• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tehnik Analisis Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Tehnik Analisis Data

85

86 C. Tabulating

Langkah selanjutnya adalah tabulating, yakni pengolahan data dengan memindahkan jawaban resonden dalam angket ke dalam tabel frekuensi yang tersusun rapi dan rinci dalam bentuk tabel. Tabulasi dilakukan untuk mengetahui gambaran skor nilai frekuensi dalam setiap item yang ada.

D. Uji Validitas

Tingkat kemampuan instrumen penelitian untuk mengungkapkan data sesuai dengan masalah yang hendak diungkapkan. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dianggap valid jika pertanyaan pada Kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.17

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada sejauh mana suatu instrument dalam menjalankan fungsi. Instrument dikatakan valid jika instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Sebagai contoh, ingin mengukur kemampuan siswa dalam matematika.

Kemudian diberikan soal dengan kalimat yang panjang dan yang berbelit-belit sehingga sukar ditangkap maknanya. Akhimya siswa tidak dapat menjawab, akibat tidak memahami pertanyaannya. Contoh lain, peneliti ingin mengukur kemampuan berbicara, tapi ditanya mengenai tata bahasa atau kesusastraan seperti puisi atau sajak. Pengukur tersebut tidak tepat (valid).

17 Ghozali, I. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Keempat).

(Diponegoro: Universitas Diponegoro. 2009).hal.102

87

Validitas tidak berlaku universal sebab bergantung pada situasi dan tujuan penelitian. Instrumen yang telah valid untuk suatu tujuan tertentu belum otomatis akan valid untuk tujuan yang lain.18

Suatu item dianggap valid jika skor total lebih besardari 0,30 (priyatno,2010). Hasil try out menunjukan bahwa semua pernyataan dapat di anggap valid karena nilai Corrected Item Total Correlation semua pernyataan kesemuanya lebih dari 0,30. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti mempunyai validitas rendah.19 Uji validitas dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan KMO dan Barlett‟s Test. Nilai Kaiser-mayer-olkin test berkisar dari 0-1, semakin mendekati 1, berarti semakin bagus. Nilai yang dapat diterima adalah diatas 0,6. Nilai Barlett‟s yang dapat diterima adalah jika signifikansi dibawah 0,06 dan yang paling bagus jika dibawah 0,01.20

Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui seberapa besar pegaruh variabel bebas yaitu: Latar belakang Sosial Ekonomi keluarga (X) yang berpengaruh terhadap Prestasi belajar Siswa (Y), Adapun bentuk persamaan regresi linier yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

18 Sugiyono.Metode Penelitian Kombinasi(Mix

Methods).(Bandung.Alfabeta.2015).hal.363

19 Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta.

PT.Rineka Cipta. Hal.160

20 Piyatno, D.SPSS 22 Pengolah Data Terparaktis. (Arie Prabawati, Ed.).(Yogyakarta: Andi Yogyakarta. 2014).hal.76

88 Keterangan:

PB = Prestasi belajar siswa B = Koefisien regresi H = Harga

e = Kesalahan penggunaan

Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fit nya 21 Secara statistik, dapat diukur dari nilai statistik f, nilai koefisien determinasi dan nilai statistik t. Menurut Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak)22. Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dima Uji statistik ini pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual menerangkan variasi variabel dependen.

E. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah suatu pengukuran menunjukkan stabilitas dan konsistensi dari suatu variabel yang mengukur suatu konsep dan berguna untuk mengakses dari suatu pengukuran.

21 Ghozali, I. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Keempat).

(Diponegoro: Universitas Diponegoro. 2009).hal100

22 Ghozali, I. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Keempat).

(Diponegoro: Universitas Diponegoro. 2009).hal.102

PB= bH + e

89

Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau dari waktu ke waktu.23

Reliabilitas alat ukur adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Artinya, kapan pun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama. Contoh paling nyata adalah timbangan atau meteran.

Hal yang sama terjadi untuk alat ukur suatu gejala, tingkah laku, ciri atau sifat individu dan lain-lain. Misalnya alat ukur prestasi belajar seperti tes hasil belajar, alat ukur sikap, kuesioner dan lain-lain, hendaknya meneliti sifat keajegan tersebut.

Tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran saat ini menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya, terhadap siswa yang sama. Misalnya siswa kelas V pada hari ini di tes kemampuan matematik. Minggu berikutnya siswa tersebut di tes kembali. Hasil dari kedua tes relatif sama.

Sehingga masih mungkin terjadi ada perbedaan hasil untuk hal- hal tertentu akibat faktor kebetulan, selang waktu, terjadinya perubahan pandangan siswa terhadap soal yang sama. Jika ini terjadi, kelemahan terletak dalam alat ukur itu, yang tidak memiliki kepastian jawaban atau meragukan siswa.

Selain harus valid, suatu kuesioner juga harus reliabel, artinya dapat dipercaya dan diandalkan. Instrument dapat dikatakan reliabel apabila mampu menunjukkan sifat keajegan walaupun dalam waktu yang berbeda serta dapat dipercaya.24 mengemukakan bahwa suatu alat pengukur dikatakan reliabel bila

23 Sugiyono.Metode Penelitian Kombinasi(Mix

Methods).(Bandung.Alfabeta.2015).hal.363

24 Nasution.Metode Penelitian Naturalistic Kualitatif. (Bandung. Tarsito.

2003).Hal.77

90

alat itu dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama.

Untuk menguji reliabilitas angket penelitian, digunakan rumus alpha, yaitu:

keterangan:

r11 : Reliabilitas instrument

k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑θb 2 : Jumlah varians butir

∑θt 2 : varians total

Dengan kata lain derajat reliabilitasnya masih rendah. Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test- retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrument dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.

Pengukuran hanya dilakukan sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan. Aplikasi SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas tersebut dengan uji statistik Cronbach Alpha (α).Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai CronbachAlpha (α) >0,60.

Cronbach Alpha > 0,60.Reliabel.

Cronbach Alpha < 0,60. TidakReliabel

91

Dokumen terkait