BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RKPD DAN CAPAIAN KINERJA
2.2. Capaian Kinerja Pemerintah Daerah
2.2.2 Aspek Pelayanan Umum
2.2.2.2 Pelayanan Penunjang Urusan Pilihan
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 38 95.526 KK ( 83,39 persen ) sedangkan KK Perempuan sebanyak 19.023 KK ( 16,61 persen ) dengan tingkat pendidikan KK tertinggi adalah SD dan SLTP sebanyak 53.499 KK ( 46,70 persen
Dengan pengelompokkan menurut status keluarga yang terdata pada tahun 2014 sebagai berikut :
a. Keluarga Pra Sejahtera sebanyak 2.181 KK (1,90 persen) b. Keluarga Sejahtera I sebanyak 22.206 KK (19,38 persen) c. Keluarga Sejahtera II sebanyak 42.795 KK (37,35 persen)
d. Keluarga Sejahtera III dan III Plus sebanyak 47.367 (41,35 persen)
Rata-rata status Keluarga di kabupaten Agam pada tahun 2014 berada pada status keluarga Sejahtera II dan III.
2.2.2.2 Pelayanan Penunjang Urusan Pilihan
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 39 2014 sebanyak 126.320 batang dengan produktivitas 0,168 ton/pohon/tahun dan jumlah produksi mencapai 21.222 ton. Sedangkan pada tahun 2013 luas panen jeruk 124.254 batang dengan angka produktivitas 0.15 ton/batang/tahun dengan jumlah produksi sebesar 18.710 ton. Jadi komoditi jeruk mengalami peningkatan jumlah produksi sebesar 13,2 persen selama tahun 2014.
Sementara pada sektor peternakan pada Tahun 2014 jumlah populasi Sapi potong menurun sebesar 1,4% yaitu dari 33.831 ekor pada tahun 2013 turun menjadi 33.337 ekor tahun 2014 , hal ini disebabkan karena tingginya jumlah pemotongan hewan di Kabupaten Agam pada Hari Raya Idul Adha, Idul Fitri serta pemotongan didalam dan luar RPH. Jumlah produksi sapi perah meningkat sebesar 30% yaitu dari 115 ekor tahun 2013 menjadi 150 ekor pada Tahun 2014, populasi Kambing naik 9,8 persen yaitu sebanyak 12.631 ekor Tahun 2013 naik menjadi 13.868 ekor tahun 2014.
Jika dilihat dari Produksi daging di Kabupaten Agam Tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 51 persen yaitu pada Tahun 2013 sebesar 1.646 ton meningkat menjadi 2.490 ton pada Tahun 2014. Penigkatan angka produksi daging ini dipicu karena tingginya jumlah pemotongan hewan pada dua Hari Raya dan pemotongan di dalam serta luar RPH.
Upaya peningkatan Produksi juga dibarengi dengan usaha pembinaan Kesehatan Masyarakat Veterinar untuk penyediaan BPAH yang, untuk mengantisipati kematian hewan dan pengaruh hewan ternak/peliharaan terhadap kesehatan manusia.
B. Kelautan dan Perikanan
Pembangunan kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi penting yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan memanfaatkan segala potensi sumberdaya yang ada dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Potensi pembangunan kelautan dan perikanan Kabupaten Agam begitu besar yang terdiri dari perikanan budidaya, perikanan tangkap, industri pengolahan dan wisata bahari. Khususnya perikanan laut dengan panjang garis pantai 43 km dan luas laut 275,2 Km2, dimana terdapat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) satu unit dengan jumlah armada kapal perikanan 479 unit dan nelayan 2.250 orang namun belum memiliki dermaga sandar kapal perikanan yang layak. Sementara itu, potensi perikanan budidaya 5.030 ha dan baru termanfaatkan seluas 981,15 ha. Secara keseluruhan jumlah tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan 7.467 orang yang bekerja sebagai nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah ikan.
Dalam rangka percepatan pembangunan kelautan dan perikanan Kabupaten Agam dikembangkan kawasan unggulan berbasis wilayah dengan konsep Kawasan Minapolitan yang terdiri dari Kecamatan Tanjung Raya sebagai kawasan inti dengan core usaha perikanan budidaya. Sedangkan kawasan hinterland terdiri dari Kecamatan Lubuk Basung, Ampek Nagari, Palembayan, Tanjung Mutiara sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.41/MEN/2009 tentang Penetapan Lokasi Minapolitan yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Agam Nomor 154 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan dan Kawasan Hinterland Kabupaten Agam. Dengan adanya konsep pembangunan Kawasan Minapolitan ini diharapkan adanya peningkatan produksi dan produktivitas perikanan, meningkatkan pendapatan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan serta kawasan minappolitan sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 40 Berdasarkan capaian makro indikator kinerja tahun 2014 , pembangunan kelautan dan perikanan kabupaten Agam telah mencapai produksi perikanan sebesar 59.425 ton dengan tingkat pencapaian target produksi budidaya sebesar 114,7 persen dan produksi tangkap sebesar 7.226,9 ton. Dalam proses pembangunan kelautan dan perikanan terdapat berbagai permasalahan diantaranya terbatasnya sarana dan prasarana baik perikanan budidaya, perikanan tangkap maupun pengolahan dan pemasarannya, kurangnya sumberdaya manusia pelaku usaha kelautan dan perikanan serta tingginya tingkat kerusakan lingkungan terutama kawasan mangrove dan terumbu karang.
C. Kehutanan
Sektor Kehutanan adalah kegiatan yang memiliki proporsi yang besar dalam pemanfaatan ruang, oleh karena itu Wilayah Kehutanan sangat rentan dengan presure terhadap penggunaan lahan dari berbagai sektor termasuk oleh kegiatan kehutanan itu sendiri. Kebijakan pembangunan pemanfaatan potensi sumberdaya alam secara berkelanjutan pada sektor Kehutanan tahun 2011-2015 yang dapat dilaksanakan di Kabupaten Agam adalah (1) Pengembangan perencanaan dalam pemantapan kawasan hutan. (2) Rehabilitasi dan konservasi untuk menekan laju degradasi hutan dan lahan. (3) Pengembangan pembibitan tanaman hutan. (4) Konservasi Sumberdaya hutan.
Pengembangan perencanaan dalam pemantapan kawasan hutan sudah dimulai pada tahun 2011, adapun kegiatan telah dilaksanakan yaitu Pembuatan Rencana pengelolaan Rehabilitasi hutan dan Lahan (RPRHL) sebagai dasar pembuatan Rancangan RHL di Kabupaten Agam selama 5-15 tahun.
Rehabilitasi dan konservasi untuk menekan laju degradasi hutan dan lahan telah dilaksanakan Tahun 2014 telah dilaksanakan penanaman hutan rakyat, penghijauan lingkungan, dan penanaman bibit dari kebun rakyat ± 1.416 Ha, sehingga total lahan yang telah direhabilitasi sampai tahun 2014 adalah seluas ± 6.547 Ha (12,13%). Rencana pengelolaan rehabilitasi hutan dan lahan 2011-2015 adalah seluas 14,771,70 ha.
Konservasi Sumberdaya hutan dilaksanakan pembuatan bangunan konservasi seperti Dam Penahan dan Dam Pengendali sebanyak 5 unit pada tahun 2014, sedangkan Tahun 2013 dilaksanakan pembuatan bangunan konservasi dam pengendali 2 unit, Tahun 2012 dilaksanakan pembuatan dam pengendali 2 unit, dan tahun 2011 dilaksanakan pembuatan dam 1 unit dan sumur resapan 1 unit, sampai dengan tahun 2014 jumlah bangunan konservasi sebanyak 11 unit.
Disamping itu untuk peningkatan operasi pengamanan hutan dan peningkatan pelayanan administrasi peredaran kayu, pada Tahun 2014 dilaksanakan pengadaan pakaian kerja lapangan dan kelengkapan petugas pengamanan hutan , alat ukur dimensi dan kelengkapan mobil Polisi Hutan, pada Tahun 2014 telah dilaksanakan 105 kali operasi pengamanan, terdapat 3 kasus diperolah barang bukti 11.0297 m3 kayu, getah pinus 1.050 kg, dan truk 1 unit.
D. Pariwisata
Kabupaten Agam terkenal dengan keindahan alam dan budaya masyarakatnya yang ramah tamah, menjadikan salah satu Kabupaten tujuan wisata di Sumatera Barat. Dimana sector pariwisata memberi dampak multiplier terhadap nilai tambah Industri kerajinan, pertanian perdagangan angkutan dan komunikasi, serta pendapatan masyarakat sekitar. Sehingga sector pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Kabupaten Agam, yang diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi
Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 41 bagi masyarakat sekitarnya dan dapat memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha sekaligus memperkenalkan identitas dan kebudayaan bangsa.
Perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Agam dapat dilihat jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Agam terus meningkat dari tahun ke tahunnya.
Pada tahun 2013 jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Agam sebanyak 329.481 wisatawan, sedangkan pada tahun 2014 meningkat menjadi 420.464 wisatawan, peningkatan angka kunjungan wisatawan ini disebabkan adanya promosi kepariwisataan melalui media cetak dan media elektronik, penampilan kesenian daerah, Event Nasional dan Internasional seperti Event paralayang, Tour De Singkarak. Tour De Matur yang dipromosikan oleh anak Nagari Matur bekerjasama dengan PT Semen Padang dan Tour De Maninjau yang di promosikan oleh Garuda Indonesia Air Ways. Disamping itu Kabupaten Agam merupakan salah satu destinasi Pengembangan pariwisata Provinsi Sumatera Barat, merupakan satu koridor dengan Kota Bukitinggi, Kabupaten Limapuluh, dan Kota Payakumbuh, hal ini Kabupaten Agam memiliki banyak peluang untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, memiliki beragam industri kerajinan, dan kekayaan alam dan budaya : wisata alam, seni budaya kerajinanan, agrowisata, dan lain-lain.
Perkembangan kepariwisataan pada tahun 2010 sampai tahun 2014 terlihat pada grafik berikut;
Grafik II.6
Perkembangan kepariwisataan Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d tahun 2014