• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETIKA PENELITIAN

Dalam dokumen Acuan bagi Mahasiswa Keperawatan (Halaman 142-153)

138

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

MODUL 12

139

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek penelitian harus mendapat persetujuan dari yang bersangkutan.

Etika dalam penelitian kebidanan merupakan masalah yang sangat penting, mengingat penelitian kebidanan berhubungan langsung dengan manusia, sehingga perlu diperhatikan, karena manusia mempunyai hak azasi.

Dasar hukum :

a. PP 39/1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

b. Permenkes RI Nomor 7 tahun 2016 tentang Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Dalam melakukan penelitian kesehatan, maka penelitian harus memenuhi 3 prinsip dasar etik, 7 standa WHO (2011), 25 butir pedoman International Ethical Guidelines for Health-related Research Involving Humans dari the Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) dan World Health Organization (WHO) dan 48 butir.

Prinsip Dasar Etik

Ketiga prinsip etik dasar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Prinsip menghormati harkat martabat manusia (respect for persons). Prinsip ini merupakan bentuk penghormatan terhadap harkat martabat manusia sebagai pribadi (personal) yang memiliki kebebasan berkehendak atau memilih dan sekaligus bertanggung jawab secara pribadi terhadap keputusannya sendiri. Secara mendasar prinsip ini bertujuan untuk menghormati otonomi, yang mempersyaratkan bahwa manusia yang mampu memahami pilihan pribadinya untuk mengambil keputusan mandiri (selfdetermination), dan melindungi manusia yang otonominya terganggu atau kurang, mempersyaratkan bahwa manusia yang berketergantungan (dependent) atau rentan (vulnerable) perlu diberikan perlindungan terhadap kerugian atau penyalahgunaan (harm and abuse)

2. Prinsip berbuat baik (beneficence) dan tidak merugikan (non-maleficence) Prinsip etik berbuat baik menyangkut kewajiban membantu orang lain dilakukan dengan mengupayakan manfaat maksimal dengan kerugian minimal. Subjek manusia diikutsertakan dalam penelitian kesehatan dimaksudkan membantu tercapainya tujuan penelitian kesehatan yang sesuai untuk diaplikasikan kepada manusia.

Prinsip etik berbuat baik, mempersyaratkan bahwa: a. Risiko penelitian harus wajar

140

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

(reasonable) dibanding manfaat yang diharapkan; b. Desain penelitian harus memenuhi persyaratan ilmiah (scientifically sound); c. Para peneliti mampu melaksanakan penelitian dan sekaligus mampu menjaga kesejahteraan subjek penelitian dan; d. Prinsip do no harm (non maleficent - tidak merugikan) yang menentang segala tindakan dengan sengaja merugikan subjek penelitian. Prinsip tidak merugikan adalah jika tidak dapat melakukan hal yang bermanfaat, maka sebaiknya jangan merugikan orang lain. Prinsip tidak merugikan bertujuan agar subjek penelitian tidak diperlakukan sebagai sarana dan memberikan perlindungan terhadap tindakan penyalahgunaan.

3. Prinsip keadilan (justice) Prinsip etik keadilan mengacu pada kewajiban etik untuk memperlakukan setiap orang (sebagai pribadi otonom) sama dengan moral yang benar dan layak dalam memperoleh haknya. Prinsip etik keadilan terutama menyangkut keadilan yang merata (distributive justice) yang mempersyaratkan pembagian seimbang (equitable), dalam hal beban dan manfaat yang diperoleh subjek dari keikutsertaan dalam penelitian. Ini dilakukan dengan memperhatikan distribusi usia dan gender, status ekonomi, budaya dan pertimbangan etnik.

Perbedaan dalam distribusi beban dan manfaat hanya dapat dibenarkan jika didasarkan pada perbedaan yang relevan secara moral antara orang-orang yang diikutsertakan. Salah satu perbedaan perlakuan tersebut adalah kerentanan (vulnerability). Kerentanan adalah ketidakmampuan untuk melindungi kepentingan diri sendiri dan kesulitan memberi persetujuan, kurangnya kemampuan menentukan pilihan untuk memperoleh pelayanan atau keperluan lain yang mahal, atau karena tergolong yang muda atau berkedudukan rendah pada hirarki kelompoknya. Untuk itu, diperlukan ketentuan khusus untuk melindungi hak dan kesejahteraan subjek yang rentan.

7 standar WHO (2011) 1. Nilai sosial/klinis 2. Nilai ilmiah

3. Pemerataan Beban dan Manfaat 4. Bujukan/eksploitasi/inducement 5. Rahasia dan privacy

6. Inform concent

25 butir pedoman International Ethical Guidelines for Health-related Research Involving Humans dari the Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) dan World Health Organization (WHO)

1. Scientific And Social Value And Respect For Rights

141

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

2. Research Conducted In Low Research Setting

3. Equitable Distribution Of Benefits And Burdens In The Selection Of Individuals And Groups Of Participants In Research

4. Potential Individual Benefits And Risks Of Research 5. Choice Of Control In Clinical Trials

6. Caring Of Participant Health Needs 7. Community Engagement

8. Collaborative Partnership And Capacity-Building For Research And Research Review 9. Individuals Capable Of Giving Informed Consent

10. Modifications And Waivers Of Informed Consent

11. Collection, Storage And Use Of Biological Materials And Related Data 12. Collection, Storage And Use Of Data In Health-Related Research 13. Reimbursement And Compensation For Research Participants 14. Treatment And Compensation For Research-Related Harms 15. Research Involving Vulnerable Persons And Groups

16. Research Involving Adults Incapable Of Giving Informed Consent 17. Research Involving Children And Adolescents

18. Women As Research Participants

19. Pregnant And Breastfeeding Women As Research Participants 20. Research In Disasters And Disease Outbreaks

21. Cluster Randomized Trials

22. Use Of Data Obtained From The Online Environment And Digital Tools In Health- Related Research

23. Requirements For Establishing Research Ethics Committees And For Their Review Of Protocols

24. Public Accountability For Health-Related Research 25. Conflicts Of Interest

Selanjutnya ini dijabarkan dalam 48 butir. Sedangkan untuk inform concent harus memenuhi 33 butir yang wqjib diberitahukan kepada subjek.

Setiap peneliti, sebelum melakukan penelitian kesehatan harus mengajukan permohonan etik kepada Komisi Etik Penelitian Kesehatan dengan mengisi protokol yang telah ditentukan.

Latihan

1. Jelaskan alasan pentingnya etika penelitian

142

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

2. Jelaskan prinsip dasar etik penelitian 3. Jelaskan Standar etik penelitian

4. Jelaskan 25 pedoman etik penelitian kesehatan.

Petunjuk Jawaban Latihan

1. Memahami alasan pentingnya etik penelitian 2. Memahami prinsip dasar etik penelitian 3. Memahami 7 standar etik penelitian

Rangkuman

Setiap penelitian kesehatan harus memenuhi 3 prinsip dasar, 7 standar versi WHO (2011), 25 pedoman dari WHO-COMS (2016) dan 48 butir etik penelitian kesehatan.

Test Formatif 1

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang terletak pada bagian akhir modul 1 ini. Hitunglah jawaban benar selanjutnya berikanlah penilaian dengan menggunakan rumus untuk mengetahui tingkat pengusaan anda terkait materi pada kegiatan belajar 1.

Arti tingkat penguasaan : 90 – 100% = Baik sekali 80- 89% = Baik 70 – 79% = Cukup

<70% = kurang

Tingkat Pengetahuan = Jumlah Jawaban benar x 100%

Jumlah soal

143

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Apabila anda mencapai nilai 80% atau lebih, anda dapat meneruskan mempelajari kegiatan belajar 2. BAGUS, TINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA! Jika masih di bawah 80%

berarti anda harus mengulangi kembali mempelajari materi kegiatan belajar 1 terutama pada bagian yang belum anda kuasai.

144

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

MODUL 13

PELAPORAN DAN PUBLIKASI PENELITIAN Pendahuluan

Bismillah. Sampailah kita pada pembahasan terakhir, yaitu pelaporan dan publikasi penelitian. Hal ini merupakan penutup dari rangkaian semua aktifitas penelitian. Sebaik apapun penelitian kita lakukan namun tidak dilaporkan dan dipublikasikan maka kurang mempunyai nilai sosial yang akan berguna bagi banyak orang.

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan tentang pelaporan karya ilmiah.

2. Menjelaskan tentang publikasi karya ilmiah.

Pelaporan Karya Ilmiah

Pelaporan karya ilmiah mengikuti aturan yang berlaku dalam institusi masing-masing.

Pelaporan bertujuan sebagai bentuk pertanggungjawaban peneliti atas kegiatan penelitiannya (kepada Pimpinan yang menugaskan/penyandang dana/lembaga yang menaungi peneliti), mengkomunikasikan hasil penelitian dan implikasinya kepada pihak- pihak yang berkepentingan agar dapat ditindaklanjuti, menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya. Pelaporan karya ilmiah di Poltekkes Kemenkes Gorontalo menjadi salah satu syarat administrasi pelaksanaan wisuda. Peneliti dalam hal ini mahasiswa melaporkan hasil penelitiannya di tingkat Prodi, Jurusan, Perpustakaan, tempat penelitian dan Kesbangpol setempat.

Publikasi

Publikasi ilmiah merupakan bukti komitmen dan intensitas karya atau aktivitas keilmuwan bagi mereka yang berkecimpung dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam menyusun publikasi hasil penelitian, harus memperhatikan ketentuan yang sudah umum disyaratkan oleh berbagai ajang publikasi karya penelitian, misalnya untuk dipublikasikan pada seminar nasional dan jurnal ilmiah. Publikasi ilmiah adalah sistem

145

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

publikasi yang dilakukan berdasarkan peer review dalam rangka untuk mencapai tingkat obyektivitas setinggi mungkin. “Sistem” ini, bervariasi tergantung bidang masing- masing dan selalu berubah, meskipun seringkali secara perlahan. Sebagian besar karya akademis diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau dalam bentuk buku.

Sebagian besar bidang akademik yang telah mapan memiliki jurnal dan bentuk publikasi tersendiri, meskipun banyak pula terdapat jurnal akademik yang bersifat interdisipliner (antar cabang) dan mempublikasikan karya dari beberapa bidang yang berbeda. Jenis- jenis publikasi yang dapat diterima sebagai kontribusi terhadap bidang ilmu pengetahuan dan penelitian sangat bervariasi di antara berbagai bidang. Publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan yang besar, yang muncul akibat transisi dari format penerbitan cetak ke arah format elektronik, yang memiliki model bisnis berbeda dengan pola sebelumnya. Tren umum yang berjalan sekarang, akses terhadap jurnal ilmiah secara elektronik disediakan secara terbuka. Hal ini berarti semakin banyak publikasi ilmiah yang dapat diakses secara gratis melalui internet, baik yang disediakan oleh pihak penerbit jurnal, maupun yang disediakan oleh para penulis artikel jurnal itu sendiri.

Penelitian ilmiah yang telah dilaporkan dapat berupa artikel ilmiah maupun dalam seminar-seminar ilmah.

Artikel ilmiah yang dipublikasikan seperti : 1. Jurnal nasional ber-ISSN

2. Jurnal nasional terakreditasi 3. Jurnal internasional

4. Jurnal internasional bereputasi

Sedangkan melalui seminar-seminar ilmiah dapat berupa seminar nasional dan seminar ilmiah internsional.

Latihan

1. Jelaskan cara pembuatan laporan hasil penelitian.

2. Jelaskan cara melakukan publikasi ilmiah

146

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n Jawaban Latihan

1. Perhatikan bahasan tentang laporan hasil penelitian 2. Perhatikan bahasan tentang cara publikasi

Rangkuman

1. Hasil penelitian dilaporkan sesuai kaidah yang berlaku di masing-masing istitusi.

2. Publikasi penelitian ilmiah dapat dilakukan melalui jurnal ilmiah nasional, nasional terakreditasi, internasional, dan internasional bereputasi. Publikasi juga dapat dilakukan melalui proceeding dalam seminar ilmiah naional maupun internasional.

Test Formatif 1

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang terletak pada bagian akhir modul 1 ini. Hitunglah jawaban benar selanjutnya berikanlah penilaian dengan menggunakan rumus untuk mengetahui tingkat pengusaan anda terkait materi pada kegiatan belajar 1.

Arti tingkat penguasaan : 90 – 100% = Baik sekali 80- 89% = Baik 70 – 79% = Cukup

<70% = kurang

Apabila anda mencapai nilai 80% atau lebih, anda dapat meneruskan mempelajari kegiatan belajar 2. BAGUS, TINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA! Jika masih di bawah 80%

Tingkat Pengetahuan = Jumlah Jawaban benar x 100%

Jumlah soal

147

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

berarti anda harus mengulangi kembali mempelajari materi kegiatan belajar 1 terutama pada bagian yang belum anda kuasai.

148

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

DAFTAR PUSTAKA

Anastasi, A. & Urbina, S. (1998). Tes Psikologi (Edisi Terjemahan). Jakarta: PT.

Prenhallindo.

Azwar, S. (2008). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2011). Tes Prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cook, D. A. & Beckman, T. (2006). Current concept validity and reliability for psychometric instrument: Theory and application. The American Journal of Medicine.

Isaac, S., & Michael, W. B. (1985). Handbook in Research and Evaluation. California:

Edits publishers.

Jacobs, L. C. (1991). Test Reliability. IU Bloomington evaluation service & testing.

Diakses pada tanggal 7 November 2014 dari http://www.indiana.edu.

Matondang, Z. (2009). Validitas dan reliabilitas suatu instrumen penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, 6 (1), 87-97.

Neuman, W. L. (2007). Basic of social research: Qualitative and quantitative qpproaches, second edition. Pearson Education, Inc.

Murti, B. (2011). Validitas dan Reliabilitas Pengukuran. Universitas Negeri Semarang.

Setyawan, I. (2011). Diktat Psikometri. Universitas Diponegoro: Tidak Dipublikasikan

Dalam dokumen Acuan bagi Mahasiswa Keperawatan (Halaman 142-153)

Dokumen terkait