4 EVALUATOR PROGRAM PENDIDIKAN
B. Jenis-Jenis Evaluator
1. Evaluator Internal
Menurut Feuerstien dikutip Rusdi Ananda & Tien Rafida, evaluator internal adalah orang dalam program atau orang yang sangat mengetahui hal ihwal program yang dievaluasi.
15 Rusdi Ananda & Tien Rafida, Pengantar Evaluasi Program Pendidikan, (Copyright © 2017: Perdana Publishing, 2017), hal. 23
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 32 Selanjutnya dijelaskan oleh Feuerstein bahwa evaluator internal sudah mengetahui fungsi-fungsi, tujuan-tujuan, problem-problem, kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan program. Menurut Arikunto dan Jabar, evaluator internal adalah petugas evaluasi program yang sekaligus merupakan salah satu dari petugas atau anggota pelaksana program yang akan dievaluasi.
Merujuk kepada penjelasan di atas dapatlah dimaknai bahwa evaluator internal adalah individu yang menjadi evaluator suatu program yang sekaligus merupakan salah seorang dari anggota dalam program tersebut. Indvidu yang berasal dari satuan program yang dievaluasi menjadi evaluasi internal memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.
Feuerstein Rusdi Ananda & Tien Rafida, memaparkan kelebihan dan kekurangan evaluator internal sebagai berikut:
a) Terlalu banyak mengetahui program.
b) Sangat sulit untuk bersikap objektif.
c) Merupakan bagian dari struktur kekuasaan dan kewenangan yang ada
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 33 d) Mungkin didorong oleh harapan-harapan pribadi
yang akan diperoleh.
e) Mungkin tidak terlatih secara khusus dalam metode evaluasi. Tidak banyak (mungkin hanya sedikit lebih banyak) pengalaman mengikuti training dibanding orang lain yang terlibat dalam program.
f) Akrab dengan dan mengerti program tersebut dan dapat menafsirkan prilaku-prilaku dan sikap-sikap pribadi.
g) Sudah dikenal orang yang terlibat dalam program sehingga tidak menimbulkan gangguan atau hambatan. Rekomendasi-rekomendasi akhir mungkin kurang menimbulkan kekhawatiran.
Menurut Arikunto dan Jabar kelebihan evaluator internal adalah:
a) Evaluator internal memahami seluk-beluk secara baik program yang akan di evaluasi sehingga kekhawatiran untuk tidak atau kurang tepatnya sasaran tidak perlu ada, dengan kata lain evaluaasi tepat pada sasaran.
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 34 b) Oleh karena evaluator adalah orang dalam,
pengambil keputusan tidak perlu banyak mengeluarkan dana/honor untuk membayar evaluator program.
Kelemahan dari penggunaan evaluator internal dalam mengevaluasi suatu program sebagai berikut:
a) Adanya unsur subjektivitas dari evaluator, sehingga berusaha menyampaikan aspek positif dari program yang dievaluasi dan menginginkan agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik pula, dengan kata lain evaluator internal dapat dikhawatirkan akan bertindak subjektif.
b) Oleh karena sudah memahami seluk-beluk program, jika evaluator yang ditunjuk kurang sabar, kegiatan evaluasi akan dilaksanakan dengan tergesa-gesa sehingga kurang cermat.16
16 Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hal. 23
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 35 2. Evaluator Eksternal
Evaluator eksternal adalah seseorang yang mampu mengamati sebuah program secara jelas karena dia tidak terlibat secara pribadi dan dengan demikian dia tidak akan memiliki sesuatu yang bersifat subjektif untuk diperoleh atau dibuang dari evaluasi.17
Menurut Arikunto dan Jabar evaluator eksternal adalah orang-orang yang tidak terkait dengan kebijakan dan implementasi program, mereka berada diluar dan diminta oleh pengambil keputusan untuk mengevaluasi keberhasilan program atau keterlaksanaan kebijakan yang sudah diputuskan.18
Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat dipahami bahwa evaluator eksternal atau evaluator luar adalah individu yang tidak terkait dengan kebijakan dan implementasi program. Individu tersebut berada di luar dan diminta oleh pengambil keputusan untuk mengevaluasi keberhasilan program atau keterlaksanaan kebijakan yang sudah diputuskan.
17 Rusdi Ananda & Tien Rafida, Op. Cit., hal. 25
18 Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar, Op. Cit., hal. 24
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 36 Penggunaan individu-individu yang menjadi evaluator ekternal dalam melakukan evaluasi suatu program memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.
Feuerstein dikutip Rusdi Ananda & Tien Rafida memaparkan kelebihan dan kekurangan evaluator eksternal sebagai berikut:
a) Dapat melihat program dengan penglihatan segar.
b) Tidak terlihat secara personal, sehingga lebih mudah bersikap objektif.
c) Tidak termasuk dalam struktur kekuasaan yang ada.
d) Tidak memperoleh apa-apa dari program, tetapi mungkin memperoleh penghargaan dari evaluasi.
e) Terlatih dalam metode evaluasi. Mungkin sudah berpengalaman dalam melakukan evaluasi yang lain. Dianggap sebagai seorang ahli dalam program.
f) Mungkin tidak mengerti program dan orang yang terlibat di dalamnya.
g) Dapat menimbulkan kegelisahan karena staf program dan partisipan tidak mengetahui secara pasti motivasi seorang evaluator.
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 37 Selanjutnya Arikunto dan Jabar memaparkan kelebihan dan kelemahan evaluator eksternal sebagai berikut:
a) Oleh dikarenakan tidak berkepentingan atas keberhasilan program maka evaluator eksternal dapat bertindak secara objektif selama melaksanakan evaluasi dan mengambil kesimpulan.
Apapun hasil evaluasi, tidak akan ada respon emosional dari evaluator karena tidak ada keinginan untuk memperlihatkan bahwa program tersebut berhasil. Kesimpulan yang dibuat akan lebih sesuai dengan keadaan dan kenyataan.
b) Seorang ahli yang dibayar, biasanya akan mempertahankan kredibilitas kemampuannya, dengan begitu evaluator eksternal akan bekerja secara serius dan hati-hati.19
19 Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar, Op. Cit., hal. 24
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 38 Kelemahan penggunaan evaluator eksternal dalam melakukan evaluasi suatu program adalah:
a) Evaluator eksternal adalah orang baru yang sebelumnya tidak mengenal kebijakan tentang program yang akan dievaluasi. Mereka berusaha mengenal dan mempelajari seluk-beluk program tersebut setelah mendapat permintaan untuk mengevaluasi. Mungkin sekali pada waktu mendapat penjelasan atau mempelajari isi kebijakan, ada hal- hal yang kurang jelas. Hal itu wajar karena evaluator eksternal tidak ikut dalam proses kegiatannya. Dampak dari ketidakjelasan pemahaman tersebut memungkinkan kesimpulan yang diambil kurang tepat.
b) Pemborosan, pengambil keputusan/kebijakan (dalam hal ini bertindak sebagai sponsor) harus mengeluarkan dana/honor yang cukup banyak untuk membayar evaluator eksternal tersebut.
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 39 Berdasarkan pemaparan di atas dapatlah dimaknai bahwa evaluator program dapat berasal dari kalangan internal (evaluator dan pelaksana program) dan kalangan eksternal (orang diluar pelaksana program tetapi orang yang terkait dengan kebijakan dan implementasi program.
Selanjutnya mencermati kelebihan dan kelemahan evaluator internal maupun evaluator eksternal di atas, maka timbulkan pertanyaan bagaimanakah yang lebih baik dalam melaksanakan evaluasi suatu program?
Apakah menggunakan evaluator internal atau evaluator eksternal? Menurut hemat penulis, sebaiknya dalam melakukan evaluasi terhadap suatu program maka lebih tepat dan baik mengkombinasikan penggunaan evaluator internal dan evaluator eksternal.
Dengan demikian evaluator internal sebagai pihak yang telah mengenal secara mendapat tentang program yang dievaluasi dapat menjelaskan kepada pihak evaluator eksternal sehingga diperkirakan tidak akan terjadi manipulasi hasil. Hal ini menguntungkan bagi pengambil keputusan atau pelaksana program yang dievaluasi.
Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan 40 C. Pertimbangan dalam Penentuan Evaluator
Terdapat berbagai pertimbangan yang harus diperhatikan oleh pemilik program dalam menentukan evaluator program apakah evaluator internal, evaluator eksternal ataupun kombinasi dari evaluator internal dan evaluator eksternal.20
Pertimbangan yang harus diperhatikan tersebut dijelaskan oleh Purwanto dan Suparman dikutip Rusdi Ananda & Tien Rafida sebagai berikut:
1. Pertimbangan antara evaluator orang dalam dan