• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Konsep Dasar Lansia

Lansia adalah individu yang mencapai usia 60 tahun ke atas.

Menjadi tua bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah proses yang berangsur-angsur membuat perubahan kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan, yaitu anak, dewasa dan lanjut usia / tua (Kholifah, 2016).

2.2.2. Batasan Lansia

Menurut Kholifah (2016), batasan umur lansia terdiri dari:

2.2.2.1. Usia lanjut presenilis (middle age), ialah kelompok usia 45–59 tahun

2.2.2.2. Usia lanjut (elderly) antara usia 60 – 74 tahun 2.2.2.3. Usia tua (old) :75-90 tahun

2.2.2.4. Usia sangat tua (very old) adalah usia > 90 tahun 2.2.3. Perubahan - Perubahan pada Lansia

Perubahan anatomi fisiologi yang terjadi pada lansia menurut Muhith

& Siyoto (2016), meliputi:

2.2.3.1. Sistem Pernapasan

1) Alveoli menjadi lebih besar dan jumlahnya berkurang, mengakibatkan terganggunya proses difusi.

2) CO2 diarteri tidak akan berubah dan lama-kelamaan menjadi racun bagi tubuh.

3) Oksigen (O2) menurun, terganggunya proses oksigenasi dari hemoglobin disebabkan karena arteri menjadi 75 mmHg.

Dengan cara ini oksigen tidak akan menempel pada jaringan.

4) Sistem pernafasan akan mengalami kehilangan kekuatan dan otot pernafasan kaku, ini mengurangi jumlah penghirupan dan menyebabkan pernapasan singkat dan tidak dalam.

5) Penurunan kegiatan silia juga menyebabkan penurunan respon batuk yang dapat menyebabkan menumpuknya sekret.

6) Kemampuan batuk akan berkurang, sehingga sekret dan badan jalan nafas akan berkurang yang dapat menyebabkan obstruksi.

7) Penurunan aktivitas paru-paru (ekspansi dan kontraksi) akan mengakibatkan penurunan udara yang masuk ke paru-paru.

2.2.3.2. Sistem Persarafan

1) Saraf pancaindera akan mengecil

2) Penglihatan berkurang, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf penciuman dan perasa lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan tubuh terhadap dingin.

3) Lambat dalam merespons dan waktu berpikir 4) Dalam sistem persarafan akan cepat

2.2.3.3. Penglihatan

1) Mengurangi kemampuan membedakan warna 2) Lensa lebih suram

3) Lapang pandang menurun 4) Kornea berbentuk bola

5) Meningkatnya pengamatan sinar : sulit untuk melihat dengan jelas di bawah cahaya gelap dan daya penyesuaian terhadap kegelapan lebih pelan.

6) Timbulnya sklerosis pada sfingter pupil dan hilangnya respon terhadap sinar.

7) Kehilangan akomodasi 2.2.3.4. Pendengaran

1) Ada rangkaian kotoran yang akan menjadi keras karena kreatin.

2) Membran timpani akan menyusut dan menyebabkan otosklerosis.

3) Kelainan telinga bagian dalam, terutama pada tinggi suara tidak jelas, kata-kata yang tidak dapat dipahami dan gangguan pendengaran (kekuatan) lainnya, dimana 65% terjadi di atas usia 65 tahun.

4) Terjadi gangguan pendengaran 2.2.3.5. Pengecap dan Pencium

Kemampuan pengecap dan pencium menyebabkan penurunan nafsu makan.

2.2.3.6. Peraba

Nyeri, tekanan, panas dan dingin semakin memburuk.

2.2.3.7. Sistem Kardiovaskuler

1) Peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan tahanan pembuluh darah perifer (normal ±170/95mmHg)

2) Efektivitas oksigenasi pembuluh darah perifer berkurang, perubahan dari tidur ke duduk (dari duduk ke berdiri) akan menimbulkan tekanan darah turun menjadi 65mmHg (menyebabkan pusing mendadak).

3) Hilangnya elastisitas pembuluh darah.

4) Setelah usia 20 tahun, kemampuan jantung untuk mengambil darah akan turun 1% setiap tahun. Ini akan menyebabkan penyusutan dan pengurangan volume.

5) Katup jantung menjadi lebih tebal dan keras.

2.2.3.8. Sistem Genitourinaria

1) Vesika urinaria atau kandung kemih : kelemahan pada otot-otot, menurunnya kapasitas hingga 200 ml dapat meningkatkan frekuensi BAK, yang menyulitkan pria lanjut usia untuk mengosongkan kandung kemih, yang mengakibatkan peningkatan retensi urin.

2) Ginjal : atrofi, atrofi nefron, aliran darah ke ginjal berkurang 50% dan filtrasi glomerulus berkurang hingga 50%. Dikarenkan berkurangnya kemampuan untuk memusatkan urin, fungsi

tubulus ginjal berkurang, dana kepadatan urin dikurangi untuk proteinuria.

3) Daya seksual : frekuensi seksual intercouse cenderung menurun akan tetapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus.

4) Vagina : selaput menjadi kering, elastisitas jaringan berkurang, permukaan menjadi halus, sekresi berkurang dan reaksinya menjadi lebih basa.

5) Pembesaran prostat ± 75% dimulai pada pria usia di atas 65 tahun.

6) Atrofi vulva : penipisan dan peradangan pada dinding vagina akibat penurunan estrogen.

2.2.3.9. Sistem Endokrin

1) Kekurangan hormon dapat menyebabkan hipotiroidism, depresi sumsum tulang, dan kurangnya kemampuan untuk mengatasi stres.

2) Mengurangi sekresi hormon seperti progesteron, estrogen dan testosteron.

3) Menurunnya aktifitas tiroid dan produksi aldosteron.

4) Pituitary : rendahnya pertumbuhan hormon dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH, dan LH.

5) Produksi hampir semua hormon menurun

2.2.3.10. Sistem Pencernaan

1) Hati : semakin kecil dan kecil area penyimpanan mengurangi aliran darah.

2) Malabsorbsi dari hati.

3) Kelemahan pada peristaltik dan biasanya timbul konstipasi 4) Lambung : menurunnya rasa lapar dan asam lambung menurun.

5) Pelebaran kerongkongan.

6) Karena rangsangan jangka panjang pada selaput lendir, atrofi indera perasa (±80%), sensitivitas indera perasa di lidah (asin, manis, asam dan pahit) menurun dan rasa-rasa akan berkurang.

7) Karena penyakit periodental, gigi tanggal biasanya terjadi setelah usia 30 tahun dan antara lain seperti kesehatan gigi dan malnutrisi menyebabkan gigi tanggal.

2.2.3.11. Sistem Muskuloskeletal

Tulang menjadi rapuh, terdapat resiko patah tulang, kelainan bentuk kyphotic dan persendian yang besar dan tebal.

Pada wanita yang lebih tua, resiko patah tulang, pinggang, lutut, dan pergelangan tangan terbatas, diskus intervertebralis menjadi lebih tipis dan lebih pendek (tinggi berkurang).

2.2.3.12. Sistem Kulit dan Jaringan Ikat

1) Saat tingkat metabolisme menurun, suhu tubuh menurun.

Refleks menggigil terbatas, tidak mampu menghasilkan banyak panas, dan aktivitas otot rendah.

2) Pada wanita di atas 60 tahun, peningkatan rambut wajah terkadang menurun.

3) Kuku dan jari kaki mudah menebal dan rapuh. Pertumbuhan rambut terhenti, rambut menipis, bahkan rambut rontok dan warna rambut berubah menjadi abu-abu.

4) Kulit tampak pucat dan bintik hitam muncul karena aliran darah berkurang dan sel penghasil pigmen berkurang. Aliran darah yang berkurang ke kulit menyebabkan penyembuhan luka yang buruk.

5) Kelenjar keringat mulai rusak, sehingga daya tahannya terhadap suhu tinggi berkurang.

6) Karena hilangnya jaringan adiposa, kulit akan berkerut, karena hilangnya kelembaban dan hilangnya jaringan adiposa, kulit akan menjadi kering dan elastisitasnya akan berkurang.

2.2.3.13. Sistem Reproduksi dan Aktivitas Seksual

Perubahan yang terjadi pada sistim reproduksi pada wanita meliputi, selaput lendir vagina menurun atau bahkan kering, menciutnya ovarium dan uterus, dan atrofi payudara. Sedangkan pada laki-laki, testis masih dapat memproduksi akan tetapi terdapat penurunan secara terus-menerus, dorongan seks menetap sampai usia di atas 70 tahun asalkan kondisi kesehatannya baik.

2.3. Konsep Asuhan Keperawatan

Dokumen terkait