• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

B. KajianTeori

2. Era Modernisasi

Sebagian masyarakat telah mengidentikkan begitu saja istilah modernisasi dengan istilah westernisasi. Padahal terdapat perbedaan esensial antara pengertian modernisasi dengan westernisasi. Westernisasi adalah mengadaptasi gaya hidup Barat, meniru-niru, dan mengambil alih cara hidup Barat. Jadi, orang yang meniru-niru, mengambil alih tata cara hidup Barat, mengadaptasi gaya hidup orang Barat itulah yang lazim disebut westernisasi. Meniru gaya hidup berarti meniru secara berlebihan gaya pakaian orang Barat dengan cara mengikuti mode yang berubah-ubah cepat; meniru cara bicara dan adat sopan santun pergaulan orang Barat dan seringkali ditambah dengan sikap merendahkan bahasa nasional dan adat sopan santun pergaulan Indonesia; meniru pola-pola bergaul, pola-pola berpesta (merayakan ulang tahun), pola rekreasi, dan kebiasaan minum- minuman keras seperti orang Barat; dan sebagainya. Orang Indonesia yang berusaha mengadaptasikan suatu gaya kebarat-baratan seperti itulah yang disebut sebagai orang yang condong ke arah westernisasi. Orang Indonesia seperti itu belum tentu modern, dalam arti mentalitasnya modern.44

43 Ibid.

44 Maryam Jameela, Islam dan Modernisme (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), 39.

a. Kriteria Era Modernisasi

Pada taraf individual, menurut Alex Inkeles dan David H.

Smith ciri-ciri manusia modern sebagai berikut:45

(a) Siap menerima pengalaman baru dan terbuka untuk perubahan, inovasi dan pembaharuan

(b) Mampu membentuk pendapat tentang sejumlah masalah dan isu yang timbul

(c) Bersikap demokratis terhadap berbagai pendapat yang ada

(d) Berorientasi kepada masa sekarang dan masa depan, sehingga lebih berdisiplin dalam waktu

(e) Berorientasi pada perencanaan serta pengorganisasian sebagai suatu cara mengatur kehidupan

(f) Dapat menguasai lingkungan dan tidak sebaliknya dikuasai oleh lingkungannya

(g) Percaya bahwa segala sesuatu dapat diperhitungkan

(h) Mempunyai kesadaran terhadap orang-orang lain dan cenderung bersikap respek terhadap mereka

(i) Percaya pada ilmu dan teknologi

(j) Percaya pada keadilan distribusi atau keadilan yang didasarkan pada kontribusi dan partisipasi.

Walaupun ciri-ciri manusia modern di atas belum diterima secara universal, namun ciri-ciri tersebut dapat memberikan gambaran

45 Ahmad Mutohar & Nurul Anam, Manifesto, 15.

dan ukuran yang dapat dijadikan pegangan mengenai manusia modern.

Dengan demikian, siapapun dan dimanapun orang itu berada dan memiliki cirri-ciri tersebut berhak disebut orang modern.

b. Dampak Era Modernisasi

Usaha dan proses modernisasi akan selalu membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern (IPTEK) yang pada mulanya dikembangkan dan berasal dari dunia Barat. Secara faktual, banyak bangsa di berbagai belahan dunia yang telah membeli, mengadaptasi, dan mempergunakan teknologi Barat dalam usaha mempercepat modernisasi yang sedang dilakukannya, karena bangsa-bangsa ini belum dapat mencipta dan menghasilkan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti yang dicapai di Barat.46 Akan tetapi, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi Barat itu tidak selamanya berdampak positif, namun juga menimbulkan berbagai akibat negatif yang sebenarnya tidak dikehendaki dari adanya modernisasi tersebut.

1) Dampak Positif

Dampak positif dari modernisasi antara lain adalah:47

(a) Kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan

(b) Kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan-perubahan dalam segala bidang

46 Maryam Jameela, Islam dan Modernisme, 200.

47 Ibid, 47.

(c) Keinginan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan situasi di sekitarnya

(d) Adanya sikap hidup mandiri.

2) Dampak Negatif

Dampak negatif dari modernisasi adalah:48

(a) Bercampurnya kebudayaan-kebudayaan di dunia dalam satu kondisi dan saling mempengaruhi satu sama lain, baik yang baik maupun yang buruk

(b) Materialisme mendarah daging dalam tubuh masyarakat modern

(c) Merosotnya moral dan tumbuhnya berbagai bentuk kejahatan (d) Meningkatanya rasa individualistis dan merasa tidak

membutuhkan orang lain

(e) Adanya kebebasan seksual dan meningkatnya eksploitasi terhadap wanita.

48 Ibid.

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini menggunakan penelitian Kualitatif Deskriptif, karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan tentang “Relevansi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember di Era Modernisasi”. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian misalnya tindakan, perilaku, persepsi dan sebagainya secara holistik dan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.49

Sedangkan yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang meneliti suatu kelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.50

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember. Alasan penulis memilih obyek ini dikarenakan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember adalah salah satu pesantren dalam

49 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008), 6.

50 Moh. Nazir, Metode Penelitian (Jakarta : Ghalia Indonesia, 1999), 51.

kategori pondok pesantren yang masih berkembang, karena jalur pendidikannya terdiri dari dua jalur yaitu jalur klasikal (sistem madrasah) danjalur non klasikal (system pesantren). Kemudian, Pondok Pesantren An- Nuriyah Rambipuji Jember merupakan salah satu pesantren yang kurikulumnya sangat komprehensif dalam ilmu agama. Dan yang terakhir karena Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember merupakan salah satu pondok pesantren yang menggunakan metode penggabungan antara metode tradisional dan modern yang dapat dilihat dari media pembelajaran yang digunakan sudah mengikuti kecanggihan teknologi seperti penggunaan notebook, viewer projector, dan lain sebagainya.

C. Subyek Penelitian

Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber data. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang ingin diperoleh, siapa yang hendak dijadikan informan atau subyek penelitian, bagaimana data akan dicari dan dijaring sehingga validitasnya dapat dijamin.51

Dalam penelitian ini, yang dijadikan subyek penelitian atau informan adalah :

1. Pengasuh (Kiai) 2. Pengurus 3. Ustadz

4. Kepala Sekolah 5. Guru

51Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 47.

6. Wali murid/santri 7. Murid/santri

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data.52

Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini dilakukan sebagai berikut :

1. Pengamatan (Observasi)

Metode ini dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena yang akan diteliti. Dimana dilakukan pengamatan atau pemusatan perhatian terhadap obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap.53 Mengumpulkan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diteliti54 untuk memperoleh data dan informasi mengenai sistem pendidikan. Dalam penelitian ini peneliti mengamati secara langsung kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember yakni meliputi santri, ustadz dan ustadzah serta masyarakat sekitar lingkungan pondok pesantren.

52 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung : Alfabeta, 2013), 308.

53 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 128.

54 Sugiono, Metode Penelitian, 204.

2. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

Percakapan itu dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.55

Wawancara digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang. Dalam wawancara tersebut bias dilakukan secara individu maupun dalam bentuk kelompok, sehingga peneliti mendapatkan data informasi yang otentik. Dalam wawancara ada interview bebas dan interview terpimpin.56

Penelitian ini menggunakan metode interview bebas sehingga selama penelitian berlangsung, dapat menjamin kebebasan menanyakan apa saja yang dianggap perlu kemudian dengan membatasi hal-hal yang sesuai dengan tujuan pengumpulan data. Alat-alat yang akan dibawa selama proses wawancara ialah alat-alat tulis dan sebagai pendukungnya akan menggunakan tape recorder dan kamera digital yang fungsinya menjaga keotentikan data. Wawancara ini ditujukan kepada santri, pengurus (ustadz atau ustadzah), pengasuh, dan masyarakat sekitar pondok pesantren.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah cara pengambilan data menggunakan barang- barang tertulis, misalnya catatan, transkip, buku-buku, surat kabar,

55 Moleong, Penelitian, 135.

56 Arikunto, Pendekatan Praktik, 156.

majalah, prasasti, notulen rapat dan agenda yang berhubungan dengan masalah penelitian.57

E. Analisis Data

Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.58 Dalam hal ini akan digunakan metode analisa deskriptif yaitu bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari gejala tertentu59 dan merupakan tahapan penting dalam penyelesaian suatu penelitian ilmiah.60

Langkah-langkah analisis data ada tiga, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.61 Maka sebelum mereduksi data, peneliti akan mengumpulkan data terlebih dahulu. Adapun dalam metode ini digunakan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Pengumpulan Data

Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.

57 Ibid.,26.

58 Matthew B. Milles dan A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif (Jakarta : UI-Press, 1992), 73.

59 Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2008), 22.

60 Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian (Yogyakarta : UIN Maliki Press, 2010), 119.

61 Matthew B Milles dan Huberman, Analisis Data Kualitatif, 73-74.

2. Reduksi Data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data

“kasar” yang muncul dari catatan tertulis di lapangan.62

Mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.63

3. Penyajian data (Data Display)

Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data adalah sekumpulan informasi yang tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.64

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bias dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sebagainya. Yang paling sering dalam menyajikan data dan penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.65

62 Ibid., 15-16.

63 Sugiono, Metode Penelitian, 338.

64 Matthew B Milles dan Huberman, Analisis Data Kualitatif, 19.

65 Sugiono, Metode Penelitian, 341.

4. Penarikan Kesimpulan (Verification)

Penarikan kesimpulan adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.66 Kesimpulan atau verifikasi merupakan suatu tinjauan pada catatan di lapangan atau kesimpulan dapat ditinjau sebagaimana yang muncul dari data yang harus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya yang mencapai validitasnya.67

F. Keabsahan Data

Keabsahan data adalah konsep penting yang menunjukkan kesahihan dan keandalan data dalam suatu penelitian.68 Pemeriksaan keabsahan data ini diterapkan dalam rangka membuktikan kebertemuan hasil penelitian dengan kenyataan di lapangan.

Pada penelitian ini, peneliti menguji keabsahan data yang diperoleh menggunakan teknik triangulasi. Salah satu teknik triangulasi yang peneliti gunakan pada penelitian ini adalah triangulasi teknik (metode) yang berarti mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda69 dan teknik triangulasi sumber adalah mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.70 Data dicari melalui narasumber yaitu orang yang dijadikan objek penelitian yang dijadikan sebagai sarana mendapatkan informasi atau data.71

66 Ibid., 354.

67 Matthew B Milles dan Huberman, Analisis Data Kualitatif, 19.

68 Moleong, Metodologi Penelitian, 321.

69 Sugiono, Metode Penelitian, 373.

70 Moleong, Metotologi Penelitian, 321.

71 Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Yogyakarta :Graha Ilmu, -), 129.

Triangulasi dengan sumber dapat ditempuh dengan jalan sebagai berikut :72

1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

2. Membandingkan dengan apa yang dikaitkan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.

4. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain.

5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

G. Tahap –tahap Penelitian

Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan laporan73 diklasifikasikan menjadi tiga tahapan,74 yaitu :

1. Tahap Pra Lapangan (Persiapan) a) Menyusun rancangan penelitian.

b) Memilih lapangan penelitian.

c) Mengurus perizinan.

d) Menjajaki dan menilai keadaan lapangan.

e) Memilih dan memanfaatkan informan.

72 Moleong, Metodologi Penelitian, 331.

73 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 48.

74 Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian, 281.

f) Menyiapkan perlengkapan penelitian.

g) Persoalan etika penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan atau Pekerjaan lapangan a) Memahami latar penelitian dan persiapan diri.

b) Memasuki lapangan penelitian.

c) Mengumpulkan data.75

d) Menyempurnakan data yang belum lengkap.

3. Tahap Penyelesaian (Analisis Data) a) Menganalisis data yang diperoleh.

b) Mengurus perizinan selesai penelitian.

c) Menyajikan data dalam bentuk laporan.76

75 Ibid, 283.

76 Ibid, 285.

A. Gambaran Obyek Penelitian

1. Letak Geografis Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember

Penelitian yang telah dilakukan ini, berada dilokasi pondok pesantren An-Nuriyah tepatnya di Jl. Dharmawangsa No..86 Kecamatan Rambipuji Jember. Pondok Pesantren An-Nuriyah termasuk kategori pondok pesantren tradisional dan modern. Pasalnya, di Pondok Pesantren An-Nuriyah masih menerapkan pengajaran tradisional seperti kajian kitab kuning, dan sorogan disamping itu pula ada penambahan seperti kemahiran berbahasa Inggris, dan kegiatan ekstra kurikuler supaya para santri tidak kaget dalam menjawab tantangan jaman yang semakin maju.

Kurikulum yang dgunakan mengikuti Kemenag di samping juga ada pengembangan kurikulumnya. Selain itu, metode pengajarannya pun telah menggunakan metode modern sesuai dengan tuntunan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) dari materi yang akan disajikan. Selain itu, media pembelajarannya pun berbasis teknologi seperti, laboratorium, komputer, VCD dan sebagainya.77

2. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember didirikan oleh seorang ulama bernama KH. Sholeh Syakir dan istrinya Ny. Hj. Sittina

77 Observasi lingkungan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember tanggal 07 Januari 2015

Zahro pada tahun 1970-an yang bertempat di Jl. Darmawangsa Rambipuji Jember.

3. Visi dan misi Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember

Setiap lembaga pendidikan, termasuk pesantren pasti memiliki visi dan misi yang menggambarkan tujuan dan target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan di lembaga pendidikan tersebut. Begitu pula dengan Pondok Pesantren An-Nuriyah yang saat ini telah maju dan berkembang juga memiliki visi dan misi dari pelaksanaan proses pendidikannya di pesantren tersebut.

Adapun visi dan misi Pondok Pesantren An-Nuriyah ini sebagai berikut:

a. Visi:

“Terwujudnya generasi Islam yang unggul dalam ilmu, amal dan taqwa serta kemuliaan akhlaq”

b. Misi:

1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik untuk memiliki potensi, value added (nilai tambah), serta live skill (kecakapan hidup), sehingga menjadi kader bangsa dengan memiliki kemampuan pendukungnya.

2) Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang berorientasi dalam kebiasaan bertindak.

3) Merefleksikan akhlakul karimah dalam setiap gerak dan tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat.78

4. Struktur kepengurusan yayasan dan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember

Dalam setiap lembaga dan institusi pendidikan, apapun jenis, model dan macamnya, termasuk pondok pesantren pasti memiliki stuktur organisasi kepengurusan yang bertugas untuk mengelola dan melaksanakan semua rangkaian aktifitas-aktifitas dan kegiatan-kegiatan yang berlangsung di institusi pendidikan tersebut, sebagaiman pada umunya pesantren dengan tujuan untuk mencapai tujuan atau target yang diinginkan dan diharapkan dari institusi tersebut.

Sama halnya dengan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember juga memiliki pola struktur organisasi kepengurusan, sehingga semua rangkain-rangkain aktifitas yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember dapat terakomodir dan terorganisir dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan dan diamanatkan kepada para penanggung jawab masing-masing bidang organisasi tersebut.

Adapun pola struktur organisasi yayasan Pondok Pesantren An- Nuriyah Rambipuji Jember adalah sebagai berikut:79

78 Brosur MA An-Nuriyah. Visi dan Misi Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember

79 Dokumentasi Pondok Pesantren An-Nuriyah. Data lembaga di bawah naungan yayasan pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah 2013/2014

Sumber:Dokumentasi Pondok Pesantren An-Nuriyah. Data di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember 2013/2014.

Sedangkan daftar pengasuh pinpinan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember yang menjadi pemimpin serta mengambil kebijakan dalam menentukan arah yang terbaik bagi kemajuan pondok pesantren.

Para pemimpin tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap beban kepemimpinan yang telah diberikan. Dan berikut adalah beberapa daftar nama pemimpin Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember sebagaimana sajian table berikut:

Tabel 4.1

Daftar pimpinan Pondok Pesantren An-Nuriyah

No. NAMA JABATAN

1 Alm. KH.Sholeh Syakir Pendiri pondok pesantren An-Nuriyah 2 KH.Moh. Nuru Sholeh Ketua Yayasan sekaligus ketua Blok A 3 Ababal Chussoh Ketua Blok U

4 Bu Nyai Rosyidah Ketua Blok M

Sumber: Dokumentasi pondok pesantren An-Nuriyah. Data dibawah

naungan yayasan pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji jember 2013/2014.

YAYASAN

BLOK U BLOK A

BLOK M

Kemudian, Daftar pengurus oprasional pondok pesantren An- Nuriyah adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2

Daftar pengurus Oprasional Pondok Pesantren An-Nuriyah

No. NAMA JABATAN

1 Ika Mali Ketua Blok M

2 Malikatul Laily Ketua Blok U

3 Neneng Mega Suwardiningsih Ketua Blok A

4 Ababal Chussoh,S.Pd Kepala MA

5 Hj.Alfiyah, S.PdI Kepala MTS

6 Slamet Readi, M.Pd Kepala MI

7 Umi Hasanah Kepala RA

Sumber: Dokumentasi Pondok Pesantren An-Nuriyah.Data lembaga dibawah naungan yayasan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember 2012?2013.

5. Jenis-jenis pendidikan dan jumlah santri serta tenaga edukatif Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah

Jenis-jenis pendidikan yang ada di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember cukup lengkap. Pasalnya, lembaga pendidikan formal yang berada di wilayah naungan pesantren tersebut terdiri dari TK,MI,Mts, MA sehingga santri An-Nuriyah dapat menyelesaikan studinya di dalam pesantren dan nantinya tinggal melanjutkan studinya ke perguruan tinggi yang diinginkan.

Sedangkan jumlah santri dan tenaga edukatifYayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember tahun pelajaran 2013-2014 dapat dideskripsikan sebagai berikut:80

80 Dokumentasi Pondok Pesantren An-Nuriyah. Data lembaga di bawah yayasan Pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah 2013/2014.

a. Pesantren

1) Didirikan pada tahun : 1970-an 2) Tenaga pengajar : 25 orang 3) Jumlah santri : 236 orang

Data terlampir di lampiran 1 b. TK

1) Didirikan pada tahun : 2010 2) Tenaga pengajar : 5 orang 3) Jumlah siswa : 73 orang

Data terlampir di lampiran 2 c. MI

1) Didirikan pada tahun : 1982 2) Tenaga pengajar : 15 orang 3) Jumlah siswa : 162 siswa

Data terlampir di lampiran 3 d. MTs

1) Didirikan pada tahun : 21 juli 1981 2) Tenaga pengajar : 11 orang 3) Jumlah sisiwa : 125 siswa

Data terlampir di lampiran 4 e. Madrasah Aliyah

1) Didirikan pada tahun : 1984 2) Tenaga pengajar : 20 orang

3) Jumlah siswa : 58 siswa Data terlampir di lampiran 5

Dari deskripsi di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah keseluruhan santri, baik yang bermukim maupun tidak mukim adalah sebanyak santri dengan tenaga edukatif sebanyak guru.

6. Jadwal kegiatan harian santri Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember

Adapun rangkaian kegiatan harian yang menjadi rutinitas santri di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember dapat disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.3

Kegiatan harian pondok pesantren An-Nuriyah KEGIATAN HARIAN SANTRI

JAM JENIS KEGIATAN

03.00-04.00 Shalat Tahajjud+ngaji 04.00-04.45 Shalat Subuh

04.45-06.00 Ngaji + Istigosah

06.00-06.45 Shalat dluha + persiapan kesekolah dan sarapan 06.45-12.10 Sekolah

12.10-13.00 Ishoma 13.00-14.00 Ngaji sorogan 14.00-16.00 Sekolah diniyah 16.00-16.30 Shalat ashar 16.30-17.15 Makan sore

17.15-18.00 Shalat magrib + dzikir 18.00-19.30 Kegiatan pondok 19.30-20.00 Shalat isya’

20.00-21.30 Belajar kelompok + kegiatan pondok 21-30-03.00 Istirahat dikamar masing-masing Sumber: Dokumentasi Pondok Pesantren An- Nuriyah

Dari sajian tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember termasuk pondok pesantren modern tetapi

tidak mengesampingkan kegiatan-kegiatan pesantren, sehingga ciri khas pesantren yang sudah kental tetap terlaksana dan terintegrasi dengan maksimal, baik berupa pengetahuan agama maupun pengetahuan umum serta berbagai macam pengembangan keterampilan. Dengan kata lain, Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember termasuk pondok pesantren modern yang berjiwa tradisional.

7. Sarana dan prasarana Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember Semua rangkain pendidikan, proses pendidikan dan pembelajaran akan dapat terlaksana dengan baik, apabila didiukung dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. Dan sebaliknya tanpa fasilitas yang lengkap dan memadai, maka proses pendidikan tersebut akan mengalami banyak kendala dan kesulitan dalam melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran. Oleh karenanya Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember yang sudah termasuk agak cukup lama berdiri ini juga telah menyediakan berbagai macam sarana dan prasana untuk mendukung terlaksananya proses pendidikan dan pembelajaran secara maksimal demi mewujudkan tujuan pendidikan yang menjadi visi dan misi lembaga tersebut.

Adapun sarana dan prasana yang dimiliki Pondok Pesantren An- Nuriyah Rambipuji Jember tersebut memiliki:81 musholla, asrama, kantor, ruang kelas, laboratorium multimedia, perpustakaan, sarana pembelajaran, sarana olahraga dan lain-lain. Dengan demikian, proses pendidikan di

81 Observasi lingkungan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember tanggal 07 Januari 2015

Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember dapat terlaksana dengan baik.

B. Penyajian Data dan Analisis

Bagian ini merupakan hasil penelitian dan studi kasus yang telah dilakukan oleh peneliti di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember dengan menggunakan metode wawancara. Dalam hal ini, peneliti melakukan wawancara dengan ketua yayasan sekaligus pengasuh pondok pusat (KH.

Moh. Nuru Sholeh), Kepala sekolah MA sekaligus pengasuh Blok U (Ababal Chussoh), kepala sekolah MTs (Hj. Alfiyah, S. Pd. I), ketua pengurus pondok Blok U (Maliktul Laily) dan santri, dalam hal ini wawancara dengan (Dayu Nur Azizah) mengenai sistem pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember pada aspek pendidikan dan aspek metode pembelajaran pondok pesantren.

Adapun data-data hasil wawancara dari beberapa informan tersebut, sebagaimana deskripsi berikut:

1. Sistem Pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember

Sistem pendidikan di Pondok Pesantren An-Nuriyah Rambipuji Jember dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu :

a. Sistem pendidikan pondok pesantren

Sistem pendidikan Pondok Pesantren An-Nuriyah ialah tetap mempertahankan tradisi yang diwariskan oleh para ulama

Dokumen terkait