BAB II KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua/Keluarga
2. Faktor yang mempengaruhi status ekonomi masyarakat
29
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa social ekonomi merupakan suatu keadaan yang menunjukkan pada kemampuan finansial keluarga dan kelengkapan material yang dimiliki. Sedangkann, status sosial ekonomi dapat merupakan pengelompokkan orang-orang berdasarkan kesamaan karakteristik pekerjaan, pendidikan ekonomi.
30
“Pendidikan adalah fungsi sebuah negara, dan dilakukan, terutama setidaknya, untuk tujuan Negara itu sendiri. Negara merupakan institusi sosial tertinggi yang mengamankan tujuan tertinggi atau kebahagiaan manusia.
Pendidikan adalah persiapan/bekal untuk beberapa aktivitas/pekerjaan yang layak. Pendidikan semestinya dipandu oleh undang-undang untuk membuatnya sesuai (koresponden) dengan hasil analisis psikologis, dan mengikuti perkembangan secara bertahap, baik secara fisik maupun mental.”21
Kemudian, menurut Sugiharto, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana yang dilakukan oleh pendidik untuk mengubah tingkah laku manusia, baik secara induvidu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia tersebut melalui proses pengajaran dan pelatihan.
Menurut Teguh Triwiyanto, pendidikan adalah usaha menarik sesuatu di dalam manusia sebagai upaya memberikan pengalaman-pengalaman belajar terprogam dalam bentuk pendidian formal, non formal, dan informal di sekolah, dan luar sekolah, yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi kemampuan-kemampuan individu agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.22
Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya pendidikan merupakan proses pengalihan pengetahuan secara sadar dan terencana untuk mengubah
21 Guru Pendidikan, “Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli”,
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pendidikan/di akses pada 26 Juni 2020
22 Teguh Triyanto, Pengantar Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksar, 2014), hal. 23-24
31
tingkah laku manusia dan mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dalam bentuk pendidikan formal, informal, non fromal, dan informal.23
b. Pekerjaan
Pekerjaan secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau pekerjaan yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentuk uang bagi seseorang. Dalam perbincangan sehari-hari pekerjaan dianggap sama dengan profesi. Sedangkan pekerjaan dalam kurun waktu yang lama disebut karier. Seseorang mungkin bekerja pada beberapa perusahaan selama kariernya tetapi dengan pekerjaan yang sama.24
Menurut para ahli pekerjaan adalah suatu kegiatan atau suatu tindakan yang menghasilkan sesuatu yang biasanya berupa materi. Pekerjaan ini dapat dikelompokkan menjadi :
a) Pekerjaan yang menuntut keahlian dan pendidikan khusus, contoh : guru, dokter, dan pilot.
b) Pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian dan pendidikan khusus, contoh : kuli bangunan, tukang becak, dan lain sebagainya.25
23 Muhammad Irham, et. All., Psikologi Pendidikan: Teori dan Aplikasi dalam Proses Pembelajaran, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), hal 19.
24 Lalu husni, Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2019), Hal 73.
25 Miftachul Huda, “Pekerjaan Sosial dan Kesejah teraan Sosial”, ( Yogyakarta, Pustaka Pelajar : 2009), Hal. 7
32
Pekerjaan seseorang memiliki peranan dan pengaruh penting dalam kehidupan pribadinya, pekerjaan yang ditekuni oleh setiap orang berbeda-beda, perbedaan itu akan menyebabkan perbedaan tingkat penghasilan yang rendah sampai pada tingkat penghasilan yang tinggi, tergantung pada pekerjaan yang ditekuninya.
Jadi, pada prinsipnya setiap orang dimungkinkan mempunyai pekerjaan namun tidak semua pekerjaan itu sama sejenisnya karena hal tersebut diukur dari tingkat kesulitannya dan pendidikan yang ditempuh oleh orang iu untuk melakukan pekerjaan itu sendiri.
Tentunya, orang yang bekerja pasti akan berkurang waktunya bersama dengan keluarga, tak terkecuali orang tua. Tentu ada efek yang timbul ketika orang tua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sisi positifnya adalah keadaan ekonomi keluarga yang semakin stabil jadi mengurangi stres yang disebabkan oleh kurangnya pendapatan keluarga. Sisi negatifnya adalah kurangnya waktu yang dihabiskan bersama keluarga khususnya anak, sihingga perhatian terhadap perkembangan prestasi ana urang terpantau. Hubungan anak dan orang tua memerlukan waktu yang berkualitas untuk berkumpul secara fisik.26 c. Pendapatan
Kebutuhan dan keinginan tidak terbatas jumlahnya, hanya saja kebutuhan dan keinginan tersebut dibatasi dengn jumlah pendapatan. Pendapatan yang diterima oleh
26 Panji Anang Setiawn, “Pengaruh Lingkungan dan Ekonomi Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa di SDN Kalipare III”, Jurusan Pendidikan Guru Fakultas Tarbiyah, UIN Maulana Malik Ibrahim. (2018).
33
masyarakat tertentu berbeda antara satu dan lainnya, hal ini disebabkan berbedanya jenis pekerjaan yang dilakukannya.
Perbedaan pekerjaan tersebut dilatar belakangi oleh tingkat pendidikan, skill, dan pengalaman dalam bekerja. Indikator tingkat kesejahteraan dalam masyarakat dapat diukur dengan pendapatan yang diterimanya. Peningkatan taraf hidup masyarakat dapat digambarkan dari kenaikan hasil income perkapita, sedangkan taraf hidup tercermin dalam tingkat dan pola konsumsi yang meliputi unsur pangan, pemukiman, kesehatan, dan pendidikan untuk mempertahankan derajat hidup manusia secara wajar.
Pendapatan merupakan suatu hasil yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga dari berusaha atau bekerja.
Jenis masyarakat bermacam ragam, seperti bertani, nelayan, beternak, buruh, serta berdagang dan juga bekerja pada sektor pemerintahan dan suasta. 27
Upah / gaji bersih / pendapatan adalah imbalan yang diterima selama sebulan oleh buruh / karyawan baik berupa uang atau barang yang dibayarkan perusahaan / kantor / majiakan. Imbalan dalam bentuk barang dinilai dalam harga setempat. Upah / gaji bersih / pendapatan yang dimaksud tersebut adalah setelah dikurangi oleh potongan- potongan iuaran wajib, pajak penghasilan dan sebagainya28
Pendapatan adalah keselruhan penghasilan yang ditrima baik dari sektor formal maupun non formal yang
27 Nazir, “Analisis Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kapupaten Aceh Utara” Tesis. Medan Universitas Sumatra Utara. (2010)
28 Atik Widiastuti,” Pengaruh Pendidikan, Jumlah Jam Kerja, dan Pengalaman Kerja terhadap Pendapatan Tenaga Kerja Lanjut Usia di Indonesia”, Fakultas Ekonomi
Universitas Negri Yogyakarta. (2018).
34
dihitung dalam jangka waktu tertentu. Badan Pusat Statistik mengukur pendapatan masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah, oleh karena itu BPS melakukan perhitungan pendapatan dengan menggunkan pengeluaran/ konsumsi masyarakat. Hal ini didasari oleh paradigma bahwa bila pendapatan mengalami kenaikan maka akan diikuti oleh berbagai kebutuhan yang semakin banyak sehingga menuntut pengeluaran yang tinggi pula.29
Kesimpulan dari pengertian pendapatan adalah suatu hasil yang diterima seseorang atau rumah tangga dari berusaha atau bekerja yang berupa, uang maupun barang yang diterima atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu.30
Status sosial ekonomi menunjukkan ketidak setaraan tertentu, dimana anggota masyarakat memiliki pekerjaan yang bervariasi prestasinya, dan beberapa individu memiliki akses yang lebih besar terhadap pekerjaan berstatus lebih tinggi dibanding orang lain, sumber daya ekonomi yang berbeda, dan tingkat kekuasaan untuk mempengarui institusi masyarakat. Perbedaan dalam kemampuan mengontrol sumber daya dan berpartisipasi dalam ganjaran masyarakat menghasilkan kesempatan yang tidak setara. Status sosial ekonomi menggambarkan tentang kondisi seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari
29 Atik Widiastuti,” Pengaruh Pendidikan, Jumlah Jam Kerja, dan Pengalaman Kerja terhadap Pendapatan Tenaga Kerja Lanjut Usia di Indonesia”, Fakultas Ekonomi
Universitas Negri Yogyakarta. (2018).
30 Atik Widiastuti,” Pengaruh Pendidikan, Jumlah Jam Kerja, dan Pengalaman Kerja terhadap Pendapatan Tenaga Kerja Lanjut Usia di Indonesia”, Fakultas Ekonomi
Universitas Negri Yogyakarta. (2018).
35
segi ekonomi, gambaran itu dari tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan. Setiap individu atau masyarakat pasti menginginkan status sosial ekonomi yang lebih baik.31
Ekonomi merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris yaitu Economy. Sementara kata economy itu berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Oikonomike yang berarti pengelolaan rumah tangga. Adapun yang dimaksud dengan ekonomi sebagai pengelolaan rumah tangga adalah suatu usaha dalam pembuatan keputusan dan pelaksanaannya yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya rumah tangga rumah tangga yang terbatas diantara berbagai anggotanya, dengan mempertimbangkan kemampuan, usaha, dan keinginan masing-masing. Oleh karena itu, suatu rumah tangga selalu dihadapkan pada banyak keputusan dan pelaksanaanya. Harus diputuskan siapa anggota rumah tangga yang melakukan pekerjaan apa dengan imbalan apa dan bagaimana melaksanakannya.
Tidak berbeda halnya dengan rumah tangga, masyarakat selalu dihadapkan pada banyak keputusan dan pelaksanaanya. Suatu masyarakat harus memutuskan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, siapa, bagaimana dan dimana mengerjakannya? Suatu masyarakat membutuhkan orang-orang untuk menghasilkan pangan, orang yang membuat sandang, orang yang membangun rumah orang yang membuat kendaraan, dan seterusnya.
Setelah masyarakat mengalokasikan tenaga kerjanya untuk
31 Endang Sri Indrawati,” Status Sosial Ekonomi Dan Intensitas Komunikasi Keluarga Pada Ibu Rumah Tangga Di Panggul Kidul Semarang Utara.” Jurnal Pendidikan Psikologi Undip. Vol. 14 No. 1, (2015).
36
melakukan berbagai pekerjaan, masyarakat harus mengalokasikan output, yaitu keluaran atau hasil dari suatu proses produksi yang menggunakan tenaga kerja atau sumber daya lainnya, barang dan jasa yang mereka hasilkan.
Ekonomi merupakan bagian terpenting dalam pendidikan. Pendidikan yang baik akan tercapai dengan adanya dukungan ekonomi yang memadai. Peran ekonomi dalam pendidikan adalah sebagai penggerak kelanjutan dari pendidikan anak. Perekonomian keluarga merupakan keadaan keuangan atau kemampuan suatu keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Perekonomian keluarga adalah keadaan atau ketersediaan keuangan yang menjadi kebutuhan dalam suatu keluarga. 32
Perekonomian keluarga merupakan titik tolak keberhasilan dari kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan oleh setiap keluarga. Untuk memenuhi semua kebutuhan hidupannya, kepala keluarga selalu berusaha dengan menggunakan akal, pikiran, dan tenaga agar segala kebutuhan ekonomi keluarganya terpenuhi.
Dengan demkian, ekonomi merupakan suatu usaha dalam pembuatan keputusan dan pelaksanaannya yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya masyarakat (rumah tangga dan pebisnis/perusahaan)
32 Wahyuni, Dw. Studi Tentang Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Matematika. (Malang: Program Sarjana Univ. Negeri Malang.2001) Hal. 8
37
mengelola sumber daya yang langka melalui suatu kebijaksanaan dan pelaksanaannya.33
Sosial mengandung arti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat, sementara itu ekonomi memiliki pengartian sebagai asas, produksi, distribusi, pemakaian barang serta kekayaan. Karena pada umumnya manusia tidak bisa hidup sendiri manusia adalah makhluk sosial yang selalu bergantung kepada sesamanya dalam hal apapun karena saling membutuhkan satu sama lain, dimana kita tidak boleh memilih-milih untuk mengenal seseorang dan menjadikannya teman karena hidup dilingkungan sosial kita harus bisa menerima kelebihan maupun kekurangan seseorang, meskipun kita sudah banyak tahu tentang kondisi dan proses perubahan sosial, perubahan sosial antara lain meliputi, perubahan dalam segi distribusi kelompok usia, tingkat pendidikan rata-rata, tingkat kelahiran penduduk, penurunan rasa kader kekeluargaan dan informalitas antara tetangga karena adanya perpindahan orang dari desa kekota34
Sosial ekonomi adalah kondisi kependudukan yang ada meliputi tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat kesehatan, tingkat konsumsi, perumahan, dan lingkungan masyarakat35. Sosial ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti
33 Damsar dan Indrayani, Pengantar Sosiologi Ekonomi. Edisi ke-II (Cet. IV: Jakarta : Kencana, 2016), Hal. 9-10.
34 Rica Arfenia, “Kondisi Sosial Ekonomi Pekebun Gaharu di Desa Kota Baru Barat”, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung : 2017
35 Agustina, Ria.2017. skripsi peran guru sebagai fasilitator dalam proses
pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 1 wonosobo kabupaten tanggamus, ( skripsi tidak di terbitkan)
38
lingkungan pergaulan, prestasinya, dan hak-hak serta kewajibannya dalam hubungannya dengan sumber daya36. Berdasarkan pendapat diatas bahwa sosial ekonomi adalah posisi seseorang atau kelompok orang dalam masyarakat yang kondisinya memungkinkan bagi setiap individu maupun kelompok untuk mengadakan usaha guna pemenuhan kebutuhan hidupnya yang sebaik mungkin bagi diri sendiri, warga serta masyarakat dan lingkungannya.
Kondisi sosial ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi sosial, pendidikan, dan pendapatan ekonomi orang tua.37
Pendidikan adalah hal yang sangat diperlukan dalam keluarga untuk memotivasi anak dalam belajar. Jika orang tua berpendidikan, maka orang tua akan selalu membimbing anaknya dengan baik dan selalu memperhatikan anaknya dengan baik dan selalu memperhatikan anaknya dalam belajar maupun urusan sekolah. Keadaan status sosial ekonomi keluarga mempunyai peranan terhadap perkembangan anak-anak, misalnya keluarga yang perekonomiannya cukup, menyebabkan materil yang diterima oleh anak didalam keluarganya akan lebih luas. Hubungan antara orang tua dan anak akan lebih baik, sebab orang tua tidak ditekankan dalam mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
36 Agustina, Ria.2017. skripsi peran guru sebagai fasilitator dalam proses
pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 1 wonosobo kabupaten tanggamus, ( skripsi tidak di terbitkan)
37 Melita Ramadhani, “Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat atas Keberadaan PT. Indocom Samudra Persada”, Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung, 2018.
39
Sehingga orang tua dapat mencurahkan perhatian penuh dalam mendidik anak terutama dalam pemberian motivasi niat belajarnya.
Menurut John Simon menyatakan bahwa latar belakang keluarga biasanya berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarga. Sedangkan status sosial ekonomi menggunakan indikator pendidikan, pekerjaan dan penghasilan orang tua. Orang tua berpendapatan menengah dan tinggi lebih sering memikirkan pendidikan sebagai sesuatu yang harus didorong oleh orang tua dan guru.
Sebaliknya orang tua berpendapatan rendah lebih cendrung memandang pendidikan sebagai tugas guru. Karena sistem keterkaitan sekolah-keluarga terutama dapat memberikan keuntungan kepada siswa dari berpendapatan rendah.38 Status sosial ekonomi keluarga merupakan faktor eksternal dalam timbulnya prestasi belajar siswa. Jika orang tua siswa yang berstatus ekonomi sosial tinggi, tidaklah banyak mengalami kesulitan untuk membeli buku-buku pelajaran, pensil, penggaris yang diperlukan dalam belajar. Siswa yang berasal dari keluarga kaya lebih mempunyai kesempatan untuk berkreasi dan dapat terpenuhi kebutuhannya. Selain itu, orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi juga memungkinkan untuk lebih percaya diri pada kemampuan mereka untuk membantu dalam proses belajar. Ketika orang tua yang status ekonomi rendah tidak mampu memenuhi biaya
38 Nopianti, Endang purwaningsih, dan Husni Syahrudin,” Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarg Terhadap Motivai Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Akuntasi Di SMA”.
Jurnal Ilmu Pendidikan, Ekonomi dan Akutansi. Vol. 21 No. 1, (2017).
40
kehidupan dalam proses belajar anak seperti buku pelajaran. Serta orang tua yang status pendidikan rendah kurang memberi bimbingan dan pembinaan dalam proses belajar anak. Karena berfikir pendidikan adalah tugas guru.
Hal ini tentu mempengaruhi terhadap prestasi anak dalam belajar. Oleh karena itu status sosial ekonomi dalam belajar.39
d. Lingkungan Tempat Tinggal
Menurut Soerodi Brotho menjelaskan bahwa pasal 77, Pasal 1393;2 KUH Perdata tentang Hukum Benda, tempat tinggal itu adalah tempat dimana sesuatu perbuatan hukum harus dilakukan. Orang yang tidak mempunyai kediaman tertentu maka tempat tinggal dianggap dimana dia bersunguh-sungguh berada. Tempat tinggal memiliki arti yang berbeda dengan domisili.40
John Locke mengemukakan “Anak lahir di dunia bagaikan kertas putih. Pengalaman yang didapat dari lingkungan akan berpengaruh besart dalam menentukan pengalaman yang didapat dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak.” Pandangan dari Locke ini disebut dengan “Tabula Rasa” senada dengan pandangan yang dikemukakan Locke, Stern juga menyatakan pandangan “anak dilahirkan didunia
39 Nopianti, Endang purwaningsih, dan Husni Syahrudin,” Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarg Terhadap Motivai Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Akuntasi Di SMA”.
Jurnal Ilmu Pendidikan, Ekonomi dan Akutansi. Vol. 21 No. 1, (2017).
40 Ratna Eka Hartanti, “Pengaruh Usia, Jenes Kelamin, Tempat Tinggal, Pendidikan dan Pendapatan Terhadap Tinggkat Literasi Keuangan Asuransi Syariah Studi Kasus Pada Pedagang Pasar Gede Hardjonagoro Solo”, Jurusan Perbangkan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Surakarta, 2018,
40 Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo. 2015. Pengantar pendidikan. Jakarta:Rineka Cipta.hal 194.
41
ini mempunyai pembawaan baik dan buruk, dan lingungan lah yang mempengaruhi pembawaan yang telah dimiliki anak tersebut”. Dari kedua pandangan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan anak. Lingkungan yang baik akan membentuk anak yang baik, sebaliknya lingkungan yang buruk akan berpengaruh buruk juga untuk anak.41
Lingkungan yang paling dekat dengan anak adalah lingkungan tempat tinggal. Lingkungan tempat tinggal adalah segala yang terdapat disekitar makhluk hidup tinggal, baik yang bersifat biotik dan abiotik yang selalu berinteraksi secara timbal balik. Keadaan lingkungan tempat tinggal terdiri dari “bangungan rumah, suasana sekitar, keadaan lalulintas, iklim dan sebagainya”. Misalnya bangunan rumah penduduknya yang sangat rapat akan mengganggu belajar. Keadaan lalu lintas yang membisingkan, suara hiruk pikuk orang sekitar, suara pabrik, polusi udara, iklim yang terlalu panas, semua ini akan mempengaruhi kegigihan belajar. Sebaliknya, tempat tinggal yang sepi dengan iklim yang sejuk, ini akan menunjang proses belajar. Karena didalam lingkungan seseorang akan tumbuh dan berkembang serta memperoleh pendidikan secara bertahap hingga membentu pribadi yang dewasa.42
41 Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo. 2015. Pengantar pendidikan. Jakarta:Rineka
Cipta.hal 194.
42 Handayani Fitri, “Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal terhadap Prestasi Belajar Siswa, SDN 101846 Kutalimbaru Tahun Pembelajaran 2018/2019”, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Univ. Kualiti Medan, 2019.
42
“Lingkungan (environment) meliputi semua kondisi- kondisi dalam dunia ini yang dalam dunia ini yang cara- cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita ecuali gen dan bahkan gen-gen dapat pula dipandang sebagai menyiakan lingkungan bagi gen lainnya.” Dan
“Lingkungan merupakan bagian dari anak didik. Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem.” 43
Dari pandangan para ahli maka dapat disimpulkan lingkungan tempat tinggal adalah segala yang terdapat di seitr makhluk hidup. Lingkungan akan mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan badan perkembangan anak.
Maka dari itu lingkungan tidak bisa dipandang sebelah mata dalam prkembangan prestasi anak, arena lingkungan yang kondusif akan meningkatkan prestasi belajar anak.