• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen STRATEGI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN NILAI (Halaman 51-54)

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa, keterangan- keterangan, dan karakteristik-karakterisik sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian45.

Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui:

1. Observasi

Observasi adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan dan pengkodean serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisasi insitusi, sesuai dengan tujuan-tujuan empiris. Observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain. Maka peneliti akan mengamati Anak dan Orang Tua di Kelurahan Tanjung Merdeka, peneliti akan meneliti orang tua tentang strategi dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual anaknya diKelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

2. Wawancara

Wawancara secara garis besar terbagi menjadi dua bagian yaitu : wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara terstruktur bisa disebut dengan wawancara baku/standarized interview yang disusun pertanyaan telah ditetapkan sebelumnya dan biasanya tertulis dengan pilihan-pilihan jawaban yang telah disediakan. Sedangkan wawancara tidak terstruktur biasanya disebut dengan wawancara

45Agung Anak Agung Putu. 2012. Metodologi Penelitian Bisnis. Universitas Brawijaya Press (UB Press). Malang

mendalam, wawancara kualitatif, wawancara intensif, dan wawancara terbuka / open ended interview46

Dari penjelasan diatas, maka peneliti akan menggunakan wawancara terstruktur untuk memudahkan peneliti dalam menggunakant data-data dan fakta pada Anak dan Orang tua di Kelurhan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

3. Dokumentasi

Dalam hal ini, maka peneliti menggunakan metode mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen, yang fungsinya sebagai pelengkap dan pendukung untuk data-data yang akan diperoleh melalui observasi dan wawancara.

H. Teknik Analisi Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.47

Menurut Sugiyono (2010) analisa data dapat dilakukan melalui tahapanberikut:

1. Reduksi data

46 Dedi,Mulyana Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung ; Rosda,2006),h.120

47 Bambang rustanto, op. cit., h. 71

40

Mereduksi berarti merangkum, proses pemilihan, memilih hal-hal pokok dan penting kemudian dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberi gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari data yang diperlukan lagi.

2. Penyajian Data

Setelah dilakukan reduksi data, selanjutnya adalah menyajikan data. Data disajikan dalam bentuk tabel, grafik, teks, transkip dan uraian penjelasan yang bersifat deskriptif.

3. Penarikan Kesimpulan.

Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan yang baru yang sebelumnya belum pernah ada. Setelah semua data tersaji, permasalahan yang menjadi objek penelitian dapat dipahami kemudian ditarik kesimpulan yang merupakan hasil dari penelitian.48

48Ibid,h. 73

41

1. Kondisi Geografis Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar

Kelurahan Tanjung Merdeka adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Saat ini Kelurahan Tanjung Merdeka dipimpin oleh Lurah Daud A.P. Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate memiliki koda wilayah 73.71.10.1010. Luas Kelurahan ini sekitar 392,72 Ha, dengan titik koordinat 5 11 18.1 S 119 23 33.6 . yang berada di JL. Sahareng Dg. Sese No.39, Kota Makassar.

Dikutip dari Buku Nama Rupabumi Unsur Buatan yang disusun Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Makassar kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassr terbentuk pada tahun 1992 yang merupakan gabungan sebagian wilayah dari 2 Kelurahan, yaitu Kelurahan Barombong (Satu Lingkungan) dan Kelurahan Maccini Sombala 2 RW.

Nama Tanjung Merdeka bertujuan untuk mengenang para pejuang Kemerdekaan di tahun 1945. Kala itu tempat tersebut menjadi basis pertahanan pada saat terjadinya serangan Belanda. Kemudian para Laskar pejuang kemerdekaan merebut basis pertahanan Belanda tersebut dan menjadikannya

42

benteng pertahanan terakhir untuk wilayah selatan kota sampai diproklamirkannya Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945.49

2. Letak Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar

Kelurahan Tanjung Merdeka adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Orbitasi dan waktu tempuh dari Balai Kota Makassar ± 9 KM dengan waktu tempuh 19 menit dan dari Pantai Losari ± 7 KM dengan waktu tempuh 17 menit.

Tabel 4.1 Batas Wilayah

No Batas Keterangan

1. Sebelah Utara Sungai Je‟neberang

2. Sebelah Selatan Sungai Je‟neberang

3. Sebelah Timur Kabupaten Gowa

4. Sebelah Barat Laut Selat Makassar

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

3. Administrasi Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar

Secara Administrasi Kelurahan Tanjung Merdeka terdiri dari 8 RW dan 31 RT dengan luas wilayah 392,72 Ha.

49 Nur fajriani R. 2020, “Sejarah Penamaan dan Profil Kelurahan Tanjung Merdeka di Makassar”, Tribun News. 2 Maret 2020 https://makassar.tribnnews.com/2020/03/02/sejarah- penamaan-dan-profil-kelurahan-tanjung-merdeka-di-makassar.(18 Juli 2021)

Tabel 4.2 Data umum

No Data Umum Keterangan

1. Tipologi Kelurahan Jasa dan Perdagangan 2. Tingkat Perkembangan Kelurahan Swasembada

3. Luas Wilayah 392,72 Ha

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk

No Penduduk Jumlah

1. Laki-Laki 3501 Jiwa

2. Perempuan 3383 Jiwa

3. Usia 0-15 2275 Jiwa

4. Usia 15-65 3148 Jiwa

5. Usia 65 Keatas 1461 Jiwa

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari jumlah penduduk perempuan atau ada sekitar 50,85 % dari total penduduk

44

Tabel 4.4

Mata Pencaharian Kelurahan Tanjung Merdeka

No Pekerjaan Jumlah

1. Pegawai Negeri Sipil 175 Orang

2. TNI/POLRI 15 Orang

3. Swasta 725 Orang

4. Wiraswasta/Pedagang 1621 Orang

5. Lainnya 4344 Orang

6. Jumlah 6884 Orang

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Tabel 4.5

Tingkat Pendidikan Masyarakat

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1. Taman Kanak-Kanak 157 Orang

2. Sekolah Dasar/Sederajat 1652 Orang

3. SMP/Sederajat 2046 Orang

4. SMA/SMU/Sederajat 1633 Orang

5. Akademik/D1-D3 421 Orang

6. Sarjana 514 Orang

7. Pascasarjana 226 Orang

8. Tidak Lulus dan Tidak Sekolah 61 Orang

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Tabel 4.6 Sarana Kesehatan

No Prasarana Jumlah

1. Puskesmas 1 Buah

2. UKBM (Posyandu) 3 Buah

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Tabel 4.7 Sarana Pendidikan

No Prasarana Jumlah

1. Perpustakaan Kelurahan 1 Buah

2. Gedung Sekolah PAUD 1 Buah

3. Gedung Sekolah TK 2 Buah

4. Gedung Sekolah SD 5 Buah

5. Gedung Sekolah SMP 1 Buah

6. Gedung Sekolah SMA 1 Buah

7. Gedung Perguruan Tinggi 1 Buah

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat bahwa sarana Pendidikan di kelurahan Tanjung Merdeka sangat lengkap sehingga penduduk disana dapat mengakses pendidikan dengan cukup mudah.

46

Tabel 4.8 Sarana Ibadah

No Prasarana Jumlah

1. Masjid 7 Buah

2. Mushallah 2 Buah

3. Gereja 1 Buah

4. Pura -

5. Vihara -

6. Klenteng -

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Tabel 4.9 Data Kelembagaan

No Lembaga Pengurus Angggota Kegiatan/

Bulan

Dana yang dikelolah 1. LPM 4 Orang 16 Orang 4 Kegiatan 25 jt 2. TP.PKK 6 Orang 36 Orang 5 Kegiatan - 3. Karang

Taruna

30 Orang 3 Jenis -

Sumber Data dari Kantor Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate tahun 2020

Struktur Organisasi

Kelurahan Tanjung Merdeka Kec Tamalate Kota Makassar

48

DAUD. AP

NIP. 197604031994120102

- -

FA NAL

NIP19610113 198203 1 010

S KR TARIS LURAH

KLP JABATAN FUNGSIONAL

S KSI P NG LOLAAN K B RSIHAN

S KSI P M RINTAHAN K T NTRAMAN DAN

K T RTIBAN UMUM

S KSI KONOMI

P MBANGUNAN DAN K SRA HJ. SYAMSIDAR

NIP. 19700718 199003 2 004

ANDI SOFYAR BAU DJ MMA NIP. 19721116 199703 1 008

AGUSTIAN

NIP. 19610817 198603 1 041

STAF STAF STAF

SYAIFULLAH SYAM, DM NIP. 19750304 201001 1 014 SRI INDRAYANA

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016 BOMBANG

NIP 19680605 201001 1 001

NURHA DAH L

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016 F BRIANTI RUSLI

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016

NURHAYATI K

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016

RUSTAM

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016 H RLINDA

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016 ROSMAYANTI

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016 M NTARI

N0.SK.817/1907/BKD/VI/2016

Pusat pemerintahan kelurahan Tanjung Merdeka bertempat di JL.

Sahareng Dg. Sese No.39, Kota Makassar dan Telah memiliki gedung kantor dan aula pertemuan. Di kantor kelurahan Tanjung Merdeka sudah dilengkapi fasilitas berupa meja, kursi, lemari, papan potensi dan beberapa set computer.

Pelayanan ke Masyarakat dilaksanakan setiap hari jam kerja kadang kala ada juga penduduk yang datang pada sore atau malam hari. Namun masih perlu peningkatan kapasitas SDM.

B. Nilai-Nilai Spiritual Anak dalam Keluarga di Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar

Kecerdasan spiritual merupakan komponen yang sangat penting untukditerapkan dalam kehidupan sehari-hari terkhususnya kepada anak-anak yang memang memerlukan perhatian lebih terkait kecerdasan spiritualnya. Tidak dipungkiri bahwa kecerdasan spiritual merupakan pondasi awal untuk membentuk kepribadian anak dimasa depan.

Hal tersebutperlu diberikan perhatian khusus, kecerdasan spiritual anak dimulai dari dalam keluarga, maka yang memiliki tugas utama menanamkan nilai- nilai spiritual anak ialah orang tua, oleh karena itu orang tua harus membentuk pola kecerdasan anak terutama dalam hal pendidikan, ibadah dan penanaman karakter. Seperti yang di sampaikan oleh Ibu Manting sebagai seorang Ibu beranak 2 yang mengatakan bahwa :

Anak-anak pada umumnya suka dengan dunia permainan, dimasa anak usia dini mereka akan lebih aktif, lincah dan energik sebab ini adalah fitrah yang ada pada anak.50

50(Manting, Wawancara, 2021)

50

Dengan pernyataan hampir sama dari Ibu Riska yang memiliki 2 orang anak mengatakan bahwa:

Anak saya memiliki sifat yang manja, kadang suka berkelahi dengan teman-temannya saat bermain, tapi setelah itu mereka akan baikan lagi, kadang-kadang berebut mainan dengan teman- temannya sampai-sampai memukul temannya, itu yang kadabg membuat saya khawatir terhadap anak saya jika tidak terkontrol akan menjadi kebiasaan saat besar nanti.51

Kemudian pernyataan dari Ibu Hania mengatakan bahwa :

Jika anank-anak dalam masa aktif bermain maka harus bisa dibatasi seperti apa yang boleh dan tidak. Karena pada dasarnya ketika anak diluar rumah sedang bermain mereka menganggap semuanya mainan, kadang sering bermain ditempat yang berbahaya, jorok, kadang juga dijalan raya. Itu yang biasa membuat saya khawatir kalau anak saya bermain diluar rumah52

Dari hasil wawancara tersebut maka kondisi dari nilai-nilai spiritual anak sebenarnya kembali lagi kepada fitrah seorang anak usia dini yang memang suka akan dunia permainan, sebagai orang tua perlu adanya pengontrolan dan didikan yang baik, boleh saja membebaskan anak untuk bermain tapi harus juga diperhatikan seperti apa tempat anak bermain.

Kemudian peneliti mengajukan pertanyaan kepada Ibu Mira mengatakan bahwa :

Jika dilihat anak-anak dilingkungan ini maka perlu perhatian ektra orang tuanya, terkadang ada anak yang ketika bersama tema- temanya bahasa dan perilkunya tidak terkontrol, bahasa yang seharusnya tidak pantas diucapkan oleh seorang anak kecil, hal ini sering terjadi pada kebanyakan anak laki-laki. Ditakutkan bahasa tersebut akan menjadi kebiasaan saat besar nanti53

51(Riska, Wawancara, 2021)

52(Hania, Wawancara, 2021)

53(Mira, Wawancara, 2021)

Kemudian Peneliti melanjutkan bertanya kepada ibu Sari dengan pernyataan hampir sama mengatakan bahwa :

Dari yang saya perhatikan selama ini, anak saya adalah anak yang susah untuk diatur apalagi kalau ada maunya tapi tidak dituruti biasanya akan marah sampai-sampai tidak mau makan ataupun tidak mau bicara, bahkan sering berkata kasar. Sampai-sampai saya bingung menghadapinya bagaimana54.

Lebih lanjut Ibu Jumriati mengatakan bahwa :

Anak saya di rumah adalah anak yang sangat cerewet, dia mudah mengingat bahasa yang dikeluarkan oleh orang tua dan sering menirukannya, namun yang menjadi masalah ialah bahasanya kadang bahasa yang tidak cocok diucapkan oleh anak usia 5 tahun, tapi karena daya ingatnya juga dia mudah menghapal bacaan sholat dan doa-doa harian lewat mendengar saja. Saya juga bersyukur akan hal itu.55

Dari beberapa peryataan tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa kondisi spiritual anak kecil memang cenderung menyaring semua bahasa yang didengarnya tanpa mengetahui bahasa tersebut baik atau tidak. Namun inilah yang terjadi pada sebagian lingkungan masyarakat kita, anak-anak kadang sering mengucapkan perkataan binatang atau sebagainya dan beberpa orang tua menganggap itu adalah hal yang biasa untuk anak-anak.

Terlepas dari semua itu anak-anak adalah makhluk yang menyukai hal-hal baru, meraka cenderung antusias pada hal yang belum pernah mereka temukan, hal ini bisa saja berlaku dalam memperkenalkan anak kepada sholat. Jika orang tua belum bisa memperkenalkan anak pada sholat maka bisa dengan mengantarnya ke masjid untuk sholat berjamaah. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Usman Dg. Lallo selaku Imam Masjid Baiturrahim, mengatakan bahwa :

54(Manting, Wawancara, 2021)

55(Jumriati, Wawancara, 2021)

52

Banyak anak-anak yang datang ke masjid pada saat sholat maghrib saja, ini adalah hal yang baik dan mendakan bahwa anak-anak tersebut diajar oleh orang tuanya untuk sholat walapun hanya sholat maghrib. Kami selaku pengurus masjid tidak pernah melarang anak-anak untuk datang sholat, malah ini bagus untuk anak-anak agar tidak jauh dari masjid. Karna yang terlihat selama ini kebanyakan orang tua yang datang ke masjid. Kami juga kadang mengajarkan anak-anak tersebut bagaimana cara sholat yang benar dan mereka sangat antusias akan hal itu, meskipun kadang-kadang suka lari kesana kemari.56

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kondisi anak-anak di Kelurahan Tanjung Merdeka perlu penangann dan pengawasan yang ekstra dari orang tuanya, jika tidak hati-hati dalam mendidik anak sejak dini, maka anak- anak disana akan mudah terpengaruh hal-hal negative. Selagi masih kecil maka perlu ditanamkan sejak dini nilai-nilai spiritual.

C. Strategi Orang Tua dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Spiritual Anak Usia Dini dalam Keluarga di Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar

Untuk meningkatkan Kecerdasan Spiritual anak, orang tua perlu strategi untuk meningkatkannya. Fitrah seorang anak sejak lahir ialah bertuhan, maka sebagai orang tua perlu untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya agar anak- anak dikemudian hari dapat membangun dirinya secara utuh dengan kepribadian yang baik sehingga dikemudian hari dapat menyelesikan berbagai persoalan dengan mengambil makna yang terkandung didalamnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Ria, mengatakan bahwa :

Hal pertama yang harus dimiliki orang tua dalam mendidik anak ialah kesabaran. Untuk bisa meningkatkan nilai-nilai spiritual anak maka perlu memahami sifat dan karakter yang dimiliki oleh anak, penting untuk mengetahui kemauan anak. Contohnya ketika anak-

56(Usman Dg. Lallo, Wawancara, 2021)

anak suka menonton, maka sebagai orang tua kita bisa mengarahkan ke tontonan yang mendidik.57

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sebelum mendidik anak penting bagi orang tua untuk mengetahui kemauan anak itu sendiri sehingga mudah dalam mendidiknya.

Banyak strategi yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual anaknya. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Mira bahwa :

Jika ingin melihat anak baik kedepannya, maka sedini mungkin anak-anak harus dibiasakan sholat. ketika waktu sholat tiba saya biasanya sholat di dekatnya agar anak saya bisa mencontoh apa yang saya lakukan. Mengenai persoalan karakter juga perlu contoh dari orang tuanya, orang tua harus mencontohkan perilaku yang baik, mengajar anak mana yang baik dan buruk.58

Hal yang hampir sama juga di sampaikan oleh Ibu Fatma, bahwa :

Strategi yang saya lakukan yaitu : Pertama ialah membiasakan kebiasaan baik contohnya membaca doa ketika makan, mengucap salam ketika masuk rumah, tidak boleh berkata kasar, sebisa mungkin tidak membiasakan untuk memegang hp.59

Dari beberapa pernyataan tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa, sebagai orang tua sudah seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak dikehidupan sehari-hari. Bila ingin anak bertutur kata dan berperilaku yang baik maka orang tua harus selalu bersikap baik sebagai panutan, baik dari segi akhlak maupun beribadah kepada Allah SWT.

Selain perlu adanya panutan dari orang tua, seorang anak juga harus belajar disiplin, kemampuan disiplin diri ini perlu dilatih sejak kecil agar segala

57(Ria, Wawancara, 2021)

58(Mira, Wawancara, 2021)

59(Fatmah, Wawancara, 2021)

54

sesuatu dapat berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan oleh Ibu Riska, bahwa :

Saya biasanya membuatkan jadwal untuk anak saya, harus punya jawal untuk belajar, punya waktu untuk bermain, apalagi waktu untuk main hp. Anak-anak harus dibiasakan mandiri, kalau bisa dikerja sendiri harus dilakukan sendiri, seperti mandi sendiri dan makan sendiri. Jadi intinya anak harus disiplin.60

Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh Ibu Yuli, mengatakan bahwa:

Jika di rumah maka saya akan biasakan menanamkan kedisiplinan sejak kecil, mulai dari bangun tidur pagi hari, buang air sendiri, ataupun makan sendiri. Jika waktu sholat tiba saya biasanya sholat didekatnya supaya bisa menjadi contoh buat anak, mengenai persoalan akhlaknya sedini mungkin anak-anak dibiasakan bekata baik, perkataan sopan dan menghormati orang tua.61

Dari wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa, mengajari anak disiplin mungkin bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh sebagian orang tua, tapi perlu diingat bahwa disiplin dapat membantu anak belajar berperilaku baik serta perilaku yang tidak boleh dilakukan. Kedisiplinan juga akan mempengaruhi bagaimana pola Ibadah anak, maka orang tua harus punya beberapa metode untuk meningkatkan nilai religious anak.

Peneliti mengajukan pertanyaan kepada Ibu Jira, mengatakan bahwa:

Saya bersholawat ketika hendak menidurkan anak. Lalu sejak dini saya sering menyuruh anak untuk sholat berjamaah di Masjid, tak lupa saya menitipkan anak untuk mengaji di TPA karna saya kurang paham mengenai agama.62

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Ibu Suri

Sejak kecil saya membiasakan anak saya untuk sholat berjamaah di masjid dengan harapan bahwa ketika sudah besar dia akan terbiasa dengan sholat, dan tanpa disuruh nanti akan pergi sendiri. Selain

60(Riska, Wawancara, 2021)

61(Yuli, Wawancara, 2021)

62(Jira, Wawancara, 2021)

itu saya juga menitipkan anak saya untuk belajar mengaji di TPA.

Semoga kebiasaan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi anak saya.63

Dari wawancara diatas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa, sebagian orang tua ternyata cukup susah untuk mengajarkan anak melakukan sholat dengan tertib, maka dari itu untuk mensiasati mereka mengajak anaknya untuk sholat berjamaah di masjid padahal untuk persoalan yang satu ini orang tua yang bertanggung jawab secara penuh.

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dilapangan menyimpulkan bahwa sebagian masyarakat di Kelurahan Tanjung Merdeka mengalami kesulitan dalam meningkatkan nila-nilai spiritual anaknya, hal itu terbatas pada pengetahuan dan keterampilan yang orang tua miliki. Tidak semua orang tua di Kelurahan Tanjung Merdeka berpendidikan ini menjadi salah satu factor mengapa mereka membiarkan anaknya tumbuh begitu saja tanpa ada suntikan spiritual untuk anaknya.

D. Faktor Penghambat Orang Tua dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Spiritual Anak di Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

Orang tua dalam proses meningkatkan kecerdasan spiritual anak sering menemui hambatan, factor penghambat ini yang membuat orang tua kesulitan dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual anak. Hal itu diungkapkan oleh Ibu Ria, mengatakan bahwa:

Jadi yang menjadi factor penghambat ialah tidak adanya waktu banyak untuk anak saya karena saya juga bekerja, jadi kadang saya tidak menemani dia ketika bermain, kadang sebelum anak saya

63(Riska, Wawancara, 2021)

56

bangun pagi saya sudah pergi bekerja, bahkan untuk mengurus keperluan anakpun saya kewalahan.64

Berdasarkan wawancara diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa factor yang menghambat orang tua dalam meningkatkan nila-nilai spiritual anaknya ialah berasal dari orang tua itu sendiri, terbatasnya waktu orang tua bertemu dengan anak berpengaruh besar terhadap perkembangan anak selanjutnya.

Hal yang berbeda diungkapkan oleh ibu Riska mengatakan bahwa:

Tantangan terbesar dalam meningkatkan nilai spiritual anak adalah anak-anak lebih suka Handpone. Bisa dibilang lebih banyak waktu yang digunakan untuk bermain hp daripada waktu untuk belajar, selain itu Televisi juga mendukung anak untuk malas melakukan aktivitas yang positif, kadang sampai berjam-jam berada di depan Televisi membuat anak menjadi kurang produktif.65

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rasti anak berusia 6 tahun mengemukakan:

saya suka bermain hp untuk menonton youtube, biasanya kalau malam nonton sampai mau tidur.66

Hal serupa juga dikemukakan oleh Ibu Yuli, mengatakan bahwa:

Anak saya sudah terbiasa bermain Handphone, ini sebenarnya kesalahan dari kami karna terlalu dini memperkenalkan Handphone kepada anak-anak, ketika masih batita saya sering menggunakan hp untuk menenangkannya, ini berdampak sampai sekarang yang tidak bisa terlepas menggunakan Handphone untuk menonton. Dulu sebagai sogokan untuk anak pasti menggunakan Handphone.67

Dari hasil wawancara diatas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa penggunaan Handphone dan alat elektronik memiliki pengaruh yang sanagt besar

64(Ria, Wawancara, 2021)

65(Riska, Wawancara, 2021)

66(Rasti, Wawancara, 2021)

67(Yuli, Wawancara, 2021)

terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak-anak akan lebih menyukai menonton tv ataupun youtube sehinggap membuat anak menjadi kurang produktif.

Selain bebrapa factor penghambat diatas, kemungkinan besar lingkungan juga dapat menjadi penghambat dalam meningkatkan kecerdasan spiritual anak.

Lingkungan keluarga sangat bertanggungjawab dalam membentuk kepribadian anak, dilingkungan keluarga maupun lingkungan sosial bisa sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai spiritual anak. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Mania, bahwa:

Dilingkungan sekitar rumah merupakan lingkungan yang kurang bagus bagi anak-anak, dapat dilihat banyaknya orang tua ataupun pemuda yang suka minum-minum, bahkan kadang-kadang mereka juga berjudi. Ditakutkan berdampak pada pertumbuhan anak sehingga mereka mencontoh apa yang dilihatnya.68

Hal yang hampir sama dikemukakan oleh Ibu Fatma :

Yang menjadi peghambat ialah ketika anak saya sedang bermain diluar, secara tidak lanngsung ketika dia bermain akan bertemu banyak orang dan bisa saja menirukan orang tersebut, apalgi yang dikhawatiran ialah anak tersebut meniru hal yang tidak baik, kemudian temannya juga dapat memberikan hal negative berupa perilaku ataupun sifat dari temannya tersebut69.

Sedangkan menurut Indri anak berusia 7 tahun mengemukakan:

Kadang saya melihat banyak teman-teman bertengkar dan saling merebut milik orang lain, suka juga memukul teman kalau tidak ddipinjami mainannya. Suka mendengar orang tua berbicara kasar.70

Kemudian peneliti memberikan pertanyaan kepada Ibu Mira, mengemukakan:

68(Mania, Wawancara, 2021)

69(Fatmah, Wawancara, 2021)

70(Indriani, Wawancara, 2021)

Dalam dokumen STRATEGI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN NILAI (Halaman 51-54)

Dokumen terkait