• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3. Konsep Asuhan Keperawatan

2.3.5. Evaluasi

1) Menjelaskan tujuan kepatuhan diet terhadap kesehatan

2) Menginformasikan makanan yang diperbolehkan dan dilarang dan jumlah kalori

3) Menganjurkan mengganti bahan makanan sesuai diet yang diprogramkan

4) Mengajarkan cara membaca label makanan dan memilih makan yang sesuai

5) Mengajarkan cara merencanakan makanan yang sesuai program 6) Mengajarkan cara menghitung kalori

7) Mengajarkan untuk membuat catatan makan per hari 8) Mengobservasi berat badan klien

dapat menjelaskan tentang pentingnya nutrisi bagi tubuhnya, klien melaporkan nafsu makan meningkat, klien dapat mendemonstrasikan diet makan dengan benar, tidak ada penurunan BB, nafsu makan meningkat, Penurunan frekuensi terjadinya mual muntah.

2.3.5.3. Setelah dilakukan intervensi keperawatan sebanyak 3x kunjungan diharapkan Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik membaik dengan kriteria hasil : Kliem mampu menjelaskan penyebab terjadinya integritas kulit, Klien melaporkan luka pada kulit membaik, Klien mampu mendemonstrasikan cara mencegah infeksi pada luka, jaringan membaik, CRT <3 detik, Tidak sianosis, Warna kulit kemerahan.

2.3.5.4. Setelah dilakukan intervensi keperawatan sebanyak 3x diharapkan resiko infeksi teratasi dengan kriteria hasil : Klien mampu menjelaskan terjadinya infeksi , Klien melaporkan luka tidak semakin memerah dan keluar nanah, Klien dapat mendemonstrasikan cara mencegah terjadinya infeksi, klien tidak ada tanda-tanda infeksi, Suhu tuhun klien antara 36,4 - 36,5oC, Tidak ada cairan luka dan berbau.

2.3.5.5. Setelah dilakukan intervensi keperawatan sebanyak 2 x diharapkan ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga teratasi dengan kriteria hasil : Keluarga mampu menjelaskan tentang penyakit Diabetes Melitus, Keluarga dapat mengambil keputusan, Keluarga dapat mendemonstrasikan cara merawat anggota keluarga yang

sakit, Keluarga dapat mendemonstrasikan untuk memodifikasi lingkungan, Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan.

2.3.5.6. Setelah dilakukan intervensi keperawatan sebanyak 2x diharapkan pengetahuan klien teratasi dengan kriteria hasil : Klien mampu menjelaskan tentang penyebab masalah penyakit dan obat yang dikonsumsi, Klien melaporkan bahwa pengetahuannya sudah bertambah, Klien dapat mendemonstarsikan cara penyimpanan obat dan cara meredakan atau mengatasi gejala yang dirasakan, Pengetahuan tentang penyakit dan obat teratasi, Klien tidak terlihat kebingungan ketika ditanya tentang penyakit dan obat teratasi.

2.3.5.7. Setelah dilakukan intervensi keperawatan sebanyak 2x kunjungan diharapkan ketidakpatuhan klien teratasi, dengan kriteria hasil : Klien mampu menjelaskan kembali tentang pentingnya kepatuhan diet Diabetes Melitus, Klien melaporkan dapat menjalankan diet pada Diabetes Melitus, Klien mendemonstrasikan cara membuat menu makan dan membuat jadwal makan, Resiko komplikasi penyakit atau masalah kesehatan menurun.

2.3.6. Pathway

Gambar 2.2. Kerangka Masalah Diabetes Melitus (SDKI, 2016)

57 BAB III TINJAUAN KASUS

Bab III berisikan tentang tinjauan kasus, dimana dalam tinjauan kasus ini akan dipaparkan tentang hasil proses keperawatan. Proses keperawatan yang dilakukan oleh peneliti terdiri dari Pengkajian, Diagnosa keperawatan, Intervensi keperawatan, Implementasi keperawatan, Evaluasi keperawatan.

3.1. Pengkajian 3.1.1. Identitas Klien

Tabel 3.1 Identitas Ny. M dan Ny. A

Identitas Klien Ny. M Ny. A

Nama Umur Jenis kelamin

Agama Pendidikan

terakhir Pekerjaan

Alamat

Ny. M 62 tahun Perempuan

Islam SMP Ibu rumah tangga Perum. Bumi Intan Permai

RT.20 RW.5

Ny. A 59 tahun Perempuan

Islam SMP Ibu rumah tangga Perum. Bumi Intan Permai

RT.20 RW.5

3.1.2. Riwayat Kesehatan

Tabel 3.2 Pengkajian Riwayat Kesehatan pada Ny. M dan Ny. A

Riwayat Kesehatan

Ny. M Ny. A

Keluhan Utama Pasien mengatakan merasa kebas dan kesemutan pada kaki kanan dan kirinya

Pasien mengatakan kaki sebelah kanan dan kiri sering kesemutan dan kebas

Riwayat Kesehatan Saat Ini

Pasien mengatakan memiliki gula darah tinggi sejak menginjak usia 50 tahun, klien tahu gula darahnya tinggi setelah mengikuti posyandu lansia. pasien mengatakan kaki kesemutan dan kebas baru terasa sejak umur 60 tahun, dampak dari kaki kesemutan pasien tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Pasien suka mengkonsumsi minuman manis siap saji. banyak minum dan sering kencing, pasien menganggap itu hal wajar. Pasien hanya mengkonsumsi bermacam- macam obat herbal untuk mengurangi rasa kebas dan kesemutannya.

Pasien mengatakan dirinya memiliki gula darah lumayan tinggi tetapi tidak terlalu parah, pasien jarang memeriksakan gula darahnya karena harus membayar, pasien mengatakan kaki sebelah kanan dan kiri sering kesemutan dan kebas, kesemutan biasanya muncul secara tiba-tiba bisa saat pasien beraktivitas sehari- hari seperti bersih – bersih rumah, dan juga bisa saat klien diam tidak beraktivitas.

untuk mengurangi rasa kebas dan kesemutannya pasien hanya melakukan pijat pada area kaki, kebas dan kesemutan yang dirasakan pasien berdampak pada aktivitas sehari – hari pasien Riwayat

Kesehatan Sebelumnya

1. Riwayat penyakit sebelumnya:

Pasien mengatakan memiliki hipertensi dari keturunan

1. Riwayat penyakit sebelumnya:

Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit apa-apa

2. Riwayat alergi:

Pasien mengatakan mempunyai riwayat alergi terhadap udang 3. Riwayat operasi:

Pasien mengatakan tidak pernah oprasi

4. Riwayat jatuh:

Pasien mengatakan tidak pernah jatuh

2. Riwayat alergi:

Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi

3. Riwayat operasi:

Pasien mengatakan tidak pernah oprasi

4. Riwayat jatuh:

Pasien mengatakan tidak pernah jatuh

Riwayat Kesehatan

Keluarga

Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus tetapi keluarga menderita hipertensi

Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus

Perilaku yang Mempengaruhi

Kesehatan

Pasien mengatakan suka mengkonsumsi minuman manis, pasien berjualan minuman manis siap saji dan sering mengkonsumsi minuman-minuman itu bisa sampai 8 gelas dalam sehari dan ditambah pasien tidak mengkontrol pola dan tipe makanan yang dikonsumsi setiap harinya

Pasien mengatakan suka makan cemilan manis, tidak mempunyai pantangan makan, tidak mengkontrol menu makanan yang dikonsumsi, sehingga pasien masih mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi gula (glukosa) seperti minuman manis siap saji, teh, cemilan manis, dll.

Pengetahuan Klien Tentang Penyakitnya

Pasien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya ketika ditanya tampak

Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya, ketika ditanya tampak

bingung, ketika ditanya tentang apa yang diketahui tentang Diabetes Mellitus pasien menjawab penyakit gula darah tinggi saja, pasien tidak tahu tentang penyebab, komplikasi, tanda dan gejala serta perawatan yang dapat dilakukan pada Diabetes Mellitus. Usaha pasien untuk mengurangi kadar gula tingginya adalah dengan mengkonsumsi bermacam - macam obat herbal.

kebingungan, saat ditanya tentang apa yang diketahui tentang Diabetes Mellitus pasien menjawab penyakit saat gula darah orang itu tinggi. pasien tidak tahu tentang penyebab, komplikasi, tanda dan gejala serta perawatan yang dapat dilakukan pada Diabetes Mellitus. Pasien mengatakan tidak memiliki usaha untuk mengurangi kadar gula tingginya karena percaya bahwa gula darahnya tidak terlalu tinggi dan tidak berbahaya.

3.1.3. Genogram

Gambar 3.1 Genogram Ny. M

Gambar 3.2 Genogram Ny. A Keterangan

: Perempuan : Meninggal : Laki – Laki : Meninggal : Klien

: Tinggal satu rumah : Garis Perkawinan : Garis Keturunan 3.1.4. Riwayat Psikososial

Tabel 3.3 Riwayat Psikososial pada Ny. M dan Ny. A

Riwayat Psikososial Ny. M Ny. A

Kondisi Tempat Tinggal Hubungan/Dukungan

Keluarga

Kondisi tempat tinggal klien bersih dan layak

Klien mengatakan

hubungan klien dan keluarga baik dan

Kondisi tempat tinggal klien bersih dan layak Klien mengatakan hubungan klien dan keluarga baik dan rukun.

Kemampuan Klien dalam Melaksanakan

Perannya

Harapan Klien Terhadap Penyakitnya

Hubungan klien dengan masayarakat di

sekitarnya

mendukung. Tidak ada perselisihan dan pertikaian antara anggota keluarga.

Klien mampu dalam melaksanakan perannya sebagai orangtua dan nenek

Klien berharap kebas dan kesemutan pada kakinya hilang dan gula darahnya membaik

Hubungan klien dengan masyarakat disekitar rumah baik dan rukun

Tidak ada perselisihan dan pertikaian antara anggota keluarga, anggota keluarga saling menjaga satu sama lain.

Klien mampu dalam melaksanakan perannya sebagai orangtua dan nenek

Klien berharap kebas dan kesemutan pada kakinya hilang dan agar sehat selalu

Hubungan klien dengan masyarakat disekitar rumah baik dan rukun

3.1.5. Riwayat Nutrisi dan Cairan

Tabel 3.4 Riwayat Nutrisi dan Cairan pada Ny. M dan Ny. A Riwayat Nutrisi dan

Cairan

Ny. M Ny. A

Nafsu makan

Frekuensi makan

Pasien mengatakan nafsu makan baik

3-4x sehari dengan porsi normal habis

Pasien mengatakan nafsu makan baik

3x sehari dengan porsi normal habis

Pantangan makan

Jenis minuman

Lain – lain

Pasien mengatakan tidak mempunyai pantangan makan dan minuman semua makanan tetap dikonsumsi Pasien mengkonsumsi air putih dan minuman manis siap saji kurang lebih 2500 ml/hari

Pasien mengatakan sering minum es jualannya

Pasien mengatakan tidak mempunyai pantangan makan dan minuman.

Pasien mengkonsumsi air putih dan teh kurang lebih 2000 ml/hari

Pasien mengatakan suka ngemil makanan ringan

3.1.6. Identifikasi Kemampuan dalam Melakukan Aktivitas Sehari-hari

Tabel 3.5 Identifikasi Kemampuan dalam Melakukan Aktivitas Sehari-hari

Kemampuan Ny. M Ny. A

Indeks KATZ A: Mandiri dalam mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah, kontinensial (BAK/BAB), dan makan

A: Mandiri dalam mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah, kontinensial (BAK/BAB), dan makan

Modifikasi Baethel Indeks

130: Mandiri 130: Mandiri Identifikasi status

mental dengan SPMSQ

Salah 0: Fungsi intelektual utuh

Salah 0: Fungsi intelektual utuh

3.1.7. Pemeriksaan Fisik

Tabel 3.6 Pemeriksaan Fisik pada Ny. M dan Ny. A

Pemeriksaan Fisik Ny. M Ny. A

Keadaan umum Baik Baik

Tanda vital

TD: 160/90 mmHg S: 37,0 C N: 76x/menit RR: 20x/menit

TD: 130/80 mmHg S: 36,9 C N: 80x/menit RR: 20x/menit

Sistem Respirasi (B1) Ny. M Ny. A

1. Bentuk dada 2. Susunan ruas

tulang belakang 3. Irama nafas

4. Retraksi otot bantu nafas

5. Perkusi thorax 6. Alat bantu nafas 7. Vocal fremitus 8. Suara nafas 9. Nyeri dada saat

bernapas 10. Batuk

11. Produksi sputum 12. Warna sputum 13. Lain – lain

Simetris Normal

Teratur Tidak ada

Sonor Tidak ada Normal kanan kiri

Vesikuler Tidak ada

Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada

Simetris Normal Teratur Tidak ada

Sonor Tidak ada Normal kanan kiri

Vesikuler Tidak ada

Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada

Masalah Keperawatan Tidak ada masalah keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan

Sistem Kardiovaskuler

(B2) Ny. M Ny. A

1. Nyeri dada 2. Irama jantung 3. Ictus cordis 4. Bunyi jantung 5. Bunyi jantung

tambahan 6. Cyanosis 7. Clubbing finger 8. Lain – lain

Tidak ada Teratur

Kuat S1 S2 tunggal

Tidak ada Tidak Tidak Tidak ada

Tidak ada Teratur

Kuat S1 S2 tunggal

Tidak ada Tidak Tidak Tidak ada Masalah keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan Sistem Persyarafan

(B3) Ny. M Ny. A

1. Kesadaran 2. Orientasi 3. Kejang 4. Kaku kuduk 5. Brudzinsky 6. Nyeri kepala

Pusing 7. Istirahat/tidur 8. Kelainan nervus

cranial 9. Pupil 10. Lain – lain

Composmentis Baik Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Siang 1 jam, malam 7 jam Tidak ada

Isokor Lain – lain

Composmentis Baik Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Siang 2 jam, malam 6 jam Tidak ada

Isokor Lain – lain

Masalah keperawatan Tidak ada masalah keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan

Sistem Genetourinaria

(B4) Ny. M Ny. A

1. Bentuk alat kelamin

2. Kebersihan alat kelamin

3. Frekuensi Berkemih Jumlah

Bau dan Warna

Tempat yang digunakan 4. Alat bantu yang

digunakan 5. Lain – lain

Normal Bersih 6 – 8 kali/hari Kurang lebih 2000ml/24jm

Bau khas urine berwarna kuning cerah

Toilet Tidak ada Tidak ada

Normal Bersih 4 – 5 kali/hari

Kurang lebih 1500ml/24jm Bau khas

urine berwarna kuning cerah

Toilet Tidak ada

Tidak ada Masalah keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan Sistem Pencernaan

(B5) Ny. M Ny. A

1. Mulut

Mukosa bibir Bentuk bibir Gigi

Kebiasaan gosok gigi

2. Tenggorokan

Bersih Lembab Normal

Bersih 2x sehari Tidak ada kesulitan menelan, kemerahan,

pembesaran tonsil

Bersih Lembab

Normal Bersih 2x sehari Tidak ada kesulitan menelan, kemerahan,

pembesaran tonsil

3. Abdomen

4. Kebiasaan BAB Konsistensi Warna dan Bau Tempat yang digunakan 5. Peristaltic usus 6. Masalah eliminasi

alvi 7. Tindakan

8. Lain – lain

Tegang (-) Asites (-) Kembung (-) Nyeri tekan (-) Nyeri abdomen (-)

1-2x sehari Lembek

Coklat dan bau khas feses Toilet

10x/menit Tidak ada

Pemakaian obat pencahar (-)

Lavement (-) NGT (-) Kumbah lambung (-)

BB: 70 kg TB: 158 cm IMT: 28 kg/m²

(overweight) BBI: 49,3 kg Kebutuhan Kalori: 1330

kkal

Tegang (-) Asites (-) Kembung (-) Nyeri tekan (-) Nyeri abdomen (-)

1x sehari Lembek

Kuning dan bau khas feses Toilet

8x/menit Tidak ada

Pemakaian obat pencahar (-)

Lavement (-) NGT (-) Kumbah lambung (-)

BB: 48 kg TB: 156 cm

IMT: 19.7 kg/m² (normal) BBI: 47.6 kg Kebutuhan Kalori: 1130

kkal

Masalah keperawatan Obesitas

Tidak ada masalah keperawatan

Sistem Muskuloskeletal dan

Integumen (B6)

Ny. M Ny. A

1. Kemampuan pergerakan sendi dan tungkai (ROM) 2. Kekuatan otot 3. Fraktur 4. Dislokasi 5. Luka 6. Akral 7. Turgor

CRT 8. Oedema

9. Kebersihan kulit 10. Kemampuan

melakukan ADL 11. Lain – lain

Bebas

5,5,5,5 Tidak ada Tidak ada Tidak ada Hangat

Elastis

< 3 detik Tidak ada

Bersih Mandiri Tidak ada

Bebas

5,5,5,5 Tidak ada Tidak ada Tidak ada Hangat

Elastis

< 3 detik Tidak ada

Bersih Mandiri

Tidak ada Masalah keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan Sistem Pengindraan

(B7) Ny. M Ny. A

1. Mata

Konjungtiva Sklera Pelpebra Strabismus Ketajaman pengelihatan Alat bantu

Normal kanan kiri Normal Normal Tidak ada

Normal Kaca mata baca

Normal kanan kiri Normal Normal Tidak ada

Normal Kaca mata baca

Lain – lain 2. Hidung

Mukosa hidung Sekret

Ketajaman penciuman Kelainan lain 3. Telinga: Bentuk

Keluhan Ketajaman pendengaran Alat bantu 4. Perasa

5. Peraba

Tidak ada Normal Lembab Tidak ada

Normal Tidak ada Simetris kanan kiri

Tidak ada Normal Tidak ada Manis (+) Pahit (+) Asam (+)

Asin (+) Normal

Tidak ada Normal Lembab Tidak ada

Normal Tidak ada Simetris kanan kiri

Tidak ada Normal Tidak ada Manis (+) Pahit (+) Asam (+) Asin (+)

Normal Masalah keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan Sistem Endokrin dan

Kelenjar Limfe (B8) Ny. M Ny. A

1. Pembesaran kelenjar thyroid 2. Pembesaran limfe 3. Pembesaran

kelenjar parotis 4. Lain – lain

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Banyak keringat (-)

Polidipsi (+) Polifagi (-)

Poliuri (+)

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Banyak keringat (-)

Polidipsi (-) Polifagi (-)

Poliuri (-)

5. Luka gangrene Karakteristik luka gangrene

Lokasi

Tidak ada - -

Tidak ada - - Masalah keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan Pemeriksaan

penunjang

GDA

a. 17/07/22 = 433 mg/dl

GDA

a. 18/07/22 = 245 mg/dl

3.2. Analisa Data

Tabel 3.7 Analisa Data pada Ny. M dan Ny. A

No Data Etiologi Masalah

Ny. M 1. Data subjektif: -

Data objektif:

a. BB: 70 kg b. TB: 158 cm c. IMT: 28 kg/m²

(overweight) d. BBI: 49,3 kg

Kelebihan Konsumsi Gula

Obesitas

2. Data subjektif:

Pasien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya Data objektif:

a. klien sering

mengkonsumsi minuman

Kurang Terpapar Informasi

Defisit Pengetahuan

manis siap saji bisa sampai 8 gelas dalam sehari dan pasien tidak mengkontrol pola dan tipe makanan yang dikonsumsi setiap harinya

b. Klien banyak minum dan sering kencing, pasien menganggap itu hal wajar.

3. Data subjektif:

Pasien mengatakan suka mengkonsumsi minuman manis siap saji.

Data objektif:

a. Klien sering

mengkonsumsi minuman manis siap saji bisa sampai 8 gelas dalam sehari dan ditambah pasien tidak mengkontrol pola dan tipe makanan yang dikonsumsi setiap harinya

b. Klien masih sering kesemutan dan kebas pada kaki kanan dan kirinya c. Kadar gula darah klien

tetap tinggi pada saat kunjungan pertama pada 17/07/22 = 433 mg/dl

Ketidakadekuatan Pemahaman (Kurang Motivasi)

Ketidakpatuhan

Ny. A 1. Data subjektif:

Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya

Data objektif:

a. Pasien suka makan cemilan manis, tidak mempunyai pantangan makan, tidak mengkontrol menu makanan yang dikonsumsi, sehingga pasien masih

mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi gula (glukosa) seperti

minuman manis siap saji, teh, cemilan manis, dll.

b. Pasien tidak memiliki usaha untuk mengurangi kadar gula tingginya karena percaya bahwa gula darahnya tidak terlalu tinggi dan tidak berbahaya.

Kurang Terpapar Informasi

Defisit Pengetahuan

2. Data subjektif:

Pasien mengatakan tidak memiliki usaha untuk mengurangi kadar gula tingginya karena percaya

Ketidakadekuatan Pemahaman (Kurang Motivasi)

Ketidakpatuhan

bahwa gula darahnya tidak terlalu tinggi dan tidak berbahaya.

Data objektif:

a. Pasien suka mamakan cemilan manis, tidak mempunyai pantangan makan, tidak mengkontrol menu makanan yang dikonsumsi

b. Klien masih sering kesemutan dan kebas pada kaki kanan dan kirinya c. Kadar gula darah klien

tetap tinggi pada saat kunjungan pertama pada 18/07/22 = 245 mg/dl

3.3. Diagnosa Keperawatan

Tabel 3.8 Diagnosa Keperawatan pada Ny. M dan Ny. A

Ny. M Ny. A

1. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran, menunjukkan persepsi yang keliru terhadap masalah

2. Ketidakpatuhan berhubungan

1. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran, menunjukkan persepsi yang keliru terhadap masalah

2. Ketidakpatuhan berhubungan

dengan ketidakadekuatan pemahaman (kurang motivasi) dibuktikan dengan menolak mengikuti anjuran, perilaku tidak menjalankan anjuran, tampak tanda/gejala penyakit/masalah kesehatan masih ada, tampak komplikasi penyakit/masalah kesehatan menetap

3. Obesitas berhubungan dengan kelebihan konsumsi gula dibuktikan dengan IMT 28 kg/m²

dengan ketidakadekuatan pemahaman (kurang motivasi) dibuktikan dengan menolak mengikuti anjuran, perilaku tidak menjalankan anjuran, tampak tanda/gejala penyakit/masalah kesehatan masih ada, tampak komplikasi penyakit/masalah kesehatan menetap

3.4. Intervensi keperawatan

Tabel 3.9 Intervensi Keperawatan pada Ny. M dan Ny. A

No Diagnosa

Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi Ny. M

1. Defisit pengetahuan b.d kurang terpapar informasi d.d menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran, menunjukkan persepsi yang keliru terhadap masalah

Setelah dilakukan intervensi

keperawatan selama

1x kunjungan

diharapkan tingkat pengetahuan pasien meningkat

Kriteria hasil:

a. Kemampuan menjelaskan pengetahuan

Observasi

1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi

Terapeutik

2. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan

3. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan

4. Berikan kesempatan

tentang suatu topik meningkat b. Perilaku sesuai

anjuran meningkat

c. Persepsi yang keliru terhadap masalah menurun

untuk bertanya Edukasi

5. Jelaskan faktor resiko

yang dapat

mempengaruhi kesehatan

6. Anjurkan perilaku hidup bersih dan sehat

2. Ketidakpatuhan b.d ketidakadekuatan pemahaman

(kurang motivasi) d.d menolak mengikuti anjuran, perilaku tidak menjalankan

anjuran, tampak tanda/gejala

penyakit/masalah kesehatan masih ada, tampak komplikasi

penyakit/masalah kesehatan menetap

Setelah dilakuakan intervensi

keperawatan selama

1x kunjungan

diharapkan tingkat kepatuhan pasien meningkat

Kriteria hasil:

a. Verbalisasi

mengikuti anjuran meningkat

b. Perilaku menjalankan anjuran membaik c. Tanda dan gejala

penyakit membaik

Observasi

1. Identifikasi kepatuhan menjalani program pengobatan

Terapeutik

2. Buat komitmen menjalani program 3. Diskusikan hal-hal yang

dapat mendukung atau menghambat

berjalanannya program pengobatan

4. Libatkan keluaraga untuk mendukung program pengobatan yang dijalani

Edukasi

5. Informasikan program pengobatan yang harus dijalani

6. Informasikan manfaat yang akan diperoleh jika teratur menjani

pengobatan

7. Anjurkan pasien dan keluarga melakukan konsultasi kepelayanan kesehatan terdekat 3. Obesitas b.d

kelebihan konsumsi gula d.d IMT 28 kg/m²

Setelah dilakuakan intervensi

keperawatan selama

1x kunjungan

diharapkan berat

badan pasien

membaik Kriteria hasil:

a. Berat badan membaik

b. Indeks massa tubuh membaik

Observasi

1. Identifikasi kesiapan

dan kemampuan

menerima informasi Terapeutik

2. Sediakan materi dan media edukasi

3. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan

4. Berikan kesempatan untuk bertanya

Edukasi

5. Jelaskan hubungan asupan makanan, latihan, peningkatan dan penurunan berat badan 6. Jelaskan kondisi medis

yang dapat

mempengaruhi berat badan

7. Jelaskan risiko kegemukan

(overweight) dan kurus (underweight)

Ny. A 1. Defisit pengetahuan

b.d kurang terpapar informasi d.d menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran, menunjukkan persepsi yang keliru terhadap masalah

Setelah dilakukan intervensi

keperawatan selama

1x kunjungan

diharapkan tingkat pengetahuan pasien meningkat

Kriteria hasil:

a. Kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang suatu topik meningkat b. Perilaku sesuai

anjuran meningkat c. Persepsi yang

keliru terhadap masalah menurun

Observasi

1. Identifikasi kesiapan

dan kemampuan

menerima informasi Terapeutik

2. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan

3. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan

4. Berikan kesempatan untuk bertanya

Edukasi

5. Jelaskan faktor resiko

yang dapat

mempengaruhi kesehatan

6. Anjurkan perilaku hidup bersih dan sehat

2. Ketidakpatuhan b.d ketidakadekuatan pemahaman

(kurang motivasi) d.d menolak mengikuti anjuran, perilaku tidak menjalankan

anjuran, tampak

Setelah dilakuakan intervensi

keperawatan selama

1x kunjungan

diharapkan tingkat kepatuhan pasien meningkat

Kriteria hasil:

Observasi

1. Identifikasi kepatuhan menjalani program pengobatan

Terapeutik

2. Buat komitmen menjalani program 3. Diskusikan hal-hal yang

dapat mendukung atau

tanda/gejala penyakit/masalah kesehatan masih ada, tampak komplikasi

penyakit/masalah kesehatan menetap

a. Verbalisasi

mengikuti anjuran meningkat

b. Perilaku menjalankan anjuran membaik c. Tanda dan gejala

penyakit membaik

menghambat

berjalanannya program pengobatan

4. Libatkan keluaraga untuk mendukung program pengobatan yang dijalani

Edukasi

5. Informasikan program pengobatan yang harus dijalani

6. Informasikan manfaat yang akan diperoleh jika teratur menjani pengobatan

7. Anjurkan pasien dan keluarga melakukan konsultasi kepelayanan kesehatan terdekat

3.5. Implementasi Keperawatan

Tabel 3.10 Implementasi Keperawatan pada Ny. M dan Ny. A No

DX

Tanggal Jam Implementasi Nama/Tanda

Tangan Ny. M

1 20 Juli 2022 18.30

18.35

18.40

19.10

1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi

Respon: klien mengatakan siap untuk menerima informasi yang akan diberikan perawat 2. Menyediakan materi dan

media pendidikan diabetes mellitus

Respon: klien menerima materi yang akan diberikan tentang pengertian, tanda gejala, komplikasi dan perawatan DM.

3. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan

Respon: klien mempu menjelaskan kembali tentang tanda gejala dan komplikasi DM

4. Menganjurkan perilaku hidup sehat

Respon: Klien mengaku

19.20

sulit untuk merubah perilaku minum es, dan menu makan yang tidak teratur, tetapi Ny. M akan mencoba untuk merubah perilaku hidup sedikit demi sedikit

5. Memberikan kesempatan untuk bertanya

Respon: klien bertanya tentang apakah obat herbal berpengaruh pada DM yang diderita Ny.M, apakah DM Ny.M disebabkan oleh Hipertensi yang sudah dimiliki sebelum menderita DM

3 20 Juli 2022 19.30

19.35

1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi

Respon: klien mengatakan siap untuk menerima informasi yang akan diberikan perawat 2. Menyediakan materi dan

media edukasi tentang obesitas

Respon: klien menerima materi yang akan diberikan tentang pengertian,

komplikasi dan tindakan perawatan

Dokumen terkait