• Tidak ada hasil yang ditemukan

Acuan bagi Mahasiswa Keperawatan

N/A
N/A
Arif Saputro

Academic year: 2024

Membagikan " Acuan bagi Mahasiswa Keperawatan"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya sehingga Modul Riset Keperawatan ini dapat tersusun dengan baik.

Dengan disusunnya Modul Riset Keperawatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi mahasiswa keperawatan khususnya dalam melakukan riset. Modul ini disusun dengan bahasa yang sangat ringan dan komunikatif namun mampu memberi penjelasan menyeluruh kepada mahasiswa. Diharapkan setelah mempelajari modul ini, mahasiswa lebih termotivasi dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat untuk ditelaah dalam kegiatan penelitian. Penulis berharap, akan lahir peneliti-peneliti dalam bidang keperawatan khususnya dan kesehatan umumnya.

“Penelitian itu adalah keren”,, semangat inilah yang ingin ditumbuhkan oleh penulis.

Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyusun modul, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya semoga apa yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang.

Gorontalo, Januari 2019 Penulis

(3)
(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

Modul 1 Konsep Penelitian...….., 1

Modul 2 Fenomena/Masalah Keperawatan dan Masalah Penelitian... 12

Modul 3 Manfaat dan Tujuan Penelitian………... 32

Modul 4 Kerangka Konsep……….……... 41

Modul 5 Tinjauan/Penelusuran Pustaka …………... 50

Modul 6 Variabel Penelitian………..………... 64

Modul 7 Validitas & Reliabilitas Penelitian... 74

Modul 8 Populasi, Sampel & teknik Sampling Penelitian... 99

Modul 9 Instrumen Penelitian……….……... 110

Modul 10 Teknik Pengumpulan Data …………... 119

Modul 11 Teknik Penulisan………..………... 131

Modul 12 Etika Penulisan………... 137

Modul 13 Pelaporan & Publiaksi Ilmiah………... 147 Daftar Pustaka

(5)

1

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

MODUL 1 KONSEP PENELITIAN

Pendahuluan

Bismillah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Adek-adek sekalian yang berbahagia. Senang sekali rasanya bertemu dalam mata kuliah Riset Keperawatan. Sering kita mendengar kata-kata riset atau penelitian, yang berasal dari bahasa Inggris “research”. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan riset/penelitian/research? Nah adek-adek, pada pertemuan ini kita akan mempelajari hal tersebut.

Seorang perawat bertindak sebagai salah satu tenaga kesehatan juga memiliki tugas sebagai researcher, sehingga Anda sebagai seorang perawat Ahli Madya memahami tentang konsep konsep penelitian.

Setelah mempelajari modul 1 ini, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Memahami makna penelitian

2. Memahami pengertian penelitian menurut beberapa ahli 3. Memahami metode ilmiah

4. Memahami karakteristik penelitian ilmiah 5. Memahami jenis penelitian ilmiah

Pengertian

Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. Oleh karena itu, sebelum pembahasan tentang hakikat penelitian perlu dijelaskan terlebih dahulu hakikat metode ilmiah (scientific methods). Tujuan dari semua usaha ilmiah adalah untuk menjelaskan, memprediksikan, atau mengontrol fenomena. Tujuan ini didasarkan pada asumsi bahwa semua perilaku dan kejadian adalah beraturan dan bahwa semua

(6)

2

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

akibat mempunyai penyebab yang dapat diketahui. Kemajuan ke arah tujuan ini berhubungan dengan perolehan pengetahuan dan pengembangan serta pengujian teori-teori. Dibandingkan dengan sumber pengetahuan yang lain, seperti pengalaman, otoritas, penalaran induktif, dan penalaran deduktif, penerapan metode ilmiah tidak diragukan, paling efisien, dan paling terpercaya. Banyak masalah diasosiasikan dengan pengalaman dan otoritas sebagai sumber pengetahuan yang secara grafis diilustrasikan oleh sebuah cerita tentang Aristoteles. Menurut cerita, suatu hari Aristoteles menangkap seekor lalat dan secara hati-hati menghitung dan menghitung kembali kakinya. Tidak se-orang pun meragukan kata-kata Aristoteles. Untuk beberapa tahun penemuannya diterima secara tidak kritis. Karena lalat yang ditangkap Aristoteles telah mengalami kejadian kakinya hilang satu. Apakah anda percaya atau tidak cerita tersebut, itu telah memberikan ilustrasi keterbatasan bertumpu pada pengalaman seseorang dan otoritas sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Metode ilmiah merupakan suatu proses yang sangat beraturan yang memerlukan sejumlah langkah yang berurutan: pengenalan dan pendefinisian masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan pernyataan kesimpulan mengenai diterima dan ditolaknya hipotesis. Langkah-langkah tersebut dapat diterapkan secara informal, seperti mengambil rute yang paling efisien dari rumah untuk bekerja atau ke sekolah, atau waktu yang terbaik untuk pergi ke bank. Penerapan yang lebih formal dari metode ilmiah untuk pemecahan berbagai masalah adalah semua yang dilakukan oleh penelitian.

Penelitian (research) pada dasarnya adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian

(7)

3

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

itu menggunakan langkah-langkah yang tertentu yang bersifat logis. Para ahli pun telah banyak memberikan pengertian atau definisi penelitian, beberapa diantaranya sebagai berikut:

Hill Way: Penelitian adalah suatu metode studi yang bersifat hati-hati dan mendalam dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas masalah tertentu guna membuat pemecahan masalah tersebut.

Winarno Surachmad: Penelitian adalah kegiatan ilmiah mengumpulkan pengetahuan baru dari sumber-sumber primer, dengan tekanan tujuan pada penemuan prinsip-prinsip umum, serta mengadakan ramalan generalisasi di luar sampel yang diselidiki.

Soetrisno Hadi: Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

Soerjono Soekanto. Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.

Sanapiah Faisal. Mengemukakan bahwa penelitian merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu problem dengan menggunakan metode ilmiah secara tertata dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang dapat diandalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan dunia sosial.

Donald Ary. Penelitian merupakan penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah dalam memperoleh informasi yang berguna dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

John. Penelitian ialah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas dalam menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan hukum tertentu.

Woody. Mengungkapkan bahwa penelitian adalah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi pemberian

(8)

4

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

definisi dan redefinisi terhadap masalah, membuat formulasi hipotesis atau mengadakan uji coba yang sangat hati-hati atas segala kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.

Parson. Mengungkapkan bahwa penelitian ialah suatu pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya dilakukan pada masalah-masalah yang dapat dipecahkan dengan penelitian.

Sukmadinata. Menjelaskan penelitian sebagai suatu proses pengumpulan &

analisis atau pengolahan data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Mohamad Ali. Menurutnya, penelitian ialah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui proses penyelidikan atau usaha dengan mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.

Supadmoko. Penelitian merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat keingin tahuan manusia.

Berdasarkan berbagai definisi tersebut, maka kesimpulan dari penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan serta menguji kebenaran suatu masalah atau pengetahuan guna mencari solusi atau pemecahan masalah

Metodologi penelitian

Metodologi penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dilandasi oleh metode keilmuan. Metode keilmuan: merupakan gabungan antara pendekatan rasional dan empiris. Pendekatan rasional memberikan kerangka berpikir yang koheren dan logis. Sedangkan pendekatan empiris memberikan kerangka pengujian dalam

(9)

5

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

memastikan suatu kebenaran. Untuk memperoleh bacaan hasil penelitian dapat diperoleh dengan menelusuri sumber –sumber informasi/bacaan

Karakterisitik penelitian ilmiah (Sekaran, 2000):

1. Purposiveness (memiliki tujuan yang jelas)

2. Rigor ( Menggunakan landasan teori dan pengujian Data yang relevan)

3. Testability (Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah atau berdasarkan Pengungkapan data)

4. Replicability ( meiliki kemampuan untuk dirplikasi/diuji ulang)

5. Precision & Confidence(Memiliki dataakurat sehingga hasilnya dapat dipercaya) 6. Objectivity (Menarik kesimpulansecara objective)

7. Generalizability (Temuan penelitian dapat digeneralisasii)

8. Parsimony(Menjelaskan fenomena atau masalah yang diteliti secara sederhana tapi jelas).

Jenis penelitian/research

Jenis penelitian dapat dikelopokkan berdasarkan (Husey dan Hussey , 1997):

Tujuan

Proses

Logika Penelitian

Hasil penelitian yang diharapkan dari penelititan tersebut 1. Berdasarkan tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi:

Penelitian eksploratif

Penelitian deskriptif

Penelitian analiitik

Penelitian prediktif

2. Berdasarkan Proses penelitian dapat dibedakan menjadi:

(10)

6

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Kuantitatif

Kualitatif

3. Berdasarkan Logika penelitian dapat dibedakan menjadi:

Penelititan induktif (Penelitian yang dalam hal ini teori disusun dari observasi realitas empirik)

Penelititan deduktif (Penelitian dalam hal ini struktur konseptual/teoritik disusun kemudian diuji secara empirik)

1. Berdasarkan Hasil penelitian yang diharapkan dari penelititan tersebut, penelitian dapat dibedakan menjadi:

Penelitian dasar

Peneilian terapan

1. Penelitian dasar adalah penelitian yang bertujuan untuk menambah pengetahuan atau pemahaman tentang suatu masalah tertentu dan untuk membangun teori berdasarkan hasil penelitian tersebut tanpa mempedulikan apakah hasil penelitian tersebut akan berguna untuk memecahkan masalah praktis atau tidak.

2. Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan hasil penemuan guna memecahkan masalah tertentu yang sedang dialami suatu organisasi.

Hal penting dalam riset metode ilmiah, (Cooper dan Schindler 2001,2003 1. observasi langsung terhadap fenomena

2. variabel, metode dan prosedur riset didefinisikan dng jelas 3. hipotesis diuji secara empiris

4. mempunyai kemampuan mengalahkan hipotesis saingan

(11)

7

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

5. justifikasi kesimpulan secara statistik mempuyai proses mebetulkan dirinya sendiri.

Langkah –langkah riset metode ilmiah

Riset metode ilmiah merupakan riset yang terstruktur dengan langkah yang jelas dan sistematik untuk

1. mengidentifikasikan isu atau topik dari riset

2. menjual ide atau isu tersebut dengan cara menjustifikasi bahwa isu tersebut menarik dan penting untuk diteliti

3. Menentukan tujuan dan kontribusi dari riset 4. Mengembangkan hipotesis.

5. Untuk mengembangkan diperlukan teori dan hasil riset sebelumnya Merancang riset

6. Mengumpulkan data

7. Menganalisis data dan menguji hpotesis 8. Membuat ringkasan

9. Menunjukan keterbatasan dan kendala riset 10. Mengusulkan perbaikan riset berikutnya Desain riset (Cooper dan Schindler, 2001,2003):

1. Penelitian eksploratori 2. Penelitian descriptive

3. Penelitian explanatory/Hipotesis 4. Penelitian prediksi (predictive)

Ada empat contoh karakteristik penelitian ilmiah :

1. Sistematik

(12)

8

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

Penelitian didefinisikan oleh banyak penulis sebagai suatu proses yang sistematik.

McMillan dan scumacher (1989) dalam Wiersma(1991:7) mendefinisikan penelitian sebagai “suatu proses sistematik pengumpulan penganalisisan informasi (data) untuk berbagai tujuan”. Sementara Kerlinger (1990: 17) mendefinisikan penelitian ilmiah sebagai “penyelidikan sistematik, terkontrol, empiris, dan kritis tentanng fenomena sosial yang dibimbing oleh teori dan hipotesis tentang dugaan yang berhubungan dengan fenomena tersebut”. Penelitian menggunakan metode ilmiah, penyelidikan pengetahuanmelalui metode pengumpulan, analisis, interpretasi data. Dikaitkan dengan metode ilmiah, suatu prosespenelitian sekurang-kurangnya berisi suatu rangkaian urutan langkah-langkah.

2. Logis

Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika.

3. Empirik

Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.

Landasan empirik ada tiga yaitu :

a) Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).

b) Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.

c) Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.

4. Replikatif

(13)

9

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Langkah-Langkah metode ilmiah

Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain:

1. Memilih dan mendefinisikan masalah 2. Survey terhadap data yang tersedia 3. Memformulasikan hipotesa

4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa 5. Mengumpulkan data primer

6. Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan

8. Membuat laporan

Pelaksanaannya ini meliputi enam tahap :

1. Rumusan masalah.

2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian pustaka.

3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.

4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.

5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal.

(14)

10

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

Latihan

1. Memahami makna penelitian

2. Memahami pengertian penelitian menurut beberapa ahli 3. Memahami metode ilmiah

4. Memahami karakteristik penelitian ilmiah 5. Memahami jenis penelitian ilmiah

Petunjuk Jawaban Latihan

1. Memahami makna penelitian

2. Memahami pengertian penelitian menurut beberapa ahli 3. Memahami metode ilmiah

4. Memahami karakteristik penelitian ilmiah

Rangkuman

1. Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan serta menguji kebenaran suatu masalah atau pengetahuan guna mencari solusi atau pemecahan masalah.

2. Karakterisitik penelitian ilmiah, yaitu Purposiveness (memiliki tujuan yang jelas), Rigor ( Menggunakan landasan teori dan pengujian Data yang relevan), Testability (Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah atau berdasarkan Pengungkapan data), Replicability ( meiliki kemampuan untuk dirplikasi/diuji ulang), Precision & Confidence(Memiliki dataakurat sehingga hasilnya dapat dipercaya), Objectivity (Menarik kesimpulansecara objective), Generalizability (Temuan penelitian dapat digeneralisasi) dan

(15)

11

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Parsimony(Menjelaskan fenomena atau masalah yang diteliti secara sederhana tapi jelas).

Tes Formatif 1

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang terletak pada bagian akhir modul 1 ini. Hitunglah jawaban benar selanjutnya berikanlah penilaian dengan menggunakan rumus untuk mengetahui tingkat pengusaan anda terkait materi pada kegiatan belajar 1.

Arti tingkat penguasaan : 90 – 100% = Baik sekali 80- 89% = Baik 70 – 79% = Cukup

<70% = kurang

Apabila anda mencapai nilai 80% atau lebih, anda dapat meneruskan mempelajari kegiatan belajar 2. BAGUS, TINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA! Jika masih di bawah 80%

berarti anda harus mengulangi kembali mempelajari materi kegiatan belajar 1 terutama pada bagian yang belum anda kuasai.

Tingkat Pengetahuan = Jumlah Jawaban benar x 100%

Jumlah soal

(16)

12

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

MODUL 2

FENOMENA/MASALAH KEPERAWATAN

DI TATANAN KLINIK KEPERAWATAN DAN MASALAH PENELITIAN

Pendahuluan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Setelah proses pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan tentang:

1. Menjelaskan fenomena/masalah keperawatan di tataran klinik keperawatan 2. Menjelaskan definisi masalah

3. Menjelaskan Sumber-sumber Masalah

Fenomena/Masalah Keperawatan di Tataran Klinik Keperawatan

Falsafah Keperawatan Merupakan pandangan dasar tentang hakekat manusia dan esensi keperawatan yang menjadikan kerangka dasar dalam praktik keperawatan.

Hakekat manusia yang dimaksud disini adalah manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, sosial dan spiritual, sedangkan esensinya adalah falsafah keperawatan yang meliputi :

1. Memandang bahwa pasien sebagai manusia yang utuh (holistik) yang harus dipenuhi segala kebutuhannya baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial dan spiritual yang diberikan secara komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara sepihak atau sebagian dari kebutuhannya.

2. Bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan harus secara langsung dengan memperhatikan aspek kemanusiaan.

3. Setiap orang berhak mendapatkan perawatan tanpa memandang perbedaan suku, kepercayaan, status sosial, agama dan ekonomi.

4. Pelayanan keperawatan tersebut merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan mengingat perawat bekerja dalam lingkup tim kesehatan bukan sendiri- sendiri.

(17)

13

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

5. Pasien adalah mitra yang selalu aktif dalam pelayanan kesehatan, bukan seorang penerima jasa yang pasif.

– Paradigma Keperawatan

Menurut Masterman (1970) yang mendefinisikan paradigma sebagai pandangan fundamental tentang persoalan dalam suatu cabang ilmu pengetahuan.

Menurut Poerwanto (1997) mengartikan paradigma sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki nilai tinggi dan sangat menentukan bagi penggunanya untuk dapat memiliki pola dan cara pandang dasar khas dalam melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan mengenai suatu kenyataan atau fenomena kehidupan manusia.

Keperawatan sebagai ilmu juga memiliki paradigma sendiri dan sampai saat ini paradigma keperawatan masih berdasarkan 4 komponen yang diataranya manusia, keperwatan, kesehatan dalam rentang sehat sakit dan lingkungan. Sebagai disipin ilmu, keperawatan akan selalu berkembang untuk mencapai profesi yang mandiri seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan sehingga paradigma keperawatan akan terus berkembang.

– Praktik Keperawatan

Menurut Persatuan Perawat Nasional Indonesia, praktek keperawatan adalah tindakan pemberian asuhan keperawatan profesional baik secara mandiri maupun kolaborasi, yang disesuaikan denagn lingkup wewenang dan tanggung jawabnya berdasarkan ilmu keperawatan.

Praktik Keperawatan Profesional mempunayi ciri-ciri sebagai berikut : 1. Otonomi dalam pekerjaan

2. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat 3. Pengambilan keputusan yang mandiri 4. Kolaborasi dengan disiplin lain

5. Pemberian pembelaan (advocacy)

6. Memfasilitasi kepentingan pasien atau klien B. KLASIFIKASI

(18)

14

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Di bawah ini adalah pandangan beberapa ahli tentang perkembangan paradigma keperawatan diantaranya :

Johnson

Memandang manusia sebagai sistem perilaku yang terdiri dari 2 sistem mayor yaitu biologi dan perilaku yang merupakan fokus pelayanan keperawatan dengan tujuan primernya.

King

Memandang manusia sebagai sistem terbuka yang sosial, rasional, perasa, pengontrol, bertujuan, bereaksi dan berorientasi pada waktu.

Leininger

Memandang manusia sebagai kepedulian akan kemampuan dalam mempengaruhi minat atau rasa hormat terhadap kebutuhan orang lain, kesehatan dan

mempertahankan hidup.

Levine

Memandang kehidupan manusia selalu beriteraksi dengan lingkungannya dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Newman

Memandang manusia sebagai total person seperti sistem klien yang terdiri dari bio psiko sosial, kultural dan saling berkembang.

Orem

Memandang manusia sebagai gabungan dari komponen fisik, psikologis, interpersonal dan sosial dalam memenuhi kebutuhan perwatan diri sendiri melalui belajar dari perilaku.

Roger

Memandang manusia secara keseluruhan secara terus-menerus terjadi pertukaran energi dengan lingkungannya.

Roy

Memandang manusia sebagai makhluk biopsikososial yang merupakan dasar bagi kehidupan yang baik.

(19)

15

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n Watson

Manusia membutuhkan proses kepedulian dalam mempertahankan kesehatan atau meninggal dengan damai dan merupakan mekanisme personal, internal dan mental spiritual untuk kesembuhan diri sendiri.

Banyak ahli yang membahas tentang beberapa konsep keperawatan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Florence Nightingale (1895)

Keperawatan adalah suatu proses menempatkan pasien dalam kondisi paling baik untuk beraktifitas.

Martha Roger (1970)

Keperawatan adalah pengetahuan yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan

terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, keperawatan dan rehabilitasi penderita sakit serta penyandang cacat.

King (1971)

Keperawatan ialah proses aksi dan interaksi, untuk membantu individu dari berbagai kelompok umur dan memenuhi kebutuhannya dan menangani status kesehatan mereka pada saat tertentu dalam suatu siklus kehidupan.

Dorothea Orem (1971)

Perawatan ialah pelayanan yang bersifat manusiawi yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia untuk merawat diri, kesembuhan dari penyakit atau cidera dan penanggulangan komplikasinya sehingga dapat menunjang kehidupan.

Callista Roy (1976)

Keperawatan merupakan disiplin ilmu yang berorientasi kepada praktik keperawatan berdasarkan ilmu keperawatan yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada klien.

V. Handerson (1978)

Perawatan adalah upaya membantu individu baik yang sehat maupun sakit untuk menggunakan kekuatan, keinginan dan pengetahuan yang dimilikinya sehimgga individu tersebut mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari, sembuh dari penyakit,

(20)

16

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

atau meninggal dunia dengan tenang. Tenaga perawat berperan menolong individu agar tidak menggantungkan diri pada bantuan orang lain dalam waktu secepat mungkin.

Menurut Lokakarya Keperawatan (1983)

Perawatan adalah pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari

pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio, psiko, sos, spirit yang menyeluruh ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Pelayanan keperawatan, diberikan akibat adanya kelemahan fisik dan mental,

keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan untuk melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari. Kegiatan dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (PHC) sesuai dengan wewenang tanggung jawab dan kode etik profesi keperawatan.

Dari berbagai definisi yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa keperawatan merupakan satu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistik, profesional dan holistik berdasarkan ilmu dan kiat, memiliki standart asuhan dan menggunakan kode etik, serta dilandasi oleh profesionalisme yang mandiri dan atau kolaborasi.

C. KOMPONEN DAN PERKEMBANGAN PARADIGMA KEPERAWATAN

Dalam memahami komponen dan perkembangan teori keperawatan tetap berpedoman pada paradigma keperawatan, mengingat paradigma merupakan cara pandang dari sebuah ilmu dan keperawatan adalah ilmu yang didasari atas teori-teori yang ada.

Dalam perkembanganya, teori keperawatan dapat bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

D. SISTEM PRAKTIK KEPERAWATAN

Dalam sistem ini mencakup beberapa hal yaitu antara lain : Ilmu Keperawatan

(21)

17

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Dalam prakteknya ilmu ini menggunakan pendekatan ilmiah untuk penyelesaian masalah yang ditujukan untuk menolong, memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar.

Pelayanan Keperawatan

Menurut Handerson (1980) pelayanan keperawatan atau Nursing services adalah upaya untuk membantu individu baik sakit maupun sehat dari lahir sampai meninggal dunia dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan kemampuan yang dimilki sehingga individu tersebut dapat secara optimal melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri.

Asuhan Keperawatan

1. Proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien atua pasien diberbagai tantanan pelayanan kesehatan.

2. Dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidak keperawatan sebagai profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, bersifat humanistik dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.

3. Merupakan inti pelayanan / praktik keperawatan yang berupaya untuk : 1. Membantu mencapai kebutuhan dasar melalui bentuk-bentuk keperawatan.

2. Menggunakan ilmu kiat keperawatan dalam setiap tindakan.

3. Memanfaatkan potensi dari berbagai sumber Tujuan

1. Membantu individu untuk mandiri

2. Mengajak individu atau masyarakat berpatisipasi dalam bidang kesehatan

3. Membantu individu mengembangkan potensi untuk memelihara kesehatan secara optimal agar tidak tergantung pada orla dalam memelihara kesehatannya

4. Membantu individu memperoleh derajat kesehatan optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Zaidin. 2002. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta : Widya Medika.

Hidayat, A Aziz Alimul. 2002. Pengantar Kosep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

(22)

18

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

FALSAFAH dan PARADIGMA KEPERAWATAN dalam PRAKTIK KEPERAWATAN A. PENDAHULUAN

Praktek keperawatan ditentukan dalam standar organisasi profesi dan system pengaturan serta pengendaliannya melalui perundang – undangan keperawatan (Nursing Act), dimanapun perawat itu bekerja (PPNI, 2000).Keperawatan hubungannya sangat banyak keterlibatan dengan segmen manusia dan kemanusiaan, oleh karena berbagai masalah kesehatan actual dan potensial. Keperawatan memandang manusia secara utuh dan unik sehingga praktek keperawatan membutuhkan penerapan ilmu Pengetahuan dan keterampilan yang kompleks sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan objektif pasien/klien. Keunikan hubungan perawat dan klien harus dipelihara interaksi dinamikanya dan kontuinitasnya.

Penerimaan dan pengakuan keperawatan sebagai pelayanan professional diberikan dengan perawat professional sejak tahun 1983, maka upaya perwujudannya bukanlah hal mudah di Indonesia. Disisi lain keperawatan di Indonesia menghadapi tuntutan dan kebutuhan eksternal dan internal yang kesemuanya membutuhkan upaya yang sungguh – sungguh dan nyata keterlibatan berbagai pihak yang terkait dan berkepentingan.

Konsep inti dari teori Florence Nightingale tentang falsafah keperawatan adalah lingkungan berpengaruh terhadap proses pemulihan klien/ Membuat lingkungan yang kondutif bagi manusia untuk hidup sehat. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang utuh , yang memiliki sifat dan karakter berbeda-beda.

Penyebab para Perawat di Indonesia Belum Bersikap dan Berperilaku sesuai dengan Falsafah Keperawatan adalah :

1. Perawat kurang memahami maksud falsafah keperawatan secara menyeluruh 2. Perawat memahami falsafah keperawatan hanya pada tataran kognitif saja.

3. Sikap profesionalisme perawat belum memadai yang ditandai oleh kurangnya kemampuan perawat dalam berinspirasi, menurunnya kemampuan menjalin hubungan rasa saling percaya dan konfidensi dengan klien, pengetahuan yang belum memadai, dan kapabilitas terhadap pekerjaan. Selain itu juga, perawat

(23)

19

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

cenderung kurang terbuka dengan ide-ide baru, kurang berinteraksi dengan orang lain secara harmonis, berpenampilan buruk, dan bekerja semata-mata berorientasi pada uang, jabatan atau yang lainnya.

4. Tingkat pengetahuan dan pendidikan para perawat yang tidak merata.

5. Kondisi layanan kesehatan/keperawatan saat ini dengan falsafah keperawatan yang telah dikembangkan oleh para pakar

Roy

Perawat masih ada yang belum mampu meningkatkan respon adaptif pasien pada situasi sehat atau sakit. Perawat belum dapat mengambil tindakan untuk memanipulasi stimuli fokal, kontextual maupun residual stimuli dengan melakukan analisa sehingga stimuli berada pada daerah adaptasi.

Pada situasi sehat, perawat belum banyak berperan untuk membantu pasien agar tetap mampu mempertahankan kondisinya sehingga integritasnya akan tetap terjaga.

Misalnya melalui tindakan promotif perawat dapat mengajarkan bagaimana meningkatkan respon adaptif.

Pada situasi sakit, Perawat perlu mempersiapkan pasien untuk menghadapi realita.

Dimana pasien harus mampu berespon secara adaptif terhadap perubahan yang terjadi didalam dirinya. perawat belum berperan secara maksimal.

Jean Watson

Untuk merawat manusia harus memahami 4 cabang kebutuhan yang saling berhubungan yaitu: biophysical (makan & cairan, eliminasi, ventilasi), psikofisikal (aktifitas dan istirahat, seksualitas), psikososial (berprestasi, berorganisasi), Interpersonal (aktualisasi diri). Perawat/ tenaga kesehatan kadang kurang memahami factor-faktor biophysical, psikofisikal, psikososial, Interpersonal secara komprehensif bahkan kurang memperhatikannya, padahal kondisi sejahtera pada manusia karena adanya keharmonisan antara pikiran, badan, dan jiwa.

Florence Nightingale

(24)

20

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Pandangannya lebih menekankan pada lingkungan fisik daripada lingkungan social dan lingkungan psikologik. Lingkungan ini meliputi 4 komponen yang mempengaruhi kesehatan individu yaitu: udara bersih, air yang bersih, pemeliharaaan lingkungan yang efisien, kebersihan, dan penerangan cahaya. Perawat / tenaga kesehatan masih belum maksimal dalam memperhatikan masalah lingkungan baik di kilinik maupun di rumah sakit. Di rumah sakit: pengaturan ruangan, kebersihan ruangan, pencahayaan, kondisi ruang mandi masih sering kurang diperhatikan. Di masyarakat, kondisi lingkungan rumah juga masih juga merupakan masalah yang belum maksimal teratasi yang sering menimbulkan masalah kesehatan.

Betty Neuman

Dalam kenyataannya perawat masih belum maksimal dalam menerapkan, karena dalam konsep holistik, pendekatan sistem terbuka dan konsep stresor. Karena sering dalam memecahkan masalah kesehatan dimasyarakat masih didasarkan pada kasus yang ditemukan karena laporan masyarakat tetapi tidak berdasarkan konsep yang holistic, kurang memperhatikan system yang terbuka dan konsep stressor.

Martha Rogers

Manusia mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda dan selalu berinteraksi dengan lingkungan yang saling dipengaruhi dan mempengaruhi. Perawat atau tenaga kesehatan masih perlu peningkatan pemahama masalah ini. Agar dapat saling memahami perannya masing-masing

Masalah Penelitian 1. Pengertian Masalah

Problem is a thing that is difficult to deal with or understand, a question to be answered or solved, esp. by reasoning or calculating (Kamus Oxford, 1995 dalam Notohadiprawiro, 2006).

Masalah diartikan sebagai sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan); soal, persoalan. Permasalahan: hal yang menjadikan masalah; hal yang dimasalahkan.

(25)

21

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Masalah adalah faktor yang dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Sugiono 1999).

Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, antara harapan dengan capaian (Zainuddin, 2003).

Suatu penelitian penting untuk dilakukan apabila ada masalah yang belum pernah ia teliti, ada penelitian sebelumnya tetapi hasilnya belum lengkap atau kurang tajam, hasil penelitian sebelumnya masih kontradiktif dan belum konsisten (Setiadi, 2012; 25).

Masalah penelitian merupakan langkah awal yang harus dipikirkan berdasarkan suatu fakta empiris di lapangan. Pada tahap awal melaksanakan riset kegiatan yang perlu dilaksanakan mencakup pemahaman tentang konsep masalah berdasarkan kajian kepustakaan yang dapat dipercaya. Kegiatan tersebut meliputi berfikir, membaca, teori dan review dengan teman sejawat dan pembimbing. Selama tahap ini seorang peneliti perlu memahami melaksanakan deductive reasoning dan memilih topik yang diminati dari hasil riset yang telah dilaksanakan orang lain.

Baik tidaknya masalah penelitian ditentukan oleh nilai penelitian, studi kelayakan, (feasebility study), kualifikasi peneliti.

a. Nilai Penelitian; harus bersifat orisinil atau merupakan hal baru yang dapat disumbangkan untuk memperkaya pengetahuan , dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masnusia

b. Feasebility study (Studi Kelayakan):

1) Harus tersedia metode untuk memecahkan masalah.

2) Harus tersedia sumberdaya yang mencukupi (Dana, Tenaga, Waktu, dan Tenaga Ahli).

3) Masalah penelitian tersebut dapat diterima oleh hukum atau nilai sosial yang berlaku.

c. Kualifikasi Peneliti

1) Masalah tersebut termasuk bidang keahlian peneliti

(26)

22

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

2) Bobot masalahnya sesuai dengan derajat ilmiah peneliti.

Menentukan masalah penelitian yang baik dapat dilakukan dengan Melakukan telaah literatur, melakukan pengamatan terhadap alam sekitar atau terhadap kegiatan manusia, Melakukan diskusi dengan para ahli dan Melakukan perenungan.

Menurut Nursalam (2000;8) Prioritas/lingkup riset keperawatan berdasar-kan kelompok ilmu keperawatan dikembangkan menjadi:

a. Prioritas kesehatan dan pencegahan penyakit pada masyarakat.

b. Pencegahan perilaku dan lingkungan yang berakibat buruk pada masalah kesehatan.

c. Menunjukkan model praktek keperawatan komunitas

d. Menentukan efektivitas intervensi keperawatan pada infeksi HIV-AIDS.

e. Mengkaji pendekatan yang efektif pada gangguan perilaku

f. Evaluasi intervensi keperawatan yang efektif pada penyakit kronis

g. Identifikasi faktor-faktor bioperilaku yang berhubungan dengan kemampuan koping

h. Mendokumentasikan efektivitas pelayanan kesehatan/keperawatan i. Mengembangkan masalah dan metodologi riset pelayanan kesehatan j. Menentukan efektivitas biaya perawatan klien.

2. Sumber-Sumber Masalah

Turney dan Noble (1971) mengemukakan bahwa ada 5 sumber masalah penelitian empiris, termasuk masalah penelitian keperawatan, yaitu :

a. Pengalaman Pribadi

Banyak masalah dalam bidang keperawatan diperoleh dari pengalaman harian peneliti. Mengejawantahkan pengalaman pribadi menjadi permasalahan peneliti dapat dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mendefinisikan pengalaman pribadi untuk fokus penelitian

2) Mengidentifikasi sebab-sebab munculnya masalah itu

(27)

23

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

3) Membuat keputusan pribadi selaku calon peneliti untuk memecahkan masalah itu

4) Merumuskan masalah penelitian

b. Keterangan Yang Diperoleh Secara Kebetulan

Informasi tidak sengaja pada hakikatnya dapat diperoleh dimana saja, dimanapun, dari manapun, dan kapanpun peneliti berpeluang memperoleh keterangan penting dan menarik untuk dijadikan fokus penelitian, sungguhpun ia tidak sengaja menyiapkan diri untuk mencari informasi atau keterangan tertentu.

Untuk mengejawantahkan keterangan yang diperoleh secara tidak sengaja menjadi permasalahan penelitian yang dipilih ditempuh langkah-langkahnya sebagai berikut :

1) Membangkitkan kepekaan selaku peneliti didalam merespon fenomena keperawatan yang relefan

2) Mendefinisikan keterangan yang diperoleh secara spesifik 3) Mengidentifikasi sebab-sebab munculnya masalah

4) Membuat keputusan pribadi selaku calon peneliti untuk memecahkan masalah tersebut

5) Merumuskan masalah-masalah penelitian c. Kerja dan Kontak Profesional

Banyak peneliti mengembangkan atau merumuskan pertanyaan- pertanyaan penelitian mereka sebagai bagian dari aktivitas pekerjaan atau melalui diskusi dengan rekan sekerja (Kline, 1980) tidak terkecuali dibidang keperawatan. Pada banyak kasus, diskusi formal dan informal yang dilakukan oleh peneliti dengan rekan atau kelompok ahli lain sangat membantu upaya penajaman pemahaman terhadap masalah, baik teoritis maupun praktis. Melalui diskusi akademis inilah masalah penelitian dirumuskan dna dipertajam. Untuk tujuan ini peneliti dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Mendefinisikan masalah-masalah keperawatan bersama rekan sekerja atau tenaga ahli lainnya.

(28)

24

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

2) Mengidentifikasi sebab-sebab munculnya masalah itu melalui diskusi dengan rekan kerja atau tenaga professional lainnya.

3) Membuat keputusan untuk menyelenggarakan penelitian keperawatan mengenai sebab-sebab munculnya gejala dan dampak ikutannya

4) Merumuskan pertanyaan penelitian d. Pengujian dan Pengembangan Teori

Tujuan penelitian antara lain adalah dimaksudkan untuk melahirkan teori- teori baru mengenai perilaku keperawatan. Sebaliknya, teori-teori mengenai keperawatan dan perilaku keperawatan dapat dijadikan acuan dasar untuk merumuskan masalah penelitian. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh peneliti adalah :

1) Memahami teori-teori keperawatan yang ada dan yang relevan 2) Menelaah proses penelitian sampai dengan ditemukannya teori itu 3) Membuat keputusan untuk menyelenggarakan penelitian

4) Menentukan waktu dan situasi penelitian yang berbeda dengan penelitian yang sama sebelumnya

5) Merumuskan masalah penelitian

e. Analisis Literatur Profesional dan Hasil Penelitian Sebelumnya

Masalah penelitian keperawatan banyak diperoleh melalui penelaahan terhadap literature professional dan laporan/jurnal hasil penelitian.

2. Kepekaan Terhadap Masalah Penelitian

Meskipun masalah penelitian itu selalu ada dan banyak, tetapi belum tentu mudah mengangkatnya sebagai masalah penelitian. Untuk dapat mengangkat masalah- masalah kesehatan tersebut menjadi masalah penelitian, diperlukan kepekaan penelitian. Kepekaan seseorang dalam mengangkat masalah menjadi masalah penelitian diperlukan minat dan pengetahuan atau keahlian. Minat dan pengetahuan penelitian ini keduanya harus ada pada seseorang yang ingin meneliti. Minat saja belum

(29)

25

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

menjamin kepekaan masalah penelitian. Minat dan pengetahuan atau keahlian sebagai dasar kepekaan terhadap masalah penelitian ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain:

a. Profesi b. Spesialisasi c. Akademis

d. Kebutuhan dan praktik kehidupan sehari-hari e. Pengalaman lapangan

f. Bahan bacaan atau kepustakaan\

3. Memilih Masalah Penelitian

Untuk memilih masalah yang layak dan relevan diteliti, berikut ini akan diuraikan beberapa kriteria pemilihan masalah penelitian, antara lain :

a. Keterbaruan (Novelty) b. Aktual

c. Praktis d. Memadai

e. Sesuai dengan kemampuan peneliti f. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah g. Ada dukungan

1. Isi Latar belakang

Latar belakang memuat penjelasan tentang alasan memilih judul dan lokasi sehingga layak untuk diteliti. Sebaiknya ditunjukkan bahwa permasalahan yang diteliti belum terjawab atau belum terpecahkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan. Hal lain yang diperlukan adalah teori-teori yang relevan serta data yang meliputi fakta, hasil-hasil penelitian terdahulu, pengalaman selama bekerja atau hasil studi pendahuluan yang menguatkan mengapa masalah itu dipilih menjadi topik penelitian. Data tersebut disusun secara sistematis dari umum ke khusus

(30)

26

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

(secara deduktif) seperti data WHO, nasional, provinsi, kabupaten/ kota, kecamatan, desa atau lokasi penelitian (Sarifuddin, dkk, 2010).

A. PERUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah penelitian dibuat dalam bentuk pertanyaan (diakhiri dengan tanda tanya), sehubungan dengan judul penelitian yang diajukan.

Permasalahan lebih dari satu dirumuskan secara terpisah.

4. Perumusan Masalah

Permasalahan yang telah diidentifikasikan kadang-kadang sifatnya masih umum, belum spesifik. Oleh karena itu maka permasalahan yang telah diidentifikasi harus dipersempit agar lebih spesifik melalui pemecahan menjadi sub-sub permasalahan melalui perumusan masalah yang berupa beberapa pertanyaan yang relevan dengan permasalahan pokoknya (Setiadi, 2012; 29).

Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian.

Tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. (Ahmad Kurnia, 2009)

Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. (Ahmad Kurnia, 2009)

Menurut Ahmad Kurnia (2009) Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat, meliputi :

 Perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena, dan

 Perumusan masalah eksplanatoris, apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena.

Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut, yaitu :

(31)

27

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

 Sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan.

 Sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Perumusan masalah ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan.

 Sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti.

Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya.

 Dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.

(Ahmad Kurnia, 2009)

Burns dan Grove (1998), mengemukakan 5 pertanyaan yang perlu dijawab sebelum merumuskan masalah penelitian : (1) Apa yang salah atau yang perlu diperhatikan pada situasi ini?; (2) Dimana letak kesenjangannya?; (3) Informasi apa yang dibutuhkan untuk mencari masalah ini?; (4) Perlukah melakukan tindakan pelayanan diklinik?; dan (5) Perubahan apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut?

Menurut Setiadi (2012) dalam merumuskan masalah perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a) Frekuensi dan penyebaran masalah yang bersangkutan

b) Wilayah geografis yang terpengaruh oleh masalah yang bersangkutan c) Factor-faktor yang mempengaruhi masalah

d) Upaya yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah, keberhasilan dan kekurangan

(32)

28

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Upaya tersebut sebagai alasan pentingnya penelitian sehingga dapat membantu pemecahan masalah (Depkes RI, 2003). Masalah penelitian dapat dikatakan baik, jika mampu menghasilkan konklusi yang memenuhi kriteria valid dan reliable, yang mencerminkan derajat objektif yang tinggi, dan menggambarkan kausalitas. Kriteria masalah penelitian yang baik (Danim, 2003), yaitu :

a) Bersifat kausalitas atau menghubungkan 2 variabel b) Dapat diukur secara empiris dan objektif

c) Dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, lebih baik dinyatakan dalam bentuk pertanyaan

d) Tidak mencerminkan ambisi pribadi atau masyarakat, dan tidak pula menuntut jawaban dengan pertimbangan moral subjektif

Contoh :

 Bagaimanakah peran orang tua dalam perawatan tali pusat pada bayi baru lahir ? (deskriptif)

 Apakah ada hubungan antara variable X dan variable Y ? (Crossectional : Asosiasi/korelasi)

 Apakah ada pengaruh pemberian terapi bermain pada anak pra-sekolah selama MRS terhadap penerimaan selama tindakan invansiv ? (pengaruh-experiment)

(Danim, 2003)

5. Faktor-faktor yang Mendasari Perumusan Masalah

Penyusunan rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada pemahaman yang dimiliki peneliti tentang masalah yang ada dan berkembang saat itu. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti meliputi factor-faktor tersebut dibawah ini :

a. Mendefinisikan permasalahan/topic (fakta empiris-induktif) b. Mulai mencari sumber kepustakaan (kajian teori-deduksi) c. Interaksi antara teman sejawat atau anggota tim

d. Layak dijabarkan (feasibility)

(33)

29

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n Latihan

Untuk lebih menambah pemahaman Anda tentang topik pada kegiatan belajar 2 ini, berikut diberikan tugas kelompok untuk dikerjakan secara berkelompok. Ikutilah petunjuk di bawah ini :

1. Bentuklah kelompok kecil, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang.

2. Masing-masing anggota kelompok diberikan tugas untuk memahami pokok materi yang berbeda-beda pada kegiatan belajar 2 (kelompok heterogen), yaitu :

- Anggota kelompok 1, memahami pokok materi masalah perawat di RS

- Anggota kelompok 2, memahami pokok materi masalah perawat di Puskesmas - Anggota kelompok 3, memahami pokok materi masalah perawat di Dinas

Kesehatan

- Anggota kelompok 4, memahami pokok materi masalah perawat di klinik

3. Setelah anggota kelompok menguasai pokok materi yang menjadi tugasnya, berkumpullah dengan anggota kelompok lain yang mempunyai tugas menguasai pokok materi yang sama dengan Anda (bentuk kelompok homogen)

4. Setelah kelompok kelompok homogen terbentuk, diskusikan kembali tentang pokok materi yang sama

5. Kemudian kembali ke kelompok heterogen untuk menyampaikan hasil diskusi dari kelompok homogen.

6. Masing-masing kelompok heterogen mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

Rangkuman

1. Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, antara harapan dengan capaian. (Zainuddin, 2003)

(34)

30

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

2. Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. (Ahmad Kurnia, 2009)

3. Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat, meliputi :

 Perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena, dan

 Perumusan masalah eksplanatoris, apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena.

4. Kriteria masalah penelitian yang baik (Danim, 2003), yaitu : a) Bersifat kausalitas atau menghubungkan 2 variabel b) Dapat diukur secara empiris dan objektif

c) Dinyatakan secara jelas dan tidka bermakna ganda, lebih baik dinyatakan dalam bentuk pertanyaan

d) Tidak mencerminkan ambisi pribadi atau masyarakat, dan tidak pula menuntut jawaban dengan pertimbangan moral subjektif

5. Turney dan Noble (1971) mengemukakan bahwa ada 5 sumber masalah penelitian empiris, termasuk masalah penelitian keperawatan, yaitu :

a) Pengalaman Pribadi

b) Keterangan Yang Diperoleh Secara Kebetulan c) Kerja dan Kontak Profesional

d) Pengujian dan Pengembangan Teori

e) Analisis Literatur Profesional dan Hasil Penelitian Sebelumnya

Tes Formatif 2

(35)

31

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang terletak pada bagian akhir modul 1 ini. Hitunglah jawaban benar selanjutnya berikanlah penilaian dengan menggunakan rumus untuk mengetahui tingkat pengusaan anda terkait materi pada kegiatan belajar 1.

Arti tingkat penguasaan : 90 – 100% = Baik sekali 80- 89% = Baik 70 – 79% = Cukup

<70% = kurang

Apabila anda mencapai nilai 80% atau lebih, anda dapat meneruskan mempelajari kegiatan belajar 2. BAGUS, TINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA! Jika masih di bawah 80%

berarti anda harus mengulangi kembali mempelajari materi kegiatan belajar 1 terutama pada bagian yang belum anda kuasai.

Tingkat Pengetahuan = Jumlah Jawaban benar x 100%

Jumlah soal

(36)

32

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

MODUL 3

MANFAAT DAN TUJUAN PENELITIAN

Pendahuluan

Bismillah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Adek-adek semua yang berbahagia. Hari ini kita sampai pada materi ketiga manfaat dan tujuan penelitian.

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 1, diharapkan Anda dapat : 1. Menjelaskan pengertian manfaat penelitian

2. Menjelaskan manfaat penelitian

3. Menjelaskan pengertian tujuan penelitian 4. Menjelaskan macam tujuan penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat peneltian adalah kegunaan hasil penelitian nanti, baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, dalam manfaat penelitian ini harus diuraikan secara terperinci manfaat atau apa gunanya hasil penelitian nanti. Dengan kata lain, data (informasi) yang akan diperoleh dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa, dalam rangka pengembangan program kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari penelitian tersebut akan mempunyai kontribusi apa bagi engembangan ilm pengetahuan. Secara spesifik, manfaat penelitian di bidang apapun seyogyanya mencakup dua aspek, yakni:

1. Manfaat praktis atau aplikatif

Adalah manfaat penelitian dari aspek praktis atau aplikatif, yakni manfaat penelitian bagi program. Di bidang kesehatan dengan sendirinya manfaat penelitiannya adalah bagi pembangunan kesehatan atau bagi pengembangan program kesehatan

(37)

33

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

2. Manfaat teoritis atau akademis

Adalah manfaat penelitian dari aspek teoritis yakni manfaat penelitian bagi pengembangan ilmu. Di bidang kesehatan atau kedokteran dengan sendirinya manfaat peenlitian tersebut harus dapat menambah khasanah ilmu kesehatan, khususnya terkait dengan kekhususan bidang kesehatan yang diteliti.

Bagi beberapa penelitian akademis (mahasiswa), kadang-kadang manfaat penelitian ini juga dilihat dari kepentingan pribadi peneliti yakni sebagai pengalaman proses belajar mengajar khususnya dalam bidang metodologi penelitian. Sebenarnya manfaat penelitian seperti ini tidak perlu dicantumkan karena memang penelitian apa saja bagi peneliti otomatis merupakan pengalaman pribadi dalam melakukan penelitian (Soekidjo, 2010)

Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi sekolah, guru, dan siswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Contoh Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain:

1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan yang sangat berharga pada perkembangan ilmu pendidikan, terutama pada penerapan model-model

(38)

34

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

pembelajaran untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran dan hasil belajar di kelas.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan masukan bagi kampus untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran dosen agar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa meningkat.

3. Bagi Mahasiswa

Meningkatkan hasil belajar dan solidaritas mahasiswa untuk menemukan pengetahuan dan mengembangkan wawasan, meningkatkan kemampuan menganalisis suatu masalah melalui pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif.

4. Bagi Dosen atau Calon Peneliti

Sebagai sumber informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian tindakan kelas dan menumbuhkan budaya meneliti agar terjadi inovasi pembelajaran.

5. Bagi Peneliti

Sebagai sarana belajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan terjun langsung sehingga dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini sudah efektif dan efisien.

(39)

35

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n Tujuan Penelitian

1. Pentingnya Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian diperoleh dari rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan sebagai indicator terhadap hasil yang diharapkan. Tujuan dari penelitian berguna untuk mengidentifikasi, menjelaskan, mempelajari, membuktikan, mengkaji, memprediksi alternatif pemecahan masalah terhadap masalah penelitian. Tujuan tersebut menandakan ide dari riset, misalnya deskriptif, corelasi, dan komparatif.

Dengan adanya tujuan tersebut akan mempermudah untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Menurut Sugiono (1999) Tujuan penelitian hendakanya harus dirumuskan secara spesifik dan jelas yaitu mengenai kejadian apa, dimana, bilamana terjadinya dan bagaiamana. Kaburnya tujuan penelitian akan berakibat kaburnya hasil penelitian yang akan diperoleh. Dengan menentukan tujuan penelitian secara singkat dan jelas, researcher dapat menyaring data apa saja yang benar-benar diperlukan artinya yang relevan terhadap persoalan, sehingga dengan demikian akan mempermudah pembuatan daftar pertanyaan (questionnaire) yang akan dipergunakan untuk memperoleh data tersebut.

Tujuan penelitian, pertanyaan penelitian (rumusan masalah), dan hipotesis disusun untuk menjembatani kesenjangan antara permasalahan penelitian yang masih abstrak. Kejelasan dari objektivitas biasanya difokuskan pada satu atau dua variable. Kadang-kadang fokusnya untuk mengidentifikasi suatu hubungan diantara dua atau lebih variable atau untuk menentukan perbedaan diantara dua kelompok dari suatu variable (Burns & Grove, 1991; Polit & Hungler, 1993; dan LoBiondo &

Wood, 1994).

(40)

36

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

Tujuan penelitian harus jelas, ringkas, pernyataan yang deklaratif yang biasanya dituliskan dalam bentuk kalimat aktif. Untuk suatu kejelasan tujuan, biasanya difokuskan pada satu atau dua variable dan mengidentifikasi apakah variable perlu dijabarkan lebih lanjut. Fokus tersebut bisa dalam bentuk identifikasi hubungan atau asosiasi diantara variabel atau untuk menentukan perbedaan diantara dua grup dengan variabel. Misalnya, tujuan penelitian adalah untuk :

 Untuk mengidentifikasi karakteristik dari variabel X

 Untuk mengidentifikasi karakteristik dari variabel Y

 Untuk menentukan atau mengidentifikasi hubungan antara variabel X dan variabel Y (relational)

 Untuk menentukan atau mengidentifikasi perbedaaan antara grup 1 dan grup 2 sehubungan dengan variabel X (differences)

2. Rumusan Tujuan Penelitian

Rumusan tujuan penelitian harus selalu konsisten dengan rumusan masalah.

Berapa banyak masalah dirumuskan, sebanyak itu pula tujuan yang akan dicapai.

Untuk itu, perlu ditetapkan suatu tujuan penelitian berdasarkan persoalan yang dipilih. Tujuan yang jelas memberikan landasan untuk perancangan proyek penilitian, untuk pemilihan metode yang paling tepat dan untuk pengolahan proyek setelah dimulai serta memberikan bentuk dan makna bagi laporan akhir.

Tujuan penelitian adalah suatu indikasi kearah mana atau apa yang dicari melalui penelitian itu, yang dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati dan dapat diukur. Tujuan dari riset ini biasanya adalah untuk mengidentifikasi, menjelaskan atau memprediksi alternatif pemecahan masalah.

Secara bodoh dapat dikatakan, bahwa dalam merumuskan tujuan penelitian seseorang peneliti tinggal mengubah redaksi kalimat masalah (kalimat pertanyaan dipertanyaan masalah) menjadi kalimat pernyataan supaya menemukan jawaban atas masalah itu, tentu saja dengan penyesuaian redaksi seperlunya. Perhatikan contoh dibawah ini :

(41)

37

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

 Apabila masalahnya adakah hubungan antara dukungan keluarga dengan pengurangan kekambuhan asma selama perawatan dirumah

 Maka tujuannya menemukan hubungan antara dukungan keluarga dengan pengurangan kekambuhan asma selama perawatan dirumah

Biasanya tujuan penelitian itu dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

a) Tujuan umum, yakni tujuan penelitian yang berupaya menjawab masalah pokok, yang disesuaikan dengan spesifikasi permasalahan yang akan diteliti atau yang menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari penelitian.

b) Tujuan khusus, yakni penjabaran dari tujuan umum yang merupakan jawaban sementara dari pertanyaan masalah yang secara spesifik akan menjawab masalah-masalah khusus atau sub-sub masalahnya dan sekaligus menyatakan rincian langkah demi langkah untuk mencapai tujuan umum.

Tindakan pada tujuan khusus dinyatakan dengan kata kerja (t), yang tentu saja sesuai dengan permasalahannya, misalnya : Menilai (to evaluate), Mengukur (to assess, to measure), Mengidentifikasi (to identify), Menentukan (to determine), Membandingkan (to compare). (Depkes RI. 2003)

Latihan

1. Menjelaskan pengertian manfaat penelitian 2. Menjelaskan manfaat penelitian

3. Menjelaskan pengertian tujuan penelitian 4. Menjelaskan macam tujuan penelitian

Petunjuk Jawaban Latihan

1. Lihat pembahasan pengertian manfaat penelitian 2. Lihat pembahasan manfaat penelitian

3. Lihat pembahasan pengertian tujuan penelitian 4. Lihat pembahasan macam tujuan penelitian

(42)

38

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n Rangkuman

1. Tujuan penelitian diperoleh dari rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan sebagai indicator terhadap hasil yang diharapkan. Tujuan dari penelitian berguna untuk mengidentifikasi, menjelaskan, mempelajari, membuktikan, mengkaji, memprediksi alternatif pemecahan masalah terhadap masalah penelitian. Tujuan tersebut menandakan ide dari riset, misalnya deskriptif, corelasi, dan komparatif.

Dengan adanya tujuan tersebut akan mempermudah untuk mencapai hasil yang diharapkan.

2. Rumusan tujuan penelitian harus selalu konsisten dengan rumusan masalah.

Berapa banyak masalah dirumuskan, sebanyak itu pula tujuan yang akan dicapai.

Untuk itu, perlu ditetapkan suatu tujuan penelitian berdasarkan persoalan yang dipilih. Tujuan penelitian adalah suatu indikasi kearah mana atau apa yang dicari melalui penelitian itu, yang dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati dan dapat diukur. Tujuan dari riset ini biasanya adalah untuk mengidentifikasi, menjelaskan atau memprediksi alternatif pemecahan masalah.

Tes Formatif

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang terletak pada bagian akhir modul 1 ini. Hitunglah jawaban benar selanjutnya berikanlah penilaian dengan menggunakan rumus untuk mengetahui tingkat pengusaan anda terkait materi pada kegiatan belajar 1.

Arti tingkat penguasaan :

Tingkat Pengetahuan = Jumlah Jawaban benar x 100%

Jumlah soal

(43)

39

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n 90 – 100% = Baik sekali 80- 89% = Baik 70 – 79% = Cukup

<70% = kurang

Apabila anda mencapai nilai 80% atau lebih, anda dapat meneruskan mempelajari kegiatan belajar 2. BAGUS, TINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA! Jika masih di bawah 80%

berarti anda harus mengulangi kembali mempelajari materi kegiatan belajar 1 terutama pada bagian yang belum anda kuasai.

(44)

40

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n
(45)

41

|

R I S E T

K e p e r a w a t a n

MODUL 4 KERANGKA KONSEP

Pendahuluan

Bismillah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Adek-adek yang senantiasa diridhai Allah. Hari ini kita akan belajar tentang kerangka konsep. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan Anda dapat :

1. Menjelaskan pengertian kerangka teori dan kerangka konsep 2. Menjelaskan perbedaan kerangka teori dan kerangka konsep

3. Menjelaskan suatu masalah penelitian dengan kerangka teori dan kerangka konsepnya

4. Jelaskan kerangka konsep dengan variabel perancu

Pengertian

Kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainya dari masalah yang ingin diteliti. Kerangka konsep ini gunanya untuk menghubungkan atau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu topik yang akan dibahas. Kerangka ini didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai landasan penelitian yang didapatkan pada tinjauan pustaka atau kalau boleh dikatakan oleh penulis merupakan ringkasan dari tinjauan pustaka yang dihubungkan

dengan garis sesuai variabel yang diteliti.

Tinjauan pustaka berisi semua pengetahuan (teori, konsep, prinsip, hukum maupun proposisi) yang nantinya bisa membantu untuk menyusun kerangka konsep dan operasional penelitian. Temuan hasil peneliti yang telah ada sangat membantu dan

mempermudah peneliti membuat kerangka konseptual.

Kerangka konseptual diharapkan akan memberikan gambaran dan mengarahkan asumsi mengenai variabel-variabel yang akan diteliti. Kerangka konseptual memberikan petunjuk kepada peneliti di dalam merumuskan masalah penelitian. Peneliti akan menggunakan kerangka konseptual yang telah disusun untuk menentukan pertanyaan-

(46)

42

|

Gambar

Gambar 1. PERCEDE Teori Green.7
Gambar 3. Kerangka Konsep dengan Variabel Perancu8  Latihan
Gambar 2. Contoh Kerangka Konsep 1

Referensi

Dokumen terkait

keperawatan pada pasien BPH Post Operasi Prostatektomi yang dapat. digunakan acuan bagi praktik

tentang asuhan keperawatan pada pasien hamil dengan plasenta previa. yang dapat digunakan acuan bagi praktek

tentang asuhan keperawatan keluarga dengan asma yang dapat digunakan. acuan bagi praktek

tentang asuhan keperawatan anak dengan Retinoblastoma yang dapat. digunakan sebagai acuan bagi praktek

Berbagai unsur mulai dari mahasiswa keperawatan, pendidik keperawatan, perawat peneliti, ners dan spesialis keperawatan harus digerakkan melakukan

FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN KELUARGA MAHASISWA PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TA.. Pekerjaan kepala

13 BAB V PENUTUP Modul praktek klinik keperawatan Jiwa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa semester V dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah psikososial

Surat permohonan izin penelitian dari Universitas Jambi kepada Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk mahasiswa keperawatan yang akan melakukan survei data awal penelitian