemanfaatan bagi pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, praktik efisiensi bukan merupakan program pemangkasan secara sembarangan atau membabi-buta, melainkan
program yang ditujukan pada jenis biaya-biaya tertentu yang pemanfaatannya memiliki nilai minus bagi akumulasi pendapatan perusahaan.
3) Tidak semua pengeluaran adalah biaya, sedangkan semua biaya adalah pengeluaran. Strategi efisiensi biaya tidak menghendaki semua bentuk pengeluaran dan bentuk biaya dipangkas secara tidak terprogram. Program ini harus disusun secara jelas untuk dipedomani, dimana tingkat atau sasaran efisiensi yang ingin dicapai perusahaan.