• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penghambat Active Learning pada pembelajaran PAI SDIT Az-Zahra

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Hasil Penelitian

4. Faktor Penghambat Active Learning pada pembelajaran PAI SDIT Az-Zahra

128

Salah satu faktor pendukung lainya adanya kompetisi yang dilaksanakan baik dari dinas, tingkatan kecamatan dan didalam lingkup sekolah. Kompetisi imi merupakan tempat atau wadah anak untuk mengasah kemampuan baik di bidang agama ataupun umum.

Terloihat gambar diatas bahwasanya SDIT Az-Zahra selalu aktif mengikuti kompetisi bahkan selalu mengadakan kompetisi terhadap anak-anak yang dapat menyalurkan kemampuan di bidang Pendidikan Agama Islam khususnya. Dari berbagai lomba cerdas cermat islam, azan dan mhusabaqah Al-Quran. Bebrapa kali terbukti dan unggul sekecamatan bojongsari SDIT Az-Zahra mendapatkan juara-juara ketika berkompetisi dengan sekolah-sekolah lain di tingkan bojong sari.

4. Faktor Penghambat Active Learning pada pembelajaran PAI

129

dapat berbaur serta juga keterbatasan waktu (Lampiran 2, Hasil Wawancara, Imam, no 10)

b) Perbedaan setiap peserta didik

Salah satu penghambat lain menurut keterangan guru PAI di SDIT Az-Zahra yang peneliti rangkum catatanya yaitu tentang perbedaan individu, adapun faktor penghambat nya yaitu berbedanya setiap anak baik itu watak dan latar belakang anaknya, dan juga media kita masih terbatas seperti proyektor.(Lampiran 2, Hasil Wawancara, Popy Ermaliany, no 10)

c) Keterbatasan Waktu

Dalam Implementasi model Active Learning yang menjadi penghambat tentunya masalah waktu, hal ini disampaikan oleh guru Pendiidikan Agama Islam di SDIT Az-Zahra yang menyatakan, tentang keterbatasan waktu, berlebihnya waktu dan kekurangan waktu menjadi penyebab kegagalan dalam melaksanakan rencana-rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

Dari hasil observasi dan wawancara oleh ketiga guru Pendidikan Agama Islam di SDIT Az-Zahra maka hampir semua jawaban dari ketiga guru tersebut yang hanya menjadi penghambat yaitu masalah di peserta didik, seperti masih malu serta perbedaan individu karena itu maka peneliti mengambil kesimpulan dari jawaban semua guru PAI di SDIT Az-Zahra bahwasanya tidak banyak penghambat ketika guru PAI menerapkan model active learnimg, artinya guru sudah secara maksimal dalam Implementasiya, namun kurangnya karena tadi peserta didik yang berbeda, baik dari watak dan latar belakang. Sehingga beberapa peserta didik yang suka ramai sendiri dan juga ada yang malu.

130

131

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, tentang Implementasi active learning dalam menumbuhkan karakter peserta didik pada pembelajaran PAI di SDIT Az-Zahra. Akhirnya peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa:

1. Implementasi active learning pada pembelajaran PAI di Sekolah Dasar Islam Terpadu Az-Zahra (SDIT Az-Zahra) Pondok Petir bermula dari sekolah ini menerapkan kurikulum 2013, artinya Implementasinya banyak menggunakan model active learning sebagaimana ditemukan penulis bahwa sebelum pembelajaran dan Implementasi strategi active learning yang dilakukan guru PAI yaitu terlebih dahulu diadakannya perencanaan pembelajaran yaitu membuat RPP. Setelah guru membuat RPP selanjutnya guru berupaya dapat mengelola kelas dengan baik agar pembelajaran di kelas berjalan efektif dengan menerapkan model active learning.

Dalam pembelajaran lebih banyak melibatkan keaktifan peserta didik. Jika melihat dari uraian dan penjelasan sebelumnya serta hasil penelitian bahwa guru PAI di SDIT Az-Zahra ini menerapkan strategi active learning yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Agama Islam yaitu bermacam-macam diantaranya ialah diskusi, the power of two, jigsaw, dan studi kasus. Hal ini dibuktikan dalam RPP guru yang didalamnya terdapat indikator model active learning dan juga hasil observasi dan wawancara peneliti terhadap guru Pendidikan Agma Islam yang ada di SDIT Az-Zahra. Dalam Implementasiya guru PAI menyesuaikan dengan jenis, sifat dan bahan materi pembelajarn serta kondisi dalam proses belajar mengajar cara Implementasi model active learning tersebut.

132

Dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam di SDIT Az-Zahra Pondok Petir, dalam menggerakan siswa secara aktif maka diperlukan keterlibatan secara terpadu dan berkesinambungan anatara media, model, guru dan peserta didik. Guru dalam hal ini hanya sebagai mentoring kegiatan. SDIT Az-Zahra sudah memenuhi syarat sebagai sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran active learning.

2. Dampak Implementasi active learning terhadap pembelajaran pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan karakter moral maupun karakter kinerja di peserta didik. Seperti halnya karakter moral yang tumbuh yaitu kejujuran, ketakwaan dan sopan santun.sedangkan kakter kinerja yang ditumbuhkan melalui active learning ini yaitu seperti kerja keras, tangguh, ulet, komunikatif dan menghargai teman.

Dengan adanya proses pembelajaran yang berlangsung dalam lingkungan sekolah tersebut, baik di dalam maupun diluar kelas ditemukannya bahwa sangat berdampak dalam menumbuhkan karakter peseerta didik yang menyebabkan peserta didik sangat komunikatif, memiliki tanggung jawab, serta rasa ingin tahu yang tinggi, menghargai pendapat teman, bekerja keras dan mandiri.

Selain itu, dalam sisi religius ternyata peserta didik mampu bertanggungjawab dalam ibadahnya, dilihat dengan adanya bukti monitoring peserta didik dalam hal shalat dan monitoring dalam hal akhlak, serta pengawasan langsung oleh guru disekolah khususnya wali kelas.

3. Implementasi active learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SDIT Az-Zahra di pengaruhi oleh beberapa faktor pendukung dan juga penghambatnya.diantara faktor pendukung adalah kerja sama antara kepala sekolah dan guru, adanya sarana prasarana yang lengkap, adanya pelatihan guru serta yang lebih

133

penting yaitu kemampuan guru dan profesionalisme serta adanya penyelenggaraan kompetisi sesama siswa atau peserta didik di bidang umum dan juga agama. Adapun faktor penghambat Implementasi active learning di SDIT Az-Zahra ini yaitu adanya peserta didik yang belum dapat bekerja sama dengan baik serta beberapa murid yang masih pasif.

B. Saran

Berdasarkan pemaparan kesimpulan di atas, beberapa saran dan rekomendasi yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Kepala Sekolah

a. Kepala Sekolah lebih meningkatkan pendekatan indivdu terhadap guru dan peserta didik guna memperoleh perkembangan informasi tentang perkembangan pendidikan.

Sehingga akan mudah memgetahui permasalahan yang timbul yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan terutama yang berkaitan dengan penerapoan active learning dalam pembelajaran PAI khususnya.

b. Mempererat hubungan baik dengan orang tua peserta didik dan masyrakat sekitar sehingga akan memabntu memudahkan dan memperlancar Implementasi Active Learning.

c. Kepala Sekolah perlu melakukan kerja sama dengan orang tua siswa dalam pembentukan karakter. Kerja sama ini bisa berupa kontrol bagi peserta didik terhadap prilaku-prilaku yang menyimpang dari peserta didik, baik itu masyarakat di lingkungan sekolah, masyarakat di lingkungan siswa tinggal, maupun masyarakat yang lebih luas, dalam rangka untuk memantau perkembangan karakter siswa.

134 2. Bagi Guru Agama

a.Khususnya untuk guru Agama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran PAI, pendidik harus dapat memahami dan memparktikan model active learning dalam pembelajaran PAI tersebut

b.Pendidik haruslah kaya dengan model pembelajaran, diantaranya motode active learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

3. Bagi pembaca diharapkan pembaca dapat memahami relevansi dan pengaruh model active Learning pada pembelajaran pendidikan Agama Islam

135 Daftar Pustaka

Abdul Halim Tamuri. (2015). Prinsip Pembelajaran Aktif dalam Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Islam. Kuala Lumpur: Kampus Ilmu Khas.

Alkrienciehie, A. S. (2013). Pendidikan Karakter pendidikan berbasis Agama dan Budaya Bangsa. Bandung: Pustaka Setia.

Asmani, J. M. (2011). buku panduan internalisasi pendidikan karakter di sekolah.

Yogyakarta: Diva Press.

Beni Saebani, A. d. (2012). Ilmu Pendidikan Islam Disusun berdasarkan kurikulum terbaru Nasional Perguruan tinggi Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Darajat, Z. (2016). Kesehatan Mental. Jakarta: Bumi Aksara.

Dimiyati, M. (2013). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Drajat, Z. (2018). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

E. Mulyasa. (2017). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 2013 Merupakan Persoalan Penting Dan Genting. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Emzir. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif.

Jakarta: Rajawali Pers.

Fauzan. (2016). Sejarah Pendidikan Islam Analisis Klasik dan Modern. Jakarta selatan: UIN Jakarta Press.

Hamalik, O. (2016). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hariyanto, W. d. (2012). Pembelajaran aktif teori dan Asesmen. Bandung: Remaja Rosdakarya.

haryanto, W. d. (2012). Warsono dan Hariyanto. 2012. Pembelajaran Aktif Teori dan Assesment. . Bandung: Remaja Rosdakarya.

136

Hidayati, A. d. (2014). The Development of Character Education Curiculum For Elementary Student in west Sumatera. International Journal of Education and Research Vol 2 June , 189-198.

Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

KEMENDIKBUD. (2012). Pengantar Umum SILABUS PAI Kurikulum 2013,.

Jakarta.

LAL, A. (2012). Pendidikan Islam Transformatif. Jakarta: Referensi.

Lickona, T. .. (2012). Mendidik Untuk Membentuk Karakter: BagaimanaSekolah dapat Memberikan Pendidikan Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab. . Jakarta: Bumi Aksara.

Lie., A. (2018). Cooperative Learning Mempraktikan Cooperative Learning Di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Makin, B. d. (2017). Pendidikan Humanistik Konsep, teori, dan aplikasi praksis dunia Pendidikan. Yogyakarta: AR-RUZ MEDIA.

Maksudin. (2013). PendidikanKarakterNon-Dikotomik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Melvin L. Silberman. (2020). Active Learning:101 Strategi Pembelajaran Aktif.

Yogyakarta: Yappendis.

Moleong Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2008). Paradigma Pendidikan Agama Islam : Upaya Mengaktifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

137

Muhaimin. (2008). Paradigma Pendidikan Agama Islam: Upaya mengaktifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi Guru Profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdkarya.

Muslich., M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan KrisisMultidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2012). Model Penelitian Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2012). Model Penelitian Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Nata, A. (2014). Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta:

PRENADAMEDIA.

Noor, A. S. (2015). Aspek-aspek Seorang Guru. Jakarta: FITK PRESS.

Ramayulis. (2014). Metododologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

S Margono. (2013). Komponen MKDK Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta:

Rineka Cipta.

Shadily, E. J. (2018). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Silberman, M. l. (2020). Active Learning 101 strategi pembelajaran Aktif.

Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Sinar. (2018). Model Active Learning upaya poeningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa . Yogyakarta: CV Budi Utama.

Sugiyono. (2017). Model Penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sukandi. (2003). Belajar Aktif Dan Terpadu, Apa, Mengapa Dan Bagaimana . Surabaya: Duta Graha Pustaka.

Syaiful Sagala. (2014). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

138

uhbiyati, A. A. (2015). Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Umi mahmudah M.A, dkk. (2016). Active Learning Dalam Pembelajaran, Bahasa Arab,. Malang: UIN Malang Press.

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia No. 14 th 2005 tentang Guru dan Dosen. (2009). Jakarta: GP Press.

Usman, M. U. (2020). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wibowo, A. (2021). Pendidikan Karakter: Starategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yudhi Munadi, d. (2011). Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kretif, Efektif Dan Menyenangkan,. Jakarta: Bahan Ajar PLPG.

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalamLembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Daftar Lampiran-Lampiran Lampiran 1 Hasil Observasi

Lampiran 2 Hasil Wawancara Lampiran 3 Hasil Dokumentasi Lampiran 4 Contoh RPP PAI

Lampiran 5 Surat Tugas Pembimbing Tesis Lampiran 6 Surat Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 1 Hasil Observasi A. Pedoman Observasi

1. Aspek yang diamati a. Lokasi sekolah

b. Lingkungan fisik sekolah

c. Strategi dan metode pembelajaran

d. Laboratorium dan sarana belajar mengajar e. Ruang kelas

f. Suasana kehidupan sehari dalam proses pembelajaran g. Proses kegiatan belajar mengajar di kelas

h. Proses kegiatan belajar mengajar di luar kelas SDIT AZ-Zahra 2. Tujuan

Untuk memperoleh informasi dan data baik mengenai kondisi fisik maupun non fisik.

B. Profil Sekolah 1. Identitas Sekolah

a. Nama Sekolah : SDIT Az-Zahra NSS/NPSN : 102026602011

Status : Swasta

Status Akreditasi : A Nilai Akreditasi :94 b. Alamat Sekolah

Jalan :Jl Swadaya no 47 Desa/Kelurahan : Pondok Petir Kecamatan : Bojongh Sari

Kab/kota : Depok

Provinsi : Jawa Barat

Kode Pos :16517

Telepon : 021 74713483

Email :[email protected] c. Identitas

Kepala Sekolah

Nama Lengkap : Umi Istichomah Pendidikan Terakhir : S2

Jurusan : Pendidikan No H[p/Telp : 081382424767

2. Sejarah Singkat

Berawal dari kelompok pengajian majelis ta’lim Az-Zahra yang dimonitori dan dibawah pimpinan ibu HJ In Hendarni Sutaryo yang begitu peduli terhdadp perkembangan pendidikan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, bah wa maju mundurnya suatu bangsa terletak pada generasi berikutnya. Oleh karena itu yayasan Az-Zahra berusaha mengedepankan pendidikan yang berwawasan Islami dengan mengakat nilai-nilai keislaman dan menonjolkan akhlak yang mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasullah SAW dan keluarganya beserta para sahabatnya.

Untuk menyelenggrakan pendidikan yangh berkualitas diperlukan tekad dan kemampuan yang tinggi disertai pengabdian dan pengorbanan yang ikhlas didukung sumber daya yang memadai yaitu tenaga kependidikan yang profesional sarana dan prasarana dan fasilitas pendidikan yang lengkap serta dukungan dana yang cukup. Kemudian akhirnya dimulailah pembangunan SDIT Az-Zahra disusul dengan pembangunan masjid Baiturahim dan alhamdulillah seiring dengan perkembangan waktu SDIT Az-Zahra semakin maju sampai saat ini.

3. Visi dan Misi Visi SDIT Az-Zahra

Menjadi Sekolah Islam yang berbasis Sains dan Multimedia Misi SDIT Az-Zahra

Menuju generasi Islami dan Bertaqwa

Menanamkan kecintaan kepada Allah, Rasullah, keluarganya dan para sahabatnya Mengembangkan proses pembelajaran melalui multimedia

4. Kurikulum SDIT Az-Zahra

Dalam Pelaksanaan Pendidikan SDIT Az-Zahra menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Selain melaksanakan kurikulum dari Diknas juga menambahkan dengan Kurikulum Lokal. Adapun muatan materi-materi kurikulum sebagai berikut

Materi Kurikulum dan komposisi Jam Pelajaran

Keterangan :

BTQ : Baca Tulis al-Qur’an

SBK : Seni Budayan dan Keterampilan PAI : Pendidikan Agama Islam

PENJASKES : Pendidikan Jasmani Kesehatan PKN : Pendidikan Kewarganegaraan

IPA : Ilmu Pengetahuan Alam IPS : Ilmu Pengetahuan Sosial PBQ : Project Based Qur’an

5. Guru-Guru SDIT Az-Zahra

NO NAMA GURU JABATAN

1 Umi Istichomah, M.Pd Kepala Sekolahj

2 Rini Anggraeni, S.P Wakilk Kepala

Sekolah/Waka

Kurikulum bidang kesiswaan

3. Lina Marlina, S.Pd Wali Kelas 1a

4. Yuni Novrianti, S.Pd Wali Kelas 1b

5 Siti Maryamah, S.Th.I Wali Kelas 2a

6 Popy Ermaliani, S.Pd Wali kelas 2b/ Guru PAI

7 Retno Bekti Utami, S.Pd Wali Kelas 3a

8 Supriyani, S.Pd Wali kelas 3b

9 Siti Juhairiah, S.Ag Wali kelas 4a

10 Ta’lif, S.Pd.i Wali kelas 4b

11 Woro Puspito, S.Pd. Wali kelas 4c

12 Ary Dyah kusumawati S.E Wali Kelas 5A

13 Evi Kuntari S.Pd Wali Kelas 6A

14 Asep Muhammad Idris, S.Pd Wali kelas 6b dan kord Tahfidzh

15 Hera Dayangsumbi,S.Pd Wali kelas 6c

16 Imam Syafii, S.Pd Guru PAI

17 Eman Sulaemann S.Q Guru Bahasa Arab

18 Farid Fahmi S.Pd Guru Bahasa Inggris

19 Fatimah Taliyanti, S.Ak Guru BTQ

20 Fiirman Al-Amin S.Pd Guru PAI

21 Muhammad Ilham Ramadhan Guru Tahfidz/ guru penjaskes

22 Meliana Asisten wali kelas 1a

23 Desyiana Azizah, S.Ak Asisten Wali kelas 1b

6. Sarana-Prasarana SDIT AZ-Zahra

No Nama Fasilitas Jumlah

1 Masjid 1

2 Kantor 2

3 Ruang kepala sekolah 1

4 Ruang guru-guru 2

5 Koperasi 1

6 Perpustakaan 1

7 Lab Komputer 1

8 Uks 1

9 Lapangan serba guna 1

10 Pos satpam 2

11 Ruang Kelas 16

12 Kantin 3

Lampiran 2 Hasil Wawancara Narasumber : Umi Istichomah M.Pd Jabatan : Kepala Sekolah No. Hp : 081382424767 Hari/Tanggal : 12 April 2022 Waktu : 08.00-09.30

Tempat : Ruang Kepala Sekolah

No Pertanyaan Jawaban

1 Apakah ada Program pelatihan internal guru (Inhouse Trainning) secara rutin?

Jika memang ada sebutkan tujuannya?

Khususnya di SDIT Az-Zahra untuk pelatihan guru, itu ada pak dan itu pasti mengikuti perkembangan kebutuhan pembelajaran, dan itu kita laksanakan pokoknya kita mengacu tentang hal terhadap perubahan dan sebagainya, contohnya kemarin ada tentang implementasi guru-guru mandiri, tentang kurikulum merdeka seperti itu. Kalau dari diknas ada secara rutin dan tiap tahun pasti ada pak. SDIT Az-Zahra sendiri dilakukan pelatihan ketika sudah ada hal-hal yang memang diperlukan, tujuanya untuk meningkatkan kompetensi guru.

Sifatnya wajib diikuti semua guru, untuk harinya di jam sekolah setelah pembelajaran selesai.

2 Selain pelatihan guru apakah ada forum diskusi atau musyawarah antar kepala sekolah dan guru maupun tenaga kependidikan lainya secara rutin? Jika ada tujuanya apa serta manfaat yang di dapat apa?

SDIT Az-Zahra alhamdulillah ada namanya rapat evaluasi mingguan, kita laksanakan setiap minggu rapat evaluasi yang diikuti semua guru serta kepala sekolah,disitu kepala sekolah mengevaluasi kegiatan dalam seminggu serta membicarakan hal-hal apa saja yang mungkin perlu diperbaiki dan dilaksanakan, biasanya rapat evaluasi mingguan ini dilaksanakan di hari jumat setelah jumat, manfaatnya banyak sekali, karena kita ada evaluasi, ketika ada sesuatu hal yang kita rencanakan, kita laksanakan kemudian kita dapatkan hasil. Pasti dalam

hal itu ada evaluasi, sehingga dari evaluasi itukita dapatkan mungkin kelebihan dan kekurangan. Kalau kelebihan ini yang kita harapkan namun ketika kekurangan inilah hal yang kita ingin upgrade lagi, seperti itu.

3 Bagaimana peran masing-masing pihak kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan dan staf lainnya dalam Implementasi active learning pada pembelajaran PAI dalam upaya menumbuhkan karakter siswa di SDIT Az-Zahra ini?

Nah untuk pembelajaran PAI tersendiri mungkin disini saya sebagai kepala sekolah ada kordinasi dengan guru PAI selain guru PAI juga semua guru wali kelas.karena disini juga kita ingin mengedepankan karakter anak, contohnya sholat 5 waktu menjadi kewajiban warga sekolah, kepada anak-anak kita berikan laporan sholat, dari kelas 1-6 itu ada semua. Itu kita sosisalisasikan sebelum pembelajaran siswa dimulai.disitu ada contreng ttd orang tua, wali murid dan diakhir ada ttd kepala sekolah. Dan kita juga sudah minta ke orang tua murid ngisinya harus jujur, ketikan memang tidak sholat buaty tidak sholat. Contonya ada beberapa misal kelas 1 ada yang tidak sholat dan tidak mencontreng buku itu, itu tidak apa-apa karena itu akan menjadi pembelajaran. Nanti wali kelas akan menanyakan dan alhamdulillah dengan seperti ini banyak anak-anak ketika jalan sama orang tuanya ada azan anak itu bilang, ma,pa sholat dulu.

Masalah active learning itu kita kordinasi ke gurunya karena gurunya yang mengajarkan ke anak dengan arahan membuat pelajaran senyaman mungkin.

4 Apa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SDIT AZ-Zahra?

SDIT Az-Zahra ini mengembangkan karakter-karakter religious seperti membiasakan sholat 5 waktu, sholat dhua.

Serta untuk karakter yang kami tumbuhkan yaitu sopan santun.salah satu contoh konghkretnya yaitu anak-anak dibiasakan salam sebelum masuk sekolah dan senyum ketika berhadapan sama guru. Didalam kelas serta luar kelas kami selalu menanamkan untuk sesama teman saling menyanyangi, bersahabat tidak menyakiti sesama teman serta berlaku jujur serta sikap antri

5 Seperti apa penerikmaan siswa baru untuk SDIT Az-Zahra ? apakah ada aturan-aturan dan syarat2 khusus bu?

Untuk PPDB ya, kami berusaha memberikan informasi yang utuh tentang sekiolah kami dan kami menjelaskan keunggulan- keunggulan sekolah kami. Berkaitan dengan penerimaan peserta didik kami mengadakan yangh namanya wawancara dan juga nanti ketika wawancara sudah diterima maka anak akan diikutkan tes yang namanya MIR, (multiple intelegences Research)

Depok, 12 April 2022

Narasumber peneliti

Umi Istichomah Ghabri M Al Ayubi

Narasumber : Rini Anggraeni, S.P

Jabatan : Wakil Kepala sekolah/ Waka kesiswaan No. Hp : 081382424767

Hari/Tanggal : 12 April 2022 Waktu : 10.00-11.15

Tempat : Ruang Perpustakaan

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana cara sekolah

menyelenggarakan ajang kompetisi yang mendidik dan sehat bagi peserta didik?

Memamg biasanaya tiap tahun rutin ada dari dinas ada pensi ada loketa, sundaan, biasanay kita membentuk kordinator/PJ contoh dalam lomba literasi ada pantun, dongeng, cipta syair ada beberapa. Setiap itu Pjnya siapa kita rapatkanj dulu kita seleksi dan kita lakukan drill dan pelatihan. Karena yang tahu bakat/karakteristik itu adalah gurunya.untuk latihan dilakukan ketika sudah pembelajaran sekolah. 1 lomba 1 guru yang megang.

2 Bagaimana cara agar di sekolah SDIT Az-Zahra ini terasa lebih ramai, ceria, dan riang?

2 tahun pandemi ini anak-anak kayak menunggu banget gitu pak, jenuh banget.

Sampai anak-anak nanya kapan ya teacher(panggilan guru di SDIT AZ-Zahra) kapan masuk ya Teacher, ketika mereka masuk gak terlalu sulit untuk membangkitkan ceria mereka, karena mereka dari diri sendiri karena anak itu sudah senang gampang banget malah anak- anak nunggu masuk. Bahkan ujian aja anak- anak PTS masuk senangnya luar biasa pak.

Kami juga dari guru menerapkan pembelajaran Joyfull learning tidak bertumpu hanya kepada guru/Teacher center tetapi student center kita memberikan stimulus saja pak.

3 Bagaimana cara sekolah SDIT Az- Zahra menerapkan seleksi khusus untuk menerima peserta didik baru?

Jadi sudah lama kita tidak ada tes calistung, memang ketika kita menseleksi khusus outputnya mengguntungkan guru karena anak sudah bisa calistung. Tapi beberapa tahun ini kita tidak memakai tes calistung dan psikologi, tapi kita gunakan interview

disitu kita melihat anak sejauhh mana dia bisa beradaptasi dengan orang baru.kita gunakan tes MIR untuk melihat kecerdasannya dimana apakah di linguistiknya atau dimana. Nanti kita pisahkan kelas-kelasnya.

4 Apakah kegiatan belajar pada silabus dan RPP menekankan keterlibatan siswa secara aktif?

iya, dimana kegiatan belajar pada silabus dan RPP menekankan keterlibatan siswa/peserta didik secara aktif bisa dilihat di rpp dan silabus tertera anak-anak diberi kesempatan untuk bertanya dan sebagainya.

bu kepala sekolah sering menekankan kepada selureuh guru-guru agar mengajar tidak selalu menggunakan metode ceramah, guynakanlah berbagai media dan alat. Yang penmting presentasi metode ceramah dikecilkan. Seperti yang bilang tadi yaitu tyidak hanya teaching center melainkan student center

5 Apakah ada program pelatihan internal guru (Inhouse Training) secara rutin?

Apa tujuanya?

ada, program pelatihan internal (inhouse training) pada guru antara lain yaitu upgrading tentang penyusunan perangkat pembelajaran yang setiap tahunnya pasti ada revisi dari dinas pendidikan. Yaitu peningkatan kemampuan pendidik denga workshop baik itu yang dilakukan sekolah maupun yang di luar sekolah. Yang dilakukan di sekolah yaitu contohnya seperti workshop tentang e learning apalagi ketika pandemi kemarin guru-guru belajar IT untuk zoom dll. bapak ibu guru akan diberikan pemahaman serta pelatihan bagaimana memanfaatkan teknologi IT yang ada

6 Bagaimana peran masing-masing pihak (kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan staf lainnya) dalam mengoptimalisasi Implementasi active learning dalam pembelajaran PAI dalam menumbuhkan karakter peserta didik di SD IT AZZAHRA?

Kalau berbicara peran sih ibu kepala sekolah selalu memberikan masukan-masukan dan arahan agar pembelajaran yang dilakukan oleh bapak dan ibu guru itu mengacu pada aktivitas active learning seperti yang sudah saya sampaikan tadi ibu kepala sekolah tidak ingin guru hanya memberikan ceramah- ceramah saja tetapi disuruh gimana anak itu bisa aktif yang dimana yang banyak aktifitas siswa daripada guru itu sendiri. Seperti halnya guru-guru ditekankann kepada