BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RKPD DAN CAPAIAN KINERJA
2.2. Capaian Kinerja Pemerintah Daerah
2.2.1 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.2.1.2 Fokus Kesejahteraan Sosial
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 24 Makanan (GKNM). Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.
Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan Makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.
Garis kemiskinan yang digunakan untuk menghitung penduduk miskin tahun 2014 adalah Rp. 241.355 /kapita/bulan). Terbatasnya ketersediaan data yang ada garis kemiskinan yang dihitung saat ini di sumbangkan oleh makanan dan belum memperhitungkan faktor non makanan.
Perkembangan Garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin Tahun 2008 – 2014 terlihat dalam Tabel II.13.
Tabel II.12
Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2008 - 2013.
Tahun Jumlah penduduk
Jumlah penduduk miskin (ribu)
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bln)
2008 445.387 45.300 193.185
2009 451.264 39.680 201.074
2010 455.484 44.900 226.015
2011 459.155 43.280 241.355
2012 463.719 38.443 257.736
2013 467.564 35.488 270.035
2014 471,564 35.037
Sumber BPS KabupatenAgam.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 25 Grafik II.4
Indek Pembangunan Manusia (IPM)
Untuk melihat capaian IPM secara lebih lanjut, dilihat dari capaian masing-masing komponennya, yaitu indeks harapan hidup yang diukur dengan harapan hidup pada saat lahir, indeks pendidikan yang diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah, serta Pengeluaran Riil per Kapita. Perkembangan komponen Indeks Pembangunan Manusia tahun 2010 – 2014 terlihat dalam tabel berikut:
Tabel II.13
Perkembangan komponen Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2010 – 2014
Tahun
Angka Harapan
Hidup
Angka Melek Huruf
Rata-rata lama sekolah
Pengeluaran Riil per
Kapita (Rp.000)
IPM
2010 69.04 97.85 8.50 629.65 73.28 2011 69.23 97.86 8.59 631.96 73.57 2012 69.99 97.87 8.61 636.57 74.11 2013 69.43 98.36 8.63 640.06 74.50 2014 70.00 98.59 8.76 641.83 75.03
a. Angka Usia Harapan Hidup
Angka usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Agam cenderung meningkat dimana pada tahun 2010 mencapai 69,04 tahun sampai tahun 2014 diperkirakan mencapai 70 tahun. Komponen Angka Harapan Hidup dipengaruhi faktor Angka Kematian Bayi per 100 kelahiran, Balita Gizi Kurang, Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga medis, Rumah Tangga dengan akses sanitasi, dan akses Rumah tangga berakses air bersih.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 26 Angka Kematian Bayi (AKB)dan Angka Kematian Ibu Melahirkan
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Dari tahun 2011-2013 trend angka kematian ibu melahirkan telah berada dijalur yang tepat dengan kecendrungan yang terus menurun. Tahun 2013 angka kematian ibu me lahirkan telah mencapai 75 jauh melebihi target yang ditetapkan pada tahun 2015 yang juga merupaka target MDGs sebesar 102 per 100.000 kelahiran.
Pada tahun 2014 Angka Kelangsungan Hidup Bayi di Kabupaten Agam mencapai angka 998,2 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2013 yang hanya sebesar 999,6 per 1.000 kelahiran hidup. Rendahnya angka kematian bayi ini seiring dengan semakin meningkatnya akses masyarakat terhadap kesehatan diantaranya karena semakin banyaknya Puskemas Pembantu dan Poskesri serta adanya Jampersal
Meningkatnya angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2014 lebih bersifat kasuistis. Dimana sebanyak 13 kematian ibu melahirkan disebabkan karena posisi anak dalam rahim yang tidak normal, pendarahan, tekanan darah tinggi, usia ibu melahirkan diatas 40 tahun, placenta prefia, jantung, kelainan bawaan, eklamsia, sepsis maternal.
Capaian angka kelangsungan hidup selama tahun 2011-2014 juga memperlihatkan trend yang positif. Selama 4 tahun terakhir angka kelangsungan hidup bayi meningkat setiap tahunnya dan telah melebihi target RPJMD pada tahun 2015 serta target MDGs sebesar 977 per 1000 kelahiran hidup.
Balita Gizi Kurang.
Hasil pemantauan status gizi balita di Kabupaten Agam tahun 2014 berdasarkan Laporan Hasil Survey, PSG-Kadarzi, diketahui bahwa prevalensi gizi buruk pada balita sebesar 0,35% dan prevalensi gizi kurang 6,75%. Sehingga total gizi buruk dan gizi kurang sebesar 7,1%.
Dibandingkan tahun 2013, total prevalensi gizi buruk dan gizi kurang terjadi penurunan sebesar 0,76. Walaupun prevalensi balita gizi buruk di Kabupaten Agam tahun 2014 sudah sangat rendah, tetapi perlu diwaspadai prevalensi gizi kurang yang masih tinggi.
Ada beberapa kecamatan yang perlu diwaspadai terkait dengan tingginya prosentase balita dengan gizi kurang ini, yaitu : Kecamatan Palembayan, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Palupuh, Kecamatan Kamang Magek, Kecamatan Ampek Nagari, Kecamatan Tanjung Mutiara dan Kecamatan Malalak.
Akses sarana air bersih dan sanitasi
Penanganan sanitasi dasar rumah tangga dan lingkungan masyarakat perlu selalu dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat. Rumah sehat adalah salah satu indikator mutu sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat. Suatu bangunan rumah tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 27 Tahun 2014 Rumah tangga dengan akses sanitasi layak mencapai 61,3%, meningkat sebesar 1 % dari sebelumnya sebesar 60,3% pada tahun 2013.Target MDGs untuk rumah tangga dengan akses sanitasi layak adalah sebesar 62,41% di tahun 2015. Diperkirakan target tersebut akan dapat dicapai oloeh pemerintah Kabupaten Agam.
Sedangkan rumah tangga berakses air bersih tahun 2014 mencapai 81,7 % mengalami peningkatan sebesar 0,4 % dari sebelumnya sebesar 80,3% pada tahun 2013.Target MDGs untuk rumah tangga dengan akses air bersih adalah sebesar 68,87% pada tahun 2015.
b. Angka melek huruf
Angka melek huruf selama 5 tahun terakhir cenderung menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada Tahun 2010 sebesar 97.85 % sampai Tahun 2014 telah mencapai 98.59 %, artinya masih terdapat 1,41 persen penduduk berusia di atas 15 tahun yang belum dapat membaca dan menulis.
Perkembangan melek huruf kabupaten Agam tahun 2010 sampai tahun 2014 terlihat dalam tabel berikut:
Tabel II.14
Perkembangan Melek Huruf Kabupaten Agam Tahun 2010 – 2014
No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014
1
Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis
298,920 307.588 310.800 324.949 330.347
2
Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas
300,873 308.328 311.472 325.372 330.744
3
Angka Melek Huruf % 99.35 99.76 99.79 99.85 99.88
Berdasarkan data perkecamatan, angka melek huruf yang sudah mencapai 100% yaitu Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Ampek Angkek dan Kecamatan Tilatang Kamang. Sedangkan kecamatan masih tinggi penduduk yang berusia di atas 15 tahun yang belum dapat membaca dan menulis adalah:
Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Ampek Nagari, Kecamatan Malalak dan Kecamatan Palupuh.
c. Angka rata-rata lama sekolah
Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki. Perkembangan Angka Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2014 terlihat pada grafik berikut:
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 28 Grafik II.5
Perkembangan Angka Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2014
Berdasarkan tabel diatas terlihat Angka Rata-Rata Lama Sekolah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dari 2010 sebesar 8,5 tahun, sampai tahun 2014 telah mencapai 8,76 tahun artinya penduduk kabupaten Agam rata-rata lama sekolahnya baru setingkat SLTP.
d. Pengeluaran Riil per Kapita
Komponen IPM selanjutnya adalah pengeluaran ril perkapita, pada Tahun 2010 mencapai Rp. 629.650,- hingga tahun 2014 telah mencapai Rp.641.830,- atau meningkat sebesar Rp. 12.180,-
2.2.2 Aspek Pelayanan Umum