fauna. Nilai daya dukung fisik sebesar 114.923 orang/hari selanjutnya menjadi input dalam penilaian analisis daya dukung riil.
4.3.2 Analisis Daya Dukung Riil
Daya dukung riil adalah jumlah kunjungan wisatawan yang dapat ditampung oleh suatu kawasan dengan mempertimbangkan faktor koreksi sesuai dengan karakteristik kawasannya. Berdasarkan kondisi kawasan di Subak Jatiluwih maka peneliti memakai beberapa faktor koreksi diantaranya yaitu lansekap atau bentang alam, curah hujan, kelerengan, erosi tanah, dan fauna.
Tabel 4. 12
Faktor Koreksi Real Carrying Capacity
Variabel Sumber
Jenis fauna Data Primer 3,5 Shannom-Weaner Potensi Lansekap Data Primer 27 Sustri (2003) Kelerengan Data Sekunder 100 Muta`ali (2012) Kepekaan Erosi Tanah Data Sekunder 75 Muta`ali (2012) Curah Hujan Data Sekunder 7 Schmid-Ferguso
Page
113
artinya bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik. Pada penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk lahan, peneliti menggunakan peta topografi di kawasan Obyek Wisata Obyek Wisata Subak Jatiluwih karena dengan menggunakan peta topografi dapat menggambarkan bentuk permukaan bumi melalui garis – garis ketinggian, selain itu tinggi rendahnya permukaan dari pandangan datar (relief), yang meliputi pola sungai.
b. Vegetasi
Salah satu faktor penentu bentuk dan tekstur pada lansekap yang membedakan persepsi visual yaitu vegetasi. Unsur vegetasi dapat dilihat pada Gambar 4.19 yang menunjukkan nilai visual pada kondisi unsur vegetasi di Sub Subak Umakayu. Indeks potensi lansekap areal wisata berdasarkan Tabel 3.5 Indeks Potensi Lansekap Sub Subak Umakayu memperoleh nilai skor 3. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian. Produksi beras berah di Subak Jatiluwih telah memiliki sertifikat SNI Pangan Organik. Benih yang digunakan oleh petani di Desa Jatiluwih adalah varietas beras merah lokal atau disebut juga padi cendana. Sub Subak Umakayu pada Gambar 4.18 menunjukkan jika dilewati oleh aliran sungai.
c. Warna
Warna merupakan komponen dasar dalam lansekap menunjukkan bahwa kondisi unsur warna di Sub Subak Umakayu berdasarkan Tabel 3.5 Indeks Potensi Lansekap areal wisata memiliki nilai skor 3. Kriteria penilaian warna di Obyek Wisata Subak Jatiluwih pada penelitiaan ini yaitu peruntukan ODTW tersebut.
Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
d. Pemandangan
Nilai visual pemandangan Sub Subak Umakayu berdasarkan Tabel 3.5 Indeks Potensi Lansekap memperoleh nilai skor 3 karena berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian dan memiliki ketinggian 500 - 750 m dpl yang dapat dilihata pada Gambar 4.18 sehingga pemandangan di dekatnya termasuk cukup berpengaruh terhadap kualitas pemandangan.
e. Kekhasan
Situs alam dalam penelitian ini merupakan situs alam yang digambarkan dengan memiliki nilai oustansding value yang dilihat dari sudut pandang keilmuan, konservasi atau keindahan alam. Penetapan subak sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco tahun 2012 disebabkan memiliki nilai keluarbiasaan yang bersifat universal (outstanding universal value) yaitu sistem subak dan Tri Hita Karana. Subak sebagai warisan budaya dunia merupakan kombinasi antara alam dan hasil karya manusia. Tidak mendapatkan skor 5 karena Sub Subak Umakayu tidak terdapat lahan basah atau lahan gambut, letaknya pada topografi 500 -750 m dpl sehingga tidak mencirikan laguna pantai, dan tidak termasuk dalam hutan alami. Berdasarkan Tabel 3. 5 Indeks Potensi Lansekap Areal Wisata memperoleh skor 5 yaitu suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya sehingga menimbulkan kesan.
f. Modifikasi
Unsur modifikasi atau perubahan pada Sub Subak Umakayu berdasarkan Tabel 3. 5 Indeks Potensi Lansekap Areal Wisata memperoleh nilai skor 0. Hal ini karena di Kawasan Jatiluwih tidak terdapat kawasan industri sehingga tidak menimbulkan efek yang negatif. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian. Sub Subak Umakayu termasuk desa dengan kawasan pertanian yang artinya modifikasi atau perubahan - perubahan menambah sedikit atau sama sekali beragam.
Berdasarkan penilaian di setiap unsur lansekap pada Sub Subak Umakayu dapat disimpulkan sebagai berikut pada Tabel 4.11
Tabel 4. 13 Penilaian Indeks Lansekap Sub Subak Umakayu
No. Unsur Lansekap Kriteria Skor
1. Bentuk Lahan Bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik 1 2. Vegetasi Beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang
dominan 3
3. Warna
Terdapat jenis-jenis warna, ada pertentangan dari tanah, batu dan vegetasi tetapi bukan pemandangan yang dominan
3
4. Pemandangan Pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap
kualitas pemandanga 3
5. Kekhasan Suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya
sehingga menimbulkan kesan 5
Page
115
No. Unsur Lansekap Kriteria Skor
6. Modifikasi Modifikasi menambah sedikit atau sama sekali beragam
pemandangan 0
Jumlah 15
Gambar 4. 18 Peta Unsur Lansekap Bentuk Lahan Sub Subak Umakayu
Page
117
Gambar 4. 19 Foto Mapping Lansekap Sub Subak Umakayu
2. Sub Subak Telabah Gede
Sub Subak Telabah Gede adalah subak yang terkenal dengan sebutan Subak Jatiluwih, karena letak Sub Subak Telabah Gede berada di tengah - tengah jalam utama Desa Jatiluwih. Pura Bedugul di Sub Subak Telabah Gede digunakan sebagai pemujaan Dewi Sri atau Dewi Kesuburan yang terletak di hulu subak.
a. Bentuk lahan
Sub Subak Telabah Gede dengan ketinggian 500 – 750 m dpl berada pada rentang 0 – 1.500 m sehingga berdasarkan Tabel 3. 5 Indeks Potensi Lansekap Areal Wisata Sub Subak Telabah Gede memiliki nilai skor 1 yang artinya bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik. Bentuk lahan pada Sub Subak Telabah Gede direpresentasikan sebagai topografi. Pada penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk lahan, peneliti menggunakan peta topografi di kawasan Obyek Wisata Obyek Wisata Subak Jatiluwih karena dengan menggunakan peta topografi Gambar 4.20 dapat menggambarkan bentuk permukaan bumi melalui garis – garis ketinggian, selain itu tinggi rendahnya permukaan dari pandangan datar (relief), juga meliputi pola sungai.
b. Vegetasi
Unsur vegetasi pada Gambar 4.21 menunjukkan nilai visual pada kondisi unsur vegetasi di Sub Subak Telabah Gede yaitu kawasan pertanian berdasarkan Tabel 3.5 Indeks Potensi Lansekap Areal Wisata yaitu memiliki skor 3 yang artinya beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang dominan. Salah satu faktor penentu bentuk dan tekstur pada lansekap yang membedakan persepsi visual yaitu vegetasi. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian. Produksi beras berah di Subak Jatiluwih telah memiliki sertifikat SNI Pangan Organik. Benih yang digunakan oleh petani di Desa Jatiluwih adalah varietas beras merah lokal atau disebut juga padi cendana. Sub Subak Telabah Gede pada Gambar 4.20 menunjukkan jika dilewati oleh aliran sungai.
c. Warna
Warna merupakan komponen dasar dalam lansekap menunjukkan bahwa kondisi unsur warna di Sub Subak Telabah Gede berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi
Page
119
lansekap areal wisata memiliki nilai skor 3. Hal ini sesuai dengan kondisi eksisting berupa kawasan pertanian. Tidak mendapatkan skor 5 karena Sub Subak Telabah Gede tidak terdapat lahan basah atau lahan gambut, letaknya di ketinggian 500 -750 m dpl dapat dilihat pada Gambar 4.20 sehingga tidak mencirikan laguna pantai, dan tidak termasuk dalam hutan alami. Kriteria penilaian warna di Obyek Wisata Subak Jatiluwih pada penelitiaan ini yaitu peruntukan ODTW tersebut. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
d. Pemandangan
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata nilai visual pemandangan Sub Subak Telabah Gede yaitu 3 berdasarkan Gambar 4.20 kawasan Sub Subak Umakayu termasuk dalam kawasan pertanian dan memiliki ketinggian 500 – 750 m dpl sehingga pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap kualitas pemandangan.
e. Kekhasan
Sub Subak Telabah yang menjadi bagian dari Subak jatiluwih merupakan Warisan Budaya Dunia oleh Unesco tahun 2012 hal tersebut karena memiliki nilai keluarbiasaan yang bersifat universal (outstanding universal value) yaitu sistem subak dan Tri Hita Karana. Berdasarkan Tabel 3. 5 indeks potensi lansekap areal wisata nilai kekhasan pada Sub Subak telabah Gede yaitu 5.
f. Modifikasi
Berdasarkan Tabel 3. 5 indeks potensi lansekap areal wisata Unsur modifikasi pada Sub Subak Telabah Gede mendapat memperoleh nilai skor 0. Hal ini karena Sub Subak Telabah Gede termasuk desa dengan kawasan pertanian yang artinya modifikasi menambah sedikit atau sama sekali beragam. Pembangunan- pemabangunan seperti restoran di pinggiran jalan tidak memberikan efek negatf terhadap kualitas lansekap di Kawasan Jatiluwih. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
Berdasarkan penilaian di setiap unsur lansekap pada Sub Subak Telabah Gede dapat simpulkan pada Tabel 4.12
Tabel 4. 14
Penilaian Indeks Lansekap Sub Subak Telabah Gede
No. Unsur Lansekap Kriteria Skor
1. Bentuk Lahan Bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik 1 2. Vegetasi Beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang
dominan 3
3. Warna
Terdapat jenis-jenis warna, ada pertentangan dari tanah, batu dan vegetasi tetapi bukan pemandangan yang dominan
3
4. Pemandangan Pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap
kualitas pemandanga 3
5. Kekhasan Suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya
sehingga menimbulkan kesan 5
6. Modifikasi Modifikasi menambah sedikit atau sama sekali beragam
pemandangan 0
Jumlah 15
Page
121
Gambar 4. 20 Peta Unsur Lansekap Bentuk Lahan Sub Telabah Gede
Gambar 4. 21 Foto Mapping Lansekap Sub Subak Telabah Gede
Page
123
3. Sub Subak Besi Kalung
Sub Subak Besi Kalung terletak di sebelah timur Sub Subak Kedamaian. Pura Luhur Besi Kalung yang dapat dilihat pada Gambar 4.22 salah satu Catur Angga Batukaru yang masuk dalam situs warisan budaya dunia dari UNESCO serta menjadi Ulun Suwi Sub Subak Besi Kalung.
Gambar 4. 22 Pura Luhur Besi Kalung a. Bentuk lahan
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak besi Kalung memiliki nilai skor 1 yaitu bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lanskap yang menarik. Bentuk lahan pada Sub Subak Besi Kalung direpresentasikan sebagai topografi pada Gambar 4.23 Menunjukkan Sub Subak Besi Kalung berada pada ketingga 500 – 750 m dpl yaitu berada pada rentang 0 – 1.500 meter. Pada penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk lahan, peneliti menggunakan peta topografi di kawasan Obyek Wisata Obyek Wisata Subak Jatiluwih karena dengan menggunakan peta topografi dapat menggambarkan bentuk permukaan bumi melalui garis – garis ketinggian, selain itu tinggi rendahnya permukaan dari pandangan datar (relief), juga meliputi pola sungai.
b. Vegetasi
Salah satu faktor penentu bentuk dan tekstur pada lansekap yaitu yang membedakan persepsi visual yaitu vegetasi. Penilaian pada unsur vegetasi berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata bahwa Sub Subak Besi Kalung memperoleh skor 3 yaitu terdapat beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang dominan.
c. Warna
Unsur warna merupakan komponen dasar dalam lansekap. Gambar 4.24 menunjukkan bahwa konsidi unsur warna jika dinilai berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak Besi Kalung memperoleh nilai skor 3 hal ini karena kawasan tersebut merupakan kawasan pertanian dan terdapat aliran air sungai. Sub Subak Besi Kalung terletak di ketinggian 500 – 750 m dpl sehingga tidak mencirikan laguna pantai, tidak termasuk dalam lahan basah dan bukan merupakan hutan alami.
d. Pemandangan
Unsur pemandangan menunjukkan bahwa memiliki pemandangan dengan kawasan pertanian, ketinggian Sub Subak Besi Kalung yaitu 500 – 750 m dpl.
Adanya Pura Besi Kalung di Sub Subak Besi Kalung juga menambah estetika dari suatu lansekap. Pengunjung tidak hanya menikmati kawasan pertanian juga dapat menikmati rangkaian upacara adat yang dilaksanakan di Pura Besi Kalung.
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata nilai visual pemandangan Sub Subak Besi Kalung memperoleh skor 3 yaitu pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap kualitas pemandangan.
e. Kekhasan
Situs alam dalam penelitian ini merupakan situs alam yang digambarkan dengan memiliki nilai oustansding value yang dilihat dari sudut pandang keilmuan, konservasi atau keindahan alam. Penetapan subak sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco tahun 2012 disebabkan memiliki nilai keluarbiasaan yang bersifat universal (outstanding universal value) yaitu sistem subak dan Tri Hita Karana. Subak sebagai warisan budaya dunia merupakan kombinasi antara alam dan hasil karya manusia. Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata memperoleh skor 5 yaitu suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya sehingga menimbulkan kesan.
f. Modifikasi
Sub Subak Besi Kalung termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata unsur modifikasi pada Sub Subak Besi Kalung memperoleh skor 0. Adanya perubahan atau modifikasi seperti pembangunan pura di kawasan Sub Subak Besi Kalung tidak
Page
125
menimbulkan efek negatif terhadap kualitas lansekap Subak Jatiluwih, sehingga nilai unsur modifikasi menambah sedikit atau sama sekali beragam.
Berikut Tabel 4.13 penilaian di setiap unsur lansekap pada Sub Subak Besi Kalung.
Tabel 4. 15
Penilaian Indeks Lansekap Sub Subak Besi Kalung
No. Unsur Landscape Kriteria Skor
1. Bentuk Lahan Bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar
lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik 1 2. Vegetasi Beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang dominan 3 3. Warna Terdapat jenis-jenis warna, ada pertentangan dari tanah, batu
dan vegetasi tetapi bukan pemandangan yang dominan 3 4. Pemandangan Pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap kualitas
pemandanga 3
5. Kekhasan Suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya
sehingga menimbulkan kesan 5
6. Modifikasi Modifikasi menambah sedikit atau sama sekali beragam
pemandangan 0
Jumlah 15
Gambar 4. 23 Peta Unsur Lansekap Bentuk Lahan Sub Subak Besi Kalung
Page
127
Gambar 4. 24 Foto Mapping LanSekap Sub Subak Besi Kalung
4. Sub Subak Kedamaian
Letak Sub Subak Kedamaian yang lebih tinggi dari sub subak lainnya yang berada di Subak Jatiluwih sangat strategis karena dari tempat tertentu pengunjung wisatawan dapat melihat keindahan Sub Subak Besi Kalung dan Pura Luhur Besi Kalung yang sangat indah.
Gambar 4. 25 Pura Bedugul Sub Subak Kedamaian a. Bentuk lahan
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak Kedamaian memiliki nilai skor 1 yaitu bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik. Bentuk lahan pada Sub Subak Kedamaian direpresentasikan sebagai topografi. Peta topografi pada Gambar 4.26 menunjukkan Sub Subak Kedamaian berada pada ketinggian 500 – 750 m dpl berada pada rentang 0 – 1.500 meter. Pada penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk lahan, peneliti menggunakan peta topografi di kawasan Obyek Wisata Obyek Wisata Subak Jatiluwih karena dengan menggunakan peta topografi dapat menggambarkan bentuk permukaan bumi melalui garis – garis ketinggian, selain itu tinggi rendahnya permukaan dari pandangan datar (relief), juga meliputi pola sungai.
b. Vegetasi
Penilaian pada unsur vegetasi berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak Kedamaian memperoleh skor 3 yaitu terdapat jenis vegatasi tetapi hanya 1 - 2 jenis dominan. Jenis tanaman yang dominan yaitu tanaman padi dan kelapa. Salah satu faktor penentu bentuk dan tekstur pada lansekap yaitu yang membedakan presepsi visual yaitu unsur vegetasi.
Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
Produksi beras berah di Subak Jatiluwih telah memiliki sertifikat SNI Pangan Organik. Benih yang digunakan oleh petani di Desa Jatiluwih adalah varietas
Page
129
beras merah lokal atau disebut juga padi cendana. Sub Subak Kedamaian pada Gambar 4.26 menunjukkan jika dilewati oleh aliran sungai.
c. Warna
Kriteria penilaian warna di Obyek Wisata Subak Jatiluwih pada penelitiaan ini yaitu peruntukan ODTW tersebut. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian. Unsur warna pada Gambar 4.27 menunjukkan bahwa kondisi unsur warna jika dinilai berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak Kedamaian memperoleh skor 3 hal ini karena kawasan tersebut merupakan kawasan pertanian. Unsur warna merupakan komponen dasar dalam lansekap. Sub Subak Kedamaian terletak di ketinggian 500 -750 m dpl dapat dilihat pada Gambar 4.26 sehingga tidak mencirikan laguna pantai, tidak termasuk dalam lahan basah dan bukan merupakan hutan alami.
d. Pemandangan
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata nilai visual pemandangan Sub Subak Kedamaian memperoleh skor 3 yaitu pemandangan di dekatnta cukup berpengaruh terhadap kualitas pemandangan. Jalur tracking di Sub Subak Kedamaian memberikan pemandangan yang indah karena wisatawan dapat melihat Pura Besi Kalung yang terletak di Sub Subak Besi Kalung dari kejauhan. Sub Subak Besi Kalung termasuk kawasan pertanian dengan ketinggian 500 – 750 m dpl.
e. Kekhasan
Situs alam dalam penelitian ini merupakan situs alam yang digambarkan dengan memiliki nilai oustansding value yang dilihat dari sudut pandang keilmuan, konservasi atau keindahan alam. Penetapan subak sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco tahun 2012 disebabkan memiliki nilai keluarbiasaan yang bersifat universal (outstanding universal value) yaitu sistem subak dan Tri Hita Karana. Subak sebagai warisan budaya dunia merupakan kombinasi antara alam dan hasil karya manusia. Tidak mendapatkan skor 5 karena Sub Subak Kedamaian tidak terdapat lahan basah atau lahan gambut, letaknya pada topografi 500 -750 m dpl sehingga tidak mencirikan laguna pantai, dan tidak termasuk dalam hutan alami. Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap
areal wisata memperoleh skor 5 yaitu suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya sehingga menimbulkan kesan.
f. Modifikasi
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata unsur modifikasi Sub Subak kedamaian memperoleh skor 0. Sub Subak Kedamaian merupakan termasuk dalam kawasan pertanian yang diasumsikan bahwa unsur modifikasi atau perubahan-perubahan yang terjadi tidak menimbulkan efek yang negatif terhadap nilai visual lansekap. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
Berikut Tabel 4.14 penilaian disetiap unsur lanskap Sub Subak Kedamaian.
Tabel 4. 16
Penilaian Indeks Lansekap Sub Subak Kedamaian
No. Unsur Landscape Kriteria Skor
1. Bentuk Lahan Bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik 1 2. Vegetasi Beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang
dominan 3
3. Warna
Terdapat jenis-jenis warna, ada pertentangan dari tanah, batu dan vegetasi tetapi bukan pemandangan yang dominan
3
4. Pemandangan Pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap
kualitas pemandanga 3
5. Kekhasan Suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya
sehingga menimbulkan kesan 5
6. Modifikasi Modifikasi menambah sedikit atau sama sekali beragam
pemandangan 0
Jumlah 15
Page
131
Gambar 4. 26 Peta Unsur Lansekap Bentuk Lahan Sub Subak Kedamaian
Gambar 4. 27 Foto Mapping Lansekap Sub Subak Kedamaian
Page
133
5. Sub Subak Gunung Sari
Lokasi Sub Subak Gunung Sari berbatasan dengan Sub Subak Umakayu. Pura bedugul yang terdapat pada Sub Subak Gunung Sari memiliki keterkaitan dengan subak yang terdapat Catur Angga Batukaru.
Gambar 4. 28 Pura Bedugul Sub Subak Gunung Sari a. Bentuk lahan
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak Gunung Sari memiliki nilai skor 1 yaitu bukit rendah dan berombak; bukit di kaki gunung atau dasar lembah bukan ciri-ciri lansekap yang menarik. Bentuk lahan pada Sub Subak Gunung Sari direpresentasikan sebagai topografi. Peta topografi pada Gambar 4.29 menunjukkan Sub Subak Gunung Sari berada pada ketinggian 500 – 750 m dpl berada pada rentang 0 – 1.500 meter. Pada penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk lahan, peneliti menggunakan peta topografi di kawasan Obyek Wisata Obyek Wisata Subak Jatiluwih karena dengan menggunakan peta topografi dapat menggambarkan bentuk permukaan bumi melalui garis – garis ketinggian, selain itu tinggi rendahnya permukaan dari pandangan datar (relief), juga meliputi pola sungai.
b. Vegetasi
Salah satu faktor penentu bentuk dan tekstur pada lansekap yaitu yang membedakan persepsi visual yaitu vegetasi. Penilaian pada unsur vegetasi berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata bahwa Sub Subak Gunung Sari memperoleh skor 3 yaitu terdapat beberapa jenis vegetasi tetapi hanya 1-2 jenis yang dominan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian. Produksi beras berah di Subak Jatiluwih telah memiliki sertifikat SNI Pangan Organik. Benih yang digunakan oleh petani di Desa
Jatiluwih adalah varietas beras merah lokal atau disebut juga padi cendana. Sub Subak Gunung Sari pada Gambar 4.29 menunjukkan jika dilewati oleh aliran sungai.
c. Warna
Unsur warna merupakan komponen dasar dalam lansekap Gambar 4.29 menunjukkan bahwa kondisi unsur warna jika dinilai berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata Sub Subak Gunung Sari memperoleh skor 3. Sub Subak Gunung Sari merupakan kawasan pertanian dan terdapat aliran air dari bendungan Jatiluwih untuk mengairi sawah. Sub Subak Gunung Sari terletak di ketinggian 500 – 700 m dpl sehingga tidak mencirikan laguna pantai, tidak termasuk dalam lahan basah dan merupakan hutan alami. Kriteria penilaian warna di Obyek Wisata Subak Jatiluwih pada penelitiaan ini yaitu peruntukan ODTW tersebut. Berdasarkan RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2010 – 2030 bahwa Obyek Wisata Subak Jatiluwih termasuk dalam desa dengan kawasan pertanian.
d. Pemandangan
Unsur pemandangan menunjukkan bahwa unsur pemandangan yaitu berupa kawasan pertanian, ketinggian Sub Subak Gunung Sari yaitu 500 – 700 m dpl.
Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata nilai visual pemandangan Sub Subak Gunung Sari memperoleh skor 3 yaitu pemandangan di dekatnya cukup berpengaruh terhadap kualitas pemandangan.
e. Kekhasan
Situs alam dalam penelitian ini merupakan situs alam yang digambarkan dengan memiliki nilai oustansding value yang dilihat dari sudut pandang keilmuan, konservasi atau keindahan alam. Penetapan subak sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco tahun 2012 disebabkan memiliki nilai keluarbiasaan yang bersifat universal (outstanding universal value) yaitu sistem subak dan Tri Hita Karana. Subak sebagai warisan budaya dunia merupakan kombinasi antara alam dan hasil karya manusia. Berdasarkan Tabel 3.5 indeks potensi lansekap areal wisata memperoleh skor 5 yaitu suatu area yang khas atau berbeda dengan obyek lainnya sehingga menimbulkan kesan.
f. Modifikasi