STUDI KASUS DI DUA SD KECAMATAN MUARA BADAK
3.3 Faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung
kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SD Negeri 002 dan di SD Negeri 025 Kec. Muara Badak.
Adapun yang menjadi faktor penghambat kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 002 Muara Badak adalah Dana, menurut kepala sekolah secara umum dana merupakan salah satu faktor penghambat dalam merealisasikan setiap program yang telah dibuat dan direncanakan berdasarkan keputusan bersama, sebagai contoh ketika
Seminar Nasional Administrasi Pendidikan dan Manajemen Pendidikan
Hotel Remcy, Makasar, April 21
2018
58 kepala sekolah ingin memberikan insentif bagi
guru yang berprestasi dalam membimbing anak untuk mengikuti setiap perlombaan, namun tidak bisa memberikan insentif kepada guru. Untuk merealisasikan dalam pemberian insentif kepada guru yang berprestasi di SD Negeri 002 Muara Badak belum bisa maksimal dilakukan, hal ini menurut kepala sekolah dikarenakan terbatasnya dana atau anggaran sekolah. Menurut Syafaruddin sebagai berikut: “Kebijakan yang dapat dibuat oleh kepala sekolah melalui kerjasama dengan komite sekolah adalah peningkatan dalam memberikan reward dan insentif kepada para personel sekolah”.15 Sehingga perlu adanya kerjasama dengan para stakeholder atau komite sekolah khususnya dalam mencari sumber-sumber pemasukan alternatif dalam mengatasi permasalahan dalam pembiayaan tersebut.
Keberadaan guru perempuan di SD Negeri 002 Muara Badak relatif banyak sehingga dapat menjadi faktor penghambat kelancaran pelaksanaan program di sekolah menurut kepala sekolah SD Negeri 002 Muara Badak dengan banyaknya guru perempuan akan dapat mempengaruhi kepemimpinannya dalam menentukan kebijakan disekolah, hal itu bisa dirasakan ketika mengkomunikasikan program-program sekolah yang berkaitan dengan hal-hal kerja fisik. Menurut pengamatan penulis keberadaan guru di SD Negeri 002 Muara Badak berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh guru perempuan sehingga hal tersebut dapat menjadi faktor penghambat kemajuan sekolah disebabkan karena adanya batasan-batasan yang dimiliki oleh guru perempuan, namun dari sisi positifnya guru perempuan lebih komunikatif, mudah menerima, lembut, perasa dan yang lebih penting guru perempuan memiliki sifat dominan parenting yang menonjol didalam memberikan pendidikan kepada anak.
Adapun faktor pendukung kepala sekolah SD Negeri 002 Muara Badak dalam melaksanakan program sekolah yang berkaitan dengan pemberian keputusan dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen adalah
15 Syafarudin. Efektivitas Kebijakan Pendidikan. (Rineka Cipta.Jakarta. 2008). Hlm.141.
sekolah sudah bersertifikat ISO, Guru yang mengajar juga sudah sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya, tingkat pendidikan, pengalaman dalam organisasi, hubungan yang harmonis, kekeluargaan, ada dukungan dari berbagai fihak yakni pengawas, komite sekolah, masyarakat dan yang terpenting karena adanya dukungan dari keluarga dirumah.
Sementara menurut kepala sekolah SD Negeri 025 Muara Badak yang menjadi faktor penghambat dalam kepemimpinan kepala sekolah yang pertama adalah faktor dana, keberadaan sekolah yang berada di wilayah terpencil, dengan jumlah siswa yang tidak mencapai 50 siswa, berdampak pada besarnya jumlah bantuan dana/subsidi sekolah yang diterima dari pemerintah daerah (Boskab) maupun pusat (Bosnas). dengan terbatasnya jumlah dana yang ada menurut kepala sekolah maka setiap program-program sekolah yang akan dilaksanakan harus betul-betul diperhatikan dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan keperluan sekolah sementara untuk program yang kurang mendukung bagi perkembangan sekolah akan langsung dibatalkan, Selain itu sarana dan prasarana sekolah juga masih sangat terbatas dan belum sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah, sesuai data yang ada saat ini, SD Negeri 025 belum memiliki ruang belajar dan meubeler yang cukup, belum memiliki bangunan kantor, dan pagar sekolah. dan hambatan lainnya adalah kondisi geografis sekolah yang terletak di desa terpencil, akses ke sekolah yang sulit, jalan banyak yang rusak, dan diperparah dengan kondisi dan keadaan kepala sekolah yang belum mampu mengendarai kendaraan sendiri, sehingga diperlukan peran serta suami sebagai pengawal pribadi sekaligus petugas antar jemput yang harus selalu standby setiap saat. Untuk kegiatan diluar misalnya rapat pertemuan yang tidak bisa diwakilkan akan menjadi suatu hambatan terberat dan sulit bagi seorang kepala sekolah perempuan didalam
melaksanakan tugasnya dan
Seminar Nasional Administrasi Pendidikan dan Manajemen Pendidikan
Hotel Remcy, Makasar, April 21
2018
59 tanggungjawabnya sebagai seorang kepala
sekolah perempuan.
Sementara untuk faktor pendukung dalam kepemimpinan kepala sekolah adalah, semua guru sudah sesuai dengan latar belakang pendidikannya, ada tunjangan khsusus bagi sekolah terpencil, loyalitas dan dukungan dari para guru, keluarga dan masyarakat sekitar, walaupun dukungan bukan dalam bentuk pemberian materi karena penghasilan dan ekonomi masyarakat tergolong masih rendah namun dukungan dan kepedulian tersebut ditunjukkan dalam bentuk kerjasama dan partisipasi dalam setiap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Seperti kegiatan lomba-lomba, peringatan hari pendidikan Nasional, kegiatan keagamaan, peringatan hari kemerdekaan dan kegiatan sosial lainnya.
Walaupun dengan adanya berbagai hambatan-hambatan yang ditemui oleh kepala sekolah perempuan sebagaimana halnya yang telah diuraikan di atas, kepala sekolah perempuan di SD Negeri 002 dan SD Negeri 025 Muara Badak tetap dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab kepemimpinan mereka dengan baik, hambatan-hambatan tersebut, justru mereka jadikan sebagai pemicu semangat untuk berkembang dan memajukan sekolah, itu membuktikan bahwa kepala sekolah perempuan juga dapat melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik dan lancar seperti halnya laki- laki, berkat kesungguhan dan niat baik serta adanya dukungan dari berbagai pihak baik dari dalam maupun dari luar sekolah.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik simpulan sebagai berikut.
1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SD Negeri 002 dan di SD Negeri 025 Kecamatan Muara Badak dalam hal pengambilan keputusan adalah kepala sekolah perempuan dalam pengambilan keputusan cenderung menerapkan gaya kepemimpinan demokratif partisipatif ditandai dengan keputusan yang diambil berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan para guru
dan tenaga pendidik melalui pertemuan- pertemuan atau rapat di sekolah yang umum dilaksanakan 4 kali dalam 2 semester yakni rapat awal tahun ajaran baru dan rapat akhir semester, para guru diberi kewenangan dan kebebasan mengeluarkan pendapat ide-ide, saran, serta kritikan. sehingga keputusan yang diambil dari hasil musyawarah tersebut, diharapkan semua pihak yang terlibat, memiliki tanggung jawab secara bersama pula, dengan demikian semua keputusan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama.
2) Gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam melaksanakan fungsi- fungsi manajemen di SD. Negeri 002 dan di SD Negeri 025 Kecamatan Muara Badak.
Dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen gaya kepemimpinan kepala sekolah SD Negeri 002 dan SD Negeri 025 menerapkan gaya kepemimpinan demokratif hal ini dibuktikan dalam setiap pelaksanaan program sekolah selalu melibatkan guru, menerima masukan, pendapat dan kritikan dari guru saat rapat, memberikan pengarahan dan pembinaan bagi guru yang suka melanggar aturan dengan cara kekeluargaan, mengatur tugas, tidak terlalu keras dalam pengawasan, memberi teladan yang baik, kekeluargaan, serta selalu memberi semangat dan motivasi bagi guru dan siswa ketika melaksanakan kegiatan di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
3) Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SD Negeri 002 dan di SD Negeri 025 Kecamatan Muara Badak.
Faktor penghambat kepemimpinan kepala sekolah SD Negeri 002 dan SD Negeri 025 Muara Badak secara umum adalah faktor dana dan sapras sekolah yang belum sesuai dengan standar nasional, sedangkan faktor pendukungnya adalah tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya, program kepala sekolah yang sudah diputuskan secara
Seminar Nasional Administrasi Pendidikan dan Manajemen Pendidikan
Hotel Remcy, Makasar, April 21
2018
60 bersama mendapat dukungan dari semua fihak
baik dari para guru, keluarga maupun masyarakat sekitar. Kesimpulan harus menyatakan secara ringkas proposisi terpenting dari makalah sebagai pandangan penulis tentang implikasi praktis dari hasilnya.
REFERENSI
Arikunto Suharsimi. 2006. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Robbin S.P. 2010. Perilaku Organisasi Konsep-konsep Aplikasi. New Jersey, Pearson Educations. Inc.
Burhan Bungin. 2007. Penelitian Kualitatif, Jakarta, Prenada Mulia Group.
Fahmi I. 2013. Manajemen Kepemimpinan, Teori & Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Basri Hasan. 2014. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Bandung: CV. Pustaka Setia.
Basri Hasan, Tatang. 2015. Kepemimpinan Pendidikan, Bandung: CV. Pustaka Setia.
Herachwat, Nuri dan Dwiatmaja, Basuki, Bhaskaroga. 2012. Majalah Ekonomi.
tahun XXII, No. 2 Agustus 2012.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2017
John Suprihanto dkk. 2003. Perilaku Organisasional, Yogyakarta: STIK YKPN.
Muhaimin, Suti’ah dan Sugeng. 2010.
Manajemen Pendidikan, Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Moleong. 2007. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. 2013. Cetakan Ketiga, Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakarta, Bumi Aksara.
Mulyasa. 2009. Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Purwanto. Ngalim. 2014. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Cetakan Kedua puluh dua, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Rivai Veithzal Zainal, dkk. 2017.
Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Edisi Ke empat. Cetakan ke 12, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sasmita Jumiati, As’ad Raihan Said.
Kepemimpinan Pria dan Wanita.
Fakultas Bisnis dan Fascasarjana Unika Widya Mandala Surabaya.
Diakses pada tanggal 12 Oktober 2016
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D, Bandung: CV. Alfabeta.
Syafarudin. 2008. Efektivitas Kebijakan Pendidikan, Jakarta. Rineka Cipta.
Umar Nasaruddin. 2010. Argumen Kesetaraan Jender persfektif Al-Quran, Jakarta:
Dian Rakyat.
Usman Husaini. 2014. Manajemen Teori, Praktek dan Riset Pendidikan, Edisi 3, Jakarta, Bumi Aksara.
Usman Husaini. 2014. Manajemen Teori, Praktek dan Riset Pendidikan.Edisi 4, Jakarta, Bumi Aksara.
Fakih Mansoer. 2008. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yokyakarta:
Pustaka Pelajar
Seminar Nasional Administrasi Pendidikan dan Manajemen Pendidikan
Hotel Remcy, Makasar, April 21
2018
61