PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manajemen rantai pasokan adalah integrasi aktivitas pengadaan bahan dan jasa, konversi menjadi produk setengah jadi dan produk jadi, dan pengiriman ke pelanggan (Heizer dan Render, 2008). Manajemen rantai pasokan adalah pendekatan lintas fungsi untuk mengelola pergerakan bahan mentah ke dalam suatu organisasi dan pergerakan produk jadi dari organisasi ke konsumen akhir (I Nyoman Pujawan, 2005).
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep dan Pengertian Supply Chain Management
Manajemen rantai pasokan harus mempertimbangkan bahwa seluruh aktivitas mulai dari pemasok, produsen, gudang, distributor, pengecer hingga pengecer berdampak pada biaya produksi produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Manajemen rantai pasokan adalah tentang integrasi efektif pemasok, produsen, gudang, distributor, pengecer dan dealer, yang mencakup seluruh aktivitas perusahaan, dari tingkat strategis hingga tingkat taktis operasional.
Komponen Supply Chain Management
Tujuan dari manajemen rantai pasok adalah agar total biaya seluruh bagian mulai dari pengangkutan dan pendistribusian persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan produk jadi menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat menurunkan biaya.
Aktivitas/Fungsi Supply Chain Management
Strategi Supply Chain Management
Kinerja pemasok yang buruk merupakan salah satu risiko yang dihadapi pembeli, sehingga pembeli harus mengetahui rahasia pemasok yang melakukan bisnis di luar bisnis pertamanya. Oleh karena itu, keanggotaannya dalam hubungan jangka panjang diharapkan dapat bertindak sebagai mitra yang mentransfer keahlian teknis dan kualitas produksi yang stabil kepada perusahaan manufaktur.
Proses Supply Chain Management
Menurut Indrajit dan Djokopranoto (2003) dalam rantai pasok terdapat beberapa pemain kunci yaitu perusahaan yang mempunyai kepentingan terhadap aliran barang, pemain kunci tersebut adalah. Dalam rantai pasok terdapat beberapa pemain kunci yaitu perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama (Willem Siahaya, 2012) yaitu.
Tujuan Supply Chain Management
Perusahaan dalam rantai pasok pada hakikatnya ingin memuaskan konsumen dengan bekerja sama menghasilkan produk yang murah, dikirimkan tepat waktu dan berkualitas baik (Rahmasari, 2011). Untuk menciptakan rantai pasokan yang efisien sebagai tujuan utama, SCM bertanggung jawab untuk mengurangi total biaya rantai pasokan.
Efesiensi Biaya
Sedangkan yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya peluang dan penyusutan barang modal. Misalnya bahan bakar, maka segala pengeluaran yang berkaitan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar. a) Biaya bahan baku. Biaya-biaya yang timbul karena penggunaan tenaga kerja, yang jasa-jasanya dapat diperhitungkan secara langsung dalam pembuatan suatu produk.
Dalam suatu perusahaan manufaktur terdapat tiga fungsi utama yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi & umum. Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang siap dijual. Secara garis besar efisiensi adalah perbandingan terbaik antara masukan dan hasil, antara keuntungan dengan sumber daya yang digunakan serta hasil maksimal yang dicapai dengan menggunakan sumber daya yang terbatas (Merbun, 2010:101).
Menurut Umar, efisiensi adalah kemampuan melakukan pekerjaan dengan benar, yang melibatkan konsep “input-output”. Pengertian efisiensi menurut Mulymah (1987:3) adalah “efisiensi adalah suatu ukuran perbandingan penggunaan input yang direncanakan dengan penggunaan yang direalisasikan atau dengan kata lain penggunaan aktual (wordpress.com, 2009).
Penelitian Terdahulu
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif mengikuti jaringan rantai pasok pangan (FSCN) dan analisis kesesuaian atribut. Hasil dari penelitian ini adalah dalam aktivitas rantai pasok, pelaku rantai masih belum merasakan secara langsung peran pendukung anggota rantai. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini antara lain ketidakpastian waktu penerimaan pasokan bahan baku sehingga mempengaruhi distribusi produksi.
Hasil dari penelitian ini adalah perusahaan yang menggunakan konsep supply chain management dapat menghemat biaya pembelian bahan baku dengan melakukan pengadaan bibit DOC (Day Old Chicken) untuk grand parent stock dan pembelian pakan senilai Rp. X harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hal tersebut agar unit bisnis dapat meningkatkan efisiensi dan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan. Analisis PHA menunjukkan kriteria yang menjadi prioritas utama dalam pemilihan pemasok bahan baku RTS di PT.
Terdapat tiga saluran distribusi dalam rantai pasok, yaitu: saluran distribusi langsung ke agen, saluran distribusi ke pedagang besar yang menjual produk di pasar tradisional, dan saluran distribusi langsung ke masyarakat sekitar. Penerapan manajemen rantai pasok dengan metode Activity Based Costing pada penelitian ini digunakan untuk memantau aliran barang dari hulu ke hilir sehingga dapat diketahui perhitungan yang digunakan untuk menghitung optimasi margin keuntungan dengan menggunakan metode ABC.
Kerangka Pikir
- METODE PENELITIAN
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Hutama Tirta Makassar menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan yang kurang baik bagi pelanggan. Hutama Tirta Makassar yang secara umum fungsional dapat disimpulkan bahwa strategi rantai pasok sudah sesuai. Hutama Tirta Makassar merupakan produk yang masuk dalam kategori make-to-stock (MTS) atau tidak, sehingga perlu mengetahui supply chain titik putus PT.
Hutama Tirta Makassar sebaiknya fokus pada efisiensi fisik di bagian hulu sebelum decoupling point MTS (lokasi, pembelian, pengembangan produk, produksi) dan fokus lebih responsif di bagian hilir setelah decoupling point MTS (persediaan, pengiriman, informasi). Hutama Tirta Makassar juga tidak pernah melakukan evaluasi kinerja pemasok sehingga tidak dapat menilai kemajuan atau penurunan pemasoknya. Hutama Tirta Makassar sendiri tidak pernah berupaya meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi permintaan berlebih (safety inventory).
Hutama Tirta Makassar pada bagian informasi meningkatkan kemampuan informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Hutama Tirta Makassar perlu menerapkan strategi efisiensi pada departemen lokasi, departemen pembelian, departemen pengembangan produk dan departemen manufaktur.
Metode Penganalisaan Data
GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Job Decription
Hutama Tirta Makassar nampaknya menuntut daya tanggap, kualitas, inovasi dan variasi yang tinggi, serta tidak menuntut dari segi harga produk. Hutama Tirta Makassar juga memiliki sisi inovatif, sehingga strategi yang digunakan tidak harus murni efisiensi, namun juga harus strategi responsif. Hutama Tirta Makassar sudah lama menjadi pelanggan sehingga situasi nyaman ini membuat perusahaan enggan berpindah pemasok.
Hutama Tirta Makassar jarang mengembangkan produk baru dan tidak mempunyai banyak waktu untuk kegiatan ini. Hutama Tirta Makassar juga tidak mengembangkan produk yang terlalu berbeda dengan produk eksisting sehingga komponen lama masih bisa digunakan. Hutama Tirta Makassar tidak pernah melibatkan pemasok dan tidak pernah melakukan riset pasar saat merancang produk baru.
Hutama Tirta Makassar juga tidak menyediakan fasilitas khusus untuk menampung informasi dari konsumen, baik mengenai kritik, saran, dan aspirasi. Hutama Tirta Makassar merupakan perpaduan antara strategi efisiensi dan tanggung jawab, karena berdasarkan karakteristik produk dan pasar terdapat perpaduan karakter fungsional dan inovatif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Strategi Efesiensi dan Responsif
Strategi rantai pasokan yang tepat untuk produk fungsional adalah strategi efisiensi, sedangkan untuk produk inovatif adalah strategi daya tanggap. Setelah mengetahui strategi rantai pasok yang tepat, tahap selanjutnya adalah menerapkan strategi tersebut pada penggerak utama rantai pasok. Untuk menentukan di mana strategi efisiensi dan daya tanggap harus diterapkan, diperlukan analisis titik impas.
Strategi Push and Pull
Oleh karena itu, rantai pasokan berbasis push cocok untuk diterapkan pada produk make-to-stock (MTS).
Decoupling Point
Pada gambar di atas, posisi MTS decoupling point berada pada bagian delivery, sehingga fokus utama pengelolaannya adalah efisiensi fisik di sebelah kiri sebelum MTS decoupling point (kegiatan yang dapat dilakukan berdasarkan prakiraan) dan responsive focus pada bagian delivery. tepat setelah titik putus MTS (kegiatan tidak dapat dilakukan berdasarkan prediksi). Aspek kunci dalam mengelola rantai pasokan yang beroperasi di lingkungan MTS adalah menentukan berapa banyak dan di mana persediaan produk jadi harus disimpan dan bagaimana mekanisme pengiriman produk jadi ke lokasi pemasaran.
Penerapan Strategi Efesiensi
Pertimbangannya, hingga saat ini fokus terhadap harga dan kualitas mulai memudar karena terlalu nyaman dengan pemasok lama, sehingga pemasok baru dengan kualifikasi lebih baik tersingkir. Pemasok merupakan salah satu komponen penting dalam rantai pasok, dimana baik buruknya kualitas produk yang dihasilkan bergantung pada bahan baku yang disediakan oleh pemasok. Jika kualitas persediaan buruk, maka kualitas produk yang dihasilkan juga tidak baik dan tidak menutup kemungkinan untuk diproduksi ulang yang juga akan berdampak pada peningkatan biaya.
Hal ini tentu membuat kegiatan dan biaya pengembangan produk menjadi sia-sia dan tidak efisien. Terbentuknya tim desain produk yang solid dan dinamis (memberikan jangka waktu tertentu untuk pengembangan produk, memberikan pelatihan atau kegiatan lain bagi tim desain produk terkait AMDK). Jika tidak melakukan riset pasar, ada kemungkinan produk yang dikeluarkan tidak sesuai dengan keinginan konsumen dan pada akhirnya hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena tidak terjual.
Untuk menciptakan efisiensi pada bagian produksi maka perlu dilakukan minimalisasi biaya yang dikeluarkan dengan mesin produksi yang berkualitas, berkapasitas besar dan sumber daya manusia yang memadai, sehingga dapat berproduksi dalam jumlah yang lebih banyak dan mempercepat waktu produksi, sehingga dapat terus meningkat. produksi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Jika penanggung jawab produksi tidak hadir, produksi akan terhenti total, membuang-buang waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja dan memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.
Penerapan Strategi Responsif
Aspek penting dalam mengelola rantai pasokan yang beroperasi di lingkungan MTS adalah menentukan berapa banyak dan di mana menyimpan inventaris produk jadi. Aspek terpenting dalam pengelolaan rantai pasokan yang beroperasi di lingkungan make-to-stock (MTS) adalah mekanisme pengiriman produk jadi ke lokasi pemasaran. Pertimbangannya adalah penggunaan teknologi ini dapat membantu menyederhanakan proses aktivitas rantai pasok dan merespon segala sesuatunya dengan cepat dan akurat.
Belanja bahan baku dari tahun 2012 terus mengalami peningkatan besaran belanjanya, dimana dari tahun 2013 mengalami peningkatan dan pada tahun 2014 lalu pada tahun 2015 mengalami penurunan, kemudian pada tahun 2016 meningkat kembali sebesar Rp. HS = Harga bahan baku aktual KS = Jumlah bahan baku aktual KSt = Standar kuantitas bahan baku. Berdasarkan efisiensi bahan baku dan efisiensi tenaga kerja langsung, persentase laba kotor untuk tahun usaha dapat dihitung.
Untuk mengetahui pengaruh efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung terhadap rasio keuntungan menunjukkan bahwa perusahaan telah menghasilkan keuntungan yang maksimal dapat dilihat dari. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa strategi rantai pasok cocok untuk PT. Dan pengaruh efisiensi biaya bahan baku dan efisiensi biaya tenaga kerja langsung terhadap rasio keuntungan menunjukkan bahwa perusahaan telah mencapai laba yang maksimal, hal ini terlihat dari rasio RPM yang selalu berada pada skala “Sedang”.
Analisis kesesuaian pemasok bahan baku roti tawar khusus dengan kriteria yang ditentukan oleh studi kasus perusahaan PT.
Efesiensi Biaya PT. Hutama Tirta makassar