BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data
Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yang dilakukan yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data, kualitas instrumen penelitian berkaitan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, dalam hal ini penulis berupaya mendapatkan data atau informasi dari penelitian dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang ada di SDIT AZZAHRA Pondok Petir.
1. Obsevasi
Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian”. Dalam penelitian ini, penulis melakukan observasi untuk memahami secara holistic atau menyeluruh terhadap kegiatan Implementasi active learning dalam pembelajaran PAI dan dampaknya dalam menumbuhkan karakter peserta didik di SDIT AZZAHRA PONDOK PETIR (S Margono, 2013, hal. 158).
Peneliti juga melakukan observasi ke dalam lapangan yakni ruang kelas, tempat ibadah, sarana dan prasaran yang mendukung pelaksanan active learning pada pembelajaran PAI, serta tempat-tempat yang menjadi kegiatan peserta didik. Dengan mengamati fenomena- fenomena tersebut akan memudahkan penulis menemukan aspek-aspek yang membantu implementasi active learning pada pembelajaran PAI di di SDIT AZZAHRA PONDOK PETIR
Variabel Sub Variabel Indikator Sub Variabel Implementasi
Active Learning dalam
Menumbuhkan
Tempat Implementasi Active Learning dalam
Peneliti berusaha memperoleh data dari tempat Implementasi
76 Karakter Peserta
Didik
Menumbuhkan Karakter Peserta Didik
Active Learning dalam
Menumbuhkan Karakter Peserta Didik, yaitu pada Pembelajaran PAI di SDIT Az Zahra Pelaku
Implementasi Active Learning dalam
Menumbuhkan Karakter Peserta Didik
Peneliti berusaha memperoleh data mengenai
Implementasi Active Learning dalam
Menumbuhkan Karakter Peserta Didik. Sebagai narasumbernya ialah Peserta Didik, Guru PAI, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah.
Aktivitas Implementasi Active Learning dalam
Menumbuhkan Karakter Peserta Didik
Peneliti berusaha memperoleh data mengenai dampak implementasi Active Learning dalam
Menumbuhkan Karakter Peserta
77
Didik, faktor pendukung dan faktor penghambat Active Learning pada pembelajaran PAI
2. Wawancara
Wawancara ialah merupakan pengumpulan data yang dilakukan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual. Adakalanya juga wawancara dilakukan secara kelompok, seperti wawancara dengan suatu keluarga, pengurus yaysan, dan lain-lain (Nana Syaodih Sukmadinata, 2012, hal. 26). Dalam pengumpulan data melalui wawancara, penulis menggunakan pedoman slip, dan recorder atau alat perekam lainnya. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu wawancara terstruktur yang dilakukan secara mendalam.
Menggunakan pedoman yang ditulis secara sistematis. Penulis juga menggunakan lembar catatan dan alat perekam yang betujuan untuk meminimalisir kemungkinan kekeliruan penulis dalam mencatat hasil wawancara yang sudah dilakukan.
80
Pedoman Wawancara
No. Variabel Sub
Variabel Indikator Subvariabel Sumber data Metode Fokus Penelitian 1. Active
Learning
Implementasi Active
Learning
1.1 Tujuan Implementasi Active Learning 1.2 Faktor pendukung dan
penghambat Active Learning
Guru PAI, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah.
Observasi Wawancara Dokumentasi
Implementasi Active learning melalui pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas.
2. Menumb
uhkan Karakter Peserta Didik
Implementasi Active
Learning dalam
Menumbuhka n Karakter Peserta Didik
2.1 Dampak implementasi Active Learning dalam Menumbuhkan
Karakter Guru PAI dan
Peserta Didik.
Observasi Wawancara Dokumentasi
Pembentukan/penumbu han karakter peserta didik yang telah
tumbuh melalui metode active learning
81
81
Wawancara dalam penelitian ini diarahkan kepada sumber data yaitu informan yang memiliki keterkaitan langsung dengan implementasi Active Learning di SDIT AZ ZAHRA PONDOK PETIR. Informan dalam penelitian yang akan diwawancarai ini adalah :
No Informan Status
1. Umi Istichomah, M.Pd Kepala Sekolah 2. Rini Anggraeni, S.P Wakil Kurikulum 3. Firman Al Amin, S.Pd Guru PAI
4. Popy Ermaliani, S.Pd Guru PAI 5 Imam Syafi’i, S.Pd.I Guru PAI
6. Peserta didik 5 orang
3. Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, hasil karya, maupun elektronik (Nana Syaodih Sukmadinata, 2012, hal. 22).
Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis, dibandingkan dan dipadukan membentuk suatu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Adapaun dokumen yang akan dikumpulkan adalah, catatan terkait kurikulum sekolah, catatan terkait profile sekolah,rekap absen peserta didik, rekap prestasi akademik dan non akademik peserta didik, gambaran lingkungan sekolah yang mendukung serta foto dan data tentang kegiatan ekstra kurikuler keagamaan yang meliputi yakni:
tadarus dan tahfiz al-Qur‟an, marawis atau hadroh, kultum, rohis, dan shalat berjamaah.
4. Triangulasi
Dalam teknik ini, peneliti menggabungkan beberapa teknik pengumpulan data sebelumnya dan sumber data yang ada. Selama mengumpulkan data melalui teknik penggabungan, dalam teknik ini peneliti sekaligus menguji kredibilitas data melalui mengecek
82
kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2017, hal. 241). Pengumpulan data dengan teknik ini penulis lakukan ketika semua data sudah terkumpul dan dianggap telah jenuh, sehingga semua data yang terkumpul penulis gabungkan dengan dikelompokkan sesuai variabel pembahasan penelitian.
Setelah penulis mengumpulkan dokumen dari wawancara, observasi dan studi dokumen, penulis menggabungkan beberapa data yang sama dan saling terkait tentang informasi yang digali dalam penelitian ini.
Data tentang implementasi active learning pada pembelajaran PAI dari wawancara, observasi dan studi dokumen dengan mengelompokkan menjadi satu pada sebuah temuan dan pembahasan penelitian.
Demikian pula data tentang dampak pembelajaran PAI dalam menumbuhkan karakter peserta didik baik di sekolah dan di luar jam sekolah. Pada tahap akhir teknik triangulasi, penulis melakukan pengecekan kebenaran data atau informasi dengan kondisi yang sebenarnya melalui pengecekan dokumen maupun arsip penting lainnya. Dengan teknik Triangulasi ini penulis lebih mudah dalam menyajikan data serta lebih mudah membuat simpulan hasil peneiitian.
E. Analisa dan Pengolahan Data
Peneliti dalam menganalisa data ini dan mengolah data mengacu pada pendapat atau model Miles dan Hubermen. Setelah proses pengumpulan data selesai maka masuklah ke tahap analisis dan dan pengolahan data.
Menurut Miles dan Hiberman mengemukakan aktivitaas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehiungga datanya sudah jenuh.
Dalam menganalisis data peneliti mengambil interactive model sebagai penyajiannya. Aktifitas dalam analisis data meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verification). (Sugiyono, 2017, hal. 246)
83 1. Reduksi Data
Data yang peneliti temukan dilapangan perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti dikemukakan dalam buku sigiyono yang mengatakan semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Meredeuksi data berarti merangkum, memilih hal- hal pokok, memfokuskan hal-hal penting dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gamvbaran lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
Langkah reduksi data (data reduction) pertama, melibatkan langkah-langkah editing, pengelompokkan, dan meringkas data.
Kedua, penelitian menyusun kode-kode dan catatan-catatan mengenai berbagai hal, termasuk yang berkenaan dengan aktifitas serta proses- proses sehingga peneliti dapat menemukan tema-tema, kelompok- kelompok, dan pola-pola data. Terakhir peneliti menyusun rancangan konsep-konsep serta penjelasan- penjelasan berkenaan dengan tema, pola atau kelompok-kelompok data bersangkutan.
2. Display Data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dengan mendisplaykan data, maka akan lebih mudah untuk memahami apa yang terjadi, merencpeserta didikan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut
Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian tersebut, bagan, hubungan antara kategori dan sejenisnya. Flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman (Sugiyono, 2017, hal.
249) menyatakan “the most frequent from of display data for qualitative research data in the past has been narrative text. Namun dalam hal ini peneliti lebih banyak menggunakan yang bersifat naratif, sebab model ini yang paling banyak digunakan dalam penelitian kualitatif. Penyajian data (data display) melibatkan langkah- langkah
84
mengorganisasi data, yakni menjalin data yang satu dengan data yang lain sehingga seluruh data yang dianalisis benar-benar dilibatkan dalam satu kesatuan. Data yang tersaji berupa kelompok-kelompok yang kemudian saling dikaitkan sesuai dengan kerangka teori yang digunakan.
3. Conclusing Drawing/Verification
Langkah selanjutnya yaitu menurut Miles dan Huberman adlah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpoulam awal yang dikemukakan masig bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, di dukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan keseimpulan kredibel.
(Sugiyono, 2017, hal. 252)
Dengan demikian menurut Miles dan Huberman kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang di rumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah rumusan masalah dalam penelitian kuakitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.
Kemudian kesimpulan dalam penelitian kualitatyif meruipakan temuan baru yang sebelumny belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran obyek yang sebelumnya masigh remang- remang atau gelap setelah ditekliti menjadi jelas, dapat berupa interaktif, kausal, hipotesis atau teori.
Semua data mengenai Implementasi active learning dalam pemebelajaran PAI dan dampaknya dalam menumbuhkan karakter peserta didik-siswi ditemukan di lokasi penelitian (SDIT AZZAHRA) yang kemudian juga dianalisis secara kritis dengan menggunakan pendekatan multidisipliner pendidikan. (Usman, 2020) Yaitu
85
pendekatan filsafat, ilmu pendidikan, dan psikologi pendidikan, yang hasilnya disimpulkan dengan menggunakan teknik analisis induktif.
F. Kisi-Kisi Penelitian 1. Active Learning
a. Guru sebagai Fasilitator dan Motivator
Pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan peserta didik dan guru hanya menjadi fasilitator dan motivator harus dapat menyelidiki dan mengetahui sejauh mana motif-motif peserta didik yang dapat meningkatkan minat belajarnya. Kemudian guru mendorongnya untuk dapat memberikan motivasi peserta didik yang kurang termotivasi. (Usman, 2020, hal. 88)
b. Sebagai prinsip latar dan konteks
Peserta didik melakukan pembelajaran yang diawali berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Guru menghubungkan dalam pelajaran baru yang akan diajarkan. Siswa memahami dan mengingat materi yang diajarkan.
c. Sebagai Fokus
Guru merencanakan suatu pembelajaran dalam suatu pola tertentu untuk dapat memfokuskan peserta didik. Guru memberikan cara mengaitkan bagian-bagian yang terpisah, karena tanpa suatu pola maka pelajaran akan dapat terpecah-pecah sehingga peserta didik sulit untuk memusatkan perhatian.
d. Sebagai Prinsip Hubungan Sosial
Guru dalam pembelajaran melatih peserta didik untuk dapat bekerja sama dengan rekan-rekan dalam mencapai tujuan, sehingga hasilnya akan lebih maksimal. Suatu kerjasama yang baik akan dapat membentuk kepribadian anak dalam hubungan sosial.
(Usman, 2020, hal. 90)
86
e. Sebagai prinsip belajar sambil bekerja
Guru mengkondisikan siswa belajar sambil bekerja. Siswa mengekspresikan segala aktifitasnya dan melakukan kegiatan nyata yang melibatkan otak dan pikirannya.
f. Sebagai prinsip menemukan
Guru tidak perlu menjelaskan informasi kepada siswa. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk mencari dan menemukan informasi sendiri. Guru hendaknya hanya menstimulus peserta didiknya untuk menggali informasi yang didapat, maka dengan begitu akan tercipta suasana kelas yang menyenangkan.
g. Pemecahan Masalah
Guru bertindak sebagai motivator mencoba untuk mendorong peserta didknya agar dapat melihat masalah, merumuskan maslah, dan berupaya untuk memecahkan masalah sesuai dengan taraf kemampuannya (Usman, 2020, hal. 93)
2. Karakter
a. Karakter Religius
Sikap dan perilaku patuh dalam pelaksanaan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain
b. Karakter Kerja Keras
Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya
c. Karakter mandiri
Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
d. Karakter rasa ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas apa yang dipelajarinya, dilihat dan didengar
87
e. Karakkter bersahabat/komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
88 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Sekolah SDIT Az-Zahra
1. Sejarah Singkat SDIT Az-Zahra Pondok Petir
Berawal dari kelompok pengajian/Majlis Ta’lim Az-Zahra yang dimonitori dan dibawah pimpinan ibu HJ. In Hendarni Sutaryo yang begitu peduli terhadap perkembangan pendidikan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, bahwa maju mundurnya suatu bangsa terletak pada generasi penerusnya. Oleh karena itu Yayasan Az-Zahra berusaha mengedepankan pendidikan yang berwawasan Islami dengan mengangkat nilai-nilai keislaman dan mennonjolkan akhlak yang mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasullah SAW dan keluarganya beserta para sahabatnya.
Untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas diperlukan tekad dan kemampuan yang tinggi disertai oengabdian dan pengorbanan yang ikhlas didukung oleh sumber daya yang memadai yaitu tenaga kependidikan yang profesional, sarana prasarana dan fasilitas pendidikan yang lengkap serta dukungan dana yang cukup.
Dengan izin dan Ridho Allah, dimulailah pembangunan Mesjid kemudian diikuti dengan bangunan lantai satu SDIT Az-Zahra’ dan Al- Hamdulillah sekarang lantai dua dan kantin telah dibangun. Bermula dari 25 siswa/i (tahun pertama), kemudiaan meningkat menjadi 81 siswa/i (tahun kedua) . Dan pada tahun ke-3 meningkat menjadi 161 siswa serta sampai saat ini tahun yang ke-6 jumlah siswa sebanyak 336 siswa.
2. Sebab Pendirian SDIT Az-Zahra
a. Masih kurangnya sekolah Islam yang bercirikan keislaman dengan mengedepankan nilai-nilai budaya Islam dan akhlak yang mulia.
89
b. Masih banyaknya sekolah yang hanya menitikberatkan dan mengedepankan pada prestasi siswa-siswinya, bukan pada pengarahan dan pembiasaan akhlaqul karimah, yakni praktek dan implementasi nilai-nilai al-qur’an.
c. Masih banyaknya orang-orang Islam yang menyekolahkan anaknya ke sekolah non Islam karena dianggap lebih baik dan bermutu serta memiliki pola disiplin yang bagus.
d. Persoalan anak-anak nakal yang kerap muncul dan menjadi dilema dalam keluarga karena kurangnya perhatian orangtua terhadap anaknya dan adanya kekeliruan dalam Implementasi mendidik mereka.
e. Banyaknya orangtua yang menjadikan sekolah sebagai tempat atau wadah dalam menggodok anak-anaknya.
f. Pengaruh lingkungan yang begitu besar serta media elektronik dan cetak yang dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan anak.
3. Letak Geografis dan Data Perizinan SDIT AZ-Zahra
SDIT Az-Zahra terletak di alamat jl.swadaya no 47 rt 01/09 kelurahan Pondok Petir, kecematan bojongsari kota depok provinsi Jawa Barat status sekolah adalah swasta dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kembudayaan No.SK Pendirian: 121-2/123 Pendas, tanggal SK.Pendirian:20041221,NoSK.Operasional:421.2/46/DPMPTSP/XI/2017, tgl mulai SK Operasional: 1910-01-01, akreditasi sekoilah SDIT Az-Zahra adalah A, dengan no SK. Akreditasi: 20-11-2017, Yayasan Az-Zahra, memiliki luas tanah 4,960m2
4. Visi dan Misi SDIT Az-Zahra Visi SDIT Az-Zahra :
• Menjadi Sekolah Islam yang berbasis Sains dan Multimedia Misi SDIT Az-Zahra :
• Menuju generasi Islami dan Bertaqwa
90
• Menanamkan kecintaan kepada Allah, Rasullah, keluarganya dan para sahabatnya
• Mengembangkan proses pembelajaran melalui multimedia
5. Ekstrakurikuler SDIT Az-Zahra
Robotic
Robotik adalah salah satu cara untuk mengasah kreativitas anak anda dengan cara yang menyenangkan. Pelatihan merakit robot menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Robot adalah salah satu mainan yang sangat digemari oleh anak-anak. Dengan adanya ekskul robotik, anak tidak hanya sekedar bermain robot saja, tetapi juga belajar membuat robot dan teknik- teknik pemogramannya sehingga dapat membuat anak menjadi lebih kreatif dan lebih imajinatif.
91 Cinematography
Cinematography adalah sebuah teknik gabungan dari seni dan teknologi dari fotografi, melibatkan sejumlah skema dan pengaturan konfigurasi dalam pengambilan gambar yang tepat.Tujuan didirikan ekstrakurikuler ini agar setiap anak yang memiliki bakat dan kemampuan dalam bidang perfilman, dapat mengasah bakat dan mencoba menemukan inovasi melalui pengalaman belajar yang berbeda.
Taekowondo
Taekwondo adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia. Ekskul taekwondo ini mempunyai banyak peminatnya di SDIT Az Zahra. Selain untuk beladiri diharapkan dapat melatih fisik siswa agar lebih kuat.
Futsal
92
Futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari dan banyak peminatnya di SDIT Az Zahra. Tidak hanya sekedar hobby, futsal dapat melatih respons gerak tubuh dan membuat metabolisme tubuh menjadi lebih baik.Setiap anak yang mengikuti ekstrakurikuler futsal dilatih dan didik tentang model permainan futsal.
Science Club
Science Club menawarkan proyek ilmu pengetahuan dan kegiatan untuk anak. Science Club adalah program pembelajaran sains kepada anak dengan mengedepankan model fun, interaktif dan eksperimen. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kreatifitas anak dalam bidang sains.
Panahan
Olahraga ini membutuhkan ketepatan dan ketangkasan dalam menembakkan anak panah. Mengapa Islam mensunnahkan olahraga ini?
Karena memanah memberikan manfaat bagi penggunanya. Seperti: melatih konsenterasi, kesabaran, dan ketepatan sehingga memudahkan untuk mengontrol diri kita.
93 Pencak Silat
Olahraga pencak silat merupakan warisan nenek moyang kita yang perlu kita lestarikan. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, anak dilatih untuk bisa mengembangkan bakat dan belajar lebih mendalam tentang pola langkah, senam dan jurus pencak silat yang diajarkan oleh Pembina ekstrakurikuler.
Seni Baca Al-Quran
Seni Baca Al Quran merupakan salah satu program ekskul di SDIT Az Zahra sejak tahun 2014. Diharapkan dengan adanya eskul ini siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar, baik dan benar sesuai dengan kaidah- kaidah ilmu Tajwid.
94 Seni Tari
Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri. Bersatu dalam keragaman budaya dan seni tari daerah akan menghasilkan bibit siswa siswi yang mencintai tanah air dan kearifan lokal.Hal ini yang menjadi motivasi SDIT Az Zahra dalam mengadakan kegiatan ekstrakurikuler seni tari
Melukis dan Kaligrafi
Melukis dan kaligrafi Adalah kegiatan ekskul yang khusus di adakan untuk mengembangkan kreatifitas dan seni bagi anak. Melalui kegiatan ini diharapkan anak dapat menyalurkan minatnya di bidang seni lukis
6. Kurikulum SDIT Az-Zahra
Dalam Pelaksanaan Pendidikan SDIT Az-Zahra menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Selain melaksanakan kurikulum dari Diknas juga
95
menambahkan dengan Kurikulum Lokal. Adapun muatan materi-materi kurikulum sebagai berikut:
Materi Kurikulum dan komposisi Jam Pelajaran
96 Keterangan :
BTQ : Baca Tulis al-Qur’an
SBK : Seni Budayan dan Keterampilan PAI : Pendidikan Agama Islam
PENJASKES : Pendidikan Jasmani Kesehatan PKN : Pendidikan Kewarganegaraan
IPA : Ilmu Pengetahuan Alam IPS : Ilmu Pengetahuan Sosial PBQ : Project Based Qur’an 7. Prestasi Sekolah SDIT Az-Zahra
Sekolah dengan segudang Prestasi membanggakan selama berkiprah dalam dunia pendidikan sejak 2002, Alhamdulillah SDIT Az-Zahra meraih prestasi yang membanggakan mulai dari tingkat Kecamatan Bojongsari, Tingkat Kota Depok, Tingkat JABODETABEK dan tingkat Nasional baik dibidang prestasi akademik maupun non akademik. Berikut beberapa prestasi yang penah di raih selama 3 tahun kebelakang.
TINGKAT KECAMATAN BOJONGSARI
1. JUARA 1 Lomba UKS tingkat SD pada tahun 2015
2. JUARA 1 Lomba Kantin Sehat tingkat SD pada tahun 2016 3. JUARA 1 Lomba Perpustakaan tingkat SD pada tahun 2016 4. JUARA UMUM Lomba PENTAS PAI pada tahun 2015 dan 2017 5. JUARA 1 LOMBA QOSIDAH dalam kegiatan PENTAS PAI pada
tahun 2017
6. JUARA 2 Lomba CERDAS CERMAT dalam kegiatan PENTAS PAI pada tahun 2017
97
7. JUARA 1 Lomba BERKISAH putra putri dalam kegiatan PENTAS PAI pada tahun 2017
8. JUARA 1 Lomba FUTSAL tingkat SD di SMP ISLAMIYAH Bojongsari tahun 2017
9. JUARA 1 Lomba CATUR dalam kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
TINGKAT KOTA DEPOK
1. JUARA 1 Lomba TAHFIDZUL QUR’AN di Cakra Buana Depok 2. JUARA 2 Lomba K3 Tingkat SD
3. JUARA 1 Lomba Kaligrafi PENTAS PAI Tingkat Kota Depok atas nama Aisyah dan Lolos ketingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 4. JUARA 1 Lomba MTQ PENTAS PAI Tingkat Kota Depok atas nama
Ibnu Atwaru dan Lolos ketingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 5. JUARA 1 Lomba Cerdas Cermat Jajanan Sehat Tingkat Kota Depok
Tahun 2015
6. JUARA 2 Lomba Sekolah Sehat Se Kota Depok
7. JUARA 3 Lomba Badmintan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Depok atas nama Ravie Mardova Tahun 2017 8. JUARA 2 Lomba CIPTA SYAIR dalam Kegiatan Festival Lomba Seni
Siswa Nasional (FLS2N) atas nama Keysa Tifara Adzania pada tahun 2017
9. JUARA 1 Lomba ADZAN dalam Kegiatan DKM Masjid Kota Depok atas nama Ibnu Atwaru pada tahun 2016
TINGKAT SEJABODETABEK
1. JUARA UMUM I Exibisi Taekwondo Mts Cup 2010 Tangsel
2. MEDALI EMAS Lomba Pencak Silat POLIMEDIA CUP kota Depok tahun 2017
98
3. MEDALI EMAS Lomba Pencak Silat JKTC 8 (Jakarta Pencak Silat Championship) di Cibubur tahun 2017
4. JUARA 1 Lomba Menari Sanggar Seruni di TMII Jakarta Tahun 2016 5. JUARA 2 Lomba Menari Sanggar Seruni di TMII Jakarta Tahun 2017 6. JUARA 1 Lomba FUTSAL U 7-8 di SD CIKAL HARAPAN BSD 7. JUARA 2 Lomba FUTSAL U 9-10 di SD CIKAL HARAPAN BSD 8. JUARA 3 Lomba CERDAS CERMAT di AL HASRA CUP 5 DEPOK
tahun 2017
9. PANGKALAN TERBAIK Lomba Pramuka tingkat PENGGALANG di SMP AN NISA Bintaro 2017
Keterangan :Beberapa hasil perlombaan yang didapatkan oleh peserta didik Az- Zahra foto diatas merupakan contoh para peserta didik yang berprestasi mewakili
SDIT Az-Zahra